Greatt Walltz

CHARLES BOUDIN, TELADAN

Ada seorang berkebangsaan Kanada yang bernama Charles Boudin. Ia pernah berjalan di atas seutas kawat 340 meter, yang direntangkan dari satu bukit ke bukit lainnya sementara di bawahnya jurang dengan sungai berarus deras. Hanya dengan tongkat seberat 18 kg dan panjangnya 18 m, dia menjaga keseimbangan tubuhnya saat berjalan di atas kawat. Semua orang yang menyaksikan peristiwa itu menahan nafas, karena itu merupakan pertunjukan yang mencekam. Resikonya kalau dia salah langkah, salah perhitungan, terpeleset akan mati, karena ia tidak menyediakan jaring pengaman (safety net), artinya kalau ia jatuh, maka ia akan mati. Tetapi luar biasa, Charles bisa melakukannya dengan baik. Ia bisa mencapai bukit yang satunya sejauh 340 meter dengan selamat. Ketika ia sampai di bukit itu, ia menantang para penonton yang ada di situ.

“Apakah Anda percaya kalau saya akan kembali lagi dengan selamat?” Semua penonton serempak menjawab,”Percaya!”

“Bagaimana kalau saya mengajak salah satu dari Anda bersama dengan saya.” Maka semua orang mulai beralasan. Ada yang berkata,”Jangan saya, saya terlalu gemuk, nanti takut jatuh.” Yang lain bilang,” saya takut ketinggian.” Dan masih banyak alasan lainnya.

“Tetapi, Anda percaya kalau saya bisa menyeberang kembali?” Dan semua kembali menjawab,”Percaya!” Tetapi tetap saja tidak ada yang merespon dalam tindakan nyata.
Akhirnya ada seorang anak muda, bernama Henry, maju dan bersedia menyertai Charles Boudin. Semua orang yang ada di situ mulai berkata,”Kamu hebat sekali, berani sekali.”

Henry memberanikan diri karena ia percaya pada Charles Boudin. Ia segera naik menemui Charles Boudin. Sebelum berangkat Henry diberi petunjuk: Ikuti saja langkah saya, pegang bahu saya erat-erat dan tetap terus memandang bahu saya. Jangan lihat ke kiri, ke kanan atau ke bawah kalau tidak mau jatuh. Pada awal perjalanan memang tidaklah susah, tetapi ketika sampai di tengah, saat angin menerpa dan kawat itu terayun-ayun, dia sulit sekali melanjutkan perjalanannya. Henry mengalami peristiwa yang menegangkan dan menakutkan, tetapi Charles Boudin mengingatkan,”Tetap fokus pada bahu saya, jangan lihat kiri dan kanan dan ikuti gerakan saya.”

Maka Henry mengikuti setiap gerakan Boudin dengan teliti. Ia memandang ke depan pada bahu Boudin. Akhirnya Henry berhasil sampai ke seberang bersama Boudin. Semua yang menyaksikan hal itu memberikan applause yang meriah. Kisah nyata ini terjadi pada 30 juli 1958.

Apa yang bisa kita pelajari dari kisah ini? Untuk berhasil kita butuh figur, contoh atau teladan. Kita perlu melihat dengan teliti setiap gerakannya dan mengikutinya. Jika Anda ingin sukses, ingin berhasil, marilah kita berhikmat. Carilah figur seorang yang sukses, lihat terus dia, amati gerakannya dan ikuti dari belakang. Untuk sukses kita perlu diinspirasi oleh seseorang yang sudah sukses. Bila perlu jadikan dia mentor dalam hidupmu. Undanglah dia untuk menjadi mentormu. Amati kehidupannya dengan teliti, ikuti gerakannya, jangan tengok kanan-tengok kiri, maka engkau akan menjadi sukses sebagaimana dia sukses.

TELITI DALAM HAL KECIL

Pernah ada cerita tentang 3 orang tukang batu yang sedang menumpuk batu bata. Orang pertama ditanya,”Pak, Anda sedang melakukan apa?” Dia menjawab,”Saya sedang menumpuk batubata.” Orang kedua ditanya,”Bapak sedang melakukan apa?” Dia menjawab, “Saya sedang membuat dinding. Tukang batu ketiga ditanya pertanyaan yang sama,”Apa yang sedang bapak lakukan?” Tukang batu ketiga menjawab,”Saya sedang membangun sebuah rumah yang paling besar dan indah di kota ini.”

Anda mengerti maksud saya? Tukang batu pertama tidak memiliki visi, atau pandangan yang jauh ke depan tentang apa yang dia lakukan. Tukang batu kedua, lebih lumayan punya visi yang lebih jauh. Tetapi tukang batu ketiga memiliki pandangan yang sangat jauh ke depan, yaitu membuat rumah yang besar dan indah. Anda bisa bayangkan, hasil kerja yang didapat oleh tukang batu tersebut? Tukang batu ketiga akan memberikan hasil yang paling sesuai dengan keinginan yang diharapkan sang arsitek, dibanding dengan tukang batu pertama dan kedua, yaitu membangun rumah yang besar dan indah. Wajar saja bila tukang batu ketiga akan mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi. Pertanyaannya: Apakah Anda memiliki visi dengan apa yang anda kerjakan atau lakukan saat ini? Apakah Anda memiliki visi ke depan tentang pekerjaan, usaha, kegiatan sosial, atau kegiatan sehari-hari yang anda lakukan? Apakah terkait satu dengan yang lain? Ataukah Anda mengalir begitu saja.

Atau Anda memilki visi ke depan tentang hidup Anda dan semua yang Anda kerjakan sebenarnya terkait satu dengan yang lain dalam kerangka membangun sebuah rumah yang besar dan indah. Anda berolahraga, Anda bergaul, Anda berjejaring dalam sosial, melakukan kegiatan ini dan itu, semuanya dalam sebuah kerangka besar yang sedang Anda tuju. Bila Anda orang yang seperti itu, maka Anda adalah orang yang memiliki mimpi dan visi besar, dan waktu akan membuktikan suatu saat Anda akan berhasil.
Sudahkah Anda menuliskan semua visi Anda dalam sebuah kertas. Ataukah Anda hanya menjalaninya begitu saja pekerjaan Anda dan mengalir seperti air.

Jangan lupa kesuksesan datang karena direncanakan. Bila tidak direncanakan maka kesuksesan tidak akan datang, bahkan seandainya kesuksesan datang Anda tidak akan tahu kapan waktunya. Bila Anda tidak mempersiapkan keberhasilan, maka Anda sedang mempersiapkan kegagalan bagi hidup Anda. Karena itu mari kita menjadi bijaksana dengan memiliki tujuan dalam hidup kita, baik tujuan jangka panjang, mimpi, cita-cita dan angan-angan atau tujuan-tujuan kecil jangka pendek yang akan kita lakukan dengan teliti, dengan antusias, dengan bergairah, karena semua hal-hal kecil yang kita lakukan, kita sadari itu semua ada kaitannya dalam tujuan jangka panjang.

Sebagaimana seorang tukang batu melakukan pekerjaan dengan teliti, seperti membuat dinding, membuat kusen, tapi hal kecil itu dia lakukan ada kaitannya dengan sebuah bangunan besar dan indah yang sedang ia impikan. Mari kita impikan sebuah visi dan masa depan yang besar dan kita menjalaninya langkah demi langkah dengan mulai mengerjakan hal-hal kecil dengan teliti. Kita semangat melakukannya karena ada kaitannya dengan hal yang besar yang kita impikan. Mari kita sukses dengan menjadi bijaksana.

SPANYOL : KEKUATAN TIM

Jerman adalah langganan juara dalam sepak bola, karena mereka memiliki keutamaan-keutamaan dasar sepak bola yang tradisional seperti, mentalitas yang kuat, disiplin yang tinggi, pantang menyerah. Belum lagi mereka terkenal memiliki fisik yang kuat. Namun Euro 2008 ternyata membuktikan bahwa semuanya itu tidak cukup ketika menghadapi perlawanan tim Spanyol yang bermain dengan begitu modern, dengan itelijensi dan tehnik yang tinggi. Belum lagi Spanyol menunjukkan sepak bola bukan permainan individu tetapi permainan tim.

Memang Spanyol telah meninggalkan gaya permainan matadornya yang individual dan beralih ke permainan yang mengandalkan kekompakan tim. Perubahan ini terkait dengan sejarah sport di spanyol sendiri. Di bawah diktator Franco individualisme sangatlah dipentingkan. Tidak heran bila dalam kurun selanjutnya Spanyol berjaya dalam olahraga individual, seperti tennis, formula-1 dan balap sepeda. Belakangan ini Spanyol juga berjaya dalam olah raga beregu, seperti bola tangan, basket dan hoki. Perubahan itu terjadi sebagai akibat dari sebuah modernisasi masyarakat, kata pelatih basket Spanyol, Epo Hernandez. Perubahan itu juga merambat ke sepak bola.

Tim Spanyol di bawah Louis Aragonez jelas memperlihatkan sepak bola modern hanya bisa dimainkan dalam kebersamaan. Pengabdian kepada tim inilah yang membuat tim sepak bola Spanyol menjadi indah. Mereka bermain dengan pasing pendek dan jeli. Tempo permainan juga berubah-ubah, cepat, lambat dan kemudian menjadi cepat lagi. Mereka seakan memainkan sepak bola biasa yang lambat tapi indah, sekaligus memadukannya dengan kecepatan yang dituntut sepak bola modern.

Sergio Ramos dan kawan-kawannya bermain tegas dan lugas, tetapi tidak ada kesan kekerasan, militerisme dalam setiap gerak mereka. Malahan mereka menampakkan suatu romantisme sepak bola yang indah. Betapa eloknya pasing Xafi dalam setiap permainannya. Dengan gaya permainan Spanyol yang demikian, maka Jerman yang mengandalkan gaya permainan sepakbola klasik, dibuat kalang kabut.

Sepak bola adalah cermin dinamika masyarakat. Dari sepak bola Spanyol kita bisa menarik pelajaran untuk kehidupan bermasyarakat kita. Kita bisa belajar berhikmat dan bijaksana dari kemenangan Spanyol kali ini. Dalam kehidupan modern saat ini, tidak cukup bila kita berpegang pada gaya lama yang berasal dari nilai-nilai klasik dan tradisional kita. Kita masih harus terus mencari intelijensi, trik, tehnik dan taktik baru yang mungkin tidak ada sambungannya sama sekali dengan keutamaan dan nilai-nilai lama kita. Dan itu harus kita cari bukan secara individual tapi dalam kebersamaan. Hanya dengan cara demikian, kita akan menjadi Spanyol modern yang bisa menggulingkan raksasa tradisional Jerman.

Mari kita ambil hikmat dari kisah ini. Bahwa ini tidak hanya berlaku dalam permainan sepak bola, tetapi juga dalam bisnis, dalam sosial, atau politik. Kita tidak bisa menggunakan kekuatan, arogansi, pengalaman lama, budaya lama yang sebenarnya sudah menjadi kejenuhan bagi masyarakat. Kita perlu menjadi lugas tanpa kekerasan. Romantisme politik, bukan kekerasan politik. Romantisme olah raga dan bukan kekerasan olah raga. Dengan menekankan pada prinsip-prinsip humanisme, pluralisme, kebersamaan, kekuatan tim, bukan individu. Bukan saatnya lagi bergaya ala Rambo, tetapi gaya tim. Itulah yang harusnya ditunjukkan bukan hanya dalam persebak-bolaan, tetapi juga dalam bisnis, marketing, dalam membangun jaringan. Orang-orang yang sukses adalah orang yang memiliki tim yang kuat. Karena itu mari kita menjadi bijaksan dengan membangun sebuah tim.
Diposkan oleh Jarot Wijanarko di 05:30 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz

Label: inspirasi hari ini
XAVI HERNANDEZ

Euro 2008 telah selesai dan memunculkan Xavi Hernandez sebagai pemain terbaik Euro 2008. Ia sendiri tidak banyak mencetak gol. Gelandang tengah yang berpostur tinggi ini hanya menyumbangkan satu dari 12 gol yang dikumpulkan oleh tim matador Spanyol. Mengapa ia dipilih sebagai pemain terbaik? Karena bola yang dia terima, entah diarahkan ke depan, ke belakang, atau ke samping melalui dirinya, maka menjadi umpan bagi pemain lain untuk mencetak gol. Ia seolah menjadi dirigen dari permainan sepak bola itu sendiri. Ia memberikan umpan-umpan yang baik kepada pemain lain.

Xavi Hernandez dinobatkan sebagai pemain terbaik yang terdiri dari sembilan orang berpengalaman yang mengamati seluruh pertandingan Euro 2008, juga memperhitungkan jajak pendapat online yang dilakukan di situs Castrol Performance Index sepanjang turnamen ini. Berdasarkan statistik partai final itu, gelandang berpostur 170cm tersebut paling banyak melakukan pasing, yaitu sebanyak 62 kali dengan tingkat akurasi 87%. Partai final itu adalah penampilan yang ke-63 di timnas Spanyol. Ia melakukan debut di timnas bersama teman-temannya yang lain.

Berikut ini komentar dari Andy Roxburgh, ketua tim teknis UEFA yang juga mantan pelatih tim Scotlandia,”Kami memilih Xafi karena ia menunjukkan gaya permainan Spanyol sesungguhnya. Ia memberikan segalanya di sektor penguasaan bola, operan dan pengiriman umpan terobosan.”

Apa yang bisa kita pelajari dari kisah sukses Xafi Hernandez? Untuk menjadi sukses, kita tidak harus sukses sendirian mencetak gol yang paling banyak. Dia hanya mencetak satu saja dari 12 gol yang dikumpulkan timnya. Tetapi ia menjadi fasilitator. Ia menjadi pengumpan yang baik. Ia menjadi pendukung bagi suksesnya orang lain. Inilah yang sangat penting di dalam sebuah keberhasilan tim, yaitu merelakan orang lain berhasil, memimpin supaya orang-orang di sekitanya berhasil, dan keberhasilan teman-teman yang lain adalah keberhasilannya. Ia bermain tanpa ambisius, ia bermain, cantik, ia bermain dengan tehnologi tinggi. Orang mengatakan ia bermain dengan romantisme sepak bola, bermain dengan perasaan, dengan seni dengan kekompakan. Itulah rahasia sukses Xafi Hernandez.

Dari kisah ini, mari kita menjadi berhikmat. Untuk sukses kita tidak hanya perlu kekompakan tim, tetapi niat, karakter, attitude, kesenangan membuat orang lain berhasil. Keberhasilan bersama-sama, tidak ingin menonjolkan diri, karena kalau ingin menonjolkan diri akan membuat anggota tim yang lain iri, perpecahan terjadi, atau bahkan dijegal oleh yang lain. Keindividuan, egoisme harus diturunkan untuk meraih keberhasilan bersama-sama.

DOUGLAS Mc ARTHUR

Selama Perang Dunia I, Kolonel Douglas Mc Arthur memobilisasi anak buahnya dengan baik. Sehingga saat PD I berakhir, ia dianugerahi tujuh bintang perak dan medali pengabdian. Semua penghargaan itu ia terima karena kemampuan dan loyalitasnya yang tinggi dalam menggalang kerjasama dari pasukan yang dipimpinnya.

William Manchester mencoba menganalisa perbuatan Mc Arthur dalam bukunya American Caesar. Inilah analisa William Manchester terhadap Mc Arthur:

Dibandingkan dengan perwira tinggi yang seusia dengannya, Mc Arthur memang dekat dengan anak buahnya. Ia komandan yang ikut merasakan kegelisahan dan bahaya yang dialami dan dihadapi anak buahnya. Yang lebih baik lagi, ia sangat menghargai setiap orang yang dipimpinnya. Ia memiliki kelebihan yang dapat membakar semangat dan perasaan anak buahnya. Ia menaruh perhatian terhadap masing-masing mereka. Kelompok yang bermotivasi tinggi, sadar bahwa pemimpinnya mengasihi mereka dan mereka setia sampai akhir terhadap pemimpin seperti itu. Berbagai peristiwa yang mereka alami dalam peperangan adalah faktor yang memupuk kebersamaan dan kerjasama tim yang didasari oleh kesetiaan. Apa rahasia kesetiaan dari orang-orang gagah perkasa dibawah kepemimpinan Mc Arthur? Rahasianya adalah keberhasilan diraih ketika Mc Arthur tidak menikmati keberhasilan itu seorang diri. Ia memberikan kedudukan dan fasilitas yang baik kepada mereka yang setia.

All for one, atau semua untuk satu tujuan adalah prinsip yang ditanamkan pemimpin-pemimpin besar kepada sahabat-sahabatnya untuk mempertahankan kemenangan-kemenangan mereka. Kesatuan dan kesehatian anggota tim sangat berpengaruh terhadap kekokohan dan pencapaian hasil dari kerja yang maksimal. Prinsip ini berlaku dalam dunia apa saja, baik olahraga, bisnis atau yayasan maupun politik. Sebagai seorang pemimpin maka Anda harus sadar bahwa Anda membutuhkan orang lain dan Anda dibutuhkan orang lain.

Karena itu Anda harus menjadi pohon-pohon rindang untuk berteduh bagi anak buah Anda. Supaya anak buah Anda memiliki rasa aman bekerja dengan Anda. Komitmen Anda terhadap anak buah Anda akan menumbuhkan loyalitas anak buah kepada Anda. Tidak ada yang gratis dan tidak ada yang cuma-cuma. Setiap sikap yang kita berikan kepada anak buah, maka itu juga yang akan diberikan anak buah kepada pemimpinnya.

Karena itu jika Anda ingin sukses, maka selain mengisi otak Anda dengan ilmu pengetahuan terbaru atau tekhnologi yang canggih, lebih dari itu seorang bisa menjadi pemimpin karena kepribadiannya. Seorang diikuti oleh orang lain, karena karakternya. Seorang dijadikan contoh karena perilakunya. Oleh sebab itu, bangunlah kepribadian Anda dengan membangun karakter Anda. Perhatikan dan hargai anak buah Anda, maka Anda akan mendapatkan loyalitas dari mereka. Sehingga Anda akan diakui sebagai seorang pemimpin yang sejati, hidup maksimal, meraih prestasi puncak.
Diposkan oleh Jarot Wijanarko di 05:28 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz

Label: inspirasi hari ini
LAURIE MAGERS

Mengenai masalah mengembangkan dan memaksimalkan diri, maka Anda akan mendapat inspirasi dari cerita klasik ini.

Laurie Magers, seorang yang bekerja sebagai asisten manajer administrasi di sebuah perusahaan. Ia bekerja pada perusahaan itu dengan latar belakang pendidikan SLTA. Laurie gemar sekali membaca dan mengikuti berbagai seminar. Hal itu dilakukannya selama bertahun-tahun, sehingga ia memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas. Ketika perusahaan tempat ia bekerja mengadakan evaluasi menyeluruh dari orang-orang kunci, maka hasil pekerjaan Laurie mendapatkan nilai yang tinggi atau sama dengan hasil mereka yang berpendidikan S2. Semua itu berkat semangat kerjanya yang tinggi dan kegigihannya untuk mengikuti pendidikan informal. Akhirnya perusahaan memberikan jaminan untuk Laurie agar tetap dipekerjakan, walaupun kelak ada pengurangan pegawai di perusahaan itu.

Untuk mendapatkan sukses seperti Laurie Magers, maka kita bisa mengadopsi tiga kiat sukses yang diajarkan oleh Laurie:

Prinsip pertama adalah disiplin. Ketika kita ingin berhasil maka kita harus berusaha mendisplin diri sesuai dengan aturan-aturan yang ada. Jangan berharap akan berhasil bila kita tidak mau hidup disiplin. Sebab mereka yang disiplin yang akan meraih sukses.

Prinsip kedua, kerja keras. Paculah diri kita bekerja lebih keras lagi sehingga dapat menghasilkan sesuatu dengan gemilang. Jangan menghitung-hitung tenaga yang telah kita keluarkan. Ketika kita belum melihat hasil dari apa yang kita kerjakan, maka kita harus memacu diri untuk bekerja lebih keras lagi. Percayalah bila sudah tiba waktunya untuk menuai, maka kita akan terkagum-kagum melihat hasil kerja keras kita, dan saat itu kita sudah bisa menikmati hasil dari kerja keras kita.

Prinsip ketiga adalah keahlian (skill). Setiap orang pasti memiliki keahlian. Jika ingin sukses maka keahlian yang kita miliki harus terus dikembangkan, dan jangan cepat puas atas apa yang telah dicapai. Singkirkan kemalasan, rasa malu atau minder, karena pendidikan formal kita rendah. Justru karena pendidikan formal kita rendah, kita harus terus meningkatkannya dengan mengikuti berbagai seminar atau pelatihan informal seperti yang dilakukan Laurie. Apa yang telah dilakukannya dalam meningkatkan keahliannya dengan mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan informal telah membuat dirinya memiliki kemampuan setara sarjana bahkan sarjana S2. Tetapi orang yang malas belajar akan ditinggalkan oleh lingkungan atau keadaan, karena zaman terus berubah dan membutuhkan orang-orang yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi. Karena itu, selalu tingkatkan kemampuan kita.

Anda juga bisa membangun kesuksesan atas dasar integritas. Jika kemampuan, kepandaian dan intelektual sudah sulit untuk ditingkatkan maka integritas adalah hal yang masih bisa Anda tingkatkan. Kejujuran dan kebenaran. A adalah A, B adalah B. Anda menjagai perusahaan dimana Anda bekerja dengan integritas Anda, sehingga Anda menjadi orang yang dipercaya oleh pemilik perusahaan. Pemilik perusahaan tetap terus memakai Anda, bukan karena ilmu atau kemampuan atau kecerdasan otak Anda, tetapi karena integritas Anda. Anda bisa dipercaya karena integritas Anda. Jika pemilik perusahaan membutuhkan informasi yang benar, ketika ada pertikaian, ada perselisihan, maka pendapat ketiga yang bisa dipercaya adalah pendapat Anda, sebab Anda adalah orang yang berintegritas.

KODOK TULI

Ada sebuah kisah tentang seekor kodok yang tercebur dalam sebuah baskom yang berisi susu. Ia meloncat-loncat berusaha keluar dari dalam baskom itu, tetapi sulit sekali. Di atas baskom telah menanti dua ekor kodok yang mengatakan ia akan sulit keluar dari baskom itu, bahkan mustahil bisa keluar dari sana. Kedua kodok itu mengatakan hal-hal yang melemahkan semangat sang kodok yang tercebur itu. Mereka mengejek dan mengolok-olok, bahkan menyalahkan kenapa tidak hati-hati waktu berjalan sehingga ia tercebur dalam baskom itu.

“Makanya hidup harus hati-hati.” “Kamu sih ceroboh, melompat-lompat tanpa tujuan”. Dan berbagai perkataan penghakiman lainnya. Tetapi kodok yang sedang berusaha keluar dari baskom tidak memperdulikan ucapan kedua kodok itu. Ia terus berusaha untuk meloloskan diri. Memang sulit sekali. Ia bahkan sudah puluhan kali mencoba, tetapi tidak berhasil juga. Sementara ia melompat, tercebur lagi, melompat, gagal lagi, kedua kodok yang berada di atas tidak berhenti mengucapkan kata-kata yang melemahkan sang kodok itu. Namun tanpa disangka-sangka, pada lompatan yang kesekian ratus kali, kodok itu melompat sekuat tenaga dan berhasil keluar dari dalam baskom.

Setelah berada di luar si kodok ditanya, mengapa ia berhasil keluar, padahal sudah dikatakan agar ia menyerah saja. Tetapi si kodok hanya menjawab, “Apa, apa, apa…” Ternyata kodok itu adalah kodok yang tuli. Jadi sejak tadi ia memang tidak mendengar semua perkataan kedua kodok yang mengejek dan melemahkan dia. Ia hanya bisa melompat dan melompat. Bahkan ia mengira kedua temannya itu sedang menyemangati dia supaya terus berusaha.

Untuk berhasil kita perlu kerja keras dan semangat baja. Karena berhasil tidak datang begitu saja. Ada kegagalan, ada rintangan, ada masalah datang silih berganti. Tetapi bila orang ulet, tekun dan gigih, maka waktu yang akan menunjukkan bahwa ia suatu saat pasti akan berhasil, karena keberhasilan membutuhkan kegigihan. Tetapi sering semangat kita habis karena kita terlalu banyak mendengarkan komentar orang, pendapat orang, ejekan orang lain. Karena itu, sebenarnya kita perlu tidak memperhatikan tidak semua yang kita dengar. Kita perlu memilah-milah yang baik saja. Dan lebih baik lagi kalau kita konsentrasi saja pada visi besar dan tujuan besar yang hendak kita capai dalam hidup ini. Kita lakukan terus apa yang harus kita lakukan dengan semangat, karena suatu saat keberhasilan itu pasti akan datang. Lakukan dengan semangat tanpa mendengarkan banyak komentar dari orang lain. Semangat bisa patah dan hancur, karena terlalu banyak mendengar komentar yang negatif.

Lihat orang-orang lain yang berhasil yang bisa menginspirasi hidupmu. Perhatikan hidup mereka yang sukses, dengarkan kisah mereka dan berikan semangat kepada dirimu sendiri dari orang-orang yang memberimu semangat. Pilihlah teman-teman atau kelompok orang-orang yang optimis supaya itu mempengaruhi jiwamu. Atau dengarkan inspirasi dari kami dan jadilah bijaksana, hidup sukses dan maksimal.
Diposkan oleh Jarot Wijanarko di 05:20 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz

Label: inspirasi hari ini
VISI DAN PERASAAN

Seorang yang sukses adalah seorang yang memiliki jiwa pemimpin. Seorang pemimpin adalah orang yang bisa membedakan antara perasaan,penilaian dan evaluasi dalam dirinya dengan visi,komitmen dan janji-janji. Seorang pemimpin adalah orang yang bisa membedakan antara perasaan dan visi yang harus dijalani.

Saya berikan contoh dalam kasus general elektrik perusahaan besar didunia. Ketika Jack Welch seorang CEO generasi kedelapan,dan termuda dalam sejarah pemimpin General Electric.Ia membangun GE yang saat itu merupakan perusahaan yang memang sudah besar namun lamban dalam pertumbuhan. Maka dia mulai berfikir diperlukan sebuah revolusi.Tahun-tahun pertama saat Wells menjadi pucuk pimpinan merupakan pertempuran yang tidak pernah henti.Revolusi yang dicanangkannya berarti mengibarkan bendera perang terhadap cara kerja lama di General Electric. Dan menata ulang perusahaan itu dari pucuk sampai akar.

Pada dasawarsa pertama kepimpinannya,Welch memperbaiki,menutup atau melego ratusan bisnis.Menghapus lapis-lapis manajemen dan mengubah gaya birokratis perusahaan tersebut. Dapat dibayangkan betapa sulitnya dasawarsa pertama kepemimpinan Jack Wells untuk mewujudkan General Electric menjadi salah satu perusahaan yang paling kompetetif didunia. Tidak mudah mengubah sesuatu yang sudah dianggap umum dan baik diperusahaan tersebut.

Tidak mudah dalam bersikap tentang arus birokrasi lama yang begitu mengagungkan jabatan. Birokrasi seperti itu oleh Welch justru dianggap pemimpin bukan seperti itu. Welch menanamkan sebuah culture baru dalam birokrasi bahwa seorang pemimpin harus mendengarkan bawahannya. Karena dengan mendengarkan bawahannya dia bisa mendapatkan masukan,ide-ide yang terbaik dan original. Setiap lapis dalam General Electric dituntut untuk berani menyuarakan ide-ide terbaiknya dalam setiap pertemuan. Dan setiap manajer harus mendengarkannya .Itu membuat ada perubahan yang luar biasa dalam General Electric dasawarsa tersebut.

Dasawarsa selanjutnya dia membuat gebrakan lagi yang juga tidak populer dimata karyawan yaitu melakukan pengurangan karyawan,phk besar-besaran. Itu dilakukan untuk mendapatkan karyawan yang memiliki visi yang sama. Dia merekrut yang baru dan mengganti yang lama. Apa yang dilakukan Wells bukan sekedar seorang CEO perusahaan. Tapi bisa dikatakan dia seorang pemimpin yang berani. Bertindak berdasarkan visi. Keputusan yang tepat dan mengeyampingkan perasaan-perasaan yang tidak enak. Karena semua yang dilakukannya itu sebenarnya untuk kebaikan perusahaan itu sendiri. Maka sampai hari ini General Electric adalah sebuah perusahaan besar dan ternama dengan keuangan yang kuat sekali.Tanpa seorang Jack Welch yang menaruh pondasi yang kuat,belum tentu akan mendapatkan keberhasilan seperti itu. Seorang pemimpin yang besar adalah orang yang berani bertindak. Bisa memisahkan antara perasaan dan visi.

TUJUAN HIDUP YANG MULIA

Orang yang sukses kalau dia memilki motivasi,gairah yang kuat sekali. Tapi apa yang membuat seseorang bisa memiliki gairah semangat yang kuat sekali? Kalau dia memiliki tujuan yang mulia.

Saya akan berikan kisahnya Margareth Haugree. Ketika Margareth Haugree masih bayi,ayah ibunya meninggal dunia. Ia kemudian diangkat oleh dua orang yang masih muda yang miskin namun baik hatinya. Ia tinggal dan tumbuh dewasa bersama mereka dan kemudia menikah dan mempunyai seorang bayi. Setelah itu mereka pindah ke Baltimore di New Orlando supaya kesehatan suaminya lebih baik. Tetapi tidak lama kemudian suaminya meninggal dunia. Jadi Margareth Haugree menjadi seorang janda yang miskin. Tetapi dia adalah seorang wanita yang kuat dan terbiasa bekerja. Sepanjang hari dari pagi sampai petang dia menyetrika pakaian dari tempat sebuah pencucian pakaian. Setiap hari,saat dia bekerja,dia melihat kejendela dan melihat anak-anak kecil yang sudah tidak punya ibu dari sebuah panti asuhan dekat dia bekerja sebagai penyetrika pakaian.

Tidak lama setelah itu,suatu penyakit yang hebat melanda kota itu. Banyak orangtua,ayah ibu yang meninggal dunia karena penyakit itu. Sampai-sampai terdapat lebih banyak anak-anak yatim piatu daripada jumlah panti asuhan yang bisa menampung mereka. Anak-anak membutuhkan seorang teman yang baik. Mungkin tidak pernah terlintas dalm pikiran kalian,seorang wanita miskin yang bekerja ditempat pencucian pakaian bisa menjadi seorang teman bagi anak yatim piatu. Itulah yangn dilakukan Margareth Haugree. Menjadi teman bagi mereka. Ia menghadap pengelola panti asuhan memberi tahu, bahwa ia akan memberikan sebagian upahnya dari penyetrika dan pencuci pakaian untuk anak-anak panti. Tidak lama kemudian ia bekerja begitu kerasnya agar bisa menyisihkan uangnya untuk ditabung dan sebagian untuk anak-anak panti. Dengan tekun ia menabung,menyisihkan sebagian uangnya. Dan ia juga dengan tekun menyisihkan uangnya untuk anak panti. Terkadang ia membelikan dan mengirimkan susu untuk anak panti. Dengan begitu rajin ia memelihara mereka.

Ia terpacu untuk lebih berbuat baik untuk anak-anak panti. Makanya ia membeli dua ekor sapi,memeras susunya dan menjual susunya kepada para pelanggannya. Sepulang dari mengantar susu ia mampir dihotel atau direstoran dan meminta sisa-sisa makanan sore hari itu. Dan diberikan pada anak-anak panti yang pada saat itu kesulitan makanan. Beberapa waktu kemudian Margareth mendapatkan kesempatan untuk membuka sendiri usaha roti kecil-kecilan. Dari tabungan penjualan susu yang ia peroleh. Ia bekerja begitu keras.

Ketika perang saudara meletus,banyak kesusahan dan penyakit melanda kota dan banyak orang menjadi kekurangan. Margareth haugree tidak berhenti mengelola pabrik rotinya. Yang saat itu justru akhirnya diberkati luar biasa. Tidak lama setelah itu usahanya terus berkembang dan semakin lama semakin maju. Dan akhirnya Margareth Haugree memiliki pabrik roti yang cukup besar.

Singkat cerita Margareth Haugree meninggal dunia.Dan ketika tiba saatnya membacakan surat wasiat,orang-orang mendapati bahwa dengan semua uang yang dia berikan,dia masih bisa menyimpan cukup banyak. Dengan semua kegiatan sosial dan membantu panti asuhan dia masih bisa menabung cukup banyak. Dan semua harta kekayaan,pabrik, dia wariskan untuk anak-anak panti. Yang menarik adalah surat wasiat itu tidak ditandatangani karena dia tidak bisa menulis. Surat itu dibuat oleh seorang notaris yang menulis untuknya. Dan dia berikan cap jempolnya karena dia pun tidak bisa membuat tandatangan.

Betapa seorang yang minim pendidikan,seorang yatim piatu hidup dalam kemiskinan. Namun bisa memiliki karya besar sedemikian hebat. Karena dia memiliki tujuan hidup yang mulia. Kalau Margareth Haugree hanya punya tujuan hidup untuk sekedar bisa makan. Maka dengan menjadi pencuci dan penyetrika pakaian itu sudah cukup. Tapi dia hidup tidak hanya untuk makan dan hidup,hidup untuk makan,lalu tidur dan bangun lalu terus berputar untuk itu saja.Dia memiliki tujuan hidup yang mulia.

Kenapa orang mau bekerja keras,orang akan lebih berani bekerja keras lagi kalau dia memiliki tujuan hidup yang mulia. Karena itulah miliki tujuan hidup itu yang akan mendorong engkau bekerja keras dan lebih keras lagi. Kekuatan tujuan hidup yang mulia itu jauh lebih kuat daripada sebuah tujuan untuk menjadi kaya,tujuan untuk untung,menjadi terkenal,tujuan untuk dihormati. Karena ketika tujuan untuk dihormati ternyata tidak dihormati orang bisa kecewa dan kepahitan. Orang punya tujuan untuk kaya,ternyata bangkrut dan rugi mereka akan berhenti bekerja. Tapi orang yang punya tujuan hidup yang mulia,dia akan bergerak terus akhirnya menjadi sukses dengan cara yang bahagia.
Diposkan oleh Jarot Wijanarko di 05:05 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz

Label: inspirasi hari ini
TINDAKAN EFEKTIF

Untuk menjadi sukses selain memiliki cita-cita yang menggebu-gebu dan membara,maka seseorang perlu memiliki tindakan yang efektif. Terlalu banyak orang memiliki cita-cita dan keinginan namun tidak mencapainya. Padahal sebenarnya dia terlihat cukup sibuk. Tapi kenapa hal itu tidak tercapai? Karena tindakannya tidak efektif.

Waktu adalah sama bagi semua orang,yaitu 24 jam. Maka tindakan efektif ini adalah berbicara tentang bagaimana seseorang mengelola sumber–sumber yang ada. Dan yang cukup penting adalah mengelola waktu. Tentu tindakan efektik juga berbicara tentang pengambilan keputusan yang tepat. Penggunaan sumber-sumber daya yang lain. Saya akan bahas kali ini adalah bagaimana menggunakan waktu. Untuk memiliki tindakan yang efektif, maka langkah yang pertama adalah audit dulu,cek,periksa kembali penggunaan waktu-waktu anda selama ini.

Apakah anda terlalu sibuk,tetapi sebenarnya tidak produktif. Karena anda terlalu banyak berbicara dan bergaul kesana kemari untuk hal-hal sebetulnya tidak perlu. Anda harus melatih tubuh anda istirahat secara wajar. Istirahat wajar adalah 6-8 jam sehari. Kalau engkau lebih dari itu maka engkau telah membuang-buang waktu selama ini untuk hal sebenarnya berlebihan. Kalau engkau melatih tubuhmu untuk tidur 6-8 jam sehari maka selebihnya engkau bisa menggunakannya untuk bekerja dan bekerja. Dan tentu akan menjadi lebih produktif. Atau kalau toh untuk bergaul, adalah dalam rangka untuk memperluas jaringan,pergaulan,memperbanyak sahabat dan itu akan memberi dampak untuk sukses anda. Untuk bertindak efektik maka perlu juga hati yang dipenuhi dengan damai sejahtera dan pikiran yang bijaksana. Karena itu beri makan juga untuk hati dan pikiran. Gunakan waktu selama 1 jam untuk membaca hal-hal yang membangun pribadi. Membangun motivasi atau mengembangkan pengetahuan. Latih untuk memberi makanan hati dan pikiran.

Disiplin diri setiap hari,sediakan waktu untuk memberi makan hati dan pikiran. Maka itu akan mempengaruhi tindakan yang efektif anda. Langkah berikutnya setelah anda mengaudit memeriksa kembali jam-jam yang dipakai. Melatih,istirahat yang wajar. Maka yang perlu diperhatikan adalah untuk bisa fokus. Terlalu banyak orang punya keinginan,terlalu banyak orang punya daftar yang harus dilakukan sehingga akhirnya justru tidak ada yang dicapai. Sementara dia mengerjakan pekerjaan A,pikirannya ada pada B,atau C atau pada agenda selanjutnya. Maka buatlah daftar yang harus dilakukan untuk bulan ini,minggu ini dan untuk hari ini. Hari ini apa yang engkau lakukan maka pikirkan apa yang harus dilakukan sampai selesai lalu masuk dalam prioritas yang kedua.

Buatlah daftar,buatlah prioritas lakukan satu demi satu. Ketika mengerjakan satu maka pikirannya hanya ada pada satu dan kerjakan sampai selesai. Maka itu akan membuat saudara lebih produktif,efektik karena saudara fokus.Tanpa fokus dan tidak fokus maka tidak akan pernah muncul hasil yang produktif. Karena tidak fokus adalah perbuatan yang tidak efektif. Selamat mencoba.

SENIN, 24 JANUARI 2011

KUASA PUJIAN

Orang sukses adalah orang yang juga membuat orang lain sukses. Itulah sukses sejati. Bagaimana cara membuat orang lain sukses? Berikan dia dorongan, motivasi dengan cara memberikan pujian. Kuasa pujian itu luar biasa.

Saya ambilkan contoh dari kehidupan sehari-hari. Misalnya, seorang istri suatu pagi memakai baju baru, lalu suaminya berkata,”Wah, engkau cantik sekali.” Teman sekantornya berkata,”Wah, kamu kelihatan langsing.” Teman yang lain juga berkomentar,”Cocok dengan warna kulitmu. Kamu kelihatan lebih cerah.” Ada lagi yang lain berkata,”Kamu kelihatn begitu menarik, cheerful.” Apa yang terjadi kemudian? Saya yakin kalau baju itu kotor segera dicuci, dikeringkan, disetrika tidak lama lagi dipakai lagi.

Pujian membuat orang lain merasa diterima. Pujian membuat orang melakukan hal yang sama lagi, sekali lagi, sekali lagi dan lagi.

Contoh yang lain, ada seorang wanita memakai pakaian pesta. Pakaian itu bukan terbuat dari katun atau bahan lain yang menyerap keringat. Mungkin terbuat dari silk atau sintetis. Bahkan pakaian itu begitu ketat menjepit tubuhnya. Secara fisik, itu tidak enak dipakainya. Namun ketika ia tiba di tempat pesta. Baru saja turun dari mobil orang mulai melihat lalu berkata,”Siapa ya dia? Saya jadi pangling. Kamu seperti artis hari ini.” Begitu masuk ke dalam ruangan pesta orang lain berkata,”Kamu seksi sekali, tapi tetap terlihat sopan. Bagus sekali.” Yang lain berkata,”Kamu anggun sekali.” Ada juga yang berkata,”Kamu cantik sekali, saya pangling sama kamu.” Apa yang terjadi? Sang istri, atau wanita itu ketika diajak pulang belum mau pulang, karena dia belum berjalan berkeliling, karena ia belum berjalan ke semua ruangan, karena dia belum menemui semua orang yang dikenalnya. Ia mau mendapat pujian yang sama dari orang-orang yang dia kenal. Pakaian itu tidak nyaman dipakai bahkan menjepit tubuhnya, namun ia tahan berlama-lama di sanama, karena apa? Karena pujian memang membuat orang tahan menderita.

Oleh sebab itu, berikanlah pujian kepada anak misalnya. Ketika ia mengerjakan PR, bagi anak itu suatu penderitaan, karena dunia anak memang dunia bermain, bukan belajar. Bermain itu menyenangkan bagi anak, tetapi ketika ia dipuji, maka ia mau melakukannya lagi meskipun baginya itu sebuah penderitaan.

Sesuatu yang sulit dilakukan. Sesuatu yang mungkin membuat menderita, tetapi sering itu menjadi ringan karena orang diberikan penghargaan yang sepantasnya. Jangan pujian yang berlebihan, itu namanya rayuan gombal. Tetapi pujian yang sepantasnya, pujian yang wajar, membuat orang merasa diberi tempat, dihargai apa yang ia lakukan, itu mebuat ia berkurang rasa capeknya, membuat ia melangkah maju. Ketika ia sukses, maka orang yang membuatnya sukses akan terkena dampaknya, menjadi sukses. Itu pasti!
Diposkan oleh Jarot Wijanarko di 04:16 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz

Label: inspirasi hari ini
TANGGUNG JAWAB

Orang yang sukses harus memiliki jiwa kepemimpinan. Tetapi jiwa kepemimpinan tidak turun dari langit atau datang begitu saja. Jiwa kepemimpinan bisa dilatih. Bagaimana cara melatihnya? Setiap kali ada kesempatan untuk bertanggung jawab, untuk tampil, ambilah kesempatan itu. Bila ada kesempatan untuk maju, ambil kesempatan itu.

Beberapa belas tahun yang lalu kami pergi bersama rombongan ke Aceh, untuk melakukan kegiatan sosial di sana. Pada waktu itu Aceh sedang bertikai dengan pasukan GAM. Ketika kami bersama rombongan dengan beberapa mobil beriringan memasuki perbatasan yang cukup rawan. Kami semua diminta turun lalu disuruh menunjukkan KTP dan mobil diperiksa dengan ketat, maka penjaga mulai bertanya,”Siapakah pemimpin rombongannya?” Saya mulai melihat gelagat yang unik. Sesama teman kami saling menunjuk. Pada saat itulah saya maju ke depan dan berkata,”Saya pemimpinnya. Saya ketua rombongannya.” Kemudian saya diminta masuk ke dalam ruangan kantor pos penjagaan untuk diwawancarai atau diinterogasi cukup lama, sementara yang lain menunggu di luar sambil ngobrol atau duduk-duduk di bawah pohon. Kira-kira 30 menit kemudian saya diminta meninggalkan KTP dan dipersilahkan melanjutkan perjalanan dengan pesan agar kami berhati-hati.

Hal semacam itu sering saya lakukan ketika berada di lapangan melakukan kegiatan sosial atau kegiatan lainnya, sehingga dengan sendirinya membuat teman-teman atau orang-orang mengangkat saya sebagai pemimpin. Dan saya mau katakan bahwa pemimpin bisa muncul di lapangan. Pemimpin itu muncul dimana orang-orang membutuhkan kepemimpinan seseorang. Wujud dari seorang pemimpin adalah berani memimpin, berani bertanggung jawab. Tanpa sadar ketika hidup ini berjalan, tanpa sadar orang melihat, menilai dan mereka mengangkat kita sebagai pemimpin. Karena itu saya punya pesan sederhana, kalau anda ingin sukses, mau menjadi pemimpin, ambilah tanggung jawab dan beranilah untuk bertanggung jawab.

Beberapa waktu yang lalu saya reuni dengan sesama alumni di IPB, karena saya dulu kuliah di IPB. Cukup menarik mengamati mereka dalam reuni itu, siapa saja yang sekarang ini berhasil menduduki posisi-posisi yang bagus entah itu di perusahaan, di yayasan, di partai atau di lembaga lainnya. Maka mereka yang berhasil adalah mereka yang dulu aktif dalam kegiatan-kegiatan di kampus, seperti Menwa, HMI, Persekutuan Kampus, kegiatan sosial atau olahraga lainnya. Siapa yang berhasil ternyata bukan mereka yang IP-nya tinggi, nilainya bagus secara akademis, tetapi mereka yang sejak muda sudah terbiasa bergaul dan memimpin. Terbiasa dalam kegiatan-kegiatan seperti itu membuat jiwa kepemimpinan itu tumbuh. Jiwa bertanggung jawab itu tumbuh. Dan itu ternyata lebih dipakai dalam kehidupan sehari-hari dalam bidang pekerjaan.

Banyak orang-orang yang pandai dengan nilai-nilai akademis yang luar biasa, dengan otak yang cemerlang, tetapi ternyata sangat takut mengambil keputusan, sangat takut untuk bertanggung jawab. Selalu berpikir bagaimana menjagai dirinya. Begitu sesuatu terjadi, maka ia langsung membuat kuda-kuda dan argumen-argumen yang mengamankan dirinya bahwa dirinya benar, dia pandai, dia tahu semuanya, dia jagai semuanya dengan sangat rapi, dia tidak bersalah. Pada kenyataannya orang-orang seperti ini justru secara umum dalam kehidupan di masyarakat tidak berhasil karena orang menganggapnya kurang memiliki tanggung jawab. Karena itu, siapkan masa depanmu untuk sukses dan berhasil dengan memiliki dan mengembangkan karakter bertanggung jawab.

SENIN, 24 JANUARI 2011

PERKATAAN

Orang yang sukses adalah orang yang memiliki integritas. Pernahkah Anda merasa dada anda mau meledak karena rasa tidak suka atau mau marah, namun wajah dan mulut anda bersikap manis? Itu artinya anda tidak memiliki integritas. Anda memakai topeng. Anda pemain sandiwara. Pernahkah terjadi anda mengetahui kebenarannya, tetapi mulut anda justru berkata sebaliknya? Pernahkah anda berjanji dan mengingkarinya? Pernahkah anda berbohong dalam hidup anda? Jika pernah, anda tidak memiliki integritas. Dalam diri sebenarnya ingin berhasil dalam hidup, tetapi dalam tindakan ternyata justru malas dan tidak percaya diri. Ingin menyelesaikan tugas dengan segera, tetapi malah duduk selama berjam-jam di depan televisi atau main games komputer atau internet. Pernahkah anda berkata saya membuang-buang waktu dengan semua ini, saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi? Dan ternyata anda mengulanginya sekali lagi, sekali lagi dan sekali lagi. Saya mau katakan, anda tidak memiliki integritas!

Pernahkah Anda mengalami perlakuan yang tidakadil atau tidak menyenangkan dari orang lain, namun anda diam saja? Saat semua itu terjadi anda tidak berbuat apa-apa, tetapi setelah lewat anda merasa tidak puas dan uring-uringan. Pernahkah anda dalam sebuah rapat apakah saudara setuju dan anda diam saja, tidak setuju, tidak angkat tangan, tidak bersuara. Namun setelah rapat anda menjadi provokator. Saya mau katakan, anda tidak memiliki integritas!

Mengapa beberapa orang tidak dapat mengekspresikan perasaannya terhadap orang lain, namun justru memendam dan kecewa dalam hati? Sebab ia tidak memiliki integritas. Ada orang yang menyadari ada hal-hal yang kurang pantas dilakukan karena melanggar norma, etika, dan membuat orang lain sakit hati. Namun secara sadar justru ia melanggar. Setelah terjadi barulah menyesal dan berkata, mengapa saya melakukan hal tersebut. Mengapa saya begitu lemah. Mengapa hal sepele ini terjadi. Bila hanya terjadi satu kali itu masih bisa dimengerti, tetapi bila terjadi berulang-ulang, maka saya mau katakan, ada yang harus dibenahi dalam hidup anda, yaitu integritas anda!

Bagaimanapun juga kunci keberhasilan jangka panjang adalah memiliki integritas. Orang punya modal, orang punya jaringan, tetapi bila tidak memiliki integritas, maka jaringan akan habis, relasi akan menjauh, ia tidak akan dihormati lagi, karena tidak memiliki integritas. Sebenarnya integritas ini ada pada setiap orang sebagai benih. Karena manusia diciptakan dengan watak sejati manusia dimana ada benih-benih cinta kasih, benih-benih kebenaran, kepantasan dan kebijaksanaan. Tetapi seringkali benih itu justru semakin lama semakin hilang dan mati. Karena itu dibutuhkan komitmen untuk membangkitkannya kembali.

Bagaimana cara membangkitkan integritas? Yang pertama adalah, hargai perkataan anda dengan perbuatan anda. Cara mendongkrak integritas adalah mulai menjagai perkataan, menghormati perkataan anda dengan tindakan anda. Mulai melakukan apa yang dikatakannya. Berani mengatakannya dan melakukannya atau sebaliknya tidak mengatakannya dan tidak melakukannya. Tetapi engkau harus berani mencoba untuk mengatakannya. Dengan begitu engkau sedang melatih integritasmu. Beranilah untuk berjanji dan lakukan. Beranilah untuk berkata dan lakukan. Selaraskan antara hati dan perkataan. Dengan berjalannya waktu, saya percaya, integritas anda akan dikenal semakin baik. Anda adalah orang yang memiliki integritas yang menghormati perkataan dengan tindakan.
Diposkan oleh Jarot Wijanarko di 04:09 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz

Label: inspirasi hari ini
SABTU, 04 DESEMBER 2010

JUJUR

Untuk sukses dalam jangka panjang, orang perlu memiliki integritas. Bagian penting dari integritas adalah kejujuran. Namun sering justru inilah yang membuat orang kesulitan, karena ia tidak memiliki kejujuran. Manusia adalah mahluk yang paling pandai mencari pembenaran untuk menenangkan perasaan hatinya. Namun jika hidup dalam bayang-bayang alasan dalam pembenaran semu dalam benaknya, maka yang terjadi adalah ketidak-puasan hidup dan miskin akan pencapaian. Begitu ada hal yang tidak berjalan, begitu mengalami kegagalan, begitu mengalami hal yang tidak menyenangkan diri, maka pikiran manusia mulai mencari alasan dan pembenaran untuk menghibur diri. Dan itu sebenarnya adalah sebuah kebohongan.

Ada orang yang berkata,”Pantas saja dia berhasil, dia banyak relasi, dia punya teman dan dia punya modal, tapi saya tidak. Saya sudah mencoba dari awal. Memang saya tidak bisa. Ini bukan jalan hidup saya. Ini memang takdir saya.” Yang lain lagi berkata,”Ah, yang lain juga korupsi, saya tidak seberapa dibanding dengan rekan sejawat saya.” Ada juga yang bilang,”Yach..selingkuh itu indah asal tidak ketahuan, kalau ketahuan namanya nasib, atau saya nikahi saja dia toh tidak dilarang”. Dan memang banyak tokoh-tokoh yang melakukan poligami. “Hidup di zaman ini, kalau lurus-lurus saja sulit berhasil untuk hidup senang.”

Alasan-alasan tersebut di atas sering disampaikan orang sebagai pembenaran atas pencapaian yang gagal, atau sebagai pembenaran atas apa yang ia lakukan. Padahal kalau manusia mau jujur, bukan itu alasan yang sebenarnya. Manusia bisa meningkatkan integritasnya jika ia mau belajar untuk mendengar suara hatinya. Kejujuran akan muncul di dalam hati nuraninya. Ambil saat teduh, berdiam diri, maka akan ada kejujuran yang berasal dari hati nurani. Setiap orang memiliki suara hati nurani yang terwujud dalam bentuk kegelisahan saat ia berbuat yang tidak benar. Dan ini harusnya dipertajam kepekaannya bukannya dimatikan dengan berkata,”Semua orang juga melakukannya.” Itu namanya membunuh benih integritas. Oleh sebab itu, mulailah jujur dengan diri sendiri. Bangun integritas Anda, karena integritas adalah jalan menuju sukses.

Namun kenyataannya banyak orang yang tidak jujur. Sebenarnya apa yang menghalangi orang untuk bersikap jujur? Karena takut ditolak, takut dimarahi, takut dihukum. Ini wujud dari citra diri yang rusak, bentuk dari tidak mau bertanggung jawab, dan takut menghadapi akibat. Seorang karyawan yang tidak jujur dengan menyembunyikan sebuah informasi karena takut dimarahi, tetapi karena sikapnya itu perusahaan menjadi rugi jauh lebih besar lagi. Ketika suatu saat kesalahannya ketahuan, maka dampaknya akan jauh lebih besar bila dibanding bila ia berkata jujur dari awal.

Adalah jauh lebih baik jika atasan kita tahu kesalahan kita dari kita sendiri daripada atasan tahu dari orang lain. Apalagi orang lain akan menambah-nambahi degan bumbu-bumbu fitnah. Karena itu, walaupun akibatnya dimarahi atau dihukum, tetap lebih baik bila kita jujur daripada melakukan kebohongan. Dengan jujur berarti kita berani bertanggung jawab. Karena sebenarnya atasan, instansi atau perusahaan pada akhirnya akan memahami bahwa semua orang pernah melakukan kesalahan. Dan yang membedakannya adalah, ada orang yang bersalah dan berani bertanggung jawab, ada orang yang bersalah tidak berani bertanggung jawab. Orang yang berbuat salah dan menyembunyikan kesalahannya atau melemparkan kesalahannya kepada orang lain, suatu saat, cepat atau lambat, akhirnya akan ketahuan juga bahwa dia berbuat bersalah. Itu membunuh karirnya dalam jangka panjang.

Apa yang menghalangi Anda untuk jujur? Takut dengan penilaian dan evaluasi dari orang lain? Ini juga bentuk dari sebuah citra diri yang rusak. Karena sebenarnya semua orang pasti pernah berbuat salah. Dengan bertanggung jawab menghadapinya, kita justru akan berhati-hati di kemudian hari. Kita akan belajar dari proses penghakiman, hukuman, atau tanggung jawab yang kita ambil akibat kesalahan yang kita lakukan. Dengan bersikap jujur orang akan keluar sebagai pemenang dari masalah yang ia hadapi. Dengan bersikap jujur maka ia membangun integritasnya. Dengan integritasnya orang akan sukses dalam jangka panjang.

SABTU, 04 DESEMBER 2010

SUARA HATI YANG MURNI
Untuk menjadi sukses orang harus mengambil keputusan dengan tepat. Mengambil keputusan dengan tepat itu namanya bijaksana. Bagaimana bisa menjadi bijaksana orang perlu melatihnya. Saya akan memberikan sebuah kisah berikut ini.

Seorang tukang kayu kehilangan jam tangannya yang sangat berharga ketika ia sedang bekerja. Jamnya hilang di sekitar pembuangan serbuk gergaji. Dia kumpulkan teman-temannya dan semuanya mulai sibuk mencari. Mereka berkeliling dan mengais-ngais untuk mencari jam itu. Jam itu sangat berharga karena pemberian anak tunggalnya sebelum ia mati dalam usia muda. Jam itu begitu berarti dan dia harus menemukannya.

Tetapi setelah sekian lama mencari semua orang tidak berhasil mencarinya, sementara hari sudah beranjak petang dan mulai gelap. Maka teman-teman tukang kayu itu memutuskan untuk berhenti mencari, besok dilanjutkan lagi ketika hari terang. Tetapi laki-laki itu tidak segera pulang, ia masih berusaha mencari sampai akhirnya ia kelelahan dan terduduk lesu.

Seorang anak kecil yang dari tadi memperhatikan tukang kayu itu datang lalu duduk tenang di atas serbuk gergaji. Ia duduk diam dengan tenang bahkan saking tenangnya ia lebih mirip orang yang sedang bersemedi. Tak lama kemudian ia mengais-ngais dan menemukan jam tersebut. Si tukang kayu begitu senang dan terheran-heran.

“Bagaimana kamu sendiri dengan cepat bisamenemukannya, sementara kami beramai-ramai gagal menemukannya?” tanya tukang kayu itu kepada si anak kecil.

Anak kecil menjawab,”Saya duduk dengan tenang di atas gundukan, begitu tenangnya sampai saya bisa mendengarkan bunyi yang begitu pelan, tik-tak-tik-tak dari mesin jam itu pada sebuah arah yang benar.”

Dari kisah ini, kita bisa belajar, untuk menjadi bijaksana kita butuh menyediakan waktu sebentar untuk berdiam diri. Berdiam diri dengan tenang, sampai engkau bisa mendengarkan suara hatimu yang paling dalam. Karena dari suara hati nurani yang paling dalam sering keluar nasihat-nasihat yang murni. Suara-suara yang murni yang sebenarnya suara yang keluar dari pribadi manusia sejati. Dari pribadi yang paling dalam. Karena itu, biasakan mendengarkan hati nurani. Ambil saat teduh setiap hari untuk berbicara dengan hati nuranimu, maka saya yakin engkau akan tumbuh menjadi orang yang bijaksana.

Setiap orang sebenarnya memiliki pondasi kebijaksanaan. Kebijaksanaan menjadi tumpul karena terburu-buru, karena emosi, karena kerakusan, keegoisan, ketakutan, sehingga manusia kehilangan rasionalnya. Kebijaksanaan juga hilang jika terlalu didominasi oleh perasaan. Karena perasaan orang membuat keputusan-keputusan yang terpaksa, ketakutan membuat orang berbuat nekat, atau hal-hal mistis lainnya.

Kebijaksanaan sebenarnya adalah kemampuan seseorang menilai sesuatu secara obyektif. Mengambil keputusan dengan benar, adil dan tepat. Orang yang berkata-kata dengan tepat meredakan orang yang sedang emosi, membangkitkan orang yang patah semangat, memberikan nasihat yang baik, maka ia bisa disebut sebagai orang yang bijak. Kebijaksanaan juga bisa diartikan sebagai kemampuan untuk berkata-kata dengan tepat. Berkata-kata dengan tepat ini tentunya dia obyektif dan adil bahkan memiliki belas kasihan. Semua orang bisa menjadi bijaksana asal dia mau menyediakan waktu untuk tenang, bersat teduh dan mendengarkan suara hati nuraninya. Dengan bijaksana membuat keputusan yang tepat tentunya akan menjadi sukses.
Diposkan oleh Jarot Wijanarko di 06:45 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz

Label: inspirasi hari ini
BANKIR TIDAK BISA MENULIS
Ada seorang Yunani yang sedang melamar bekerja di sebuah perusahaan. Pada saat wawancara, pewawancaranya merasa senang dengan kepribadian orang itu dan setuju bila ia bekerja di sana. Namun setelah ditanya ternyata orang itu tidak bisa membaca ataupun menulis. Ia hanya bisa menulis namanya sendiri dan tanda tangan. Padahal pekerjaan yang dibutuhkan adalah tukang ketik. Jadi terpaksa lamarannya ditolak.

Orang itu menjadi sedih karena tidak bisa diterima bekerja di kantor itu. Singkat cerita orang itu pergi ke Amerika dan tinggal di sana. Dalam perantauannya di Amerika ia berusaha dengan keras. Ia mencoba untuk berdagang di pasar, karena berjualan di pasar tidak diperlukan surat menyurat. Dia terus berjualan dan akhirnya ia menjadi seorang pengusaha yang berhasil. Saat ia mulai berhasil, ia mengembangkan usaha perkreditan dan ketika usaha perkreditannya berkembang akhirnya ia mengembangkannya menjadi bank. Dan akhirnya, orang Yunani ini menjadi seorang bankir.

Dalam kesuksesannya sebagai seorang bankir, seorang wartawan mewawancarainya dan menemukan kisahnya bahwa dulu ia tidak bisa membaca dan menulis. Wartawan itu kaget dan berkata,”Wah, bapak ini luar biasa. Tidak bisa membaca dan menulis saja bapak bisa menjadi seorang pengusaha yang sukses, apalagi kalau bapak bisa membaca dan menulis, pasti bapak jauh akan lebih sukses lagi.”

Mendengar pernyataan wartawan itu, ia menggeleng-gelengkan kepalanya lalu berkata,”Tidak, kalau saya bisa membaca dan menulis sejak kecil, maka saya tidak jadi pengusaha, tapi saya hanya akan menjadi seorang tukang ketik.”

Mengapa orang yang tidak bisa membaca dan menulis ini bisa sukses? Ia berhasil karena ia memiliki keuletan dan kegigihan. Ia mau berjuang. Ia tidak mau menyerah dengan kekurangannya. Pendidikan formal memang penting, setiap zaman butuh pendidikan yang lebih tinggi untuk keberhasilan yang sama, tetapi lebih penting lagi adalah kecerdasan emosinya, karakternya, kegigihan, keuletan, ketekunan yang membuat seseorang menjadi berhasil.

Cerita yang lain lagi yang menunjukkan bahwa pendidikan formal itu penting, tetapi lebih penting lagi kemauan yang keras, adalah kisah tentang Demostenes. Demostenes adalah seorang yang gagap. Suatu hari orang tuanya meninggal. Untuk mewarisi harta orang tuanya, maka sesuai dengan tradisi Yunani, calon pewaris harus berbicara di hadapan para dewan kota. Karena Demostenes gagap dan dia tidak berani berbicara, maka hartanya jatuh ke tangan orang lain. Ia sangat sedih dan kecewa karena harta orang tuanya jatuh ke tangan orang lain.

Peristiwa itu membuat Demostenes berusaha keras dan bertekad untuk bisa berbicara di depan umum. Ia mulai berlatih setiap hari di pinggir pantai. Ia terus belajar berteriak sekalipun ia gagap. Dan akhirnya, meskipun ia tidak bisa merebut kembali harta warisan orang tuanya, tetapi dalam buku sejarah Yunani namanya tercantum dalam daftar ahli pidato Yunani.

Orang yang tadinya punya kelemahan, tetapi akhirnya sukses. Karena itu benar apa yang dikatakan orang,”Kalau ada niat pasti ada jalan.” Kelemahan tertentu bisa membuat seseorang menjadi down, tetapi bila kelemahan itu justru memicu niat yang kuat untuk membuktikan bahwa ia mampu, maka ia pasti berhasil.

Di Inggris Nelson adalah seorang pahlawan laut yang besar dan tercantum dalam daftar pahlawan laut yang besar. Mulanya Nelson adalah orang yang tidak bisa mengatasi mabuk laut ketika baru naik kapal. Tetapi ia terus-menerus memaksakan dirinya untuk naik kapal berulang-ulang sampai akhirnya ia menjadi pahlawan di laut.

Sekali lagi, niat yang kuat selalu membuka jalan. Untuk melahirkan generasi yang berhasil, kita perlu mendidik anak-anak untuk memiliki niat yang kuat, memiliki drive, memiliki cita-cita. Orang tua perlu menanamkan cita-cita pada anak, karena akan menimbulkan kemauan yang kuat untuk meraih cita-citanya. Cita-cita itu juga adalah niat yang kuat.

SABTU, 04 DESEMBER 2010

KISAH BALON HITAM

Sukses adalah hak semua orang. Hak semua suku, hak semua bangsa. Sukses adalah hak setiap pribadi. Dan sukses tidak tergantung pada penampilan fisik seseorang, tetapi lebih pada apa yang ada di dalam dirinya. Kalau sukses tergantun pada fisik, maka Tuhan tidak adil, karena Tuhan yang menciptakan fisik. Sukses tergantung pada hati. Orang yang sungguh-sungguh, ulet, jujur dan takut akan Tuhan, yang punya integritas, maka dia bisa sukses, apapun bentuk fisiknya. Kalau sukses tergantung pada hati, maka Tuhan adil. Karena sikap hati ada di tangan kita. Kita punya keputusan dengan hati kita sendiri, apakah kita mau mengampuni atau mau marah, mau rajin atau mau malas, mau ceria atau mau murung. Karena itu perhatikan visimu, hatimu dan bukan terlalu konsentrasi fisikmu. Namun seringkali masa lalu, keluarga, sejarah hidup membuat orang terlalu terpengaruh dengan fisiknya.

Dulu orang kulit hitam di Amerika dipandang rendah, dan mereka pun merasa diri mereka rendah. Hal itu bisa disadari karena pada masa itu orang kulit hitam di sana dijadikan budak. Suatu ketika pada masa itu, ada seorang penjual balon yang sedang menawarkan balonnya kepada anak-anak dan orang-orang yang lewat. Sambil berkata,”Sayang anak, sayang anak, balon bisa terbang,” sambil ia melepaskan sebuah balon yang bisa terbang. Kisah ini terjadi pada masa sebelum zaman Abraham Lincoln naik jadi presiden. Dan pada waktu itu, balon bisa terbang merupakan hal yang luar biasa. Dan ketika contoh balon diterbangkan, maka orang-orang beramai-ramai membeli. Ketika orang mulai sepi ia berseru lagi,”Sayang anak, sayang anak, balon bisa terbang,” sambil iamelepaskan contoh balon yang bisa terbang sekali lagi. Maka orang-orang kembali datang dan membeli balonnya.

Sepanjang atraksi sang tukang balon itu, ada beberapa anak kulit hitam yang memperhatikannya. Dari awal mereka memperhatikan balon yang diterbangkan si tukang balon berwarna putih, warna pink, warna kuning. Mereka terus menunggu kapan balon warna hitam diterbangkan. Tetapi sekali lagi saat si tukang balon melepaskan balon terbang, maka ia melepaskan balon berwarna krem keputih-putihan. Anak-anak itu mulai penasaran. Adik-adiknya mulai bertanya, apakah balon berwarna hitam bisa terbang. Kakaknya menghibur, pasti ada waktunya nanti balon hitam juga bisa terbang. Tetapi sekian lama menunggu, balon hitam tidak diterbangkan juga.

Semakin lama anak-anak kulit hitam itu mulai gelisah. Dan ketika sudah sepi, mereka menghampiri si tukang balon lalu bertanya,”Om, saya mau tanya. Yang hitam bisa terbang nggak, Om?” Untungnya si penjual balon adalah pengikut Abraham Lincoln yang sedang berkampanye untuk menjadi presiden dengan agenda penghapusan sistem perbudakan. Maka si penjual balon yang mengerti apa maksud di balik pertanyaan itu menjawab,”Nak, semua balon ini terbang atau tidak tergantung pada isi di dalamnya. Kalau saya mengisikan hidrogen di dalamnya, maka balon ini pasti bisa terbang, apapun warnanya. Karena warna tidak penting, yang penting isinya.” Setelah berkata demikian ia meraih balon warna hitam yang sudah diisi hidrogen lalu menerbangkannya. “Lihat balon hitam itu juga bisa terbang, bukan?” Maka anak-anak kulit hitam itu bergembira sekali dan mulai berpelukan, ternyata balon hitam juga bisa terbang.

Sama seperti manusia, ia bisa naik bukan tergantung pada fisik atau warna kulitnya, tetapi tergantung pada apa isi orang itu. Berbicara tentang isi orang itu, bukan hanya hal-hal akademik yang dimasukkan ke dalam otaknya. Berbicara tentang isi orang itu, maka yang dimaksud adalah hatinya, karakternya. Kalau dia berhati baik, memiliki integritas, berkarakter, maka pasti, cepat atau lambat, ia sudah berada di jalan menuju sukses.
Diposkan oleh Jarot Wijanarko di 05:54 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz

Label: inspirasi hari ini
LAYANG-LAYANG

Orang yang sukses adalah orang yang bisa keluar dari masalah sebagai pemenang. Karena itu kita harus mengisi pikiran kita dengan sikap yang benar terhadap masalah. Sebuah masalah jangan dipandang sebagai masalah, karena bila dipandang sebagai masalah, maka menjadi masalah dan tetap masalah. Tetapi bila kita memandang sebuah masalah sebagai sebuah situasi atau keadaan, maka kita akan melihat masalah adalah sebuah situasi atau keadaan. Keadaan atau situasi ini bisa berubah menjadi tantangan jika kita mau berpikir bahwa saya mau mengubah keadaan ini. Saya akan menghadapi masalah atau keadaan ini, maka masalah telah berubah menjadi sebuah tantangan. Setiap tantangan akan menghasilkan orang yang kalah atau orang yang menang.

Apabila kita tertantang terhadap keadaan ini dan berusaha menyelesaikannya, sekalipun keluar sebagai yang kalah, tetapi selesai dengan baik-baik, maka itu sebenarnya ia sudah keluar sebagai pemenang, menang terhadap masalahnya. Karena menang bukan hanya dalam hal perkaranya, tetapi menang dalam hal menyelesaikan masalah itu sendiri adalah sebuah kemenangan. Dengan demikian, maka masalah berubah menjadi keadaan, keadaan menjadi tantangan, tantangan menjadi peluang, dan peluang menyertakan pemenang. Jadi masalah sebenarnya akan membuat kita menjadi sebuah pemenang.

Masalah juga bisa menjadi berkat. Kita ambil prinsip hujan. Kalau ada awan gelap, ada petir menyambar, ada guntur menggelegar, pasti sebentar lagi akan turun hujan. Apa respon Anda? Ada yang ketakutan bakal begini, bakal begitu. Tetapi yang pasti kalau ada awan akan ada hujan dan hujan dibutuhkan oleh tanah, sebab kalau lama tidak hujan akan ada kekeringan. Jadi setiap kali ada petir, insting kita pasti berpikir akan ada hujan, akan ada air yang kita butuhkan. Sama halnya dengan masalah. Setiap datang masalah, insting apa yang ada dalam benak anda? Kuatir, cemas atau kita berpikir akan ada hujan, akan ada berkat, akan ada sesuatu yang baik di balik masalah itu. Jadi kita bisa memandang masalah sebagai tanda-tanda berkat.

Masalah juga bisa kita pandang sebagai siklus hidup. Kali ini kita pakai prinsip layang-layang. Hidup ini seperti layang-layang. Ada saatnya layang-layang diturunkan, karena akan ada hujan atau hari sudah malam, tetapi bila ia diturunkan bukan berarti ia tidak bisa terbang lagi. Esok dia masih bisa terbang lagi. Yang penting bagi si layang-layang adalah tetap tersambung dengan pemilik layang-layang. Boleh saja ada angin, ada goncangan, bisa saja ia turun, tapi yang penting ia masih tersambung dengan benang dan masih tersambung dengan pemiliknya, maka ia pasti bisa naik lagi. Dalam hidup ini, yang penting kita tetap tersambung dengan pemilik hidup kita. Selama kita tersambung dengan Tuhan yang memberikan hidup kepada kita, dan kita hidup dalam sambungan komunikasi dengan Tuhan, maka saya percaya yang namanya masalah, yang namanya turun, yang namanya keadaan tidak baik, itu hanya sebuah siklus hidup, karena hari menjelang malam, ada saatnya esok hari akan terbit matahari dan layang-layang kembali naik. Jadi masalah bisa kita pandang sebagai siklus, jika ada masalah maka insting kita bisa berkata ini menjelang malam, esok pasti naik lagi. Sebab hidup itu memang ada siklusnya.

Bila kita memandang masalah dengan sikap dan attitude yang benar, maka masalah bukanlah masalah. Masalah adalah keadaan. Masalah adalah tantangan. Masalah adalah peluang sukses. Masalah adalah siklus hidup. Masalah adalah sinyal-sinyal berkat. Itulah prinsip orang-orang yang berhasil.

SABTU, 04 DESEMBER 2010

SEGALA SESUATU MUNGKIN
Orang yang sukses adalah orang yang berpikir bahwa segala sesuatu mungkin, atau tidak ada yang mustahil. Artinya bahwa dalam setiap hal yang ia alami ia selalu berpikir positif, selalu berpikir bahwa segala sesuatu mungkin, bahkan ada hal-hal yang baik yang bisa diambil dari hal-hal yang buruk yang dialami.

Sebuah kisah nyata dari seorang bernama Goris Yanto yang akrab dikenal sebagai sopir bus jurusan Kupang-kapan PP. Profesi ini sudah digelutinya sejak tahun 1970-1982. Ketika jumlah tabungannya mencapai 5 juta, ia nekat membeli sebuah bus bekas. Pria bertubuh besar ini semakin larut dalam pekerjaannya itu. Namun malang tak dapat ditolak ketika bulan Mei tahun 1986, bus yang dikemudikannya masuk jurang.

Goris benar-benar shock. Bus tuanya hancur. Beruntung 20 orang penumpangnya selamat. Tetapi persoalan hidup yang lain segera menyergapnya lantaran ia tidak punya uang untuk membeli bus lagi, sementara bus tuanya sudah hancur dan tidak ada asuransinya. Di sisi lain ia harus segera mendapatkan penghasilan untuk menghidupi keluarganya. Baginya pekerjaan sebagai sopir bus adalah andalan satu-satunya yang bisa ia kerjakan untuk menghidupi keluarganya. Di tengah himpitan hidupnya, muncul ide untuk berjualan patung khas Kupang. Kebetulan ia masih memiliki uang 200 ribu.

Ia ingat selama ini ia sering mengantar turis asing untuk berbelanja patung-patung itu di daerah Oesapa, Kupang. Jadi sedikit banyak ia tahu selera para turis tentang patung khas Kupang tersebut. Berbekal 200 ribu itulah ia mulai membeli patung-patung kecil yang kemudian membelokkan keberuntungannya. Itulah awalnya ia memulai bisnis patung yang sekarang memiliki omzet 30-40 juta dalam satu bulan. Bahkan ia memiliki 14 pekerja yang membantunya membuat patung-patung Oesapa.

Dari kisah ini, kita mendapat sebuah inspirasi, bahwa justru sebuah kemalangan, sebuah masalah, justru sering membuat seseorang menemukan peluang bisnis baru. Orang yang bekerja, nyaman, maka tidak terpikir untuk pindah pekerjaan, pindah bagian, pindah kehidupan, pindah jenis pekerjaan. Tetapi ketika keadaan memaksa, justru sering akan melemparkan orang ke tempat yang lebih baik, kalau saja ia bisa berpikir bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Segala sesuatu adalah mungkin. Dalam setiap perkara selalu ada baiknya.

Kisah yang lain lagi saya dapat dari Timor Leste. Pastur Tan
Soei Ie adalah seorang perintis pengkaderan para petani di Dare, Dilli, Timor Leste. Kecintaannya terhadap pertanian membuatnya ingin tetap berkarya dan tetap berhubungan dengan alam, sekaligus memberikan kontribusi yang baik terhadap petani. Pastur Tan berkenalan dengan seorang muridnya yang bernama Suhendro, yang memperkenalkannya pada bisnis pupuk cacing, yang disebut pupuk kascing, pupuk bekas cacing. Berbekal 200 kg cacing Lumbicus Rubelus, Pastur Tan bisa menghasilkan bisa memproduksi 3 ton cacing per bulan dengan pendapatan 40-an juta perbulan.

Segala sesuatu mungkin. Apa saja yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh, maka pasti ada hasilnya. Setiap hal terjadi pasti ada baiknya. Itu adalah pikiran orang sukses. Orang sukses berpikir optimis. Orang sukses berpikir bahwa setiap kejadian, pasti ada sesuatu di balik semua itu. Setiap ada awan, pasti ada hujan, ada hujan pasti ada air yang dibutuhkan. Setiap ada geledek, ada petir, ia tidak takut, ia berpikir positif karena pasti akan datang hujan yang mendatangkan air yang dibutuhkan. Berpikir positif itu, segala sesuatu mungkin harus terus dimiliki untuk menjadi orang sukses.
Diposkan oleh Jarot Wijanarko di 05:43 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz

Label: inspirasi hari ini
HAL BURUK DAN HAL BAIK
Orang sukses adalah orang yang memiliki motivasi yang kuat sekali. Masalahnya bagaimana agar kita bisa memiliki motivasi yang kuat. Saya berikan dua tips berikut.

Pertama, bayangkan hal yang terburuk, yang terjelek yang bisa terjadi dalam kehidupan anda. Rasakan betapa sakitnya bila ada dalam keadaan itu. Dan gunakan rasa sakit itu sebagai pemicu motivasi. Contoh, bayangkan seandainya hal buruk ini terjadi. Anda berumur 50 tahun, terserang stroke, anak masih kecil-kecil, tidak bisa bekerja lagi, istri yang cantik terpaksa bekerja di luar rumah. Anda hidup di kursi roda dalam kelumpuhanmu dan istrimu sering pulang malam karena harus mencari nafkah. Seandainya istrimu tidak selingkuh pun, engkau akan dihantui kecemburuan bahwa dia selingkuh. Engkau akan marah-marah dengan istrimu, cemburu dan penyakitmu bertambah parah. Engkau semakin menderita. Sanggupkah engkau mengalami hal semacam itu? Jika engkau membayangkan hal yang buruk itu dan engkau tidak sanggup menghadapinya, maka gunakan itu sebagai motivasi. Mulai sekarang saya akan makan yang sehat. Berhenti merokok, olahraga dan istirahat teratur, supaya saya tidak kena stroke pada usia yang kelima puluh. Bacalah buku-buku, hadirilah seminar tentang pola makan sehat, supaya engkau tahu menu yang sehat, hal-hal yang beracun, yang menimbulkan kanker atau stroke, supaya engkau mengerti dan menghindari hal itu. Engkau bisa memperpanjang umurmu atau memperpendek umurmu, pilihan itu ada di tanganmu. Hanya pikirkan hal yang terburuk itu untuk memotivasi hidupmu.

Kedua, bayangkan hal-hal baik untuk menambah motivasi. Misalnya, engkau bisa membayangkan sudah berumur lima puluh tahun. Engkau masih segar-bugar. Engkau masih bisa bekerja. Anak-anak sekolah di tempat yang baik. Istrimu bahagia dan setia. Ada waktu untuk bercengkerama di rumah ketika anak-anak usia remaja mereka butuh pendampingan. Hal yang terbaik ini juga bisa dibayangkan untuk memberikan motivasi dan menambah semangat memiliki pola hidup sehat.

Hal yang lain juga bisa kita bayangkan yang berhubungan dengan ekonomi. Engkau mengalami kebangkruta, mengalami PHK, atau hal-hal terburuk yang bisa terjadi, lalu gunakan hal itu untuk memotivasi bahwa saya tidak mau mengalami hal itu. Supaya itu tidak terjadi pada saya, apa yang harus kita lakukan. Bayangkan juga hal yang baik, lalu gunakan itu sebagai motivasi.

Bagi orang sukses, hal baik atau hal buruk keduanya sama-sama berdampak memberi motivasi. Bagi seorang pecundang hal-hal buruk membuat ia patah semangat, hal-hal yang baik membuat ia malas, merasa aman dan tidak berbuat apa-apa. Sehingga suatu saat ketika ada kejutan oleh hal buruk, maka hidupnya jadi berantakan. Jadi biasakan memilik attitude sukses untuk menjadi orang sukses.

SABTU, 04 DESEMBER 2010

MOTIVASI KUAT
Untuk menjadi sukses seseorang harus memiliki motivasi yang kuat sekali, sehingga ia mau melakukan apa saja dan mengerahkan segenap kemampuannya. Hanya saja, tidak banyak orang dalam kondisi yang begitu menggebu-gebu untuk mengerahkan segala kemampuan dirinya, padahal sebenarnya semua orang memiliki kemampuan yang lebih besar yang ia keluarkan selama ini, namun ia tidak mengerahkan semua kemampuan yang ia miliki.

Saya berikan contoh praktis. Misalnya, banyak orang yang tidak bisa melompati pagar setinggi satu meter. Tetapi coba ketika ia dikejar anjing besar yang galak, ia akan mengerahkan segenap kekuatannya untuk melompati pagar setinggi satu meter, bahkan mungkin pagar setinggi satu setengah meterpun bisa ia lompati. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena muncul kemauan yang kuat sekali. Ia tidak mau digigit anjing sia-sia. Maka ia lari sekencang-kencangnya dan melompat sekuat tenaga.

Ada sebuah kisah dari sebuah rumah sakit yang kebakaran. Dan seorang pasien yang sudah lama duduk di kursi roda. Ketika peristiwa itu terjadi, ia sedang berbaring. Dan ketika ia menyadari adanya bahaya, tiba-tiba ia berdiri lalu berjalan keluar. Mengapa itu pun bisa terjadi? Karena muncul kemauan yang kuat sekali. Ia tidak mau mati terbakar di rumah sakit dengan sia-sia.

Ketika muncul keinginan yang kuat, dan orang mengerahkan segenap kemampuan dan kekuatannya, maka ternyata orang menjadi mampu melakukan apa yang tadinya tidak mampu ia lakukan. Sebenarnya untuk menjadi sukses, orang harus mengerahkan segenap kemampuannya. Orang bisa membuat hal itu secara sadar atau melatih dan terus melatih untuk memiliki semangat yang menggebu-gebu.

Dalam bisnis sering ada persaingan justru memicu pertumbuhan. Karena ketika ada persaingan, orang menjadi bersemangat. Jangan sampai kita menjadi mati, jangan sampai kita jadi tutup dan bangkrut. Mereka bikin harga murah, kita juga harus bikin harga murah. Mereka bikin hal yang baik, kita harus melakukan lebih baik lagi. Ketika muncul persaingan maka muncul juga daya juang. Orang mulai memperbaiki mutu, memperbaiki produksi, memperbaiki pelayanan, maka saat muncul keinginan-keinginan untuk bertahan orang akan berjuang lebih keras lagi. Tetapi coba ketika tidak ada persaingan, orang akan tenang-tenang saja. Lalu tiba-tiba muncul persaingan yang jauh lebih kuat kita tidak siap.

Jadi sebenarnya ketika ada hal-hal yang tidak baik, yang menkhawatirkan, yang mencemaskan, yang menakutkan, ada hal-hal yang menyakitkan, seharusnya bagi orang yang mau sukses menggunakan itu sebagai pemicu untuk memunculkan daya juang atau daya dorong hidup.

Ketika orang sampai pada tahap ”Saya harus melakukan apa saja” maka dia mulai bergerak. Dan sungguh luar biasa hasilnya. Sering orang menjumpai jalan keluar. Begitu ada niat, ada jalan keluar. Begitu ada usaha, ada jalan keluar. Hanya saja, banyak orang yang tidak bisa melakukan itu. Begitu ada masalah, ia langsung stress, down, mengeluh, kesana-kemari, hilang semangat dan daya juangnya, bangkrut, sakit bahkan mati.

Jadi beda orang sukses dan tidak, sebenarnya terletak pada perbedaan reaksi. Orang yang sukses adalah orang yang bisa bereaksi positif. Menggunakan masalah yang ada untuk memunculkan daya juang, semangat yang menggebu-gebu, maka pasti seseorang pasti sukses. Sebab masalah pasti ada, tetapi bila reaksinya tepat, membuat orang menjadi sukses.
Diposkan oleh Jarot Wijanarko di 03:01 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz

Label: inspirasi hari ini
LINGKUNGAN POSITIF
Untuk menjadi sukses, orang perlu memiliki karakter dan sikap-sikap yang positif. Sikap yang positif tidak turun dari langit, tidak dibawa sejak lahir, tetapi bisa dipengaruhi oleh lingkungan. Perhatikan betul hal ini. Carilah lingkungan, sahabat, orang-orang yang memiliki pikiran positif.

Ada sebuah kisah dari Harold Abbot. Dia tinggal di West Dougherty Street di Web City. Ia bercerita bahwa suatu ketika ia sedang sedih sekali, karena ia baru saja mengalami kebangkrutan usaha. Semua miliknya habis. Tokonya ditutup polisi. Ia sendiri sedang mengalami penyidikan, fitnahan, cercaan, dan ia tidak sanggup mendengar gunjingan orang mengenai apa yang ia lakukan. Ia merasa sedang mengalami kekalahan total. Kemudian ia berpikir untuk pindah ke Kansas City dan mencoba mencari pekerjaan yang baru di sana.

Dalam keputus-asaannya dia pun berangkat menuju kota itu. Ketika dalam perjalanan ia melihat seseorang sedang menyeberang jalan. Orang itu tidak memiliki kaki. Ia duduk di atas sepotong kayu yang diberi roda dari bekas sepatu roda. Ia melaju sendirian dengan ‘kereta’ buatannya tadi dengan cara mendorongnya dengan kedua tangannya. Yang luar biasa menarik hati Harold Abbot saat ia berjumpa dengan orang itu, ia tersenyum, matanya bebinar-binar, wajahnya berseri, menampakkan kebahagiaan, sekalipun keadaan fisiknya seolah tidak mendukung hal itu.

Orang cacat itu menyapa Harold dengan sapaan yang ceria,”Selamat pagi, Pak. Bukankah hari ini hari yang cerah.” Lalu Harold mengamati orang yang cacat tadi dan menemukan bahwa betapa orang yang cacat tadi sangat kaya dalam hatinya. Ia tanpa kaki, namun begitu bergairah. Memandang hari itu hari yang baik. Wajah berseri-seri, mata berbinar-binar.

Kemudian Harold berkata dalam hatinya,”Saya menyadari betapa saya sebenarnya jauh lebih kaya daripada orang tadi. Saya punya kedua kaki. Saya dapat berjalan. Saya merasa malu dengan diri saya sendiri yang selalu minta dikasihani. Kemana saya pergi, saya selalu bercerita tentang kesusahan saya, kebangkrutan usaha saya, segala kepahitan hati saya, padahal saya punya lebih dibanding orang yang tidak punya kaki itu. Sudah sepantasnya kalau saya juga bisa bersyukur, menatap hari dengan baik. Mata hati saya kini terbuka. Kalau tadinya saya berpikir akan ke Kansas City untuk mencoba mendapatkan pekerjaan, maka sekarang saya yakin saya ke Kansas City pasti mendapatkan pekerjaan.”

Dari kisah tadi kita bisa menemukan bahwa orang yang optimis, mendapat sesuatu yang positif, lalu timbul sikap yang positif dan mengambil tindakan yang positif dan akhirnya mendapatkan apa yang ia harapkan.

Harold Abbot meneruskan ceritanya bahwa setelah ia sukses mendapatkan pekerjaan di Kansas City, maka ia menuliskan kata-kata dalam cermin di kamarnya, “Hatiku sedih, karena aku tidak punya sepatu, tetapi sesampai di jalan aku berjumpa dengan orang yang tidak punya kaki.” Ia menuliskan itu supaya dia ingat, bahwa sebenarnya yang dia punya, kaki tanpa sepatu pun masih jauh lebih baik. Hal itu membuat dia ingat sebuah peristiwa yang mengubah sikap hidupnya, yang awalnya selalu bersikap negatif, mengeluh, bersikap negatif, karena pengalaman gagal yang ia alami, menjadi sebuah attitude sikap yang positif yang membuat ia sukses pada langkah-langkah selanjutnya.

MINGGU, 24 OKTOBER 2010

KISAH PENEBANG POHON

Suatu saat ada penelitian yang dilakukan oleh seorang psikolog tentang kepuasan kerja. Ia memanggil beberapa penebang pohon dan menawarkan gaji dua kali lipat dari biasanya mereka terima. Tugas mereka sangat mirip dengan pekerjaan yang biasanya, yaitu mengayunkan kapak ke pohon, hanya saja mereka diminta mengayunkan kapak dengan bagian yang tumpul seolah-olah sedang menebang pohon. Dengan jam kerja yang sama, jam 8 pagi sampai jam 5 sore, jam 12-13 siang istirahat makan. Dalam satu minggu mereka akan dibayar dua kali lipat. Beberapa penebang pohon menerima tawaran itu. Cukup menarik dengan bayaran dua kali lipat. Apa salahnya dicoba.

Esoknya mereka mulai bekerja seperti para penebang pohon yang lain, hanya bedanya mereka mengayunka kapak dengan bagian yang tumpul. Maka yang terjadi kemudian, saat beberapa orang melintas dan melihat hal itu, mereka berkomentar. “Hai bodoh, apa yang sedang kamu lakukan?” Mereka menjawab,”Itu bukan urusanmu, kami sedang bekerja.” Beberapa orang yang lain berkata,”Mereka gila, pohon dipukuli.” Mereka tidak tahan dengan komentar-komentar seperti itu, tetapi mereka butuh uang. Maka esoknya, mereka masuk ke bagian hutan yang lebih dalam lagi, supaya tidak banyak dilihat orang, lalu memukul-mukul pohon dengan bagian belakang kapak, sebab kalau tidak, maka kontrak mereka dibatalkan dan mereka tidak mendapatkan uang.

Setelah dua minggu penelitian itu berlangsung, masih ada beberapa orang yang mau melakukan itu. Tetapi beberapa yang lain mulai mengundurkan diri karena tidak tahan oleh komentar orang-orang yang melihat mereka. Dan setelah lima minggu, maka tidak ada lagi yang tersisa dari kelompok itu. Kalau merekrut orang baru, mungkin ada yang mau, tetapi kelompok itu sudah tidak ada yang mau melanjutkan pekerjaan itu.

Kemudian mereka ditanya,”Mengapa mengundurkan diri, padahal dibayar dua kali lipat.” Para penebang pohon itu pun menjawab,”Kami ini manusia, bukan mesin. Kami bekerja bukan hanya untuk uang, tetapi juga untuk kepuasan. Saat kami mengayunkan kapak dengan bagian runcing mengenai pohon, lalu ada serpihan kayu yang terlempar, maka itulah kepuasan kami. Mungkin serpihan kayu itu mengenai kami, tetapi kami bangga karena kami membuat perubahan. Dan kepuasan tertinggi saat pohon yang kami tebang roboh. Suara pohon tumbang dan gemerisik daun dan ranting seolah sorak-sorai kemenangan yang menggairahkan kami. Tetapi kalau kami hanya pura-pura menebang pohon, memukul-mukul pohon dengan bagian kapak yang tumpul, maka kepuasan itu tidak kami rasakan.”

Ini menunjukkan bahwa memang semua orang bekerja tidak hanya untuk uang, tetapi harus mendapatkan kepuasan. Bila Anda sukses, maka Anda harus memiliki filosofi bahwa bekerja tidak hanya untuk uang, teapi juga untuk sebuah kepuasan bathin. Manusia bukanlah mesin, kita bekerja memang butuh uang untuk hidup, tetapi kita hidup juga butuh kepuasan bathin. Temukan kepuasan batin itu untuk setiap pekerjaanmu. Kepuasan batin yang engkau temukan dalam pekerjaanmu akan membuatmu ulet, gigih, tidak mudah menyerah, dan pasti pada waktunya akan mengasilkan keberhasilan yang lebih besar lagi.

PUJIAN YANG WAJAR

Seorang yang sukses haruslah membuat orang lain sukses. Orang yang sukses adalah orang yang bisa membuat orang lain sukses. Seorang bapak yang bisa mebuat anak-anaknya sukses, maka dia adalah seorang bapak yang sukses. Seorang pemimpin yang bisa membuat anak buahnya sukses, tentu dia juga pemimpin yang sukses. Pemimpin, owner atau direksi yang sukses adalah yang bisa membuat para manajer atau para salesnya sukses.

Bagaimana cara membuat orang lain sukses itu penting. Dan ada tips untuk hal itu. Berikan pujian atau reward yang sewajarnya. Salah satu cara yang paling baik dalam memberikan dorongan kepada orang lain adalah dengan memberikan pengakuan atau pujian yang sepatutnya. Suatu kesalahan yang paling lazim dari para pemimpin adalah kegagalan dalam memberikan pengakuan dan penghargaan kepada orang lain.

Sebagai contoh JC Seatle melakukan analisa kepada pekerja di Amerika dan menemukan bahwa penyebab ketidak-puasan nomor satu di kalangan karyawan adalah kelalaian atasan dalam memberikan penghargaan kepada mereka.

Pujian pada tempatnya dan sepatutnya akan meningkatkan citra diri seseorang. Banyak orang yang tidak yakin akan kemampuan mereka. Saat ada orang lain yang menyatakan pujian dalam bidang tertentu, maka ia terdorong untuk melakukan bidang itu dengan lebih baik lagi. Banyak orang memiliki kemampuan, tetapi ia ragu-ragu dengan kemampuannya.

Saya pernah betemu dengan seseorang di Bandung yang memilki pengajaran-pengajaran bagus sekali, tetapi baru menulis dua buku. Saya sendiri sudah menulis buku lebih dari 25 judul dan telah dijual di berbagai toko buku dan counter gereja. Saya heran mengapa dia hanya menulis 2 buku, padahal menurut saya pengajarannya jauh lebih baik daripada saya. Lalu saya tanya bagaimana dia menulis buku. Ia berkata, mulanya ia ragu-ragu dalam menulis bukunya. Jangan-jangan pengajarannya tidak bagus, tidak bermutu. Karena saat dia akan menulis buku, justru orang-orang terdekatnya, istrinya dan anak-anaknya, yang menurunkan motivasinya. “Kamu mau menulis buku, apa ada yang baca. Apa ada yang beli”. Itulah perkataan istri, anak atau orang terdekat yang sering menghentikan langkah maju seseorang.

Tetapi suatu hari, ia mengunjungi sebuah pertemuan dan ia menyampaikan ceramah. Kebetulan di situ hadir seorang yang memiliki usaha penerbitan yang selesai acara menghampirinya dan berkata,”Wah, ceramah bapak luar biasa, kalau bapak mau menulis buku, saya mau menerbitkannya.” Pujian itu membuatnya terdorong untuk menulis buku, dan akhirnya bukunya diterbitkan, dan ternyata laku dijual. Maka ia menulis bukunya yang kedua. Saya yakin ia akan menulis buku-buku selanjutnya.

Ketika orang menerima buku saya yang pertama tahun 1998-1999, saya hanya menulis buku tipis setebal 40 halaman. Saya membagikannya dengan cuma-cuma. Dan orang-orang yang menerima dan membacanya mengucapkan terima kasih dan memberikan pujian kepada saya. Itu mendorong saya dan meyakinkan saya, bahwa saya bisa menulis. Sekarang saya menikmatinya. Saya menulis banyak buku dan dibeli oleh banyak orang. Tetapi awalnya, ada orang-orang di sekitar saya yang mendorong saya, mengakui saya dan memuji saya dalam ukuran yang wajar.

Berikan pujian yang sewajarnya kepada orang-orang di sekitarmu. Itu akan berarti bagi mereka dan membuat mereka sukses, dan Anda pun sukses.

MINGGU, 24 OKTOBER 2010

TIDAK MUDAH TRAUMA

Untuk sukses seseorang perlu memiliki drive yang kuat, semangat yang menyala-nyala, berfikir positif dan tidak mudah menyerah dan trauma dengan peristiwa-peristiwa gagal yang mungkin pernah terjadi dalam hidupnya. Semua orang pasti pernah mengalami peristiwa gagal. Adakah di antara saudara yang tidak pernah gagal, mencari alamat jalan tidak pernah tersesat, makan tidak pernah tersedak, ujian selalumendapat nilai 100, pacaran tidak pernah putus dan langsung menikah? Saya yakin di seluruh muka bumi ini tidak ada orang yang tidak pernah gagal dalam hidupnya. Namun banyak orang yang tidak bereaksi secara wajar terhadap kegagalan yang pernah dia alami.

Saya utarakan ilustrasi ini. “Seekor kucing yang pernah duduk di atas sebuah tungku yang panas, tidak akan pernah lagi duduk di atas tungku yang panas tadi.” Demikian kata, Mark Twain, seorang ahli motivasi. Ia melanjutkan,”Dan kucing itu pun tidak akan pernah duduk di atas tungku lain yang dingin.” Kenapa? Rupanya kucing itu trauma. Tetapi tidak sedikit manusia yang juga seperti kucing itu. Ia melakukan kegagalan dalam satu bidang, maka ia tidak pernah mau lagi melakukan hal yang sama. Ia berketetapan untuk tidak mencoba lagi, atau tidak berusaha lagi di bidang itu. Padahal ia tidak tahu, barangkali saat ia mengalami kegagalan itu “tungkunya” sedang panas padahal sekarang “tungkunya” sudah dingin. Tetapi tetap saja ia tidak berani mencoba.

Untuk berhasil orang butuh ahli, butuh hati-hati, butuh bijaksana, butuh tahu dengan detail. Untuk bisa semua itu, kita butuh beberapa kali gagal sebelum berhasil. Misalnya orang yang bergerak di bidang usaha retail, ia gagal satu kali, coba lagi, dua kali gagal coba lagi, tiga kali gagal coba lagi. Maka dengan tiga kali gagal itu, ia akan lebih tahu dan berpengalaman. Ia tahu apa yang laku dan tidak laku, ia tahu apa yang disukai konsumen dan tidak, ia tahu warna yang disukai, bentuk seperti apa dan harganya bagaimana. Pengalaman tiga kali gagal itu mahal, semahal nilai kerugiannya. Dia tinggal melanjutnya. Mungkin akan terjadi satu atau dua kali gagal lagi, baru dia akan berhasil. Tetapi bila memutuskan untuk berhenti dan mengambil bidang yang lain, mungkin harus mengalami pengalaman gagal beberapa kali lagi. Dan kalau itu membuat ia tidak pernah mencoba sekali lagi, maka ia tidak akan pernah gagal lagi, tetapi juga ia tidak akan pernah berhasil.

Jadi, bagaimana agar hidup bisa sukses? Jangan pernah takut gagal. Jangan takut mencoba. Keberhasilan adalah bagian atau tidak bisa dipisahkan dari beberapa peristiwa gagal. Untuk berhasil, butuh beberapa kali gagal. Gagal adalah hal yang biasa. Hanya pecundang yang takut gagal. Tetapi bagi seorang pemenang, kegagalan adalah hal yang biasa. Tokh, nanti akan berhasil. Seorang pemenang juga tidak perlu menyembunyikan kisah-kisah gagalnya dan menganggap itu membuat reputasinya turun. Karena seorang pemenang yang akhirnya menang justru bisa membanggakan beberapa peristiwa gagalnya. Seorang pengecut menyembunyikan kegagalannya. Ia takut kegagalannya diketahui orang lain. Kalau Anda mau sukses, jangan takut gagal, jangan takut mencoba. Bila Anda berani gagal, berani mencoba, maka Anda sudah berada di jalan raya menuju sukses.
Diposkan oleh Jarot Wijanarko di 06:45 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz

Label: inspirasi hari ini
BUKAN KELEDAI

Suatu ketika, saya punya rencana ingin membuka toko. Dan ketika saya akan memuka toko, maka ada teman yang berkata, “Jarot, kamu bukan orang yang sukses dalam bisnis toko. Dulu kamu pernah membuka outlet di beberapa departemen store, lalu tutup. Untuk trading kamu memang bagus karena kamu punya sahabat banyak, pandai bergaul, jaringan luas. Mau cari supplyer apa saja, di kota mana saja, kamu punya banyak teman dan kenalan. Untuk trading kamu sukses, tapi untuk retail, itu bukan bagian kamu.”

Tapi saya tetap nekat dan akan mencoba lagi. Lalu teman saya yang lain berkata,”Kamu tuh sudah gagal kok tetap mau mencoba lagi.” Dia juga berkata,”Jarot, keledai saja tidak jatuh pada lubang yang sama dua kali.”

Lalu saya menjawab,”Memang, keledai tidak jatuh pada lubang yang sama dua kali. Tapi saya bukan keledai. Jadi jatuh di lubang yang sama dua kali, tidak apa-apa. Karena keledai itu tidak pernah membaca kisah-kisah orang sukses, bahwa banyak orang sukses itu setelah jatuh lebih dari dua kali. Seperti Mahatir Muhammad, mantan perdana menteri Malaysia pernah gagal lebih dari dua kali dalam bidang politik. Atau Abraham Lincoln yang berkali-kali gagal dalam hidupnya tetapi akhirnya sukses, bisa menjadi presiden Amerika. Atau keledai tidak pernah membaca kisah-kisah orang sukses, mereka juga pernah gagal.”

Yang paling sederhana saja, dalam hal pernikahan. Saya pernah mengadakan survey sederhana. Dalam hal berhasil menikah ini, saya pernah melakukan survey sederhana. Saya sudah bertanya kepada ribuan pasangan, bahkan dari setiap seminar yang saya adakan kalau dikumpulkan jumlahnya lebih dari sepuluh ribu pasangan. Setiap kali saya seminar couples, saya bertanya siapa belum menikah dan siapa belum. Lalu untuk pasangan yang sudah menikah saya bertanya, siapa yang suaminya atau istrinya adalah pacarnya yang pertama. Jawaban yang terkumpul tidak lebih dari 5% pasangan yang menikah sekarang ini, suaminya atau istrinya adalah pacar pertamanya. Ada pacar yang ketiga, kelima, ketujuh, dan sebagainya.

Apa artinya? Saya katakan kepada semua yang belum menikah, lihat mereka yang berhasil menikah, semuanya pernah gagal dalam berpacaran. Orang yang berhasil bisnis, dagang pernah gagal usaha. Orang yang berhasil bidang politik, juga pernah gagal dalam bidang politik. Dan cukup banyak yang gagal lebih dari dua kali. Jadi, kalau ada yang berkata, keledai saja tidak jatuh pada lubang yang sama lebih dari dua kali, maka saya mau katakan, bahwa saya bukan keledai. Keledai tiak pernah membaca kisah orang sukses, bahwa mereka pernah gagal lebih dari dua kali. Dan saya mau katakan: Jangan takut gagal. Karena gagal itu hal yang biasa.

Peter F. Ruker, bapak manajemen modern mengatakan bahwa semakin baik seseorang maka semakin banyak kesalahan yang ia buat, karena semakin banyak hal-hal yang ia coba. Saya tidak akan memberikan jabatan puncak kepada seseorang yang tidak berani melakukan kesalahan, karena kalau orang tidak berani melakukan kesalahan, pastilah dia orang yang biasa saja.

MINGGU, 24 OKTOBER 2010

TIDAK MUDAH MARAH

Orang bijak adalah orang yang tidak lekas marah. Sebagai orang bijak, maka cepat atau lambat ia akan meraih sukses. Saya akan menyampaikan sebuah ilustrasi ini.

Ada seorang pengusaha yang punya usaha banyak, pabrik banyak, kantor banyak. Ia juga punya banyak pegawai. Saking banyaknya ia tentu tidak bisa menghafal satu persatu nama pegawainya.

Suatu hari ia mengunjungi salah satu kantornya dan melihat karyawannya sibuk bekerja dengan rajin. Tetapi ia melihat ada seorang pemuda yang berdiri bersandar di tembok dengan santai.

Maka dengan segera ia marah dan memanggil pemuda itu,”Hai anak muda pemalas! Berapa gajimu satu minggu?”

Pemuda itu menyebut satu angka. Lalu Si Boss membuka dompetnya, mengambil uang empat kali lipat dari jumlah yang disebut pemuda itu. “Ini gajimu empat minggu, ambil dan jangan pernah datang lagi ke kantor ini!”

Si pemuda menerima uang tersebut lalu pergi dengan ketakutan juga kebingungan. Suasana jadi hening. Semua pegawai dalam ruangan itu diam dan serba kikuk. Sekretaris menundukkan kepalanya dan tidak berani berkata apa-apa. Lalu si boss memanggil sekretarisnya dan bertanya,”Siapa anak muda tadi dan dari divisi mana ia bekerja?”

Dengan ketakutan sekretaris menjawab,”Pak, anak muda tadi bukan pegawai kita. Ia pengantar pizza yang mengantar pesanan bapak. Saya menyuruhnya buru-buru, makanya tidak memakai seragamnya.”

Wah, si boss sudah keburu marah. Karena marah ia pusing. Bahkan kehilangan uang juga. Karena itu apa yang bisa kita tarik pelajaran dari ilustrasi ini. Jangan buru-buru marah! Sebab marah bukan saja bisa menyebabkan kerugian dan hal finansial, tetapi juga kerugian dalam hal kesehatan.

Ketika orang marah, maka dalam tubuhnya mengeluarkan beberapa hormon seperti kortisol dan adrenalin. Adrenalin adalah hormon yang berfungsi memicu kerja jantung. Hormon ini memang dibutuhkan bila keluarnya teratur. Tetapi ketika marah maka ia keluar dengan tidak teratur, dan jantung berdetak tidak teratur, maka itu menjadi berbahaya. Sedangkan kortisol adalah hormon yang keluar saat orang marah dan hormon ini menekan kinerja hormon IGE, yaitu hormon imunitas. Jadi kalau orang suka marah-marah, bisa datang beberapa penyakit. Karena itu, tidak ada gunanya kita cepat-cepat marah. Marahlah dalam rangka mendidik.

Demikian juga dalam keluarga. Boleh saja suami marah dengan istri. Istri marah dengan suami. Orang tua marah dengan anak dalam rangka mendidik. Karena dalam mendidik sekali-sekali kita juga butuh marah. Jadi marahnya dalam rangka untuk mendidik. Lalu, apa bedanya? Marah untuk mendidik, maka marah itu terkontrol sesuai dengan tujuannya. Tujuan marah adalah untuk menyatakan kesalahan. Jadi kalau anak sudah menyadari kesalahannya, kita berhenti marah. Artinya tujuan marah sudah tercapai. Marah yang salah adalah marah yang tidak terkontrol. Anak sudah sadar kesalahannya, tetapi orang tua belum berhenti marah. Marah yang seperti ini bukan hanya membuat orang tua gelisah, pusing, tetapi juga membuat anak tidak nyaman, kesal dan bahkan bisa menyimpan dendam.

Oleh sebab itu, marilah kita menjadi orang yang berhikmat, orang bijak. Orang yang bijak adalah orang yang bisa mengendalikan emosinya dan tidak mudah marah.
Diposkan oleh Jarot Wijanarko di 06:38 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz

Label: inspirasi hari ini
KAMIS, 30 SEPTEMBER 2010

WAJAH SENYUM

Saya mengamati banyak orang sukses, maka saya mendapati banyak dari mereka memiliki wajah senyum. Sehingga muncul beberapa julukan. Misalnya, Presiden Suharto mendapat julukan “The Smiling General”. Lim Siu Liong mendapat julukan “The Smiling Bussinessman”. Bill Gate mendapat julukan “The Smiling Engineer”. Atau dalam film-film yang selalu memerankan tokoh utama, cukup banyak yang memiliki wajah senyum. Demikian juga aktor yang memerankan James Bond pastilah orang yang ‘the smiling man’.

Kita melihat orang-orang yang sukses adalah orang-orang yang memiliki wajah senyum. Atau bisa saya katakan, memiliki selera humor. Karena itu, kalau Anda mau sukses, kembangkanlah sikap humor Anda. Sebab engkau akan menjadi orang yang membangun hubungan yang hebat. Keberadaanmu disukai teman-teman. Kehadiranmu membawa suasana ceria dan engkau dikenang oleh orang. Karena orang yang sukses adalah orang pembangun hubungan. Orang yang sukses adalah orang yang memiliki banyak teman. Untuk membangun hubungan maka sikap humor dan wajah senyum ini perlu dikembangkan.

Yang menarik bagi saya adalah pendapat dari Dr. Emiller. Ia adalah direktur dari prefentif cardiologi Meryland Medical Center, Baltimore, Amerika. Ia menyatakan bahwa bila orang stress, maka itu akan memacu kerusakan endopiliun yaitu pembuluh arteri jantung, serta mendorong terciptanya kolesterol dalam pembuluh darah. Saat orang stress juga akan memicu hormon adrenalin yang membuat jantung berdebar keras tidak beraturan.

Pendapat yang lain dikemukakan Dr. Lieberg, pakar neuromologi di Lomelinda University School of Medicine yang menyatakan bahwa stress menghasilkan hormon kortisol yang menyebabkan penurunan daya tahan tubuh. Sebab hormon kortisol menekan kinerja hormon IGE, yaitu hormon imunitas. Kebalikannya, ketika orang senang, tertawa, bersukacita, melimpah dengan syukur, maka tubuh mengeluarkan hormon endorphin, serotonim dan melatonim yang sangat dibutuhkan oleh otak. Melatonim membuat rasa nyaman dan tenang, bahkan bisa membuat orang tidur pulas. Dalam situasi yang tenang, saya percaya orang akan bekerja lebih optimal, mengambil keputusan dengan lebih tepat, bahkan hidup bahagia dan sehat, sebab kekebalan tubuhnya meningkat.

Jadi apa artinya orang sukses kalau cepat mati. Karena itu, kalau engkau ingin sukses, bahagia, umur panjang, maka kembangkanlah sikap humor. Milikilah wajah senyum.

KAMIS, 30 SEPTEMBER 2010

SIKAP POSITIF
Orang yang sukses adalah orang yang berpikir positif, bersikap positif, bereaksi positif, menilai positif dan mengingat hal-hal yang positif. Masalahnya orang lebih banyak mengingat yang buruk daripada yang baik. Bahkan banyak orang menganggap Tuhan itu tidak adil dan tidak baik karena ia mengalami hal-hal yang buruk, padahal sebenarnya apa yang dia alami adalah hal-hal yang lumrah, hal-hal yang wajar saja yang juga dialami oleh kebanyakan orang lain. Hal ini membuat orang mengasihi diri sendiri dan tenggelam dalam pernyataan “betapa malang hidupku ini.”

Ada orang yang berdalih dan menuntut,”Tuhan tidak adil. Kalau ini terjadi atas hidup saya, berarti Tuhan tidak adil!” Perhatikan, biasanya yang dipersoalkan adalah “ketidak-adilan” Tuhan itu yang merugikan kita. Tetapi pernahkah kita berkata Tuhan itu tidak adil atas apa yang baik yang terjadi atas hidup kita. Misalnya, pernahkah kita berkata,”Wah, Tuhan tidak adil. Mengapa saya punya kedua orang tua, bisa makan enak tiga kali sehari, sementara di luar sana, di Ethiopia sana banyak sekali anak yang tidak punya orang tua dan tidak bisa makan.” Itulah yang sering kita lakukan, kita protes kepada Tuhan dan menganggap Dia tidak adil, hanya kerena hal-hal yang buruk yang kita alami. Ini bukan sikap yang positif dan ini sikap yang seharusnya tidak kita kembangkan.

Bukankah hal ini juga tidak adil, tetapi kita tidak mempersoalkannya: ada banyak orang yang lahir cacat kaki, cacat tangan, cacat anggota tubuh, dan kalau kita memiliki anggota tubuh yang sempurna, bukankah itu sebuah ketidak-adilan? Tetapi kita tidak mempersoalkannya. Apa artinya? Artinya sikap seperti itu hanya muncul bagi orang-orang yang selalu berpikir negatif, bersikap negatif dan bereaksi negatif.

Seorang yang sukses dan bijaksana bernama Robert Fullen memberikan nasihat: “Jika Anda menghitung semua berkat yang Anda terima, Anda pasti akan mendapati diri Anda sebagai orang yang beruntung. Hanya saja, banyak orang tidak menghitung berkatnya, tetapi menghitung kelemahannya.”

Sikap negatif ini juga muncul dan saya jumpai dalam kehidupan berumah tangga. Sebagai contoh misalnya, saya pernah memimpin sebuah retreat untuk couples. Ada sekitar 300 couples hadir. Saya memberi kertas warna biru, lalu saya memberikan instruksi, “Tuliskan hal-hal yang tidak disukai dari pasangan masing-masing dan apa yang sedang Saudara doakan untuk pasanganmu berubah.” Maka mereka mulai sibuk menulis. Beberapa orang angkat tangan dan minta tambah kertas. Saya pun membagikan kertas tambahan. Kertas tambahan habis, maka saya menyuruh mereka menuliskan di balik lembar kertas yang masih kosong. Kemudian kertas itu dikumpulkan dengan alasan kita akan doakan. Selanjutnya saya membagikan kertas berwarna pink dengan instruksi agar mereka menuliskan hal-hal yang baik dari pasangannya. Dan saya mulai menjumpai tingkah laku aneh. Banyak orang yang garuk-garuk kepala, lalu menulis beberapa kalimat dan selesai. Kesimpulannya, terlalu banyak orang yang bisa mencari-cari hal negatif, ketimbang melihat hal-hal yang positif.

Biasanya orang membandingkan diri secara tidak adil pula dalam hal yang lain untuk dirinya sendiri, misalnya dia menemukan hal-hal yang buruk pada dirinya dan membandingkan dengan orang lain yang jauh lebih baik. Seseorang memandang wajahnya lalu berkata,”Kok wajah saya tidak cantik.” Itu karena ia membandingkan dirinya dengan artis film. Seseorang menganggap dirinya tidak pandai karena ia membandingkan dirinya dengan bintang pelajar atau Albert Einstein. Mengapa ia tidak membandingkan dengan orang yang di bawahnya dia? Oleh sebab itu, dalam hidup ini kita perlu memandang ke atas untuk memotivasi, tetapi juga memandang ke bawah agar kita bisa bersyukur.

Bila kita selalu melihat orang-orang yang kaya, dan melihat apa yang tidak kita punyai, menghitung yang tidak kita miliki, maka kita bisa mati dalam kepahitan, karena banyak sekali yang tidak kita miliki. Orang yang sudah punya rumah besar pun, dia belum punya helikopter. Yang punya helikopter tidak punya kapal pesiar. Kalau kita selalu menghitung apa yang tidak kita punya, memang di dunia ini banyak yang tidak kita punyai. Namun bila kita mulai menghitung apa yang kita miliki, sebenarnya kita punya sesuatu.

Ada sebuah pernyataan dari Benyamin Franklin yang bisa kita jadikan inspirasi: ”Siapakah orang kaya? Orang kaya adalah orang yang bersuka dengan bagian yang ia terima.” Kembangkan sikap positif seperti ini, maka saya yakin Anda sedang berada pada jalan yang benar, jalan menuju sukses.
Diposkan oleh Jarot Wijanarko di 04:53 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz

Label: inspirasi hari ini
SUKSES DAN BAHAGIA

Hidup perlu sukses. Tapi apa arti sukses kalau tidak bahagia. Atau saya buat pernyataan yang lain, orang yang sukses adalah orang yang hidupnya bahagia. Lalu, bagaimana berbahagia? Saya akan menceritakan sebuah kisah yang akan kita ambil prinsip hidupnya dan bisa kita pelajari menjadi inspirasi sukses bagi kita semua.

Ny. Moon begitu sedih. Ini kisah seorang ibu yang tinggal di Five Avenue, New York, yang baru saja kehilangan suaminya, William Moon. Ny. Moon begitu sedih setiap malam tiba. Kadang-kadang ia tidak sadar kalau suaminya sudah meninggal. Ketika ia tidur, ia sering meraba sisi tempat tidur yang biasanya ada suaminya tidur di sisinya. Ia mencari-cari suaminya, dan tentu saja ia hanya mendapati bantal guling. Barulah ia tersentak dan sadar bila suaminya sudah meninggal. Itu terjadi beberapa malam setelah kepergian suaminya. Dan ia tidak bisa tidur lagi. Ia hanyut dalam kesendirian, kesepian dan kepedihan yang mendalam. Ia menyesal mengapa ia tidak mati bersama-sama dengan suaminya. Dan memang, saya jarang mendapati couples yang mati bersama-sama. 99,99% pasangan suami istri akan mati salah satu terlebih dahulu. Dan yang satu akan menghadapi situasi kesendirian seperti yang dialami Ny. Moon itu.

Ny. Moon benar-benar sangat menderita hatinya. Ia malas untuk pergi ke pertemuan-pertemuan sosial, karena akan menjumpai pasangan-pasangan lain di sana yang membuatnya akan semakin bersedih, karena dia tinggal seorang diri. Ia mulai mengurung diri, mengurangi pergaulannya dan menikmati kesendiriannya, tetapi dalam kepedihan hatinya. Di tengah situasi seperti itu, ia sering naik bus yang melewati rute-rute yang biasa ia jalani bersama suaminya. Sekedar naik bus tanpa tujuan. Ketika ia naik bus, turun, ganti bus lagi, naik bus, ganti bus lagi, ia sampai pada pinggiran kota New York. Tempat itu begitu sepi. Dan ia mulai berjalan dan berjalan tanpa tujuan, sekedar menghabiskan waktu saja. Sampai akhirnya ia tertarik untuk melihat sebuah bangunan gereja kecil. Waktu itu menjelang sore, dan ada alunan musik lembut dari dalam gereja itu. Ia pun masuk ke dalam gereja itu. Ia duduk di kursi bagian belakang. Karena bukan hari minggu, maka tempat itu kosong. Alunan musik organ yang lembut membuatnya tanpa sadar mengantuk dan tertidur di sana.

Pagi harinya ia terbangun dan terkejut, karena ternyata ada tiga anak yang juga tidur di sampingnya. Ketika ia bangun dan anak-anak itu pun terbangun dan menjadi ketakutan. Lalu janda Moon ini berkata,”Jangan takut, Nak. Saya bukan orang jahat. Saya hanya tertidur di sini”

Mata Ny. Moon memperhatikan ketiga anak yang ada di hadapannya itu. Pakaian mereka lusuh dan compang-camping, kaki mereka tidak bersepatu, tubuhnya kurus dan dekil. Tiba-tiba timbul rasa belas kasihan dalam hatinya.

“Kalian sudah makan, Nak,” tanya Ny. Moon. Ketiga anak itu menjawab,”Sudah tiga hari kami tidak makan, Tante.” Lalu Ny. Moon pun mengajak mereka makan. Ia membelikan makanan dan minuman, dan anak-anak yang kelaparan itu menghabiskan sampai begitu bersih dan tidak tersisa lagi. Setiap tulang yang masih tersisa, yang masih bisa dimakan, dimakan juga. Bahkan sausnya mereka jilati sampai benar-benar bersih.

Dengan mata mereka berbinar-binar mereka berkata kepada Ny. Moon,”Tante, terimakasih. Kami belum pernah makan makanan yang seperti ini. Maafkan kami kalau kami jorok dan tidak sopan.” Wajah mereka berseri-seri dan mereka begitu senang dengan makanan seharga 20 dolar itu.

Mendadak ada sesuatu mengalir dalam hati Ny. Moon. Satu perasaan yang selama ini telah hilang dari sanubarinya. Yaitu perasaan bahagia. Dia mulai merasakan kebahagiaan. Ternyata hanya dengan 20 dolar, ia bisa membuat tiga anak kecil begitu berbinar-binar matanya, berseri-seri wajahnya dan begitu bahagia. Ny. Moon mulai menjumpai sebuah kunci kebahagiaan. Ternyata dengan membuat orang lain bahagia, ia menemukan kebahagiaan pula.

Ny. Moon pulang dengan membawa sebuah konsep hidup yang baru: “Saya bisa bahagia kalau saya membahagiakan orang lain. Saya masih punya rumah, saya punya uang, saya bisa makan rutin setiap hari, tetapi begitu banyak orang yang tidak memiliki kesempatan seperti saya. Selama ini saya hidup untuk diri saya sendiri dan itu membuat saya larut dalam kesedihan. Selama ini saya punya prinsip hidup hanya untuk diri sendiri. Saya bekerja keras mengumpulkan uang, membangun rumah, saya akan menikmatinya, dan itu untuk diri saya sendiri. Saya bahkan tidak pernah memberi, tidak pernah mengikuti kegiatan sosial. Saya tidak pernah berpikir soal memberi, karena saya berpikir ini adalah hak saya, hasil keringat saya, maka saya bisa menikmatinya sendiri. Namun ternyata menikmati kekayaan di dalam kesendirian tidak menghasilkan kebahagiaan. Namun ketika saya mengambil sebagian kecil dari milik saya dan saya berbagi dengan orang lain, itu membuat orang lain bahagia. Dan membuat orang lain bahagia membuat saya berbahagia juga.”

Itulah prinsip hidup Ny. Moon yang baru yang membuatnya bahagia, yang ia temukan di tengah-tengah kesendiriannya. Di dunia ini masih banyak orang lain yang bisa dibahagiakan. Kalau engkau mendapat prinsip yang sama, maka saya yakin, engkau juga akan menjadi orang yang sukses, dalam arti hidup berbahagia.

KAMIS, 30 SEPTEMBER 2010

MENEMBUS BATAS USIA

Semua orang ingin sukses tapi banyak halangan untuk sukses. Dan halangan terbesar bukan di luar dirinya, tapi di dalam dirinya sendiri, yaitu di dalam pikirannya. Ada orang yang berfikir bahwa saya masih terlalu muda apa saya bisa sukses. Saya akan beri tahu Anda, bahwa umur bukan halangan untuk sukses. Kalau anda berfikir umur adalah halangan untuk sukses, maka yang menjadi halangan bukan umur Anda tetapi pikiran Anda yang menyatakan begitu.

Banyak orang berpikir saya masih terlalu muda, saya tidak mungkin bisa. Barangkali mereka terlalu banyak nonton iklan media yang berkata “Yang muda yang tidak dipercaya. Yang muda tidak punya hak bicara”. Tapi itu hanya iklan. Itu bukan kebenaran. Pergilah ke kantor-kantor, perusahaan-perusahaan multinasional, entah itu Unilever, Orang Tua Group, Trans Corporation, perbankan, atau perusahaan-perusahaan besar di Indonesia, maka Anda akan melihat orang-orang berusia muda 25-30 tahun menjadi produk manager, marketing manager, promotion manager.

Usia bukanlah halangan untuk sukses. “Tapi bagaimana dengan saya yang sudah terlalu tua, Pak?” tanya seorang peserta seminar sukses yang saya pimpin. Tua pun juga bukan halangan untuk sukses. Nelson Mandela, seorang tahanan politik ternama. Ia dipenjara hampir seperempat abad, akhirnya menjadi presiden Afrika Selatan saat berumur 76 tahun. Ronald Reagen menjadi presiden Amerika Serikat pada umur 72 tahun. Kolonel Sanders, pendiri Kentcky Fried Chicken memulai usaha restorannya pada usia 65 tahun dan pada usia 70 tahun restorannya mulai di-francaise-kan, dan hingga saat ini KFC telah mendunia. Dalam bidang kerohanian, mungkin semua kenal Nabi Musa yang kenabiannya diakui oleh agama Kristen, Katolik, Islam dan Yahudi. Ia juga mulai memimpin bangsanya ketika ia berusia 80 tahun. Jadi memang benar bahwa usia bukanlah halangan untuk sukses. Kalau saya boleh memberi saran, maka “Lupakan usiamu, lakukan saja apa yang seharusnya engkau lakukan!”

Saya pernah mendapat SMS, seorang bapak konsultasi dengan saya. “Pak, bapak saya mau menikah lagi. Ibu saya sih sudah meninggal. Apa bapak saya boleh menikah lagi?” Saya menjawab,”Kalau istrinya sudah meninggal boleh saja menikah lagi.” Lalu ia menjawab,”Tapi bapak saya usianya sudah 68 tahun.” Wah, rupanya bapaknya ikut seminar saya dan menangkap pesan saya terakhir, “Lupakan usiamu, lakukan saja apa yang seharusnya engkau lakukan!”

Nah, kalau orang yang berumur 68 tahun saja ingin menikah lagi, saya prihatin dengan anak-anak muda yang tidak berani menikah. Kalau muda tidak berani menikah, apa mau menunggu sampai umur 68 tahun baru menikah? Jadi untuk menikah, untuk usaha, untuk berdagang, untuk bisnis, untuk kegiatan sosial, untuk urusan apa saja, usia bukan halangan. “Lupakan usiamu, lakukan saja apa yang seharusnya engkau lakukan!” Setiap orang berapapun usianya punya hak untuk sukses dan berhasil.
Diposkan oleh Jarot Wijanarko di 04:45 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz

Label: inspirasi hari ini
MENEMBUS BATAS TEMPERAMEN DASAR

Semua orang ingin sukses tapi banyak halangan untuk sukses. Dan halangan terbesar bukan di luar dirinya, tapi di dalam dirinya, yaitu di dalam pikiran manusia itu sendiri. Ada orang yang berfikir bahwa temperamen dasarnya adalah halangan untuk sukses. Banyak orang membangun image dirinya sendiri secara salah dan berkata,”Memang saya dari sananya begini. Memang saya orangnya memang tidak suka nulis. Memang saya orang yang tidak suka jalan-jalan. Memang saya orang yang tidak rapi. Memang saya orangnya tidak suka ini, tidak suka itu.”

Itu memang tidak salah, tetapi juga tidak seratus persen benar. Kalau Anda belajar mengenai temperamen dasar dan mengenal orang sanguin, plegmatik, kolerik, melankolik. Memang itu betul. Saya mau katakan itu bahan baku. Waktu kita di bangku SMA pernah belajar bahwa bisa terjadi perubahan terhadap genetik, itu namanya mutasi genetik. Artinya temperamen dasarpun bisa diubahkan. Kalau engkau mengenal dirimu sebagai salah satu temperamen dasar tertentu, engkau tahu kelebihanmu, dan engkau tahu kekuranganmu. Terima kelebihanmu dengan bersyukur kepada Tuhan, tetapi tentang kekuranganmu, engkau bisa melatihnya secara sadar, secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang, maka sebenarnya genetik bisa berubah.

Saya berikan contoh dari hidup saya sendiri. Pada waktu saya masuk ke perusahaan Astra Internasional tahun 1990 dalam kelompok manajemen training, maka saya ditest. Dari hasil test itu, diketahui bahwa 95% temperamen dasar saya adalah Sanguinis, dengan kelebihan dan kekurangannya, di antaranya, orang sanguin tidak suka menulis, lebih suka bicara, lebih suka bergaul, lihat angka pusing, kurang teliti, tetapi cenderung mudah memaafkan, lucu atau humoris, dan sebagainya.

Dari segi tidak suka menulis itulah saya. Jangankan menulis, agenda saja saya tidak punya. Tidak punya catatan pelajaran, semuanya mengalir begitu saja. Ketika saya menyadari hal ini, maka saya mulai latihan menulis. Saat saya diundang untuk menjadi pembicara seminar, saya memaksa diri untuk sebisa mungkin membuat makalah. Selanjutnya makalah itu saya tambahi, saya pertebal, saya edit, maka tahun 1998 jadilah sebuah buku tipis 30-34 halaman. Saya cetak dan saya bagikan kepada peserta seminar. Saat seminar berlangsung ada tanya jawab, saya evaluasi lagi, saya edit dan saya tambahi hal-hal yang perlu, semakin tajam, semakin dalam saya bahas isinya, dipertebal lagi, maka kalau hari ini saya meluncurkan buku HIDUP MAKSIMAL, itu adalah karya saya yang ke-24, bulan depan akan menyusul dua judul lagi. Jadi dari tahun 2000-2007 sudah ada 26 judul buku yang saya tulis. Kalau dihitung-hitung, maka dalam satu tahun saya menulis sekitar 3-4 judul buku. Dan saya konsisten. Saya tulis sendiri, karena saya tidak punya tim penulis.

Melihat banyaknya buku yang saya tulis, banyak orang heran. Orang sanguin kok bisa menulis buku. Saya menjawab mereka bahwa temperamen dasar bukanlah halangan untuk maju, untuk sukses. Kelemahannya bisa secara sadar dilatih dan ditutupi. Saya dasarnya tidak suka menulis, tetapi berubah menjadi penulis buku yang produktif, karena saya melatih diri saya. Jadi, jangan berlindung di balik alasan “Memang saya dari sananya begini.” Kalau engkau berfikir bahwa engkau tidak bisa berubah, maka engkau tidak akan berubah. Yang membuat engkau tidak bisa berubah bukan kerana tidak bisa ada perubahan genetik, tetapi karena engkau berpikir engkau tidak bisa berubah, maka itulah yang membuat engkau tidak berubah. Tetapi bila engkau berpikir engkau bisa berubah, maka engkau bisa berubah. Setiap orang bisa berubah, setiap orang bisa sukses, setiap orang bisa berhasil.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s