BRI Mantepp

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) masuk dalam 10 perusahaan berkinerja terbaik dari Majalah Forbes Indonesia edisi Agustus 2011 yang memasukkan Bank BRI dalam jajaran Top Ten Companies 2011 dengan total penjualan (sales) di atas 1 miliar dolar AS.
“BRI merupakan satu-satunya wakil dari industri perbankan yang masuk dalam jajaran Top Ten Companies 2011 tersebut,” kata Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali di Jakarta, Selasa.
Menurutnya, penilaian Forbes ini dilandaskan pada beberapa indikator yakni konsistensi pendapatan operasional perusahaan dalam lima tahun terakhir, penjualan selama lima tahun, peningkatan harga saham dalam setahun, dan pertumbuhan earning per share (EPS) perusahaan tiga hingga lima tahun terakhir.
“Metodologi ini menemukan perusahaan yang memiliki kinerja konsisten dalam jangka panjang di berbagai industri dan memiliki tata kelola serta likuiditas yang baik,? kata Ali mengutip keterangan majalah berbasis di Amerika Serikat itu.
Selain Bank BRI, sejumlah perusahaan nasional yang masuk dalam jajaran ini yakni PT Sinar Mas Multiartha, PT Charoen Pokphand Indonesia, PT Japta Comfeed Indonesia, PT Adaro Energy, PT Gajah Tunggal, dan PT Indomobil Sukses Internasional, PT AKR Corporindo, PT Semen Gresik, dan PT Indocement Tunggal Prakasa.
Ali mengatakan, prestasi ini tidak lepas dari semakin kompetitifnya Bank BRI di pasar keuangan mikro serta ekspansi jaringan yang kian masif dilakukan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. “Dari sisi daya saing, Bank BRI semakin teratas di pasar, ini tidak lepas dari ekspansi jaringan kita yang sekarang merupakan yang terbesar dan tersebar di pelosok nusantara,” katanya.
Sebelumnya juga secara berturut-turut, Bank BRI juga menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar “Asian Fabulous 50” atau Daftar 50 Perusahaan Terhebat Asia. “Asian Fabulous 50” merupakan daftar perusahaan-perusahaan publik terbesar Asia, di luar peringkat 500 dunia. Untuk masuk daftar ini tidaklah mudah karena daftar ini dibuat oleh Forbes berdasarkan laba jangka panjang, pertumbuhan penjualan dan pendapatan, kenaikan harga saham, dan proyeksi pendapatan.
Kinerja BRI yang membaik juga tercermin di pasar saham akhir-akhir ini yakni kapitalisasi pasar saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu Bank BRI (BBRI) mencatatkan kapitalisasi pasar saham BUMN terbesar di BEI senilai Rp159,96 triliun periode 26 Agustus 2011.
Pada Mei 2011 lalu, BRI Juga meraih peringkat terbaik dalam jajaran 500 merek bank paling bernilai tinggi sedunia dari Brand Finance. Brand Finance PLC merupakan konsultan spesialis valuasi merek global yang berbasis di London UK yang didirikan tahun 1996.
Setiap tahun Brand Finance PLC mengadakan penilaian merek-merek bank ternama di dunia dengan menghitung nilai masing-masing merek bank dengan me-makai metode royalty relief, yang telah disahkan oleh International Standard Organisation (ISO) 10668.

Pilihannya mengambil jurusan manajemen bisnis di Denmark oleh artis yang sudah beranjak dewasa Olivia Lubis Jensen, tak lepas agar dirinya bisa mengerti dan mengolah sebuah manajemen dalam lingkungan kerja yang dipahaminya.
Manajemen yang dimaksud adalah manajemen keartisan ataupun perfilman. “Kalaupun nanti bisa terjun ke bisnis film, mungkin aku bekerja profesional untuk bidang manajemennya,” terang putri pasangan Benny Jensen yang berdarah Denmark dan Viverina Lubis yang keturunan Batak.
Hal tersebut disebabkan, dimasa mendatang akan banyak film-film nasional yang akan diproduksi dalam bentuk budget yang sangat besar sehingga perlu adanya pengolahan manajemen yang sesuai.
“Aku melihatnya industri film Indonesia nantinya akan berkembang dan maju sangat pesat, maka aku mau berada di bagian manajemennya,” terang dara kelahiran Denmark, 11 April 1993 ini.

Bintang film yang terbilang masih remaja, Olivia Jensen, mengaku memiliki keinginan untuk bisa melanjutkan kuliah di jurusan manajemen bisnis di Denmark.
Dan jika hal tersebut bisa direalisasikan pada tahun mendatang, berarti dia harus meninggalkan kota Bandung dan juga karier yang selama ini digeluti.
“Semua sudah dikonsultasikan ke orangtua. Dan sudah mendapat persetujuan. Makanya, aku pasang target harus kelar SMU, terus melanjutkan kuliah ke Denmark,” terang pemain pendukung film ‘Mili dan Nathan’ saat ditemui di kawasan Kota, Jakarta, Selasa(6/9/2011) dini hari.
Selain itu, selama ‘berkutat’ di dunia akting, Olivia mengaku banyak mendapatkan pengalaman sehingga bisa membentuk karakter pribadinya secara secara tidak langsung.
“Selama setahun terakhir ini, aku banyak belajar akan hidup mandiri. Dan hal itu aku lakukan agar orangtuaku tidak terlalu khawatir nanti, saat aku belajar di Denmark nanti,” jelas dara kelahiran Denmark, 11 April 1993 ini.
Ketika disinggung mengenai pemilihan Negara Denmark sebagai tujuan menimba ilmu, Olivia mengatakan bahwa di negara tersebut masih ada keluarga besarnya di sana. Sehingga tidak terlalu sulit untuk berada disana.
“Ya, paling lama empat tahun, mudah-mudahan sudah bisa kelar. Dan lagi, setiap liburan, aku bisa saja nanti balik ke sini (Indonesia),”tambah putri pasangan Benny Jensen yang berdarah Denmark dan Viverina Lubis yang keturunan Batak.

Manajemen maskapai pelat merah nasional, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyatakan proses rekrutmen sejumlah pramugarinya di Seoul, Korea dilakukan dengan berpakaian lengkap.
“Bahkan, pemeriksaan kesehatan terhadap calon pramugari dari Korea yang akan bertugas di Garuda tersebut dilakukan oleh dokter sesuai standar profesi dan terikat sumpah dokter,” kata “Vice President Corporate Communications” PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Pujobroto, yang dihubungi dari Surabaya, Jumat (26/8).
Selain itu, ungkap dia, pada saat melakukan pemeriksaan, dokternya juga didampingi staf lokal perempuan berwarga Negara Korea yang membantu menyampaikan penjelasan berkaitan dengan pemeriksaan kesehatan tersebut.
“Seleksi pramugari kami dari Korea telah dilaksanakan Garuda mulai 27 Juli 2011. Dari proses tersebut, lima peserta di antaranya tidak berhasil lulus untuk mengikuti tahapan seleksi selanjutnya,” ujarnya.
Sementara itu, rinci dia, sejumlah media lokal Korea pada hari Rabu (24/8) telah melakukan wawancara dengan sepuluh calon pramugari di Korea usai mengikuti proses seleksi tahap akhir untuk menjadi pramugari Garuda, di kantor Garuda di Seoul, Korea.
“Seperti yang dilaporkan ‘chosun.com’, salah satu media online dari grup ‘Chosun Co’, media terbesar dan sangat berpengaruh di Korea, salah satu calon pramugari menyampaikan jika mereka malu dan tidak nyaman dengan pemberitaan yang ada,” katanya.
Penyebabnya, tambah dia, beberapa media di Korea mempublikasikan bahwa calon pramugari Korea yang menjalani proses seleksi untuk menjadi awak kabin Garuda harus melepas pakaian.
Di samping itu, media tersebut memberitakan saat pemeriksaan kesehatan, dokter yang bertugas menyentuh dada si calon pramugari.
“Kami tidak bodoh. Apabila dokter betul betul melakukan hal tersebut, kami tidak akan diam saja,” imbuhnya sembari menirukan pernyataan beberapa calon pramugari yang mengikuti seleksi di Korea.
Seluruh calon pramugari yang menjalani pemeriksaan kesehatan, lanjut dia, tetap menggunakan pakaiannya dan dokter hanya memeriksa dada bagian atas pada saat melakukan proses pemeriksaan.
“Kami tegaskan, berita yang mengatakan bahwa dokter melakukan tindakan yang kurang pantas atau menyentuh dada calon pramugari tidak benar,” katanya.

Perbedaan gaji antara pegawai lokal dan asing ternyata tidak hanya terjadi di maskapai penerbangan Garuda Indonesia (yang para pilotnya sampai menggelar mogok kerja demi memprotes perbedaan gaji ini). Seorang insinyur kimia yang bekerja di perusahaan kontraktor minyak dan gas bumi pun mengeluhkan hal yang sama kepada saya.

Dan bukan hanya dia yang mengeluh. Dalam obrolan santai belum lama ini, seorang presiden direktur perusahaan pertambangan multinasional juga menyampaikan hal serupa. “Posisi saya kayaknya hebat, paling puncak di perusahaan. Tapi ternyata gaji saya kalah sama staf yang ekspatriat,” katanya.

Bukan rahasia lagi, selama ini para insinyur asing mendapat bayaran yang lebih tinggi dari insinyur lokal. Sejak lima tahun lalu, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) pernah mempertanyakan hal ini kepada pemerintah. PII mencatat, perbedaan gaji antara insinyur lokal dengan insinyur asing bisa mencapai 10 kali lipat.

Bahkan untuk proyek pemerintah pun, perbedaan itu dilegalkan. Pasalnya, untuk proyek yang dibiayai asing, tak jarang investor mensyaratkan pemakaian tenaga kerja asing. Dari sinilah kemudian muncul perbedaan gaji itu.

Apakah perbedaan gaji berarti orang Indonesia kalah cakap? Tidak juga. “Banyak insinyur kita yang memilih bekerja di luar negeri, karena adanya perbedaan gaji itu,” kata seorang teman. Artinya, kemampuan orang Indonesia tak kalah cakap dengan pekerja asing.

Apalagi permintaan dunia akan insinyur perminyakan memang tinggi — yang membuat gaji insinyur perminyakan melambung. Tahun lalu, National Association of Colleges and Employers, sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang sumber daya manusia, mengatakan bahwa insinyur perminyakan yang baru lulus adalah lulusan dengan bayaran tertinggi.

Gaji rata-ratanya lebih dari $ 125 ribu (sekitar Rp 1,2 miliar) per tahun, tahun pertama bekerja. Bahkan, lembaga ini mencatat ada yang bisa menerima gaji hingga $ 260 ribu (sekitar Rp2,6 miliar) per tahun atau lebih dari Rp 200 juta per bulan.

Mengapa gaji orang perminyakan begitu tinggi? Hal ini untuk menyumbangkan keadaan ekonomi para pekerja tersebut. Pasalnya, sering terjadi mereka pasti dipecat secara besar-besaran karena harga minyak turun. Selain itu, biasanya mereka ditempatkan di tengah laut.

Tawaran gaji yang begitu tinggi membuat insinyur kita lari ke luar negeri, khususnya Timur Tengah. Akibatnya, di dalam negeri kita kekurangan insinyur perminyakan dan lebih banyak memakai tenaga asing — yang digaji lebih besar ketimbang tenaga lokal.

Tantangan perusahaan minyak di Indonesia tampaknya adalah: Mampukah mereka menggaji insinyur lokal setara insinyur asing?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s