Untuk Apa Melukai Harga Diri Orang Lain”

Peter Daniels adalah seseorang yang lain daripada yang lain, yang kehidupannya ibarat Horatio Alger. Dilahirkan di Australia, orang tuanya adalah generasi ketiga yang hidup dari tunjangan karena miskin. Peter sekolah dasar di Adelaide.Karena masalah pembelajaran, ia kesulitan memahami serta menggabungkan kata-kata. Konsekuensinya ia dicap bodoh oleh para guru yang entah terlalu sibuk atau kurang peduli untuk memahaminya.

Seorang guru, Miss Phillips, suka menyuruh Peter berdiri di depan kelas di mana ia akan merendahkan Peter dengan berkata, “Peter Daniels, kamu anak nakal yang tidak akan pernah menjadi apa-apa.” Tentu itu tidak ada manfaatnya bagi harga dirinya. Akibatnya, ia gagal dalam setiap mata pelajaran di sekolah. Salah satu pilihan karirnya yang pertama adalah menjadi tukang batu. Beberapa tahun kemudian, menikah dengan keluarga muda, ia putuskan untuk membuka usaha sendiri. Usaha pertamanya gagal total dan dalam waktu satu tahun ia sudah kehabisan uangnya. Tidak kapok, ia melihat peluang lainnya dan menyalurkan energinya untuk menjadikannya sukses. Nasib serupa menantinya, ia sudah kehabisan uang dalam waktu delapan bulan.

Dengan tekad baja untuk mengatasi kemunduran-kemunduran tersebut, Peter kembali menerjunkan dirinya ke dunia bisnis yang kompetitif, lagi-lagi kehabisan uang untuk ketiga kalinya. Sekarang ia mempunyai rekor yang sulit dipercaya: kehabisan uang tiga kali dalam waktu lima tahun. Kebanyakan orang akan menyerah pada titik ini. Tetapi Peter Daniels tidak. Sikapnya adalah, “saya sedang belajar dan saya tidak membuat kesalahan yang sama dua kali. Ini pengalaman yang sangat baik.” Meminta istrinya, Robena, untuk mendukungnya sekali lagi, ia putuskan untuk menjual real estat pemukiman maupun komersil.

Suatu keterampilan yang telah diasah Peter selama bertahun-tahun adalah kemampuannya meyakinkan orang. Ia seorang promotor yang alami. Sebagian besar karena terus harus berhadapan dengan para kreditor yang menagih.

Selama sepuluh tahun berikutnya nama Peter Daniels sudah diasosiasikan dengan ril estat pemukiman maupun komersil. Lewat seleksi yang hati-hati dan negosiasi yang cerdik ia akumulasikan portfolio yang bernilai beberapa juta dolar. Sekarang ini Peter sudah menjadi pengusaha yang diakui secara internasional, yang telah menciptakan usaha-usaha sukses di banyak negara di seluruh dunia.

Teman-temannya mencakup keluarga bangsawan, kepala negara, dan para penggerak serta pengguncang terkemuka di dunia komersil. Ia juga seorang pemerhati kesejahteraan sesama yang sangat bersemangat membantu sesamanya, dan yang kemurahannya telah banyak mendanai upaya Kristiani. Peter Daniels telah menjalani hidup dari seorang anak yang gagal di sekolah menjadi multijutawan.

Peter sekarang sudah menulis beberapa buku paling laris, salah satunya berjudul Miss Phillips, You Were Wrong!” Bagi Anda yang berprofesi apa pun, jangan pernah menghakimi atau melontarkan kata-kata atau kalimat yang mungkin tanpa disadari akan melukai harga diri orang lain. Apalagi yang profesinya sebagai guru atau dosen tidak lucu kan kalau suatu waktu ada murid atau mahasiswa Anda yang menulis buku dengan judul dimana kata pertamanya adalah nama Anda lalu diikuti dengan kata-kata Anda Salah! atau bahkan dituliskan nama Anda lalu diikuti dengan kata-kata Anda Salah Besar! Melukai harga diri orang lain tidak ada manfaatnya sama sekali baik bagi orang yang dilukai maupun bagi yang melukai. Akan lebih bijaksana dan bermanfaat jika orang diberikan penghargaan yang tulus.

Paul Harvey, dalam salah satu siaran radionya, “Kisah yang Tertinggal,” menceritakan bagaimana penghargaan yang tulus mampu mengubah kehidupan seseorang. Dia melaporkan bahwa beberapa tahun yang lalu seorang guru di Detroit meminta Stevie Morris untuk membantunya menemukan seekor tikus yang lolos di ruang kelas. Ia menghargai kenyataan Yang Maha Kuasa telah memberi Stevie sesuatu yang tak dimiliki teman sekelasnya. Yang Maha Kuasa telah memberi Stevie sepasang telinga yang tajam untuk mengimbangi matanya yang buta. Penghargaan yang tulus untuk kedua telinganya yang luar biasa itu merupakan hal yang pertama kalinya didapatkan Stevie. Kini, bertahun-tahun kemudian, dia berkata bahwa tindakan penghargaan ini adalah awal dari kehidupan barunya.

ejak saat itu dia mengembangkan anugerah pendengarannya yang menjadikannya seorang bintang yang terkenal dengan nama Stevie Wonder yang merupakan salah seorang penyanyi pop dan penulis lagu terbesar di tahun tujuh puluhan. I Just Call to Say I Love You adalah salah satu lagunya yang sangat terkenal. Jelaslah lebih bermanfaat memberikan penghargaan tulus kepada seseorang daripada melukai harga diri orang lain. Untuk apa melukai harga diri orang lain kalau sudah jelas itu tidak bermanfaat sama sekali. Dalam bukunya 12 Simple Secreet of Happniness (Finding Joy in everyday Relationships) Glenn Van Ekeren mengatakan, dalam hubungan antar manusia dapat ditingkatkan salah satunya dengan cara memperlakukan orang lain secara bermartabat. Less Giblin dalam bukunya Skill with People juga menegaskan bahwa setiap orang pada dasarnya ingin diperlakukan sebagai seseorang (diorangkan).

Perlakukanlah orang secara bermartabat dan sangat besar kemungkinannya Anda pun akan diperlakukan secara bermartabat. Penghargaan yang jujur membawa hasil sementara kritik dan cemoohan gagal mendapatkannya. Kalau pun kritik hendaknya disampaikan, sampaikanlah dengan cara yang elegan yaitu dengan cara menyampaikan kritik tersebut secara pribadi.
Tetapi jika Anda hendak memuji atau mau mengapresiasi orang lakukan kalau perlu didepan orang banyak. Seperti yang ditegaskan oleh Mary Kay Ash, Founder of Mary Kay Cosmetics, “Everyone wants to be appreciated, so if you appreciate someone, don’t keep it a secret.” Ingatlah bahwa semua orang pada umumnya sangat “lapar” akan penghargaan.

Berikan penghargaan yang jujur dan tulus. Kalau hal ini Anda lakukan, bahkan pengurus pemakaman pun akan menyesal tatkala Anda meninggal dunia.

Selamat Tahun Baru 2008. Salam sukses luar biasa buat Anda.

Besar Dahulu, Untung Belakangan (amazon.com)”

Banyak orang yang berpikiran bisnis harus cepat untung. Tidak ada yang salah dengan harapan tersebut, namun ada fakta menarik khususnya untuk bisnis dotcom. Anda pasti tahu Amazon.com, tapi tahukah anda kalau Amazon yang didirikan pada tahun 1995 baru mendapatkan keuntungan delapan tahun kemudian, yaitu pada tahun buku 2003?.Buku yang berjudul “Dari Garasi Jeff Bezos Mendirikan Amazon.com” dapat memberikan inspirasi kepada para pebisnis dan penggiat TI yang ingin eksis dalam bisnis dotcom.
Bahwa bisnis dotcom memiliki aturan main dan paradigmanya sendiri yang harus dipahami dan dicermati. Kini telah tumbuh apa yang disebut sebagai google economy, sebagai salah satu dari cabang bisnis dotcom. Amazon.com sendiri dapat merepresentasikan gambaran bisnis online yang sesungguhnya. Berbeda dengan, misalnya perusahaan yang memasarkan online sebagai alternatif outletnya yang telah dibuka sebelumnya.
Selama delapan tahun operasinya Amazon.com tidak berhasil mencetak keuntungan dari bisnisnya yang tumbuh pesat dan mendunia. Pada tahun 2000, kalimat “mendapatkan laba” bagi Amazon.com masih lah sebuah mimpi.

Pada suatu kesempatan di akhir tahun 2000 di depan seluruh karyawannya, Jeff Bezos, pendiri Amazon.com, mengumumkan bahwa bisnis mereka dapat menguntungkan. Karyawan hanya terdiam, karena pada waktu itu, karyawan tidak pernah mendengar bahwa perusahaan mendapatkan keuntungan. Tapi kemudian mereka bersorak, setelah si CEO meyakinkan bahwa dia serius denganucapannya.Bezos memang sepertinya santai dengan tingkat profitabilitas dan nilai pasar perusahaan. Ketika terjadi ledakan balon ekonomi dotcom pada Januari 2000, saat itu saham Amazon.com turun sebesar 40%nya dan harus memecat 1.300 karyawan, Bezos santai saja karena dia tahu Amazon.com telah melayani dua juta pelanggan pada tahun 2000, enam juta lebih besar dari tahun sebelumnya, dan terus tumbuh.
Dengan jumlah pelanggan di atas, Bezos tetap yakin bahwa pertumbuhan yang konstan di masa mendatang tetap menjanjikan masa depan gemilang.Apa yang dilakukan Amazon.com dalam perjalanan bisnisnya adalah seperti motto yang dianutnya: “Tumbuh Besar dengan Cepat”. Motto tersebut betul-betul dilakukan sampai-sampai mengabaikan kepentingan pemegang saham. Amazon.com tanpa henti melakukan ekspansi bisnis. Baik dengan memperbesar kapasitas gudang dan distribusi, mengakuisisi berbagai perusahaan dotcom lainnya, dan memperbanyak produk yang dijual secara online. Yang mencengangkan adalah kemampuan Amazon.com dalam menjual mimpinya sebagai sebuah bisnis.
Bisnis online yang merupakan hal baru dan tekor laba ternyata mampu meyakinkan investor untuk terus menggelontorkan dana untuk memperbesar skala bisnis. Lazimnya, walaupun skala bisnis terus tumbuh (karena investasi), kinerja laba rugi perusahaan seharusnya mendukung. Ini lah bukti kemampuan Bezos dan tim keuangannya yang gigih dan cerdas dalam meyakinkan para investor.Sebelum membaca buku ini, saya membaca buku Google Story yang ditulis secara sangat menarik dan lengkap. Terus terang membaca buku ini saya merasakan banyak sekali kekurangan. Terutama adalah masih banyak pertanyaan yang belum terjawab seputar bagaimanan Amazon.com beroperasi. Seperti misalnya bagaimana Amazon.com menjalin kerjasama dengan perusahaan kargo sehingga dapat memastikan pelayanan pelanggan dalam hal pengiriman. Atau kenapa untuk sebagian buku atau produk tidak dapat dikirimkan ke negara seperti Indonesia. Simpulan saya buku ini terlalu tipis untuk menuliskan bisnis sebesar Amazon.com. Mungkin saya harus memilih buku lain yang lebih lengkap untuk membedah Amazon.comTerakhir, saya suka dengan semboyan Bezos,”Bekerja keras, bersenang-senang, membuat sejarah”.

European stocks fell after officials said they plan to return to Greece next week to complete a review of the economy. U.S. index futures were little changed while the dollar gained before the Federal Reserve concludes a two-day meeting.
The Stoxx Europe 600 Index lost 0.8 percent at 7:15 a.m. in New York and Standard & Poor’s 500 Index futures slid less than 0.1 percent. The Dollar Index advanced 0.3 percent. The Swiss franc weakened against most of its 16 major peers, and the pound dropped 0.6 percent versus the dollar after the Bank of England said officials considered ways to add stimulus to the economy. The 30-year U.S. Treasury yield added two basis points, with the German two-year note yield falling three basis points.
A “full mission” will return to Athens next week after Greek Finance Minister Evangelos Venizelos made “good progress” in talks with the European Union and the International Monetary Fund yesterday, according to the EU. The Fed may say today it will replace short-term Treasuries in its $1.65 trillion portfolio with long-term bonds, a move that 61 percent of economists surveyed by Bloomberg said will probably fail to lower the U.S.’s 9.1 percent unemployment rate.
“We’re seeing some big slowdowns in Europe and the U.S.,” Mark Burgess, chief investment officer at Threadneedle Investments, said in a Bloomberg Television interview in Hong Kong. “A Greek default is a certainty, but in the grand scheme of things, Greece is not that relevant. The issue is really whether they can contain it.”
Peugeot, Daimler
About three shares declined for every one that gained in the Stoxx 600, which jumped 1.8 percent yesterday. Automakers were the biggest drag on the index, as PSA Peugeot Citroen and Daimler AG lost more than 2.5 percent. Deutsche Lufthansa AG sank 4.2 percent as Europe’s second-largest airline said it expects fuel expenses to climb and Deutsche Bank AG downgraded the shares.
S&P 500 futures pared an earlier gain of as much as 0.6 percent. Oracle Corp. rose 3.2 percent in German trading after the software maker reported profit that topped analysts’ estimates, boosted by increased spending on database programs and applications that help run businesses.
Sales of existing homes dropped in July to the lowest since November, and the median price slid 4.4 percent from a year earlier, according to a Bloomberg survey of economists. Rising foreclosures, tighter lending standards and unemployment stuck near 9 percent for more than two years are all weighing on the market. The Fed is scheduled to issue its policy statement at about 2:15 p.m. in Washington.
Dollar, Euro
The Dollar Index, which tracks the U.S. currency against those of six trading partners, climbed for the third time in the past four days, while the euro weakened 0.3 percent versus the greenback and slid 0.5 percent against the yen. The Swiss franc depreciated 0.5 percent against the euro and lost 0.8 percent versus the dollar, falling for the fourth consecutive day.
The yield on the Italian two-year note rose eight basis points to 4.38 percent, while the 10-year yield increased two basis points. That left the difference in yield with benchmark German bunds little changed at 392 basis points. The Greek two- year note yield jumped 125 basis points to 65.43 percent, rising for the third consecutive day.
The MSCI Emerging Markets Index fell 0.4 percent, heading for the lowest level since July 2010. Russia’s Micex Index retreated 0.3 percent as oil declined. Indonesia’s Jakarta Composite index (JCI) slid 1.5 percent as the nation’s domestic vehicle sales slowed in August.
The Shanghai Composite Index jumped 2.7 percent after the Conference Board said its leading indicator index rose in July. The Czech PX Index rose 2.2 percent, led by power utility CEZ AS after newspaper Lidove Noviny reported domestic energy companies will get some carbon-dioxide permits for free until 2020.
Oil slid 0.6 percent to $86.37 a barrel in New York. Gold advanced for a second day, rising 0.3 percent to $1,808.22 an ounce.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s