Di Tangan Penjunan

Yeremia 18:4
Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.

Momen apa yang paling menggelisahkan bagi seorang pendaki gunung? Kehilangan tujuan. Mungkin dia memeriksa peta atau kompasnya baik-baik, tapi mulai bertanya-tanya, “Aneh, rute sudah benar, tapi tujuan tidak juga kelihatan. Keadaan medan malah lebih sukar dari yang diperkirakan… atau sama sekali tidak seperti yang anda bayangkan.”

Di Yeremia 18:1-6, Allah menyuruh Yeremia, “Pergilah dengan segera ke rumah seorang penjunan.” Seorang penjunan memulai pekerjaannya dengan meraup tanah liat. Tanah liat yang biasa diinjak-injak, dia bawa dan dicuci. Lalu tiba saat sang penjunan mulai melakukan sesuatu. Tanah liat itu ditaruh di atas pelarikan. Dibanting… dipotong… ditekan… dipadatkan… terus… dan terus…

Seperti halnya dalam hidup kita, tiba-tiba kita merasa seperti tersudut dan terpojokkan. Seperti sang pendaki gunung, kita kehilangan motivasi dan tujuan. Alkitab menceritakan peragaan itu kepada Yeremia dengan indah. Tentang kesetiaan Sang Penjunan. Ketekunan-Nya, bahwa Dia terus dan terus mengerjakan kembali tanah liat itu sampai menjadi bejana yang layak. Saat kita berontak dan bentuk kita menjadi buruk, tangan Allah yang sabar tidak pernah berhenti. Lewat semua detail perkara dalam hidup kita, Dia masih memegang kendali dan mengerjakan segala sesuatu dalam rencana-Nya untuk kebaikan kita. Kasih-Nya terlalu besar sehingga Ia terus menerus membentuk kita dengan tangan-Nya sendiri.

Dengan kasih dan anugerah-Nya Ia membentuk anda, menjadi bejana yang indah dan bisa dinikmati oleh banyak orang.


Belajarlah Dari Burung

Posted: 13 Sep 2011 11:26 PM PDT
Amsal 12:27
Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.

Tuhan menjanjikan kepada kita semua pemeliharaan-Nya, burung-burung saja dipelihara apalagi kita yang diciptakan serupa gambar-Nya (Matius 6:26). Tapi itu tidak berarti kita tidak perlu bekerja keras dalam hidup dan mengandalkan berkat Tuhan secara ajaib semata.

Burung-burung memang tidak menabur dan menuai, namun mereka bekerja keras sepanjang hari. Tidak percaya? Berikut sebuah penelitian terhadap aktivitas kehidupan burung-burung:

– Burung Murai, bangun pukul 02.30 pagi kemudian mencari makanan hingga pukul 21.30 (total 19 jam), bolak-balik ke sarang sekitar 200 kali sehari memberi makan kepada anak-anaknya.
– Burung Tikus, bangun pukul 03.00 pagi dan bekerja hingga pukul 21.00 (18 jam). Mereka bisa mengumpulkan 400 ekor ulat sehari.
– Burung Hitam, bangun pukul 04.00 pagi dan bekerja hingga pukul 21.00 (17 jam). Bolak-balik ke sarang 100 kali sehari untuk memberi makan anak-anaknya.

Berapa banyak waktu kita bekerja sehari? Apa yang anda tabur, itulah yang dituai. Kita tidak bisa berpangku tangan dan berdoa minta Tuhan menurunkan berkat-Nya dari surga secara ajaib. Ada bagian yang harus kita lakukan dan Tuhan akan melakukan bagian-Nya. Belajarlah dari semangat dan keuletan dari burung-burung.

Diam dan tidak melakukan apa-apa hanya mendatangkan kesia-siaan. Berusahalah, maka berkat akan mengikuti anda.


Mengelola Keuangan Setelah Tak Lagi Jadi Pekerja
Aidil Akbar Madjid – detikFinance

Jakarta – Saya bapak dua anak balita. Setelah 5 tahun bekerja di dunia penerbangan di bagian pengadaan spare parts pesawat terbang, akhirnya saya memutuskan untuk mundur dan memulai usaha sendiri dengan bidang yang sama.

Alhamdulillah sampai saat ini semua lancar dan saya memperoleh keuntungan yang cukup lumayan setiap bulannya. Hanya saja sampai saat ini setelah 4 tahun mandiri, saya masih belum bisa mengatur keuangan pribadi saya.

Saya ingin di hari tua saya memiliki dana hari tua yang cukup mengingat sekarang status saya bukanlah karyawan lagi. Saya juga ingin memiliki jaminan kesehatan untuk saya dan keluarga (istri dan anak), serta asuransi pendidikan buat putra-putri saya.

Saat ini, untuk keperluan semua itu, saya hanya punya satu tabungan. Pertanyaan saya, perlukah setiap pos keinginan saya itu dibuat tabungan secara terpisah? Sebenarnya, berapa persenkah sebenarnya yang harus saya sisihkan setiap bulannya dari keuntungan usaha saya selama ini untuk mendukung pos-pos tersebut? Perencanaan keuangan seperti apa yang mesti saya siapkan untuk mendukung semua itu? Terima kasih.

Agung, Solo

Jawaban:

Pak Agung yang saya hormati,

Selamat Pak, bapak sudah melalui tahapan yang paling sulit untuk berpindah Quandran (meminjam istilah Rober Kiyosaki) dari seorang pegawai menjadi seorang wirausaha alias bisnis man. 4 tahun yang bapak lalui sudah cukup membuktikan bahwa usaha bapak berjalan lancar, akan tetapi bapak seharusnya mempunyai target bahwa diakhir tahun ke 5 usaha bapak sudah bisa berjalan sendiri (dijalankan oleh orang lain) tanpa bapak harus terlibat lagi 100%.

Akan tetapi banyak sekali masyarakat yang terbawa euphoria menjadi seorang pengusaha melupakan fundamental yang harus dipersiapkan sebelum memulai usaha mereka yang akan mempengaruhi Perencanaan Keuangan keluarga mereka. Adapun Sebuah Perencanaan Keuangan sederhana yang harus bapak lakukan sebelum memulai suatu usaha adalah sebagai berikut:

1.Bapak harus memiliki dana darurat atau dikenal dengan istilah emergency fund. Dana ini adalah sejumlah dana yang besarannya antara 6 bulan sampai 12 bulan kebutuhan bulanan bapak yang disimpan didalam rekening tabungan terpisah. Dana ini hanya dipakai untuk keadaaan darurat alias genting.

2.Belilah asuransi baik asuransi jiwa maupun kesehatan. Untuk jiwa cukup polis asuransi untuk bapak dan istri sedangkan kesehatan (terutama rawat inap) bapak harus memiliki untuk seluruh anggota keluarga.

3.Setelah itu barulah bapak mempersiapkan keranjang-keranjang investasi misalnya Dana Pendidikan Anak, Dana Pensión, Dana Perluasan Usaha atau membuka usaha baru, Dana Naik Haji, membeli aset (rumah, mobil dll).

Untuk dana pendidikan anak bapak dapat berinvestasi secara langsung ke produk investasi seperti Reksa Dana, dan yang sekarang marak adalah menggunakan Asuransi sebagai produk investasi khususnya untuk pendidikan anak. Hal ini sah-sah saja akan tetapi harus diingat bahwa masing-masing produk memiliki kelebihan dan kekurangan, dengan nominal yang sama kelemahan dari asuransi pendidikan adalah tidak maksimalnya hasil investasi yang bisa bapak dapatkan dibandingkan investasi yang mirip seperti di Reksa Dana.

Yang harus bapak perhatikan adalah menghitung kebutuhan dana pendidikan tersebut. Kemana bapak ingin menyekolahkan anak bapak, hitung berapa besar biaya pendidikan sekarang, kemudian dengan kenaikan inflasi tahunan hitung biaya pendidikan tersebut kelak. Hal detil tersebut sering dilupakan oleh banyak orang. Padahal detil tersebut yang akan membedakan berapa besar biaya yang harus dipersiapkan. Dari situ bapak dapat mencadangkan besaran dana pendidikan yang harus bapak persiapkan.
Untuk dana pensiun terdapat beberapa cara yang dapat bapak lakukan.

Sayang sekali saya tidak mendapatkan gambaran berapa usia bapak sekarang untuk melihat apakah persiapan dana pensiun masih bisa dilakukan. Dana pensiun dapat dilakukan apabila jarak usia bapak sekarang sampai ke target pensiun bapak masih tersedia cukup waktu (idealnya diatas 15 tahun). Dana pensiun menjadi penting dan sering terlupakan karena umumnya perusahaan kecil (UMKM) belum memberikan benefit berupa dana pensiun bagi pemilik dan karyawan perusahaannya.

Apabila target pensiun bapak kurang dari jangka waktu itu alias terlalu mepet maka bapak dapat mengandalkan dana pensiun dari usaha yang sudah bapak jalankan sekarang atau usaha baru baik itu perluasan dari usaha sekarang atau benar-benar jenis usaha baru.

Seperti yang sudah saya sebutkan diawal, usahakan diakhir tahun ke 5 usaha bapak idealnya sudah dapat berjalan sendiri alias dijalankan oleh orang-orang kepercayaan bapak. Dengan kata lain mulai dari sekarang sudah waktunya bapak mencari orang-orang kepercayaan untuk melanjutkan usaha bapak. Karena kalau masih mengandalkan bapak dalam menjalankan usaha tersebut maka belum dapat disebut sebuah bisnis. Dengan cara seperti ini Insya Allah bapak dapat pensiun dengan nyaman dan kecukupan dana yang akan tetap mengalir dari usaha bapak.


Disiplin Keuangan, Bagaimana Caranya?
Aidil Akbar Madjid – detikFinance

Jakarta – Beberapa bulan lalu saya mengikuti seminar mengenai perencanaan keuangan. Saya juga sering membaca ulasan mengenai perencanaan keuangan Pak Aidil Akbar Madjid di beberapa media, senang sekali mengetahui akhirnya bapak mempunyai kolom yang diasuh di DetikCom ini. Buat saya, pengetahuan tentang keuangan ini penting. Saya tak ingin sekadar bisa mencari uang tapi ‘terbelakang’ dalam hal mengelola gaji yang saya terima.

Sayangnya, dalam prakteknya, ternyata tak semudah yang dibayangkan. Pengetahuan perencanaan keuangan yang saya dapatkan tersebut, sepertinya hanya bisa saya lakukan beberapa bulan. Selanjutnya, saya kembali pada kebiasaan lama. Saya akui, saya kadang memang kurang disiplin mengikuti perencanaan yang saya buat sendiri. Pak Aidil, bagaimana mengatasi persoalan ini? Bagaimana memotivasi diri agar disiplin? Selain keidisiplinan, apalagi ya yang mesti saya lakukan agar perencanaan yang dibuat bisa dilaksanakan? Terima kasih atas jawabannya.

Dina Wulandari, Jakarta

Jawaban:

Yang Terhormat Ibu Dina Wulandari,

Terima kasih apabila ibu terus mengikuti saya dibeberapa media dan sampailah pada rubrik Keuangan yang saya asuh di DetikCom ini. Memang apabila dilihat, melakukan Perencana Keuangan itu adalah pekerjaan yang gampang-gampang susah. Terlihat mudah tapi sesungguhnya memerlukan waktu, konsentrasi dan disiplin yang tinggi untuk bisa berhasil melakukan suatu perencanaan.

Disiplin yang tinggi akan terbentuk dari suatu motivasi atau dorongan atau keinginan yang tinggi dan itu akan terbentuk dari suatu proses Perencanaan yang matang yang biasanya dilakukan dengan bantuan seorang Perencana Keuangan. Bukan berarti ibu tidak dapat melakukan sendiri akan tetapi usaha yang harus ibu lakukan lebih keras lagi.

Apa yang harus dilakukan untuk dapat berhasil didalam menyusun Perencana Keuangan? Pertama lakukan visualisasi dari Perencanaan tersebut. Contoh, apabila ibu ingin membeli sebuah rumah maka sedapat mungkin ibu mempunya gambar rumah idaman tersebut. Apabila ibu ingin mempersiapkan dana pendidikan anak, maka miliki gambar ataupun foto dari kampus tujuan anak tersebut kelak. Apabila ibu berencana membeli mobil atau kendaraan, maka taruh gambar mobil idaman ibu di tempat-tempat yang sering ibu lihat seperti cermin kamar, di kulkas, dan lain sebagainya.

Ingat, semua dimulai dari sebuah mimpi yang kemudian diwujudkan menjadi sebuah perencanaan yang terukur dan terencana. Semakin tajam mimpi kita semakin ingin kita mencapai impian tersebut akan semakin kuat keinginan ibu untuk mewujudkannya. Efek positifnya adalah ibu akan bisa bertahan berdisiplin dalam menjalankan Perencanaan Keuangan yang telah ibu buat.

Kedua, lakukan perhitungan-perhitungan Perencana Keuangan yang benar. Carilah informasi dengan cermat untuk setiap kebutuhan keuangan ibu dan keluarga kemudian lakukan perhitungan kebutuhan itu sampai ibu menemukan berapa besar dana yang harus ibu sisihkan setiap bulannya. Perhitungan yang dilakukan secara hati-hati dan benar akan menjamin tingkat akurasi Perencanaan ibu untuk mencapai tujuan keuangan dimasa depan tersebut.

Ketiga, lakukan perubahan secara bertahap dan tidak drastis (kecuali apabila ibu sudah berada di ambang batas krisis keuangan keluarga), misalkan kondisi keuangan bulanan ibu sudah minus sangat dalam atau ibu sudah terjebak didalam hutang. Didalam kondisi yang kritis tersebut harus dilakukan perubahan secara drastis. Diluar dari itu, dalam kondisi normal dimana masih terdapat kelebihan dana setiap bulannya maka melakukan Perencana Keuangan mirip seperti ibu melakukan diet untuk menguruskan badan. Apabila ibu lakukan secara drastis mungkin dapat bertahan dalam jangka pendek, akan tetapi ibu akan kembali makan dan timbangan akan kembali ke posisi semula.

Keempat, buat skala prioritas dari tujuan keuangan keluarga. Ingat, tidak semua kebutuhan keuangan atau tujuan keuangan ibu bisa didapatkan semua untuk kondisi saat ini. Tapi bukan berarti juga keinginan ibu tidak tercapai. Kondisi keuangan dan kehidupan ibu akan berubah. Nah, perubahan kondisi keluarga dan keuangan (yang lebih baik) akan memungkinkan ibu untuk mendapatkan tujuan keuangan yang sebelumnya tidak tercapai.

Lima, sabar. Perencanaan Keuangan bukanlah proses menjadi kaya mendadak. Perencanaan Keuangan memerlukan ketekunan dan kesabaran yang tinggi untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan ibu. Terkadang kegiatan ini harus dilakukan seumur hidup kita agar segala keinginan dapat dicapai.

Terakhir, apabila ibu dan keluarga masih mentok juga maka carilah bantuan seorang Perencana Keuangan yang profesional dan bersertifikat Internasional. Ingat, hal paling berharga yang tidak dapat dibeli adalah waktu. Daripada ibu berusaha dan gagal berkali-kali sehingga waktu ibu telah terbuang beberapa tahun, maka lebih baik berkonsultasi dan minta bantuan Perencana Keuangan profesional. Meskipun ibu harus membayar biaya konsultasi akan tetapi ibu akan mendapatkan bantuan dan ilmu secara profesional untuk mengurangi kesalahan yang mungkin ibu lakukan apabila ibu kerjakan sendiri. SELAMAT MENCOBA

Seputar Investasi Emas
Risza Bambang – detikFinance

Jakarta – Emas menjadi salah satu tempat investasi yang paling aman untuk saat ini. Apa saja yang harus diperhatikan dalam investasi ini? Bagaimana pula kita berinvestasi emas?

Pertanyaan:

Harga emas sedang naik, dan saya berniat investasi emas. Apakah saja harus diperhatikan dalam investasi Emas ?
Saat mau jual Emas (saat harga sedang tinggi), banyak toko Emas tidak mau membeli dari kita dengan alasan mereka sedang tidak membeli dan menjual (sedang menahan barang). Apa kiat/siasat untuk hal ini?
Selain toko emas, tempat mana saja yang kira-kira bisa saya tuju untuk pembelian investasi emas? Bagaimana saya memantau pergerakan harga emas itu nantinya.
Situasi saat ini (adanya krisis di AS), apakah cukup logis bila menyimpan USD dan bagaimana kiat-kiatnyanya bila nanti menjelang pemilu Indoneisa (untuk investasi USD) ?

Jawaban:

Investasi dalam bentuk Logam Mulia memang salah satu jenis investasi yang menarik. Peningkatan harganya bisa lebih besar dibandingkan kenaikan tingkat inflasi. Walaupun akhir-akhir ini peningkatan harga emas agak sedikit terkoreksi akibat kejatuhan harga minyak. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk investasi Emas :

Emas adalah Mata Uang yang berlaku Universal, atau bisa disebut Mata Uang Dunia. Jadi emas bisa dipergunakan sebagai alat barter atau alat pembayaran yang berlaku di seluruh dunia.
Investasi emas dalam bentuk emas batangan, koin, medali dan bentuk khusus. Jangan dalam bentuk Perhiasan karena punya biaya pembuatan +/- 20% sehingga jika mau ditunaikan akan ada diskonto yang nilainya sebesar +/- 20% juga.
Butuh tempat penyimpanan yang tidak mudah, harus mempertimbangkan faktor keamanan dan ukuran yang sesuai.
Tidak mudah untuk dibawa atau dipindahkan jika diperlukan untuk suatu hal di tempat lain, atau dalam keadaan emergensi yang membutuhkan emas untuk alat pembayaran atau barter.
Belilah emas dengan kadar karat yang tinggi atau disebut emas murni dengan disertai sertifikat yang menunjukkan keaslian, berat dan kadarnya.
Carilah toko emas yang cukup besar jika ingin menjual atau mentunaikan emas. Jika emas dalam bentuk perhiasan dan tanpa sertifikat maka memang akan kena diskonto atau dipotong biaya pembuatan dan biaya tanpa sertifikat. Tapi jika dalam bentuk emas batangan atau koin maka tidak kena diskonto tapi hanya dibebankan ongkos pembuatan yang nilainya kecil sekali berupa sejumlah uang yang nilainya pasti untuk rentang berat emas tertentu. Anda juga bisa menguangkan emas di Pegadaian untuk digadaikan sementara dengan dikenakan bunga pinjaman yang tidak terlalu besar.
Pembelian Emas batangan atau koin atau dalam bentuk khusus untuk mengenang momen bersejarah atau tokoh terkenal di anak perusahaan Aneka Tambang yang beralamat di Pulo Gadung. Emas batangan tersedia dalam ukuran berat yang bervariasi dari mulai paling kecil 1 gram sampai dengan 1 kilogram. Harga emas di Indonesia bisa dimonitor atau dipantau di website perusahaan tersebut di http://www.logammulia.com atau http://www.kitco.com

Berinvestasi dalam mata uang USD memang menarik dan pernah membuat kaya banyak orang Indonesia yang pada saat puncak Krisis Ekonomi tahun 1997-1998. Hal tersebut sebenarnya terjadi karena mata uang Indonesia sendiri yang rapuh dan fundamental ekonomi Indonesia juga tidak kuat. Faktor tersebut mengakibatkan nilai tukar Rupiah jatuh melemah dibandingkan nilai tukar USD.

Tetapi jika dibandingkan dengan mata uang Ponsterling atau Euro maka sebenarnya mata uang USD justru melemah walaupun beberapa hari terakhir ada sedikit penguatan. Hal ini terjadi karena ekonomi Amerika sendiri sedang mengalami Stagnan dan Inflasi serta kemandekan perkembangan ekonomi. Namun jika kita analisa ekonomi Indonesia maka belanja iklan pada saat kampanye akan menerbangkan tingkat inflasi Indonesia, yang biasanya akan mengakibatkan mata uang Rupiah melemah terhadap USD. Namun ini hanyalah perkiraan, kondisi sesungguhnya hanya Tuhan yang tahu.

Rencana Keuangan si Pengantin Baru
Risza Bambang – detikFinance

Jakarta – Pertanyaan:
Saya Karyawan bank BUMN 25 tahun bedomisili di Denpasar dengan penghasilan sekitar Rp 3,3 juta plus bonus lebih kurang 7x gaji per tahun. Tahun ini saya akan menikah, calon istri pegawai BUMN penghasilan 3,5 juta/bulan domisili di Bogor.

Penghasilan kami berdua plus bonus rata-rata Rp 10 juta per bulan. Mohon pertimbangan berkaitan dengan financial planing tentang beberapa alternatif rencana yang akan kami lakukan setelah menikah nanti, yaitu:
Istri saya keluar dari pekerjaannya dan ikut saya ke Denpasar, risikonya kami kehilangan penghasilan dari istri Kami menjalankan pernikahan jarak jauh dengan intensitas ketemu minimal 1x tiap bulan. risikonya biaya transportasi membengkak minimal 1,5juta per bulan, tapi sampai kapan?

Kami rencana beli rumah tapi masih bingung di denpasar atau bogor saya keluar dari pekerjaan saya sekarang dan memulai merintis usaha di bogor atau mencari pekerjaan lain dengan penghasilan yang kemungkinan lebih kecil dari istri saya. Risikonya gaji saya hilang dan risiko sosial.

Dari empat alternatif tsb, mohon saran dan masukan serta mana paling baik.? dan kapan waktu yang paling tepat untuk memutuskan, setelah menikah (Juni 2008) nunggu 1 tahun atau dsb? mohon juga kalo ada alternatif lain yang bisa saya jadikan pertimbangan.

Terima kasih atas saran dan masukkannya

Jawaban:

Sebelumnya saya ucapkan Selamat atas Rencana Pernikahan Anda. Mudah-mudahan ini adalah “jodoh terbaik” bagi Anda berdua. Jodoh terbaik yang saya maksudkan adalah menjadi Pasangan Hidup yang terbaik dan paling cocok dalam segala hal termasuk mengenai Kehidupan Keuangan Keluarga. Banyak orang yang rejekinya atau kondisi keuangannya berubah menjadi lebih meningkat setelah melangsungkan pernikahan atau berhasil menemukan jodohnya.

Bagaimanapun masalah Keuangan tidak dapat berubah tanpa ada upaya dari kita sendiri untuk mengubahnya. Logika terdekat mengapa seseorang berubah positif kondisi keuangannya adlaah karena rasa tanggung jawab yang semakin besar sebagai konsekuensi dari perubahan status kehidupannya.

Pilihan yang Anda berikan semuanya benar, tidak ada yang lebih baik satu daripada yang lain. Yang paling penting adalah pilihan mana yang paling cocok dengan kehidupan, karakteristik dan kesepakatan Anda berdua. Serta jangan lupa bahwa apapun pilihan yang akan diputuskan maka tentu akan ada konsekuensinya; baik dalam bentuk material (dampak finansial) atau pun dalam bentuk lainnya.

Oleh karena itu kita sebaiknya memilih suatu alternatif yang paling sesuai berdasarkan kondisi atau informasi pendukung yang paling nyata atau memang sudah ada. Misalnya jika Anda memilih Istri ikut ke Denpasar maka sebaiknya carilah terlebih dahulu pekerjaan bagi istri jika pindah ikut suami. Tentunya jenis pekerjaannya harus sesuai dengan kemampuan dan kompetensi istri Anda, serta bisa memenuhi kebutuhan Keluarga. Begitu juga sebaliknya jika suami yang memutuskan pindah ikut istri.

Jadi langkah awal sebelum memilih salah satu alternatif adalah membuat suatu keputusan apakah istri akan tetap menjadi wanita karir atau menjadi ibu rumah tangga saja atau ibu rumah tangga tapi punya usaha rumahan sehingga tetap punya waktu untuk keluarga. Kemudian cobalah mencari lowongan pekerjaan yang tersedia bagi suami di Bogor maupun bagi Istri di Denpasar, tentunya pilih lowongan yang sesuai dengan kondisi pribadi masing-masing.

Penawaran pekerjaan yang diperoleh akan memudahkan Anda dan pasangan untuk memilih alternatif yang paling cocok dengan kebutuhan Keluarga. Jika penawaran pekerjaan belum juga diperoleh sampai dengan tanggal pernikahan maka ini menjadi suatu hal yang tidak mudah mengingat Anda berdua dihadapkan pada suatu cabang kehidupan tanpa dibekali dengan informasi atau kondisi pendukung yang lengkap.

Sekali lagi keputusan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi karakteristik kedua belah pihak. Jika Anda dan Pasangan siap secara mental dan pikiran untuk melakukan hubungan jarak jauh, bahkan Anda berdua sudah punya pengalaman melakukan hal tersebut tanpa ada gangguan maka cobalah melakukan hal ini sampai mendapatkan penawaran pekerjaan yang bisa dijadikan informasi pendukung untuk membuat keputusan.

Namun jika belum pernah melakukan hubungan jarak jauh, bahkan mental dan pola pikir Anda berdua tidak bisa menerima kondisi tersebut maka tidak ada cara lain kecuali salah satu dari Anda dan Pasangan harus ada yang berkorban untuk pindah. Akan lebih baik jika yang berkorban adalah pihak yang paling cepat dan mudah untuk memperoleh pekerjaan walaupun tidak terlalu cocok dengan kondisi kompetensi dan kemampuannya, tetapi paling tidak bisa mengurangi beban keuangannya.

Langkah terakhir adalah menentukan tempat tinggal bagi Keluarga baru, dalam hal ini keputusan pemilihan daerah tempat tinggal bisa disesuaikan dengan keputusan atas tempat menetap dari Anda dan Pasangan. Mengenai lokasi perumahan maka bisa dipilih dari alternatif tempat tinggal yang dekat dengan tempat kerja, punya fasilitas kendaraan umum yang memadai, punya fasilitas umum lainnya yang sesuai dengan kebutuhan (misalnya rumah sakit, dokter, sekolah, pasar, tempat ibadah, tempat belanja/super market dsb) dan juga sesuai dengan kondisi keuangan. Jenis rumah tinggal bisa beli rumah sendiri, kontrak terlebih dahulu sampai kondisi keuangan bisa lebih baik (mungkin karena sudah menemukan penawaran pekerjaan yang lebih baik dalam hal kompensasinya). Jika membeli maka ada pilihan tunai atau dengan sistim KPR.

Usulan lain yang juga harus Anda dan pasangan perhatikan dan garis bawahi adalah Gaya Hidup. Kadang-kadang seseorang tidak sadar bahwa Gaya Hidup itu sangat mempengaruhi Kondisi Pengeluaran dan bisa menggerus Pendapatan. Hal-hal kecil yang merupakan Gaya Hidup tapi bisa menjadi beban tambahan bagi Keuangan misalnya Rokok, Jajan (minuman ringan atau makanan kecil), Makan di Restauran atau “makan di luar”, nonton bioskop, gaya hidup konsumtif, belanja pakaian, sepatu, alat kecantikan, fashion dengan gadget (handphone, audio, video), alat elektronik, hobi aksesoris kendaraan dan lain-lain. Jenis-jenis biaya ini ada yang nilainya tidak besar tapi sering dilakukan sehingga dalam kurun waktu sebulan atau setahun bisa membebani kondisi keuangan keluarga. Jadi saran saya adalah menyesuaikan Gaya Hidup saat bujangan atau gadis dengan saat setelah Menikah. Seharusnya penyesuaian Gaya Hidup akan dapat memberikan Tabungan lebih besar atau bisa membuat anggaran kebutuhan lebih besar dibandingkan jika biaya-biaya tidak perlu tersebut di atas tetap dikeluarkan.

Demikian usulan dan gagasan yang bisa saya berikan, jika melihat bulan pernikahan yang Anda tuliskan maka tampaknya pada saat tulisan ini dimuat maka Anda sudah menjadi seorang Suami. Semoga tulisan ini bisa membantu Anda dan Istri untuk membuat suatu keputusan yang terbaik dan tercocok untuk Keluarga. Selamat Menikah. (Risza Bambang-Shildt Financial Planner)

Perencanaan Keuangan Saat Krisis
Taufik Gumulya – detikFinance

Tabel Reksa Dana

Jakarta – Sebagaimana yang telah kita alami bersama krisis global masih berimbas terhadap bangsa ini. Bagaimana kita menghadapi kondisi yang demikian ini?

Dari sudut perencanaan keuangan baik disaat krisis maupun tidak, jelas merupakan suatu kebutuhan untuk terus melakukan perencanaan keuangan bagi setiap individu terutama bagi mereka yang sudah memiliki penghasilan.

Dalam tema awal kami ingin menekankan pentingnya melakukan evaluasi atas portfolio investasi yang berjalan, jelas portfolio investasi yang anda miliki tentunya merupakan ‘kendaraan’ anda untuk mencapai segala keinginan anda dikemudian hari.

Tetapi permasalahannya banyak diantara kita tidak menyadari bahwa alokasi investasi yang sedang anda tempatkan disektor finansial pada umumnya justru membuat anda menjadi terbebani sehingga seiring dengan perjalanan waktu aset anda menjadi tergerus? Bagaimana mungkin? Marilah kita telaah bersama bagaimana kita bisa lebih bijak mengelola uang, agar jangan sampai krisis keuangan global berimbas signifikan terhadap anda dan keluarga yang tercinta.

Monitoring, Evaluasi dan Implementasi Ulang

Dalam melakukan aktivitas rutin sudah pasti kita melakukan monitoring, misal ketika anda mengendarai kendaraan secara berkala anda harus melihat pada instrumen yang ada misalnya posisi bensin, kondisi temperatur mesin dan kecepatan kendaraan anda hingga putaran mesin per menit (RPM).

Demikian juga dengan ‘kendaraan investasi’ anda, wajib untuk terus dimonitor dan dievaluasi oleh anda. Bukalah catatan anda lihat berapa besar anda melakukan penempatan dana di tabungan, deposito, reksadana, saham, jumlah premi asuransi unit linked (asuransi & investasi) yang wajib dibayar atau disisihkan perbulan, dan sebagainya.

Kemudian hitunglah pertumbuhan aset alokasi atau portofolio tersebut apakah positif atau malah negatif? Jika ternyata hasilnya positif maka kami ucapkan selamat untuk anda tetapi jika negatif, jangan putus asa masih ada waktu untuk melakukan recovery portofolio Anda. Monitoring ini cukup dilakukan dengan frekuensi minimal sebulan sekali.

Bagi yang pertumbuhan negatif, bagaimana caranya? Lakukan evaluasi apakah anda masih memiliki waktu untuk tetap menyimpan di instrumen yang menyebabkan aset tersebut menjadi menurun? Ingat disini pertimbangannya hanya waktu bukan jumlah uang yang terdepresiasi!

Banyak dari responden kami (belum menjadi klien kami) menyatakan bahwa mereka tidak memiliki jangka waktu yang pasti untuk melakukan investasi, yang pasti jika adauntung baru mereka tarik dananya. Sebagian besar dari para investor jika ditanya berapa besar keuntungan yang diharapkan, mereka katakan sebesar besarnya!.

Dengan kata lain banyak diantara investor belum memiliki atau belum mengetahui target keuntungan minimum yang harus dicapai, padahal banyak diantara mereka memiliki portfolio investasi di saham dan reksadana saham dengan jumlah yang cukup besar. Fakta yang ada dalam kondisi krisis global instrumen saham dan reksadana saham mengalami tren penurunan yang signifikan sehingga berperan besar sebagai intrumen yang turut membuat aset anda menyusut dalam kurun waktu jangka pendek.

Pembaca yang bijak, target keuntungan merupakan suatu syarat utama dalam melakukan investasi dan target tersebut merupakan hasil dari waktu yang tersedia atas kebutuhan yang diinginkan oleh investor. Jadi konkretnya kita sebagai investor wajib mengetahui kebutuhan atas investasi yang dilakukan, beberapa contoh kebutuhan tersebut adalah kebutuhan atas biaya pendidikan anak, dana untuk membeli rumah, dana untuk liburan ke luar negeri hingga kebutuhan dana saat pensiun serta distribusi harta kita untuk kita berikan kepada orang yang kita cintai. Jika ternyata anda adalah bagian dari investor yang belum memiliki kebutuhan dimasa yang akan datang maka dapat dipastikan anda secara tidak sadar telah melakukan spekulasi bukan investasi.

Kembali pada kondisi dimana pertumbuhan dana menjadi negatif (seperti banyak yang dialami pada saat ini), kami ingin mengingatkan bahwa tentukanlah tujuan investasi anda, apakah tujuan tersebut merupakan tujuan jangka pendek (kurang dari 3 tahun), jangka menengah (antara 3 sampai 5 tahun) atau jangka panjang (diatas 5 tahun)?

Jika kebutuhan itu adalah jangka panjang maka penurunan aset investasi yang sedang berjalan misalkan anda menempatkan di reksadana saham (khususnya selama kurun waktu sejak awal tahun 2008 hinngga saat ini) sewajarnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Mengapa demikian? Berdasarkan data yang ada, indeks harga saham gabungan (IHSG) sejak awal Januari tahun 2001 hingga saat tanggal 23 Januari 2009 mengalami peningkatan sebesar 220,72% sehingga jika anda melakukan investasi (baik secara berkala maupun tunggal atau single) pertumbuhan dana anda masih berada dalam kisaran pertumbuhan yang positif.

Namun sebaliknya jika anda hanya memiliki waktu untuk jangka pendek dan investasi tersebut ditempatkan pada saham-saham (meskipun di sektor yang berbeda atau telah ter-diversifikasi) maupun pada reksadana saham maka menurut kami ‘kendaraan investasi’ yang anda pergunakan (saham maupun reksadana saham) adalah tidak tepat. Alangkah bijaksana jika anda melakukan implementasi ulang, sebaiknya untuk investasi jangka pendek anda dapat menempatkan di reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap, sedang untuk jangka menengah dapat di reksadana pendapatan tetap dengan kombinasi reksadana campuran dan reksadana saham dapat dipergunakan untuk investasi yang bersifat jangka panjang.

Konsistensi dan Persistensi

Manajemen risiko dalam berinvestasi adalah mutlak untuk dilakukan. Pada saat kondisi sekarang adalah sangat baik jika kita memilih strategi yang aman untuk berinvestasi dengan melakukan teknik “Dollar Cost Averaging” namun kami lebih suka menyebutnya dengan “Rupiah Cost Averaging”. Strategi ini baik untuk jangka panjang yang berarti baik untuk diimplementasi pada reksadana saham.

Strategi ini mewajibkan kita untuk secara konsisten (tetap) dan persisten (tekun) untuk melakukan investasi baik di saat krisis maupunpun tidak. Ingat tujuan investasi pada instrumen ini adalah jangka panjang, investasi yang bisa dilakukan per bulan, tiga bulanan atau enam bulanan. Jika anda lebih suka melakukan investasi pada saham selain investasi di reksadana saham, maka strategi inipun bisa dipakai, riset kami menunjukkan strategi ini dapat dipergunakan untuk menghimpun kekayaan melalui investasi pada saham dan reksadana saham secara konsisten dan persisten.

Dari kedua tabel seperti gambat diatas jelas terlihat bahwa pertumbuhan nilai investasi yang dilakukan tetap berada dalam kisaran positif, meskipun pertumbuhan NAB (Nilai Aktiva Bersih) reksadana bertumbuh negatif. Permasalahan sekarang terletak pada diri kita masing-masing apakah dalam kondisi krisis global kita mau melakukan investasi secara konsiten atau tidak? Keputusan ada ditangan anda, selamat melakukan investasi.

Taufik Gumulya, Perencana Keuangan pada TGRM Financial Planning Services


Merintis Bisnis Warnet
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Saya berencana berbisnis warnet dan game online di Cirebon, dengan perencanaan modal dan keuangan yang saya peroleh dari pinjaman bank dengan rincian:
Sewa tempat : Rp 35 juta
Setting 20 computer, server, provider : Rp 150 juta dengan asumsi 1 PC = Rp 5.500.000 dengan specs pentium core 2 duo, diluar biaya beli windows asli.
Furniture, instalasi, upgrade listrik dll : Rp 30 juta
Lain-lain: Rp 5 juta

Total investasi awal : Rp 220 juta.

Harga rental per jam rata-rata Rp 3.500 per jam, Warnet buka 24 jam, 30 hari, dengan 20 unit komputer.

Menurut pengalaman 4 bulan pertama terisi hanya 25%, seterusnya 50-65%.

Yang kami tanyakan:
Apakah bisnis warnet dengan perhitungan diatas layak? jika dilihat dari kuntungan dan pangsa pasar?
Dalam jangka waktu berapa lama modal kembali?
Apakah dengan specs computer diatas terlalu berlebihan, maksud saya apakah bisa dengan specs computer yang lebih rendah?

Terima kasih atas respon dan jawabannya.

Jawaban :

Sdr. Puji yang terhormat, untuk berbisnis warnet dan sekaligus game online ada beberapa catatan berikut ini yang perlu diperhatikan.

1. Karakter bisnis warnet yang umumnya untuk digunakan untuk browsing berbeda dengan bisnis game online. Secara umum spesifikasi hardware untuk game online lebih tinggi dibandingkan dengan hardware yang dipakai untuk browsing.

2. Dalam membuat perencanaan bisnis, selain modal awal yang perlu dipersiapkan juga biaya regular bulanan, misalnya gaji pegawai, perawatan komputer, biaya listrik, biaya sewa jaringan internet, dan biaya reguler lainnya. Jadi catatlah biaya-biaya tersebut dan masukkan ke dalam perencanaan bisnis anda, sehingga persiapan bisnis dapat dilakukan dengan lebih baik.

3. Karena bisnis warnet dan game online adalah bisnis yang mengajak konsumen untuk datang ke tempat kita, maka lokasi adalah hal yang sangat krusial. Lokasi yang tidak bagus akan menyebabkan asumsi-asumsi dalam perencanaan yang dipakai berubah.

4. Perlu dipertanyakan bahwa menurut pengalaman anda : 4 bulan pertama terisi 25%, sedangkan bulan-bulan selanjutnya 50% – 65%. Apakah pengalaman tersebut berasal dari lokasi yang mirip dengan lokasi yang anda sewa untuk warnet dan game online ini. Ataukah berasal dari lokasi yang sama dengan lokasi yang anda sewa.

5. Berapa lama bisnis anda akan mencapai titik breakeven point sangat tergantung pada berapa besar profit margin yang diinginkan, kemudian apakah ada persyaratan khusus yang menguntungkan anda dalam pengajuan kredit ke bank untuk jangka waktu tertentu.

6. Yang paling penting dalam menjalankan adalah mental & komitmen untuk terus maju, meskipun ada kendala-kendala yang menghadang.

Selamat berjuang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s