Mensyukuri Apa Pun yang Terjadi

Setelah menjalani libur panjang Lebaran, pulang kampung bertemu dengan keluarga besar, selayaknya kita kembali dengan semangat baru yang menggebu. Ibarat baru mandi, kita akan mendapatkan badan yang bersih, segar, dan semangat luar biasa.

Akan tetapi tak semua orang mengalami kebahagian sepenuhnya. Seperti kita baca di berbagai media, ada banyak kecelakaan yang menimpa sejumlah orang dengan korban jiwa sampai 600-an orang. Ada yang belum sempat sampai ke kampung halaman ketika menghadapi kejadian itu, ada pula yang dalam perjalanan kembali ke rumahnya.

Salah satunya adalah yang menimpa artis Saipul Jamil. Dalam kecelakaan lalu-lintas yang dialaminya, sang istri meninggal di tempat kejadian. Hampir seluruh televisi menayangkan berita duka itu. Namun sang artis, meski dalam suasana berduka, bisa menerima kejadian itu dan melepas sang istri dengan ikhlas.

Sahabat yang Luar Biasa!

Banyak orang yang tidak bisa terima dengan musibah yang dialaminya. Timbul rasa marah dan bahkan frustrasi sehingga semangat hidupnya turun. Tetapi di sisi lain, banyak yang bisa menerimanya bahkan bersyukur karena di balik semua itu ada manfaat dan peringatan pada diri kita yang bisa diambil sebagai bahan pembelajaran hidup.

Musibah seperti itu hanya satu kejadian yang tak diinginkan. Dalam kenyataannya kita sering menemukan berbagai hal mulai dari kegagalan, fitnahan, kekhilafan, penyakit, bencana alam, dan sebagainya. Bisakah kita bersyukur saat seperti itu?

Memang kita mudah mengucapkan kata syukur saat memperoleh kemajuan, memperoleh kebahagiaan. Namun sulit melakukannya saat menghadapi kesusahan. Tema inilah yang saya bawakan pada talkshow pagi tadi di jaringan Radio Sonora: “Apa pun yang Terjadi, Patut Disyukuri”. Intinya, kita patut bersyukur baik di kala suka maupun di saat suka.

Bagi saya, ilmu bersyukur adalah ilmu hidup yang sulit dan perlu belajar untuk melakukannya. Tanpa belajar, kita tak akan bisa. Karena itu, mari belajar bersyukur dalam keadaan apapun karena itu adalah kekayaan jiwa sejati.

“Mendobrak Diri Sendiri”

Batasan, kadang hanya kita sendiri yang menciptakan. Karena itu, butuh keberanian, tekad, dan kematangan diri untuk mendobrak dan menciptakan kesuksesan demi kesuksesan sejati!

Setiap kali menghadapi tantangan dan cobaan, sebenarnya kita sedang dipersiapkan untuk menjadi insan luar biasa yang mampu menjadi pemenang-pemenang sejati kehidupan.

Pepatah Tiongkok kuno mengatakan: zi wo tu po (mendobrak diri sendiri)! Maka sebenarnya setiap insan tercipta dengan segala macam potensi untuk mengatasi berbagai halangan & rintangan. Hanya saja, adalah pilihan bagi kita, untuk mau selalu “mendobrak”, atau sekadar menerima kondisi kenyamanan yang telah diterima.

Manusia pada dasarnya punya hawa nafsu yang membuatnya tak pernah puas. Jika dilihat dari sisi positif, sebenarnya sifat tak pernah puas ini justru akan mendorong orang menuju pada target yang selalu diperbarui. Sehingga, selalu ada kekuatan dan “daya dobrak” yang akan mengangkat derajat seseorang menuju pada level lebih tinggi yang terus diperbaiki. Namun sebaliknya, jika ia langsung berpuas diri saat menerima hasil yang telah diraih-kemudian bertahan di zona nyaman tersebut-bisa jadi ia hanya akan jadi “katak dalam tempurung” yang tak tahu dunianya sendiri.

Takut gagal sebelum memulai, takut ditolak sebelum presentasi, takut jatuh sebelum berusaha. Semua itu memang mungkin terjadi. Ketakutan itu memang bisa saja nyata. Tapi, tanpa mencoba, kita tak pernah tahu, ada hal apa di balik ketakutan itu jika berhasil kita terobos.

Karena itu, sebenarnya, keberanian untuk mendobrak diri sendiri harus kita miliki. Sebab, sebagai manusia, kita diberikan berjuta potensi oleh Yang Maha Kuasa. Adalah tanggung jawab kita untuk memilih, potensi apa yang patut kita kedepankan agar mampu meraih prestasi demi prestasi. Atau, kita hanya berhenti pada satu titik dan kemudian menunggu mati.

Mari, dengan sikap & semangat mendobrak diri, kita maksimalkan segala potensi untuk mencapai prestasi! Untuk itu, kita harus mau membayar lebih. Dengan berjuang lebih keras, bekerja lebih giat, berkarya lebih rajin pada titik di mana kita memiliki kemampuan. Berbekal kemauan kuat dan kekayaan mental, kita wujudkan rasa syukur atas karunia Tuhan, dengan memaksimalkan segala potensi yang telah diberikan-Nya. Sehingga, dengan semangat tersebut, saat sukses diraih, akan segera disusul sukses lain yang lebih tinggi. Begitu seterusnya hingga batasan itu berhenti pada titik ajal, sehingga kita bisa meninggalkan dunia ini dengan penuh arti.

“Penderitaan Orang Pelit”

Suatu ketika ia marah habis-habisan kepada istrinya, lantaran istrinya itu membeli seekor ikan untuk lauk mereka makan. “Kamu ini perempuan boros. Aku saja tidak pernah membeli ikan, kok kamu berani-beraninya beli ikan,” bentak lelaki itu uring-uringan.

Si istri yang sabar dan sangat hapal tabiat suaminya itu berusaha membela diri. “Bukan saya yang beli, tetapi tetangga sebelah yang memberikan ikan ini untuk kita,” dalihnya.

Kalau begitu, potong-potong ikan itu menjadi 7 bagian untuk jatah lauk makan kita selama 7 hari. Kalau mau menggoreng beri garam, tapi sedikit saja nanti garamnya cepat habis,” sahut lelaki itu memberi solusi sekaligus instruksi.

Beberapa hari kemudian, lelaki itu jatuh sakit, badannya demam dan tak mampu beraktifitas seperti biasa. Si istri kasihan melihat kondisi suaminya. Ia bergegas pergi ke sebuah toko obat untuk membeli obat penurun panas.

Ketika si istri menyodorkan obat tersebut, suaminya justru menutup mulut rapat-rapat karena menilai bahwa membeli obat adalah pemborosan besar. “Jangan khawatir, obat ini adalah obat paling murah. Lagipula, di dalam kotak obat ini ada kupon yang bisa ditukar dengan hadiah,” bujuk istrinya sembari memberikan obat. Tetapi suaminya itu tetap mengunci mulutnya.

Tak kurang akal, si istri langsung membisikkan sesuatu di telinga suaminya. “Ehmm, sebenarnya saya tadi bohong. Obat ini sudah kedaluarsa. Jadi toko obat itu memberikannya gratis kepada saya,” bisik istrinya. Barulah setelah itu si lelaki pelit tadi bersedia meminum obat. Setelah minum obat diapun tersenyum, kemudian memuji istrinya pintar.

Pesan :
Harta kekayaan dapat berfungsi sebagai sumber kebahagiaan apabila kita mempunyai kemampuan untuk mendapatkannya sekaligus menggunakannya dengan benar dan tepat. Bila kita kesulitan mencari sumber penghasilan jelas akan mengurangi kualitas kehidupan. Begitupun bila kita tak dapat mengelola keuangan dengan baik maka hal itu akan menjadi sumber petaka dalam kehidupan kita.

Hidup sederhana bukan berarti harus mengurangi kualitas kehidupan, melainkan hidup tidak berlebih-lebihan dan sedapat mungkin memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Sedangkan kisah di atas adalah sebuah fenomena tentang seseorang yang tidak dapat menggunakan kekayaannya dengan baik. Sikapnya tergolong terlalu pelit, sehingga merampas kenikmatan hidup yang seharusnya ia dapatkan.

Charles Spurgeon mengatakan, “Yang penting bukanlah berapa banyak yang kita miliki tetapi berapa banyak yang kita nikmati.” Sebab kekayaan akan mempunyai arti bila kita dapat menikmatinya. Sehingga kalaupun kita ingin mengumpulkan lebih banyak harta kekayaan seharusnya tidak dengan cara bersikap pelit, karena langkah tersebut hanya akan mengurangi kualitas hidupnya. Langkah yang seharusnya ia tempuh adalah menambah sumber penghasilan.

Selain menambah sumber penghasilan, langkah selanjutnya adalah hidup sederhana. Karena di dalam kesederhanaan ada kemuliaan dan ketentraman hati. Berbeda dengan hidup pelit, dimana di dalamnya hanya ada kesusahan karena kekhawatiran berlebih hartanya akan berkurang.

Oleh sebab itu, hindarilah sikap pelit. Upayakan untuk menambah kualitas kehidupan. Manfaatkan harta kekayaan yang kita miliki dengan baik dan tepat, sehingga menjadi sumber kebahagiaan tersendiri.

Oleh : Andrew Ho – Managing Director PT. KK. Indonesia, motivator, pengusaha, dan penulis buku-buku bestseller

Bank of England officials said they may need to buy more bonds to bolster a faltering recovery after holding off adding stimulus this month in a decision that was “finely balanced.”
Most policy makers said it was “increasingly probable that further asset purchases to loosen monetary conditions would become warranted at some point,” the minutes of the Monetary Policy Committee’s Sept. 8 decision said. “For some members, a continuation of the conditions seen over the past month would probably be sufficient to justify an expansion of the asset purchase program at a subsequent meeting.”
The nine-member MPC, led by Mervyn King, voted 8-1 to maintain the size of the bond plan at 200 billion pounds ($313 billion) and were unanimous in keeping the benchmark rate at a record low of 0.5 percent.
No-one joined Adam Posen, who kept up his vote for a 50 billion-pound increase in purchases. His solo run on expanding so-called quantitative easing comes as policy makers in the U.S. and elsewhere refocus their attention on faltering growth and threats from Europe’s debt crisis. The Federal Reserve may announce a third round of asset purchases today to stoke growth and reduce unemployment.
“There had been significant downside news on activity over the month, including in the U.S. and the core euro-area countries, which had pointed to a synchronized slowing in global growth,” the minutes said. Along with surveys in the U.K., growth in the second half of 2011 may be “materially weaker” than projected in the Inflation Report in August.
The central bank will publish new forecasts in November.
Pound Declines
The pound extended its decline against the dollar after the release of the minutes, falling to an eight-month low of $1.5614. It traded at $1.5670 as of 10:48 a.m. in London, down 0.4 percent on the day. Government bonds rose after the report before slipping back, leaving the 10-year gilt yield up 3 basis points at 2.42 percent. It fell to a record-low 2.18 percent on Sept. 12.
Officials considered ways of loosening policy at this month’s meeting, including “changing the maturity of the portfolio of assets held” and “revisiting the earlier decision” not to cut their key interest rate below 0.5 percent. They also discussed whether to provide “explicit guidance” on the future path of the benchmark.
“At the current juncture, none of these options appeared to be preferable to a policy of further asset purchases should further policy loosening be required,” the minutes said.
‘Dovish Direction’
“This is clearly a major swing in a dovish direction,” James Knightley, an economist at ING Group in London, said in an e-mailed note. “Should the Bank of England cut its growth and inflation forecasts, as pretty much everyone else has, then a November increase in asset purchases will look likely.”
The Bank of England said in its quarterly bulletin on Sept. 19 that the bond plan has so far had “economically significant” effects. The asset purchases that began in March 2009 and finished at the start of 2010 may have raised gross domestic product by 1.5 percent to 2 percent and equaled a cut in the key interest rate of 150 to 300 basis points, it said.
Chief Economist Spencer Dale said in the report there was “considerable uncertainty” around the effects of the asset purchases. He will speak at the South Tyneside Manufacturing Forum in South Shields, England at 12:35 p.m. today.
Fed’s Twist
In the U.S., the Federal Reserve policy makers will decide to replace short-term Treasuries in its $1.65 trillion portfolio with long-term bonds, according to 71 percent of 42 economists surveyed by Bloomberg News. “Operation Twist,” named for its goal to bend the yield curve, will probably fail to reduce the 9.1 percent unemployment rate, 61 percent of economists said. The Fed will issue a statement at 2:15 p.m. New York time.
In a separate report, the Bank of England said spending growth on goods and services had “weakened further,” employment intentions pointed to “only modest” job creation over the next year and manufacturing growth had slowed. Still, inflation remains “elevated” at more than twice the bank’s 2 percent goal.
“Justifying an explicit change in policy in favor of easing when inflation and expectations for it are so high is an extremely difficult communication challenge,” said Philip Rush, an economist at Nomura International Plc in London. “So the MPC has collectively started to prime the public and its policy cannons for the launch of QE2.”

Canada’s dollar pared its drop as a government report showed the annual rate of inflation was higher in August than economists forecast.
The loonie, as the Canadian currency is known for the image of the aquatic bird on the C$1 coin, depreciated 0.1 percent to 99.40 cents per U.S. dollar at 7:02 a.m. in Toronto, from 99.27 cents yesterday. The currency earlier slid 0.3 percent.
Consumer prices advanced 3.1 percent in August from a year earlier after a 2.7 percent gain in the previous month, Statistics Canada said today in Ottawa. The median forecast of 26 economists in a Bloomberg News survey was for a 2.9 percent annual pace.
Bank of Canada Governor Mark Carney said yesterday in Saint John, New Brunswick, that borrowing costs may stay low beyond when full output is restored. He said the domestic recovery will be hobbled by a weak U.S. economy.
Speculation that the Bank of Canada will raise its benchmark overnight target rate from 1 percent this year has faded on concern the global economy may be headed for a recession, crimping Canadian exports.
The central bank on Sept. 7 kept its main interest rate unchanged for an eighth meeting and said there is a “diminished” need for an increase as Europe’s fiscal crisis and a slow U.S. rebound hobble the global recovery.
Canada’s economy, the world’s 10th largest, shrank at a 0.4 percent annualized pace in the second quarter, the national statistics agency said Aug. 31. It was the first contraction since the recession two years ago.
The International Monetary Fund cut Canada’s economic growth forecast yesterday to 2.1 percent for this year from 2.9 percent, citing weaker demand from the U.S., the nation’s biggest trade partner, and slower government spending.

pound weakened to an eight- month low against the dollar after Bank of England officials said they may need to buy more bonds to keep borrowing costs low as the recovery falters.
Sterling fell for the first time in four days versus the euro as policy makers said in minutes of their Sept. 8 meeting that growth in the second half of 2011 may be “materially weaker” than projected in August. The pound also weakened after an industry report showed U.K. consumer confidence dropped to a four-month low in August.
“The Bank of England is making clear that further measures will be used if the situation worsens, and therefore the pound reacted negatively,” said You-Na Park, a foreign-exchange strategist at Commerzbank AG in Frankfurt. “What is quite clear is that the outlook for the U.K. and the global economy is very uncertain and there are a lot of downside risks.”
Sterling declined 0.4 percent to $1.5667 at 11:14 a.m. in London, after earlier falling to $1.5614, the weakest level since Jan. 12. The currency depreciated 0.2 percent to 87.27 pence per euro.
The minutes showed most of the nine-member Monetary Policy Committee said an expansion of the 200 billion-pound bond purchase program was “increasingly probable.” The committee voted 8-1 to maintain the current size of the plan and was unanimous in keeping the benchmark at a record low 0.5 percent.
Officials considered ways of loosening policy, including “changing the maturity of the portfolio of assets held” and “revisiting the earlier decision” not to cut the interest rate below 0.5 percent.
Sterling ‘Exposed’
“The shift in the discussion of the MPC has moved more than the market was anticipating,” said Ian Stannard, London- based head of European foreign-exchange strategy at Morgan Stanley. “Sterling is increasingly going to become exposed to the global slowdown.”
Sterling has depreciated 5.1 percent in the last 12 months, making it the second-worst performer among 10 developed-market currencies after the dollar, according to Bloomberg Correlation- Weighted Currency Indexes. Morgan Stanley predicts the pound will weaken to $1.53 by the year-end.
Short-sterling futures extended gains after the minutes were released. The implied yield on the June 2012 contract dropped three basis points to 0.86 percent, signaling traders added to bets for lower interest rates.
Investors are betting the Bank of England will refrain from raising interest rates until after July next year, data from Tullett Prebon Plc on forward contracts for the sterling overnight interbank average, or Sonia, show.
Nationwide Building Society said today its index of consumer sentiment slipped 1 point in August from the previous month to 48. A gauge of consumers’ future expectations for the economy in the next six months declined 1 point to 65.
U.K. government bonds fell, snapping a three-day gain. The 10-year yield climbed three basis points to 2.42 percent. Two- year yields were little changed at 0.53 percent.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s