Do Your Part

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-ku yang di sorga.

Pernah membayangkan bagaimana perasaan orang tua Anda, jika Anda adalah tipe anak yang hanya tahu menuntut hak tanpa mau melakukan kewajiban? Atau mungkin bagi Anda yang sudah punya anak, apa yang dirasakan jika anak Anda hanya datang ketika dia perlu dan ingin sesuatu, namun setiap Anda meminta dia melaksanakan kewajibannya, dia selalu menolak? Pasti Anda akan kecewa.

Lalu bagaimana dengan Ayah kita di surga? Apakah Anda di mata Dia, merupakan sosok anak yang hanya tahu meminta, tapi tidak tahu melaksanakan kewajiban? Banyak orang baru ingat Tuhan ketika mereka memiliki masalah. Mereka menjadikan doa sebagai sarana protes dan merengek minta berkat. “Tuhan gimana, sih? Masa gaji enggak naik-naik?” atau “Tuhan saya sudah capek nih hidup begini terus, tolong dirubah.”

Bagaimana mungkin kita bisa berdoa pada Tuhan supaya dapat gaji yang lebih baik kalau tidak bekerja dengan lebih baik, tidak pernah memberikan persepuluhan atau kalau kita tidak pernah melaksanakan perintah-Nya? Bagaimana mungkin kita minta Tuhan merubah hidup kita, jika kita sendiri tidak pernah mau berusaha untuk itu? Jika kita melakukan terlebih dahulu apa yang menjadi bagian kita, maka Tuhan akan melakukan bagian-Nya.

Tuhan tidak tertarik pada mereka yang hanya tahu berseru, tetapi pada mereka yang mau melakukan kehendak-Nya.

Jakarta – Tuntutan agar Badan Anggaran (Banggar) DPR dibubarkan makin kencang terdengar. Salah satu badan di lembaga legislatif ini sudah lama dicurigai sebagai jaringan mafia anggaran. Bahkan sempat muncul agar dibentuk Panja Mafia Anggaran.

Di Banggar lah, partai politik menempatkan para petingginya seperti bendahara, wakil bendahara dan sekretarisnya. Dengan duduk di Banggar, para pemimpin parpol itu bisa dengan mudah kongkalikong dengan pemerintah dalam menentukan anggaran karena anggaran proyek-proyek pemerintah harus melewati lembaga ini dulu.

Sudah menjadi rahasia umum, ada fee buat anggota Banggar untuk setiap proyek pemerintah yang berhasil digolkan. Dari fee proyek itulah kemudian uang masuk ke kantong para anggota Banggar dan juga disetorkan ke partai.

Soal fee untuk Banggar misalnya diuangkap oleh Farhat Abbas, pengacara tersangka kasus suap Kemenakertrans Dharnawati. Farhat mengungkapkan perusahaan kliennya diwajibkan membayar commitment fee sebesar 5-10 persen dari total nilai proyek Rp 500 miliar. Uang itu lantas dibagikan kepada Banggar dan kementerian.

“Dulu Dhamawati sebelum ditangkap menyerahkan dana sebesar 5 sampai 10 persen. Dana itu mengalir ke Muhaimin dan Badan Anggaran DPR RI,” kata Farhat.

Tersangka lainnya dalam kasus itu, Dadong Irbarelawan juga membenarkan adanya fee tersebut. Maka untuk menyelidiki pengakuan tersebut KPK pun memeriksa pimpinan Banggar.

Empat pimpinan yang dipanggil KPK yakni yakni Mechias Mekeng, Mirwan Amir, Tamsil Linrung, dan Olly Dondokambey. Mereka diperiksa KPK sebagai saksi pada 20 September 2011 lalu.

Sebelumnya kasus Nazaruddin juga sudah mengungkap adanya aliran dana untuk Banggar. Mantan bendahara Partai Demokrat (PD) itu mengungkap memberikan jatah fee proyek Wisma Atlet untuk Banggar. Jatah fee itu disetorkan Angelina Sondakh dan I Wayan Koster untuk diteruskan ke Wakil Ketua Banggar Mirwan Amir. Mirwan kemudian disebut membagi-bagikan jatah fee ke pimpinan Banggar DPR. Tapi Mirwan telah membantah menerima fee itu.

“Itu kebohongan, (Nazaruddin) ini ada sedikit mentalnya terganggu dengan keadaan seperti ini Jadi sudah mengarang-ngarang semua,” kata Mirwan.

Meski dibantah, anggapan danya mafia anggaran di Banggar terus menguat. Apalagi anggota Banggar Wa Ode Nurhayati pernah memberi kesaksian adanya mafia anggaran di DPR. Wa Ode menyatakan pimpinan DPR sebagai penjahat anggaran. Karena pernyataan itu, Wa Ode dilaporkan ke BK DPR oleh Ketua DPR Marzuki Alie.

Dari banyaknya dugaan mafia anggaran itu, mau tidak mau harta anggota Banggar pun menjadi sorotan. Terakhir bahkan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) memberikan data adanya transaksi mencurigakan alias transaksi liar anggota Banggar.

Seperti apakah kekayaan anggota dan pimpinan Banggar? Ternyata kekayaan mereka memang sangat luar biasa.

Wa Ode Nurhayati yang berkonflik dengan pimpinan Banggar dan pimpinan DPR misalnya memiliki harta Rp 5,542 miliar. Istri dari Arif Muttaqin ini melaporkan harta kekayaannya terakhir ke KPK pada 30 November 2009.

Dari laporan itu diketahui, harta tidak bergerak Wa Ode terdiri dari tanah dan bangunan di Kabupten Merauke, Wakatobi dan Bekasi senilai Rp 3,88 miliar.

Sementara alat transportasi yang dimiliknya senilai Rp 1,247 miliar yang terdiri dari mobil Honda CRV tahun 2009, Toyota Harrier 2009, dan Fortuner 2008 dan harta bergerak lainnya yang mencapai Rp 405 juta dan giro dan setara kas lainnya Rp 10 juta.

Namun Wa Ode memastikan semua kekayaannya diperoleh lewat jalan yang benar. Kekayaan itu diperoleh dari bisnis konveksi yang dijalankannya. “Sejauh ini, saya tidak melakukan transaksi illegal,” tegas Wa Ode.

Sebagai pengusaha, Wa Ode mengaku ia sering melakukan transaksi besar di atas Rp 500 juta meskipun telah menjadi anggota DPR. “Saya yakin itu tidak melanggar hukum. Sejak di DPR saya tidak menggunakan uang APBD dan APBN untuk pribadi,” tegas Wa Ode.

Wa Ode memang menjadi sosok yang kontroversial. Ia mendapat dukungan karena dianggap sebagai whistle blower mafia anggaran dengan menyebut pimpinan DPR sebagai penjahat anggaran dalam acara ‘Mata Najwa’. Namun tidak sedikit yang mencurigai Wa Ode sebagai bagian mafia anggaran. Ia pernah digosipkan menjadi calo anggaran bagi kepala daerah yang ingin anggarannya segera cair. Tapi perempuan berkerudung itu membantahnya. Ia bertemu sejumlah kepala daerah hanya untuk konsultasi normatif saja.

“Itu sama sekali fitnah. Itu tidak ada bukti hukumnya,” kata Wa Ode.

Bila dibandingkan dengan pimpinan Banggar, sebenarnya kekayaan Wa Ode masih di berada bawahnya. Berdasar data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), harta para pimpinan Banggar melonjak hingga tahun lalu.

Dari data LHKPN itu, diketahui pimpinan Banggar paling kaya adalah Wakil Ketua Banggar dari Fraksi Partai Demokrat Mirwan Amir. Berdasarkan data 27 September 2003, harta Mirwan Amir mencapai Rp 27,7 miliar. Hingga kini Mirwan belum memperbaharui harta kekayaannya.

Posisi kedua ditempati Ketua Banggar Melchias Marcus Mekeng. Pada 2010, ia melaporkan kekayaannya mencapai Rp 20,7 miliar. Pada 2006, politikus Partai Golkar itu melaporkan asetnya masih Rp 18,5 miliar.

Kemudian Wakil Ketua Banggar DPR dari Fraksi PDIP Olly Dondokambey tercatat memiliki kekayaan mencapai Rp 8,4 miliar pada 2009. Sedangkan pada 2003, asset Olly masih Rp 2,4 miliar. Sementara harta Wakil Ketua Banggar dari Fraksi PKS Tamsil Linrung tercatat Rp 1,7 miliar. Data kekayaan Tamsil merupakan data 2003. Setelah itu, Tamsil belum memperbaharui harta kekayaannya.

Keempat pimpinan Banggar itu membantah menerima commitment fee sebesar 5 sampai 10 persen seperti disampaikan Farhat.

“Tidak ada itu. Yang sebenarnya ya tidak ada,” kata Tamsil.

Mereka pun mempersilakan KPK untuk menginvestigasi soal commitment fee sesuai prosedur hukum yang ada.

Sikap yang mengerti pada risiko adalah senantiasa siaga jauh hari sebelum krisis terjadi. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyebutnya, tetap memiliki payung, meskipun payungnya tidak dikembangkan. Namun, ketika hujan turun, barulah payung itu dipakai.

“Jangan panik menyikapi sesuatu. Ya ibaratnya, kita tidak membentangkan payung pada saat tidak hujan, namun instrumen kebijakannya sudah kita siapkan di sebelah kita,” tuturnya di Jakarta, Kamis (22/9/2011) saat ditanya wartawan tentang anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah.

Hatta mengingatkan, pelaku pasar modal untuk tidak panik menyikapi perlemahan ganda pada IHSG di Bursa Efek Indonesia dan jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Meskipun perlemahan indeks dan nilai tukar rupiah cukup signifikan, kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih baik.

“Ada alasan saya untuk mengatakan bahwa kita tidak perlu panik. Pertama adalah kondisi pasar yang ada saat ini tidak berkaitan dengan fundamental ekonomi nasional. Kinerja pasar modal masih tetap relatif terbaik, artinya permasalahan ini adalah permasalahan global dari para pelaku pasar,” ujarnya sambil mengangkat kedua tangannya di depan dagu, sementara jari manis tangan kanannya yang dilingkari cincin emas ditunjukan kearah wartawan sembari diputar-putar.

“Kedua, Indonesia sudah mempersiapkan respons kebijakan yang baik, baik dari Bank Indonesia maupun pemerintah. BI dan pemerintah memiliki koordinasi yang baik dalam merespons setiap hal yang terkait dengan pencadangan dana buyback dan stabilisasi pasar obligasi negara,” jelasnya sembari pamit pada para jurnalis itu.

Hatta Klaim IHSG Masih Terbaik di Dunia

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengklaim kinerja Indeks Harga Saham Gabungan masih yang terbaik di dunia meski pekan lalu sudah merosot lebih dari 10,7% dalam sepekan.

“Saya katakan situasi ini akan seperti itu dan seperti juga di mana-mana. Tapi kalau kita melihat year to date. Jangan lihat kondisi kemarin, tapi year to date kita itu masih terbaik di dunia,” katanya di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (26/9/20110.

Menurut Hatta, dalam sepanjang tahun 2011 ini kinerja IHSG masih lebih baik ketimbang negara-negara lain. Anjloknya IHSG hanya terkena sentimen negatif, tidak berkaitan dengan fundamentalnya.

“Artinya masih lebih baik dalam sepanjang tahun itu. Jadi tidak berkaitan dengan fundamental kita,” kata Hatta.

Hari ini, IHSG kembali jatuh, terkoreksi 137,497 poin (4,02%) ke level 3.288,849. Tekanan jual masih tinggi dilakukan baik investor asing maupun lokal.

Posisi IHSG siang ini lebih rendah dari posisi terakhir pada 15 September 2010 yang ditutup pada 3.357,032 setelah menguat 126,144 poin (3,90%).

Tak Mau Emas RI Dibawa ‘Kabur’, Pemerintah Siap Batasi Ekspor

Produksi emas Indonesia per tahun bisa mencapai Rp 120 triliun dan terbesar berasal dari tambang Grasberg milik Freeport di Papua. Pemerintah tak mau emas yang banyak ini diekspor jor-joran tanpa hasil jelas ke luar negeri.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, saat ini pemerintah saat ini sedang gencar melakukan renegosiasi kontrak pertambangan tak terkecuali Freeport pemilik tambang emas terbesar dunia yang berlokasi di Papua.

“Saya katakan bahwa tidak ada yang terkecuali di dalam pembahasan kontrak kita. Titik! Siapapun yang kontrak di Indonesia patuh pada UU yang ada, Minerba yang baru. Dan kita ingin melakukan renegosiasi,” tegas Hatta saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (26/9/2011).

Renegosiasi ini dilakukan kepada semua perusahaan mineral tak terkecuali emas. Ada beberapa kewajiban yang akan ditekankan pemerintah dalam kontrak baru pertambangan yaitu mulai dari pembagian royalti, kewajiban memproses di dalam negeri, perpanjangan/perluasan kontrak, aturan divestasi saham, dan lain sebagainya.

Sementara untuk kewajiban alokasi hasil produksi ke dalam negeri (domestic market obligation/DMO) bagaimana? “Pokoknya kita sedang menata ke arah situ ya. Untuk sebesar-besarnya untuk bangsa dan negara. Jadi dengan catatan proses menuju kepada dua-duanya harus menguntungkan, win-win harus ada. Kalau nggak bukan bisnis itu namanya,” papar Hatta.

Namun Hatta masih menyembunyikan mekanisme DMO yang akan dilakukan oleh pemerintah dalam renegosiasi kontrak pertambangan.

Seperti diketahui, saat ini permintaan emas sebagai sumber investasi sangat besar di dalam negeri. Seluruh permintaan emas di dalam negeri bisa terpenuhi jika pemerintah Indonesia berani melakukan aturan DMO kepada perusahaan emas di dalam negeri.

Dalam setahun produksi tambang emas dalam negeri kurang lebih bisa mencapai nilai Rp 20 triliun. Namun ini belum termasuk tambang Grasberg milik Freeport yang produksinya bisa capai Rp 100 triliun per tahun.

Produksi emas Indonesia per tahun bisa mencapai Rp 120 triliun dan terbesar berasal dari tambang Grasberg milik Freeport di Papua. Pemerintah tak mau emas yang banyak ini diekspor jor-joran tanpa hasil jelas ke luar negeri.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, saat ini pemerintah saat ini sedang gencar melakukan renegosiasi kontrak pertambangan tak terkecuali Freeport pemilik tambang emas terbesar dunia yang berlokasi di Papua.

“Saya katakan bahwa tidak ada yang terkecuali di dalam pembahasan kontrak kita. Titik! Siapapun yang kontrak di Indonesia patuh pada UU yang ada, Minerba yang baru. Dan kita ingin melakukan renegosiasi,” tegas Hatta saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (26/9/2011).

Renegosiasi ini dilakukan kepada semua perusahaan mineral tak terkecuali emas. Ada beberapa kewajiban yang akan ditekankan pemerintah dalam kontrak baru pertambangan yaitu mulai dari pembagian royalti, kewajiban memproses di dalam negeri, perpanjangan/perluasan kontrak, aturan divestasi saham, dan lain sebagainya.

Sementara untuk kewajiban alokasi hasil produksi ke dalam negeri (domestic market obligation/DMO) bagaimana? “Pokoknya kita sedang menata ke arah situ ya. Untuk sebesar-besarnya untuk bangsa dan negara. Jadi dengan catatan proses menuju kepada dua-duanya harus menguntungkan, win-win harus ada. Kalau nggak bukan bisnis itu namanya,” papar Hatta.

Namun Hatta masih menyembunyikan mekanisme DMO yang akan dilakukan oleh pemerintah dalam renegosiasi kontrak pertambangan.

Seperti diketahui, saat ini permintaan emas sebagai sumber investasi sangat besar di dalam negeri. Seluruh permintaan emas di dalam negeri bisa terpenuhi jika pemerintah Indonesia berani melakukan aturan DMO kepada perusahaan emas di dalam negeri.

Dalam setahun produksi tambang emas dalam negeri kurang lebih bisa mencapai nilai Rp 20 triliun. Namun ini belum termasuk tambang Grasberg milik Freeport yang produksinya bisa capai Rp 100 triliun per tahun.

Perhiasan Ditinggalkan, Masyarakat Beralih ke Emas Batangan

Emas perhiasan saat ini kurang diminati masyarakat sebagai tempat investasi. Masyarakat sudah beralih untuk memburu emas batangan sebagai tempat investasinya. Tak heran penjualan emas di Logam Mulia milik Antam terus ludes.

Hal ini disampaikan oleh Marketing Manajer Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Bambang Wijanarko kepada detikFinance, Senin (26/9/2011).

“Perhiasan mulai ditinggalkan dan orang mulai beralih untuk membeli emas murni batangan untuk investasi” kata Bambang.

Bambang mengatakan, sepanjang tahun ini Logam Mulia menerima banyak orderan pemurnian emas eks perhiasan yang tidak laku.

Emas perhiasan tersebut, kata Bambang, akan dicetak menjadi emas murni batangan merek Logam Mulia.

Dikatakan Bambang, sejak sebulan terakhir ini emas batangan memang menjadi buruan masyarakat. Pihak Logam Mulia sudah mengantisipasi masalah ketersediaan stok emas karena permintaan yang membludak.

“Antisipasi terhadap masalah ketersediaan stok emas untuk penjualan retail emas murni batangan sudah dilakukan sejak sebulan terakhir dengan melakukan pembatasan jumlah antrean pelanggan dan transaksi per hari. Sehari maksimal 200 pelanggan,” tuturnya.

Bambang mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan stok emas. Karena emas murni batangan merek Logam Mulia juga beredar luas melalui jaringan toko-toko emas di seluruh Indonesia.

Emas Batangan Antam Dihasilkan dari Tambang Pongkor

Mungkin tak banyak orang tahu emas-emas batangan milik PT Aneka Tambang (Antam) yang selama ini banyak diburu masyarakat berasal dari kawasan tambang Pongkor, Bogor. Hingga kini produksi emas Antam masih tergantung dari kawasan tambang Pongkor dan Cibaliung, Pendeglang.

Kawasan penambangan emas Gunung Pongkor, wilayah Taman Nasional Gunung Halimun-Salak Bogor Jawa Barat sudah lama menjadi bahan perbincangan sebagai tempat mengadu nasib mencari keuntungan kilauan emas.

Wilayah ini terkenal dengan peristiwa-peristiwa tragis menimpa para penambang emas liar yang biasa disebut ‘Gurandil’. Mereka kerap tertimbun tanah atau keracunan saat menambang emas ilegal.

Di kawasan ini lah Antam memiliki wilayah konsesi pertambangan emas. Tambang emas Pongkor diperkirakan memiliki usia tambang sampai dengan tahun 2019 dengan cadangan dan sumber daya logam emas diperkirakan sebesar 1,3 juta oz.

Indikasi adanya deposit emas di Pongkor ditemukan oleh Unit Geomin pada tahun 1981 dan produksi dimulai pada 1994 setelah izin diperoleh pada 1992.

Manajer Pemasaran Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Bambang Wijanarko mengatakan emas batangan Antam yang dijual setiap hari di Pulogadung sangat tergantung dari pasokan emas Pongkor. Setidaknya setiap bulan, kawasan tambang Pongkor menghasilkan 200 kg emas batangan yang dijual langsung di pasar dalam negeri.

“Stok emas setiap hari kita tergantung dikirim dari tambang emas Pongkor, pasokan dari Pongkor setahun bisa 2 ton, sebulan sekitar 200 kg. Atau kalau dijual per hari 10 kg,” katanya.

Emas batangan itu juga disuplai dalam skala kecil dari tambang emas Cibaliung yang dikelola oleh anak perusahaan Antam, PT Cibaliung Sumberdaya. Tambang emas Cibaliung mulai beroperasi di Mei 2010 setelah diakuisisi dari ARC Exploration Australia pada 2009. Tambang emas Cibaliung merupakan tambang emas bawah tanah.

“Untuk yang kita jual di masyarakat dalam negeri dari Pongkor dan Cibaliung, dari Cibaliung sumberdaya tahap awal 500 Kg per tahun, lokasinya di Pandeglang, Banten,” jelas Bambang.

Ia menjelaskan selama ini Antam juga melakukan pemurnian emas milik perusahaan tambang lainnya. Perusahaan tambang itu umumnya mengekspor ke pasar internasional setelah dimurnikan di pabrik Antam.

“Emas yang lain perusahaan tambang yang lain masuk kekita dimurnikan saja, dipisah emas dan peraknya, mereka jual sendiri untuk ekspor,” katanya.

Produksi emas Antam pada semester I-2011 tercatat sebesar 1.241 kg dengan 974 kg berasal dari tambang emas Pongkor dan 267 kg berasal dari tambang emas Cibaliung. Volume produksi emas pada semester I-2011 lebih rendah 10% dibandingkan capaian semester I-2010 yang sebagian besar diakibatkan turunnya kadar bijih di Pongkor dibandingkan pada 2010.

Wow! 10 Kg Emas Antam Ludes Dalam Sejam

Penjualan emas batangan milik Aneka Tambang (Antam) di kantor Logam Mulia kawasan Pulogadung, Jakarta masih terus diburu masyarakat. Lagi-lagi dalam satu jam sejak dibuka pukul 09.00 WIB tadi pagi, sebanyak 10 kg emas ludes terjual.

Marketing Manajer Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Bambang Wijanarko mengatakan selama sepekan ini antrian pembeli emas tak menunjukan tanda-tanda berkurang. Pihaknya tetap membatasi pembelian hanya untuk 200 orang setiap harinya.

“Dari pantauan antrian masih sama, masih ramai, kita batasi juga,” katanya kepada detikFinance, Jumat (23/9/2011)

Ia mengatakan saat ini memang harga emas sedang jatuh. Setidaknya harga emas yang Antam jual sudah turun Rp 10.000 per gram dari Rp 535.000 menjadi Rp 525.000 per gram.

“Harga memang sedang jatuh, kita masih pakai kurs pagi Rp 8.988/dolar AS, tadi siang dari BI Rp 8.735/dolar AS, rupiah menguat jadi nggak sempat updated, sebenarnya kalau pakai kurs itu makin turun, kita tak sempat ubah harga, barang sudah habis,” katanya.

Ia mengatakan harga emas yang dijual perseroan selain tergantung harga emas internasional, juga sangat dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Semakin rupiah menguat terhadap dolar AS, harga emas akan berpeluang semakin turun.

“Pembeli masih stabil 200 orang, kalau kita lepas bisa lebih, banyak yang kecewa yang tak mendapatkan pecahan yang mereka inginkan. Akhirnya banyak yang nggak jadi beli,” katanya.

Berikut ini harga emas di Logam Mulia tadi pagi (23/9/2011), dengan nilai harga buyback Rp 495.000 per gram (Rp/gram):
1 gram 567.000
2 gram 546.000
2,5 gram 541.800
3 gram 539.000
4 gram 535.500
5 gram 535.500
10 gram 531.500
25 gram 528.480
50 gram 526.940
100 gram 526.240
250 gram 525.320
1.000 gram 525.000

Beli Emas Praktis via ATM

Tingginya permintaan emas membuat sejumlah bank dan pedagang emas di China membuat inovasi kemudahan investasi dengan ATM emas. Di China yang merupakan negara konsumen emas terbesar kedua di dunia itu kini sudah ada ATM emas untuk pembelian yang lebih praktis.

ATM Emas ini diluncurkan di kota supersibuk China, Beijing. Para tukang belanja di Wangfujing Street yang populer itu tinggal memasukkan uang tunai atau semacam kartu ATM untuk menarik batangan ataupun kon emas dalam berat yang bervariasi lewat ATM tersebut.

Namun menurut berita yang dilansir dari AFP, Senin (26/9/2011), penarikan emas melalui ATM tersebut dibatasi maksimal 2,5 kilogram atau setara dengan 1 juta yuan (US$ 156.500). Saat ini mesin ATM emas tercatat sudah ada di Inggris, AS, Timur Tengah dan Eropa.

Mesin ATM Emas itu diluncurkan oleh Beijing Agricultural Commercial Bank dan sebuah perusahaan perdagangan emas. Mereka juga berniat menempatkan sejumlah ATM Emas di lokasi yang aman seperti pusat perbelanjaan emas atau klub-klub privat.

Emas memang kerap kali digunakan sebaai alat untuk melawan inflasi dan keberadaan mesin-mesin ATM emas itu dapat membuktikan kepopulerannya di tengah masyarakat China yang sedang mencari jalan aman guna melindungi uang mereka dari kenaikan harga-harga.

Menurut World Gold Council, permintaan emas di China tercatat melonjak hingga 27% secara year on year menjadi 579,5 ton tahun 2010. India masih tercatat sebagai negara konsumen emas terbese di dunia dengan kenaikan mencapai 66% menjadi 963,1 ton.

13 Bank Kasih Utang Baru US$ 250 Juta ke Charoen Pokphand

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), perusahaan pengolah makanan dengan merek dagang Fiesta mendapat fasilitas pinjaman baru US$ 250 juta dari sindikasi perbankan. Pinjaman ini untuk menutup utang perseroan di 2007.

Menurut Presiden Direktur CPIN T. Thomas Effendy, utang US$ 250 juta selain untuk refinancing, juga sebagai belanja modal dan kebutuhan modal kerja.

Adapun 13 bank yang terlibat dalam fasilitas pinjaman adalah Citi Indonesia (selaku koordinator), PT Bank Central Asia Tbk, DBS Bank Ltd, PT Bank Mandiri Tbk, Sumitomo Mitsui Banking Corporation cabang Singapura, PT Bank ICBC Indonesia, PT Bank Mizuho Indonesia, PT ANZ Panin Bank, PT Bank Rabobank International Indonesia, PT Bank Commonwealth, Chang Hwa Commmercial Bank Ltd, Mega International Commercial Bank Co Ltd, dan Cathay United Bank.

Dalam pinjaman kali ini, Citi bertindak sebagai koordinator pinjaman. Kemudian BCA, DBS, serta Bank Mandiri sebagai joint Mandated Lead Arrangers dan Bookrunners.

Status dari fasilitas pinjaman ini adalah tanpa penjaminan aset perseroan atau unsecured basis. Pinjaman terdiri dari amortizing term loan facility senilai US$ 100 juta dalam mata uang rupiah dan dolar AS. Amortizing term loan facility memiliki jangka waktu lima tahun.

Kemudian sisanya, merupakan revolving credit facility US$ 150 juta. Tingkat pengembalian tiga tahun, dan atau opsi dua tahun perpanjangan dengan diskresi dari kreditur.

“CPIN memutuskan untuk memperbesar jumalah fasilitas dari jumlah awal setara US$ 200 juta menjadi US$ 250 juta,” ucap Head of Global Banking Citi Indonesia Kunardy L

Laba Charoen Pokphand Tembus Rp 2,2 Triliun di 2010

Jakarta – PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) membukukan pertumbuhan laba bersih 37,26 % di tahun 2010 menjadi Rp 2,21 triliun, dari perolehan laba tahun sebelumnya hanya Rp 1,61 triliun.

Dikutip dari siaran laporan kinerja keuangan perseroan tahun 2010, Kamis (31/3/2011), naiknya laba bersih itu didorong oleh tumbuhnya penjualan dari Rp 14,56 triliun di tahun 2009 menjadi Rp 15,07 triliun.

Selain itu, beban keuangan perseroan juga turun menjadi hanya Rp 55 miliar di akhir tahun 2010, dari sebelumnya Rp 201,91 miliar di tahun 2009.

Meski demikian, laba selisih kurs perseroan di tahun 2010 tidak terlalu besar, hanya Rp 39,86 miliar dari tahun sebelumnya sebanyak Rp 229,53 miliar.

Dengan adanya pertumbuhan laba bersih itu maka laba bersih per saham dasar perseroan naik dari Rp 98 per lembar di tahun 2009 menjadi Rp 135 per lembar di tahun lalu.

Seiring peningkatan kinerja, harga saham CPIN di tahun 2010 melonjak empat kali lipat menjadi Rp 1.840 per lembar, dari tahun sebelumnya hanya Rp 450 per lembar.

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.57 waktu JATS, harga saham CPIN naik 30 poin (1,53%) ke Rp 1.990 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 728 kali dengan volume 31.467 lot senilai Rp 31,218 miliar.


Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (Antam) Alwin Syah Lubis optimistis harga emas akan kembali meningkat kembali. Meskipun saat ini harga emas anjlok terseret imbas sentimen global karena adanya kekhawatiran resesi ekonomi dunia.

“Penurunan harga emas dan terutama mengakibatkan harga saham Antam jatuh hanya karena pasar syok. Kami tetap khawatir, tapi kami optimistis komoditi masih akan menunjukkan kinerja bagus tahun ini,” ungkap Alwin ketika ditemui di Gedung BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (23/9/2011).

Menurutnya sejak awal tahun fluktuasi memang terjadi baik di pasar saham maupun komoditi memang ada. Namun harga khusus emas tetap dinilai tahan krisis.

“Tunggu saja setidaknya kembali ke kisaran US$ 1.600-1.700 per ounce,” tegasnya.

Lebih jauh Alwin mengungkapkan Antam berencana untuk menerbitkan obligasi tahun ini dan meneruskan rencana ekspansi di tengah krisis global dan menurunnya harga emas.

“Kedua hal itu tidak akan mengganggu rencana penerbitan obligasi dan ekspansi karena sudah kami alokasikan sejak awal,” paparnya.

Paling cepat pada November mendatang ANTM akan menerbitkan obligasi tahap I senilai US$ 150 juta. “Total obligasi yang akan kami terbitkan Rp 4 triliun. Tapi untuk tahap awal senilai sekitar Rp 1,5 triliun-Rp 2 triliun,” tuturnya.

Dana yang terhimpun akan digunakan untuk membiayai proyek Feronikel (FeNi) di Halmahera Timur. Proyek ini bertujuan meningkatkan nilai tambah cadangan nikel melalui kegiatan pengolahan. Kapasitas produksi proyek tersebut adalah 27.000 ton nikel dalam feronikel.

Seperti diketahui memuncaknya kekhawatiran terjadinya resesi global selain menjatuhkan pasar saham juga menjatuhkan harga-harga komoditas. Harga emas yang selama ini dinilai ‘tahan banting’ ikut merosot. Harga emas di pasar spot ambles lebih dari 3% menjadi US$ 1.721 per ounce, atau merupakan harga terendah dalam 1 bulan.

Presdir Microsoft Tinggalkan Industri IT

Jakarta – Orang nomor 1 di Microsoft Indonesia resmi mengundurkan diri. Pria yang telah menjabat selama dua tahun itu kabarnya berpaling ke industri yang sebelumnya dijalani.

Sutanto Hartono, terpilih sebagai Presiden Direktur dan General Manager Microsoft Indonesia sejak Desember 2009, namun ia mulai aktif berkarir di produsen software raksasa itu pada Januari 2010.

Sebelum bergabung dengan Microsoft, Sutanto sebelumnya menjabat sebagai CEO sekaligus Managing Director RCTI, sebuah industri yang sama sekali berbeda dengan visi Microsoft sebagai vendor teknologi.

Nah kabarnya, ia akan meninggalkan dunia IT untuk kembali ke industri media yang telah lama dijalaninya.

“Beliau kembali ke media, sepertinya ada pertimbangan khusus yang membuat beliau kembali ke industri tersebut,” jelas Director of Corporate Affairs Microsoft Indonesia, Chrisma Albandjar ketika dihubungi detikINET, Senin (26/9/2011).

Produksi Emas RI Capai Rp 120 Triliun/Tahun, Terbesar dari Freeport

Jakarta – Tahukah anda ternyata Indonesia memproduksi emas dengan nilai lebih dari seratus triliun per tahun. Nilai produksi emas terbesar dikuasai oleh Tambang Grasberg milik Freeport yang berlokasi di Papua.

Marketing Manajer Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Bambang Wijanarko mengatakan, dalam setahun produksi tambang emas dalam negeri kurang lebih bisa mencapai nilai Rp 20 triliun.

“Produksi dari tambang emas dalam negeri setahun kurang lebih bisa Rp 20 triliun, belum termasuk emas ikutan dari tambang tembaga di Grasberg yang bisa Rp 100 triliun (Menurut GFMS Gold Survey 2011),” tutur Bambang kepada detikFinance, Senin (26/9/2011).

Memang tambang Grasberg yang dikuasai Freeport ini adalah tambang emas terbesar di dunia. Tapi di tambang ini saham pemerintah Indonesia hanya sekitar 9% saja.

Bambang mengatakan, tingginya permintaan emas dari masyarakat di dalam negeri sebenarnya bisa dipenuhi jika ada penerapan kewajiban alokasi emas untuk dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO). Namun saat ini aturan tersebut belum ada, sehingga para perusahaan tambang emas bebas mengekspor emas berapapun ke luar negeri.

“Mengenai stok emas dalam negeri sebenarnya kalau ada penerapan DMO (Domestic Market Obligation) seharusnya bisa dipenuhi dari produksi tahunan tambang emas dan tembaga di dalam negeri,” jelas Bambang.

Untuk Antam, dalam setahun produksi emas yang dihasilkan BUMN tambang ini hanya berkisar Rp 2 triliun per tahun. Jauh di bawah produksi tambang Grasberg milik Freeport.

Seperti diketahui, saat ini eforia investasi emas sedang terjadi akibat kenaikan harga yang sangat tinggi. Penjualan emas batangan di kantor Logam Mulia milik Antam di kawasan Pulogadung, Jakarta terus dipadati masyarakat. Bahkan dalam satu jam sejak dibuka pukul 09.00 WIB pagi, sebanyak 10 kg emas ludes terjual.
(dnl/ang)

Charoen Pokphand Bagi Dividen Interim Rp 25 Per Lembar

Jakarta – PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) akan membagikan dividen interim tunai Rp 25 per lembar atau setara dengan Rp 409,95 miliar pada 9 Februari 2011.

Menurut Presiden Direktur Charoen Pokphand, Thomas Effendy dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/1/2011), besaran dividen interim Rp 25 per lembar berdasarkan atas hasil putusan rapat direksi di 3 Januari 2011. Dari total saham yang beredar 16,398 miliar lembar, perseroan akan membagikan total dividen Rp 409,95 miliar.

Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dilaksanakan pada 24 Januari 2011, dengan pelaksanaan ex dividen 25 Januari 2011.

Cum dividen pasar tunai pada 27 Januari 2011, dan ex dividen pada 28 Januari 2011. Daftar pemegang saham yang berhak atas dividen akan diumumkan pada 27 Januari dan pembayaran dijadwalkan pada 9 Februari 2011.

Harga Emas, Minyak Ikut Merosot Karena Kekhawatiran Resesi

New York/London – Memuncaknya kekhawatiran terjadinya resesi global selain menjatuhkan pasar saham juga menjatuhkan harga-harga komoditas. Harga emas yang selama ini dinilai ‘tahan banting’ ikut merosot, demikian pula harga minyak mentah.

Pada perdagangan Kamis (22/9/2011), harga minyak West Texas Intermediate pengiriman November merosot hingga US$ 5,22 (6,3%) menjadi US$ 80,70 per barel. Minyak Brent pengiriman November juga merosot US$ 4,87 menjadi US$ 105,49 per barel.

Harga emas yang selama ini dianggap sebagai tempat investasi paling aman juga tak luput dari kemerosotan. Harga emas di pasar spot ambles lebih dari 3% menjadi US$ 1.721 per ounce, atau merupakan harga terendah dalam 1 bulan.

Kejatuhan harga-harga emas ini merupakan imbas dari menguatnya dolar AS terhadap mayoritas mata uang global. Gejolak harga emas pun kini semakin memperuncing perdebatan tentang keamanan investasi emas.

“Emas tidak pernah menjadi ‘safe haven’. Ketika sesuatu dapat bergerak 3 atau 5 atau 6 persen selama 2 hari berturut-turut, itu bukanlah safe haven. Safe haven mestinya diam dan stabil, tidak bergejolak,” ujar Dennis Gartman, seorang investor independen dari Virginia seperti dikutip dari Reuters, Jumat (23/9/2011).

Kejatuhan harga komoditas ini mengikuti kejatuhan di pasar saham global, tak terkecuali di Wall Street. Pada perdagangan Kamis (22/9/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup merosot 391,01 poin (3,51%) ke level 10.733,83. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 37,20 poin (3,19%) ke level 1.129,56 dan Nasdaq merosot 82,52 poin (3,25%) ke level 2.455,67.

Hal itu terjadi setelah Bank Sentral AS mengatakan perekonomian AS menghadapi risiko penurunan yang signifikan sehingga memicu kekhawatiran investor tentang terjadinya resesi global. Sementara kebijakan ‘Operation Twist’ the Fed dengan membeli surat utang jangka panjang senilai US$ 400 dinilai tidak akan optimal.

Data ekonomi yang negatif dari China turut memperburuk sentimen. China merilis data yang menunjukkan salah satu sektor paling booming, manufaktur mengalami kontraksi.

Namun sentimen tersebut justru membuat dolar AS menguat ke titik tertingginya selama 7 bulan terakhir terhadap mayoritas mata uang global. Euro merosot terhadap dolar AS ke titik terendahnya sejak Januari di US$ 1,3384.

“Kekhawatiran seputar pertumbuhan global hari ini lebih menonjol ketimbang krisis utang dan itu tidak disebabkan karena risiko krisis kredit sovereign sudah berkurang, tapi karena kekhawatiran pertumbuhan global secara jelas telah meningkat,” ujar Patrick Moonen, analis dari ING Investment Management.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s