Langkah Potensi Hidup

Bagikan
Oleh:

Langkah ke 1

Langkah pertama untuk mencapai potensi hidup kita yang maksimal adalah PERLUASLAH WAWASAN kita. Kita harus mampu memandang kehidupan ini dengan mata iman. Kita harus memiliki gambaran mental yang jelas tentang apa yang akan kita raih. Gambaran ini harus menjadi bagian dari dirimu, didalam benak kita, dalam percakapanmu, meresap ke pikiran alam bawah sadar kita, dalam perbuatan kita dan dalam setiap aspek kehidupan kita. (Yohanes 10:10)

Langkah ke 2

Langkah kedua untuk mencapai POTENSI hidup kita yang maksimal adalah MENGEMBANGKAN gambar diri yang sehat. Itu aartinya kita harus melandasi gambar diri kita diatas apa yang TUHAN katakana tentang kita. Keberhasilan kita meraih tujuan, sangat tergantung pada bagaimana kita memandang diri kita sendiri; sebab hal itu menentukan TINGKAT KEPARCAYAAN diri kita dalam bertindak. Fakta menyatakan bahwa, kita tidak akan pernah melesat lebih tinggi dari apa yang kita bayangkan mengenai diri kita sendiri. (Mazmur 139:14-16)

Langkah ke 3

Langkah ketiga untuk mencapai potensi hidup yang maksimal adalah temukan kekuatan dibalik pikiran dan perkataan kita. Target utama serangan musuh adalah pikiran kita. Ia tahu sekiranya ia berhasil MENGENDALIKAN & MEMANIPULASI seluruh kehidupan kita. Sungguh, pikiran menentukan perilaku, sikap dan gambar diri. Pikiran menentukan tujuan. Itulah sebabnya Alkitab memperingatkan kita untuk senantiasa menjaga pikiran. (Ibrani 3:1)

Kehilangan sama dengan Mendapatkan – “dalam banyak cara…”)

Suatu hari seorang bapak tua hendak menumpang bus. Pada saat ia menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan. Lalu pintu tertutup dan bus mulai bergerak, sehingga ia tidak bisa memungut sepatu yang terlepas tadi. Lalu si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkannya keluar jendela. Seorang pemuda yang duduk dalam bus melihat kejadian itu, dan bertanya kepada si bapak tua, “Aku memperhatikan apa yang Anda lakukan Pak. Mengapa Anda melempakan sepatu Anda yang sebelah juga ?” Si bapak tua menjawab, “Supaya siapapun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya.”

Si bapak tua dalam cerita di atas memahami filosofi dasar dalam hidup – jangan mempertahankan sesuatu hanya karena kamu ingin memilikinya atau karena kamu tidak ingin orang lain memilikinya.

Kita kehilangan banyak hal di sepanjang masa hidup. Kehilangan tersebut pada awalnya tampak seperti tidak adil dan merisaukan, tapi itu terjadi supaya ada perubahan positif yang terjadi dalam hidup kita.

Kalimat di atas tidak dapat diartikan kita hanya boleh kehilangan hal-hal jelek saja. Kadang, kita juga kehilangan hal baik. Ini semua dapat diartikan: supaya kita bisa menjadi dewasa secara emosional dan spiritual, pertukaran antara kehilangan sesuatu dan mendapatkan sesuatu haruslah terjadi.

Seperti si bapak tua dalam cerita, kita harus belajar untuk melepaskan sesuatu. Tuhan sudah menentukan bahwa memang itulah saatnya si bapak tua kehilangan sepatunya. Mungkin saja peristiwa itu terjadi supaya si bapak tua nantinya bisa mendapatkan sepasang sepatu yang lebih baik.

” Satu sepatu hilang. Dan sepatu yang tinggal sebelah tidak akan banyak bernilai bagi si bapak. Tapi dengan melemparkannya ke luar jendela, sepatu itu akan menjadi hadiah yang berharga bagi gelandangan yang membutuhkan. “

Berkeras mempertahankannya tidak membuat kita atau dunia menjadi lebih baik. Kita semua harus memutuskan kapan suatu hal atau seseorang masuk dalam hidup kita, atau kapan saatnya kita lebih baik bersama yang lain. Pada saatnya, kita harus mengumpulkan keberanian untuk melepaskannya. ” Semoga kita menjadi orang yg bijak “

IBLIS ITU BERNAMA MATERIALISME

Seorang teman menjelaskan fasilitas-fasilitas dari telpon seluler yang dimilikinya. Telpon itu canggih, bisa digunakan untuk memotret, mendengarkan lagu, mendengarkan radio, mengakses internet, dan tentu saja untuk menelpon dan mengirim sms. Saya bertanya: ”Kenapa beli hape sampe yang harganya mahal begitu?”

”Biar trendi bos! Lu jangan-jangan gak ngikutin perkembangan
teknologi ya?” Saya berpikir, sebenarnya apa sih tujuan utama dari
telpon selular tersebut? Bukankah hanya untuk menghubungi seseorang
atau mengirim sms?

Dulu, televisi menyiarkan informasi atau hiburan. Tetapi, sekarang televisi menawarkan iklan-iklan yang membuat orang gatal mata. Barang-barang yang ditawarkan oleh media membuat air liur seseorang turun. Hiburan yang ditayangkan tidak lagi mendidik, yang disajikan hanyalah sinetron-sinetron yang menyajikan masalah percintaan, keluarga, kuasa, dan yang lebih penting lagi: jualan Tuhan. Tidak heran bila orang-orang yang menontonnya kehilangan gairah kerja. Mereka terpengaruh acara-acara tersebut. Mereka ingin menjadi seperti apa yang disajikan oleh televisi.

Untuk mengirim surat, dulu orang perlu pergi ke kantor pos, kini hanya diperlukan seperangkat unit komputer yang diperlengkapi oleh internet. Hanya dengan sekali ’klik’, berita yang kita kirim bisa sampai hanya dalam waktu tidak sampai 3 menit ke seluruh dunia.
Kemudahan-kemudahan itu memang menyenangkan, bisa menghemat tenaga, waktu, dan biaya. Tetapi, kemudahan-kemudahan tersebut menurunkan kualitas hidup seseorang.

Dengan kemajuan teknologi, kini orang mulai menjadi individualis,
tidak lagi memikirkan orang lain, yang dipikirkan hanyalah
kepentingannya sendiri. Teknologi yang sedemikian mudahnya itu kini
menjadi tuhan baru bagi manusia. Visi hidup manusia untuk bekerja kini
berubah: dapatkan uang lebih banyak, lebih banyak, lebih banyak, dan
lebih banyak lagi. Mereka bekerja kalau perlu 7 X 24 jam seminggu
untuk memperoleh apa yang mereka inginkan. Iblis dengan sempurna
memperdaya manusia. Tuhan ditinggalkan demi kesenangan semu yang
ditawarkan Iblis.

Tuhan tidak lagi diindahkan, tempat ibadah adalah suatu museum
dimana hanya ada beberapa orang saja yang mengunjunginya. Persekutuan
pribadi yang indah dan menyenangkan dengan Tuhan tidak lagi dilakukan.
Saya bertanya kepada seseorang teman: ”Bagaimana saat teduhmu hari
ini?” ”Wah udah lama banget gue gak saat teduh, sibuk banget nyari
duit yang banyak. Musti berangkat kerja pagi-pagi.” ”Kalo malem lu
kemana?” ”Malem ngedugem dong” ”Sampe kapan lu seperti itu?” ”Sampe
mati kali gue kaya gini. Seneng sih. Nanti kalo udah mau mati, baru
deh gue tobat, rajin ke gereja.”

Sebenarnya, pantaskah menunggu hingga detik terakhir dari hidup di
atas dunia ini untuk mengadakan transaksi dari urusan hidup yang
paling penting, menyelesaikan utang-piutang dengan Allah? Selama hidup
Allah memberikan kesempatan untuk bertobat, untuk mengambil jalan
keselamatan yang ditawarkan. Tetapi, bila dengan sengaja orang
tersebut menolak Kristus, dan minta diselamatkan di hari-hari terakhir
hidupnya; saya hanya bisa memberikan kalimat dari apa yang tertulis di
Alkitab: Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan
masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak
Bapa-Ku yang di sorga. (Matius 7:21)

Mungkin kita khawatir bila tidak bisa mendapatkan apa yang kita
inginkan. Mungkin kita khawatir dengan apa yang akan kita makan hari
ini. Tetapi Tuhan Yesus berfirman: Sebab itu janganlah kamu kuatir dan
berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum?
Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak
mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu
memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan
kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Mat 6:31-
33)

Memahami Perceraian dengan Duka yang Dalam

Bagikan
Penulis : Eka Darmaputera

SEMUA orang tahu, bahwa salah satu pilar “perkawinan kristiani”, adalah “indisolubilitas”-nya. Artinya, “sekali terikat, pantang ia terurai” “Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” (Matius 19:6). Pertanyaannya adalah, apakah itu berarti bahwa “perceraian” lalu mutlak tidak dimungkinkan sama sekali? Dan bila begitu, bagaimana kita mesti menyikapi realitas terjadinya begitu banyak perceraian – dan yang cenderung semakin lama semakin banyak — termasuk di kalangan orang-orang kristen sendiri?

Dulu, dengan adanya larangan mutlak tersebut, orang yang semula berniat untuk bercerai, mungkin lalu mengurungkan hasratnya. Itu ketika rasa hormat orang kepada gereja masih lumayan tinggi. Tapi kini? Kalau mau cerai, ya cerai saja – apa pun kata gereja. Emangnya gua pikirin?

Kita tentu tidak boleh dengan mudah bertukar prinsip, semudah kita berganti baju. Ya! Namun, saya kira, kita juga tidak boleh secara membabi-buta, mempertahankan sesuatu yang jelas-jelas tidak relevan dan tidak efektif lagi.

PADA suatu petang, saya kebetulan mendengarkan sebuah acara “talk show” sebuah radio amatir di Jakarta. Wah, geram sekali saya mendengarnya! Geram, bukan hanya karena bahasa si narasumber yang amat buruk, tetapi terutama karena pernyataan-pernyataannya.

Ia mengklaim diri sebagai seorang “teolog”, tapi lagaknya jauh lebih mirip seorang “ideolog”. Nada bicaranya seolah-olah jurubicara kebenaran, padahal yang saya dengar adalah banyak ketidakbenaran. Acaranya konon “interaktif”, tapi yang terjadi adalah, ia cuma mau bicara, tak mau mendengar.

Berulang-ulang narasumber tersebut mengatakan, “Masalah begini harus kita sikapi secara “teologis”, jangan cuma secara etis”. Waktu itu yang dibicarakan adalah masalah istri yang kebetulan juga seorang “wanita karir”.

Astaga, pikir saya. Dengan memisahkan — bahkan mempertentangkan – keduanya, saya betul-betul sangsi, apakah yang bersangkutan tahu benar apa itu “teologi” dan apa itu “etika”. Dugaan saya, tidak.

Sebab, apa gunanya “teologi”, bila tidak diterjemahkan secara “etis”, sehingga mampu memberi pegangan hidup yang kongkret? “Teologi” macam beginilah yang menghasilkan penganut-penganut fanatik, tapi tanpa “etika”. Contoh ekstremnya, adalah para teroris itu.

Sebaliknya “etika”, saya akui, juga tak akan bermanfaat bila tidak dilandasi oleh keyakinan “teologis” yang jernih dan pasti. “Etika” macam begini, tidak akan mampu memenuhi fungsinya, yaitu memberi pegangan apa bagi tingkah laku. Sebab semuanya tergantung “si-kon”.

Si narasumber memang banyak menyebut ayat-ayat alkitab. Tapi seolah-olah tidak mau tahu, bahwa alkitab tidak hanya terdiri dari satu-dua ayat “favorit”. Ia juga tidak mau tahu, bahwa di dalam alkitab sendiri, pemahaman teologis itu berkembang. Tidak se-”statis”, se”beku”, dan se-”mandek” seperti yang ia kehendaki. Bahwa Tuhan ternyata jauh lebih luwes dan penuh pengertian, ketimbang banyak penganut fanatiknya!

KESAN saya tentang si “teolog” tersebut saya tuliskan di sini, karena saya ingin agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama. Untuk menyikapi “perceraian”, o, dengan mudah saya dapat mengutipkan beberapa ayat alkitab untuk Anda. Dan percakapan selesai. Tapi selesai jugakah masalahnya?

Bahwa kita harus dengan sepenuh hati menghormati tradisi yang kita warisi, sikap saya tegas, “ya”. Bahwa karenanya kita tidak boleh gampang-gampang mengabaikannya, sikap saya juga tegas, “ya”. Namun, sikap tersebut toh tetap belum menjawab pertanyaan: apakah ada gunanya mempertahankan suatu aturan yang tak lagi dipatuhi dan dipedulikan orang?

Apakah kita mesti berkeras kepala mempertahankannya, semata-mata karena, seperti kata “teolog” di atas, kita harus bersikap “teologis” — bukan “etis”? Atau lebih bijak bila kita kerek turun saja bendera keyakinan kita, memenuhi tuntutan dunia?

Saya menolak kedua-duanya. Yang harus kita coba lakukan adalah menangkap inti pesan alkitab yang kita yakini bersifat mutlak dan apriori selalu benar. Tapi inti pesan itu masih harus kita perhadapkan dengan realitas yang ada. Sedemikian rupa, sehingga kita tidak begitu saja bersikap menyerah terhadap kenyataan atau menafikan kenyataan. Melainkan “menelanjangi” kenyataan di bawah terang kebenaran Firman.

Dengan begitu, kita “memahami” dan “menghayati” kebenaran Firman Tuhan itu, dalam perspektif konteks realitas kehidupan kita yang nyata – kini dan di sini. Kita tidak sekadar mengulang-ulang apa yang telah dikatakan sejak ribuan tahun silam, tetapi menghadirkannya untuk menyapa kita — sekarang.

TENTANG “perceraian”, alkitab agaknya punya satu suara. “Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia”. Matius menulis begitu (19:6). Markus menulis begitu (10:8). Seluruh alkitab secara implisit juga mengatakan itu.

Namun, di dalam kesamaan tersebut, toh kita mendapati ada nuansa yang berbeda-beda. Tidak bertentangan, tapi juga tidak persis sama. Misalnya, antara Markus dan Matius. Menurut versi Markus, “Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan .” (10:11). Sedang menurut versi Matius, “Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah” (19:9).

Artinya, baik Markus maupun Matius, mereka sepakat mengatakan bahwa “perceraian” tidak dikehendaki Tuhan. Namun demikian, bagi Markus, larangan itu bersifat mutlak (= unconditional). Sedang menurut versi Matius, larangan tersebut masih membuka ruang – betapa pun kecil — bagi “pengecualian” (= exceptional).

Bagaimana menanggapi perbedaan tersebut? Menurut William Barclay, karena injil Markus itu lebih “tua” usianya dibandingkan dengan injil Matius, maka besar kemungkinan, Markus-lah yang lebih akurat. Bercerai itu salah. Mustahil. Titik.

Namun demikian, ini tidak berarti bahwa kesaksian Matius lalu tidak ada artinya. Adanya versi yang berbeda-beda, menunjukkan bahwa variasi pemahaman, perkembangan, dan perubahan, dihargai. Versi Matius menunjukkan, betapa dalam perjalanan waktu, terjadi perubahan sikap dan pemahaman. Yaitu dari sikap yang sangat ketat dan cenderung “kaku”, ke sikap yang lebih “terbuka” dan “fleksibel”. Karena itu, kini terbuka ruang bagi “pengecualian”. Ini wajar sekali, bukan?

Kecenderungan seperti ini, saya tahu, tentu ada bahayanya. Yaitu semakin lama, orang bisa semakin jauh dari “api” atau “semangat” yang asli dan mula-mula. Orang menjadi kompromistis. Standar moralnya semakin lentur; semakin rendah.

Tapi tidak boleh hanya ditafsirkan begitu. Sebab “akomodasi” atau “penyesuaian diri”, adalah sesuatu yang tak terhindarkan. Tanpa akomodasi, orang akan terisolasi. Hanya akan menjadi sekumpulan orang-orang yang aneh dan nyeleneh; eksklusif dan eksentrik. Karena itu, tidak menarik. Padahal tugas kita adalah untuk membuat orang tertarik kepada Kristus. Nah, bagaimana kita dapat membuat orang tertarik, bila kita sendiri tidak menarik?

Dalam hal Matius, kita yakin, bahwa nilainya sebagai Firman Tuhan tidak jadi berkurang sedikit pun, hanya karena variasi tersebut. Mengapa? Oleh karena variasi tersebut masih berada dalam batas yang tidak melanggar prinsip yang mutlak dan universal. Masih dalam “zona” yang dapat ditorerir. Masih tetap berpegang pada prinsip, bahwa Tuhan tidak menghendaki perceraian.

PERTANYAAN kita adalah: bagaimana sesuatu yang tidak diperkenankan, kok dimungkinkan? Inilah, saudara, yang namanya “kekecualian” itu! Atau, meminjam istilah Karl Barth, suatu “possible impossibility”. Sesuatu yang pada hakikatnya tidak mungkin, tapi dalam kenyataannya mungkin – bahkan banyak — terjadi.

Sebut saja, sebagai contoh, adalah peperangan, penyakit, pencobaan, dan sebagainya. Semua ini jelas tidak dikehendaki Allah sejak awalnya. Sekiranya saja manusia tidak jatuh ke dalam dosa, semua itu pasti tidak akan ada. Tapi kini, setelah dosa hadir, bisa terjadi situasi-situasi ekstrem, yang tidak “pas” lagi bila dihadapi berdasarkan norma-norma yang lazim.

Misalnya, dengan sangat berduka kita mengatakan, bahwa bisa saja ada situasi tertentu, di mana melanjutkan perkawinan akan berakibat jauh lebih buruk ketimbang memutuskannya. Situasi “kekecualian”, di mana kita justru bersikap kejam dan tidak mencerminkan kasih, bila memaksakan perkawinan seperti itu terus berlanjut.

Menyaksikan perceraian, kemungkinan besar, Allah juga menangis. Seperti “sang ayah” dalam perumpamaan Yesus juga menangis, ketika anak bungsunya memaksa pergi meninggalkan rumah. Ia tahu tindakan itu amat salah. Namun begitu, ia tidak menghalang-halanginya. Ia — dengan hati hancur – membiarkan anak itu pergi. Seperti kita juga dengan hati hancur, terpaksa membiarkan sebuah perkawinan berakhir dengan perceraian.

Yang jelas salah adalah, bila “kekecualian” kita anggap sebagai “aturan umum”. Lalu orang dengan begitu mudahnya memutuskan tali perkawinan, seperti orang mematahkan sebuah ranting kering. Ini tidak membuat Tuhan sedih. Tapi murka.

Mematahkan Belenggu Materialisme

Bagikan
Oleh: Sunanto

Saat ini kita hidup dalam sebuah jaman yang sangat bersifat
konsumtif dan materialistis. Ketika saya masih kecil dulu, pusat
perbelanjaan (Mal) yang saat ini menjamur dimana-mana masih sangat
jarang sekali. Tanpa disadari banyak orang kristen yang terjebak
dengan gaya hidup yang konsumtif dan materialistik ini. Memiliki
kelimpahan bukanlah hal yang buruk tetapi dikendalikan oleh kelimpahan
merupakan sebuah bentuk penyembahan berhala (keserakahan). Tuhan tidak
melarang kita untuk memiliki kelimpahan tetapi Ia tidak ingin kita
menjadi orang yang sengsara oleh karena keserakahan.

Ketika berada di Calcutta, Miller diperingatkan untuk tidak memuji
barang-barang yang ada dia lihat di rumah-rumah yang dia kunjungi
sebab saudara-saudara seiman disana akan memberikan barang-barang
tersebut kepada orang yang memujinya. Kelimpahan materi tidaklah dapat
menjamin kebahagiaan seseorang malahan justru bisa membuat hidup orang
tersebut semakin menderita. Sikap hidup yang senantiasa mengucap
syukur dan berserah total kepada Tuhan merupakan kunci untuk menuju
hidup yang bahagia. Bila kita tahan uji dalam kesesakan padang gurun
ini maka segala keserakahan akan lenyap. Baru setelah itu kita siap
untuk menerima warisan yang telah disediakan oleh Bapa kita.

Tujuan utama Tuhan memberkati hidup kita bukan untuk kenikmatan
pribadi kita sendiri melainkan agar kita bisa memberkati orang lain.
gaya hidup yang bersifat konsumtif dan materialistis. Ingatlah bahwa
hidup kita ini bukan milik kita lagi sebab kita telah dibeli dan
harganya telah lunas dibayar (I Kor 6:20). Marilah kita
mempersembahkan diri kita secara total kepadaNya dan hidup hanya untuk
menyenangkanNya !

Memberikan Pujian

Bagikan
Penulis : Arvan Pradiansyah

Seorang pengemis duduk mengulurkan tangannya di sudut jalan. Tolstoy, penulis besar Rusia yang kebetulan lewat di depannya, langsung berhenti dan mencoba mencari uang logam di sakunya. Ternyata tak ada. Dengan amat sedih ia berkata, “Janganlah marah kepadaku, hai Saudaraku. Aku tidak bawa uang.”

Mendengar kata-kata itu, wajah pengemis berbinar-binar, dan ia menjawab, “Tak apa-apa Tuan. Saya gembira sekali, karena Anda menyebut saya saudara. Ini pemberian yang sangat besar bagi saya.”

Setiap manusia, apapun latar belakangnya, memiliki kesamaan yang mendasar: ingin dipuji, diakui, didengarkan dan dihormati.

Kebutuhan ini sering terlupakan begitu saja. Banyak manajer yang masih beranggapan bahwa orang hanya termotivasi uang. Mereka lupa, nilai uang hanya bertahan sampai uang itu habis dibelanjakan. Ini sesuai dengan teori Herzberg yang mengatakan bahwa uang tak akan pernah mendatangkan kepuasan dalam bekerja.

Manusia bukan sekadar makhluk fisik, tapi juga makhluk spiritual yang membutuhkan sesuatu yang jauh lebih bernilai. Mereka butuh penghargaan dan pengakuan atas kontribusi mereka. Tak perlu sesuatu yang sulit atau mahal, ini bisa sesederhana pujian yang tulus.

Namun, memberikan pujian ternyata bukan mudah. Jauh lebih mudah mengritik orang lain.

Seorang kawan pernah mengatakan, “Bukannya saya tak mau memuji bawahan, tapi saya benar-benar tak tahu apa yang perlu saya puji. Kinerjanya begitu buruk.” “Tahukah Anda kenapa kinerjanya begitu buruk?” saya balik bertanya. “Karena Anda sama sekali tak pernah memujinya!”

Persoalannya, mengapa kita begitu sulit memberi pujian pada orang lain?

Menurut saya, ada tiga hal penyebabnya, dan kesemuanya berakar pada cara kita memandang orang lain.

Pertama, kita tidak tulus mencintai mereka. Cinta kita bukanlah unconditional love, tetapi cinta bersyarat. Kita mencintai pasangan kita karena ia mengikuti kemauan kita, kita mencintai anak-anak kita karena mereka berprestasi di sekolah, kita mengasihi bawahan kita karena mereka memenuhi target pekerjaan yang telah ditetapkan.

Perhatikanlah kata-kata di atas: cinta bersyarat. Artinya, kalau syarat-syarat tidak terpenuhi, cinta kita pun memudar. Padahal, cinta yang tulus seperti pepatah Perancis: L`amour n`est pas parce que mais malgre. Cinta adalah bukan “cinta karena”, tetapi “cinta walaupun”. Inilah cinta yang tulus, yang tanpa kondisi dan persyaratan apapun.

Cinta tanpa syarat adalah penjelmaan sikap Tuhan yang memberikan rahmatNya tanpa pilih kasih. Cinta Tuhan adalah “cinta walaupun”. Walaupun Anda mengingkari nikmatNya, Dia tetap memberikan kepada Anda. Lihatlah bagaimana Dia menumbuhkan bunga-bunga yang indah untuk dapat dinikmati siapa saja tak peduli si baik atau si jahat. Dengan paradigma ini, Anda akan menjadi manusia yang tulus, yang senantiasa melihat sisi positif orang lain. Ini bisa memudahkan Anda memberi pujian.

Kesalahan kedua, kita lupa bahwa setiap manusia itu unik. Ada cerita mengenai seorang turis yang masuk toko barang unik dan antik. Ia berkata, “Tunjukkan pada saya barang paling unik dari semua yang ada di sini!” Pemilik toko memeriksa ratusan barang: binatang kering berisi kapuk, tengkorak, burung yang diawetkan, kepala rusa, lalu berpaling ke turis dan berkata, “Barang yang paling unik di toko ini tak dapat disangkal adalah saya sendiri!”

Setiap manusia adalah unik, tak ada dua orang yang persis sama. Kita sering menyamaratakan orang, sehingga membuat kita tak tertarik pada orang lain. Padahal, dengan menyadari bahwa tiap orang berbeda, kita akan berusaha mencari daya tarik dan inner beauty setiap orang. Dengan demikian, kita akan mudah sekali memberi pujian.

Kesalahan ketiga disebut paradigm paralysis. Kita sering gagal melihat orang lain secara apa adanya, karena kita terperangkap dalam paradigma yang kita buat sendiri mengenai orang itu. Tanpa disadari kita sering mengotak-ngotakkan orang. Kita menempatkan mereka dalam label-label: orang ini membosankan, orang itu menyebalkan, orang ini egois, orang itu mau menang sendiri. Inilah persoalannya: kita gagal melihat setiap orang sebagai manusia yang “segar dan baru”. Padahal, pasangan, anak, kawan, dan bawahan kita yang sekarang bukanlah mereka yang kita lihat kemarin. Mereka berubah dan senantiasa baru dan segar setiap saat.

Penyakit yang kita alami, apalagi menghadapi orang yang sudah bertahun-tahun berinteraksi dengan kita adalah 4 L (Lu Lagi, Lu Lagi — bahasa Jakarta). Kita sudah merasa tahu, paham dan hafal mengenai orang itu. Kita menganggap tak ada lagi sesuatu yang baru dari mereka. Maka, di hadapan kita mereka telah kehilangan daya tariknya.

Sewaktu membuat tulisan ini, istri saya pun menyindir saya dengan mengatakan bahwa saya tak terlalu sering lagi memujinya setelah kami menikah. Sebelum menikah dulu, saya tak pernah kehabisan bahan untuk memujinya. Sindiran ini, tentu, membuat saya tersipu-sipu dan benar-benar mati kutu.

Pujian yang tulus merupakan penjelmaan Tuhan Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Maka, ia mengandung energi positif yang amat dahsyat. Saya telah mencoba menerapkan pujian dan ucapan terima kasih kepada orang-orang yang saya jumpai: istri, pembantu yang membukakan pagar setiap pagi, bawahan di kantor, resepsionis di kantor klien, tukang parkir, satpam, penjaga toko maupun petugas di jalan tol.

Efeknya ternyata luar biasa. Pembantu bahkan menjawab ucapan terima kasih saya dengan doa, “Hati-hati di jalan Pak!” Orang-orang yang saya jumpai juga senantiasa memberi senyuman yang membahagiakan. Sepertinya mereka terbebas dari rutinitas pekerjaan yang menjemukan.

Pujian memang mengandung energi yang bisa mencerahkan, memotivasi, membuat orang bahagia dan bersyukur. Yang lebih penting, membuat orang merasa dimanusiakan.

Menanam Benih Ketakutan

9
Bagikan
Penulis : Charles Nieman

SETAN memakai empat metode dalam usahanya untuk menanamkan benih ketakutan ke dalam hati anda, di mana benih itu akan tumbuh dan berbuah.

METODE I : KATA-KATA

Kata-kata akan diucapkan kepada anda dengan satu cara atau cara lainnya, baik oleh orang lain atau oleh roh-roh jahat yang berbicara langsung kepada alam sadar anda. “.dan Tobia mengirim surat untuk menakut-nakuti aku” (Nehemia 6:19). Nehemia mengetahui apa yang akan dilakukan Tobia dan tidak jatuh ke dalam rencananya. Seringkali, kata-kata yang menakutkan akan diucapkan kepada anda oleh orang-orang Kristen yang bermaksud baik, yang kebetulan tulus namun salah.

Bagaimana anda tahu bahwa iblis sedang berbicara kepada anda? Ketika anda mendengar kata-kata seperti ini: ” Tetapi.”, “bagaimana kalau..” dan “bagaimana cara Allah akan melakukan hal itu bagimu”. Allah tidak memakai kata-kata “bagaimana kalau”, “tetapi” dan “bagaimana caranya”. Kadang-kadang anda mungkin akan memiliki pikiran-pikiran yang terdengar seperti ini: “Namun bagaimana kalau uang itu tidak datang tepat pada waktunya?”. “Bagaimana cara Allah akan melakukan hal itu bagimu?” . “Bagaimana kalau engkau tidak disembuhkan ketika mereka mendoakanmu? Apa yang harus dilakukan selanjutnya?”.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dirancang untuk menanamkan benih ketakutan di dalam hati anda. Pada saat tertentu dalam hidup saya sendiri, saya menghadapi apa yang nampaknya seperti sebuah masalah yang tidak dapat diatasi. Akhirnya saya bertanya kepada Tuhan bagaimanakah IA akan memenuhi kebutuhan saya. JawabanNya mengubah hidup saya. Ia berkata,” Charles, bagaimana caranya bukan urusan atau tanggungjawabmu. Bagaimana caranya adalah tanggung jawabKU. Tanggung jawabmu adalah mempercayai Firman Allah. Tanggung jawabKU adalah menjadikannya nyata!”

Puji Tuhan! Saya berpaling kepada iblis dan menyampaikan kepadanya apa yang baru saja saya dengar, dan iblis diam! Sejak hari itu hingga sekarang, saya tidak pernah mengkhawatirkan bagaimana cara Allah menyelesaikan. Ingat, Alkitab berkata bahwa semua janji Allah adalah “YA” dan “PASTI”.

METODE II : SETAN AKAN BERUSAHA MEMBUAT ANDA TAKUT TERHADAP BESARNYA MASALAH

Tuhan menyatakan hal ini kepada bangsa Israel dalam hukum-hukumNya mengenai perang.

“Apabila engkau keluar berperang melawan musuhmu dan engkau melihat kuda dan kereta, yakni tentara yang lebih banyak daripadamu, maka janganlah engkau takut kepadanya, sebab Tuhan Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari Mesir menyertai engkau. Apabila kamu menghadapi pertempuran, maka seorang imam harus tampil ke depan dan berbicara kepada rakyat dengan berkata kepada mereka: Dengarlah hai orang Israel! Kamu sekarang menghadapi pertempuran melawan musuhmu, janganlah lemah hatimu, janganlah takut, janganlah gentar dan janganlah gemetar karena mereka, sebab Tuhan Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu, dengan maksud memberikan kemenangan kepadamu. Lagi para pengatur pasukan itu harus bebicara kepada atentara demikian: Siapa takut dan lemah hati ia boleh pergi dan pulang ke rumahnya supaya hati saudara-saudaranya jangan tawar hati seperti hatinya”. (Ulangan 20:1-4,8)

Ketakutan dapat berpindah dari seseorang kepada orang lain. Karena alasan itulah, Musa menyuruh para perwira untuk pulang ke rumah setiap orang yang merasa takut. Gideon juga tahu bagaimana ketakutan bekerja. Ia mulai dengan tentara yang berjumlah tiga puluh ribu orang. Kemudian Allah menyuruh Gideon untuk memerintahkan setiap orang yang takut agar pulang ke rumah. Dua puluh ribu orang kembali ke rumah. Sebelum mereka pergi berperang, Gideon kembali mengurangi jumlah tentaranya dari sepuluh ribu menjadi tiga ratus. Dengan tiga ratus orang yang tidak takut, Gideon mampu memenangkan pertempuran yang dahsyat.

Janganlah biarkan besarnya masalah menakutkan anda. Tidak ada musuh yang lebih besar dari kemampuan BAPA. Angkatlah pandangan anda dari masalah dan pandanglah solusinya: Firman Allah. Ingatlah, makin lama anda memandang masalah itu, masalah itu akan semakin mempengaruhi hati anda. Yeremia berkata,”Mataku mempengaruhi hatiku.” (Ratapan 3:51 – King James)

METODE III : SETAN AKAN MENGINGATKAN ANDA KEPADA KEGAGALAN DI MASA LAMPAU, KEGAGALAN ANDA DAN KEGAGALAN ORANG LAIN.

Anda perlu memperhatikan apa yang anda dengar. Jangan dengarkan kesaksian kegagalan orang lain. Saya sangat berhati-hati dengan siapa yang saya dengarkan. Anda harus berhati-hati karena dari hati andalah mengalir kekuatan hidup anda (Amsal 4:23). Kekuatan ini bisa baik atau buruk. Tipe kekuatan apa pun yang mengalir keluar akan menentukan kualitas hidup dan kepemimpinan anda.

Ketika anda pertama kali hidup dengan iman, ada kemungkinan yang cukup besar bahwa anda akan mengalami kegagalan. Saya mengalaminya. Setan akan berusaha memperlihatkan kegagalan di masa lampau itu kepada anda. Alkitab berkata bahwa Allah akan melepaskan anda dari rasa malu pada masa muda anda. Kita semua pernah muda di dalam Tuhan pada saat tertentu dan tidak tahu banyak hal. Kita tergesa-gesa di dalam iman dan kita jatuh. Baiklah bangunlah, bersihkan diri anda dan teruslah berjalan. Anda akan berhasil dengan suatu cara yang agung dan mulia, merebut setiap kemenangan, melewati setiap pencobaan!

METODE IV : SETAN AKAN MEMBUAT ANDA MERASA TERTUDUH KARENA TIDAK CUKUP BELAJAR, TIDAK CUKUP BEERDOA, TIDAK CUKUP BERPUASA, TIDAK CUKUP SERING KE GEREJA

Sederhananya, ia (iblis) akan mengambil apapun tempat berpijak yang anda berikan kepadanya. Ia akan berdiri di belakang anda dan menuduh anda. Definisi kata “Penuduhan” adalah “menyampaikan penghakiman terhadap, menjatuhkan vonis atas, dan diikuti hukuman”. “Demikianlah sekarang tidak ada penuduhan bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus, yang tidak hidup menurut daging melainkan menurut roh.” (Roma 8:1).

Tidak ada penghakiman yang melawan anda, tidak ada vonis yang dijatuhkan kepada anda, dan tidak ada hukuman yang menanti anda. Setan tidak berhak menghukum anda. Bila anda tidak melakukan hal-hal yang anda tahu harus anda lakukan, bertobatlah. Kata “Bertobat” artinya “berbalik dari dosa dan berpaling kepada Allah”. Definisi hurufiahnya berarti “Mengubah pikiran anda dan pergi menuju ke arah yang lain”. Iblis tidak memiliki hak untuk masuk dan berbuat apapun juga terhadap anda. Setan datang untuk mencuri dari anda. Untuk itu bertobatlah, akuilah dan mintalah kepada Allah untuk mengampuni anda.(*)

Menentukan Pilihan

Bagikan
Oleh:

“Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik daripada perak dan emas.”-Amsal 22:1

Jika saya bisa menciptakan sebuah istilah sebagai sinonim dari “berpikir positif,” maka istilah itu adalah memilih yang terbaik. Karena ketika kita memeriksa segala kemungkinan yang ada, berarti kita sedang membuat daftar tentang semua pilihan yang ada. Kita sedang “memilih yang terbaik”! Proses tersebut dimulai ketika kita mempertimbangkan pilihan kita yang pertama: menjadi seorang percaya ataukah bukan.

Sekali kita memilih untuk berjalan di jalan iman, kita akan terus-menerus menemui persimpangan-persimpangan itu di mana jalan di depan kita bercabang, sehingga kita perlu mengajukan pertanyaan ini: “Jalan manakah yang harus aku tempuh sekarang?” Lalu kita perlu untuk “memilih yang terbaik.” Bertanyalah: “Kemanakah aku mau pergi?” dan “Jalan manakah yang akan membawaku ke sana?” Berhati-hatilah dalam memilih.

Ayat renungan kita pagi ini menuntun kita untuk dapat menentukan pilihan yang terbaik: “Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar.”

Ketika George Beverly Shea masih muda, dia mempunyai keinginan untuk meniti karir besar yang dapat membawanya pada kemasyhuran dan keberuntungan. Ibunya sungguh-sungguh prihatin akan hal itu. Pada suatu hari, ketika George akan berlatih piano, dia menemukan selembar puisi yang diletakkan oleh ibunya di atas pianonya. Puisi itu berjudul I’d rather have Jesus (“Lebih baik aku memiliki Yesus”), yang kini menjadi suatu lagu rohani yang terkenal di dunia.

Setelah membacakan kata-kata yang terdapat dalam puisi tersebut, George Beverly Shea menyerahkan seluruh talenta yang dimilikinya kepada Yesus. Hasilnya? Nyanyiannya telah membawa puluhan ribu orang kepada Kristus.

Hari ini kita mempunyai banyak pilihan. Sebagian dari pilihan itu akan menjadi kecil dan kurang berarti, namun sebagian lagi mungkin akan memberikan pengaruh yang besar bagi masa depan kita. Pilihlah dengan hati-hati. Buatlah pilihan sambil memohon sungguh-sungguh kepada Tuhan dalam doa.

“Ya Tuhan, aku menyadari bahwa ada banyak pilihan yang terbentang di hadapanku. Namun pagi ini aku berdoa, biarlah Roh Kudus sendiri yang senantiasa menuntunku untuk dapat menentukan pilihan terbaik bagiku yang sungguh-sungguh sesuai dengan kehendak-Mu.”

Mengapa Tuhan Mengijinkan Kita Kecewa

7
Bagikan
Oleh: Sunanto

Saya menemukan banyak orang kristen yang mundur sebab mereka mengalami kekecewaan dalam hidup mereka. Mereka kecewa terhadap saudara seiman, pemimpin rohani bahkan kecewa kepada Tuhan. Kekecewaan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan ini, malah sebenarnya kekecewaan itu dibutuhkan bagi pertumbuhan rohani kita. Kasih yang terbesar tumbuh dalam tanah kekecewaan yang tak tertahankan terhadap kehidupan ini.

Setiap kali kita merasa kecewa terhadap sesuatu sebenarnya kita telah menggantungkan kebahagiaan kita kepada hal yang mengecewakan kita. Kekecewaan pasti akan terjadi sebab akibat natur dosa yang kita bawa menyebabkan kita cenderung meletakkan kebahagiaan kita di luar Tuhan. Respon kita menghadapi kekecewaan sangat penting sebab hal itu akan menentukan apakah kita akan naik atau turun. Milikilah sikap yang positif dan bersyukur saat menghadapi kekecewaan sebab hal itu pasti akan menyebabkan kita menjadi naik. Rajawali tidak takut dengan badai tetapi ia justru terbang semakin tinggi saat badai datang. Orang kristen yang memiliki iman sejati akan semakin kuat saat badai kehidupan datang menerpanya.

Satu hari Tuhan mengijinkan saya kehilangan seseorang yang sangat saya kasihi sehingga saya sangat kecewa dan hati saya serasa mau mati. Malamnya saya bermimpi melihat sebuah makam dengan batu nisan yang bertuliskan nama saya. Lewat mimpi tersebut Tuhan hendak berbicara bahwa Ia mengijinkan hal itu untuk mematikan keakuan saya. Proses pengosongan memang sangat menyakitkan tetapi tanpa pengosongan tidak akan ada pengisian. Kita harus semakin kecil dan Kristus harus semakin besar. Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku (Gal 2:20a). Mengatakan atau menghafalkan ayat ini tidak sukar tetapi untuk mengalaminya sangat sukar.


Mengenai ketakutan, kecemasan dan kekhawatiran

Bagikan
Sumber : Fernando

“Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.” (Amsal 12:25) “Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.” (Mazmur 34:5)

“Janganlah kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:6- 7)

“Karena itu rendahkalah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.Serahkanlah segala kekuatiran kepada-Nya sebab Ia yang memelihara kamu.” (I Petrus 5:6- 7). Baca juga Mazmur 55:23.

“Yesus berkata kepada murid-muridNya: “Karena itu aku berkata kepadamu : Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir akan pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Sebab hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian. Perhatikanlah burung- burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu! Siapakah di anatara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta (menurut terjemahan Alkitab versi NIV adalah satu jam) pada jalan hidupnya? Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain? (Lukas 12:22-26, bandingkan juga dengan Matius 6 : 25-34).

“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepadaNya, penolongku dan Allahku! (Mazmur 42:6)

Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar pada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan; itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang- tulangmu.” (Amsal 3:5-8)

“Demikianlah juga roh membantu kita dalam kelemahan kita: sebab kita tidak tahu, bagaimana seharusnya harus berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:26-28)

“Allahku akan memenuhi segala keperluanku menurut kekayaaan dan kemuliaanNyadalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:11)

Rasul Paulus menemukan kekuatannya dalam Tuhan, ia menyaksikannya sebagai berikut:

“Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara ; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari batu , tiga kali mengalami karam kapal. Sehari semalam aku terkatung-katung di tengah- tengah laut. Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahay penyamu, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahay dari pihak saudara-saudara palsu. Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapardan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, dan dengan tidak menyebut hal lainlagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat. Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah ? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita. Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku,�Tetapi jawab Tuhan kepadaku:”Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahankulah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan di dalam kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah maka aku kuat.” (II Korintus 11:23-30,12:9-10)

“Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: “Tuhan adalah penolongku aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (Ibrani 13:6)

“Berharaplah kepada Tuhan hai Israel dari sekarang sampai selama- lamanya” (Mazmur 131:1)

Baca juga: Mazmur 139:23

Kemungkinan penyebab trauma dan ketakutan adalah : konflik, masalah kesehatan, kondisi bahaya, kematian, kebutuhan yang tak terpenuhi, masalah spiritual, kepercayaan sesat dan sebagainya.

“Secara alkitabiah, tidaklah salah jika kita mencoba untuk hidup lebih realistis dalam menghadapi masalah. Karena mengabaikan suatu bahaya merupakan tindakan yang salah dan bodoh. Namun jugalah salah jika kita kita hidup dalam kekuatiran. Untuk kekuatiran semacam ini kita harus menyerahkannya kepada Tuhan yang dapat melepaskan kita dari tekanan-tekanan seperti itu dan membebaskan kita untuk hidup lebih realistis dan memenuhi kebutuhan kita dan sesama kita.”(DR Garry R Collins, Christian Counselling)

Ada beberapa saran umum yang dapat mengurangi ketakutan, kekhwatiran dan kecemasan anda:

DOSA DALAM HIDUPMU – Terkadang ketakutan dan kecemasan merupakan hasil dari dosa dan kesalahan kita. Jika kita melakukansuatu dosa akan timbul kecemasan dan ketakutan, hal ini dimungkinkan, karena Tuhan menginginkan perhatian kita. Tindakan yang harus dilakukan dalam menghadapi situasi seperti ini adalah bertobat dan mencari pengampunanNya.

TIDUR – Normalnya manusia membutuhkan waktu 8-9 jam untuk tidur setiap harinya. Kurang tidurdapat meningkatkan kecemasan. Istirahatlah yang cukup. Jika anda menghadapi kendala ini, anda dapat mencari pertolongan-Nya melalui doa atau bahkan mencari bantuan seorang psikolog.

BERSIKAP LEBIH REALISTIS – Banyak orang khawatir dan cemas akan hal- hal yang tak pernah terjadi terhadap mereka.Bersantailah. Pusatkan pikiran anda pada kegiatan anda pada hari itu. Nikamati hidup anda.

DENGARKANLAH- musik yang lembut dan santai, ada banyak musik-musik kristen yang cukup lembut (seperti lagu penyembahan) yang dapat membantu anda untuk lebih dekat dengan Tuhan. Jika mungkin dengarkanlah kaset-kaset kotbah dari pembicara yang menjadi favorit.

KESENANGAN- lakukanlah sesuatu yang anda rasa dapat anda nikmati. Adalah baik untuk mengambil waktu sejenak untuk rekreasi, tinggalkan rasa khawatir anda dan bergembiralah.

BERBICARA- Jangan simpan kecemasan anda, adalah baik jika anda meringankan beban anda dengan berbagi (sharing) dengan orang-orang yang dapat anda percayai dan kenal seperti sahabat, keluarga, pendeta atau konselor. Jika hal ini benar-benar mengganggu anda, jadwalkanlah waktu yang tetap setiap minggu untuk sharing dengan seseorang yang anda percaya.

BERTINDAK – ambil tindakan yang praktis, untuk menghindari hal-hal yang dapat membahayakan anda, jangan paksakan diri, karena hal ini hanya akan meningkatkan kecemasan anda.

OLAHRAGA – studi kesehatan menunjukkan bahwa dengan berolahraga dapat menurunkan tingkat kecemasan kita. Jika anda cukup sehat cobalah untuk berolahraga, seperti berjalan santai, lari, berenang atau olahraga laiinya yang dapat anda lakukan.

PERTOLONGAN PROFESIONAL – Ada banyak organisasi yang bersedia untuk menolong orang yang sering terserang kecemasan termasuku Midwest Center for Stress and Anxiety (stresscenter.com). Anda dapat mencari informasi juga melalui internet dengan menggunakan kata kunci: anxiety, panic attacks, agrophobia. Anda juga harus mampu mencari pertolongan di sekitar daerha anda dengan mencoba berkonsultasi dengan dokter atau Pendeta atau Romo gembala gereja anda.

Menggapai Tujuan

Bagikan
Penulis : Janner, Pasaribu

Kejadian 25:28-34
28 Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub.
29 Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.
30 Kata Esau kepada Yakub: “Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah.” Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom. 31 Tetapi kata Yakub: “Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu.”
32 Sahut Esau: “Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?”
33 Kata Yakub: “Bersumpahlah dahulu kepadaku.” Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.
34 Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.

Berikut ini ada lima aspek yang perlu Anda pertimbangkan untuk menggapai tujuan.

Untuk mencapai tujuan, pertama, Anda perlu bekerjasama dengan Tuhan, Anda perlu taat pada rencana-Nya, selain itu harus ada penyerahan total kepada-Nya. Kedua, kita perlu bekerjasama dengan orang lain, dimulai dari dukungan doa mereka.
Kerja yang konsisten. Setelah Allah menetapkan tujuan, yang perlu kita lakukan adalah fokus untuk menyelesaikannya. Walaupun orang mengecewakan kita, tetaplah maju di jalan yang sudah Ia sediakan bagi kita.
Fokus yang berarti memastikan pandangan kita pada tujuan di depan dan tidak membiarkan diri kita dipengaruhi oleh apapun.
Sering kali tujuan yang Allah berikan menuntut keberanian untuk bertindak. Keberanian adalah kesediaan kita untuk beraksi walaupun hasilnya masih samar. Kita dapat melakukan ini karena Tuhanlah yang memintanya. Semakin dalam iman kita kepada-Nya, semakin besar keberanian itu nantinya.
Kembangkan gaya hidup yang secara sadar terus bergantung pada Tuhan. Kita sering tergoda untuk mencapai suatu tujuan dengan kekuatan sendiri dan melupakan Tuhan. Hati-hati kesuksesan sejati membutuhkan ketergantungan total pada Sang Pencipta.

Pokok pemikiran di atas bukanlah suatu standar untuk mengukur diri kita, tapi arahan untuk menolong kita untuk maju di jalur yang benar. Bila Anda belum menetapkan tujuan, carilah seseorang yang sudah melakukannya. Belajarlah terbuka untuk hal-hal baru, dan untuk perubahan.

Menjadi Serupa Seperti Karakter Kristus

Bagikan
Oleh: Sunanto

Rom 8:29 “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”

Tujuan Yesus datang ke dunia ini bukanlah hanya sekedar untuk menyelamatkan umat manusia. Tujuan utama Yesus adalah untuk membawa umat manusia ke dalam kemuliaan atau untuk menjadi serupa seperti Dia. Oleh karena itu sebelum Dia meninggalkan dunia ini, Yesus memberikan sebuah pesan yang disebut juga amanat agung yaitu untuk menjadikan semua bangsa muridNya. Menjadi murid Kristus itu artinya lebih dari sekedar percaya dan diselamatkan. Anehnya, kita malah suka menyalahkan orang lain yang tidak mau berubah, padahal seharusnya jika kita benar-benar berfungsi sebagai terang dan garam dunia maka mereka ( baca: dunia) pasti akan terpengaruh oleh terang tersebut. Kita tidak dapat memerintahkan kegelapan untuk pergi melainkan kita harus menyalakan terang sehingga dengan sendirinya kegelapan itu pasti pergi. Jika gereja Tuhan benar-benar menjadi terang maka dengan sendirinya kuasa kegelapan yang selama ini mencengkram bangsa ini pasti akan pergi. Korupsi, kolusi dan nepotisme yang selama ini menjadi akar kebobrokan bangsa ini pasti dapat dicabut sampai ke akar-akarnya jika kita sebagai umat Tuhan bangkit untuk menjadi terang.

Proses pembentukan untuk menjadi serupa seperti karakter Kristus memang tidak mudah dan tidak terjadi secara instan. Malah sebaliknya proses itu amat menyakitkan dan biasanya melibatkan krisis dalam kehidupan kita. Sebuah krisis pasti akan berkembang dalam hidup kita sebelum kita memilih untuk mengikuti kehendak Allah. Hal ini terjadi sebab kita cenderung untuk tidak menanggapi dorongan yang lembut dari Allah untuk membawa kita ke tempat di mana Dia meminta kita untuk mempersembahkan seluruh hidup kita kepadaNya. Saat krisis itu terjadi maka kita bisa memilih untuk menyerah atau menolak kepada kehendak Allah. Setiap kali kita memilih untuk menyerah maka semakin kita dibentuk menjadi lebih serupa dengan karakter Kristus Semakin tinggi tingkat penyerahan hidup kita maka semakin banyak karakter Kristus yang terpancar dalam kehidupan kita.

Tuhan mengijinkan kita mengalami penderitaan dan kekecewaan sebab Ia ingin kita mengalami perubahan. Max lucado berkata “Allah mengasihimu apa adanya tetapi Ia menolak membiarkan anda seperti itu. Ia ingin agar anda menjadi persis seperti Yesus.” Orang-orang harus mengalami penderitaan dan kekecewaan dalam hubungan mereka dengan orang disekelilingnya sebelum mereka menyadari bahwa mereka perlu berubah. Hanya bila kita merasa cukup muak dengan penyakit yang kita derita maka kita dapat melepaskan diri dari penyakit itu. Percayalah, setiap kekecewaan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita akan membawa kita pada sebuah posisi yang mana kita menyadari hanya Tuhanlah yang sanggup membahagiakan hidup kita. Kita dapat menggunakan penderitaan untuk mengakhiri penderitaan. Saya sendiri telah mengalami bagaimana pahitnya menelan pil kekecewaan dan kegagalan tetapi pada akhirnya semua itu mendatangkan kebaikan dan keindahan bagi hidup saya.

Francis fragipane mengatakan ketika kita berfokus untuk menjadi serupa seperti Kristus maka kebangunan rohani yang sebenarnya telah terjadi dalam hidup kita. Tujuan hidup kita bukanlah melayani melainkan untuk mengenal Allah dengan intim sehingga dari pengenalan itu akan lahir pelayanan yang sejati. Untuk dapat mengenal Allah dengan intim maka kita harus mengalami proses pembentukan karakter sehingga karakter kita menjadi serupa karakter Kristus. Hidup kita akan menjadi berkat dan membawa pengaruh besar bagi lingkungan di sekitar kita bila kita memiliki karakter Kristus. Keluarga, lingkungan, kota dan bangsa kita akan bisa melihat kemulianNya dinyatakan bila hidup kita telah dubahkan menjadi serupa seperti karakter Kristus !

Menuding

Bagikan
Oleh: Bagus Pramono

Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.” (Kejadian 3:12-13).

Setiap orang mempunyai tendensi “menuding”, bandingkan dengan ayat diatas, ternyata sikap itu adalah reaksi dosa Adam. Ia seharusnya bisa langsung mengakui kesalahannya, dan tidak melemparkan kepada Hawa yang melemparkannya lagi kepada ular. Agaknya sulit bagi seseorang mengakui bahwa dia turut bersalah dalam suatu kasus, dan sebaliknya selalu ingin melemparkan kesalahan kepada pihak lain.

Tuding-menuding juga wujud dari sikap kesombongan. Seorang yang saleh beribadah tak jarang menuding orang lain dengan stardard dirinya yang dirasa lebih saleh. Dengan demikian, kesalehan seseorang bisa menyeretnya berbuat dosa. Karena didalam setiap tindak-kebaikan dan kesalehan kita, masih akan terselip kejahatan dan kesalahan. Misalnya, ketika memberi/sedekah kita bisa diam-diam mengharapi pujian; ketika kita berdoa, kita bisa ngelantur (riya); ketika kita berkotbah, kita belum tentu berperilaku seperti yang dikotbahkan, ketika menolong, kita sering mengharapkan (bahkan menuntut) pamrih, dll. Singkatnya, ketika kita berbuat jahat maka betul kita berbuat jahat, namun tatkala kita berbuat baik-pun masih terselip perbuatan-perbuatan jahat. Yesus mengecam orang-orang yang hanya pandai menuding kesalahan orang luar, dan itu disebutNya sebagai munafik: “Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu (orang lain).” (Matius 7:5)

Yesus telah mencanangkan revolusi moral-etika, Ia memurnikan moral sampai kepada sumbernya. Yesus mengajar bahwa tendensi dosa bukan dari perbuatannya secara kasat mata. Dengan jelas Yesus mengungkapkan potensi dosa dari sumbernya, yaitu hati dan pikiran dari manusia. Salah satu contoh, tentang hukum zinah, tidak sebatas seseorang itu “ketahuan berbuat zinah”. Yesus meluruskannya dengan stardard baru yaitu menyatakan bahwa “membayangkan zinah sudah termasuk zinah!” (Matius 5:27-30). Dari contoh pengajaran ini, baiklah kita menimbang. Perlukah menuding sepihak, bahwa suatu tendensi zinah dilimpahkan saja kepada seorang wanita cantik dengan tubuh aduhai, kemudian kita menyalahkan si wanita itu seharusnya menutup rapat tubuhnya, padahal mata dan hati si laki-lakilah yang bermasalah.

Dalam kehidupan rumah-tangga, tak jarang terjadi, entah istri atau suami atau anak-anak melakukan kesalahan. Terhadap pihak yang bersalah itu, seringkali kita selalu menuding kesalahannyasecara terus menerus tanpa memperhatikan pihak yang bersalah itu sudah meminta maaf. Susah sekali bagi seseorang mengampuni dan melupakan perbuatan salah dari keluarganya itu. Misalnya, seorang suami pernah berbuat salah, katakanlah, ia berselingkuh, kemudian ia kembali kepada istrinya, dan istrinya menerimanya kembali dan memaafkannya. Tapi ternyata pemberian maaf itu tidak sepenuhnya, sepanjang hidup si-suami ini terus-menerus ‘dituding’ oleh si istri, suami senantiasa diingatkan, bahkan teror sehari-hari bahwa dia pernah berbuat ini dan itu. Akibatnya, meskipun suami-istri ini tetap hidup bersama, namun si istri lebih rela kehilangan kebahagiaan dan ketenangan rumah tangganya, gara-gara si-istri kecanduan ‘menuding’ suaminya.

Tuding-menuding ada dalam kehidupan beragama, Kristianitas seringkali mendapat banyak tudingan: Tuhanmu tiga, mengapa menyembah manusia, Roh Kudus itu bukan Tuhan tapi malaikat, mengapa memakan makanan haram, ibadah cara kafir dan seterusnya dilontarlah oleh kalangan ‘agama lain’. Ternyata bukan dari kalangan luar saja Kekristenan mendapat tudingan. Diantara orang-orang Kristiani sendiri juga sarat “tuding-menuding”, diantara kita juga terjangkit penyakit kecanduan menuding ibadah saudara kita dari aliran lain. Golongan dari gereja baru menuding saudara tuanya yang Gerejanya dipimpin oleh seorang raja, tanpa menyadari kalau dia sendiri juga bergereja di gereja yang dipimpin oleh seorang pendeta/gembala yang merangkap owner, direktur dan bendahara dan itu bagaikan ‘kerajaan kecil’nya. Seorang Kristen yang lain menuding golongan lainnya sebagai golongan ‘sesat’. Aliran baru menuding gereja lama tak memiliki Roh, sebaliknya aliran lama balik menuding ibadah cara baru itu adalah bentuk pengawuran. Aliran baru yang merasa dirinya paling Alkitabiah menuding-nuding kelompok lainnya tidak Alkitabiah. Akhirnya rasa ‘paling Alkitabiah’ ini menyeret pada dosa lain yaitu kesombongan. Aliran satu menuduh aliran lain mengkultuskan manusia dan tak menyadari dirinya sendiri toh juga mengkultuskan pendetanya. Kelompok ‘anti Arab’ menuding kelompok Kristen lain yang menggunakan istilah serapan dari bahasa Arab untuk memanggil Tuhan. Belum lagi soal doktrin dan tradisi gereja, terjadi pula tuding-menuding, menyerang, melecehkan dan lain-lain. Yang lebih parah, kita sering lebih suka mengingat-ingat yang jelek-jelek saja. Seperti sikap si-istri tadi, gereja yang satu kecanduan merincikan kesalahan-kesalahan suatu gereja lainnya tanpa menghiraukan bahwa gereja yang ditudingnya itu telah melakukan reformasi dan pembenahan-pembenahan.

Ketika kita bersikap seperti itu, kita ini justru menempatkan diri kita seperti preman-preman agama di Jakarta yang suka mengedor-gedor pintu café dan tempat-tempat hiburan yang dituding ‘maksiat’, dan menempatkan dirinya sendiri sebagai polisi moral-kesucian. Pihak atheis bisa tertawa ngakak melihat kelucuan sikap orang-orang yang bertuhan dan beragama, dan ini tentulah bukan kesaksian yang baik.

Seperti Adam, kita susah menuding diri sendiri, Adam seharusnya bisa langsung mengaku dia berdosa melanggar perintah Tuhan, tetapi ia lebih merasa nyaman menuding Hawa, dan Hawa-pun menuding pihak lainnya. Dari sini dapat kita mengerti bahwa “menuding” adalah justru sebuah reaksi dosa. Adalah perbuatan baik mengingatkan saudara kita akan dosa/ kesalahan yang diperbuatnya, namun ternyata kita sering tidak memberikan peringatan dengan kasih, dan tanpa perlu mendakwa. Tetapi kita lebih asyik menuding dengan pandangan picik bahwa kita sendiri saja yang benar. Patut disayangkan, seorang yang mempunyai tendensi menuduh-nuduh, mendakwa dan menelanjangi kesalahan pihak lain seringkali lupa bahwa matanya sendiri masih kelilipan batu besar.

“Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus.” (1 Korintus 8:12)

Menyesal – If Only !

Bagikan
Oleh: Mang Ucup

Naomi telah rela mengorbankan mahkota kesuciannya untuk Eddy,
begitu juga masa mudanya dia, dimana dia berpacaran dengan Eddy selama
lima tahun lebih, tetapi kenyataan disamping Naomi, Eddy masih
memiliki perempuan lainnya. Hal inilah yang membuat Naomi ngambek dan
dalam keadaan emosi ia telah memutuskan hubungannya dengan Eddy. Naomi
merasa sangat menyesal atas keputusan ini sehingga walaupun
kejadiannya telah bertahun-tahun yang lampau, tetapi rasa menyesalnya
tidak pernah bisa hilang. Hal ini membuat Naomi selalu sedih apabila
mengingat kejadian tsb.

Perasaan menyesal adalah perasaan yang paling sering dibahas
setelah cinta. Pada umumnya orang menyesal atas keputusan atau pilihan
yang salah. Coba dahulu (If only) Gw kawin dengan si Ucup hidup Gw
kagak bakalan sengsara seperti sekarang ini. Coba dahulu Gw memilih
jurusan ini pasti Gw sudah jadi kaya. Orang menyesal karena memilih
pasangan hidup yang salah, memilih karier atau sekolah yang salah,
memilih mobil/barang yang salah dan bisa juga menyesal karena telah
melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin ia lakukan, tetapi dalam
keadaan emosi atau tidak sadar ia melakukan hal tsb.

Memang dengan mudah dan gagah kita bisa mengucapkan: “Mati takkan
menyesal, luka takkan menyiuk” tetapi kenyataan yang tidak bisa
dipungkiri, jutaan manusia di dunia ini merasa menyesal atas keputusan
maupun pilihan yang telah mereka lakukan , walaupun sebenarnya tidak
ada alasan bagi mereka untuk menyesal, sebab yang memilih dan
mengambil keputusan adalah mereka sendiri, jadi wajarlah kalau mereka
yang harus menanggung akibatnya.

Tempat dimana paling banyak orang menyesal adalah di penjara, yang
satu menyesal karena telah melakukan kesalahan sedangkan yang lain
menyesal kok sampai bisa sampai masuk bui begitu !

Orang menyesal bisa terjadi karena telah melakukan sesuatu atau
karena tidak melakukan sesuatu. Naomi menyesal karena telah memutuskan
hubungannya; sedangkan si Pulan menyesal karena tidak melanjutkan
sekolahnya. Kejadian-kejadian tsb dalam bahasa kerennya lebih dikenal
dengan nama “counterfactual thinking” atau memikirkan hal yang
berlainan dengan kenyataan, sambil berandai-andai “if only”, coba
Naomi tidak memutuskan hubungannya dengan Johny pasti ia sudah punya
keluarga yang bahagia.

Pada saat Olympiade si pemenang medali perak merasa menyesal dan
berandai-andai coba Gw lari lebih cepat dikit azah pasti Gw udah jadi
juara utama. Hal ini disebut sebagai “Upward Counterfactual” atau
berandai-andai dengan melihat keatas. Sedangkan si pemenang medali
perungu merasa bahagia coba kalho Gw lari lebih lambat dikit azah
pasti Gw kalah, jadi dalam hal ini ia berandai-andai dengan melihat
kebawah. Hal ini disebut “Downward Counterfactual

Maka dari itu salah satu obat pelipur lara pada saat kita menyesal
sebaiknya kita jangan melihat keatas melainkan melihat kebawah -
Downward Counterfactual. Apakah Naomi bisa membina keluarga bahagia
apabila ia tidak putus dengan Johnny, belum tentu, bahkan mungkin akan
disakiti terus menerus seumur hidupnya, jadi sebenarnya lebih baik
putus daripada disakiti terus-menerus.

Dalam soal esek-esek pemikiran pria dan perempuan berbeda,
perempuan kebanyakan menyesal karena telah melakukan hubukan sek
pranikah, sedangkan banyak pria merasa menyesal karena tidak melakukan
hubungan sek sebelumnya nikah.

Pada umumnya orang merasa jauh lebih menyesal di dalam kehidupannya
untuk hal-hal yang tidak pernah ia lakukan. Seandainya dahulu saya
berani mengambil keputusan untuk buka usaha sendiri, pasti tidak bakal
hidup kere seperti sekarang ini ! Seandainya saya mau memilih jurusan
IT pasti saya tidak akan jadi pengangguran ! Seandainya aku tidak
terlalu banyak memilih, pasti aku tidak jadi perawan tua. Perasaan
menyesal untuk hal yang tidak dilakukan pada umumnya jauh lebih lama
daripada untuk hal-hal yang telah dilakukan.

Perasaan menyesal itu bisa juga timbul bersamaan dengan perasaan
bersalah, banyak orang menyesal karena tidak melakukan sesuatu untuk
orang yang mereka kasihi. Hal ini baru mereka sadari setelah orang
yang mereka kasihi tsb meninggal dunia, sehingga tidak mungkin bisa di
ulang balik ataupun diperbaikinya.

Sedangkan rasa menyesal untuk hal yang telah dilakukan jauh lebih
cepat hilangnya. Aku nyesal karena telah mengatakan perkataan kasar.
Aku nyesal karena telah beli tas yang mahal.

Oleh sebab itulah sebagai prinsip dan pegangan utama bagi mang
Ucup, pada saat saya bimbang untuk mengambil keputusan, lebih baik
mengambil keputusan yang salah daripada menghindar. Walaupun demikian
dalam soal hubungan antar sesama manusia sebaiknya jangan mengambil
keputusan yang final, kalau ribut sedikit langsung minta cerai ataupun
putus seperti juga pepatah apabila sangkar burung telah kita tutup
jangan harap burung tsb akan bisa dan mau balik lagi.

Rasa menyesal dalam soal apapun juga tidak akan berakibat fatal
seperti kalau salah memilih agama, sebab menyesal setelah itu adalah
sesalan abadi yang tidak akan bisa diperbaiki lagi, sebab percuma azah
lho nyani “If only I believe ” pada saat lho dipanggang di api neraka
! Kagak ada yg bisa nolong lho lagi ! Sampai jadi keripik gosong lho
bakal ada disitu terus ! For ever & ever tuh !

Dan apakah Anda tahu bahwa bukan hanya sekedar manusia saja yang
mempunyai masalah “counterfactual thinking” dan rasa menyesal ini,
melainkan Sang Pencipta juga pernah mengalami hal yang sama seperti
umat-Nya. Setelah Allah menciptakan manusia, dikirimkan-Nya-lah Air
Bah dan dalam Kitab Suci tercantum “maka MENYESAL-lah Tuhan, bahwa Ia
telah menjadikan manusia di bumi” (Kejadian 6:6).

Ketika Hati Anda Terluka

Bagikan
Penulis : Floyd Mc Lung

Ia seorang remaja putri yang pemalu, dan agak lebih tinggi dibandingkan kebanyakan remaja lainnya.Saya sangat lelah.Saya enggan berbicara dengan seorang gadis remaja yang pemalu.Saya baru saja selesai mengajar sekelompok orang Afrika Selatan tentang Hati Allah Bapa, dan saya benar-benar ingin istirahat.Namun, saya merasa saya harus mendengarkan baik-baik apa yang gadis ini ingin katakan.

Pertanyaan-pertanyaannya seperti tidak berarti pada awalnya, tetapi kemudian saya mulai bertanya-tanya dalam hati apakah ia sedang berusaha menyampaikan sesuatu yang lain.Saya menunggu.Ketika ia selesai bicara, Saya bertanya apakah ada hal lain yang ingin ia sampaikan.Ia tampak lega.Ia duduk disebelah saya di ruang pertemuan kecil dan sesak itu dan berbisik di telinga saya, bolehkah saya menangis di bahu Anda? Tentu jawab saya, tetapi apakah kamu dapat memberitahu saya mengapa?

Matanya berlinang air mata ketika ia menceritakan kisahnya.Ayahnya telah meninggal ketika ia masih kecil.Sejak itu ia tidak mempunyai bahu siapa pun untuk menangis, tidak ada ayah untuk diajak bicara tentang pertanyaan-pertanyaan yang ada padanya, tentang kekecewaannya, prestasinya di sekolah dan rencana-rencananya.Ada kepedihan di dalam hatinya ketika ia merindukan lengan ayahnya yang besar dan penuh kasih yang dahulu biasa merangkul dan menghiburnya.

Ia menangis di bahu saya tanpa malu-malu, kemudian kami berbicara kepada Bapa kami di surga.Bersama-sama kami meminta kepadaNya untuq menyembuhkan kepedihannya dan mengisi kekosongan dalam hidupnya.

Dan Dia melakukannya.Saya bertemu gadis ini beberapa tahun kemudian ketika saya kembali ke Afrika Selatan.Mula-mula saya tidak mengenalinya, tetapi ketika ia mengingatkan saya akan doa khusus kami, saya kembali ingat kejadian itu.Ia berterima kasih kepada saya untuk saat kebersamaan kami dan menceritakan bagaimana kejadian tersebut membuat segalanya berbeda.Dalam waktu yang singkat itu ia telah mengalami hati Bapa.

Wanita muda ini telah menderita suatu luka emosional yang sangat dalam, yang menghalanginya menikmati sepenuhnya hubungan dengan Bapa.Dunia kita penuh dengan orang-orang yang menyimpan luka-luka yang tidak kelihatan , sebagaian besar berasal dari masa kecil mereka, tetapi juga banyak yang terluka karena tekanan dan persoalan kehidupan modern.Allah Bapa kita ingin menyembuhkan luka-luka tersebut dengan memastikan persekutuan yang manis dan tulus dengan anak-anakNya.

Alkitab berbicara secara khusus mengenai perlunya kesembuhan luka-luka emosional dan menggambarkan ini sebagai bagian dari proses pentahiran.Dalam PL, penulis kitab Yesaya menunjuk kepada masa yang akan datang ketika Allah akan mengutus seorang juruselamat untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan keegoisan .Ia menggambarkan juruselamat sebagai seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan(Yes 53:3).Selanjutnya dikatakan bahwa penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, dan bahwa oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Kesembuhan ini ialah untuk kesalahan egoisme kita maupun akibat dari sikap kita yang egoisparut dan luka yang kita simpan dalam kepribadian dan perasaan kita.Dalam Yesaya 61 penulis berkata bahwa Juruselamat ini akan menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara(dan) merawat orang-orang yang remuk hatimemberitakan pembebesan kepeada orang-orang tawanan dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara(ayat 1).Mereka yang beruka akan diberi minyak untuk pesta(ayat 3).Dalam Mazmur 34:19 Daud berkata bahwa Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang remuk jiwanya.Dalam Mazmur 147:3 Ia berkata bahwa Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka.Ini adalah kabar baik untuk dunia yang hancur.

Walaupun Allah telah menawarkan segalanya kepada kita, banyak orang masih membayangkan Ia duduk di surga, terpisah dari realitas kepedihan dan kekerasan dunia yang jatuh ini.Mengapa Ia menciptakan kita untuk kemudian meninggalkan kita? mereka bertanya dengan getir.

Namun, Allah bukanlah penyebab masalah kita, dan Ia tidak meninggalkan kita sendirian dalam penderitaan kita.Ia datang dan tinggal diantara kita.Ia menjadi manusia.Ia menanggung segala kesengsaraan kita, bahkan lebih lagi .

Ia menciptakan manusia, tetapi manusia menolak Dia.Ia mengirim utusan dan nabi untuk mengingatkan manusia bahwa Dialah pencipta mereka, tetapi mereka merajam nabi-nabi dan membunuh utusan-utusanNya.Maka akhirnya Allah mengutus Yesus untuk menyatakan diriNYa.Sang pencipta melangkah masuk ke dalam ciptaanNya, tetapi ciptannya itu menolak untuk mengakui Dia.Dan sesungguhnya, mereka menyalbikan Kristus di kayu salib.Lalu, apa yang dilakukan Sang Pencipta?Ia mengubah kekejaman manusia yang terbesar itu menjadi sumber pengampunan manusia!Kita membunuh Dia, tetapi Ia memakai tindakan kita yang paling egois untuk menjadi sumber pengampunan kita.

Yesus Kristus adalah penyembuh orang yang terluka .Ia tahu bagaimana perasaan kita dapat terkuka.Benar, Ia telah dicobai dengan setiap pencobaan yang telah kita alami.Ia tahu bagaimana perasaan kita dapat terluka.Benar, Ia telah di cobai dengan setiap pencobaan yang telah kita alami.

Kelahiran-NYa sendiri dipertanyakaan, dan reputasi Ibu-Nya difitnah.Ia lahir dalam kemiskinan.SukuNya terasing dan ditempat asalnya Ia di olok-olok.Ayahnya mati ketika ia masih muda dan pada tahun-tahun kemudian Ia berkelana di jalan-jalan dan kota-kota tanpa tempat tinggal.Ia disalah pahami dalam pelayananNya.Semua itu Ia lakukan untuq Anda dan saya.Ia lakukan itu untuk menyatukan diri dengan kelemahan –kelemahan kita:Sebab Imam Besar yang kita punyai, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.Seba itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita mendapat pertolongan kita pada waktunya(Ibr 4:15-16)

Allah Bapa mengutus Yesus Kristus ke dalam dunia untuk menjembatani keterpisahan kita dariNya.Keterpisahan karena keegoisan kita itu merupakan pusat dari banyak luka emosional.Jika dibiarkan tanpa ditangani, seringkali hal itu berkembang menjadi apa yang saya sebut sebagai sindrom Saul, yang menyebabkan keterasingan dari Allah dan orang lain.Yesus datang untuk membawa pendamaian sebagai ganti keterasingan, kesembuhan sebagai ganti luka, dan keutuhan sebagai ganti kepribadian yang terkeping-keping.

SINDROM SAUL..

Ia seorang laki-laki jangkung yang menarik banyak perhatian.Warna rambutnya yang kemerah-merahan dan janggutnya yang dipotong rapi membuatnya semakin gagah.Ia bersikap sebagai seorang raja dan kemanapun ia pergi, mata orang mengikutinya.

Ia mempunyai kemampuan untuk menarik banyak orang kepada dirinya, untuk mengerahkan mereka bagi suatu tujuan dan mengilhami mereka untuk perkara-perkara besar.Orang-orang tidka takut untuk memepercayakan mimpi-mimpi rahasia dan pengharapan mereka kepadanya.Ia seorang pemimpin diantara pemimpin.

Paling tidak itulah yang mereka pikir.

Dibawah bahu yang bidangdari pemimpin yang jangkungdan bertampang hebat ini terdapat hati yang dipenuhi kecemburuan dan ketakutan.Begitu dalam rasa tidak amannya, begitu tidak pasti dasar kepribadiannya,sehingga sedikit gejala kebesaran orang lain yang ada disekitarnya dianggap sebagai ancaman terhadap kedudukannya.

Kebanyakan dari pengikutnya begitu terpesona terhadap kemampuannya memimpin dan berkomunikasi sehingga mereka tidak melihat keinginannya yang fanatik untuk mempunyai kekuasaan yang mutlak.Tetapi, beberapa pria yang tanggap mulai ragu-ragu.

Kecemerlangannya dalam strategi perang dan kemampuannya yang luar biasa untuk melakukan yang tepat pada waktu yang tepat meyakinkan pengikut-pengikutnya yang tidak dekat dengannya akan kehebatannya, tetapi membingungkan mereka yang dekat dengannya.Dia adalah orang yang diurapi Tuhan, pikir mereka.Tampaknya ia selalu benar.Mereka tidak mau memikirkan tentang yang nyata:pelanggaran-pelanggarannya terhadap prinsip, kekurangan pengabdiannya, ketidak relaannya untuk mempromosikan orang lain, kemarahannya dan ketidasabarannya, semua itu membuatnya tidak memenuhi persyratan seorang raja.Sesungguhnya, mereka sangat bingung dan malu terhadap ledakan amarahnya yang tersembunyi dan serangan-serangan kemurungan dan depresi.

Akhirnya ada satu orang yang tidak lagi bingung tentang karakter raja ini: Samuel, yang telah mengurapinya sebagai raja.

Dalam suatu tindakan yang taat, nabi ini telah mengurapi kepala raja dengan minyak, berdoa baginya, dan dengan berbuat demikian meneguhkan laki-laki ini untuk memerintah suatu bangsa.Berbeda dengan orang lain, Samuel tidak terkesan dengan kekuatannya sendiri.Ia telh belajar sejak masa kanak-kanak bahwa hanya ada satu tanggapan yang dapat diterima atas panggilanNya:ketaatan yang tulus seperti anak-anak.

Dan sekarang hatinya gusar.Bukan dengan kemarahan yang tak terkendali, melainkan dengan kemarahan yang sdh selayaknya.Cukup sudah.Ia telh menunggu dengan sabar, mengawasi kehancuran di dalam kerajaan karena ketidakjujuran dan ketidaktaatan sang raja.Ia melihat kegelisahan raja yang amat dalam.Pergumulannya yang menyakitkan untuk mendapatkan penghargaan dan keamanan dalam puji-pujian pengikutnya.Nabi telah bergumul bermalam-malam mengenai raja, dalam doa syafaat dan deraian air mata.Ia telah berpuasa berhari-hari , memohon Allah untuk mengubah sikap raja, dan untuk menolongnya mendapatkan rasa aman itu dalam perkenanAllah.Tetapi semua itu sia-sia.

Lalu datanglah firman Tuhan kepada Samuel:Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul Raja, sebab ia telah berbalik daripada aku dan tidak melaksanakan firmanKu(I Samuel 15:10)

Dalam beberapa detik konfrontasi yang dasyat, segalanya telah berlalu; otoritas raja diambil daripadanya.Ia tetap pada kedudukannya-benar-tetapi itu bukan jaminan akan otoritasnya.Tetapi otoritas datang dari watak, dari ketaatan dan pengurapan Allah.

Penyelidikan yang cermat atas kehidupan Saul menunjukkan suatu polasuatu daur yang mengerikan dan nyata dari perasaan rendah diri dan luka-luka emosionalSindrom Saul

I Samuel 15:17 berkata bahwa Saul kecil dalam pemandangannya sendiri Ini tidka bias disalahartikan sebagi kerendahan hati, sebab jika itu yang dimaksud Samuel, maka tidak perlu mengganti sauls ebagai Raja.Yang dikatakan Samuel ialah bahwa meskipun Saul merasa dirinya kecil dan memandang rendah dirinya sendiri, ia tetap bertanggung jawab atas segala perbuatannya di hadapan Allah.Rasa rendah diri bukanlah alasan untuk tidak taat.

Dalam 1 Samuel 15 ditunjukkan karakteristik Saul berkenaan dengan kompleks rendah diri yng tidak ditangani itu: keras kepala(degil) dan pemberontakpendurhakaan(pemberontakan) adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala(ayat 23), sombong —Saul telah ke Karmel tadi dan telah didirikannya baginya suatu tanda peringatan(ayat 12), takut kepada manusiaAku telah berdosa tetapi aku takut kepada rakyat(ayat 24), dan tidak taatMengapa engkau tidak mendengarkan suara Tuhan?sesungguhnya mendengarkan(menaaati) lebih baik daripada korban(ayat 22).Digambarkan dengan sederhana, sindrom Saul ialah sebagai berikut:

RENDAH DIRI => BERONTAK => SOMBONG => TAKUT KEPADA MANUSIA => TIDAK TAAT => RENDAH DIRI dst.

Persoalan yang satu menyebabkan persoalan yang lain.Jika kita tidak menangani luka-luka bathin menurut cara Allah, hal itu akan membuat kita memberontak kepada Allah, yang selanjutnya menghasilkan kesombongan.Kesombongan adalah lebih banyak mempedulikan apa kata orang daripada apa kata Tuhan, yang menghasilkan takut akan manusia.Takut kepada manusia pasti akan mengakibatkan ketidaktaatan.Mungkin saja kita masih berbuat banyak untuk Tuhan, tetapi kita menjalankan suatu agama yang terdiri dari pekerjaan yang mati.

Orang-orang yang PALING TERLUKA yang saya kenal juga adalah orang-orang yang PALING SOMBONG DAN PALING MANDIRI.Luka-luka bathin membuat kita sangat rentan terhadap sindrom yang ganas ini dan tak seorangpun yang kebal terhadapnya.Untuk membantu mengenali sindron saul ini, saya telah melukiskan beberapa gejala yang tampak bekerja dalam kehidupan kita sehari-hari:

Penarikan diri atau pengucilan diri.Sindrom Saul menyebabkan kita memisahkan diri dari orang lain.Penarikan diri dapat merupakan cara untuk menutupi atau membenarkan penolakan kita untuk mengampuni merek yang menyakiti kita atau berkompromi dengan mereka yang tidak sependapat dengan kita.
Sifat ingin memiliki(posesif).Mentalitas pelayananku, kelompokku, pendapatku, pekerjaanku, tempatku di gereja adalah mementingkan diri sendiri dan berasal dari sikap membangkang.Alkitab mengajar bahwa pemberontakan/pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenungitu datangnya dari neraka(I Samuel 15:23).Sikap aku dulu adalah dosa.
Mental kami versus mereka.Ketik kita terperangkap dalam sindrom Saul, kita mulai berpikir dalam istilah kami dan merekamereka yang setuju dengan kami versus mereka yang tidak setuju.Pola pikir ini menandai bukan saja kita tidak sepaham, tetapi juga menghakimi orang lain dan menciptakan perpecahan dalam gereja.
Manipulasi.Orang yang sombong dan terlalu mandiri dapat bersikap manipulatif dengan menolak bekerja sama, menuntut caranya sendiri, mengritik, atau terus menghakimi apa yang dikerjakan oleh orang lain.Kita me-rohani-kan dalih-dalih kita, dan itulah sebabnya mengapa manipulasi kita dapat lebih berbahaya.
Tidak mau diajar.Sindrom Saul menyebabkan kita tertutup bagi orang lain.Kita menolak untuk menerima koreksi dan ajaran dari orang lain.Hati kita menjadi sangat keras.
Sikap suka mengritik dan menghakimi.Kita membenarkan hal ini dengan berbagai cara, tetapi semuanya itu dapt disederhanakan menjadi fitnah dan menghakimi motivasi orang lain.
Tidak sabar.Kita ppikir cara kita lebih baik, dan menolak untuk menunggu orang lain yang tidak setuju atau tidak mengerti.
Curiga/tidak percaya.Sindrom Saul membuahkan kecurigaan.Kita menuduh orang lain tidak mempercayai kita, tetapi seringkali itu hanyalah proyeksi dari ketidakpercayaan kita sendiri, mencerminkan kemandirian kita dan berkaitan lebih banyak dengan kebutuhan kita daripada kebutuhan orang lain.
TIdak setia.Memanfaatkan keraguan, luka hati atau kebutuhn orang lain untuk berpihak kepada kita, dan bukan membangun kesatuan, kasih dan pengampunan serta pendamaian.
Tidak berterima kasih.Kita berfokus kepada apa yang kita pikir seharusnya dilakukan untuk kita daripada seberapa banyak yang sudah dilakukan untuk kita.
Idealisme yang tdiak sehat.Kita memberhalakan suatu cara/metode, standar atau program dan menempatkannya diatas orang, khususnya mereka yang tidak sependapat dgn kita.Hal-hal yang ideal menjadi lebih penting daripada kesatuan atau sikap hati yang benar.
Meskipun sindrom Saul seringkali hanya merupakan suatu gejala dari rasa terluka dan rasa ditolak yang tidak diselesaikan, hal ini tetap egois dan salah, dan harus ditangani dengan tidak tanggung-tanggung.Tidak ada masalah pemberontakan atau rasa rendah diri yang tidak bisa ditangani dengan kerendahan hati dan kehancuran hati yang sungguh-sungguh..

Alkitab menjanjikan bahwa jika kita merendahkan hati, maka Allah akan mengasihani kita(Yak 4:6,7)Kita takut direndahkan, tetapi itu bukan yang dimaksud Allah ketika dikatakan bahwa kita harus merendahkan hati.Kerendadahan hati ialah kerelaan untuk berdiri di pihak Allah menentang dosa kita sendiri.Banyak orang akan lebih menghormati kita, dan bukan sebaliknya, jika kita merendahkan hati dan mengakui kebutuhan kita.Saya percaya Allah senantiasa menghargainya.

Jika Anda terperangkap dalam sindrom Saul ini, Anda tidak akan pernah bebas sebelum Anda menerima tanggung jawab untuk bertobat dari sikap yang salah ini.Tidak ada gunanya menyalahkan orang lain untuk persoalan Anda, atau berdalih untuk dosa Anda, Rendahkanlah hati Anda di hadapan Allah dan orang lain.Berserulah kepadaNya dalam doa yang sungguh-sungguh.

Bertahun-tahun yang lalu saya melihat gejala ini dalam hidups aya sendiri.Saya disakiti oleh rasa tidak aman yang sangat mendalam, namun saya juga amat sombong dan terlalu mandiri.Saya rindu untuk diterima dan diakui tetapi terlalu sombong untuk mengakui kebutuhan saya akan bantuan.Saya dihantui oleh apa pendapat orang lain tentang diri saya, khususnya pemimpin-pemimpin lain.Hanya ketika saya merendahkan hati di hadapan orang lain dan bertobat di hadapan Allah, Dia melepaskan saya dari sindrom Saul ini.Saya membuat perjanjian dengan Allah bahwa saya ingin Dia membereskan hal-hal tersebut dalam hidup saya, lebih daripada saya menginginkan kepemimpinan, perhatian, atau penerimaan dari orang lain.Saya menyebutnya sebagai perjanjian Yusuf.Suatu hari saya berada berdua saja dengan Allah di sebuah hutan di Belanda dan saya berseru kepadaNya.Saya katakana kepada Bapa bahwa berapapun harga yang harus saya bayar, saya ingin supaya Dia mencabut keluar dari hidup saya pemberontakan, kesombongan dan ketakutan saya kepada manusia.

Saya katakana kepada Allah bahwa saya dapat menunggu sepanjang 12 tahun seperti Yusuf di Mesir, tetapi saya tidak mau mengambil jalan pintas untuk membenarkan hidup saya di hadapan-Nya.Itu doa yang sangat mahal, tetapi saya tidak pernah menyesal.Allah mendengar saya pada hari itu dan membuat beberapa perubahan penting dalam hidup saya.

Bebas dari rasa takut kepada manusia.

Kita tidak akan pernah benar-benar bebas untuk mengasihi Allah Bapa jika kita dikuasai oleh takut kepada manusia.Alkitab mengatakan bahwa takut kepada orang mendatangkan jerat, mendatangkan perangkap.Kita menjadi tawanan dari rasa takut, selalu khawatir tentang apa pendapat orang lain, didominasi oleh perbuatan orang lain dan bukan firman Allah.Apakah Anda merasa bahwa Anda selalu menengok ke belakang, berusaha untuk memusingkan apa yang orang-orang katakana tentang Anda?Apakah Anda menentukan tindakan Anda berdasarkan penilaian manusia daripada apa yang berkenan kepada-Nya.Jika iya, Anda terikat oleh takut kepada manusia.

Obat untuk takut kepada manusia ialah takut akan Allah!.Takut akan Allah buknalah suatu ketakutan secara emosional, atau takut akan murka Allah.Alkitab memberi defenisi yang jelas tentang takut akan Allah:

Takut akan Allah ialah membenci dosa.Amsl 8:13 berkata,Takut akan Tuhan ialah membenci kejahatan
Persahabatan dan keakraban dengan Allah sama dengan takut akan Tuhan.Mazmur 97:10 mengatakan, Hai orang-orang yang mengasihi Tuhan, bencilah kejahatan! dan Mazmur 25:14 mengatakan, Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia.
Takut akan Tuhan ialah menghormati-Nya dan takjub kepadaNya.Mazmur 33:8 berkata, biarlah segenap bumi takut kepada Tuhan, biarlah semua penduduk dunia gentar terhadap Dia!
Takut akan Tuhan adalah permulaan hikmat dan pengetahuan.Amsal 1:7 mengatakan, Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan.
Takut akan Tuhan tidak ditunjukkan dengan semacam tampang suci di wajah Anda, juga bukan dengan semacam suara yang bergetar ketika Anda berdoa.Itu tidak dinyatakan melalui gaya Anda berpakaian atau berapa banyak peraturan yang telah Anda taati.

Secara sederhana, takut akan Allah berarti mengasihi-Nya sedemikian rupa sehingga kita membenci apa yang Dia benci.Kebencian seperti ini tidak lahir dari kefanatikan agamawi, atau refleksi dari kebudayaan kita.Takut akan Tuhan datang dari keakraban dengan-Nya, sehingga selaras dengan karakternya, kita mengasihi apa yang Dia kasihi dan membenci apa yang Ia benci.Takut akan Tuhan bukanlah kemarahan yang membabi buta melainkan kemarahan terhadap dosa yang membinasakan.Takut akan Tuhan adalah melihat kekuatan dosa yang kejam, menipu, menindas dan menghancurkan, dan membencinya karena dosa adalah dosa.

Takut akan Tuhan tidak terjadi secara kebetulan.Hal itu tinggal di dalam kita karena kita memilih untuk takut akan Dia(Amsal1:28, 29, 2:1-5), dan mengutamakan-Nya dalam hidup kita.Takut akan Tuhan datang karena kita muak dan jemu dikuasai dan dimanipulasi oleh takut kepada manusia, oleh dominasi ketakutan kita sendiri dan rasa tidak aman.Takut akan Tuhan datang karena kita berseru dan mencari-Nya, mengejar-Nya dan merindukan-Nya dengan sangat.

Sindrom Saul dapat dipatahkan.Anda dapat dibebaskan, tetapi ada harga yang harus dibayar.Jika Anda menginginkan kesembuhan bathin dan mengenal kasih Bapa, anda harus memilih untuk takut akan Dia.Amsal 14:26 mengatakan, Dalam takut akan Tuhan ada ketentraman yang besar.Adalah kerendahan hati dan takut akan Tuhan yang akan membawa kita kepada hati Allah Bapa, dan membimbing kita kepada keutuhan dan harga diri.

Bagaimana Allah memulihkan hati yang luka..

Dalam tulisan yang lain, saya telah menyusun langkah-langkah menuju kesembuhan dari luka-luka emosional dan psikologis.Saya tidak memasukkan langkah-langkah tersebut sebagai resep ajaib atau jimat untuk dilambai-lambaikan ke hadapan wajah Allah.Kebenaran dari tiap-tiap langkah itu harus diterapkan dalam hidup kita ketika kita siap untuk itu dengan bimbingan Roh Kudus(jika Anda tidak tahu bagaimana cara dibimbing Roh Kudus, mintalah kepadaNya untuk menolong Anda.Dia berjanji akan menolong mereka yang meminta kepadaNya.Ambil tiap langkah dan terapkan secara pribadi ke dalam keadaan Anda.

Jika masalah Anda kompleks, Anda mungkin membutuhkan bantuan dari seorang penasihat yang professional atau seorang psikolog.Pada tulisan lain terlampir pedoman untuk memilih penasihat yang professional atau psikolog.Anda mempunyai hak untuk bertanya kepada mereka sebelum mengijinkan mereka menanyai Anda.Jangan sekali-kali membiarkan diri Anda ditolong atau dinasehati seseorang kecuali Anda merasa aman terhadap orang tersebut dan yakin bahwa ia memang terampil dan cakap.

Kita tidak harus hidup dalam luka emosional yang permanent.Karena kasih bapa Surgawi kita kepada kita dan karena Yesus telah menderita untuk kita, kita tidak perlu terus menanggung luka-luka tersebut seumur hidup kita.Kita dapat dipulihkan dan dibebaskan untuk hidup dalam sukacita kasih-Nya.Namun, kita harus bersedia membayar harganya.

Jodoh

Bagikan
Penulis : Yakub B. Susabda, Ph.D

Memilih jodoh yang tepat bagi orang beriman, betul-betul suatu upaya penuh pergumulan. Mengapa tidak, karena hal menurut pimpinan Tuhan dalam hal jodoh, ternyata mempunyai sisi-sisi yang begitu kompleks. Allah adalah Allah yang hidup, dan ternyata tidak menginginkan pergumulan yang sama pada setiap anak-anak-Nya. Kepada yang diberi banyak Ia menuntut banyak (Lukas 12:48b), dengan kata lain, kepada yang diberi sedikit Allah juga menuntut pertanggungjawaban yang sedikit. Sulit dipahami jikalau pada individu-individu tertentu Allah seolah-olah begitu longgar sehingga pernikahan dengan yang “tidak seiman” (yang jelas-jelas tidak sesuai dengan prinsip Alkitab — 2Korintus 6:14) dapat dengan begitu mudah diselesaikan dengan membawa pasangannya kepada Tuhan. Sebaliknya, begitu banyak pasangan-pasangan seiman, bahkan dengan komitmen pelayanan rohani yang tinggi ternyata sepanjang hidupnya berurusan dengan berbagai masalah yang begitu sulit diselesaikan. Apakah mereka salah memilih jodoh? Mungkin juga tidak, tetapi coba perhatikan kasus di bawah ini.

Yuni (bukan nama sebenarnya) lahir dan dibesarkan dalam keluarga Kristen yang semuanya aktif di gereja. Yuni sendiri sudah ikut mengajar Sekolah Minggu sejak ia masih di bangku SMA, dan ia terus- menerus menduduki jabatan dalam kepengurusan di Komisi Pemuda gerejanya. Keluarga orangtua Yuni adalah keluarga yang akrab, saling mengasihi dan saling mendukung. Sejak kecil ia merasakan betapa keterbukaan dan berbagi perasaan adalah pengalaman hidup sehari-hari. Tidak heran jikalau Yuni tumbuh menjadi pribadi yang gampang bergaul dan mempunyai banyak teman.

Aneh, tetapi mungkin memang sudah jodohnya, karena Yuni tertarik dan kemudian menikah dengan Toni (bukan nama sebenarnya) seorang penginjil muda yang brilian yang baru menyelesaikan kuliah S-2. Pacaran mereka berjalan baik-baik saja, karena keduanya memang tak suka ribut. Pada tahun pertama pernikahan mereka, Yuni sudah sering mengeluh tentang Toni yang terlalu pendiam dan lebih suka duduk di depan komputer daripada ngobrol dengan Yuni. Ia melarang Yuni bekerja, karena takut menjadi batu sandungan bagi jemaat. Bahkan, bergaul dengan pemuda-pemudi di gerejanya dirasakan oleh Toni sebagai hal yang kurang pantas. Begitu juga kedekatan dengan ibu-ibu muda yang dianggapnya sebagai “kebiasaan ngerumpi” yang tidak baik. Toni ingin Yuni menjadi seperti ibu pendeta senior yang sehari-hari di rumah atau menemani suaminya dalam berbagai pelayanannya. Akibatnya, Yuni betul-betul tertekan dan tidak tahan. Ia kehilangan sukacita dan seringkali bertanya di dalam hatinya, “Apakah pernikahannya keliru? Apakah Toni sebenarnya bukan jodoh yang disediakan Tuhan baginya?”

Apakah yang dapat Anda lakukan untuk menghadapi teman dengan kasus seperti ini? Nah, beberapa prinsip di bawah ini mungkin dapat melengkapi Anda:

A. Mengenal siapa klien Anda.

Melihat kasus di atas, rasanya Anda dengan mudah dapat mengenal siapa sebenarnya Yuni. Mungkin dapat dikatakan bahwa Yuni lahir dan dibesarkan di tengah keluarga Kristen yang cukup harmonis dan sehat sehingga ia dapat mengembangkan bakat dan kebutuhan sosial yang cukup sehat. Ia melihat dan mendambakan hubungan suami istri sebagai hubungan yang sifatnya pribadi, yaitu hubungan antardua pribadi manusia yang utuh dan saling membutuhkan.

Tidak heran jikalau ia menginginkan kedekatan pribadi dengan Toni, suaminya. Ia mempunyai kebutuhan primer “social- relational” yang dalam istilah Abraham Maslow disebut “love and belongingness”. Ini adalah kebutuhan pribadi dari individu dengan fase kematangan yang cukup tinggi. Yuni mungkin mewarisi kebutuhan ini melalui pengalaman belajarnya sejak kecil. Dalam keluarga orangtuanya, hubungan antarindividu yang akrab, diwarnai dengan canda, pengalaman bersama, dan kebiasaan membagikan perasaan dan pikiran menjadi realita sehari-hari.

[Abraham Maslow`s hierarchial needs merupakan manifestasi fase-fase kematangan pribadi seorang. Individu dengan kematangan pribadi paling rendah mempunyai kebutuhan primer "physical", kemudian lebih tinggi dari itu kebutuhannya adalah "security", lebih tinggi lagi barulah "love and belongingness". Di atas itu kebutuhan individu menjadi "self- esteem". Lebih tinggi lagi dari "self-esteem" adalah kebutuhan "aesthetica", dan paling atas adalah kebutuhan individu yang sangat matang yaitu kebutuhan "selfactualization".]

Lain halnya dengan keluarga dimana Toni dibesarkan. Sayang sekali kita tidak mempunyai informasi cukup tentang itu. Mungkin kita dapat meraba jikalau Toni juga dari keluarga Kristen yang cukup baik dimana tanggung jawab sangat diutamakan. Mungkin dari kecil, ia dituntut untuk memikul tanggung jawab yang besar dengan risiko disiplin yang keras, yang… banyak dikaitkan dengan Tuhan. Suatu bentuk orientasi hidup yang biasanya disertai dengan kurangnya kedekatan-kedekatan antarpribadi dalam keluarga. Alhasil, lahirlah seorang Toni, yang penuh tanggung jawab, tak mau menjadi batu sandungan, karena memang kebutuhan primernya adalah “sukses dalan pelayanan”. Baginya, ngobrol, bertukar pikiran adalah pemborosan waktu. Toni tidak membutuhkan Yuni sebagai satu pribadi yang utuh yang dapat diajak bersekutu. Baginya, fungsi dan peran Yuni itulah yang terpenting.

Jadi, pasangan Toni dan Yuni ini adalah pasangan dari dua individu yang masing-masing mempunyai kebutuhan primer yang berbeda. Toni tak mungkin dapat membahagiakan Yuni, begitu juga sebaliknya, jikalau masing-masing tidak menyadari bahwa pernikahan adalah komitmen hidup bersama dengan tujuan-tujuan (objective pernikahan Kristen) yang hanya bisa tercapai melalui adaptasi. Dalam pernikahan, akomodasi hanya terbentuk melalui kerelaan menanggalkan bagian-bagian dari diri dan mengadopsi hal-hal baru yang selama ini belum dimilikinya. Tentu, Yuni tak perlu belajar untuk mengadopsi kebutuhan “aesthetica” dari Toni yang ternyata keropos tanpa mode “love and belongingness”. Yang diperlukan Yuni adalah kemampuan menyesuaikan diri, yaitu spirit empati penerimaan dan pengertian atas kekurangan Toni. Lain halnya dengan Toni, ia harus belajar untuk membutuhkan dan menerima Yuni sebagai satu individu yang utuh, yang perasaan dan pikirannya patut diresponi secara pribadi.

B. Mengenal area-area pertumbuhan.

Toni dan Yuni bisa ditolong untuk saling mengenal keunikan masing-masing dan bahkan dilatih untuk beradaptasi saling memberi kebutuhan primer masing-masing. Meskipun demikian, kesadaran tersebut tidak dengan sendirinya akan membuahkan pertumbuhan yang positif, kecuali mereka masing-masing mengenal area-area pertumbuhan yang sedang mereka kerjakan. Area-area pertumbuhan ini bisa menjadi pegangan bagi konselor untuk menemukan arah dari pelayanan konselingnya.

PERTAMA adalah area pertumbuhan yang sesuai dengan hukum alam atau hukum kewajaran hidup (laws of nature). Jikalau Toni berani menikahi Yuni, dia seharusnya tahu bahwa dia adalah tulang punggung, “bread winner” (pencari nafkah) yang dapat memberi kebutuhan kebutuhan primer untuk seluruh keluarga, bahkan memberi rasa aman dan bahagia pada Yuni. Begitu juga Yuni, jikalau ia berani menikah dengan Toni, dia harus rela untuk menjadi ibu rumah tangga yang merawat, menghormati dan melayani suaminya. Itulah hukum kewajaran hidup yang semua orang harus patuhi. Penolakan terhadap hukum ini biasanya menjadi pertanda perlunya terapi yang lebih profesional.

KEDUA adalah area pertumbuhan yang sesuai dengan hukum hati nurani (laws of conscience). Untuk menolong mereka, konselor juga harus mempunyai pegangan apakah mereka mematuhi hukum hati nurani atau tidak. Sebagai contoh, Toni, sebagai suami seharusnya mempunyai kesadaran hati nurani bahwa berada di depan komputer tanpa menghiraukan Yuni selama berjam-jam adalah hal yang tidak wajar. Begitu juga Yuni, seharusnya peka bahwa menunggu dan menuntut perubahan dari pihak Toni saja adalah tidak fair.

KETIGA adalah area pertumbuhan yang sesuai dengan tuntutan hukum Allah (God`s laws). Tuntutan ini hanya diberikan untuk orang- orang percaya, karena kepada mereka sajalah Allah memberikan Roh Kudus untuk menolong meresponi secara positif tuntutan yang sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya. Sebagai anak Tuhan, Toni seharusnya sadar bahwa sebagai kepala keluarga kepemimpinannya seharusnya dihargai dan menghasilkan dampak hormat dan kasih dari seisi rumah tangganya (1Timotius 3). Begitu juga Yuni, seharusnya ia sadar bahwa sebagai istri panggilannya adalah menjadi penolong yang sepadan bagi suaminya (Kejadian 2:18).

C. Mengenal keunikan anugerah Allah yang disediakan bagi orang- orang percaya.

Sampai sekarang, banyak konselor Kristen yang masih belum menyadari hak istimewa yang Tuhan sediakan bagi orang-orang percaya. Akibatnya, tanpa disadari arah dan isi pelayanan konseling Kristen seringkali tidak berbeda dari konseling sekuler. Secara khusus dalam kasus Toni dan Yuni di atas, sebagian besar konselor akan memakai “kasih yang alami” sebagai pegangan untuk menyatukan mereka berdua. Toni mencintai Yuni dan begitu juga sebaliknya, dan konselor akan menstimulir kasih tersebut sebagai mo513 untuk membangun hubungan yang harmonis, saling menyesuaikan diri dan saling memberi kebutuhan masing- masing. Itulah kira-kira yang konselor-konselor selalu usahakan.

Apakah konseling dengan prinsip seperti ini akan berhasil? Ya, ada kemungkinan berhasil, khususnya bagi individu-individu yang sehat dan matang jiwanya. Individu yang sehat dan matang jiwanya hanyalah membutuhkan stimulan dan situasi yang baru dimana mereka dapat berinteraksi dengan peran-peran yang baru pula. Dengan kata lain, kalau mereka diingatkan dengan cepat mereka akan membenahi diri dan mampu beradaptasi. Karena masalah yang mereka hadapi hampir selalu hanyalah sistim yang terbentuk di luar kesadaran mereka.

Lain halnya dengan individu yang kurang matang jiwanya. Konseling dengan bermodalkan “kasih yang alami” saja akan sia- sia walaupun klien-klien tersebut merasa saling mencintai dan menginginkan kehidupan pernikahan yang harmonis. Nah, dalam konteks kemungkinan seperti inilah konselor perlu betul-betul menyadari dan menggantungkan diri pada keunikan anugerah Allah yang disediakan bagi orang-orang percaya. Mengapa demikian?

Sebagai orang Kristen kita mengenal empat macam love, yaitu Phileo (kasih antara saudara), Storge (kasih orangtua), Eros (kasih antara laki-laki dan wanita), dan Agaphe (kasih Allah). Semua natural love hanyalah perpaduan dari ketiga macam love yang pertama. Sehingga, apa pun dan bagaimanapun level kematangan love tersebut, tetapi sifatnya manipulatif dan pusatnya pada diri karena spiritnya adalah pemenuhan kebutuhan individu itu sendiri. Kalau individu klien berada pada fase kematangan terendah, misalnya, maka seperti yang dikatakan A. Maslow, kebutuhannya adalah physical. Nah pada level ini, kata “I love you”, tak lain daripada “I love you karena kamu bisa memberikan kebutuhan physical yang saya butuhkan”. Kamu cantik, sexy, atau kaya sehingga kamu bisa memberikan uang yang banyak, rumah yang bagus, mobil yang mewah, dan sebagainya. Lain halnya, dengan individu pada fase ke-2, yaitu fase dengan kebutuhan primer “security”. Kalau ia mengatakan “I love you”, artinya adalah “I love you karena kamu bisa memberikan kebutuhan rasa aman dalam jiwa saya”. Kamu pribadi yang setia, tak suka main perempuan, rajin bekerja, penuh tanggung jawab sehingga menikah dengan kamu jiwa saya aman. Begitulah seterusnya, semua natural love adalah manifestasi kebutuhan pribadi, bagaimanapun level kematangan jiwanya. Individu dengan kematangan jiwa paling tinggi pun rasa cintanya manipulatif. Mungkin ia bisa menjadi pemenang Nobel perdamaian, tetapi jikalau ia mengatakan “I love you” sebenarnya masih manipulatif karena artinya “I love you karena kamu bisa memberikan kebutuhan “selfactualization” padaku”. Kamu rela, bahkan mendukung keinginanku mati untuk prinsip kebenaran yang kuyakini. Sekali lagi arah dari natural love ini pun “centripetal” ke dalam, untuk pemenuhan kebutuhan jiwanya sendiri. Tidak heran jikalau Paulus mengatakan bahwa orang yang rela mati dibakar untuk orang yang dia cintai pun, tanpa kasih agaphe dari Allah dalam Kristus perbuatannya sia- sia, kosong, hanya seperti gong yang berdengung (1Korintus 13).

Memang kehadiran kasih agaphe juga ditandai dengan fenomena “kesabaran, kebaikan, penguasaan diri, dan sebagainya (1Korintus 13),” tetapi semua fenomena itu unik dan tak sama dengan yang muncul dari natural love. Oleh sebab itu, Paulus menyebut itu semua sebagai buah Roh Kudus (Galatia 5:22-23).

Nah, kembali pada kasus Toni dan Yuni, saya doakan supaya sebagai konselor Kristen, Anda dapat mensyukuri keunikan anugerah yang disediakan bagi orang-orang percaya. Toni dan Yuni tak perlu mempertanyakan “apakah pasangan mereka bukan jodoh yang Tuhan sediakan”, karena apa yang sudah diijinkan Allah untuk menyatu sebagai suami istri tak boleh diceraikan baik itu secara emosional maupun faktual (Matius 19). Persoalan mereka akan teratasi jikalau mereka dapat menerima dan meresponi kasih agaphe yang sudah dianugerahkan Allah pada mereka.

Tuhan memberkati setiap anak Tuhan yang rela berjerih payah di dalam kebenaran-Nya.

Ikan Asap Citayam Mengepul Hingga Ritel Moderen
Ade Irawan – detikFinance

Share
191

Jakarta – Jalan hidup seseorang memang tidak pernah ditebak, misalnya seorang pensiunan pegawai negeri sipil dari Pusdiklat Pertamina kini sukses sebagai pengusaha ikan asap.

Adalah Amril Lubis, seorang pengusaha ikan asap yang saat ini produk dagangannya sudah sangat terkenal di kalangan peritel modern. Padahal produksi ikannya ia olah dari sebuah kampung di kawasan Citayam Bogor, Jawa Barat.

Bayangkan saja, dulunya dia hanya berjualan dari mulut ke mulut atau hanya menjajakan dagangangannya di gerai di pameran-pameran yang diikutinya.

“Kalau dibandingkan dengan pedagangan lain yang ngurus surat ini itu waktu mau masuk, saya dulu didatangi ke rumah,” ujarnya kepada detikFinance pekan lalu.

Lubis menceritakan pengalaman pertamanya mengikuti pameran, ia pada waktu itu mewakili Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2003. Setelah itu, Lubis mulai mengikuti berbagai macam pameran, baik pameran makanan minuman atau pun pameran yang berskala nasional tahunan yang diadakan di Pekan Raya Jakarta, Kemayoran.

Kemudian, setelah mendapatkan sertifikat makanan halal dari MUI, Lubis pun semakin gencar mengikuti pameran-pameran. Pada tahun 2005, ketika ikan asapnya mengikuti pameran di UKM yang diadakan oleh Kementerain Koperasi dan UKM di gedung SMESCO, dirinya diundang untuk mengunjungi salah satu pasar ritel modern yang terkenal, Giant, yang berada tidak jauh dari tempat pameran tersebut.

“Waktu pameran UKM di SMESCO, saya tiba-tiba dapet telepon. katanya diminta untuk datang. Datangnya ke mana saya juga bingung. Ternyata Cuma nyebrang gedung SMESCO itu ketemu Giant, saya disuruh ke sana. Akhirnya ketemu dan ngobrol dengan bosnya,” ujarnya.

Dua tahun kemudian, pada tahun 2007, Lubis melanjutkan bisnisnya, ia didatangi oleh seseorang yang mengaku dari PT Carrefour Indonesia. Ia diajak untuk bergabung dan menjual ikan asapnya di pasar ritel Carrefour. Untuk yang kali ini, Lubis menceritakan, Carrefour mengaku mendapatkan informasi dari Pertamina yang dulu pernah ia bekerja.

“Habis saya ke Kuala Lumpur untuk ikut pameran food and beverages. Saya diutus dulu sama Pertamina. Pas saya pulang, orang dari Carrefour datang ke rumah tuh menawarkan, saya mau nggak jualan di sana,” imbuhnya.

Lubis menambahkan, hal yang sama pun didapatnya ketika ikan asapnya akan masuk ke Hypermart. Dirinya didatangi unutk diajak bekerja sama. “Saya nggak tahu mereka dapet dari mana. Mungkin ada yang ngambil kartu nama atau brosur saat pameran. Saya tiba-tiba ditelpon terus datang ke rumah,” ungkapnya.

lebih lanjut ia menceritakan, untuk menjual di Carrefour, ikan asap buatannya sudah mempunyai kemasan khusus yang berbeda apabila dijual di pasar-pasar ritel lainnya. Namun, dari sisi kualitas yang didapat dari ikan asap yang dijual di manapun sama.

“Kalau mau jual di Carrefour harus pakai kemasan sendiri, pakai kemasan plastik terus divakum. Kalau yang lain masih pakai plastik di dalamnya terus dibungkus kardus,” jelasnya.

Lubis memaparkan, nama yang digunakan untuk berjualan di pasar-pasar ritel modern adalah IACHI ikan asap Citayam. Sampai saat ini, dari hasil jualannya ke pasar ritel omset yang diterimanya per bulan mencapai Rp 40 juta.

Lubis memiliki tempat tersendiri untuk memelihara ikan dan membuatnya menjadi ikan asap di Jalan Akar Wangi Raya Rt 01/01 Kampung Sawah, Desa Raga Raya, Citayam, Bogor.

Berikut ini adalah harga ikan asap yang dijual Lubis di pasar ritel modern. Kemasan plastik vakum 195 gram:

Ikan Marlin Rp 16.500
Ikan Layaran Rp 15.000
Ikan Tuna Rp 14.500
Ikan Cakalang Rp 13.500
Ikan patin Rp 13.500
Ikan lele Rp 13.500
Ikan Pati Rp 12,500

Iachi Ikan Asap Citayam

Amril Lubis

Penjualan:

Jl. Wisma Karti (Hankam) No 7 Ragunan Pasar Minggu
Jakarta Selatan 12550

Work Shop:

Jl. Akar Wangi Raya Rt 01/01
Kp. Sawah, Desa Raga jaya Citayam Bogor

Rahman dan Rahim Jakarta dalam Memperkaya Singapura
Islam Times- Minggu, 11/09/2011, Indonesia mengundang sepuluh negara di dunia terkait konferensi internasional restorasi hutan atau penghutanan kembali ekosistem hutan. Dan salah satu negara yang diundang adalah Singapura yang menyisakan hutan alam seluas sekitar 3.043 hektar.

“Konferensi ini akan dihadiri lebih dari 300 peserta dari 10 negara, USA, Philippines, Indonesia, Britain, Australia, Costa Rica, Germany, Nigeria, Sri Lanka, dan Singapore,” kata Kepala Pusat Humas Kementerian Kehutanan Masyhud. Sebagaimana dilaporkan oleh detik news.com.

Mengapa Singapura? Ada banyak persoalan dan pertanyaan mengapa singapura diikutsertakan dalam konferensi internasional restorasi hutan tersebut, mengingat luas negara itu sekitar 710.2 km2 dan hanya 23% daratannya terdiri dari hutan, utamanya di daerah Bukit Timah Nature Reserve. http://www.channelnewsasia.com/stori…041699/1/.html

Sejak kapan Singapura punya hutan kayu yang lebat dan bisa ditebang dan diekspor dan mendatangkan kekayaan yang berlimpah? Sehingga layak dicantumkan dalam konferensi tersebut?

Pejabat kita nampaknya lupa kalau Singapura punya saham dalam hilangnya ratusan jutaan hektar hutan tropis di Sumatera dan Kalimantan. Bukankah yang selama ini membeli kayu dari dua wilayah itu dengan murah meriah dan seringkali secara ilegal — lalu mengolahnya dan menjualnya kembali ke Indonesia dengan harga lebih mahal — adalah perusahaan dari Singapura? Bukankah dari lahan hutan yang gundul itu kini tumbuh juta hektar lahan perkebunan sawit milik taipan-taipan kaya Indonesia Singapura?

Bahkan karena rahman dan rahimnya nyonya dan tuan di Jakarta, Singapura boleh saja berbangga diri. Sebab World Trade Organization merekam jejak jahat mereka. Dalam sebuah laporan bertajuk “World Trade Report 2010: Trade in natural resources”, lembaga dunia itu mengeluarkan data yang intinya menyebutkan Singapura berada di posisi 15 besar negara pengekspor sumber daya alam. Ranking persisnya di posisi 14.

Prestasi besar sekaligus menakjubkan bila mengingat di peringkat 15 itu nama Indonesia — yang notabene wilayahnya jauh lebih luas dan kaya sumber daya alam — sama sekali tak tercantum. Dalam laporan itu, WTO menggolongkan ekspor kayu sebagai salah satu komponen sumber daya alam. http://www.wto.org/english/res_e/boo…report10_e.pdf

Singapura memang patut berterima kasih kepada Jakarta, selain negeri Lee Kuan Yew itu memang toilet uang haram koruptor Indonesia, juga lantaran nyonya-nyonya dan tuan-tuan di Jakarta yang ramah-ramah menjadi tiang penyangga ekonomi mereka, sementara rakyat di Republik ini hidup dalam kurang gizi dan termiskinkan. [Islam Times/K-014/ON]

Kecemasan, Kekhawatiran dan Ketegangan

5
Bagikan
Penulis : Bagus Pramono

MASALAH

Tekanan mental atau kecemasan yang diakibatkan oleh kepedulian yang berlebihan akan masalah yang sedang dihadapi (nyata) ataupun yang dibayangkan mungkin terjadi (bayangan). Kecemasan akan mencengkeram kita bila kita membarkan kedagingan kita, yang adalah musuh Allah. Meyakinkan kita bahwa Allah tidak cukup besar untuk menolong kita dari masalah kita.

PANDANGAN ALKITAB

Yesus memberitahu murid-murid-Nya untuk tidak khawatir hanya akan kebutuhan-kebutuhan pokok mereka, karena Allah, Bapa Sorgawi, mengetahui kebutuhan-kebutuhan mereka dan akan memenuhinya dengan sukacita. Dia hanya ingin agar kita memberi dia tempat yang utama dalam hidup kita (Matius 6:31-33). Kita harus membiarkan Allah mengambil semua kecemasan dan masalah kita; Dia selalu memperhatikan semua yang kita pedulikan (1 Petrus 5:7).

Matius 6:31-33 6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Roma 8:31-32 8:31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? 8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Filipi 4:6-9 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 4:9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

1 Petrus 5:7 5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Ibrani 13:5-6 13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” 13:6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?”

REFERENSI :

Kecemasan tidak akan menghasilkan yang baik, tetapi kepercayaan kepada Allah akan membawa perbaikan :

Yosua 1:9 1:9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

Tuhan akan membebaskanmu dari segala kecemasanmu :

Mazmur 34:3-5 34:3 (34-4) Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! 34:4 (34-5) Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. 34:5 (34-6) Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.

Mengapa cemas? Allah akan menolongmu :

Mazmur 127:1-2 127:1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. 127:2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

Jiwa yang tidak senang berat rasanya dan butuh nasihat :

Amsal 12:25 Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

Merasa cemas tidak membuat lebih baik, tetapi kepercayaan kepada Allah akan membawa perbaikan :

Lukas 12:23-34 HAL KEKUATIRAN 12:23 Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian. 12:24 Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu! 12:25 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya? 12:26 Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain? 12:27 Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. 12:28 Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya! 12:29 Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu. 12:30 Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu. 12:31 Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu. 12:32 Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu. 12:33 Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat. 12:34 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”

Bila tergoda untuk merasa cemas, Allah akan membantu untuk menolaknya :

1 Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Masalahmu bukanlah merupakan akhir dunia, tetapi merupakan permulaan dari berkat Allah :

Yakobus 1:2-5 1:2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 1:3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. 1:4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. 1:5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, –yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit–,maka hal itu akan diberikan kepadanya.

PENYELESAIAN :

Kecemasan adalah dosa yang harus diakui. Kita bisa temukan di 1 Yohanes 1:9. Allah menuntut kita agar kita setuju dengan-Nya bila Dia mengatakan kepada kita bahwa kita tidak perlu cemas dan kecemasan adalah dosa terhadap-Nya. Penyangkalan bahwa kecemasan bukanlah dosa, sama saja artinya kita mebodohi diri kita sendiri dan menganggap Allah seorang pembohong. Bila kita mengakui dosa-dosa kita, Allah akan mengampuni dan membersihkan kita dari semua pelanggaran dalam hidup kita (1 Yoh 1:8-10).

Kecemasan adalah keterbatasan iman yang harus ditingkatkan. Bila kita cemas, kita menghina Allah, karena sama saja dengan mengatakan, “Allah, Engkau tidak cukup besar untuk menangani masalah ini dalam hidupku”. Beberapa kali Yesus berkata, “Hai kamu orang kurang percaya!” Dia pasti merasa terhina dan merasa karena umat Tuhan yang sepertinta sangat mengenal Tuhan, tetap cemas akan masalah-masalah yang bagi Tuhan itu sangat mudah untuk mengatasinya.

Jangan terus berdosa dalam ketidakpercayaan ini. Gantikan kecemasan dengan iman yang bertumbuh. Beginilah caranya: Iman datang dari pendengaran akan Firman Allah. Ketika kita membaca bacaan tentang apa yang telah dilakukan Yesus bagi mereka yang membutuhkan kamu akan merasa lebih mudah mempercayaiNya dalam masalah yang sedang kamu hadapi.

Kecemasan adalah kebiasaan yang harus diubah. Sama seperti kebiasaan buruk lainnya. Kebiasaan buruk haruslah digantikan dengan kebiasaan yang baik.

Ingatlah, definsi kecemasan adalah: tekanan mental, kekuatiran …..” Karena itu agar tebebas dari tekanan mental yang merupakan kebiasaan ini, kamu harus belajar, dengan bantuan Allah, untuk membiasakan memikirkan hal-hal yang baik. Petunjuk-petunjuk untuk itu dapat ditemukan di Filipi 4:8.

DOA :

Bersyukurlah kepada Allah dan mengakui bahwa Dia tidak akan meninggalkan atau membiarkan kita. Allah selalu memperhatikan kebutuhan kita. Buatlah suatu komitmen terhadap Allah untuk membaca Firman-Nya dan berdoa tiap hari dan tetap berpikir tentang hal yang benar dan baik dan adil.

Kecewa kepada Allah

Bagikan
Penulis : Pdt. Dr. Stephen Tong

Dua hari yang lalu dalam suatu kesempatan yang baik, saya bertemu dengan dua orang saudara saya, Pdt. Dr. Caleb Tong dan Pdt. Dr. Joseph Tong. Saya menjemput mereka di bandara dan waktu di bandara seseorang datang kepada saya dan bertanya, Pak Stephen ya? Saya bilang, Ya . Kami berjabat tangan. Anda ikut kebaktian di mana? Saya bertanya padanya dan dia menjawab, Ya, dulu pernah satu dua kali mendengar khotbah Pak Stephen Tong. Kemudian saya ke gereja-gereja yang lain. Sesudah itu keliling sini, keliling sana, tidak menetap. Lalu saya bertanya, Sekarang ke gereja mana? Jawabannya, Tidak ke gereja. Saya bertanya, Sekarang tidak ke gereja? Dia merokok dengan satu tangannya ditaruh di belakang. Asap rokoknya terus mengepul seraya berbicara dan ngomong dengan saya. Saya rasa dia sudah melarikan diri dari Tuhan. Lalu saya bertanya, Mengapa tidak ke gereja? Dia menjawab, Kecewa. Kecewa dengan siapa? tanya saya. Terus terang kecewa kepada Tuhan, setelah mengatakan kalimat itu, dia lalu pergi.

Saya tidak habis-habisnya memikirkan kalimat itu. Berhakkah? Berhakkah manusia yang dicipta kecewa terhadap Sang Penciptanya? Ini yang menjadi pemikiran saya. Who are we? We think we deserve the right to claim we are disappointed by God. Siapakah kita yang berhak mengatakan, Aku dikecewakan oleh Tuhan. Aku kecewa terhadap Tuhan.

Kalimat ini membuat saya memutar pikiran sepanjang satu hari itu. Teologi apakah ini? Teologi ajaran apakah yang mengajar manusia, sehingga berani mengatakan, Allah mengecewakan saya. Kalau Allah mengecewakan seseorang, hanya karena beberapa sebab, yaitu: Pertama, Allah berhutang kepada saya dan Dia lupa bayar, maka saya kecewa. Kedua, Allah menipu saya, akhirnya saya dirugikan, maka saya kecewa. Ketiga, Allah berjanji sesuatu, akhirnya Dia tidak melunaskannya, sehingga saya kecewa. Tiga presuposisi ini, semuanya tidak memiliki dasar Alkitab. Allah tidak pernah berhutang kepada manusia. Teologi yang benar mengatakan, manusia berhutang kemuliaan Allah dan tidak bisa membayar sendiri. Yang seharusnya dikatakan adalah kitalah yang mengecewakan Tuhan, bukan Tuhan yang mengecewakan kita. Allah tidak pernah menjanjikan sesuatu yang Dia sendiri tidak melunaskannya, kecuali janji itu adalah semacam tafsiran manusia dan misleading (penyesatan) dari orang yang salah mengerti Alkitab. Jadi, Allah tidak berhutang kepada saya, Allah tidak sembarang berjanji kepada saya, Allah tidak mungkin menipu saya.

Jika demikian apakah penyebabnya? Penyebab pertama adalah adanya pengkhotbah-pengkhotbah yang memberikan tafsiran yang salah terhadap ayat-ayat Alkitab. Misalnya, yang percaya kepada Tuhan pasti dapat kekayaan, pasti dapat hidup yang subur, makmur di dalam materi. Yang percaya kepada Tuhan pasti tidak ada mara-bahaya, penyakit, kesulitan, dan kemiskinan. Misalnya lagi, jikalau engkau memberikan persembahan, Tuhan akan mengembalikan sepuluh kali lipat ganda. Apakah saudara pernah mendengar khotbah semacam ini? Hal ini terjadi sejak kira-kira 25 tahun yang lalu, selangkah demi selangkah merambat masuk ke dalam mimbar-mimbar gereja yang tidak bertanggung jawab. Tetapi setiap statement yang tidak benar, bisa juga mendapatkan tunjangan dari Kitab Suci. Jadi ada ayat-ayat yang sepertinya mendukung statement itu, karena dimengerti secara fragmentaris, dan bukan secara totalitas. Karena mengambil ayat sebagian-sebagian lalu mengkhotbahkannya, sangat mungkin terjadi misleading bagi orang lain yang mendengarnya.

Kedua, pengertian yang tidak membandingkan antara satu ayat dengan ayat yang lain, mengakibatkan tidak diperolehnya prinsip total Kitab Suci. Mengambil suatu keputusan melalui bagian-bagian, lalu membuat statement. Hal ini sangat membahayakan. Saudara sebagai pengkhotbah, sebagai pemimpin gereja, sebagai pembawa firman, sebagai pemberita kehendak Tuhan, harus menghindarkan diri dari hal-hal semacam itu.

Saya percaya, bukan dia saja, mungkin seluruh Indonesia berani mengatakan, Aku kecewa terhadap Tuhan. Mungkin sudah puluhan juta orang pernah mempunyai ajaran salah yang menuju pada konklusi bahwa Allah menipu dia, Allah tidak melunaskan janji-Nya, Allah berhutang kepada dia sehingga dia berani mengatakan, Saya kecewa kepada Tuhan.

Tahun 1965, kalau saya tidak salah ingat, gunung Agung meletus di Bali. Lavanya mengalir begitu cepat, sehingga banyak orang yang tidak sempat mengungsi, mendadak terkena lava. Pada waktu itu saya berada di Bandung, lalu seorang wartawan datang kepada saya, Pak Stephen, bolehkah saya tunjukkan kira-kira 180 foto yang saya ambil dengan cepat pada waktu orang-orang terkena lava itu? Saya sedang makan ketika wartawan itu datang dan duduk di samping saya. Waktu saya melihat foto-foto tersebut, rasanya saya ingin muntah. Ada orang yang sedang tidur, lavanya datang dan saat itu juga separuh badannya menjadi tulang, dan separuhnya masih daging. Di tengah-tengah sambungan antara daging dan tempat tulang itu, ada satu garis putih yang besar dan bengkak, seperti kulit babi yang digoreng jadi rambak / krupuk. Bagian yang terkena api panas itu langsung melembung. Satu bagian masih daging biasa, bagian yang lain, matang menjadi seperti rambak. Meskipun saya mau muntah tapi saya dikejar oleh kuriositas, jadi satu per satu foto tersebut saya lihat sambil mau mengeluarkan air mata, sambil mau menangis, sambil mau berteriak, tetapi tidak bisa. Namun ada beberapa foto yang menggugah teologi saya, yaitu lava yang sudah dekat kira-kira tiga meter lagi, dan dalam beberapa detik akan terkena lava, tetapi orang tersebut tidak lari, ia sedang berlutut berdoa kepada dewa. Waktu saya lihat, saya berpikir, Wah! Ini begitu beda dengan orang Kristen. Mengapa ada orang Kristen pada hari lancar, dia berani berdosa. Sedikit rugi, langsung mencacimaki Tuhan Allah. Mengapa orang kafir waktu mereka menghadapi kecelakaan, mereka tidak memaki-maki dewa mereka. Mereka minta pertolongan dewa, jangan sampai memusnahkan mereka. Mereka mengaku kesalahan, mengaku dosa. Pemikiran ini terus mempengaruhi saya sampai sekarang, sudah lebih dari 30 tahun.

Pemikiran itu adalah, Why?&Why? & What causes that? What causes it to be like that? Apa salahnya pemberitaan kita? Apa salahnya khotbah kita, sehingga anggota kita selalu merasa dia sepatutnya menerima anugerah Tuhan dan tidak boleh dirugikan apapun oleh Tuhan, kalau tidak, Allah harus dicela, dimaki, dipersalahkan, dan akhirnya dia keluar dari gereja.

Lalu dari situ, pemikiran saya mulai berkembang pada the theology of suffering, the theology of worship, the teology of understanding grace, theology of resistant to the tribulation. Berkembanglah begitu banyak pemikiran saya semenjak melihat 180 foto tersebut. Mengapakah orang-orang Asia dengan sedikit kesulitan, meninggalkan gereja, keluar dari gereja? Mengapa orang Yahudi yang dibantai, dibunuh dengan gas, dihancurkan hidupnya, enam juta setengah jiwa, di dalam holocaust, tetapi mereka tetap menyembah Allah, tetap takut kepada Tuhan dan mereka tidak pernah meninggalkan iman mereka? Jadi, what s wrong? Apa yang salah di dalam pemberitaan kekristenan? Jawaban saya adalah satu kalimat, Kita lebih suka memberitakan Allah itu kasih adanya, mengobral murah kasih Allah daripada berani mengkhotbahkan Allah itu suci dan adil, Dia akan menghakimi dosa seluruh dunia.

Dari konklusi ini, pemikiran saya berkembang lagi, di manakah hamba-hamba Tuhan yang berani menyatakan tahta kemarahan Tuhan, keadilan Tuhan, kesucian Tuhan, untuk mengingatkan bangsa dan zaman ini? Semakin lama semakin sedikit. Tetapi pendeta yang berusaha memberikan injil palsu supaya gerejanya bertumbuh, supaya lebih banyak orang mendengar khotbahnya dengan kalimat, Percayalah Tuhan, semua penyakit akan disembuhkan, semua kesulitan diatasi, semua akan diberikan kepada engkau begitu banyak sekali, bahkan di dalam aliran Pantekosta dan Kharismatik sudah teracun satu pikiran: dengan banyak mujizat yang dilihat, orang akan beriman.

Namun hari ini saya akan menunjukkan dua prinsip. Prinsip pertama, Yohanes Pembaptis tidak pernah melakukan satu mujizat pun, namun banyak orang yang percaya melalui dia. Karena sifat lurus, jujur, berani, dan tidak mau dipengaruhi oleh dosa sehingga dia berkhotbah dengan kuasa luar biasa. Itu catatan Alkitab. Yohanes tidak pernah melakukan satu mujizat pun, teatpi yang percaya karena dia banyak sekali. Kedua, Islam adalah satu agama yang tidak pernah mengembangkan anggota mereka melalui daya tarik mujizat. Tidak pernah hal itu terjadi. Pada zaman filsuf David Hume, one of the greatest scepticist in the history of human philosophy, ia mengatakan bahwa salah satu sebab yang dipakai oleh orang Kristen untuk membuktikan agama Kristen sebagai satu-satunya agama yang sah adalah tidak adanya mujizat pada agama lain, tetapi hanya ada pada agama Kristen dan dimuat di dalam Kitab Suci. Tetapi cara dia melawan kekristenan justru dengan pertanyaan pernahkah mujizat yang dicatat dalam Kitab Suci orang Kristen, terjadi? Itupun belum bisa dibuktikan. Maka memakai bukti bahwa Kristen ada mujizat maka Kristen itu sah, pada hakekatnya tidak pernah mempunyai dukungan bukti. Apakah yang dicatat dalam Kitab Suci sungguh-sungguh pernah terjadi? Jadi dia menjadi scepticist. Itu namanya to destroy from the foundation the seeking of Christian foundation.

Orang Kristen pada zaman itu selalu memakai fondasi-fondasi yang salah yang sebenarnya bukan fondasi untuk membangun iman. Kalau kita membiasakan diri menjadi pemberita, hoki, fat choi, property, kesuksesan sebagai imbalan kalau percaya kepada Tuhan, maka kita akan menciptakan orang-orang yang akhirnya melarikan diri dari kekristenan dengan kalimat, Aku tidak lagi ke gereja karena aku kecewa kepada Tuhan. Saudara seharusnya mempersiapkan diri menjadi hamba Tuhan yang bertanggung jawab dalam pemberitaan firman, sehingga anggotamu selalu menuntut, Saya jangan menipu Tuhan, saya jangan berhutang kepada Tuhan, saya harus menepati apa yang saya janjikan kepada Tuhan. Dan bukan berkata, Tuhan berutang kepada saya, Tuhan menipu saya, apa yang Tuhan janjikan, tidak saya dapatkan, maka saya berhak melawan dan kecewa kepada Dia. Kiranya renungan pendek ini menjadi kekuatan bagi kita untuk menegakkan kembali kebenaran di dalam zaman ini.

-

Kehidupan Kristen Yang Tak Terkalahkan (3)

Bagikan
Oleh: Pdt. Eric Chang

Memahami Sifat Kehidupan Kekristenan

Kecuali anda memahami sifat kehidupan Kekristenan, anda tidak akan dapat bertahan. Paulus bukan hanya tidak mengeluh tentang hal-hal ini, ia bahkan bermegah karena hal-hal itu dan bersukacita di dalam penderitaannya. Ia sungguh hebat. Ia sesungguhnya seorang Superman rohani karena dapat bertahan menanggung semuanya itu. Barangkali anda berkata kepada saya, “Aku mengerti maksud anda. Jangan mengingatkan aku lagi, aku sudah tangkap maksudnya. Untuk menjadi seorang Kristen, kita perlu kemampuan untuk bertahan. Tetapi Rasul Paulus seorang Superman dan aku bukan. Aku tidak dapat bertahan. Jadi biarkan si Superman maju terus dan menanggung semua itu.” Nah, apakah anda ingin menjadi Superman?

Benarkah Paulus Seorang Superman?

Benarkah Paulus seorang Superman? Kita baca di Roma 8:37 bahwa Tuhan selalu menjadikan kita lebih dari pemenang. Itu sepertinya gambaran “mimpi” dari kehidupan Kekristenan – “lebih dari pemenang”. Tetapi bagi banyak di antara kita cukup puas untuk menjadi pemenang, jangankan “lebih dari” pemenang. Kita tidak dapat mengalami apa yang “lebih dari” itu. Kita mempunyai cukup banyak masalah untuk mengalami kemenangan. Dalam dunia tinju, kadang-kadang kita menyaksikan pertandingan dimana kedua petinju saling meninju satu dengan yang lainnya sampai lebam biru dan hitam, sementara para juri mengalami kesulitan untuk memutuskan yang mana menang dengan meraih angka lebih. Namun ada juga pertandingan dimana benar-benar ada pemenang K.O. yang jelas, dimana yang kalah terbaring di atas kanvas. Pemenang K.O. inilah contoh dari “lebih dari pemenang”.

Jadi ketika Paulus berkata “lebih dari pemenang”, ia tidak bermaksud bahwa anda menang dengan nilai angka, tetapi menang tanpa tandingan. Jadi Paulus kelihatannya sedang berbicara tentang suatu Kekristenan Superman, bukan? Tetapi ini bukan pengalaman kebanyakan orang Kristen. Apa yang akan terjadi kalau anda tidak mengalami kekuatan yang berlebihan itu? Anda menjadi jera dan mungkin menderita frustrasi. Justru akan terjadi sesuatu yang sangat berbahaya, yaitu suatu rasa bersalah. Anda mulai bertanya-tanya misalnya, “Apakah aku sudah lahir baru? Aku membaca di Alkitab bahwa kita lebih dari pemenang, tetapi aku tidak. Mengapa?” Apakah ini pengalaman anda?

Kemudian anda pandang ke sekeliling kepada saudara-saudara yang lain. Apakah saya saja yang mengalami kekalahan? Anda segera menemukan bahwa mereka juga tidak lebih baik dari anda. Mereka juga berbabak-belur. Kenyataannya, mereka juga bukan Superman. Kemudian anda melihat di sekeliling, adakah orang-orang Super di sekitar anda? Bagaimana dengan pendeta-pendeta dan pemimpin-pemimpin di gereja anda? Bahkan mereka juga kelihatannya memiliki kelemahan di sana sini. Apakah Superman juga membuat kesalahan? Mungkin mereka sedikit lebih baik, namun yang pasti mereka bukan Superman.

Apakah Kita Sedang Bertempur Dalam Peperangan yang Kalah?

Sekarang anda mempunyai masalah. Anda mulai merasa sangat kecewa. Anda mulai bersikap sinis. Apabila hal ini menjadi lebih buruk, anda mulai merasa putus asa. Anda mulai membuat kesimpulan bahwa kehidupan Kekristenan tidak mungkin dijalani. Ternyata pahlawan-pahlawan yang anda segani, para pemimpin di gereja, tidak begitu sempurna juga. Perasaan putus asa ini mulai mencengkram anda, membuat kehidupan Kekristenan anda merosot menjadi semakin lemah. Anda tidak dapat menang. Tidak ada seorangpun, bahkan tidak pula para pemimpin, dapat menang. Kita sedang berperang dalam peperangan yang kalah.

Apakah jalan keluarnya? Saya melihat begitu banyak orang Kristen yang menjadi semakin negatif. Segala sesuatu yang mereka lihat tampaknya tidak ada harapan. Mereka berada di ujung keruntuhan. Tetapi ketika anda membaca surat Rasul Paulus, apakah ia berpikir seperti demikian? Ia tidak berpikir seperti ini karena ia tidak berpikir seperti anda dan saya. Paulus memang tidak dapat dikalahkan tetapi ia bukan Superman.

Dari Manakah Gagasan Superman Ini Datang?

Saya akan menerangkan apa yang saya maksudkan dengan pernyataan saya yang terakhir. Tetapi pertama-tama kita harus meninjau gagasan tentang “Superman” ini, dan memahami sifat kerohanian yang sejati. Kita harus berusaha untuk mengerti dari mana datangnya kesalahan gagasan tentang “Superman” ini, karena kalau anda memulai dengan pemikiran superman, anda akan mengalami kerugian, dan melakukan kesalahan yang serius.

Gagasan ini datang dari seorang ahli filsafat Jerman yang bernama Friedrich Nietzsche. Orang ini adalah seorang ahli filsafat yang anti-kristen. Meskipun ayahnya seorang pendeta, ia melawan segala sesuatu tentang kekristenan. Bukanlah suatu perkara yang luar biasa untuk orang-orang yang dibesarkan dalam keluarga Kristen kemudiannya berbalik dan melawan kekristenan karena jenis kekristenan yang mereka lihat di rumah. Nietzsche adalah seorang yang sangat pandai tetapi entah mengapa ia memiliki obsesi untuk melawan Tuhan. Dari sekian banyak buku yang ditulisnya, salah satunya berjudul “Anti-Kristus”, di mana ia menyatakan dirinya sebagai Anti-Kristus. Ia berbalik melawan Allah karena Allah disampaikan kepadanya dengan cara yang salah. Tetapi dengan berbaliknya dari Allah, ia tidak ada lagi tujuan hidup. Ia telah kehilangan semua arti hidup. Menolak Injil bearti menolak semua dasar pengharapan. Tidak ada suatu apapun yang kekal, segala sesuatu adalah fana. Nietzsche menjadi gila pada usia 45 tahun dan meninggal 11 tahun kemudian, yaitu tahun 1900.

Menjelang akhir perang dunia kedua, berakhir jugalah impian Nazi akan satu bangsa yang super. Namun demikian, gagasan ini dilanjutkan oleh beberapa seniman kartun. Manusia masih saja ingin mempelajari untuk mempercayai dirinya sendiri. Tetapi siapakah yang dapat kita percayai?

Baru-baru ini saya dengar dari berita mengenai seorang pria di Cina yang menyembah Mao Tse Tung. Ia mengumpulkan segala macam potret Mao Tse Tung: dalam buku-buku kecil, lencana-lencana atau patung-patung. Tujuannya adalah mengumpulkan 25,000 barang-barang seperti itu. Di dalam kamarnya tergantung potret Mao Tse Tung yang sangat besar. Setiap hari ia membakar kemenyan di depan potret Mao itu. Mengapa ia melakukan hal tersebut? Karena Mao Tse Tung merupakan superman baginya.

Karena tidak seorangpun yang sesuai dengan gambaran Superman, seniman-seniman kartun masih dapat membayangkan seorang pria yang cakap dengan rambutnya yang bergelombang, bentuk tubuh V dengan otot-otot yang besar, berpakaian biru yang ketat dengan mengenakan mantel dipunggungnya yang akan menolongnya untuk terbang di udara. Inilah hal-hal yang kita lakukan hanya di dalam mimpi. Pernahkah anda terbang dalam mimpi? Pasti kita pernah terbang dalam mimpi. Jikalau anda tidak dapat menjadi Superman dalam kehidupan sehari-hari, setidak-tidaknya anda dapat menjadi satu dalam mimpi!

Kebohongan Dari Menjadi Superman Rohani

Jadi pemujaan akan pencapaian manusia adalah inti kepada gagasan Superman itu. Karena itu, penerapan gagasan Superman ke dalam kehidupan kekristenan adalah suatu penyimpangan yang besar. Sayangnya, pemikiran semacam ini masih kuat dalam gereja. Kita masih dapat melihat pemikiran tentang pengembangan diri ini dengan maksud untuk mencapai status Superman rohani. Kita telah diindoktrinasi oleh sistem pendidikan masa kini sehingga kita percaya pada gagasan pengembangan diri sendiri yang terus-menerus ini.

Mengapa kita belajar sungguh-sungguh? Pengembangan diri sendiri. Kita belajar supaya kita dapat berkembang dari satu tingkat pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, dari satu derajat ke derajat yang lain. Kita belajar untuk mengembangkan memori kita dan konsentrasi kita. Kita bahkan dapat minum pil untuk mengembangkan “kemampuan otak”. Dengan segala usaha ini, kita mengembangkan diri sendiri. Ketika kita datang ke gereja, tidakkah kita lakukan hal yang sama? Mengapa anda mempelajari Alkitab anda? Anda berkata, “Saya ingin mengetahui kehendak Allah.” Mengetahui kehendak Allah biasanya hanya sebagian kecil dari alasan yang sesungguhnya. Alasan yang sesungguhnya adalah untuk mengembangkan pengertian anda tentang Firman Allah, bukan? Bukankah hebat apabila seseorang mengajukan pertanyaan dalam pelajaran Alkitab, anda membuka Kitab Suci pasal ini dan itu kepada mereka dan anda mampu mencelikkan mata mereka. Mereka semua memandang kepada anda, mengagumi pengertian anda yang begitu dalam tentang Kitab Suci. Tentu saja, anda tidak akan berkata bahwa anda melakukannya untuk mengesankan orang lain. Anda akan berkata bahwa anda ingin mengetahui kehendak Allah. Tetapi jikalau anda sudah mengetahui kehendak Allah dengan begitu baik, mengapa anda tidak dapat hidup berkemenangan?

Bagaimana dengan doa? Tentu saja itu sangat rohani. Tetapi berdoa bisa saja tidak begitu rohani. Kita dapat berdoa dengan cara seperti “meditasi transendental”. Kita memusatkan pikiran kita dan mengembangkan akal budi kita. Hal ini dapat menolong kita untuk memfokuskan kemampuan mental kita. Adalah sehat bagi pikiran dan jiwa kita untuk meluangkan 10 menit waktu untuk memusatkan seluruh perhatian dengan tenang. Kita terjual kepada gagasan pengembangan diri. Jika anda memiliki alasan-alasan yang tersembunyi untuk menggembangkan diri sendiri ketika mempelajari Alkitab dan berdoa, anda telah kehilangan intinya dan anda tidak akan mengalami kemajuan rohani dalam kehidupan kekristenan anda.

Apakah Program Pelatihan Pemuridan Mendorong Kita Menjadi Superman? Anda boleh berkata, bagaimana tentang pelatihan pemuridan? Tentu saja dengan segala tingkat pelatihan pemuridan yang berbeda, anda dapat bertumbuh secara rohani dan dapat hidup dalam kehidupan kekristenan yang berkemenangan. Jikalau anda sudah menyelesaikan tingkat dasar dan anda masih bergumul untuk hidup berkemenangan, sebagai jalan keluarnya anda akan melanjutkan ke tingkat selanjutnya. Program ini sungguh akan mendorong anda untuk menjadi Superman. Kerohanian yang sejati sekarang tidak begitu jauh dari jangkauan kita. Apakah semua pelatihan seperti ini sungguh berhasil? Apakah anda mendapati anda hidup dalam kemenangan? Pernahkah anda mengalami setelah mengikuti beberapa pelatihan, dengan tiba-tiba anda memiliki beberapa sifat Superman dalam hidup anda? Pada kenyataannya, meskipun anda mulai menyadari bahwa anda baru setengah jalan untuk menjadi Superman, namun anda harus rendah diri tentang itu. Tetapi begitu anda mencapai setengah jalan untuk menjadi Superman, tidak begitu mudah lagi untuk merendahkan diri. Tetapi anda masih ingin mencoba. Jadi kita ada banyak orang di gereja yang mencoba untuk mengerti bagaimana menjadi lebih rendah hati. Semua kekuatannya dikeluarkan di dalam pergumulan untuk merendahkan diri.

Namun anda tetap frustrasi. Barangkali Anda berkata: “Setelah menyelesaikan semua sesi dalam pelatihan-pelatihan pemuridan ini, kapan saya benar-benar akan hidup berkemenangan? Jikalau jalan satu-satunya untuk mencapai kesuksesan adalah dengan melanjutkan pelatihan ke tingkat selanjutnya, saya tidak tahu apakah saya akan berhasil sampai ke sana. Kehidupan Kekristenan seperti ini sangatlah sukar”. Izinkan saya menyatakan hal ini kepada anda. Jikalau kita mengikuti semua pelatihan pemuridan dengan maksud untuk mengalami kemajuan rohani, dalam pengertian untuk menjadi Superman, anda telah salah besar. Bahkan lebih buruk lagi, sesi-sesi dalam pelatihan itu akan menjadi berbahaya bagi anda. Pelatihan-pelatihan itu sebenarnya sangat berbahaya apabila anda mengikutinya dengan motif yang salah. Saya sangat menguatirkan hal ini. Pelatihan sangat berharga, akan tetapi setiap sesuatu yang berharga dapat disalahgunakan. Di sinilah bahayanya.

Inti Dari Kerohanian

Jadi kalau begitu, bagaimana kita harus melanjutkan? Seperti yang telah kita simpulkan, kita harus mengerti inti dari apa yang Paulus katakan kepada kita. Kecuali kita mengerti hal itu, kita tidak akan pernah dapat hidup berkemenangan. Anda harus pikirkan dengan saksama 2 Korintus 12:10, “Ketika aku lemah, maka aku kuat”. Paulus tidak pernah mengklaim dirinya sebagai Superman. Pada kenyataannya, ia tidak pernah menjadi Superman. Lebih menakjubkan lagi, ia selanjutkan berkata di 2 Korintus 13:4, “Sesungguhnya Ia disalibkan karena kelemahan-Nya” untuk menunjukkan bahwa bahkan Kristuspun bukan Superman. Cara yang berbeda untuk menyusun ayat ini ialah “Yesus telah disalibkan sebagai seorang lemah”. Di Perjanjian Baru, Yesus tidak pernah tampil sebagai Superman. Sepanjang Injil Yohanes, Yesus tidak pernah melakukan apapun dengan kekuatan-Nya sendiri. Tatkala anda tidak berfungsi dengan kekuatan sendiri, itu berarti bahwa anda sendiri bukan apa-apa dan hanya Allahlah segalanya dalam hidup anda.

Kecuali anda mengerti hal ini, anda tidak mengerti apa-apa tentang kehidupan kekristenan. Jangan bayangkan bahwa satu hari kelak anda dapat mencapai tingkat dimana anda dapat berfungsi dengan kekuatan Superman. Karena apabila anda mencapai tingkat itu, anda tidak membutuhkan Allah lagi. Tetapi selama anda masih bergantung sepenuhnya kepada Allah, itu berarti anda selalu lemah.

Kehidupan Kristen Yang Tak Terkalahkan (1)

Bagikan
Oleh: Pdt. Eric Chang

Bagian keempat dan terakhir dari satu seri khotbah yang terpusat pada 2 Korintus 12:9

Kekristenan Yang Bagaimana?

Kita sedang hidup dalam suatu masa dimana banyaknya pengajar-pengajar yang mengatakan bahwa Tuhan sedang memberkati anda apabila tidak ada kesukaran-kesukaran, apabila semuanya berjalan dengan lancar. Tetapi Paulus berbicara tentang kesukaran-kesukaran, penderitaan-penderitaan dan semua jenis kehinaan yang menimpa dirinya sebagai sesuatu yang dapat membuat ia bersukacita dan bangga. Kekristenan semacam ini dapat disebut sebagai kekristenan yang tak dapat dikalahkan, tidak mudah untuk menyerah. Kekristenan semacam ini sangat sulit ditemukan pada zaman ini.

Jenis khotbah-khotbah yang kita dengar hari-hari ini di Amerika Utara dan berbagai tempat lainnya adalah apabila anda mengalami penderitaan-penderitaan dan kesukaran-kesukaran, itu bukanlah dari Tuhan. Apabila anda miskin, itu bukanlah kehendak Allah. Apabila anda menderita sakit penyakit, itu juga bukanlah kehendak Allah. Semua penyakit harus disembuhkan. Setiap kemiskinan harus disingkirkan. Apabila anda miskin, itu karena anda tidak memiliki iman. Kalau anda memiliki iman anda dapat meminta sebuah mobil Cadillac, atau Mercedes. Kalau anda tidak mendapatkan Cadillac, berarti anda tidak memiliki iman. Kekristenan semacam inilah yang sedang dikabarkan di seluruh dunia.

Dengan kekristenan semacam ini, anda heran apakah anda membaca Alkitab yang sama dengan yang dibaca oleh rasul Paulus. Kalau saja dia mendengarkan semuanya ini, ia akan heran kalau-kalau tidak ada seorangpun yang dapat mengerti tentang apa yang ia sudah tuliskan. Apakah Anda Sedang Menjalani Kehidupan Kekristenan Yang Berkemenangan? Hari ini, saya ingin membahas sesuatu yang amat penting – yaitu, intisari dan sifat kehidupan Kekristenan. Apakah kehidupan Kekristenan yang berkemenangan itu? Apakah anda hidup di dalamnya? Apakah rahasia kekuatan rohani? Apakah anda memiliki kekuatan rohani dalam hidup anda? Apakah kerohanian yang sejati itu? Kalau saya meminta anda untuk mendefinisikannya, tahukah anda apa itu kerohanian? Pertanyan-pertanyan ini sangat penting. Tanpa kuasa rohani, kita tidak dapat menjalankan kehidupan kekristenan.

Kehidupan Kristen Yang Tak Terkalahkan (2)

Bagikan
Oleh: Pdt. Eric Chang

Ketika Aku lemah Maka Aku Kuat

Saya ingin menarik perhatian anda pada 2 Korintus 12:10, “Ketika aku lemah, maka aku kuat”. Perhatikan setiap kata. Sudah jelas ada dua bagian dalam kalimat ini. Bagian terakhir dalam kalimat ini adalah: “Aku kuat”. Apakah anda kuat? Apakah anda merasa anda kuat? Sepanjang minggu ini, apakah anda memiliki kekuatan untuk mengatasi semua masalah yang anda hadapi? Kalau kita melihat pada kalimat ini, kita cenderung ingin menekankan bagian keduanya, bukan? “Aku kuat” – inilah bagian yang menarik bagi kita.

Anda dapat memikirkan pasal-pasal yang sejajar yang Rasul Paulus gunakan, seperti Filipi 4:13, “Aku dapat melakukan segala sesuatu di dalam Kristus.” Ah, inilah kehidupan Kekristenan yang indah “Aku dapat melakukan segala perkara”. Paulus memiliki kemampuan untuk bertahan dalam setiap kesukaran. Anda dapat melemparkan segala sesuatu kepadanya dan ia tetap kuat. Ia seorang Kristen semacam itu. Bagaimana dengan anda dan saya? Kita ditimpa masalah sedikit saja dan kita jatuh. Sayangnya hidup ini penuh dengan masalah. Sebagai akibatnya, kita menemukan diri kita sendiri sering kali jatuh. Kapan kita dapat bangkit? Barang kali ketika kita ke gereja. Jadi selama 6 hari kita jatuh, dan pada hari ke-7, kita mengumpulkan sedikit kekuatan untuk bangkit. Tetapi dengan kondisi yang demikian, kita akan mengalami defisit yang tak terbatas. Saya takut kalau pada waktu yang akan datang apabila saya datang untuk berkhotbah lagi, saya tidak akan melihat anda lagi, karena defisit itu telah mengakibatkan kebangkrutan rohani.

Hal-hal Apakah Yang Dibanggakan Oleh Rasul Paulus?

Tetapi kemampuan Paulus untuk bertahan sangat mengagumkan. Bacalah saja daftar yang panjang di 2 Korintus 11:22-30. Apakah anda melihat hal-hal yang Paulus lihat sebagai sesuatu yang layak dibanggakan? Inilah sungguh-sungguh seorang yang hebat benar. Silakan anda melihat daftar tersebut. Yang mana satu dapat ditanggung anda? Ia mengalami karam kapal tiga kali, dan terkatung-katung di tengah-tengah laut Mediterranian yang dingin. Maukah anda mencobanya? Mungkin Paulus itu seorang perenang yang baik, sehingga ketika kapal mulai tenggelam, itu tidak menjadi masalah. Tetapi kalau anda tidak tahu bagaimana untuk berenang, barangkali Tuhan tidak akan menguji anda dengan cara ini?

Jika anda seorang missionari yang melayani Tuhan, sepenuh waktu bekerja sebagai pemberita Injil, tentu saja anda akan berpikir bahwa Tuhan akan meratakan jalan-Nya bagi anda. Tetapi apa yang Ia lakukan? Ia mengizinkan kapal anda tenggelam. Anda boleh saja protes: “Tetapi Tuhan, maafkan aku, itu bukan caranya memperlakukan hamba-Mu. Yang penting bukan aku bisa berenang atau tidak, tetapi menggantung-gantungkan hamba-Mu di tengah air laut seperti ini pasti bukan caranya untuk memperlakukan hamba-Mu! Tuhan, kalau Engkau melakukan hal ini sekali saja kepadaku, aku masih dapat memaafkan-Mu. Tetapi tiga kali!? Ini tidak dapat diterima. Pada waktu pertama kali aku sudah punya cukup banyak masalah, tetapi tiga kali, aku tidak sanggup menerimanya. Bukan saja karena Alkitabku basah dan hancur, tetapi semua catatan khotbahku hilang dan aku tidak dapat mengingat apa yang akan kukhotbahkan.”

Saya ragu-ragu apakah iman kekristenan anda cukup kuat untuk mengatasi hal ini. Saya percaya iman anda tidak sanggup untuk mengatasinya, jika kekristenan anda adalah semacam ini, bahwa Tuhan tidak akan pernah mengizinkan satu perkara buruk pun terjadi kepada anda. “Inilah aku hamba-Mu, siap untuk diutus dan memberitakan Firman-Mu. Tentu saja Tuhan akan meratakan jalan-Nya bagiku, benarkah?” Dan apa yang terjadi? Lif mogok, dan anda menderita malu ketika anda coba membetulinya, dan anda tidak berhasil. Jadi anda lari ke lantai bawah dan mendapati anda telah ketinggalan bis. Sudah pasti ini bukanlah caranya memperlakukan seorang hamba Tuhan.

Anda mengalami beberapa masalah lalu anda berkata, “Tuhan, mengapa Engkau memperlakukan aku seperti ini?” Itulah sebabnya saya berkata anda perlu mengerti intisari dari Kekristenan. Anda mungkin saja sudah dibesarkan dalam Kekristenan yang semacam ini, yaitu selama anda berjalan dalam kehendak-Nya, maka semuanya akan menjadi lancar. Ia boleh saja tidak meratakan jalan anda dengan bunga-bunga mawar, tetapi paling tidak bukan dengan begitu banyaknya duri.

Ketika Paulus menuliskan hal-hal itu di 2 Korintus 11, apakah tujuannya? Apakah ia menulis untuk menggerutu melawan Tuhan? Ia menuliskan hal-hal ini untuk membuktikan kepada jemaat Korintus bahwa ia adalah seorang hamba Tuhan yang sejati (ayat 23). Inilah yang menjadi penghubung antara bagian pertama dan bagian kedua dari 2 Korintus 11. Paulus mengatakan: “Apakah mereka hamba-hamba Tuhan? Aku lebih lagi. Apakah buktinya? Kapalku karam.” Bukankah ini hal yang menakjubkan? Kapal mereka tidak tenggelam dan dengan demikian mereka bukan hamba Tuhan yang sejati. Inikah pemikirannya? Apakah saya lagi membuat lelucon? Anda bacalah dan temukanlah, kalau anda dapat menemukan penghubung yang lain.

Saya baru saja membaca sebuah buku dalam dua minggu terakhir, dan kemarin saya sampai pada bagian akhir dari buku tersebut. Ketika saya membuka halaman berikutnya, saya sulit sekali mempercayai mata saya. Judul dari bagian itu justru bertepatan dengan apa yang saya khotbahkan hari ini, yaitu bukti-bukti kwalifikasi yang menunjukkan bahwa Paulus layak menjadi seorang rasul. Ia merujuk kepada nas yang sama yang saya tuliskan dalam buku catatan saya lebih dari 5 minggu yang lalu. Bukankah ini sesuatu yang luar biasa? Penulisnya membahas hal yang sama persis dengan yang saya bicarakan sekarang.

Bukti-bukti Kerasulan

Paulus menyebut kesukaran-kesukaran, pukulan-pukulan dan lemparan-lemparan batu sebagai bukti yang sungguh-sungguh menunjukkan kerasulannya. Ini sangat mengagumkan. Dalam perikop itu, ia tidak menunjuk kepada penglihatannya ketika dalam perjalanan ke Damsyik. Dalam suratnya kepada jemaat Korintus, ia mengklaim dirinya sebagai rasul yang sejati, bertentangan dengan mereka yang mengklaim diri sebagai rasul-rasul sejati, dengan argumen bahwa mereka seharusnya tahu bahwa ialah seorang rasul yang sejati justru karena lemparan-lemparan batu, pukulan-pukulan dan peristiwa kapal karam yang harus ia alami demi Injil.

Ketika Paulus keluar untuk berkhotbah, ia tidak mengharapkan Tuhan untuk melembutkan hati orang banyak supaya mereka tidak akan melemparinya dengan batu atau memukulnya. Kadang-kadang, saya keheranan mendengar banyak orang berkata, atau saya membaca dalam majalah-majalah, bahwa bukti dari kebaikan Allah adalah kalau mereka pergi ke sana dan hati orang-orang di situ sudah dipersiapkan. Mereka menerima sambutan yang baik sekali. Bahkan meskipun pada awalnya ada sedikit permusuhan, hati orang-orang yang mendengar telah diubahkan begitu mereka sampai di sana. Penerimaan dari para pendengar tentu saja kadang-kadang merupakan bukti dari pekerjaan Tuhan dalam hati manusia. Tetapi sudahkah kita mengerti kenyataan bahwa pertentangan yang hebat terhadap suatu khotbah sering kali merupakan bukti yang pasti bahwa Roh Kudus sedang bekerja dengan penuh kuasa di dalam hati para pendengar untuk menyatakan dosa mereka dan perlunya untuk berpaling kepada Tuhan supaya diselamatkan (misalnya dalam Kisah Rasul 7)?

Rasul Paulus yang malang ini dilempari batu sementara di waktu yang lain ditinggalkan untuk mati. Ia dirajam batu dengan hebat sekali sehingga berlumuran darah seluruh tubuhnya. Ia dipukul sampai pingsan dalam suatu timbunan tanah sehingga mereka menyangka ia sudah mati. Jika anda melihat wajah rasul ini, anda akan melihat banyak sekali bekas-bekas luka di seluruh wajahnya. Dan bekas-bekas luka ini, disebut Paulus sebagai “tanda-tanda kematian Yesus di dalam tubuhnya” (2 Korintus 4:10). Tidak, Paulus tidak selalu diterima dengan sambutan yang hangat.

Dan berapa kali dia dipukuli? Setiap kali Paulus dipukul, ia dipukul dengan memakai cambuk, 39 pukulan di punggungnya. Setiap kali cambuk itu mengenai tubuhnya, itu akan mengambil keluar sedikit dari kulitnya. Ketika cambuk itu mengenai tubuhnya terdapat 4 atau 5 sayatan pada waktu yang sama. Ia diberikan 40 pukulan kurang 1 sebagai tindakan belas kasihan menurut ketentuan hukum Yahudi. Dapatkah anda tahan menderita satu pukulan seperti itu, apalagi lima? Bagaimana keadaan punggung rasul Paulus? Inikah penyambutan yang baik? Tetapi anda mungkin berpikir bahwa tentu saja kalau Roh Kudus bekerja melalui Paulus, kuasa dari perkataannya akan menginsafkan para pendengarnya dan mereka akan jatuh tersungkur di atas tanah dan bertobat. Nah, ketika Stefanus di Kisah Para Rasul 7 berkhotbah dengan penuh kuasa, ia dirajam batu sampai mati. Mengapa Tuhan tidak melindungi hamba-Nya yang berharga ini, tetapi sebaliknya membiarkannya untuk dirajam dengan batu sampai mati?

Beranikah anda pergi dan memberitakan Injil? Jangan berpikir bahwa Tuhan akan meratakan jalanmu. Pada umumnya, Ia tidak akan melakukan itu. Mungkin kadang-kadang, tetapi jarang sekali Ia akan meluruskan jalanmu, sebagaimana yang anda lihat dalam Alkitab.


Kehidupan Kristen Yang Tak Terkalahkan (4)

Bagikan
Oleh: Pdt. Eric Chang

Dapatkah anda melihat bahaya dari gagasan Superman ini? Anda harus mengerti dengan jelas. Jangan bayangkan bahwa anda dapat mencapai tingkat dimana anda memiliki kekuatan yang begitu besar sehingga anda dapat berfungsi sendiri secara rohani. Jangan pernah berpikir bahwa kehidupan kekristenan anda itu umpama baterai yang dapat dicas dengan pelatihan-pelatihan, pelajaran Alkitab dan doa. Anda diisi ke tingkat yang tertentu, supaya setelah waktu doa dan pelajaran Alkitab, anda dapat keluar dan berlari untuk waktu yang lama dengan cas dari baterai itu. Kemudian anda kembali kepada Allah untuk dicas ulang hanya apabila anda merasa bahwa cas itu mulai berkurang. Ini sama sekali tidak benar. Kita harus hidup dalam kelemahan saat demi saat, dan senantiasa menarik kekuatan dari-Nya.

Kekristenan Yang Berbeda – Bermegah Dalam Kelemahan

Apa yang Paulus maksudkan ialah: “Ketika aku lemah, ketika itu jugalah aku menjadi kuat”. Itu berarti untuk menjadi kuat kapanpun, anda harus menjadi lemah. Hal ini sangat penting untuk anda mengerti. Kedua bagian dari kalimat ini tidak akan pernah dapat dipisahkan. Saat anda merasa lemah, itulah saatnya untuk bersyukur pada Tuhan. Inilah yang dimegahkan oleh Paulus.

Apakah anda merasakan kesakitan dalam tubuh anda seperti saya?

Paulus berbicara tentang duri di dalam dagingnya. Cobalah menusukkan duri ke dalam tubuhmu dan rasakan seperti apa rasanya. Itu gambaran kesakitan yang dasyat di dalam daging. Banyak sarjana berusaha untuk memahami artinya. Tidak seorangpun dapat menyatakan dengan pasti. Jika anda selalu mengeluh kepada Tuhan mengapa anda mengalami rasa sakit di tubuh, anda belum memahami rahasia kehidupan Kristen. Justru dalam kelemahan itulah kuasa Allah akan dinyatakan di dalam diri anda. Justru di ayat inilah, Paulus membanggakan hal yang satu ini: kesakitannya. Ini kekristenan yang sama sekali berbeda.

Bilamana anda mengalami kekurangan, itu merupakan kesempatan Allah untuk memperlihatkan kuasa-Nya kepada anda, dan melalui anda kepada orang lain. Anda semua tahu ceritera tentang Joni, seorang wanita atlit yang sangat menarik. Tulang lehernya patah, mengakibatkan lumpuh dari leher ke bawah. Ia seorang wanita yang masih muda dan seluruh hidupnya harus dihabiskan di atas kursi roda. Mengapa Allah mengizinkan hal seperti ini terjadi? Namun melalui kehidupannya, tak terhitung banyaknya orang telah diberkati. Mengapa? Justru karena kuasa Tuhan dinyatakan di dalam kelemahannya.

Bagaimana Kita Menghadapi Masalah-masalah Kita?

Namun saat anda merasa kurang sehat, anda merasa kurang senang. Saya sering kali merasakan sakit punggung yang melemahkan. Perhatikan kata “melemahkan”. Setiap penyakit dan rasa sakit melemahkan kita. Untuk menjadikan Paulus lebih kuat, Allah harus pertama-tama melemahkannya dulu dengan menusukkan duri ke dalam dagingnya. Mengertikah anda prinsip ini? Barangkali kita belum mencapai tahap di mana Allah dapat menusukkan duri ke dalam daging kita. Kita mengalami kesulitan mengatasi masalah-masalah kecil yang kita hadapi setiap hari. Kualitas Kekristenan kita dapat dilihat dari cara kita menghadapi masalah-masalah kita.

Ingatkah anda tentang “The Queen of the Dark Chambers” (Ratu Kamar Gelap), bagaimana matanya begitu peka terhadap sinar cahaya sehingga ia harus hidup di dalam kegelapan? Betapa tragisnya! Ia harus hidup di dalam kegelapan siang dan malam. Ia secara harfiah hidup di dalam kegelapan. Sekali lagi melalui kelemahannya kuasa Allah dinyatakan dan jutaan orang diberkati melalui kehidupannya.

Kelemahan Kita – Kesempatan Allah

Kelemahan anda merupakan kesempatan Allah untuk menunjukkan betapa dahsyat kuasa-Nya di dalam hidup anda. Inilah kemuliaan Kekristenan. Bukan karena anda tidak ada masalah tetapi justru di dalam setiap masalah, ada kekuatan untuk mengatasinya, bahkan patah tulang leher ataupun kelumpuhan. Di mana lagi kuasa Allah akan dinyatakan di dalam kehidupan kita? Apakah kemuliaan Allah dinyatakan melalui saya karena saya mengendarai sebuah Mercedes? Saya tidak perlu menjadi orang Kristen untuk mengendarai Mercedes. Tetapi saya perlu menjadi orang Kristen untuk memuliakan Tuhan, untuk mengizinkan kuasa-Nya dinyatakan melalui saya dengan duri di dalam daging. Saya tidak membutuhkan kuasa Allah untuk hidup di dalam sebuah rumah yang bagus dan besar. Tetapi saya membutuhkan kuasa Allah ketika demi Injil, saya tidak ada tempat tinggal sama sekali.

Betapa Bahagianya Menjadi Lemah

Di awal pengalaman kekristenan saya, saya melihat kuasa Allah dinyatakan melalui saudara Yang. Ia memiliki rahasia rasul Paulus dalam kehidupan kekristenannya. Ia menerima kemiskinan karena memberitakan Injil. Itu merupakan sesuatu yang ia banggakan dan megahkan. Seperti yang telah saya bagikan sebelumnya, kami hidup bersama selama beberapa bulan. Menurut anda, apa yang paling banyak saya pelajari darinya? Bukan bagaimana cara membaca Alkitab, atau bagaimana dapat berdoa berjam-jam. Tetapi dari cara ia mengatasi masalah-masalah dan kesukaran-kesukarannya, saya belajar apa itu kemuliaan Allah.

Kami berdua tidak mempunyai uang. Kadang-kadang, hanya ada satu ikan kecil untuk kami berdua. Tidak ada uang bahkan untuk membeli sayur. Kami punya uang cukup hanya untuk membeli beras. Saya masih ingat ucapan syukur dan pujiannya kepada Tuhan untuk ikan yang kecil itu. Ia selalu dikejar-kejar polisi. Ini terjadi di Shanghai. Sukacitanya di dalam Tuhan saat menghadapi setiap masalah yang membuat saya melihat kemuliaan Allah. Mengertikah anda rahasia ini?
Paulus berkata bahwa “Aku disalibkan dengan Kristus” (Galatia 2:19). Bukan “Aku telah disalibkan” (I was), tetapi “Aku disalibkan”(I am). Disalibkan berarti dianggap sebagai penjahat. Itu juga berarti penderitaan dan kematian. Penyaliban merupakan lambang dari kelemahan yang total. Inilah yang dipandang Paulus sebagai pusat kehidupannya. Justru di situlah ia menikmati persekutuan dengan Kristus. Apakah anda mempunyai pengalaman semacam ini dengan Kristus?

Di Ucapan Bahagia (Matius 5:3-12), kita dapat melihat bahwa setiap ucapan bahagia itu ada hubungannya dengan kelemahan. “Berbahagialah orang yang miskin”: orang miskin itu lemah. “Berbahagialah orang yang lemah lembut”: orang yang lemah lembut adalah orang lemah. “Berbahagialah orang yang dianiaya”: mereka dianiaya karena mereka tidak ada pertahanan. Demikianlah caranya Tuhan membuka pengajaran-Nya. Ia ingin menegaskan kepada kita bahwa seluruh rahasia kehidupan Kekristenan ialah bahwa Allah itu Allah bagi yang lemah. Kuasa-Nya dinyatakan hanya melalui kelemahan.

Daud disebut sebagai seorang yang berkenan di hati Allah (Kis 13:22). Apakah karena ia Superman? Justru sebaliknya. Ia seorang yang sangat menghargai kenyataan bahwa Allah mengasihi dan hidup di antara orang yang miskin, yang rendah hati, dan yang lemah, dan ia menulis, “Tuhan itu dekat dengan orang yang patah hati, dan menyelamatkan mereka yang remuk jiwanya.” (Mazmur 34:18) Sebenarnya ucapan bahagia yang satu ini, “Berbahagialah orang yang lemah lembut”, adalah berdasarkan perkataan Daud di Mazmur 37:11, “Orang-orang yang lemah lembut akan mewarisi negeri (atau bumi)”.

Anda Merasa Cukup Puas, Sehingga Anda Tidak Mengalami Tuhan
Saya telah mengalami keajaiban Tuhan di dalam hidup saya. Anda dapat melihatnya di dalam kesaksian saya. Saya telah banyak kali mengalami pernyataan kuasa Allah di dalam hidup saya. Tetapi yang mengkuatirkan saya adalah saya jarang mendengar orang lain membagikan pengalaman yang serupa. Saya bertanya-tanya mengapa anda tidak mengalami keajaiban pekerjaan Allah. Apakah karena saya Superman dan anda bukan? Bukan, saya bukan Superman. Saya bukan apa-apa. Justru karena itu, Allah dapat bekerja dalam hidup saya. Karena di dalam kelemahan dan kekurangan saya, Allah menyatakan Diri-Nya kepada saya.

Masalahnya ialah anda jauh lebih “super” dari saya. Anda tidak mengalami kekurangan yang saya alami dan itulah sebabnya anda tidak mengalami Tuhan. Itulah sebabnya saya menyesal untuk anda. Anda terlalu mewah. Saya tidak berkata bahwa anda kaya, tetapi anda berkecukupan, jadi anda tidak perlu mengalami persediaan Tuhan.
Pernah terjadi di Shanghai saya tidak mempunyai apa-apa untuk dimakan. Allah melakukan suatu yang ajaib untuk saya. Ia tidak akan membiarkan saya dalam kelaparan. Jika Ia

Apakah anda ingin mengalami kehidupan kekristenan yang tidak terkalahkan seperti yang Paulus alami? Apakah anda ingin memiliki kuasa rohani seperti yang dialaminya di dalam kehidupan kekristenan anda? Apakah Allah kita nyata bagi anda?
Berbahagialah orang yang miskin dan yang lemah karena Allah akan menyatakan diri-Nya kepada mereka. Siapkah anda menjadi miskin dan lemah supaya anda dapat mengalami kehidupan yang tak terkalahkan seperti Paulus?

Keintiman Yang Membuahkan Kuasa

Bagikan
Oleh: Sunanto

Belum lama ini dunia kekristenan sedikit digoncangkan oleh terbitnya dua buku yang dianggap menyesatkan yaitu buku The Da Vinci Code dan The Gospel of Judas. Herannya saya sama sekali tidak tertarik untuk membaca dua buku laris yang menimbulkan kontroversi ini. Bagi saya mau terbit seratus buku seperti diatas tetap tidak akan menggoyahkan iman kekristenan saya.

Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa kita tidak perlu mempelajari /membahas buku-buku seperti ini tetapi kita seharusnya tidak perlu membuang energi begitu banyak untuk membahas atau memperdebatkannya bila mayoritas orang kristen memiliki pengalaman iman yang sejati bersama dengan Kristus. Orang-orang kristen yang benar-benar mengalami Kristus bukan saja tidak akan mudah terpengaruh dengan pengajaran sesat bahkan mereka tidak akan takut sekalipun harus kehilangan nyawa demi Kristus. Jemaat dalam gereja mula-mula menjadi bukti bahwa iman yang sejati tidak akan goyah sekalipun nyawa menjadi taruhannya. Itulah sebabnya walaupun gereja mula-mula tidak memiliki sarana dan sumber daya seperti kita yang miliki (bahkan mereka tidak memiliki Alkitab yang dicetak) saat ini tetapi mereka dipakai oleh Allah untuk mengubah dunia.

Dalam bukunya ‘Sepuluh Pemikiran Besar Dari Sejarah Gereja’ (terbitan momentum), Mark Shaw menulis tujuan utama manusia adalah memuliakan Allah dengan menikmati Dia selamanya. Sebelum bertobat saya adalah pecandu rokok dan pornografi tetapi ketika saya mengalami perjumpaan dengan Kristus maka saya dengan sendirinya tidak tertarik lagi dengan rokok dan pornografi. Sebelum bertobat saya sangat menikmati rokok dan pornografi tetapi ketika mengalami pertobatan dalam usia 18 tahun dan menerima kasih sejati dari Allah, semua kesenangan dunia itu menjadi tidak ada artinya.

Memang selagi dalam proses pertumbuhan kadangkala mengalami kejatuhan tetapi saya memutuskan untuk bangkit setiap kali tersandung sampai akhirnya mengalami kemenangan. Seorang anak kecil yang sedang belajar jalan sangat wajar bila ia jatuh sebab kejatuhan/kegagalan merupakan bagian dalam proses pembelajaran. Setelah selama 14 tahun berjalan bersama Yesus, semakin hari saya semakin mencintaiNya. Dia lebih berharga dari emas dan lebih indah dari permata, tidak ada satu halpun di dunia ini yang dapat dibandingkan dengan Yesus.

Janganlah berfokus kepada dosa tetapi fokuskan diri pada keintiman dengan Allah dan belajarlah menikmati Allah maka dengan mudah kuasa dosa dapat dipatahkan. Kita harus memiliki sasaran untuk mencapai sebuah tingkat rohani dimana Tuhan menjadi kerinduan dan kesukaan kita yang terbesar. Kita harus menjadi orang-orang yang dipimpin dan hidup oleh Roh sehingga kemanapun kita pergi maka kita akan membawa pengaruh yang positif. Gereja mula-mula berhasil menjungkirbalikkan dunia sebab hidup mereka dipenuhi oleh Roh Kudus.

Jonathan Edwards, salah satu tokoh kebangunan rohani meyakini bahwa bukit nyata dari sebuah kebangunan rohani adalah adanya sebuah gelombang kasih dan pelayanan bagi dunia. Orang-orang kristen yang telah disentuh oleh api kebangunan sejati akan memiliki hati yang berkobar-kobar bagi Allah. Ketika kita telah mengalami indahnya jamahan kasih Allah maka dengan sendirinya kita akan rindu membagikan pengalaman tersebut kepada orang lain.

Keintiman dengan Allah akan menghasilkan orang-orang kristen yang memiliki kuasa Roh untuk mengubah dunia. Menurut Rick Joyner, keintiman dengan Allah merupakan salah satu hal yang paling cepat menular di muka bumi ini. Doa saya semoga anda tertular dan kemudian menularkannya pada orang lain !

-

Kelemahlembutan dan Kelegaan

Bagikan
Penulis: Tozer, A.W.

Berbahagialah orang yang lemah lembut karena mereka akan memiliki bumi (Matius 5:5).

Di dalam dunia manusia, kita tidak mendapati sesuatu pun yang mendekati kebajikan-kebajikan yang dibicarakan oleh Yesus dalam kata-kata pembukaan Khotbah di Bukit yang terkenal itu. Sebagai pengganti ‘miskin di hadapan Allah’, kita justru mendapati kesombongan yang tinggi; bukan orang yang berduka cita, tetapi para pemburu kesenangan; bukannya kelemahlembutan, malah arogansi; bukan orang yang lapar akan kebenaran, kita malah mendengar orang-orang berkata, “Aku kaya raya dengan harta yang bertambah dan tidak membutuhkan apa-apa lagi”; sebagai ganti belas kasihan, kita mendapati kekejaman; bukannya kesucian hati, melainkan imaginasi-imaginasi yang jahat; bukannya pembawa damai, kita justru mendapati manusia yang bertikai dan saling membenci; bukan bersukacita ketika dizalimi, mereka segera membalas dengan semua senjata yang mereka miliki.

Berdasarkan moralitas seperti inilah masyarakat kita terbentuk. Situasi yang ada penuh dengan hal-hal tersebut; kita bernafas, makan dan minum bersama hal tersebut. Kebudayaan dan pendidikan juga memperkuat situasi ini dan tidak berbuat apapun untuk merubahnya. Ada banyak literatur dibuat untuk mendukung ivie bahwa hidup dalam nilai-nilai di atas adalah kehidupan yang normal. Tak heran bila iblis memanfaatkan hal ini untuk membuat perjuangan hidup kita semua lebih sulit. Semua rasa sakit hati dan kepedihan bersumber langsung dari dosa-dosa kita. Kebanggaan, egoisme, dendam, keserakahan adalah sumber-sumber penyakit moral yang mempengaruhi kedagingan manusia.

Dalam dunia seperti ini rasanya suara yang digemakan Yesus seperti berasal dari dunia yang lain : dunia yang baik dan aneh. Adalah baik bahwa Dia bicara karena tak ada seorangpun dapat melakukan hal tersebut dan adalah baik bagi kita untuk mendengarkanNYA. Kata-kataNya adalah inti dari kebenaran. Dia tidak mengemukakan pendapat, Yesus tak pernah beropini. Dia tak pernah menduga-duga, Dia sudah tahu sebelumnya dan Dia selalu tahu. Kata-kataNYA tak seperti Salomo yang mengumpulkan kebijakan yang ada atau hasil dari pengamatan tajam terhadap kehidupan. Dia bicara dari kepenuhanNYA sebagai anak Allah dan kata-katanya adalah kebenaran itu sendiri. Hanya Dia yang dapat mengatakan ‘diberkatilah’ dengan penuh otoritas karena Dia sendirilah Yang Diberkati itu sendiri. Dia datang dari atas untuk menurunkan berkat bagi umat manusia. Dan kata-katanya diikuti oleh perbuatan yang jauh lebih besar dari yang pernah dilakukan oleh siapapun di muka bumi ini. Ini adalah kebajikan untuk kita dengarkan.

Sebagaimana kebiasaan Yesus, Dia memakai kata ‘lemah lembut’ dalam kalimat yang singkat dan padat dan barulah kemudian menjelaskannya. Dalam kitab Matius jugalah Dia mengatakan pada kita hal-hal lebih lanjut tentang kelemah lembutan dan mengaplikasikan itu dalam kehidupan kita. “Marilah kepadaKU semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKU, karena AKU lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” Di sini kita melihat 2 hal kontras yaitu beban dan istirahat. Beban yang dimaksud disini bukanlah beban pribadi – walaupun aneh kedengarannya bagi orang yang pertama kali mendengarnya – tetapi adalah beban yang dipikul seluruh umat wanusia. Di dalamnya tidak termasuk tekanan akibat kemiskinan atau kerja lembur. Tetapi lebih dalam lagi dari itu, beban ini dirasakan baik oleh si kaya maupun si miskin, karena harta ataupun bersantai tidak dapat membebaskan kita dari beban ini.

Beban yang dipikul umat manusia amatlah berat dan bersifat menghancurkan. Kata yang digunakan Yesus memiliki arti,” beban yang dipikul atau kerja yang dilakukan hingga titik nadir kelelahan”. Secara sederhana, kelegaan adalah dibebaskan dari beban tersebut. Ini bukanlah apa yang secara aktif kita lakukan tetapi apa yang kita alami ketika kita berhenti melakukan sesuatu. Kelemahlembutan-Nya, itulah kelegaan. Mari kita amati beban kita. Secara keseluruhan beban tersebut adalah sesuatu yang berhubungan dengan manusia batiniah. Hal tersebut menyerang hati dan pikiran lalu merambah tubuh kita dari dalam. Pertama adalah beban kesombongan. Jerih lelah demi cinta diri semiiri sebenarnya amat membebani. Pikirkan baik-baik, bukankah kebanyakan kesedihan anda berasal dari ucapan seseorang yang menganggap remeh anda? Selama anda menempatkan diri anda sehagai tuhan kecil, yang kepadanya anda harus setia maka akan ada selalu orang-orang yang kesenangannya adalah melawan ‘berhala anda’ tersebut. Jika demikian, bagaimana anda dapat berharap untuk menemukan kedamaian dalam diri? Hati anda yang berusaha keras melindungi diri anda dari apapun yang mengganggu kehormatan anda mulai dari dari opini buruk teman maupun lawan sampai hal-hal kecil lainnya, tidak akan pernah membiarkan pikiran anda untuk beristirahat. Teruskan perang ini bertahun-tahun dan akhirnya beban ini menjadi tak tertahankan. Namun anak-anak manusia terus menerus membawa beban ini, menantang setiap perkataan yang diucapkan untuk menentang mereka, menciut di bawah kritikan, tertekan di bawah tindakan peremehan, dan gelisah tidak bisa tidur jika ada orang lain yang Iebih unggul daripada mereka.

Sungguh beban seperti ini tidaklah perlu dipikul. Yesus memanggil kita pada kelegaan-Nya dan kelemahlembutan adalah metode-Nya. Orang yang lembah lembut tak pernah peduli siapa yang lebih hebat darinya, karena sudah semenjak jauh sebelumnya dia menyadari bahwa penghargaan yang diberikan dunia tidaklah layak untuk dikejar. la mengembangkan bagi dirinya sendiri sense of humor yang menyenangkan dan belajar untuk berkata “Oh, jadi kamu telah diremehkan? Mereka pilih orang lain ketimbang kamu? Mereka bergunjing bahwa kemampuan kamu rendah? Dan sekarang kamu terluka karena dunia mengatakan hat-hal tentang kamu yang sebenarnya adalah pendapat kamu tentang dirimu sendiri? Baru kemarin kamu mengatakan kepada Tuhanmu bahwa kamu adalah ‘nothing’, hanyalah debu. Di mana konsistensimu? Ayo, rendahkanlah dirimu dan berhentilah memikirkan pada apa yang dipikirkan manusia.”

Orang yang lemah lembut bukanlah si pengecut yang terperangkap oleh rasa rendah dirinya. Namun, dalam kehidupan moralnya ia mungkin seberani singa dan sekuat Simson. Bedanya dia telah berhenti membodohi dirinya sendiri. Dia telah menerima cara pandang Tuhan terhadap hidupnya. Dia tahu bahwa dia lemah dan tak berdaya seperti yang dikatakan Tuhan padanya, tetapi juga pada saat bersamaan dia tahu bahwa dalam pandangan Tuhan dia adalah seorang yang berharga, bahkan lebih penting daripada para malaikat. Di dalam dirinya sendiri, ia bukan apa-apa; di dalam Allah, ia segalanya. Inilah semboyan hidupnya. Dia tahu benar bahwa dunia tidak akan memancingnya sebagaimana Tuhan memandangnya dan dia berhenti kuatir tentang pandangan dunia. Dia dengan santai dan puas membiarkan Tuhan menempatkan nilai-nilai dirinya. Dia akan dengan sabar menantikan hari dimana segalanya akan mendapat label harganya masing-masing dan hal-hal yang memang sejatinya berharga akan tampak. Dan orang-orang benar akan bersinar dalam kerajaan Bapa. Dia bersedia menunggu hari itu.

Sementara masa penantian, dia akan mendapatkan tempat istirahat bagi jiwanya. Ketika dia berjalan dalam kelemahlembutan, dia dengan senang hati akan membiarkan Tuhan membelanya. Keinginan lama untuk membela dirinya sendiri hilang. Dia telah menemukan kedamaian dalam kelemahlembutan.

Dia juga akan mendapatkan kelepasan dari beban kepura-puraan. Yang saya maksudkan bukanlah kemunafikan, tapi naluri wajar manusia untuk menampilkan yang terbaik di depan mata dan menyembunyikan kemiskinan jiwa kita. Karena dosa telah memainkan banyak trik jahat atas kita, dan salah satunya adalah merasuki kita dengan rasa malu yang salah. Jarang sekali ada pria atau wanita yang benar-benar berani menjadi dirinya sendiri tanpa berusaha mengendalikan impresi yang ingin mereka timbulkan pada orang lain. Rasa takut yang timbul kalau-kalau orang lain mengetahui siapa diri mereka sebenarnya menggerogoti diri mereka seperti binatang pengerat. Manusia berbudaya selalu dihantui ketakutan bahwa suatu saat ada orang lain yang lebih berbudaya daripada dirinya. Manusia terpelajar takut bertemu dengan mereka yang lebih terpelajar. Manusia kaya berkeringat dingin, takut kalau-kalau pakaiannya, mobilnya atau rumahnya suatu hari kelak terlihat murahan dibanding si kaya lain. Apa yang disebut ‘masyarakat’ sesungguhnva digerakkan oleh motivasi ini dan kelas masyarakat miskin malah mungkin sedikit lebih baik.

Janganlah menertawakan hal ini. Beban-beban ini sungguh nyata dan sedikit demi sedikit membunuh korban-korban dari cara hidup yang jahat dan tidak alami ini. llmu jiwa tercipta bertahun-tahun melalui hal-hal ini, menjadikan kelemahlembutan yang sejati tidak nyata seperti mimpi dan bintang yang jauh di langit. Kepada semua korban penyakit yang menggerogoti ini, Yesus berkata “Kamu harus menjadi seperti anak kecil” (Matius 18:3). Karena anak-anak kecil tidak pernah membandingkan; mereka mendapat kesenangan dari apa yang mereka dapat tanpa mengaitkannya dengan orang lain atau hal lain. Hanya setelah menjadi semakin dewasa, dosa mulai berkuasa dalam hati dan muncullah iri hati dan dengki. Lalu mereka tidak bisa lagi menikmati apa yang mereka miliki jika orang lain memiliki sesuatu yang lebih besar atau lebih baik. Pada usia yang sangat muda, beban yang menyakitkan itu mulai masuk ke dalam jiwa mereka yang Iembut dan tidak pernah meninggalkan mereka sampai Yesus membebaskan mereka.

Sumber beban yang lain adalah kepalsuan. Saya yakin kebanyakan orang hidup dalam ketakutan tersembunyi kalau-kalau suatu hari mereka cerobah dan secara kebetulan teman atau musuh mereka akan mengintip jiwa mereka yang miskin dan kosong. Jadi mereka tak pernah tenang. Orang-orang yang pintar selalu tegang dan waspada dalam ketakutan mereka bahwa sewaktu-waktu mereka terjebak untuk mengatakan sesuatu yang ‘biasa-biasa saja’ atau yang bodoh. Orang yang banyak bepergian khawatir jika suatu hari mereka bertemu dengan beberapa Marco Polo yang mampu menceritakan beberapa tempat terpencil yang tak pernah mereka kunjungi.

Situasi yang tidak wajar ini adalah bagian dari warisan dosa kita yang menyedihkan, tapi dalam masa ini diperburuk oleh keseluruhan cara hidup kita. Iklan misalnya, sangat menggantungkan diri pada kebiasaan manusia untuk berlagak. Banyak kursus-kursus yang ditawarkan dalam berbagai bidang pengetahuan manusia sesungguhnya menarik keinginan korban untuk tampil istimewa dalam sebuah pesta. Buku-buku dijual, pakaian-pakaian dan kosmetika terus menerus dijajakan dengan mengambil untung di atas keinginan untuk tampil berbeda dari diri kita yang sebenarnya. Kepalsuan adalah satu kutukan yang akan sirna ketika kita berlutut di kaki Yesus dan menyerahkan diri pada kelemahlembutan-Nya. Maka kita tidak akan memikirkan lagi tentang apa yang orang lain pikirkan tentang kita selama Tuhan berkenan kepada kita. Hakekat sebenarnya dari diri kita menjadi jauh lebih penting dan penampilan kita tidak menduduki skala kepentingan yang lebih rendah. Selain dosa tak ada hal yang membuat kita malu. Hanya keinginan jahat untuk menjadi istimewalah yang membuat kita menampilkan sesuatu yang berbeda Hari keadaan kita yang sesungguhnya.

Pusat dunia ini sedang dihancurkan di bawah beban kesombongan dan kepura-puraan ini. Tidak akan ada kelepasan dari beban ini jika kita terpisah dari kelemahlembutan Kristus. Baik, argumentasi yang baik kelihatannya sedikit membantu, tapi nyatanya sifat buruk ini begitu kuat sehingga jika kita menekannya di suatu tempat, sifat tersebut akan muncul di tempat lain. Kepada semua pria dan wanita di mana pun, Yesus berkata, “Datanglah padaKu dan Aku akan memberi kelegaan.” Kelegaan yang ditawarkan adalah kelegaan kelemahlembutan-Nya, kelegaan yang datang dari kemampuan untuk menerima diri kita sendiri apa adanya dan berhenti berpura-pura. Akan dibutuhkan keberanian pada awalnya tetapi akhirnya anugrah yang dibutuhkan akan datang bersamaan dengan proses pembelajaran kita, proses membagi kuk yang baru dan mudah bersama dengan Anak Allah yang kuat. Dia menyebutnya “kuk-Ku” dan Dia akan berjalan di sisi sana sementara kita berjalan di sisi yang lain.

Tuhan, jadikan aku seperti seorang anak kecil. Bebaskan aku dari desakan untuk bersaing dengan orang lain untuk mendapatkan kedudukan atau gengsi atau posisi. Aku akan menjadi sederhana dan bersahaja seperti seorang anak kecil. Bebaskan aku dari sikap berlagak dan berpura-pura. Ampunilah aku karena aku hanya memikirkan diriku. Tolonglah aku melupakan diriku dan menemukan damai sejahteraku yang sejati dalam memandang-Mu. Aku merendahkan diriku di hadapan-Mu supaya Engkau menjawab doa ini. Letakkan di atasku kuk-Mu yang mudah, yaitu melupakan diri sendiri, sehingga melaluinya aku mendapat kelegaan. Amin.

Kerja Terus, Terus Kerja

Bagikan
Penulis : Saumiman Saud

Kerja terus dan terus kerja, kapan berhentinya? Suatu pertanyaan yang selalu terngiang ditelinga kita bukan? Ada orang bilang ia harus kerja sampai tua kalau tidak sia-sia hidupnya, sebaliknya ada yang bilang kalau kerja terus sampai tua juga sia-sia, kapan santainya?. Ada lagi orang yang bekerja pagi, siang, sore dan malam, dan istirahatnya kalau sudah jatuh sakit, dan ada yang lebih ekstrem lagi biarlah kerja terus dan terus kerja sampai mati, yang penting banyak uang masuk, jadi uang dicari terus, namun tidak pernah memakainya.

Kita juga sering mendengar orang mengatakan bahwa “Waktu adalah uang”, namun Jack Collins dalam bukunya Work Smarter Not Harder tidak setuju dengan prinsip ini. Menurut beliau, pada kenyataannya justru “Kerja adalah sama dengan uang”, bila anda berpendapat bahwa waktu adalah uang cobalah berhenti bekerja, dan periksalah berapa banyak uang yang datang dengan sendirinya. Dengan kata lain “kerja” itu sangat penting, sehingga tidak heran ada orang yang sampai setengah mati kerja hanya untuk sesuap nasi, itu tidak salah, ketimbang ia tidak mau kerja tetapi tetap perlu sesuap nasi.

Di dalam dunia yang penuh persaingan bisnis ini, masing-masing orang diperhadapkan dengan berbagai perlombaan, untuk menciptakan prestasi dan prestise yang paling tinggi. Semua orang ingin sukses, semua orang ingin berhasil, tidak ada yang bercita-cita untuk gagal, dan bukan hanya itu bila perlu apabila saya berhasil maka engkau yang harus gagal, sebab engkau akan menjadi saingan bila engkau juga berhasil. Zaman sekarang ini, kalau orang bekerja selama dua belas sampai lima belas jam sehari bukan merupakan barang aneh lagi. Sebaliknya hal ini malah telah menjadi seperti suatu “keharusan”. Bahkan sisa pekerjaan dari kantor di bawa pulang ke rumah sebagai bahan lembur.

Istilah “Cukup” dan “Puas” seakan-akan tidak berlaku lagi. Jadi yang muncul dalam benak masing-masing orang yakni bersaing, bersaing, dan bersaing terus. Jika kita tidak mau kerjakan pekerjaan ini orang lain mau. Jika kita tidak terima pekerjaan itu, orang lain menerima. Jika kita minta harga yang lebih mahal, orang lain berani memberikan harga yang lebih murah! Jika kita berani terima pekerjaan itu dengan untung yang minimal, orang lain berani menerimanya dengan tidak untung sesenpun atau rugi, yang penting pekerjaan itu harus menjadi miliknya. Inilah hal-hal umum yang sedang terjadi di kalangan dunia bisnis. Mereka menganggap bahwa tujuan utama bekerja adalah mencari uang dan kekayaan, namun lain dengan konsep Alkitab, Allah mengajar kita bekerja untuk Allah.

Bekerja bagi Allah merupakan suatu kegiatan kita untuk memenuhi Amanat dan tujuan hidup Sorgawi. Bekerja merupakan suatu pelayanan sekaligus merupakan ibadah. Tuhan Yesus mengatakan “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah-lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan (Mat 11:28-30)”. “Kelegaan” yang dilukiskan oleh Tuhan Yesus di sini adalah kelegaan atau ketenangan roh kita, suatu kelegaan atau kepercayaan kepada janji-janji dan persediaan Allah untuk berbagai kebutuhan kita yang paling dalam, paling pribadi, dan paling didambakan . Ini berarti bahwa waktu bersenang dan bersantai, kebebasan dari bekerja; sesungguhnya dimulai di pekerjaan. Semua ini akan terjadi tatkala kita berhenti mengandalkan pekerjaan kita dan mulai mempercayakan Tuhan Yesus untuk menyediakan berbagai kebutuhan kita.

Sebuah kisah yang benar-benar terjadi, pada suatu hari di penghujung tahun 1969, di dalam sebuah perpustakaan penelitian dari Universitas California di Berkeley, seorang pemuda tiba-tiba mengamuk. Ia masuk perpustakaan sambil berteriak histeris kepada rekan-rekan mahasiswa yang terheran-heran, “:STOP!,STOP! Anda sudah mulai mendahului saya!” Pemuda ini kemudian ditangkap, tetapi kejahatan apakah sebenarnya yang telah dilakukannya? Tidak ada. Ia hanya stress!! “Orang lain sudah mulai mendahului saya” katanya.

Sementara anda mulai bekerja, orang lain berolah-raga, mereka telah mendahului anda. Sementara orang lain dipromosikan naik pangkat, mereka telah mendahului anda. Sementara orang lain membaca buku yang anda belum baca, orang itu telah mendahului anda. Sementara tetangga baru membeli mobil mewah, orang itu telah mendahului anda.

Sementara banyak sementara yang orang lain telah mendahului anda.

Jadi tidak pernah ada rasa puas dan ini cenderung menjadikan pekerjaan kita sebagai berhala. Kita begitu diikat, seakan-akan kalau tanggal merah saya tutup toko, orang lain sudah mendahului anda. Berapa banyak orang yang terjebak dalam kasus ini? Apalagi kalau hari minggu tutup toko, langganan semuanya bisa lari, lalu anda tetap membuka toko sehingga tidak ada waktu datang ke gereja. Kita sering mendengar ada orang dengan bangga bercerita kepada temannya, bahwa sudah bertahun-tahun ia tidak pernah mengambil cuti. Atau mereka begitu sibuk sehingga waktu untuk istirahat sehari sajapun tidak ada. Lalu teman-temannya mulai mumuji dia, wah hebat; ini dia yang paling giat. Sementara yang lain menasihati dia, kerja tidak usah dipaksa, ia merasa ini suatu kebanggaan. Sebab ia bisa bekerja “mati-matian”.

Saya bersyukur sebagai hamba Tuhan di gereja sudah disediakan waktu sebulan untuk cuti, dan tahun ini setiap hamba Tuhan di gereja diharuskan mengambil cuti tersebut. Namun sayang, bagi saya cuti itu berarti menghabiskan dana, mungkin suatu saat gereja juga memikirkan kompensi cuti buat hamba Tuhannya. Saya mengajak kita mengubah konsep bahwa cuti jangan diartikan dengan malas bekerja. Tetapi istirahat untuk memperbaharui semangat.

Memang, dalam waktu yang singkat sumber utama identitas orang Kristen adalah dilihat dari pekerjaannya. Biasanya sesudah kita berkenalan dengan seseorang dengan menyebut nama, kita biasanya menjelaskan apa pekerjaan kita. Baru-baru ini saya sempat berkenalan dengan tetangga yang ada di seberang rumah (kebetulan masih kampung), lalu saya tanya “Mas, apa kerja anda? dengan malu dan suara yang agak kecil hampir tidak kedengaran oleh telinga ia menjawab “Cleaning service di sebuah klinik”. Ia agak sungkan menyebut pekerjaannya, coba bandingkan dengan orang yang mempunyai jabatan yang tinggi misalnya direktur atau pimpinan perusahaan, biasanya dengan bangga dan suara yang agak keras ia menyebutkan pekerjaannya.

Selain itu ada semboyan yang berbunyi “Kita belum melayani Tuhan benar-benar bila kita tidak berjuang mati-matian.” Dengan letih tetapi bangga kita cenderung untuk berjuang habis-habisan daripada diam berkarat. Padahal menurut saya kedua-duanya sama tak masuk akal. Kerja bagi orang percaya identik dengan pelayanan. Masalahnya adalah bagaimana konsep kita terhadap pekerjaan itu? Apa tujuan utama kita bekerja? Menjadi kayakah atau ada yang lain?

Saya pikir orang kristen harus mempunyai konsep yang benar dahulu tentang pekerjaan itu, bukan sekadar untuk mencari kekayaan. Berbahaya sekali apabila kita mempunyai konsep yang keliru ini, kita boleh menghalalkan segala pekerjaan, yang penting kaya. Namun kalau tujuannya merupakan pelayanan itu lain soal, itu berarti segala pekerjaan yang kita lakukan haruslah yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Menurut Markus 6:30-34, Yesus dengan sengaja mencari kelegaan sesudah letih melayani orang lain. Ia juga menganjurkan kepada murid-murid-Nya melakukan hal yang sama. Kehidupan Yesus sungguh seimbang, Ia melaksanakan semua tugas yang dipercayakan Allah Bapa kepada-Nya dengan sempurna. Bila begini cara Yesus hidup, maka dengan sendirinya kita perlu teladani. Seandainya hari ini anda sudah terlanjur membentuk kebiasaan bekerja yang kelewat batas tanpa istirahat, maka mungkin akan “sangat sulit” bagi anda untuk merubahnya. Tetapi, ingatlah bahwa “sangat sulit” bukan berarti tidak bisa atau mustahil!! Tetapi “sangat sulit” itu berarti bisa berubah, asalkan kita mau mencobanya.

Ada dua cara untuk memanfaatkan waktu yang senggang tatkala kita sudah berlelah kerja selama ini :
Berhentilah menjejali pikiran dengan seluk-beluk kehidupan yang tiada habis-habisnya ini, soalnya memang tidak pernah habis.
Juruselamat kita Yesus Kristus dengan tegas mengatakan bahwa kita tidak dapat melayani Allah dan manusia pada saat yang sama. Tetapi betapa kerasnya kita berusaha untuk mengatasi ini! Perkataan Tuhan Yesus di dalam Matius 6 dapat kita simpulkan menjadi : “Jangan memaksa diri melakukan apa yang hanya dapat ditangani oleh Allah.” Setiap pagi anda harus dengan sengaja memutuskan untuk tidak membiarkan rasa kuatir, rasa takut, rasa cemas, rasa was-was yang senantiasa menyita waktu anda dan merampas saat santai anda. Buang semua itu, untuk memulai pelayanan kita hari ini. Sebagai orang Kristen tentunya kita membuka setiap hari dengan saat teduh dan membaca Alkitab, sehingga sejak pagi hari saja kita mengisi diri kita dengan firman Tuhan.
Mulailah mengambil waktu untuk bersantai, karena waktu yang disediakan saat senggang adalah untuk santai.
Sesudah menciptakan dunia, Allah beristirahat, nah kita sekarang diperintahkan untuk meniru-Nya. Lihat Efesus 5:1 “Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih” Bahasa Yunani dari “Jadilah penurut-penurut” diterjemahkan dari “mimeomai”, melalui kata ini nantinya muncul istilah “Mimik atau meniru”. Kata jadilah “penurut-penurut ini muncul dalam bentuk “terus-menerus” dan memberi kesan kebiasaan tetap atau artinya selama-lamanya harus menurut. Jadi kesimpulannya kita harus menjadi penurut-penurut Allah secara terus-menerus; termasuk di dalam mengambil waktu senggang ini,agar supaya istirahat bisa hadir di dalam kehidupan kita. Tempatkanlah Yesus Kristus di pusat kehidupan kita, Ia harus berada di tempat yang seharusnya sebelum kita dapat mengharapkan dunia kita berputar mulus.
Pada suatu malam seorang bapak yang kecapaian setelah membanting tulang seharian berjalan terseok-seok ke rumahnya. Ia baru melewatkan hari yang penuh dengan tekanan, desakan dan tuntutan di tempat kerjanya. Ia sangat mendambakan saat rileks dan penuh ketenangan. Dengan letih ia mengambil surat kabar dan berjalan menuju kamar belajar. Baru saja ia membuka sepatu, tiba-tiba anak lelakinya yang baru berusia lima tahun melompat ke atas pangkuannya. Wajahnya berbinar-binar dengan riang. “Hai, Pa………….yuk kita main!”

Bapak ini sangat mengasihi anaknya, tetapi kebutuhan akan sedikit waktu untuk diri sendiri saat itu lebih besar daripada untuk bermain dengan si kecil. Tetapi bagaimana caranya mengatur hal ini? Ketika itu surat kabar sedang memuat berita hangat mengenai satelit bulan dan gambar yang besar planet bumi. Sang ayah mendapat ide lalu menyuruh anaknya mengambil gunting dan transparent tape. Dengan cepat digunting-guntingnya gambar bumi tadi dalam bentuk yang tidak beraturan lalu memberikan tumpukan teka-teki gambar itu kepada sang anak. “Coba kau sambung-sambung kembali potongan ini. Setelah selesai kamu boleh kembali, lalu kita bermain bersama-sama, Okey”

Dengan segera anak itu berlari ke kamarnya sementara si ayah menarik nafas lega. Tetapi kurang dari sepuluh menit kemudian si anak sudah muncul membawa gambar yang sudah selesai direkat dengan sempurna. Dengan terheran-heran ayahnya bertanya: Bagaimana caranya kau melakukannya dengan begitu cepat nak?” “Ah gampang ayah, di balik gambar ini kan ada gambar orang. Bila orang itu dipersatukan, bumi juga akan bersatu.”

Demikianlah halnya hidup ini bila kita menempatkan manusia dengan benar, akan terjadi hal-hal yang mengherankan dengan dunia kita ini; terutama dengan diri kita sendiri. Saya menjamin bahwa pada analisa akhir atas hidup anda yaitu pada saat anda berhenti dan menoleh pada cara anda menghabiskan waktu, maka penggunaan waktu senggang akan jauh lebih penting daripada untuk membanting tulang. Jangan menunggu sampai penyakit sudah datang, baru menikmati hidup ini. Jangan tunggu sampai sudah tinggal sisa hidup kita baru sungguh-sungguh menikmati waktu senggang. Saya hendak mengutip apa yang dikatakan salah seorang pendeta di Surabaya. Beliau mengatakan sewaktu muda orang-orang bekerja mati-matian menjual tenaga (kesehatan), lalu setelah uangnya banyak, masa tuanya penuh penyakit, dan saat itulah orang berusaha mati-matian untuk membeli lagi kesehatan. Jadi sepertinya sia-sia bukan?

Orang Kristen yang bertanggung jawab untuk bekerja, tentunya juga ia akan memilih pekerjaan yang baik dihadapan Tuhan dan manusia. Kekristenan tidak mengajar kita menjadi penganggur, sebab Allah kita bukan “penganggur”, tetapi Allah kita justru Allah yang bekerja sepanjang sejarah dengan karya ciptaan-Nya sungguh ajaib. Kerja bukan dosa, asalkan kita mengerjakan segala sesuatu yang berkenan dihadapan Allah. Jikalau pandangan kita semua tentang pekerjaan sudah mengarah ke arah pelayanan bagi Tuhan, maka apapun profesi atau kerja kita asalkan tidak bertentangan dengan Tuhan; maka lakukanlah dengan penuh tanggung-jawab, dengan demikian tidak ada yang merasa malu dengan pekerjaannya; sebab semuanya ditujukan untuk kemuliaan nama Tuhan, bukan untuk diri sendiri lagi.

Memang di dalam dunia realita ini orang-orang bekerja sesuai dengan tingkat pendidikan yang ada, tidak mungkin orang yang buta huruf lalu bekerja sebagai manager atau direktur, kecuali perusahaannya itu warisan orang tua. Saya tidak mengatakan orang yang buta huruf atau yang miskin akan gagal terus, tetapi asalkan ia rajin dan giat; banyak sekali contoh konkret yang sudah sering kita lihat; mereka yang seperti ini tidak sedikit yang akhirnya menjadi konglomerat.

Prinsip utamanya sebagai orang kristen tentunya “kerja dengan penuh takut kepada Tuhan”. Kerja itu penting; namun istirahat itu juga penting. Marilah kita ambil jalan tengah yakni mementingkan kedua-duanya, dengan demikian maka tidak ada alasan lagi bahwa pekerjaan kita menghalangi kita melayani Tuhan. Saya mengerti sekali bagi anda yang hidup di Amerika ini, rasanya setiap hari itu penuh dengan pekerjaan. Yang di computer, hari-hari penuh dnegan projek dan deadline. Suami �isteri harus kerja, apalagi ada beban membayar uang cicilan rumah, semakin tertekan untuk bekerja mati-matian. Saya juga mengerti kalau anda ada yang bekerja harus berdiri selama 8 jam, kalau masih kuat tambah lagi pekerjaan lain yang 8 jam lagi, jadi di dalam satu hari anda berjuang 16 jam. Kemudian sesudah pulang ke rumah harus lagi mengurus pekerjaan yang di rumah, dari mulai bersih-bersih rumah sampai cuci pakaian, belum lagi mengurus anak-anak. Saya tidak tahu anda istirahatnya berapa lama?

Nah kalau hal ini berjalan terus-menerus, timbul pertanyaan pula, uang yang anda cari itu untuk apa? Untuk membayar dokter pada waktu anda sakit? Sekali lagi, kerja itu penting, kesehatan itu juga penting, mari jaga keseimbangannya.

jodoh

Jodoh (Perspektif Psikologis)

Bagikan
Penulis : Pdt. Paul Gunadi, Ph.D

Perjodohan memang masalah yang pelik. Berapa banyak di antara kita yang begitu yakin akan jodoh kita sebelum menikah namun mengalami kebingungan setelah menikah? Sebelum menikah dengan pasti kita mengatakan bahwa dia adalah jodoh kita tetapi setelah menikah, dengan keyakinan yang sama kita berkata bahwa dia bukan jodoh kita.

Salah satu kesalahpahaman yang acap muncul adalah keyakinan prematur bahwa seseorang yang baru kita jumpai adalah jodoh kita. Saya mengatakan prematur sebab kita mengklaim bahwa dia adalah jodoh kita jauh sebelum kita memastikan adanya kecocokan. Bahkan ada di antara kita yang langsung mengklaim “Dia adalah jodoh saya!” pada pertemuan pertama. Terlalu tergesa-gesa dan tidak bijaksana!

Klaim bahwa seseorang adalah jodoh hanya boleh kita ajukan setelah kita berhasil membangun kecocokan, bukan sebelumnya. Jodoh adalah akhir bukan awal dari proses menyesuaikan diri untuk mencapai kecocokan. Dalam praktik konseling kerapkali saya mendengarkan keluh kesah orang yang menyesali nasibnya karena telah memilih pasangan yang keliru. Masalahnya adalah kadangkala saya harus mengiyakan bahwa memang mereka telah keliru memilih pasangan hidup. Begitu banyak perbedaan yang diabaikan dan begitu banyak peringatan yang dikesampingkan demi memenuhi hasrat untuk menikahi si jantung hati. Malangnya, setelah pernikahan si jantung hati ternyata lebih banyak menimbulkan sakit hati.

Kecocokan antara dua orang yang berbeda sudah tentu merupakan hasil kerja keras yang tak kenal lelah, namun sebelumnya diperlukan kriteria yang jelas dan tepat. Kriteria adalah saringan pertama menuju pelaminan; saringan kedua adalah kecocokan. Jika pasangan tidak memenuhi kriteria, jangan berharap kita akan mampu menjalin kecocokan. Kadang saya melihat kebalikannya: Sudah tahu tidak memenuhi kriteria namun terus berusaha mencocok-cocokkan. Hasil akhirnya adalah kefrustrasian dan keputusasaan.

Suami seperti apakah yang layak kita pertimbangkan dan istri seperti apakah yang seharusnya kita perhitungkan? Kepada Saudara yang belum menikah saya ingin membagikan kriteria pemilihan pasangan hidup yang saya timba dari Efesus 5:22-33. (Sudah tentu termaktub dalam kriteria ini bahwa Saudara hanya akan memilih pasangan yang seiman dalam Kristus.) Kepada Saudara yang pria, inilah kriteria dasar yang layak Saudara pertimbangkan tatkala memilih istri: Carilah wanita yang takut akan Tuhan dan takut akan Saudara. Kepada Saudara yang perempuan inilah kriteria yang layak Saudara pertimbangkan dalam memilih suami: Carilah pria yang mengasihi Tuhan dan mengasihi Saudara.

Ketundukan kepada suami haruslah berawal dari dan berdasar pada ketundukan kepada Tuhan. Tidak selalu kita dapat tunduk dengan mudah kepada suami (atau kepada siapapun) namun jika kita tunduk kepada Tuhan yang meminta kita untuk tunduk kepada suami, maka ketundukan kepada suami akan lebih dimungkinkan. Ketundukan merupakan sikap yang keluar dari karakter pribadi; jika kita berkarakter keras, kepada siapa pun kita akan sulit untuk tunduk, termasuk kepada Tuhan. Jadi, kita mesti membangun karakter yang bersedia tunduk dan Tuhan adalah pihak pertama yang kepada-Nya kita tunduk, setelah itu barulah kita tunduk kepada manusia, dalam hal ini kepada suami.

Ketundukan, tidak bisa tidak, berkaitan erat dengan takut. Takut sudah tentu tidak sama dengan ketakutan sebab ketakutan merupakan reaksi terhadap perasaan diteror. Tuhan tidak meneror kita, jadi, tidak seharusnyalah kita ketakutan kepada Tuhan. Kita perlu merasa takut kepada Tuhan dan dari rasa takut ini muncullah ketundukan dan hormat kepada-Nya. Demikian pulalah terhadap suami. Istri mesti memiliki rasa takut kepadanya karena tanpa rasa takut, ia akan sulit menghormati dan tunduk kepada suami. (Saya membayangkan betapa sulitnya bagi istri yang “berani” kepada suami untuk takluk kepadanya.) Jadi, kepada wanita saya ingin membagikan nasihat, carilah suami yang dapat Saudara hormati dan kepadanya Saudara takut. Ini akan memudahkan Saudara tunduk kepadanya “dalam segala sesuatu.”

Tunduk juga berkaitan dengan hormat. Biasanya kita hanya akan menghormati orang yang kita kagumi dan salah satu hal yang menggugah kekaguman kita adalah karakter yang berintegritas. Kepada pria saya ingin mengingatkan, bangunlah karakter yang baik dan berintegritas karena inilah yang akan mengundang respek sejati. Janganlah Saudara mencari wanita yang tunduk kepada Saudara karena ia tidak mandiri dan justru memiliki ketergantungan yang tinggi pada orang lain. Memang, ia takut kepada Saudara namun bukan karena kagum, melainkan karena terancam bahwa ia tidak dapat hidup sendirian dan membutuhkan pelindung. Ini bukanlah dasar yang baik. Sebaliknya, janganlah Saudara menjadi teror bagi istri dan membuatnya ketakutan. Suami yang berbahagia adalah suami yang mendapatkan istri yang takut bukan ketakutan kepadanya sebab dari rasa takut inilah akan muncul respek dan ketundukan.

Sekarang kepada istri saya mengimbau, carilah suami yang mengasihi Tuhan dan mengasihi diri Saudara sepenuhnya. Pria yang mengasihi Tuhan akan mengutamakan Tuhan dalam hidupnya dan akan berupaya keras hidup menyenangkan hati Tuhan. Ia tidak ingin berdosa sebab ia tidak ingin mendukakan hati Tuhan yang mengasihi dan dikasihinya. Ini adalah karakteristik yang harus dicari oleh wanita. Karakteristik kedua yang harus Saudara temukan ialah carilah suami yang mengasihi Saudara sepenuh hati. Artinya, ia hanya mencintai Saudara dan ia begitu mengasihi Saudara sehingga ia senantiasa ingin memberi yang terbaik kepada Saudara.

Jadi, kepada suami, saya mengimbau, carilah istri yang Saudara sangat cintai, bukan sekadar mencintai. Bagi Saudara ia adalah satu- satunya wanita yang Saudara inginkan dan tidak ada lagi selain dirinya yang Saudara rindukan. Kepadanyalah Saudara ingin memberi bagian terbaik dari hidup Saudara dan bersamanyalah Saudara ingin membagi hidup ini. Salah satu cara menguji cinta adalah dengan melewati rentang waktu yang relatif panjang, paling tidak setahun. Dalam kurun itu cinta tidak boleh berkurang, sebaliknya cinta makin harus bertumbuh dan mendalam. Dengan cinta yang kuat dan dalam itu barulah Saudara melangkah ke pelaminan.

Kita tidak dapat memprediksi akhir pernikahan, tetapi kita bisa memastikan awal pernikahan baik atau buruk. Pernikahan yang baik dimulai dengan takut akan Tuhan dan takut akan suami serta oleh kasih akan Tuhan dan kasih akan istri. Inilah saringan pertama perjodohan; setelah lulus kriteria mendasar ini barulah kita melangkah bersama membangun kecocokan. Jika kita berhasil melewati saringan kedua, silakan masuk ke dalam pernikahan yang Tuhan berkati dengan damai sejahtera.
-

4 Kelakuan Istri Yang Bikin Suami Stres !

Pertengkaran tidak selalu disebabkan oleh masalah serius seperti perselingkuhan. Beberapa kebiasaan sehari-hari Anda, terutama ketika sedang berdebat, terkadang bisa membuat pasangan sangat stres. Seperti yang dikutip dari MSN, berikut empat hal yang biasa dilakukan istri namun kerap kali membuat suami stres.

1. Menyimpan Dendam
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science, pasangan yang mampu mengatasi dan cepat ‘pulih’ dari pertengkaran dilaporkan memiliki kepuasan yang tinggi pada hubungannya. Begitupun sebaliknya, ketika Anda selalu mengungkit masalah, walaupun masalah tersebut sebenarnya sudah terselesaikan, percayalah bahwa pasangan Anda tidak merasakan kebahagiaan dalam hubungan yang dijalin.

2. Memberikan Ultimatum
Bertengkar memang bukan hal yang menyenangkan, apalagi jika ditambah dengan memberikan pasangan sebuah ultimatum. Hal itu membuat dirinya benar-benar cemas dan stres. Para peneliti di Baylor University menemukan bahwa cara seseorang menerima emosi pasangannya ketika sedang berargumen, mempengaruhi apa yang ia rasakan. Terutama jika Anda mencoba ‘menegaskan kekuasaan’ seperti mengkeritik, menyudutkan dan mengendalikan. Memberikan ultimatum merupakan contoh bahwa Anda mencoba untuk mendominasi sebuah hubungan; ‘lakukan hal ini atau saya akan meninggalkan kamu’. Perkataan seperti ini membuatnya terlihat lemah dan sangat marah.

3. Mendiamkannya
Masih menurut penelitian yang dilakukan oleh Baylor University. Para peneliti mengemukakan bahwa orang akan semakin marah jika pasangan mereka bersikap dingin dan menjauh. Mendiamkan pasangan justru malah membuat pasangan merasa terabaikan, salah satu penyebab stres.

4. Mempersoalkan Masalah Kecil Saat Si Dia Lelah
Anehnya, pria jauh lebih rentan terhadap naik dan turunnya suatu hubungan bila dibandingkan wanita, menurut penelitian dari Wake Forest Univerity. Peneliti percaya bahwa hal ini disebabkan wanita lebih mudah mengekspresikan emosi dalam dirinya –membagi cerita dengan sahabat–, sedangkan pria lebih memilih untuk menyimpan masalahnya sendiri. Jadi ketika Anda mempersolakan hal sederhana, ia lebih memilih untuk tidak mendengarkan Anda.

Fakta-Fakta Mencengangkan Tentang Pornografi di Internet !
Ingin tahu lebih jauh fakta-fakta mencengangkan lainnya tentang pornografi di internet berikut data-datanya:

. 70 Persen Orang Kantoran Buka Situs Porno Saat Jam Kerja
Pornografi masih menjadi konsumsi tertinggi bagi para pengakses internet. Parahnya menurut majalah online goodmagazine.com, para user ini mengakses situs porno justru pada jam kerja antara pukul 09.00AM – 17.00PM.

· 12% situs di dunia ini mengandung pornografi.

· 25% yang dicari melalui search engine adalah pornografi.

· 35% dari data yang diunduh dari internet adalah pornografi.

· Setiap detiknya 28.258 pengguna internet melihat pornogafi.

· Setiap detiknya $89.00 dihabiskan untuk pornografi di internet.

· Setiap harinya 266 situs porno baru muncul.

· Kata “sex” adalah kata yang paling banyak dicari di internet.

· Pendapatan US dari pornografi di internet tahun 2006 mencapai $2.84
milyar.

· Pengguna pornografi di internet 72% pria dan 28% wanita.

· 70% traffic pornografi internet terjadi pada hari kerja jam 9.00-17.00.

· Diperkirakan kini ada 372 juta halaman website pornografi.

· Website pornografi diproduksi 3% oleh Inggris, 4% oleh Jerman, dan 89% oleh US.

· Website pornografi yang traffic-nya paling tinggi: AdultFriendFinder,
menduduki peringkat ke-49 dengan 7.2 juta pengunjung.

· Negara-negara yang melarang pornografi: Saudi Arabia, Iran, Bahrain,
Mesir, Uni Emirat Arab, Kuwait, Malaysia, Indonesia, Singapura, Kenya,
India, Kuba, dan Cina.

Xavi Bela Formasi Baru Barca

Dipasangnya formasi 3-4-3 di skuad Barcelona membuahkan hasil imbang akhir pekan lalu. Tapi, Xavi Hernandez melakukan pembelaan terhadap formasi baru tersebut.

Pada laga melawan Valencia, Barca meninggalkan tiga bek di lini belakang, yakni Javier Mascherano, Carles Puyol, dan Eric Abidal. Sementara posisi Alves dimajukan untuk melengkapi tiga gelandang lainnya, Xavi, Sergio Busquets, dan Seydou Keita.

Dari analisis yang dilansir Zonal Marking, formasi tersebut menjadi rentan lantaran para pemain Barca saling menutup lubang satu sama lain. Ketika Alves sendirian menggempur dari sisi kanan, Valencia tinggal memasang satu orang, yakni Jordi Alba untuk mengawalnya. Sebaliknya, Los Ches jadi memiliki ruang untuk menyerang dari sisi kiri. Dan hal inilah yang dilakukan oleh Jeremy Mathieu sepanjang babak pertama.

Alhasil, dengan majunya Alves, Mascherano pun harus bergeser sedikit ke kanan untuk menutup pergerakan Mathieu, Puyol bergeser untuk mengisi pos yang ditinggalkan Mascherano, dan Abidal masuk ke tengah untuk mengambil ruang yang ditinggalkan Puyol. Imbas lainnya, Busquets jadi turun ke belakang untuk membantu pertahanan.

Dengan mundurnya Busquets, Xavi sendirian menghadapi Sergio Canales dan Ever Banega di tengah karena Seydou Keita pun harus menutup pergerakan sayap kanan Valencia, Pablo Hernandez. Xavi pun jadi kesulitan untuk melepaskan operan-operan pendek. Inilah yang membuat permainan Barca menjadi tidak berjalan.

Kendati demikian, sistem tersebut dipandang Xavi tak sepenuhnya buruk. “Sistem ini tak terlalu buruk. Mengingat kami adalah tim yang banyak menguasai bola, adalah ide yang bagus menambah satu orang lagi di lini tengah,” ujarnya seperti dilansir ESPN Star.

“Pertandingannya sendiri menarik, dinamis, dengan perubahan-perubahan taktik dan beberapa gol tercipta. Meskipun saya tak suka hasil imbang, satu poin tidaklah buruk dalam situasi seperti itu,” lanjutnya.

Di sisi lain, Xavi sendiri senang dengan kehadiran Cesc Fabregas dalam sistem permainan baru Barca. Menurutnya, Cesc membuat permainannya kini menjadi lebih lengkap.

“Saya pikir, Cesc membuat diri saya lebih baik,” lugasnya.

-
Bukan rahasia jika Jose Mourinho dan Claudio Ranieri kerap berselisih dan punya hubungan tak harmonis. Tapi saat Ranieri jadi pelatih Inter Milan, Mourinho mendukung penuh pria asal Italia itu.

Awal perselisihan tentunya adalah saat Ranieri didepak Chelsea pada 2004 dan Mourinho datang menggantikannya. Setelahnya Mourinho pun menuai kesuksesan bersama The Blues, tak seperti Ranieri.

Persaingan keduanya berlanjut ke Seri A saat Mourinho melatih Inter. Dalam dua musim beruntun, Mourinho selalu mengalahkan Ranieri dalam perebutan scudetto. Setelah Juventus cuma jadi runner-up pada musim 2009, semusim berikutnya giliran AS Roma bernasib sama.

Tak jarang keduanya terlibat adu mulut yang membuat perseteruan keduanya kian memanas. Tapi lain dulu, lain sekarang. Posisi Ranieri saat ini adalah allenatore Inter, klub yang dicintai Mourinho dan tempat pria berpaspor Portugal itu menuai sukses.

“Aku bukanlah fans palsu, melainkan aku adalah fans sejati Inter,” sahut Mourinho dalam konfererensi pers di markas Real Madrid.

“Inilah mengapa aku tidak peduli siapa pelatihnya, aku hanya ingin Inter menang. Jika saat ini Ranieri, maka aku akan bilang Forza Ranieri. Aku berharap dia akan sukses di sana,” lanjut Mourinho.

Sejak ditinggal Mourinho, La Beneamata sudah berganti empat kali pelatih. Apakah ini pertanda Mourinho masihlah yang terbaik untuk klub Massimo Moratti itu?

“Jangan khawatir, aku bukanlah pelatih yang hebat. Pelatih sepertiku pun terkadang juga bisa gagal,” tuntas Mourinho seperti diwartakan Football Italia.
-
Manchester United angkat bicara soal komentar Owen Hargreaves yang menilai eks klubnya tak becus mengurus dirinya saat cedera. The Red Devils pun mengaku kecewa.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hargreaves menyebut dirinya tak mendapat perawatan yang tepat dari tim medis MU, yang membuatnya kerap dibebat cedera dan hampir penisun dini sebagai pesepakbola.

Selama empat tahun berseragam ‘Setan Merah’, pemain keturunan Kanada ini cuma tampil sebanyak 39 pertandingan dan menyumbang dua gol.

Tak lama setelah eks pemainnya itu mengeluarkan statement demikian, giliran MU yang membuat pernyataan resmi terkait Hargreaves.

“Manchester United kecewa dengan pernyataan Owen Hargreaves usai pertandingan Rabu lalu. Klub memberikan dia perawatan sebaik mungkin selama tiga tahun dan kami pun merasa kecewa seperti dia yang tidak bisa ambil bagian dalam kesuksesan tim saat itu.”

“Kami telah membagikan catatan medisnya dengan Manchester City dan nyaman dengan tindakan yang diambil oleh tim medis di setiap langkahnya untuk proses rehabilitasinya.”

“United tidak mengakui kebenaran komentar Owen yang sepertinya telah direkayasa.”

“Manchester United punya staff medis olahraga terbaik di bidangnya, yang telah berkontribusi signifikan dalam kesuksesan MU di beberapa musim terakhir,” demikian pernyataan MU di situs resminya.

-
Claudio Ranieri melakukan konferensi pers pertamanya usai ditunjuk sebagai pelatih Inter Milan. Di kesempatan tersebut dia menjanjikan Nerazzurri kembali ke jalur kemenangan.

Sudah lima pertandingan kompetitif dilakoni Inter di musim 2011/2011 ini. Malang buat Javier Zanetti cs karena dari seluruh laga tersebut hasil terbaik yang didapat cuma sekali imbang, sementara empat lainnya berakhir dengan kekalahan.

Rangkaian hasil itulah yang kemudian membuat Gian Piero Gasperini tergusur dari posisinya. Dan Claudio Ranieri yang terpilih sebagai pengganti, menjanjikan timnya untuk kembali ke jalur yang sudah mereka lewatkan. Kemenangan.

“Di Inter kami harus berpikir hanya soal menang, lalu barulah fokus untuk membuat mereka bermain dengan baik, lalu berpikir soal mendekatkan diri dengan Scudetto. Itulah yang menunggu kami,” sahut Ranieri seperti diberitakan Football Italia.

Peluang Inter untuk meraih kemenangan pertamanya musim ini terbuka lebar di akhir pekan. Lawan yang akan mereka sambangi adalah Bologna, yang juga baru dapat satu poin dari tiga pertandingan.

“Ini adalah awal dari sebuah jalan baru. Pemain-pemain ini adalah seorang juara dan saya pikir mereka punya hasrat untuk bereaksi. Mereka sudah terjatuh, tapi yang terpenting adalah bangkit dan kembali bertarung,” pungas Ranieri.

Gian Piero Gasperini dipecat selepas pekan ketiga Liga Italia. Dalam wawancara pertamanya usai di-PHK dia tak mempertanyakan alasan pemberhentian, tapi mempertanyakan alasan Inter Milan merekrutnya.

Tengah pekan kemarin Gasperini dipaksa menyudahi periode kepelatihannya di Inter yang cuma berusia sekitar tiga bulan. Empat kekalahan dalam lima laga kompetitif membuat manajemen klub tak berlama-lama mengeluarkan surat PHK padanya.

Serangkaian kekalahan memang jadi penyebab Gasperini ditendang, namun di balik itu dia juga banyak dapat kritik karena mempraktekkan formasi 3-4-3. Strategi yang nyata-nyata tak mampu diterapkan dengan baik oleh Javier Zanetti dkk.

Namun kini Gaseprini balik mengkritik Inter. Menurutnya formasi 3-4-3 sudah lama dia gunakan dan telah dipraktekkan di beberapa tim yang pernah dilatih. Dan karena sudah tahu dirinya selalu memakai skema tersebut dia mempertanyakan alasan inter merekrutnya.

“Saya tahu hasil (pertandingan) memutuskan segalanya, tapi Inter tahu sistem saya adalah 3-4-3. Bukan berarti saya tidak tahu taktik lain, tapi saya percaya dengan sistem ini dan yakin ini bisa memberi hasil terbaik buat tim saya,” sahut Gasperini.

“Semua orang tahu saya berniat memakai ini,tapi itu tak cukup dan saya juga tidak terlalu arogan untuk meminta. Saya sudah menjelaskannya pada direktur Inter tiga kali. Inilah yang membuat saya berpikir kontroversi soal taktik akan berakhir. Jika Inter tak percaya pada gaya sepakbola saya, kenapa mereka memilih saya,” lanjut dia di Football Italia.

Gasperini ditunjuk sebagai pelatih Inter pada 24 Juni 2011, menggantikan Leonardo yang memutuskan mundur beberapa pekan sebelumnya. Majunya Gasperini sebagai pelatih Inter memang mengejutkan, soalnya Nerazzurri justru sempat dikaitkan dengan beberapa nama besar seperti Carlo Ancelotti, Josep Guardiola dan Guus Hiddink.

Ole Gunnar Solskjaer tengah menempa racikannya di tanah kelahirannya, Norwegia. Hasilnya? Eks bomber Manchester United itu berada di ambang gelar pertamanya.

Usai dipercaya menangani tim reserve MU selama tiga tahun, Solskjaer akhirnya memilih untuk mencari petualangannya sendiri. Pada 2011 ini, ia memilih untuk pulang ke kampung halamannya dan membesut klub yang pernah dibelanya semasa bermain, Molde FK.

Bersama Molde dulu, Solskjaer menghabiskan dua musim, bermain sebanyak 38 kali di Liga Utama Norwegia, dan mencetak 31 gol. Ketajamannya itulah yang membuatnya direkrut Sir Alex Ferguson pada 1996. Selanjutnya adalah sejarah.

Selama menangani tim reserve ‘Setan Merah’, pria berusia 38 tahun itu selalu mendapatkan pujian dari Fergie. Manajer asal Skotlandia itu mendoakan yang terbaik bagi mantan anak buahnya itu ketika ia memutuskan untuk menangani Molde.

“Lihat saja nanti ketika dia sudah menangani klub dengan kewenangannya sendiri. Siapa bisa menebak akan seperti apa dia nanti,” ujar Fergie seperti dilansir Guardian.

Molde yang musim lalu hanya berakhir di posisi 11 Tippeligaen–nama lain Liga Utama Norwegia–kini tampil sebagai raja. Dua puluh tiga pekan berlalu, Molde kini bertengger di posisi puncak dengan nilai 48, unggul enam poin atas Tromso dan sembilan poin atas Rosenborg.

Masih ada tujuh pekan lagi sebelum Liga Utama berakhir. Menarik untuk dinantikan apakah Solskjaer mampu memimpin timnya untuk tetap konsisten. Jika ya, maka ini akan menjadi kesuksesan pertamanya sebagai seorang manajer.

Solskjaer, yang menjadi pahlawan MU di final Liga Champions 1999, terkenal dengan keseriusannya dalam memperhatikan pertandingan. Bahkan ketika dirinya duduk di bangku cadangan, matanya tak pernah lepas dari menganalisis laga. Alhasil, Solskjaer selau bisa menghasilkan perbedaan ketika dimainkan.

Salah satu pemain andalannya di Molde adalah gelandang berusia 21 tahun, Magnus Wolff Eikrem, yang mana juga dilatihnya di tim reserve MU. Eikrem menjadi salah satu pemain yang paling sering dimainkan dengan catatan 22 kali bermain dan mencetak tiga gol.

Cesc Fabregas langsung berkontribusi besar buat Barcelona meski baru didatangkan dari Arsenal. Akhir pekan ini dia bisa menyamai apa yang sempat ditorehkan Zlatan Ibrahimovic jika bisa bikin gol.

Rekor Ibra yang berpeluang disamai Cesc akhir pekan ini terkait produktivitas. Dari empat laga Liga Spanyol yang dijalani Barcelona di awal musim ini, sang gelandang selalu mencetak gol yang masing-masing dia lesakkan satu di setiap laga.

Mengingat Cesc bukan seorang striker, apa yang dia raih terbilang sangat hebat. Dan dia berpeluang menyamai torehan Ibra jika bisa membobol gawang Atletico Madrid akhir pekan ini.

Di musim 2009/2010 Ibra selalu mencetak gol di lima pertandingan beruntun bersama Barcelona. Pemain The Catalans lain yang punya rekor serupa adalah Cesar yang melakukannya di musim 1950/51.

Cesc mulai mengukir golnya untuk Barca bahkan sejak Piala Super Eropa, di mana dia sekali menjebol gawang FC Porto. Dia kemudian berturut-turut mencetak satu gol dalam laga kontra Villarreal, Real Sociedad, Osasuna dan Valencia.

Torehan Cesc bukan sekadar gol karena dia total juga telah mengkreasikan empat assist untuk rekannya. Demikian dikutip dari Mundodeportivo.

Rekor mencetak gol secara beruntun di Barcelona saat ini masih jadi milik Mariano Martin. Di musim 1942/43 dia membuat gol di 10 pertandingan secara beruntun.

-
Kapten Real Madrid, Iker Casillas kecewa berat setelah timnya kembali gagal memetik kemenangan saat melawan Racing Santander. Casillas menyebut penampilan Madrid tidak sesuai standarnya.

Menyambangi Santander di El Sadinero, Kamis (22/09/2011) dinihari WIB, Los Merengues hanya mampu bermain imbang tanpa gol. Ini adalah kedua kalinya Casillas dkk. membuang poin usai di akhir pekan lalu ditekuk Levante 0-1.

Dengan hasil imbang ini, Los Merengues harus rela turun peringkat ke posisi delapan klasemen sementara dengan tujuh poin. Sedangkan Santander naik ke posisi 17 dengan perolehan dua poin.

Melawan Santander, Madrid memang mendominasi permainan. Namun mereka tidak banyak melahirkan peluang yang benar-benar mengancam tim lawan.

“Sudah dua pertandingan tanpa kemenangan melawan tim-tim yang sejujurnya bukan level kami,” ucap Casillas kepada televisi Spanyol yan dikutip Reuters.

“Hasil ini sulit untuk diterima tapi kami harus tetap mengangkat kepala kami dan kami tahu penampilan yang kami tunjukkan tadi tidak bagus dan tidak sesuai standar Real Madrid.”

Meski kejuaraan masih panjang, tapi Casillas enggan lagi Madrid membuang poin. “Liga masih jauh dari berakhir. Ini masih awal tapi kami tidak dapat kehilangan poin lagi karena mereka vital dan penting,” imbuh Casillas di situs resmi klub.

“Kami harus melihat ke masa depan dan mencoba memperbaiki apa yang salah. Kami punya kualitas cukup untuk menciptakan peluang dan bermain sepakbola tapikami harus mengakui keunggulan Levante dan Racing.
-
Alexandre Pato menambah panjang daftar anggota skuad AC Milan yang cedera. Dengan ada lebih dari 10 pemain yang masih dalam perawatan, Rossoneri tetap menyimpan optimisme untuk terus bersaing.

Pato jadi nama pemain Milan terakhir yang dipastikan harus absen dalam beberapa laga mendatang. ‘Si Bebek’ mengalami cedera otot pada pahanya, yang membuat dia paling tidak harus istirahat panjang selama satu bulan.

Sementara pemain Milan lain yang belum akan merumput lantaran cedera adalah Zlatan Ibrahimovic, Robinho, Kevin Prince Boateng, Gennaro Gattuso, Massimo Ambrosini, Flamini, Luca Antonini, Philippe Mexes dan Daniel Bonera. Kondisi ini jelas membuat daya saing Milan menurun.

Meski demikian, Adriano Galliani tak lantas khawatir akan apa yang menimpa timnya. Setelah gagal menang di tiga laga awal musim, dia percaya Diavolo Rosso bakal memetik kemenangan demi kemenangan saat pemain berangsung kembali.

“Saat kami mendapatkan kembali pemain kami yang cedera, kami akan kembali menemukan kemenangan lagi.” tegas Galliani di Gazzetta Dello Sport.

“Itu tak ada hubungannya dengan keberuntungan. Kami punya 10 atau 12 pemain dan berada dalam ruang perawatan dan itu membuat hidup menjadi sulit, tapi kami akan melaluinya. Kami memenangi Scudetto tahun lalu dan Piala Super (Coppa Italia) beberapa bulan lalu, jadi kami tak khawatir dengan situasinya,” lanjut wakil presiden Milan itu.
-
Untuk kedua kalinya dalam satu dekade, Inter Milan kedatangan Mr. Runner-up lagi setelah Hector Cuper, yaitu Claudio Ranieri. Bisakah Ranieri memutus julukan tak mengenakkan itu sekaligus membawa La Benemata berprestasi musim ini?

Selepas laju buruk bersama Gian Piero Gasperini di lima laga awalnya tanpa kemenangan, Massimo Moratti menunjuk Ranieri sebagai pelatih dengan kontrak dua musim.

Harapan Moratti tentunya Ranieri dengan julukannya sebagai The Tinkerman alias tukang reparasi, bisa mengembalikan lagi performa Inter dan membawa klub Italia peraih gelar treble winner pertama itu ke jalur kemenangan.

Waktu Ranieri pun masih panjang dan dengan kualitas pemain yang dimilikinya saat ini, Ranieri punya peluang besar untuk membawa setidaknya membawa dulu Inter ke papan atas Seri A.

Tapi apakah Ranieri dapat mempersembahkan trofi untuk Nerazzurri di penghujung musim? Mungkin banyak orang yang mempertanyakan hal itu mengingat latar belakang Ranieri yang kerap gagal membawa timnya jadi juara, sehingga ia mendapat julukan lain, Mr Runner-up.

Saat menangani Chelsea dari musim 2000 hingga 2004, ia kalah di final Piala FA 2001 dari Arsenal dengan skor 0-2. Di musim 2003-2004 saat kedatangan Roman Abramovich, The Blues cuma di bawa nangkring di posisi kedua pada akhir musim, di bawah Arsenal.

Di musim 2009 saat ia menangani Juventus, kembali ia gagal membawa timnya jadi juara setelah hanya finis sebagai runner-up di bawah Inter. Semusim setelahnya ia ditunjuk jadi pelatih AS Roma dan hasilnya? lagi-lagi cuma finis di posisi kedua yang bisa diraihnya.

Langkah Moratti menunjuk Ranieri ini sama persis seperti saat taipan minyak itu mengangkat Cuper sebagai pelatih Il Biscione pada musim 2001-2003. Sebelum melatih di Italia, nasib Cuper di La Liga pun sebelas-dua belas dengan Ranieri.

Saat menangani Real Mallorca, Cuper dua kali menjadi runner-up, yakni di Copa Del Rey 1998 setelah kalah dari Barcelona dan semusim setelahnya di final Piala Winners 1999 ditaklukkan Lazio.

Di Valencia nasibnya lebih apes karena dua kali beruntun membawa El Che melaju ke final pada tahun 2000 dan 2001, namun semuanya berakhir dengan kekalahan dari Real Madrid serta Bayern Munich.

Bagaimana dengan di Inter? Setelah nyaris membawa Inter jadi juara di musim 2001/2002 (kalah 2-4 dari Lazio di pekan terakhir dan finis di posisi ketiga), Cuper akhirnya cuma membawa Inter jadi runner-up di musim berikutnya.

Kini Ranieri bukan hanya harus membawa Inter berprestasi melainkan melawan “bayangan” Cuper serta status dirinya sebagai spesialis posisi kedua. Mampukah Ranieri memutus “kutukan” itu? Kita tunggu saja di akhir musim.

Foto: Claudio Ranieri langsung memimpin latihan perdananya bersama Inter. Laga pertamanya adalah kontra Bologna, Sabtu (24/9) malam WIB besok. (Reuters)
-
Di mata sesepuh Liga Italia, Carlo Mazzone, penunjukan Claudio Ranieri sebagai allenatore baru Inter Milan adalah pilihan tepat. Ranieri punya keunggulan atas Gian Piero Gasperini.

Ranieri akhirnya menjadi pelatih anyar La Beneamata setelah menandatangani kontrak selama dua tahun. Hal itu menandai berakhirnya era Gasperini yang hanya sepanjang tiga pertandingan Seri A.

Di tangan Gasperini, Inter tampil medioker. Mereka kalah dari AC Milan di Piala Super Italia, dari Trabzonspor di Liga Champions, dan yang paling kentara adalah belum pernah meraih kemenangan di Seri A dengan catatan satu kali imbang dan dua kali kalah.

Di tangan Gasperini, Inter tidak hanya menelan kekalahan-kekalahan, tapi juga tampil kacau. Skema 3-4-3 yang diusungnya pun banyak mendatangkan kritik lantaran tak sesuai dengan karakter tim.

Bagaimana Inter selanjutnya di tangan Ranieri? Ia terakhir kali melatih AS Roma pada musim lalu. Namun, akhirnya dengan I Lupi tak indah. Ranieri dipecat pada Februari silam menyusul rentetan hasil mengecewakan.

Toh, meski cerita Ranieri sebelum ini tak mengenakkan, Mazzone tetap memandang penunjukannya masih beralasan. Pria yang pernah menukangi belasan klub Italia dari era 60-an hingga 2000-an itu menilai, Ranieri lebih paham karakter Seri A secara keseluruhan. Ranieri unggul dalam hal pengalaman.

“Ranieri lebih siap. Dia adalah orang yang tepat. Dia tahu liga kami, punya pengalaman, dan kharisma,” ujar Mazzone di Football Italia.

“Gasperini? Di antara keduanya, ada perbedaan besar dalam hal pengalaman. Saya selalu bilang bahwa suatu yang penting bagi pelatih adalah pengalaman. Itu adalah sebuah aset, bukan kelemahan,” tukasnya.

Kini tinggal ditunggu saja bagaimana kiprah Ranieri bersama Inter.
-
Claudio Ranieri mengaku senang ditunjuk untuk menangani Inter Milan. Kini The Tinkerman ditunggu sentuhannya untuk bisa mereparasi Nerazzurri menjadi lebih baik.

Setelah terpuruk bersama Gian Piero Gasperini di lima laga awal musim ini di seluruh kompetisi, Inter akan memulai petualangan baru bersama Ranieri yang ditunjuk sehari setelah pemecetan Gasperini.

Tugas Ranieri tentunya tak ringan untuk bisa membawa Inter segera beranjak dari zona merah klasemen Seri A alias posisi 18, setelah hanya mampu bermain imbang sekali dan kalah dua kali.

“Saya selalu melakukan yang terbaik untuk tim yang saya latih. Ketika anda menikah itu karena sudah ada yang terjadi, di sini berbicara soal komitmen total,” ungkap Ranieri di Inter Channel seperti dilansir Football Italia.

“Inter sedang dalam kondisi yang tidak bagus seperti yang kita lihat dalam beberapa pekan terakhir. Banyak pemain cedera dan ketidakberuntungan. Namun saya yakin tim ini punya DNA untuk bisa kembali menang dan menemukan kepercayaan dirinya kembali,” sambungnya.

Meski tahu tugasnya bakal berat di sisa musim ini, namun Ranieri merasa tersanjung dengan keputusan Massimo Moratti memilih dirinya sebagai allenatore Inter musim ini.

“Saya sangat bangga bisa ada di sini dan sangat senang menerima panggilan presiden Massimo Moratti,” sahut Ranieri.

“Saya mengadakan pertemuan yang hangat dengan Moratti hari ini. Ketika kami bertemu pertama kali, dia belum menjadi presiden Inter dan saya berada di San Siro menonton laga Milan-Inter.”

Ranieri punya julukan Tukang Reparasi alias The Tinkerman. Bisakah dia mengangkat kembali mental para pemain Inter?

“Saya percaya banyak di sini banyak pelatih dengan tipe berbeda. Saya adalah satu yang tak percaya hanya ada satu cara untuk menang. Namun lebih baik menang dengan pemain yang dibangun berdasarkan hubungan antara pelatih dan skuad untuk menemukan kembali kesuksesan,” simpul eks pelatih AS Roma dan Juventus itu.
-
Presiden Inter Milan, Massimo Moratti, mengungkapkan alasannya memilih Claudio Ranieri sebagai pelatih baru. Ranieri dipilih karena sudah kenyang makan asam garam di dunia kepelatihan.

Inter hari ini meresmikan Ranieri sebagai pengganti Gian Piero Gasperini yang baru saja dipecat. Di San Siro, Ranieri diikat dengan kontrak berdurasi dua musim.

“Dia tak diragukan lagi adalah pilihan terbaik yang dapat kami temukan. Dia memiliki akal sehat yang dibutuhkan untuk merevitalisasi tim,” terang Moratti yang dikutip Football Italia.

“Saya minta maaf atas apa yang terjadi dengan Gasperini. Itu disayangkan, meski dia memahami situasinya,” imbuhnya.

“Saya puas dengan pemilihan Ranieri. Pada saat ini kami butuh pengalaman,” tegasnya.

“Haruskah penampilan kami membaik? Saya tak peduli, yang penting adalah menang pada hari Sabtu,” kata Moratti.

Akhir pekan ini, La Beneamata akan bertandang ke markas Bologna dalam lanjutan Seri A.
-
Kharisma dapat membawa kita berada di puncak, tetapi hanya karakterlah yang dapat mempertahankan kita tetap berada di puncak. Karena itulah, karakter sangat penting dalam kehidupan kita. Pria akan diuji ketika dia berada di masa-masa puncaknya, sedangkan wanita akan diuji ketika dia berada di posisi terendah dalam hidupnya. Yang dapat membuat pria dan wanita dapat tetap kokoh dan tidak jatuh pada masa-masa ujiannya hanyalah karakter. Karena itu, milikilah karakter yang kuat supaya kita tetap dapat kokoh berdiri dan tidak jatuh.

Pria yang tidak kuat karakternya akan lemah dan jatuh biasanya saat dia telah berada di puncak, misalnya akan sombong ketika telah menjadi orang sukses, akan mudah berselingkuh dengan wanita lain saat telah menjadi orang kaya, dan lain-lain. Sebaliknya, wanita yang tidak kuat karakternya akan mudah jatuh biasanya ketika berada di posisi terendah dalam hidupnya, misalnya mudah melakukan bunuh diri ketika banyak pergumulan yang dialami, mudah selingkuh ketika pasangannya tidak mampu lagi mencukupkan kebutuhannya, dan lain-lain. Namun, pria dan wanita yang memiliki karakter yang kuat, pasti tidak akan jatuh dan tidak akan berkompromi untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak benar.

Pembentukan karakter kita adalah sepanjang kita hidup. Karakter kita yang sekarang adalah hasil dari pembentukan di masa lalu. Karena itu, untuk mendapatkan karakter yang baik dan benar di masa mendatang, kita harus mengusahakannya di masa sekarang. Bangunlah karakter kita dengan prinsip Firman Tuhan, maka kita akan menjadi pribadi yang kuat dan kokoh.

Pada umumnya karakter yang harus dimiliki pria dan wanita itu berbeda-beda. Sebaiknya kita lebih banyak mempunyai sahabat yang sesama jenis daripada sahabat yang berlainan jenis. Mengapa? Karakter kita terbentuk dari pergaulan. Jika seorang pria lebih banyak pergaulannya dengan wanita, maka karakter yang akan dimiliki pria tersebut akan cenderung seperti karakternya wanita, akibatnya pria tersebut akan menyelesaikan setiap masalah hidupnya sesuai dengan cara wanita menyelesaikan. Tentu saja ini akan membuat ketidaknormalan dalam cara pandang, pikiran, keputusan, dan tindakan pria tersebut. Demikian juga halnya dengan seorang wanita yang lebih banyak pergaulannya dengan pria, maka karakter yang akan terbentuk akan menyerupai karakter seorang pria, bukan karakter seorang wanita. Tidak salah mempunyai sahabat yang berlainan jenis, tetapi usahakan pergaulan Anda lebih banyak dibangun oleh sahabat-sahabat yang sesama jenis.

-
Aksi permainan bulutangkis di ketinggian 40 meter dilakukan menjelang penyelenggaraan turnamen Indonesia Open Grand Prix Gold 2011. Pertandingan tidak diikuti pemain bulutangkis, namun oleh atlet panjat tebing.

Dua orang atlit Federasi Pemanjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalimantan Timur, melakukan permainan bulutangkis itu di dinding Gedung Kantor Pusat Bank Kaltim, Jl Awang Long, Samarinda, Kamis (22/9/2011) sore WITA, setelah sebelumnya membentangkan banner raksasa berukuran 18 x 8 meter.

“Aksi ini disebut aksi gila badminton, sedikit ekstrim. Dilakukan oleh mereka yang sudah profesional karena mereka atlit FPTI,” kata Konsultan Penyelenggaran Turnamen Indonesia GP Gold 2011 Eko Satya Husada kepada wartawan, di halaman parkir Gedung Kantor Pusat Bank Kaltim.

Eko mengakui, persiapan pengenalan event turnamen bulutangkis kelas dunia yang digelar kali kedua di Samarinda ini terbilang minim.

“Waktunya memang mepet. Kami berupaya memaksimalkan waktu yang ada, yang pelaksanaannya tinggal 5 hari lagi. Kami ingin mengingatkan masyarakat, khususnya di Samarinda, bahwa ada event Badminton skala dunia di Samarinda,” tambah Eko.

Dijelaskan Eko, pengenalan rencana event tersebut seharusnya sudah digelar dua bulan lalu. Gencarnya kegiatan pengenalan event tersebut baru dilakukan sepekan menjelang event tersebut.

“Seharusnya dimulai dua bulan lalu karena ada persoalan internal. Persiapan dua minggu sebelumnya dan baru terealisasi baru-baru ini. Tapi kami putuskan untuk melakukan pengenalan event meski sedikit ekstrim,” terang Eko.

Sebelumnya untuk menyemarakkan promosi event tersebut panitia juga telah melaksanakan aksi bermain bulutangkis di tiga ruas jalan di Samarinda selama tiga hari berturut-turut.

“Nanti sehari sebelum pelaksanaan, ada aksi jalan kaki 2.000 pelajar. Sekitar 200-an orang bermain bulutangkis berjalan kaki dari GOR Sempaja ke GOR Segiri,” tutup Eko.

Sebelumnya, Ketua Bidang Pertandingan dan Perwasitan PB PBSI sekaligus Ketua Pertandingan, Mimi Irawan kepada detiksport mengatakan, Indonesia Open GP Gold 2011 yang memperebutkan total 120.00 dolar amerika kali ini diikuti 288 atlit dari 14 negara, termasuk sederetan pebulutangkis dunia dari China, yang menjadi pesaing terberat tuan rumah Indonesia.

Samarinda kembali mendapat kehormatan menggelar perhelatan Indonesia Open Badminton GP Gold 2011. Rencananya bakal ada 314 pebulutangkis dari 16 negara yang akan mengikuti event ini.

Seperti tahun lalu, turnamen ini akan dihelat di GOR Bulutangkis Kompleks Stadion Utama Palaran Samarinda dari tanggal 27 September hingga 2 Oktober mendatang.

Sesuai data dari pengurus PB PBSI per tanggal 31 Agustus kemarin, ada 16 negara yang bakal ikut serta yakni tuan rumah Indonesia, Malaysia, Jepang, China, Chinese Taipei, Thailand, Singapura, Jerman, Belanda, Australia, Canada, Prancis,Pilipina, Mesir dan Republik Ceko.

“Jumlah peserta yang dipastikan akan mengikuti event tersebut nanti akan diketahui pada setelah undian 13 September 2011 nanti yang akan dilakukan BWF (Badminton World Federation),” kata Ketua Bidang Pertandingan dan Perwasitan PB PBSI sekaligus Ketua Pertandingan, Mimi Irawan, kepada detiksport, Jumat (9/9/2011) siang WITA.

“Sesuai peraturan BWF, kalau tidak mendaftar ulang, atlit akan akan didenda US$ 250 meskipun dia sakit. Itu harus diperhatikan bagi seluruh atlit,” ujar Mimi.

Mimi mengakui, tidak hanya pebulutangkis Indonesia, atlit pebulutangkis dari negara lainnya yang sedang mengikuti Taiwan Open Grand Prix Gold 2011, tidak menutup kemungkinan didera kelelahan.

“Kondisi fisik harus jadi perhatian serius. Karena usai dari Taiwan dan China Master, kan mereka akan ke Kaltim,” sebut Mimi.

Ditanya perihal sarana dan prasarana GOR Bulutangkis yang tersedia di Kompleks Stadion Utama Palaran di Samarinda, Mimi menilai memadai untuk menggelar event bulutangkis berskala Grand Prix Gold. Bahkan Mimi mengaku beberapa hari lalu, datang ke Samarinda untuk meninjau langsung kondisi GOR Bulutangkis tersebut.

“Selain GOR Bulutangkis untuk latihan dan lapangan utama, saya juga cek 2 hotel kelas internasional di Samarinda. Tidak ada masalah. Sebelumnya, GP Gold 2010 di tempat yang sama, digelar sukses,” imbuh Mimi.

Dipilihnya amarinda, untuk menggelar Indonesia Open GP Gold 2011, tidak lepas dari dukungan Gubernur Kaltim Awang Farouq Ishak, yang menginginkan GP Gold kembali digelar di sana.

“Dan itu ternyata disetujui BWF. Kalau tidak ada halangan, tanggal 24 September nanti, persiapan di stadion kita mulai keseluruhannya,” jelasnya.

Diterangkan Mimi juga, hasil yang ditorehkan pebulutangkis di Indonesia GP Gold akan menambah poin bagi setiap atlit. “Jelas akan menambah poin untuk memperbaiki rangking atau peringkat BWF untuk Olimpiade 2012 di London,” tutupnya.

Gazidis mengatakan Arsenal tidak akan membeli pemain bintang

Saat ini memang waktu yang tepat untuk membicarakan prestasi Arsenal.

Klub London utara ini tidak meraih piala sejak 2005 dan penampilan sejauh ini di Liga Primer 2011/2012 adalah yang terburuk sejak 1958.

Namun jajaran eksekutif Arsenal masih bisa menepuk dada karena kondisi keuangan klub tergolong sehat.

Kepala Eksekutif Arsenal Ivan Gazidis mengatakan strategi bisnis klub berhasil mendatangkan penerimaan yang tidak sedikit dan pada saat yang sama tidak mendapati kesulitan sama sekali untuk memenuhi peraturan keuangan baru UEFA.

“Kami berhasil mandiri dari sisi keuangan. Semua yang kami capai, itu adalah hasil jerih payah kami sendiri. Kami bisa melakukannya berkat disiplin anggaran,” kata Gazidis.

Peraturan baru UEFA menyebutkan klub di Eropa dilarang mengeluarkan uang melebihi penerimaan.

Di tataran praktis, tidak bisa lagi seorang pemilik yang super kaya mensubsidi klub dengan membeli pemain-pemain bintang sementara penerimaan klub tidak seberapa.

UEFA telah mengeluarkan acaman, klub yang melanggar aturan bisa dicoret dari kompetisi bergengsi seperti Liga Champions.

Dari sisi ini, Arsenal boleh dikatakan sukses.

PEMAIN MUDA
Setahun lalu, klub mengumumkan keuntungan sebelum pajak sebesar US$86 juta. Rekor ini mungkin tidak akan bisa disamai tahun ini namun angka sementara untuk 2011 menunjukkan Arsenal setidaknya bisa meraih keuntungan US$14 juta.

Gazidis menyebut model bisnis Arsenal sebagai standar pengelolalan klub masa depan.

Ia menyebut klub-klub lain yang terus-menerus berbelanja tanpa memperdulikan penerimaan sebagai masalah yang harus diatasi di dunia bisnis sepak bola.

“Banyak klub yang seperti itu dan ini jelas tidak bisa dipertahankan,” katanya.

Gazidis diangkat menjadi nakhoda Arsenal pada 2005, bertepatan dengan periode paceklik piala.

Beberapa kalangan mengatakan kegagalan Arsenal meraih piala antara karena manajemen enggan mengeluarkan uang membeli pemain bintang.

Gazidis mengatakan memang menjadi strategi untuk tidak membeli pemain dengan nama-nama besar.

“Kami tahu kami tak mungkin bisa bersaing dengan klub-klub lain yang memiliki banyak uang,” kata Gazidis.

“Kalau pun kami ikut-ikutan berburu pemain bintang, harga pemain akan terus naik. Jadi itu merugikan kami pada akhirnya,” papar Gazidis.

Ia mengatakan manajemen dan manajer sepakat untuk melanjutkan kebijakan membeli dan mengembangkan kemampuan pemain-pemain muda.

UANG LIGA CHAMPIONS

Tur ke Malaysia adalah bagian dari upaya membesarkan brand Arsenal

Di luar kebijakan pemain, manajemen kini makin serius menggarap merek Arsenal.

Menurut Gazidis, merek Arsenal tidak kalah menjual dibandingkan merek lain seperti Manchester United, Liverpool, Real Madrid, dan Barcelona.

Ia menyebut lawatan ke Malaysia dan Cina beberapa bulan lalu yang ia katakan menuai sukses besar.

Ini adalah lawatan Asia pertama Arsenal dalam kurun 10 tahun.

Tadinya Arsenal juga ingin menggelar tur ke India namun masalah logistik membuat rencana ini gagal diwujudkan.

Kembali ke kinerja Arsenal di lapangan.

Persaingan di papan atas Liga Primer makin berat. Liverpool sudah terlempar dari posisi empat besar dalam beberapa musim terakhir.

Padahal posisi empat besar menjamin penghuninya berlaga di Liga Champions, kompetisi paling elit di dunia.

Selain bergengsi, uang dari kompetisi ini sangat besar. Bila Arsenal gagal masuk Liga Champions, itu berarti akan ada komponen pemasukan yang akan hilang dari pundi-pundi Arsenal.

Namun, Gazidis sepertinya tidak terlalu khawatir dengan prospek kegagalan Arsenal masuk ke Liga Champions.

“Model bisnis kami telah mengantisipasi hal-hal semacam ini,” katanya.

Di awal musim, United sudah mengalahkan Tottenham, Arsenal, dan Chelsea.

Bos Manchester United, Alex Ferguson, mengatakan perstasi tim di awal musim ini lebih mengesankan jika melihat jadwal tanding yang berat.

“Kami menghadapi tim-tim berat di Old Trafford: Tottenham, Arsenal, dan Chelsea dan kami pikir jadwal tanding akan menjadi ujian nyata bagi kami,” tuturnya.

Mereka sudah mencetak 21 gol dalam lima pertandingan, dan tiga diantaranya melawan klub utama Inggris: Tottenham, Arsenal, dan Chelsea. Dua klub lainnya yang juga sudah mereka kalahkan adalah West Brom dan Bolton.

Manchester United berhasil mengalahkan Chelsea 3-1 dalam pertandingan Minggu 18 September.

“Kami menikmati sepakbola kami, main dengan penuh semangat dan penuh ancaman dan kami mungkin bisa mencetak enam atau tujuh (melawan Chelsea). Ancaman yang mendorong kami semua,” tambahnya seperti dikutip kantor berita AFP.

Pekan depan, tim asuhan Ferguson akan menghadapi Stoke.

VILLAS-BOAS TETAP YAKIN
United saat ini memimpin sementara Liga Primer dengan selisih dua angka dari peringkat dua, Manchester City.

Sementara, Chelsea kini tertinggal lima angka dari United namun Andre Villas-Boas mengatakan tuimnya sudah memperlihatkan bahwa mereka bisa bersaing merebut juara Liga Primer.

“United berada dalam posisi yang baik, namun saat ini masih sangat, sangat awal. Saya mengatakan sebelum pertandingan bahwa semua yang terjadi di sini akan punya arti pada klasemen Liga Primer.”

Dia merujuk pada Manchester City yang bermain imbang 2-2 melawan Fulham sementara Arsenal kalah 3-4 dari Blackburn dan Liverpool dihajar Tottenham 0-4.

“Arsenal kalah akhir pekan dan Liverpool juga jadi semua kelima klub yang bersain turun dan semuanya bisa terjadi,” tambah Villas-Boas.

Bagaimanapun dia mengakui United merupakan tim yang sejauh ini paling konsisten akan tetapi Chelsea tetap memperlihatkan diri tetap ada tingkat juara.

Hidup Berkelimpahan

Date: Sunday, May 6th, 2001
Tags: Ps. Samuel Yusuf
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan Semua kita pasti tidak menyukai dengan kata “pencuri”. Setiap kita dengar kata “pencuri” pasti yang terpikir adalah sesuatu yang hilang, kerugian, dan mungkin juga kekesalan! Alkitab menggambarkan iblis itu seperti pencuri yang bertujuan untuk mencuri, membunuh dan membinasakan hidup kita! Ingat jika iblis mungkin kelihatanannya bisa menolong…tetapi tujuan sebenarnya adalah untuk membinasakan!! Tetapi kita tidak usah terlalu perduli dengan si iblis….mari kita dengar satu kabar baik buat saudara hari ini, yaitu: Yesus datang, supaya engkau mempunyai hidup! Bukan hanya hidup yang “biasa-biasa” atau “lumayan” tetapi Yesus berkata: hidup didalam segala kelimpahan!

Allah memberikan kita kuasa untuk menjadi kaya!! “Tetapi haruslah engkau ingat kepada Tuhan, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.” Ul 8:18. Kuasa untuk memperoleh kekayaan itu sudah diberikan kepadamu! Kekayaan itu tidak tergantung lagi dari Tuhan tetapi kitalah yang harus mengambilnya!! Apakah saudara siap hidup dalam kelimpahan?? Jika engkau siap….mari ktia lanjutkan.

Allah sampai bersumpah atas janji-Nya ini, artinya Allah sungguh -sungguh-sungguh….serius!! Maz 35:27b, “Biarlah mereka tetap berkata: “Tuhan itu besar, Dia menginginkan keselamatan hamba-Nya.” Sebetulnya didalam bahasa Inggris lebih tepat, dikatakan, “…Who (God-Red) has pleasure in the prosperity of His servant.” (NKJV). Kata “keselamatan” itu sebetulnya adalah “prosperity” atau “kelimpahan”. Allah bukan hanya ingin saudara hidup didalam kelimpahan, tetapi Dia sangat senang dan menikmati jika melihat hamba-hamba-Nya hidup didalam kelimpahan!! Haleluyah…!!

HUTANG atau KREDIT bukanlah rencana Allah yang sempurna buat saudara! Amsal 22:7, “Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi.” Jelas disini bahwa menjadi budak adalah bukan rencana Allah buat hidup kita! Karena Yesus datang untuk memberikan hidup (yang merdeka) bahkan hidup dalam kelimpahan! Jika kita berhutang….bagaimana bisa disebut kelimpahan? Sadarkah saudara bahwa orang yang berhutang itu bukan saja tidak punya apa-apa tetapi juga “minus”, artinya dibawah angka nol!! Sudah tidak punya apa-apa, masih kurang lagi!

Didalam Perjanjian Baru, Allah bahkan menjelaskan bahwa: “Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat (double honor-NKJV), terutama mereka yang dengan jerih payah berkotbah dan mengajar” 1Tim 5:17. Alkitab mengajarkan bahwa orang-orang yang berkotbah dan mengajar firman Tuhan harus dihormati bahkan diberkati dua kali lipat. Itu kehendak Allah…ingat “God is pleasure in the prosperity of His servant.”

Sekarang, bagaimana kita memperoleh “Double honor” atau kelimpahan itu?

Mari kita lihat Luk 16:10, “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.”

Pertama, SETIA DALAM HAL KECIL. Didalam sekolah, pekerjaan, di rumah dan juga didalam pelayanan….sekecil apapun tanggung jawab itu….lakukan dengan sungguh-sungguh. Setialah!! Orang yang hebat itu banyak tetapi yang setia itu sedikit! Allah bukan hanya senang melihat kita diberkati tetapi Dia rindu melihat kita tetap setia didalam kelimpahan sekalipun. Tahukah saudara bahwa lebih mudah setia kepada Tuhan pada waktu kita susah dari pada waktu kelimpahan?

Kedua, SETIA DALAM HAL UANG.
“Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?” ay.11. Alkitab jelas berkata: “Akar segala kejahatan adalah cinta akan uang.” Waktu uang kita masih sedikit, kita mudah setia, memberi perpuluhan, persembahan, dll…..tetapi waktu uang kita banyak….apakah engkau tetap setia membayar perpuluhan dengan benar? Bisakah engkau tetap memberi dengan sukacita tanpa perasaan hati yang berat untuk memberi?? Ini pertanyaan yang harus saudara jawab sendiri dengan jujur…dan jawabanmu itu menentukan kapasitas saudara untuk menerima berkat dari Allah!! Allah kita tahu memberikan yang terbaik buat kita!

Ketiga, SETIA DALAM HARTA ORANG LAIN.
“Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?” ay.12. Sebelum Allah memeprcayakan kepada kita harta untuk kita….Allah akan menguji kita, jika kita bisa setia terhadap harta orang lain. Harta bukan hanya bicara soal uang semata, tetapi juga pekerjaan (jika engkau bekerja untuk orang lain), atau visi (jika engkau melayani dibawah seorang pemimpin rohani yang mempunyai visi). Apakah engkau bisa setia??

Saudara yang terkasih, ketiga hal diatas adalah cara supaya janji Allah akan hidup yang berlimpah itu menjadi kenyataan! Hal yang besar itu tidak akan pernah datang sebelum kita bisa setia dengan hal yang kecil. Didalam aspek apapun didalam hidup kita, kita perlu belajar dari rasul Paulus, “Kukatakan ini bukanlah karena kekuarangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang menjadi rahasia; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Flp 4:11-13.

Hidup Dalam Segala Kelimpahan (1)

Bagikan
Oleh: Sunanto Choa

Yohanes 10:10 “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”

Sebagian besar dari saudara mungkin sudah pernah membaca atau mempelajari kutipan ayat di atas. Saya yakin kita semua pasti menyenangi janji Yesus yang indah dalam ayat tersebut. Banyak pengkotbah yang sangat suka mengutip ayat ini sebab ayat ini memang “enak didengar” oleh telinga jemaat. Namun saya menemukan banyak sekali orang kristen yang salah mengartikan hidup dalam segala kelimpahan yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yesus ini. Kebanyakan orang mengartikan hidup kelimpahan tersebut dengan memiliki kekayaan materi dan kesuksesan duniawi.

Apakah yang dimaksud Yesus dengan hidup dalam segala kelimpahan ? Jika yang dimaksud hidup dalam segala kelimpahan adalah dalam hal materi maka Tuhan Yesus telah berdusta sebab banyak orang kristen yang hidup sungguh-sungguh tidak berkelimpahan dalam materi, bahkan rasul Paulus jelas tidak berkelimpahan secara materi bahkan bisa dikatakan dia miskin secara materi sebab kadang ia kelaparan dan telanjang. Lalu apakah sebenarnya yang dimaksud hidup dalam segala kelimpahan ini ?

Saya mengenal seorang orang kristen yang masih relatif berusia muda tetapi sudah sukses dalam bisnisnya. Anak muda ini merintis usaha dari nol dan dalam beberapa tahun berhasil menjadi jutawan baru sehingga bisa memiliki mobil mewah dan rumah besar. Banyak orang mengatakan anak muda ini “diurapi dalam bisnis” oleh Tuhan sebab selain itu dia juga banyak memberi untuk pekerjaan Tuhan. Banyak teman-temannya yang ingin menjadi seperti pemuda yang “sukses” ini sebab mereka mengira pemuda ini telah mengalami kebahagiaan dalam hidupnya . Akan tetapi, setelah menyelidiki kehidupannya saya menyimpulkan bahwa anak muda ini sama sekali tidak hidup dalam segala kelimpahan. Saya menemukan orang muda ini sama sekali tidak bisa dikatakan bahagia meskipun ia memiliki harta yang melimpah. Bahkan saya iba (kasihan) dengan anak muda ini sebab justru kekayaan dunia ini telah membuat hidupnya menderita. Hal ini bisa terjadi sebab keberhasilan dalam bisnisnya tidak diimbangi oleh keberhasilan (baca: pertumbuhan) dalam hidup kerohaniannya.

Percayalah, saya bukan penganut ajaran teologia kemiskinan yang mengajarkan untuk menjadi rohani seseorang harus hidup dalam kemiskinan. Philip Yancey mengatakan “Selama hidupNya di dunia ini Yesus banyak menolong orang miskin agar mereka bisa keluar dari kemiskinan mereka sekalipun Ia berkata berbahagialah orang yang miskin dan lemah”. Bila kita semua hidup miskin secara materi, lalu bagaimana kita bisa memberi kepada orang lain ? Bagaimana kita bisa menjadi berkat bila tidak terlebih dahulu diberkati oleh Tuhan ? Bagaimana kita bisa melakukan pekerjaan Tuhan bila tidak ada yang memberikan dana untuk menyokong pekerjaan tersebut ?

Banyak orang yang berpikir bahwa kepercayaan kekristenan hanyalah tentang menuju ke sorga di masa depan. Hidup dalam segala kelimpahan yang dijanjikan oleh Yesus merupakan janji yang sangat indah dan itu jauh dari sekedar kelimpahan secara materi. Sangat sedikit orang kristen yang berhasil mencapai tingkat kehidupan yang penuh kelimpahan ini. Oh tahukah anda bahwa Yesus telah menyediakan hidup yang begitu indah dan berbahagia bagi kita semua ? Tentu saja Ia tidak menjanjikan hidup yang mudah dan tanpa masalah sebab selama kita hidup di dunia ini mustahil untuk hidup tanpa ada masalah. Tetapi Ia menjanjikan di tengah-tengah dunia yang penuh masalah ini kita bisa hidup bahagia dalam segala kelimpahan sebab damai sejahteraNya akan mememelihara hati dan pikiran kita. Dia menjanjikan kehidupan yang penuh dengan sukacita dan kemenangan bagi setiap kita. Inilah sebuah tingkatan kerohanian yang mengalir seperti sungai sehingga kemanapun kita pergi maka kita akan membawa berkat, kehidupan dan pemulihan bagi orang lain ( Yeh 47:9-12). Maukah anda memiliki kehidupan yang seperti itu ?

Hati Manusia yang Terluka

Bagikan
Penulis : Floyd Mc Lung

Ia menyebut dirinya Steve, tetapi saya rasa itu bukan nama sebenarnya.Jeans-nya tua dan lusuh, bukan karena ia membelinya di sebuah butiq trendy di Eropa dengan penampilan yang sengaja dibuat lusuh, melainkan karena ia sering memakainya dalam perjalanan “hippie”-nya.Dari Amsterdam ia berkelana lewat darat bersama seorang kawan menggunakan Magic Bus, sebuah pelayanan wisata yang murah namun penuh resiko, dan mereka baru saja tiba di Kabul, Afganistan.

Saya, isteri saya Sally, dan beberapa kawan kami tinggal di kabul dan membuka sebuah klinik bagi orang-orang barat yang putus sekolahg dan mengembara ke Asia tengah mencari petualangan, narkotika dan lari dari peradaban mereka yang membuat mereka merasa muak.banyak diantara mereka didesak ke dalam golongan pinggir masyarakat karena suatu penolakan dan perasaan terasing yang sangat dalam.taka da suatu apapun dalam lingkungan mereka yang memberikan suatu jati diri atau rasa kebersamaan.Steve tidak terkecuali.

Dalam minggu-minggu berikutnya, kadang-kadang ia mengunjungi kami di kliniq.Suatu hari ia mengejutkan saya dengan bertanya apakah saya ingin tahu kapan ia merasa paling bahagia dalam hidupnya.Ini adalah pertama kalinya ia dengan sukarela berbicara tentang dirinya, maka saya sangat berhasrat untuk mendengarnya.

“Saya akan katakan kepada anda kapan saya merasa paling bahagia dalam hidup saya,” kata Steve dengan sebuah senyum yang aneh di wajahnya.Kepedihan dan kegusaran yang selama ini terkunci meledak dalam kemarahan yang dahsyat.”Pada hari ulangtahun saya yang ke 11 ketika kedua orangtua saya tewas dalam kecelakaan mobil!!!”

Suaranya penuh kegetiran.”Setiap hari sepanjang hidup saya, mereka mengatakan betapa bencinya mereka kepada saya dan mereka tidak menginginkan saya.Ayah merasa jengkel terhadap saya dan Ibu terus menerus mengingatkan saya bahwa saya lahir karena kecelakaan.Mereka tidak menghendaki saya.Saya senang mereka mati!”

Dalam minggu-minggu berikutnya, saya terus berusaha menolongnya, tetapi kehilangan jejaknya segera sesudah itu, namun, kepedihan dan kemarahannya tetap terukir jelas di dalam ingatan saya.

Apa yang saya dan Sally temukan di Afghanistan pada awal tahun 70-an, bukan hanya beberapa orang barat yang terluka dan lari dari persoalan-persoalan mereka, melainkan suatu keseluruhan sub budaya dari orang-orang yang terluka.Selama sepuluh tahun terakhir kami telah menginvestasikan hidup kami untuk menolong orang yang terluka secara emosional, dan mendapati bahwa tidak ada lapisan masyarakat yang kebal terhadap kepedihan akibat hubungan yang retak.

Seorang pemuda kelas atas yang datang kepada kami untuk konseling melukiskan bagaimana ayahnya memaksany untuk menyaksikan ibunya dipukuli dan ditusuk dengan pisau.Seorang wanita muda mengisahkan tentang penghinaan dan penganiayaan yang ia alami di tanagn ayahnya, saudara-saudara laki-lakinya dan kakeknya.Seorang pemuda lain menceritakan bagaimana orangtuanya menyerahkan dia kepada kakek dan neneknya, hanya karena mereka tidak menghendakinya.Selanjutnya, kakek dan neneknya itu memasukkannya ke panti asuhan pada usia 5 tahun.Disana ia dipukuli setiap hari minggu jika menolak pergi ke gereja.Beberapa tahun kemudian ia menjadi Kristen melalui pelayanan kami di Afghanistan dan ia kembali pulang ke rumah untuk menyatakan kasih dan maafnya kepada orangtuanya dengan membawa sebuah hadiah.Ketika melihatnya, ibunya berteriak-teriak kepadanya dengan penuh kemarahan dan tidak mengijinkannya masuk.Seorang suami muda y ang ganteng sambil menangis mengatakan bahwa seingatnya ia tidak pernah mendengar kata-kata “Aku mengasihimu” dari ayahnya yang seorang pengacara.

Dunia kita dilanda epidemi kepediahan.Dengan merajalelanya perceraian dan penganiayaan anak-anak yang berteriak melalui berita-berita nasional, tidaklah heran bahwa bagi banyak orang konsep tentang Allah sebagai Bapa menimbulkan tanggapan penuh kemarahan, kebencian dan penolakan.Karena mereka tidak pernah mengenal seorang ayah atau bapa yang ramah dan peduli, sehingga mereka mempunyai pandangan yang terbalik mengenai kasih Bapa Surgawi. Dalam banyak kasus, orang-orang yang terluka ini memilih untuk menyangkal atau mengabaikan kehadiaranNya.

John Smith, kawan saya dari Melbourne- Australia-menceritakan tentang seorang remaja jalanan yang keras, yang memberinya kesempatan untuk menceritakan kepadanya tentang Allah.
“Oke Bung,” katanya, “seperti apakah Allah?”
John yang baru saja lulus dari sekolah teologia berkata tanpa berpikir, “Ia sama seperti seorang ayah.”
Mata anak muda itu memancarkan kebencian.”Jika ia seperti ayahku, kau boleh memilikinya!!!”

Belakangan John mengetahui dari seorang pekerja sosial bahwa ayah anak muda tersebut telah memperkosa saudara perempuannya berulangkali dan memukul ibunya.

Luka-luka Emosional……..

Pengalaman masa kanak-kanak yang negatif bukan satu-satunya faktor yang menghalangi kita untuk memahami Allah sebagai Bapa.Banyak orang mengalami suatu hambatan secara emosional dan mental ketika mereka berusaha untuk memanggil Allah”Bapa” karena mereka tidak mengenal-Nya secara pribadi.

Ada perbedaan mengenal tentang-Nya dan mengenal-Nya secara pribadi.Yohanes 1:12 berkata, “tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa untuk enjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya”

Untuk menjadi anak-anak Allah kita harus percaya bahwa Yesus Kristus datang sebagai anak Allah, mati dan dibangkitkan supaya dosa-dosa kita dapat diampuni.Kemudian kita harus meminta agar Ia mengampuni kita dan menjadi Tuhan atas kehidupan kita.Kita harus membaktikan hidup kita untuk belajar dan menaaati firman Allah, dan menyembah hanya Dia.

Ada orang yang mempunya kesulitan berhubungan dengan Allah sebagai bapa karena sepanjang hidup, mereka diajar untuk menghormati-Nya, dan bagi mereka itu berarti menyapa-Nya dengan sebutan “Dikau”.Memakai istilah informal seperti “Papa, Papi ” atau “Bapa” tampak tidak menghormati abgi mereka.Namun alkitab mengajar kita untuk menyebut Allah sebagai “Bapa” ketika kita berdoa(Mat 6:9), dan bahwa Ia ingin mempunya hubungan yang akrab dan mesra dengan kitya, anak-anakNya.

Beberapa hambatan yang paling umu bagi kita untuk memahami hati Bapa adalah luka-luka emosional.Luka-luka tersebut seringkali menghasilkan “jaringan bekas luka” yang membuat kita ragu untuk mempercayai-Nya -sepenuhnya sebagai Bapa kita.

Hidup Dalam Segala Kelimpahan (2)

Bagikan
Oleh: Sunanto Choa

Mat 10:39 “Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.”

Di ayat ini Yesus mengatakan “barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku maka ia akan memperolehnya”. Nyawa itu identik dengan kehidupan sebab bila kita kehilangan nyawa berarti kita kehilangan kehidupan. Dengan kata lain Yesus bermaksud mengatakan jika kamu ingin memperoleh hidup yang berkelimpahan maka kamu terlebih dahulu harus kehilangan nyawa karena aku. Disinilah banyak orang kristen yang mengalami kegagalan sebab kehilangan nyawa menuntut penyangkalan diri, kematian daging dan kematian terhadap diri sendiri .Untuk dapat memiliki hidup dalam segala kelimpahan kita dituntut untuk mati terhadap diri sendiri (mati terhadap keakuan).

Pengajaran tentang kehidupan berkelimpahan memang disukai banyak orang tetapi pengajaran tentang kematian terhadap diri sendiri yang menuntut penyangkalan diri dan memikul salib tidak disukai banyak orang. Padahal keduanya saling berhubungan dan tidak terpisahkan sebab untuk memperoleh janji tentang hidup berkelimpahan ada syarat yang harus kita penuhi yaitu mati terhadap diri sendiri (keakuan). Kasih Tuhan memang tidak bersyarat tetapi janjiNya bersyarat. Tuhan tetap mengasihi kita sekalipun kita tidak taat kepadaNya tetapi jika kita tidak taat maka ada konsekuensinya yaitu kita tidak akan menerima penggenapan janjiNya tentang hidup berkelimpahan ini.

Saya menemukan begitu banyaknya pengajaran tentang hidup berkelimpahan yang tanpa disertai pengajaran tentang salib. Hal ini sangat berbahaya sehingga banyak anak Tuhan terjerumus ke jalan yang salah. Akibat pengajaran yang tidak seimbang ini, banyak orang yang berhasil dalam ukuran dunia tetapi gagal di mata Allah. Tuhan telah menaruh beban di hati saya untuk membawa umatNya masuk ke tanah perjanjian dan memperoleh hidup dalam segala kelimpahan seperti yang dijanjikan Yesus kepada kita semua. Oleh karena itu saya begitu sedih setiap kali menyaksikan orang kristen yang sukses dalam ukuran dunia namun gagal di mata Allah.

Janganlah takut bila saat ini anda merasa sangat kosong, hancur dan berakhir sebab jika itu benar-benar pekerjaan salibNya maka pekerjaan tersebut akan berhasil dalam apa yang dimaksudkanNya bagi anda. Jika pekerjaan itu memang berhasil maka anda akan naik lebih tinggi dibanding tempat sebelumnya. Salib memang melibatkan krisis, rasa sakit dan penderitaan. Jalan menuju golgota itu penuh dengan kesakitan, hinaan dan cercaan yang bisa menggoncangkan jiwa kita. Namun setelah kita mati tersalib bersama Dia maka kuasa kebangkitanNya akan memberikan kehidupan yang baru bagi kita yaitu kehidupan yang berkelimpahan. Inilah jalan satu-satunya untuk memperoleh hidup dalam segala kelimpahan yaitu jalan salib yang sempit, penuh kesakitan dan hinaan !

Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi pelemahan rupiah, begitu juga bank-bank sentral di Asia yang mengintervensi pelemahan mata uangnya.

Lewat intervensi yang dilakukan BI, rupiah bergerak stabil dan dolar ditutup Rp 8.780 hari ini.

Demikian disampaikan Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Perry Warjiyo kepada detikFinance, Jumat (23/9/2011).

“Selain BI yang intervensi valas, bank-bank sentral di Asia juga masuk. Makanya nilai tukar kawasan menguat,” jelasnya.

Selain intervensi di pasar valas, Perry mengatakan BI juga melakukan lelang surat utang negara dengan target Rp 4 triliun hari ini.

Namun penawaran yang masuk hanya Rp 1,4 triliun dan yang diambil BI hanya Rp 321 miliar karena harga yang ditawarkan sudah tinggi (yield rendah).

“Dari bilateral (diserap) sekitar Rp 510 miliar,” tukas Perry.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebelumnya mengatakan cadangan devisa yang tinggi membuat pemerintah dan Bank Indonesia (BI) percaya diri menjaga nilai tukar rupiah tetap stabil. Nilai dolar AS akan dijaga tetap stabil di bawah Rp 9.000.

Dikatakan Hatta, dolar bisa ditekan di bawah Rp 9.000 karena pemerintah dan BI bisa melakukan intervensi untuk menahan laju pelemahan rupiah, serta mempunyai fundamental ekonomi yang baik.

BEI: Hari Ini Investor Asing Lebih Tenang
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Share

Foto: Whery/detikFinance

Jakarta – Pelemahan drastis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak lagi terjadi pada perdagangan hari ini, Jumat (23/9/2011). Kegusaran investor, utamanya asing dinilai sudah mereda. Tidak seperti perdagangan satu hari sebelumnya.

Menurut Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito, investor asing hari ini masih berpartisipasi dalam perdagangan saham. Ini terkait dengan situasi pasar yang mereda dengan adanya intervensi dari Bank Sentral akan rupiah.

“Hari ini asing masih ada yang jualan. Asing kan terus melihat situasi. (kemarin) ikut panik karena melihat situasi yang semakin tidak terkendali. Investor, tentu lebih liat investasi yang lebih besar di Eropa. Jadi lepas saja dulu sementara disini,” ungkap Ito di kantornya, SCBD, Jakarta, Kamis (23/9/2011).

Ito menambahkan, kepanikan investor asing yang terjadi harus dimanfaatkan investor dalam negeri. Yakni, melakukan aksi beli untuk saham-saham big cap yang tergolong murah. Dalam jangka panjang tentu akan menguntungkan, ditengah fundamental ekonomi Indonesia yang masih terjaga.

“Investor dalam negeri harus semakin dewasa, justru beli disaat asing banyak lepas. Dan saat mereka (asing) mau masuk lagi karena kondisi sudah pulih, harganya sudah meningkat. Kondisi market itu didukung oleh tiga pilar, yakni fundamental ekonomi, kinerja emiten dan pasar keuangan yang stabil,” tutur Ito.

“BI hari ini sudah bagus dengan menjaga pasar uang. Namun kemarin pasar uang volatilitasnya tinggi di kisaran Rp 9.000 – Rp 9.300 dan membuat investor nervous, hingga harga tinggi. Memang (kemarin) agak terlambat untuk tenangkan pasar,” ucapnya.


Hak Beristirahat untuk yang Bekerja

Bagikan
Penulis : Eka Darmaputera

“Beristirahat” adalah antonim dari “bekerja”. Seperti “mendorong” adalah lawan kata dari “menghela”, dan “masuk” adalah lawan kata dari “keluar”.

Karena itu wajar bila orang yang hobinya bekerja, tidak suka beristirahat. Dan sebaliknya, orang yang kegemarannya beristirahat, malas bekerja. Konon, menurut para ahli, perbedaan sikap ini menjadi salah satu pembeda utama antara sebuah “masyarakat tradisional” dan sebuah “masyarakat moderen”.

Pada sebuah masyarakat “tradisional”, orang yang tidak harus banyak bekerja dipandang berstatus lebih mulia, ketimbang mereka yang mesti banyak berpeluh karena terpaksa bekerja keras. Hanya “wong kasar” yang melakukan “kerja kasar”. Sementara yang berdarah biru tak pantas mengotori tangannya.

“Bekerja” dilakukan hanya bila terpaksa. Apalagi bekerja dengan mengerahkan otot dan tenaga. Kerja jenis ini-”kerja kasar”-diakui memang tidak terelakkan.

Bagaimana pun piring kotor harus dicuci; sampah harus diangkut; kayu harus dibelah; padi harus ditanam dan dipanen. Ya! Namun “kerja kasar” ini, sekali lagi, cuma pantas dikerjakan oleh “orang-orang kasar” pula.

Ini tidak berarti bahwa mereka-orang-orang “tradisional”-itu pemalas. O, sama sekali tidak! Mereka mau dan bisa bekerja sangat keras. Tengok saja petani-petani, nelayan-nelayan, dan kuli-kuli panggul kita! Mereka adalah pekerja-pekerja keras.

Cuma saja, “bekerja” itu sendiri-bagi mereka, dan bagi orang lain juga-bukanlah sesuatu yang terhormat. Karena itu mereka melakukannya, sebab tidak ada pilihan lain.

* * *

DALAM masyarakat modern, “kerja kasar ” disebut sebagai “blue collar job”. Artinya, “pekerjaan kerah biru”. Sedang “kerja halus” disebut sebagai “white collar job”. Pekerjaan “kerah putih”. Disebut “biru dan “putih”, kemungkinan besar adalah karena yang melakukan “kerja kerah putih”, tak perlu mengotori pakaiannya. Sedang yang lain perlu pakaian kerja yang “tahan kotor”-pakaian biru.

Tak dapat dipungkiri, pekerjaan “kerah putih” dianggap lebih prestisius ketimbang yang “kerah biru”. Pekerja kerah putih adalah mereka yang berdasi atau bergaun rapi, duduk di ruang yang sejuk berkursi empuk, sibuknya di belakang meja dengan pena, telepon, dan komputer mereka. Tak ada peluh menetes.

Karenanya, mana bisa dibandingkan dengan montir-montir yang berpakaian dekil, bekerja di ruang yang hiruk pikuk dan berbau penguk. Dengan juru parkir yang bekerja dipanggang terik matahari, mengumpulkan 1000 rupiah demi 1000 rupiah.

Dengan tukang sampah yang sehari-hari harus menahan bau dan mengais sampah tanpa pelindung hidung atau kaus tangan.

Dengan kuli-kuli pelabuhan yang memanggul beban yang lebih berat ketimbang berat badannya sendiri.

Tapi dalam masyarakat moderen, sikap terhadap “kerja” telah berubah secara radikal. Bekerja itu, untuk mereka, adalah mulia. Luhur. Orang- orang yang lebih gemar memandikan perkutut ketimbang bekerja keras, mereka pandang sebagai pemalas-pemalas dan benalu-benalu masyarakat yang menyebalkan.

Sebaliknya, semakin banyak tenaga yang dibutuhkan untuk melakukan sebuah pekerjaan-dan karenanya semakin sedikit orang yang berminat melakukannya-diberi penghargaan yang relatif lebih tinggi. Karena itu, seorang anak di Amerika dengan tanpa merasa minder memperkenalkan ayahnya sebagai “garbage man” (= tukang sampah).

Perubahan sikap terhadap “kerja”, juga sangat jelas kita lihat melalui kisah berikut, yang konon benar-benar terjadi. Ketika pada suatu hari, sebagai tanda penghargaan dan kekaguman, perdana menteri Jepang berkenan berkunjung ke pabrik Honda. Sudah selayaknya, tamu terhormat ini disambut sendiri oleh pucuk pimpinan tertinggi pabrik tersebut. Dan itu tidak lain adalah sang presiden direktur, sekaligus pemilik dan pendiri Honda Corporation.

Ketika saat kunjungan kian mendekat, staf terdekat Pak Honda semakin gelisah. Bos mereka masih tetap bersantai dengan pakaian bengkelnya, yang di sana sini “kotor” terkena tumpahan oli dan sapuan gemuk.

“Pak, rombongan akan tiba lima menit lagi. Apakah bapak tidak sebaiknya berganti pakaian dahulu?”, kata mereka-setengah gugup setengah gemetar. “Mengapa aku harus tukar pakaian?,” sergah sang bos besar, “Pakaian kerja bagiku adalah pakaian yang paling terhormat yang bisa dikenakan oleh seseorang”.

* * *

SEDEMIKIAN terobsesinya orang-orang moderen terhadap kerja, muncullah sebuah “penyakit sosial” baru, yaitu penyakit kecanduan kerja. Atau lebih dikenal sebagai “workaholic”. Orang-orang yang mengidap penyakit ini melihat “bekerja” sebagai satu-satunya, bahkan semua- muanya, dalam kehidupan. “Beristirahat” bagi mereka adalah “siksaan” (= torture). Penyia-nyian waktu yang tak terampunkan.

Apakah bekerja melampaui batas tidak membuat mereka lelah? Tentu saja! Tapi kelelahan pun-selama masih bisa-akan mereka tekan, dengan maksud masih bisa bekerja lebih lama dari pada yang dimungkinkan oleh kekuatan tubuhnya.

Maka di toko-toko pun berjajar dijual pelbagai jenis “stimulan”, yang fungsinya adalah menghilangkan rasa lelah. Tapi awas, obat-obatan ini cuma menghilangkan rasa lelah, bukan menghilangkan kelelahan itu sendiri!

AKIBATNYA mudah diramalkan. Secara umum, produktivitas masyarakat meningkat hebat. Tapi dampak sampingnya adalah kualitas kesehatan yang menurun dan kehidupan keluarga yang rentan.

Suami dan istri-kedua-duanya hanya memikirkan pekerjaan- hanya “menyisakan”, bukan dengan sengaja “menyisihkan”, waktu bagi pasangannya, yaitu ketika tubuh sudah penat, tenaga sudah terkuras, dan emosi telah labil.

Anak-anak banyak yang bertumbuh liar, karena tak pernah merasakan perhatian dan tak pernah menikmati kasih sayang orang tua mereka. Kecuali barangkali diberi uang atau dibelikan “play station”, guna mengalihkan perhatian dan membungkam protes mereka.

Hari Minggu, bagi banyak orang, adalah satu-satunya hari di mana mereka bisa bangun siang dan tidak melakukan apa-apa, setelah seminggu lamanya tenaga mereka dipacu melampaui batas.

Karena itu, bagi orang-orang ini, ke gereja dianggap merugikan lagi pula tak ada manfaatnya. ” Sama-sama tidur, lebih baik tidur di rumah dari pada tidur di gereja!,” kata mereka.

Kebutuhan spiritual mereka pun, tanpa disadari, tertelantarkan. Dan dengan spiritualitas yang “tipis”, “miskin” dan “merana” itu, mana mungkin mereka punya kekuatan untuk menghadapi tantangan kehidupan moderen yang luar biasa berat.

* * *

“ENAM HARI LAMANYA ENGKAU AKAN BEKERJA DAN MELAKUKAN SEGALA PEKERJAANMU, TETAPI HARI KETUJUH ADALAH HARI SABAT TUHAN, ALLAHMU; MAKA JANGAN MELAKUKAN SESUATU PEKERJAAN .” (Keluaran 20:9-10)

Perintah ini bukan perintah untuk beristirahat, tetapi juga perintah untuk bekerja. Perintah untuk bekerja, dan perintah untuk beristirahat. Keduanya-”bekerja” dan “beristirahat”-ternyata tidak berlawanan, dan jangan dipertentangkan.

Keduanya bukan merupakan pilihan “ini atau itu”; “bekerja atau beristirahat”. Tapi komplementer. Saling melengkapi. Yang satu tak mungkin tanpa yang lain.

Tidak mungkin orang hanya terus-menerus bekerja, tanpa beristirahat. Tapi mustahil pula, bila orang hanya mau beristirahat tanpa bekerja- kecuali bila yang bersangkutan sakit parah. Kinerja yang bermutu hanya dapat dihasilkan oleh mereka yang cukup beristirahat. Sebaliknya, istirahat yang paling nikmat adalah untuk mereka yang telah bekerja paling penat.

Bukankah perintah Tuhan ini adalah koreksi terhadap gaya hidup banyak orang-khususnya sebagian besar pegawai negeri kita? Yaitu pada waktu semestinya bekerja, eee malah bersantai ria dan bermalas-malasan- sungguh menyebalkan! Sebaliknya tatkala seharusnya sudah bisa beristirahat, terpaksa bekerja keras untuk mengejar ketinggalan.

Yang Tuhan kehendaki adalah, hidup yang DISIPLIN dan SEIMBANG. Bekerja pada waktu bekerja. Beristirahat pada waktu istirahat. Baik dalam melakukan pekerjaan sekuler kita, maupun ketika melaksanakan tugas misioner kita.

“Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, ” kata Yesus, “selama hari masih siang; (sebab) akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja” (Yohanes 9:4)

Menurut Yesus, waktu tidak berjalan siklis (= melingkar) melainkan linear (= lurus). Untuk masing-masing ada waktunya. Ada waktunya bekerja, ada waktunya beristirahat. Setiap saat adalah kesempatan. Peluang yang kadang-kadang cuma sekali datang, lalu tak pernah terulang.

Jadi selama Anda masih diberi kesempatan bekerja, bekerjalah sekeras- kerasnya dan sebaik-baiknya! Sebab satu saat “akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja”. Dan bila “malam” itu datang, maka betapa pun Anda ingin, yang akan tersedia cuma penyesalan. Penyesalan tanpa obat.

Friendship, Persahabatan, Pardonganon

Bagikan
Penulis: Walsinur Silalahi

Arti kata Friendship dan pardonganon (dalam bahasa batak) diatas adalah sama yaitu persahabatan. Persahabatan bisa merupakan sebuah cermin yang didalamnya saya bisa melihat diri sendiri. Saya menghargai kawan-kawan saya karena mereka dapat menerima diriku dengan segala kekurangan-kelebihanku Sayapun menerima mereka dengan kasih yang sama. Saya juga tidak sungkan-sungkan menunjukkan perbuatan mereka yang salah. Ada rasa tanggung jawab tertentu dalam persahabatan. Disinilah kawan berfungsi sebagai cermin. Kadang-kadang kawan-kawan sungkan menunjukkan kelemahan sahabat demi menjaga perasaannya. Hal itu tidak baik dipelihara dalam membangun Friendship.

Saya berkenalan dengan seorang sahabat yang umurnya beda jauh dari saya. Umur saya 54 tahun sedang umur temanku itu 26 tahun. Dengan sikap yang saling menunjukkan kelemahan, saya bisa memperbaiki diri. Nama temanku itu Novianty. Dia sungguh energik dan tegas. Bagi yang belum mengenal sifatnya, bisa cepat-cepat meninggalkannya karena dia paling tidak suka dengan janji yang tidak ditepati. Dia spontan mengeluarkan pendapat bila sesuatu hal tidak berkenan dihatinya, tetapi dia tidak pernah dendam. Marahnya cukup saat itu saja.

Begitu akrabnya persahabatan kami, sehingga dia saya anggap my oldest daughter, dan dia menganggap aku sebagai ayahnya yang selalu memberikan perhatian terhadap kesehatanku. Kami ber-ikrar menjaga persahabatan ini seperti Taz Mahal salah satu keajaiban dunia. Rintangan-rintangan yang mengganggu kelancaran persahabatan, kami singkirkan dengan diskusi terbuka saling open minded. I love her. Dia suka menulis renungan-renungan singkat dalam buletin, demikian juga saya senang menulis tentang pengalaman-pengalaman hidup sebagai cermin bagi orang-orang yang suka membacanya. Kami punya hobby menulis dengan gaya yg berbeda.

Ada dua hal penting dalam persahabatan: Pertama adalah mengenalnya sejak lama, memperhatikannya bertumbuh dan berkembang, sama-sama merasakan sejarah masa lampau. Persahabatan tidak perlu mempunyai persamaan dalam segala hal, tetapi saling mengenal dan sama-sama merasakan banyak hal dalam hidup ini.

Kedua: Suka mengajukan pertanyaan-pertanyaan membangun bersama-sama tentang alam semesta. Saya dan Novianty tidak pernah berkumpul tanpa berbicara mengenai sang pencipta (Tuhan). Hal itu merupakan dasar paling baik bagi persahabatan. Bila ada perbedaan besar tentang Tuhan, maka persahabatan yang mendalam dan menyenangkan tidak mungkin tumbuh. Karena pengertian kami tentang sifat Allah mempengaruhi cara berpikir mengenai diri sendiri dan segala hal yang lain di dunia ini.

Jika seseorang memandang Allah sebagai Hakim yang suka marah dan penuh dendam, orang itu tidak mungkin mau bersahabat erat dengan saya. Kami melihat Tuhan itu dalam Alkitab adalah Allah yang penuh kasih dan suka mengampuni. Ada pengalaman saya yang cukup kontras dalam persahabatan. Waktu itu saya berbeda pendapat tentang penafsiran sebuah drama. Kami saling berteriak mengeluarkan pendapat. Orang-orang yang melihat kami saling ngotot berkata: “putuslah persahabatan mereka.” Setengah jam kemudian, kami saling bergandengan tangan dengan akrabnya. Kami menyadari bahwa saya dan dia pasti ada perbedaan.

Persahabatan yang menghancurkan: Bagaimana jika memutuskan persahabatan dirasakan sebagai jalan terbaik? Jikalau persahabatan kita sama sekali tidak bermanfaat, lebih baik kita mundur sementara. Kita tidak perlu memutuskan persahabatan untuk selamanya. Sewaktu saya melibatkan diri dalam komunitas orang-orang yang kreatif, perlahan-lahan saya menyadari bahwa mereka mempunyai gaya hidup yang agak kacau. Saya melihat mereka menjalani kehidupan yang tidak cocok dengan kehidupan saya sebagai seseorang yang berusaha melayani Tuhan. Oleh sebab itu saya menarik diri sebagai pernyataan sikap, tetapi seramah mungkin. Saya sadar bila saya terus terlibat didalamnya, maka ada kemungkinan saya ditarik dalam kehidupan mereka dan tentu akan merusak diri saya.

Persahabatan yang sungguh-sungguh rupanya dimulai pada saat remaja. Pada saat itu kaum muda mulai mengerti prinsip persahabatan dan sanggup mengadakan pilihan. Persahabatan itu dapat berlangsung bila ada kesepakatan tentang suatu topik pembicaraan, mendiskusikan ide-ide. Jika percakapan berkisar pada hal-hal yg tidak karuan, maka saya tidak akan menjadikannya menjadi sahabat tetap. Sangat sulit bersahabat dengan orang yang menganggap dirinya serba tahu, karena itu adalah semacam manipulasi. Kadang keadaan itu tidak jahat, tetapi toh bersifat merusak. Akar manipulasi adalah kesombongan, merasa mempunyai hak untuk mengendalikan orang lain, mengetahui segala sesuatu. Manipulasi bukan dasar bagi suatu persahabatan. Kita semua adalah anak Tuhan yg memiliki gambaran Allah dalam diri kita yang kadang-kadang sangat tersembunyi, merupakan tanda tentang penciptaan yg tidak pernah berhenti. Saya tidak setuju dengan ide bahwa Allah menciptakan segala sesuatu dan berkata: “Oh, baik, sudah selesai.” Ia tidak mengatakan sudah selesai sampai Ia berada di kayu salib. Kita sebagai manusia dipanggil untuk menolong menuju kedatangan kerajaanNya. Jikalau saudara terlalu bergantung pada persahabatan itu, maka saudara cenderung mendewakan persahabatan itu dan saudara akan meminta dari sahabat itu yang seharusnya hanya anda minta dari Tuhan.

Sepanjang hidup, saya mempunyai sahabat-sahabat dari segala usia. Persahabatan jangan seluruhnya tergantung kepada perasaan. Kecewa, jengkel terhadap seseorang janganlah merusak persahabatan. Kita jangan mematikan persahabatan hanya karena tidak semuanya menyenangkan. Kadang-kadang kita sebagai kawan harus menunggu sampai orang lain itu bisa menanggapi kembali. Biarkan persahabatan itu tidur sampai suatu saat bisa berbunga dan mekar kembali (Amsal 17;17,Amsal 22;24).

-

Empat Jenis Obat untuk Orang Beriman yang Sedang Sakit

Bagikan
Seorang anak muda. Ia telah berusaha memberikan dasar yang kokoh bagi keluarganya. Namun ia menemukan kekosongan di dasar sanubarinya. Ia dilanda kecemasan dan kehilangan arah hidup. Semakin hari situasinya semakin parah. Ia memutuskan untuk pergi ke dokter sebelum menjadi amat terlambat.

Setelah mendengarkan keluhannya, dokter memberikan empat bungkus obat sambil berpesan; “Besok pagi sebelum jam sembilan pagi engkau harus menuju pantai seorang diri sambil membawa ke empat bungkus obat ini. Jangan membawa buku atau majalah. Juga jangan membawa radio atau tape. Di pantai nanti anda membuka bungkusan obat sesuai dengan waktu yang tercatat pada bungkusannya, yakni pada jam sembilan, jam dua belas, jam tiga dan jam lima. Dengan mengikuti resep yang ada di dalamnya aku yakin penyakitmu akan sembuh.”

Orang tersebut berada di antara percaya dan ragu akan resep yang diberikan dokter. Namun demikian pada hari berikutnya ia pergi juga ke pantai. Begitu tiba di pesisir pantai di pagi hari, sementara matahari pagi mulai muncul di ufuk timur dan laut biru memantulkan kembali sinarnya yang merah keemasan itu, sambil deru ombak datang silih berganti, hatinya dipenuhi kegembiraan yang amat dalam.

Tepat jam sembilan, ia membuka bungkusan obat yang pertama. Tapi tak ia dapati obat didalamnya, cuma secarik kertas dengan tulisan: “Dengarlah”. Aneh bin ajaib, orang tersebut patuh pada apa yang diperintahkan. Ia lalu duduk tenang mendengarkan desiran angin pantai serta deburan gelombang yang memecah bibir pantai. Ia bahkan secra perlahan-lahan mampu mendengarkan setiap detak jantungnya sendiri yang menyatu dengan melodi musik alam di pantai itu. Telah begitu lama ia tak pernah duduk dan menjadi sungguh tenang seperti hari ini. Ia terlampau sibuk dengan usahanya. Saat ini ia merasa seakan-akan jiwanya dibasuh bersih.

Jam dua belas tepat. Ia membuka bungkusan obat yang kedua. Tentu seperti halnya bungkusan yang pertama, tak ada obat yang didapati kecuali selembar kertas bertulis; “Mengingat”. Ia beralih dari mendengarkan musik pantai yang indah dan nyaman itu dan perlahan-lahan mengingat setiap jejak langkahnya sendiri sejak kanak-kanak. Ia mengingat masa-masa sekolahnya dulu, mengingat kedua orang tuanya yang senantiasa memancarkan kasih di wajah mereka. Ia juga mengingat semua teman yang ia cintai dan tentu juga mencintainya. Ia merasakan ada segumpal kekuatan dan kehangatan hidup memancar dari dasar bathinnya.

Ketika ia membuka bungkusan ketiga saat waktu menunjukan jam tiga tepat, ia menemukan secarik kertas dengan tulisan: “Menimbang dan menilai motivasi”. Ia memejamkam mata, memusatkan perhatiannya untuk menilai kembali niat pertama ketika ia membangun usahanya. Saat itu yang menjadi inspirasi utama ia membuka usahanya adalah secara gigih bekerja untuk melayani kebutuhan sesamanya. Namun ketika usahanya kini telah memperoleh bentuknya, ia lupa hal ini dan hanya berpikir tentang keuntungan yang bakal diperoleh. Keuntungan kini menjadi penguasa dirinya, ia telah berubah menjadi manusia yang egoistis, serta lupa memperhatikan nasib orang lain. Ia kini seakan telah mampu melihat akar penyakitnya sendiri, ia menemukan alasan yang senantiasa membuatnya cemas.

Ketika matahari telah hilang dan bentangan laut berubah merah, ia membuka bungkusan obatnya yang terakhir. Di sana tertulis: “Tulislah segala kecemasanmu di bibir pantai”. Ia menuju bibir pantai, lalu menuliskan kata “Cemas”. Ombak datang serentak dan menghapus apa yang baru dituliskannya. Bibir pantai seakan disapu bersih, kata “Cemas” yang baru ditulisnya hilang ditelan ombak.

Siapakah tokoh utama dalam kisah di atas tersebut?. Mungkin saya, mungkin pula anda. Pernahkah saya secara tulus mendengarkan bahasa bathin sendiri? Atau pernahkah saya mengingat segala yang manis maupun pahit yang terjadi di masa silam namun telah membentuk siapa saya saat ini? Apa yang menjadi motivasi utama hidup saya hari ini dan besok, dan apa kecemasan saya?

Duri-duri Pemulihan

Bagikan
Penulis : Ayub Yahya

PENGAMPUNAN Tuhan adalah tema yang sangat menonjol dalam Alkitab. Ingat kisah mengharukan “Si Anak Hilang” (Lukas 15:11-32)? Bagaimana Sang Ayah memeluk si bungsu dengan penuh suka. Ada luapan cinta di sana. Segala dosa dan “kekotoran” si anak hilang tidak diingatnya lagi. “Anakku yang hilang telah kembali,” katanya.

Cinta Sang Ayah dalam kisah tersebut adalah cinta Tuhan. Sambutan Sang Ayah adalah sambutan Tuhan. Pelukan Sang Ayah adalah pelukan Tuhan. Dan si anak hilang itu adalah para pendosa – kita semua – yang datang kepada-Nya.

Atau tentang Zakheus (Lukas 19:1-10). Ia adalah seorang pemungut cukai. Orang banyak membencinya setengah mati, menghindarinya, dan menganggapnya sebagai pendosa kelas kakap. Tetapi, kepadanya Tuhan Yesus justru berkata, “Zakheus, Aku akan menumpang di rumahmu.”

Menumpangnya Tuhan Yesus di rumah Zakheus bukan sekadar menumpang. Ada makna yang lebih dalam dari itu, yaitu: Penerimaan dan pengampunan.

Ya, atas nama norma dan agama manusia bisa saja menolak, menista, atau bahkan menghukum seorang pendosa. Tetapi, di dalam Tuhan selalu tersedia penerimaan dan pengampunan. Kasih setia Tuhan melampaui pikiran manusia; kebaikan Tuhan melampaui batas-batas norma dan agama.

Seperti kepada Zakheus, seperti itulah sikap Tuhan kepada para pendosa – kepada kita semua.

Hingga pemulihan pun terjadi.

Akan tetapi, hati-hati, ada duri-duri terhadap pemulihan Tuhan ini. Duri-duri yang bukan hanya bisa menghambat, tapi juga bisa mengancurkan. Pertama, dari orang-orang yang menempatkan dirinya sebagai “polisi iman”. Yaitu, mereka yang sangat peka de- ngan keburukan orang lain, tapi menu- tup mata terhadap keburukannya sendiri.

Mereka mencemooh, mencibir, menghina, merendahkan, menudingkan jari telunjuk kepada orang lain yang tergelincir ke lembah dosa. Padahal, mereka sendiri tidak bersih dari dosa.

Kepada orang-orang seperti itulah Tuhan Yesus berkata, “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yohanes 8:7). Sesungguhnyalah, tidak ada kesalahan yang lebih buruk selain ketika kita sibuk ngurusin kesalahan orang dan lupa dengan kesalahan sendiri.

Kedua, dari dalam diri sendiri. Yaitu ketika kita merasa begitu hina, kotor, sangat tercela dan nista. Kita menghakimi dan menghukum diri kita sendiri. Seolah-olah tidak ada lagi harapan untuk memperbaiki diri; ibarat gelas sudah pecah berkeping-keping. Lalu kita hidup dalam ketelanjuran; telanjur kotor sekalian saja berbuat kotor, telanjur tercela sekalian saja berbuat tercela.

Padahal, pikiran kita bisa membentuk siapa dan bagaimana diri kita. We are what we think. Kalau kita terus berpikir bahwa kita ini kotor, hina, tercela, maka jadilah kita benar-benar kotor, hina dan tercela. Sehingga kita pun semakin jauh terjerembab ke dalam lumpur dosa.

Lalu bagaimana?

Tidak ada cara lain, kita harus mengalihkan hati kita. Dari cemoohan dan penolakan orang lain terhadap diri kita, kepada pengampunan dan penerimaan Tuhan; dari pikiran dan perasaan kita yang negatif, kepada kasih dan kebaikan Tuhan.

Tuhan mahakasih. Kasih-Nya tidak terbatas; lebih dalam dari lautan, lebih luas dari langit. Tuhan mahabaik. Tuhan mahapengampun.

Daud merasakan betul arti dipulihkan. Pada suatu masa di hidupnya Daud pernah terjerumus ke dalam dosa yang begitu kelam (2 Samuel 11:1-27). Kasih dan kebaikan Tuhanlah yang mengangkatnya kembali dari keterpurukan karena dosanya itu. Maka Daud pun bermazmur:

“Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamana Ia mendendam. Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita” (Mazmur 103:8-12).*

Dia Menyegarkan Jiwaku

Bagikan
Oleh: Sunanto

Mzm 23:3a “Ia menyegarkan jiwaku”

Di tengah krisis yang sedang melanda dunia usaha saat ini ternyata jenis usaha yang bergerak dalam dunia hiburan sepertinya tidak begitu terkena dampaknya.Bahkan krisis menyebabkan banyak orang yang menjadi stress sehingga mereka berusaha mencari hiburan untuk melepaskan ketegangan. Bisnis dunia hiburan berkembang dengan subur di daerah perkotaan sebab orang kota memang cenderung lebih mudah mengalami stress. Apalagi bagi orang-orang yang tinggal di kota besar seperti kota Jakarta yang hampir setiap hari terjebak dalam kemacetan. Sebuah survei menunjukkan sebagian besar penduduk kota besar di Indonesia mengalami sakit jiwa dalam kadar tertentu.

Manusia modern dengan kecerdasannya memang sanggup membuat hidup menjadi lebih mudah dan cepat. Akan tetapi, justru di era modern yang serba cepat dan komputerisasi ini manusia menjadi semakin mudah tertekan. Dengan ditemukannya handphone memang membuat komunikasi menjadi mudah dan cepat. Namun tanpa disadari justru handphone telah membuat banyak orang semakin tertekan sebab kita menjadi mudah diganggu kapan saja. Beberapa orang rekan kantor di perusahaan tempat saya pernah bekerja sampai mengalami stress berat akibat sering dikomplain oleh pelanggan di luar jam kantor.
Bahkan seorang teknisi mengalami phobia (rasa takut) dengan suara dering handphone akibat seringnya dikomplain oleh pelangggan di waktu malam. Belum lama ini saya membaca di sebuah majalah dimana seorang CEO perusahaan besar memberikan sebuah fasilitas email gratis lewat handphone bagi setiap karyawannya agar mereka bisa tetap bekerja kapanpun. Tidak heran semakin hari semakin banyak saja jumlah orang yang mengalami stress dan depresi.

Ternyata bukan orang-orang yang bekerja dalam dunia ‘sekuler’ saja yang mengalami tekanan. Orang-orang yang bekerja dalam dunia ‘rohani’ juga tidak luput dari tekanan tersebut. Sebuah survei yang dilakukan oleh Family News From Dr. James Dobson menunjukkan 80% Pendeta dan pasangannya sedang mengalami depresi. Sebuah survei yang dilakukan oleh Fuller Institute of Growth menunjukkan 80% Pendeta yakin bahwa pelayanan penggembalaan mereka mempengaruhi kehidupan keluarga mereka secara negatif. Belum lama ini seorang hamba Tuhan dan juga penyayi rohani terkenal di Indonesia mengalami kekeringan rohani sehingga selama berbulan-berbulan ia setiap hari berkunjung ke pub untuk mencari hiburan.

Kita tidak dapat mengharapkan sebuah kehidupan yang tanpa ada masalah dan tekanan sebab selama kita masih hidup di dunia ini maka kita tidak akan pernah luput dari masalah. Jalan keluar untuk dapat menang dari semua tekanan yang kita hadapi adalah dengan memiliki keintiman dengan Allah. Kita harus memiliki hubungan yang akrab dengan Allah sehingga setiap hari jiwa kita dapat disegarkan oleh air kehidupan yang mengalir dari tahtaNya. Hubungan yang intim dengan Allah harus menjadi prioritas utama dalam hidup kita kita jika kita ingin tetap bertahan dalam menghadapi beratnya tekanan kehidupan ini,

Saya mengundang anda semua untuk masuk ke dalam kehidupan yang intim dengan Allah. Ada sebuah tempat rahasia sukacita yang telah disediakan oleh Tuhan bagi setiap orang yang ingin memiliki hubungan yang intim denganNya. Hidup kita tidak akan sama lagi jika telah mengalami rahasia sukacita yang datang dari Tuhan. Hidup kita akan menjadi sangat luar biasa dan bergairah sebab air kehidupan itu telah menyegarkan dan memuaskan jiwa kita. Yesus berkata “Barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” Minumlah air kehidupan itu dan biarlah mata air itu mengalir untuk membasahi banyak jiwa-jiwa yang sedang kekeringan !

Beda antara Cinta dan Cocok

18
Bagikan
Penulis: Dr. Paul Gunadi

Salah satu alasan paling umum mengapa kita menikah adalah karena cinta– cinta romantik, bukan cinta agape, yang biasa kita alami sebagai prelude ke pernikahan. Cintalah yang meyakinkan kita untuk melangkah bersama masuk ke mahligai pernikahan.

Masalahnya adalah, walaupun cinta merupakan suatu daya yang sangat kuat untuk menarik dua individu, namun ia tidak cukup kuat untuk merekatkan keduanya.

Makin hari makin bertambah keyakinan saya bahwa yang diperlukan untuk merekatkan kita dengan pasangan kita adalah kecocokan, bukan cinta.

Saya akan jelaskan apa yang saya maksud.

Biasanya cinta datang kepada kita ibarat seekor burung yang tiba- tiba hinggap di atas kepala kita. Saya menggunakan istilah “datang” karena sulit sekali (meskipun mungkin) untuk membuat atau mengkondisikan diri mencintai seseorang.

Setelah cinta menghinggapi kita, cinta pun mulai mengemudikan kita ke arah orang yang kita cintai itu. Sudah tentu kehendak rasional turut berperan dalam proses pengemudian ini. Misalnya, kita bisa menyangkal hasrat cinta karena alasan-alasan tertentu. Tetapi, jika tidak ada alasan-alasan itu, kita pun akan menuruti dorongan cinta dan berupaya mendekatkan diri dengan orang tersebut.

Cinta biasanya mengandung satu komponen yang umum yakni rasa suka.

Sebagai contoh, kita berkata bahwa pada awalnya kita tertarik dengan gadis atau pria itu karena sabarannya, kebaikannya menolong kita, perhatiannya yang besar terhadap kita, wajahnya yang cantik atau sikapnya yang simpatik, dan sejenisnya. Dengan kata lain, setelah menyaksikan kualitas tersebut di atas timbullah rasa suka terhadapnya sebab memang sebelum kita bertemu dengannya kita sudah menyukai kualitas tersebut. Misalnya, memang kita mengagumi pria yang sabar, memang kita menghormati wanita yang lemah lembut, memang kita mengukai orang yang rela menolong orang lain dan seterusnya.

Jadi, rasa suka muncul karena kita menemukan yang kita sukai pada dirinya.

Saya yakin cinta lebih kompleks dari apa yang telah saya uraikan.

Namun khusus untuk pembahasan kali ini, saya membatasi lingkup cinta hanya pada unsur suka saja. Cocok dan suka tidak identik namun sering dianggap demikian. Saya berikan contoh.

Saya suka rumah yang besar dengan taman yang luas, tetapi belum tentu saya cocok tinggal di rumah yang besar seperti itu. Saya tahu saya tidak cocok tinggal di rumah sebesar itu sebab saya bukanlah tipe orang yang rajin membersihkan dan memelihara taman (yang dengan cepat akan bertumbuh kembang menjadi hutan). Itulah salah satu contoh di mana suka tidak sama dengan cocok. Contoh yang lain. Rumah saya kecil dan cocok dengan saya yang berjadwal lumayan sibuk dan kurang ada waktu mengurusnya.

Namun saya kurang suka dengan rumah ini karena bagi saya, kurang besar (tamannya). Pada contoh ini kita bisa melihat bahwa cocok berlainan dengan suka. Pada intinya, yang saya sukai belum tentu ocok buat saya; yang cocok dengan saya belum pasti saya sukai. Sekarang kita akan melihat kaitannya dengan pemilihan pasangan hidup.

Tatkala kita mencintai seseorang, sebenarnya kita terlebih dahulu menyukainya, dalam pengertian kita suka dengan ciri tertentu pada dirinya.

Rasa suka yang besar (yang akhirnya berpuncak pada cinta) akan menutupi rasa tidak suka yang lebih kecil dan — ini yang penting — cenderung menghalau ketidakcocokan yang ada di antara kita. Di sinilah terletak awal masalah.

Ini yang acap kali terjadi dalam masa berpacaran.

Rasa suka meniup pergi ketidakcocokan di antara kita, bahkan pada akhirnya kita beranggapan atau berilusi bahwa rasa suka itu identik dengan kecocokan. Kita kadang berpikir atau berharap, “Saya menyukainya, berarti saya (akan) cocok dengannya.” Salah besar!

Suka tidak sama dengan cocok; cinta tidak identik dengan cocok!

Alias, kita mungkin mencintai seseorang yang sama sekali tidak cocok dengan kita.

Pada waktu Tuhan menciptakan Hawa untuk menjadi istri Adam, Ia menetapkan satu kriteria yang khusus dan ini hanya ada pada penciptaan istri manusia, yakni, “Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” (Kejadian 2:18).

Kata “sepadan” dapat kita ganti dengan kata “cocok.” Tuhan tidak hanya menciptakan seorang wanita buat Adam yang dapat dicintainya, Ia sengaja menciptakan seorang wanita yang cocok untuk Adam.

Tuhan tahu bahwa untuk dua manusia bisa hidup bersama mereka harus cocok.

Menarik sekali bahwa Tuhan tidak mengagungkan cinta (romantik) sebagai prasyarat pernikahan. Tuhan sudah memberi kita petunjuk bahwa yang terpenting bagi suami dan istri adalah kecocokan. Ironisnya adalah, kita telah menggeser hal esensial yang Tuhan tunjukkan kepada kita dengan cara mengganti kata “cocok” dengan kata “cinta.” Tuhan menginginkan yang terbaik bagi kita; itulah sebabnya Ia telah menyingkapkan hikmat-Nya kepada kita.

Sudah tentu cinta penting, namun yang terlebih penting ialah, apakah ia cocok denganku?

Saya teringat ucapan Norman Wright, seorang pakar keluarga di Amerika Serikat, yang mengeluhkan bahwa dewasa ini orang lebih banyak mencurahkan waktu untuk menyiapkan diri memperoleh surat ijin mengemudi dibanding dengan mempersiapkan diri untuk memilih pasangan hidup. Saya kira kita telah termakan oleh motto, “Cinta adalah segalanya,” dan melupakan fakta di lapangan bahwa cinta (romantik) bukan segalanya.

Jadi, kesimpulannya ialah, cintailah yang cocok dengan kita!

enulis : Pdt. Gilbert Lumoindong

I. PENDAHULUAN
Lukas 21:25-28
Takut dan cemas adalah penyakit dunia hari-hari ini. Dimana-mana kita jumpai banyak orang, baik yang tua, muda, kaya dan miskin hidup dalam ketakutan dan kecemasan. Efeknya:

Keluarga.
Ketika suami atau istri stress, keluarga jadi mudah ribut.

Ekonomi.
Orang berpikir bahwa jika punya uang, maka punya segala-galanya. Uang menjadi raja dalam hidupnya, sehingga banyak orang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang, diantaranya dengan cara korupsi, kawin dengan orang yang kaya walaupun orang itu jauh lebih tua.

Dunia roh.
Orang makin tertarik dengan hal-hal mistik. Orang berpikir jika dia berhubungan dengan paranormal, dukun dan lainnya, dia bisa mendapatkan uang yang banyak, mendapatkan kedudukan yang baik, bisa terkenal, dan lain-lain.

Penyakit.
Penyakit semakin hari semakin parah. Dimana ada stress, maka penyakit akan merajalela. Tetapi sukacita dalam Tuhan adalah kekuatan dari Tuhan. Alkitab berkata bahwa hati yang gembira adalah obat. Orang yang tenang dan banyak bersyukur umurnya lebih panjang.

II.BERKAT ORANG PERCAYA

Bagi orang percaya :ANAK MANUSIA DATANG DALAM KEMULIAAN(ayat 27).

Di tengah situasi dunia yang kacau dan menakutkan, orang dunia bisa takut dan cemas, tetapi orang percaya tidak akan cemas karena Alkitab katakan bahwa Anak Manusia akan datang dalam kemuliaanNya. Seribu boleh rebah di sisi kirimu, dan sepuluh ribu di sisi kananmu, tetapi itu tidak akan menimpa orang percaya. Orang percaya akan melangkahi anak singa dan ular naga, orang percaya akan menginjaknya, malapetaka tidak akan menimpa kita dan tulah tidak akan mendekat dalam kemah kita.

Apa artinya Dia datang dalam kemuliaan?

Allah datang untuk memilih kita dari dunia yang gelap ini.
Oleh karena itu Allah bertanggung jawab bagi kita.

Allah memberkati.
Setelah Allah pilih kita, Allah akan memberkati kita.

Allah memberi karunia.
Allah tidak hanya puas dengan memberkati karena berkat bukanlah goal (tujuan akhir) Allah, tetapi Allah mau hidup kita berguna sehingga Dia memberikan kita karunia.

Allah memberi kuasa.
Allah memberi kuasa kepada kita supaya kita dapat berjalan dalam kemuliaan, supaya kita dapat berjalan sebagaimana yang Kristus kehendaki, supaya ditempat Yesus berada, kita bisa berada untuk selama-lamanya

Jadi Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan pada waktu dunia dalam keadaan takut, bingung dan gelisah.

III. TUGAS ORANG PERCAYA

BANGKIT & ANGKATLAH MUKAMU (ayat 28)

Tidak ada yang bisa membangkitkan kita dari masalah dan persoalan kita, kecuali diri kita sendiri. Hamba Tuhan bisa saja mendoakan kita tetapi kalau kita tidak mau bangkit, maka tidak akan ada kemenangan.

Di dalam Alkitab, waktu Yesus menyembuhkan orang sakit, berkali-kali Yesus berkata “Bangkit, angkatlah tilammu”. Yesus tidak akan pernah melakukan mujizat jika kita sendiri tidak mau bangkit. Memang doa orang benar memberikan semangat kepada kita untuk bangkit, tetapi kita sendirilah yang harus bangkit.

Saat ini bukan saat kita untuk memikirkan betapa beratnya beban hidup kita. Karena semakin kita memikirkan masalah kita, maka hidup kita akan semakin terasa berat. Tetapi jika kita ada semangat untuk bangkit, maka Allah tidak akan pernah mengecewakan kita. Selama kita punya semangat untuk bangkit, perkara-perkara besar tersedia bagi kita. Orang-orang yang Tuhan pakai, bukanlah orang-orang yang terus menangisi masalahnya, tetapi orang-orang yang mengerti bahwa Allah adalah sumber kekuatannya.

Sadrakh, Mesakh dan Abednego berkata, “Kalau Allah yang kami sembah sanggup menolong kami, Dia akan menolong kami, tetapi jika tidak, maka untuk menyembah dewa tuanku, kami tidak mau”. Mereka punya prinsip bahwa Allah adalah Tuhan yang tidak akan pernah mengecewakan, Dia akan menolong tepat pada waktunya.

Selama kita punya prinsip yang teguh di dalam iman kita, Allah tidak akan pernah mempermalukan anak-anakNya yang berharap kepadaNya.

BANGKIT
:
Artinya bangkit adalah berbuat sesuatu yang baik :

Bagi kita.
Artinya berbuat sesuatu yang baik bagi kita. Kita seringkali berbuat yang jelek dalam hidup kita. Kita hidup dengan emosi, makian, bentakan, dosa, perzinahan, kita buat sesuatu yang tidak baik. Itulah yang membuat kita jatuh, hancur dan binasa serta terhilang.

Bagi orang lain/dunia.
Hidup Kristen harus mulai berbuat sesuatu bagi dunia. Dunia sudah terlampau lama dikuasai oleh kuasa kegelapan. Ini saatnya kita bangkit berbuat sesuatu yang baik bagi dunia.

Bagi pekerjaan Tuhan.
Sementara kita berbuat sesuatu yang benar untuk pekerjaan Tuhan, tanpa kita sadari Allah buat segala yang dahsyat dalam hidup kita.

ANGKATLAH MUKAMU :
Tidak lagi tertunduk.
Mengangkat muka artinya tidak lagi tertunduk. Orang yang berjalan tertunduk adalah orang yang stress dan orang yang malu. Orang malu karena hidupnya gagal, hidupnya tidak benar sehingga harus jalan selalu tertunduk. Hidupnya tertekan, merasa gagal dan merasa tidak punya potensi serta tidak bisa berbuat apa-apa, karena apa yang terjadi tidak seperti yang dia harapkan. Setan telah membuat banyak orang percaya berjalan dalam kondisi tertunduk. Kita tahu Yesus kita dahsyat tetapi kita berjalan tertunduk.

Waktu untuk tertunduk sudah lewat, Allah mengangkat wajah kita. Kita tidak lagi kecewa dengan pergumulan, kita tidak lagi dikuasai rasa malu.

Hidup dalam kebanggaan
Mengangkat muka artinya hidup dalam kebanggaan. Orang yang menatap artinya bangga, dia tidak perlu kecil hati. Kita bangga karena Allah tidak pernah mempermalukan kita, kita bangga bukan kita tidak punya masalah, tetapi dalam setiap masalah, kita punya jawaban. Kita bangga karena ditengah penderitaan kita hari ini, besok kita akan menerima mahkota yang Tuhan sediakan.

Bersukacita untuk janji-janji Tuhan.
Orang yang menangkat muka adalah orang yang bersukacita. Orang yang bersukacita bukan karena kita lihat, tetapi karena ada janji yang dahsyat. Janji Allah tidak seperti janji manusia yang selalu diingkari. Janji-janji Allah adalah ya dan amin.

PENYELAMATANMU SUDAH DEKAT :
Tugas orang percaya adalah berjalan dalam iman dan pengharapan. Kalau kita berada di dalam Kristus, kita tidak usah kuatir. Bapa menggendong kita. Oleh karena itu kita aman dalam genggamanNya.

IV.PENUTUP

Berjuanglah dengan bangkit dan mengangkat muka kita!

Setiap orang percaya, seberat apapun masalah yang kita hadapi, bangkit!, jangan lemah. Angkat muka kita karena Allah tidak akan mempermalukan orang yang berharap kepadaNya (dan)

Bagaimana Allah Menyembuhkan Luka Emosi Kita

5
Bagikan
Penulis : Floyd Mc Lung

Langkah 1: Akuilah kebutuhan Anda untuk disembuhkan… Bagi banyak orang hal ini bukan masalah.Tetapi jika kita terluka dan tidak mengakui bahwa kita mempunya kebutuhan, maka jelas tidak ada tempat untuk kesembuhan atau pertolongan dalam hidup kita.Mengakui kebutuhan kita merupakan suatu tAnda kesehatan mental yang baik dan bukti dari sikap yang jujur.

Setiap orang membutuhkan kesembuhan dan pertumbuhan emosi dan kepribadian.Jangan pikir Anda adalah perkecualian.Kerelaan untuk belajar dan kerendahan hatilah yang akan mengijinkan kesembuhan dimulai dalam hidup Anda.Beberapa dari antara kita bergumul untuk mengakui kebutuhan kita karena takut ditolak.Tetapi sebaliknyalah yang benar;Jika kita mengakui kebutuhan kita, orang lain lebih menghargai kita atas kejujuran kita itu.Kita semua mungkin dapat mengingat suatu saat ketika kita menceritakan kebutuhan itu dan kemudian dilukai seseorang yang tidak menanggapi kita dengan kasih atau bijaksana.Namun janganlah pengalaman itu menahan kita dari kesembuhannyang ingin Allah berikan.Jangan biarkan pengalaman masa lalu menentukan tindakan atau sikap kita untuk masa depan.

Mulailah dengan bersikap jujur dengan Allah.Lagipula Ia mengenal Anda dengan baik sekali dan ia tidak akan menolak Anda.Sesungguhnya Ia rindu dan sedang menunggu Anda untuk bersikap jujur sehingga Anda dapat menerima kasih dan pertolonganNya.Ceritakanlah kepadaNya segala sakit hati, kekecewaan Anda –pokoknya segalanya.

kemudian, Anda dapat membuka diri terhadap orang lain yang dapat membantu Anda mengikuti langkah-langkah kesembuhan ini.Pilihlah seorang teman kristen yang DAPAT DIPERCAYA dan yang mau BERDOA dengan Anda serta MEMBESARKAN hati Anda.

Jika Anda telah berbuat salah terhadap orang lain, Anda juga perlu menemui mereka dan membereskannya .Ini adalah bagian dari pengakuan akan kebutuhan Anda Anda. Kita lakukan ini bukan supaya diampuni Allah, tetapi justru karena kita telah diampuni. Buah hubungan yang benar dengan Allah ialah menghendaki dipulihkannya juga hubungan yang retak dengan orang lain.

John Stot, teolog Anglikan yang terkenal, memberi peringatan yang berharga mengenai bidang ini dalam bukunya, Akuilah dosa-dosamu. Ia bicara tentang lingkaran pengakuan terbuka: dosa tersembunyi, dosa pribadi, dan dosa di depan umum. Kita harus mengakui dosa menurut tingkat kejadiannya. Jika dosanya adalah dosa yang tersembunyi, yaitu dosa hati atau pikiran yang tidak pernah dilakukan atau diucapkan kepada orang lain, maka itu hanya perlu diakui kepada Allah saja. Tentunya Anda bebas mengungkapkannya kepada teman dekat atau saudara seim an karena ingin jujur dan bertanggung jawab tetapi kita tidak harus melakukan hal itu. Itu adalah pilihan kita sendiri. Sesungguhnya kita dapat melakukan hal itu hanya jika kita yakin akan seseorang, dan apabila kita rasa Tuhan memimpin kita secara khusus untuk melakukan hal itu dan jangan sekali-kali karena kita merasa terpaksa melakukannya. Demikianpun kita harus bijaksana dan hati-hati dalam menyampaikannya.

Sungguh tidak bijaksana untuk mengakui dosa kita kepada orang lain. Jika orang terhadap siapa kita berdosa tidka mengetahuinya, jangan bebani orang itu dengan dosa kita kecuali ada alasan yang jelas mengapa hal itu dapat menolong mereka. Jika ragu, carilah dahulu nasihat dari orang-orang yang dewasa rohani.

Ada beberapa dosa yang dilakukan pada tingkat rahasia atau pribadi dalam kehidupan kita yang amat memalukan. Saya percaya harus ada pemulihan dari rasa malu — khususnya untuk dosa-dosa kenajisan dosa seks. Jika kita harus meminta maaf kepada seseorang karena berbuat dosa terhadapnya dengan cara itu, janganlah menguraikannya secara terperinci, atau menggunakan kata-kata yang tidak bijaksana. Katakan seperlunay saja. Akui bahwa Anda mengecewakannya atau berbuat dosa terhadapnya dan mintalah maaf. Itu sudah cukup…

Pedoman yang baik untuk diikuti adalah: Jika bertalian dengan dosa tersembunyi, akuilah kepada Allah; jika menyangkut dosa pribadi, mintalah maaf kepada orang yang bersangkutan; dan jika berhubungan dengan dosa kepada umum, mintalah maaf kepada kelompok bersangkutan.

Sebagai kesimpulan, langkah-langkah untuk kesembuhan dan pemulihan yang utuh bertalian dengan kejujuran akan kebutuhan kita ini adalah sebagai berikut:

Akuilah kebutuhan dan dosa kita. Kejujuran akan mendatangkan kasih karunia Allah ke dalam hidup kita.
Terimalah kasih karunia Allah. Kasih karuniaNya adalah pemberian kasihNya, penerimaanNya dan pengampunanNya bagi kita, dan hal itu membuat kita merasa aman di dalam Dia. Rasa aman itu membangun iman.
Percayalah kepada Tuhan dan orang lain. Iman mendatangkan kepercayaan dan memungkinkan kita mempunya hubungan akrab dengan Allah dan sesama.
Bangunlah hubungan hati ke hati dengan Allah dan sesama. Hubungan tersebut dimungkinkan jika kita telah merendahkan hati. Maka Allah dapat menyalurkan kasih dan pengampunan kepada kita secara pribadi dan di dalam hati kita kepada orang lain. Maka Allah dapat menyalurkan kasih dan pengampunan kepada kita secara pribadi dan di dalam hati kita kepada orang lain.
Kebalikan dari proses ini akan mengarah kepada kepedihan yang lebih besar dan keterlukaan emosi.

Hubungan yang retak. Ketika hubungan menjadi retak, kita sulit mempercayai org lain.
Legalisme. Jika hubungan kita dengan orang lain salah, kita cenderung menghakimi dan mengritik. Kita hidup dibawah “hukum”, bukan dibawah kasih karunia. Hal ini menyebabkan kita tidak mempercayai orang (curiga)
Curiga. Jika kita tidak mempercayai orang lain seringkali kita memproyeksikan kecurigaan itu, dan sebaliknya mereka tidak mempercayai kita. Maka bertumbuhlah suasana penolakan dan tembok diantara kita dan orang lain.
Tembok. Tembok menghasilkan keterpisahan, kebalikan dari hubungan hati ke hati.
Dalam bersikap jujur mengenai kebutuhan kita, pentings eklai untuk membedakan antara dosa, luka hati dan ikatan. Untuk dosa perlu ada pengampunan, untuq luka perlu kesembuhan dan untuk ikatan rohani kita perlu pembebasan. Kadang-kadang kita membutuhkan pertolongan dalam ketiga bidang tersebut.

Anda tidak dapat mengakui luka sebagai dosa, sebab luka bukanlah dosa. Namun, jika sebagai akibat terluka Anda mengembangkan sikap atau respons yang berdosa, meskipun orang lain itu yang bersalah, Allah tetap minta pertanggungjawaban Anda atas respons Anda. Sesungguhnya-Allah tidak menganggap orang itu bersalah 80% dan Anda hanya 20 %, tetapi keduanya , baik Anda maupun orang itu , 100% bertanggungjawab atas perbuatan masing-masing. Jika Anda tidak menerima tanggung jawab sepenuhnya atas perbuatan Anda, kesembuhan akan terhambat. Mengapa demikian? Jika sikap Anda penuh kekesalan, kepahitan, atau tidak mengampuni, kesembuhan dan pengampunan Allah akan terhambat. “lkarena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang disurga akan mengampuni kamu juga… Tetapi jikalau kamu tidak mengmapuni orang,Bapamu juga tidak akan mengapuni kesalahanmu”(Mat 6:14,15)

Saya ingin menekankan bahwa penting sekali untuk mengakui kebutuhan kita akan kesembuhan dalam hidup kita. SAYA TELAH MELIHAT BANYAK ORANG YANG SIBUK MELAKUKAN PEKERJAAN BAGI TUHAN, tetapi kegiatan mereka DICEMARI OLEH KEINGINAN MEREKA UNTUK MEMBUKTIKAN DIRI, ATAU UNTUK DITERIMA, ATAU UNTUK MENGATASI RASA TIDAK AMAN MENGENAI APA YANG MEREKA LAKUKAN.

Pelayanan kita kepada Allah dan sesama harus mengalir dari rasa aman dan kesejahteraan kita , bukanlah karena ingin membuktikan diri atau ingin menjadi “SESEORANG”. Dalam jangka panjang kita akan mampu bertumbuh semakin dekat kepada Bapa kita yang penuh kasih, kita akan merasa lebih baik mengenai diris endiri, kita akan lebih menikmati pekerjaan kita dan akan menjadi berkat yang lebih besar bagi orang lain JIKA KITA MENYEDIAKAN WAKTU UNTUK MENERIMA KEUTUHAN DAN KESEMBUHAN BATHIN.

Langkah 2:Akuilah emosi yang negatif

Beberapa diantara kita mengarungi hidup ini dengan mengumpulkan emosi yang negatif. Kita tidak diajar bagaimana mengenali atau MENGKOMUNIKASIKAN perasaan kita, sehingga kita menimbun kemarahan , kekecewaaan, ketakutan, kepahitan, dan emosi negatif lain sejak kanak-kanak. Menindih emosi yang satu diatas yang lain sama seperti menumpuk sampah, lapis demi lapis di dalam kantong sampah. Sesuatu yang akhirnya harus dibuang.

Proses penimbunan emosi yang tidak dapat dikenali dan dikomunikasikan itu menghasilkan akibat-akibat yang tragis, dari tukak lambung(penyakit maag) sampai bunuh diri. Kebanyakan kita tidak diajarkan bagaimana mengatasi kesulitan. Kita bertumbuh secara secara fisik sedangkan batin kita mengalami kemandegan. Kita menyimpan penghalang emosi yang menghalangi kita untuk memberi dan menerima dalam hubungan kita dengan orang lain dan dengan Bapa kita.

Dr. Phil Blakely, menyatakan bahwa untuk menangani masalah ini kita perlu “diuraikan kembali”, yaitu mengeluarkan uneg-uneg yang tertimbun di dalam diri kita. Untuk melakukan hal ini kita memerlukan pertolongan seseorang.

Bagi orang Kristen, itu berarti dimulai dengan DOA. JIKA BUKAN KEPAD561ESUS KITA BERPALING SEBELUM BERPALING KEPADA ORANG LAIN, maka kita TIDAK AKAN PERNAH disembuhkan. Dialah pencipta kita, Dia merindukan kita untuk membagi perasaan dengan-Nya, sebab Ia sangat mengasihi kita

Dr. Phil Blakely, menyatakan bahwa untuk menangani masalah ini kita perlu “diuraikan kembali”, yaitu mengeluarkan uneg-uneg yang tertimbun di dalam diri kita. Untuk melakukan hal ini kita memerlukan pertolongan seseorang.

Bagi orang Kristen, itu berarti dimulai dengan DOA. JIKALAU BUKAN KEPADA YESUS KITA BERPALING SEBELUM BERPALING KEPADA MANUSIA-, maka kita TIDAK AKAN PERNAH disembuhkan. Dialah pencipta kita, Dia merindukan kita untuk membagi perasaan dengan-Nya, sebab Ia sangat mengasihi kita.

Tentu saja, kita perlu berbicara dengan orang lain. Penting sekali untuk membina persahabatan dengan orang lain yang mengijinkan kita untuk bersikap sebagaimana adanya kita, tetapi YANG CUKUP MENGASIHI SEHINGGA MAMPU UNTUK MENEGUR JIKA KITA BERBUAT SALAH.

Menyuarakan emosi itu sendiri bukanlah obat yang manjur. Mengkomunikasikan perasaan HANYALAH membersihkan saluran mental kita sehingga akar penyebab masalah kita dapat ditangani. Jika kita mengungkapkan rasa bersalah yang tertimbun, itu bukan berarti kita sudah menangani penyebab rasa bersalah itu. Disinilah psikologi relativisme gagal. Membuat orang membicarakan perasaan bersalah mereka -akan melegakan mereka. -tetapi dalam jangka panjang-, jika mereka tidak menerima tanggung jawab atas pelanggaran hukum moral Allah, rasa bersalah itu akan muncul kembali(kecuali tentunya jika seseorng memadamkan sama sekali hati nuraninya dan kehilangan kemampuan untuk merasakan apa-apa)

Meskipun emosi itu sendiri bukanlah dosa, emosi dapat menghasilkan sikap berdosa jika diarahkan dengan cara yang negatif kepada Allah, diri sendiri, atau orang lain. Disitulah kita memerlukan norma-norma alkitabiah untuk menilai apakah sikap kita telah berdosa. Jika benar demikian, kita harus menganggapnya tidak sehat atau salah.

Allah tidak bermaksud supaya kita hidup menurut perasaan-atau demi perasaan. Beberapa orang hidup dengan dalih bahwa jika mereka merasa sesuatu itu baik, maka itu pasti baik, dan jika mereka merasa sesuatu itu tidak baik, itu berarti tidak baik. Mungkin saja itu adalah filsafat yang baik, tetapi jelas tidak alkitabiah. Kebenaran yang disingkapkan kepada kita di dalam alkitab itulah yang mengarahkan hidup kita, bukan perasaan. Allah memberi kita kemampuan untuk berperasaan dan maksudNya ialah untuk mendorong kita membuat pilihan yang benar. Jika kita tidak hidup menurut ketetapan Allah, maka kita merusak maksud Allah yang sebenarnya dalam memberi kita perasaan, dan memakai perasaan itu untuk mengukuhkan gaya hidup yang penuh kesenangan dan mementingkan diri. Beberapa orang benar-benar dikendalikan oleh emosi mereka, sedangkan beberapa lainnya sama sekali tidak tahu bahwa mereka sampai kepada titik dimana mereka berpikir bahwa sama sekali tidak menunj ukkan perasaan itu sangatlah “kristiani”. Hal itu bukanlah tAnda kedewasaan atau “kerohanian”. Allah menciptakan kita untuk menjalankan kehidupan yang seimbang dimana kita mengekspresikan dan menikmati perasaan kita, dan bebas memanfaatkanya dengan jujur dan membangun.

Para suami, ayah dan pemimpin rohani dapat menjadi penolong yang sangat berarti dengan mendorong keluarga mereka dan jemaat untuk mengungkapkan perasaan mereka secara terbuka.

Keinginan kita untuk membimbing seseorang dapat menjadi tidak efektif, atau bahkan merugikan jika mereka yang kita bimbing tidak diberi kesempatan tersebut. Dengan menciptakan peluang bagi mereka yang ada disekitar kita untuk BERLAKU JUJUR, kita dapat membimbing mereka ke dalam hubunga yang lebih akrab dengan Allah. Mereka akan lebih mempercayai kita dan akan merasakan kesungguhan kita terhadap mereka-yang pada gilirannya memberi kita kebebasan untuk berbicara terus terang dalam hidup mereka.

Dimana tidak ada kepercayaan, disitu kita tidak mempunyai otoritas. Dengan memberi kesempatan kepada orang untuk berlaku JUJUR, kita memberi “kasih karunia”. Pada gilirannya hal ini memberi mereka rasa aman untuk berlaku jujur, bukan saja mengenai perasaan mereka, tetapi juga kebutuhan mereka. Jika orang yang kita bimbing mempunyai kecurigaan yang besar terhadap orang lain, khususnya tokoh-tokoh yang berotoritas, mungkin itu karena mereka belum pernah belajar mengungkapkan perasaan dengan jujur dalam suasana kasih dan penerimaan.

Pada suatu petang, isteri Saya -Sally-menceritakan kepada Saya beberapa masalah pribadi yang ia alami. Saya segera mulai memberi nasehat. Saya tidak akan melupakan responsnya terhadap Saya,”Aku tidak datang kepadamu supaya kamu menasihatiku dan berkhotbah kepadaku. Aku tahu apa yang harus kulakukan. Jika kamu menasihatiku, rasanya kamu tidak mendengarkan atau memperdulikanku. Aku butuh seseorang yang mau mendengarkanku. Jika aku tidak dapat berbicara kepadamu, lalu aku harus berbicara kepada siapa? “

Hari itu saya ambil keputusan untuk menjadi jenis suami yang memberi kebebasan dan rasa aman kepada Isteri (dan juga kepada orang lain dalam hal tersebut) — untuk mengungkapkan perasaan mereka tanpa rasa takut dihakimi, dikhotbahi atau diserang.

Untuk memutuskan lingkaran penindasan emosi dan kecurigaan ini, mintalah Allah untuk memberi seorang tokoh yang memberi dorongan untuk berlaku jujur mengenai perasaan Anda. Juga , ampunilah mereka yang di masa lalu tidak memberi Anda kebebasan untuk itu. Motivasi Anda untuk mengungkapkan perasaan seharusnya BUKAN untuq meyakinkan orang lain terhadap pAndangan Anda melainkan untuk berlaku jujur. Kejujuran Anda HARUS timbul dari keinginan untuk mengakui emosi yang negatif sehingga Anda menjadi orang yang dikehendakiNya.

Jika kita pernah disakiti oleh seorang tokoh yang berotoritas, atau berselisih dengan mereka, kita wajib mencari Allah terlebih dahulu sebelum kita datang kepada mereka, Jika setelah berdoa kita masih tidak memahami keputusan yang mereka buat, maka kita dapat meminta mereka untuk menerangkan pAndangan mereka itu.

Kita bebas untuk tidak sependapat dengan seorang pemimpin, tetapi kita tidak boleh membiarkan hal itu mempengaruhi sikap kita terhadapnya. Kita dapat berbeda pendapat tanpa menghakimi atau memutuskan hubungan. Perpecahan tidak pernah terjadi karena perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat YANG MEMBANGUN adalah sehat. Pada saat perbedaan pendapat menyebabkan kritik atau penghakiman, maka perpecahan dapat terjadi. Setiap masalah yang mengancam kesatuan dapat diatasi dengan kerendahan hati dan pengampunan yang lebih besar. Allah sangat mempedulikan sikap hati kita, juga menolong kita bertumbuh dengan bersikap terbuka dan jujur mengenai perasaan kita.

Langkah 3: Ampuni mereka yang TELAH menyakiti Anda

Mengampuni bukanlah sekedar melupakan kesalahan yang dilakukan seseorang terhadap kita, juga bukan semacam perasaan rohani yang mistique. Mengampuni berarti memaafkan orang untuk kesalahan yang telah diperbuatnya. Mengampuni berarti menunjukkan kasih dan penerimaan meskipun disakiti.

Mengampuni seringkali merupakan proses dan bukan suatu tindakan “sekali jadi”. Kita terus mengampuni SAMPAI rasa sakit itu hilang. Semakin dalam lukanya, semakin besar pengampunan itu diperlukan. Sama seperti seorang dokter harus membersihkan luka di tubuh kita dan menjaga agar jangan sampai terkena infeki supaya dapat sembuh dengan baik, begitu pula kita harus menjaga kebersihan luka-luka batin kita dari kepahitan supaya luka-luka itu juga dapat sembuh. SETIAP KALI ANDA TERINGAT ORANG TERTENTU DAN MERASA SAKIT, AMPUNILAH DIA. Katakan saja kepada Tuhan bahwa Anda memilih untuk mengasihinya dengan kasih-Nya. Terimalah kasihNya untuk orang itu dengan IMAN. Lakukanlah hal itu setiap kali Anda teringat orang tersebut sampai Anda merasa benar-benar sudah mengampuninya.

Pengampunan Allah terhadap kita harus menjadi motivasi kita untuk mengampuni. Jika Anda merasa sukar mengampuni orang lain cobalah pikirkan sejenak seberapa banyak Dia TELAH mengampuni Anda. Jika Anda merasa tampaknya tidak banyak, maka mintalah kepadaNya untuq menyingkapkan hidup Anda sebagaimana Ia melihatnya. Ia akan menjawab doa Anda JIKA Anda berseru kepadaNya dengan sungguh-sungguh.

Langkah 4: Terimalah Pengampunan.

Jika Anda telah disakiti oleh orang lain dan telah berdosa dalam reaksi Anda terhadap mereka, maka penting sekali tidak hanya untuk mengampuni mereka yang menyakiti Anda, tetapi juga minta ampun kepada Allah atas tindakan Anda yang salah terhadap mereka. Jika Anda lakukan ini, mungkin Anda akan merasakan suatu kebutuhan untuk MENGAMPUNI DIRI SENDIRI. Ada kalanya, musuh terbesar kita adalah kegagalan kita sendiri. Sering kali kita lebih keras terhadap diri sendiri daripada terhadap siapapun. Jika Anda mengalami kegagalan, curahkanlah rasa gagal itu kepada Tuhan didalam doa, akui dosa Anda, dan katakan kepadaNya bahwa Anda TELAH mengampuni diri sendiri. Setiap kali rasa gagal itu muncul berterima kasihlah kepada-Nya buat pengampunan-Nya.

Ada perbedaan besar antara penyesalan terhadap dosa dan penghukuman. Penghuan 562berasal dari suatu perasaan gagal. Penyesalan IALAH karena kita telah berdosa. Penyesalan itu spesifik dan jelas, dan berasal dari Tuhan, penghukuman itu samar-samar dan umum, dan berasal dari diri kita sendiri atau iblis.

Jika Anda telah berbuat dosa, tetapi Anda tidak yakin, mintalah supaya Tuhan supaya Tuhan memberi penyesalan. Sebagai Bapa yang penuh kasih Ia akan mendisiplin Anda. JIka penyesalan itu tidak datangsementara Anda menanti dihadapanNya dalam doa, bersyukurlah kepadaNya atas kasihNya dan pengampunanNya dan lanjutkan kegiatan Anda pada hari itu. tetaplah terbuka bagiNya untuk menunjukkan sikap salah apapun pada diri Anda, tetapi jangan menjadi lumpuh oleh sikap mawas diri(introspeksi). Jangan berkubang dalam perasaan kasihan pada diri sendiri. Hal itu sangat merusak.

Jika Anda mempunyai sikap yang salah terhadap siapapun yang telah menyakiti Anda, maka penting sekali mengakui hal itu kepada Allah. Tetapi hati-hatilah: kasihan diri DAPAT menjadi TIRUAN dari pertobatan yang sejati.

Menangani bagian kita dalam suatu masalah, seringkali melepaskan Roh Kudus untuk bekerja di dalam hati orang lain. Bahkan jika hal itu tidak terjadi, kita tetap mempunyai TANGGGUNG JAWAB untuk menjaga hati kita bersih di hadapanNya. Jika Anda menjadi kritis…, keras hati, iri, membangkang, sombong, enghakimi, atau pahit hati, maka Anda perlu berurusan dengan respons Anda. Jika Anda rendah hati di hadapanNya, Ia akan mengampuni dan menyebuhkan luka-luka Anda. ADA KESEMBUHAN MELALUI PENGAMPUNAN.

Langkah 5: Terimalah kasih Bapa…

Di dalam hidup kita ada kekosongan yang hanya dapat diisi oleh Allah sendiri. Ketika Anda berdosa dan minta ampun, atau bergumul dengan rasa tidak aman dan rendah diri, maka ada kemungkinan bahwa KEKOSONGAN ITU TIDAK PENUH. Mintalah kepadaNya pada saat-saat tersebut untuk memenuhi Anda dengan Roh-Nya. Lawanlah kesadaran untuk berpusat pada diri sendiri dengan berpusat kepada-Nya. Perlu saya tekankan betapa pentingnya langkah ini dalam proses kesembuhan. Kasihna diri dan berpusat kepada diri sendiri mendukakan Roh Kudus.

Pusatkan pikiran dan doa Anda pada karakter Allah dan berbagai aspek dari hati Bapa. Sembah Dia:Bicaralah kepadaNya, pujilah Dia, dan pikirkanlah Dia. Renungkan kesetiaanNya, kekudusan-Nya, kemurnian-Nya belas kasihan-Nya, kemurahan-Nya, pengampunan-Nya.

Mengembangkan sikap menyembah merupakan bagian vital untuk menerima kasih Allah. Kembangkan sifat tersebut diatas segalanya. Hafalkan ayat-ayat atau lagu-lagu yang memerangi kesepian dan kehilangan semangat. Penyembahan adalah pintu masuk ke hadirat bapa yang menjauhkan Anda dari depresi dan kasihan diri. Ada orang yang mengatakan bhw mereka tidak dapat menyembah Allah jika mereka tidak merasakan keinginan itu, sebab hal tius ama saja dengan kemunafikan. Jawaban saya adalah bahwa kita tidak menyembah Allah karena apa yang kita rasakan, tetapi karena siapa Dia. Saya sering menyembah Allah karena apa yang kita rasakan, tetapi karena siapa Dia. Saya sering menyembah Allah, bagaimanapun perasaan Saya. Saya tidak mau menjadi seorang tawanan perasaan Saya , jadi saya tetap menyembah Dia. Jika Saya merasa susah hati, Saya berusaha mengungkapkan perasaan Saya dengan jujur, tetapi kemudian Saya berfokus kepada siapa Dia dan bukan kepada apa yang saya rasakan.

Apakah Anda mau menerima kasih Bapa? luangkanlah waktu Anda dihadirat-Nya. Kita bermandikan kasih-Nya ketika menghabiskan waktu bersama-Nya dan meberi kepada-Nya. Apa yang dapat kita berikan kepada-Nya? melalui perkataan dan pikiran kita dapat memberi kepadaNya hormat, perhatian, pujian dan penyembahan. Jika hal ini sulit bagi Anda, selidikilah alkitab dan garis bawahi ayat-ayat yang bicara secara khusus tentang sifat dan karakter Allah. Mazmur adalah bagian yang terbaik untuk memulai. Lalu berdoalah dan nyanyikanlah ayat-ayat tersebut kepada Bapa pada waktu Anda berdoa. Jika Anda lakukan ini setiap hari, Anda akan mendapati diri Anda semakin mengasihi Bapa. Anda akan merasakan kehadiran-Nya yang akrab di dekat Anda sebagai tanggapan atas kata-kata pujian Anda. Jangan terkejut apabila Ia mengutarakan kata-kata penghargaan, persetujuan dan kasihNya sepanjang hari. Ia senang mengasihi anak2-Nya.

6. Pikirkanlah pikiran Allah.

Sebagai tanggapan terhadap hal-hal yang menyakitkan , khususnya sebagai kanak-kanak , kita membangun kebiasaan berpikir yang merusak tentang diri sendiri. Misalnya -jika orangtua Anda perfeksionis dan sangat menuntut, mungkin Anda sering gagal untuk hidup menurut harapan mereka. Orang yang dibesarkan dengan cara semacam itu seruingkali “memprogram diri sendiri” untuk gagal. Dengan menentuka sebelumnya bahwa mereka akan gagal, mereka berusaha melindungi dirimereka dari kekecewaan. Sayangnya dugaan seperti itu seringkali menjadi kenyataan. Pola berpikir yang negatif seperti itu sering tidak akurat dan dilAndasi oleh ketakutan atau penolakan. Jika kita berpikir kita jelek, kita bukan saja merasakannya demikian, kita juga akan bertindak demikian.

Alkitab mengatakan bahwa kita harus mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan kita, dan bahwa kita harus mengasihi sesama seperti diri sendiri (Im 19:18, Mat 19:19). Allah ingin supaya kita mengsihi diri sendiri, bukan secara egois, tetapi dengan kasih-Nya. Ia ingin supaya kita berpikir menurut pikiran-Nya tentang diri kita-pikiran yang penuh kebaikan, penghargaan, hormat dan kepercayaan.

Jika Anda mempunyai pola berpikir negatif tentang diri sendiri, saya sarankan agar Anda berhenti sekarang dan menulis dua atau tiga cara berpikir negatif yang paling umum bagi Anda. Setelah itu, tulis pikiran Allah terhadap diri Anda yang berlawanan dengan pikiran negatif itu berdasarkan firman atau sifat-Nya. Misal-nya jika Anda menulis bahwa Anda berpikir Anda akan selalu gagal, tulislah: “Saya ahli dalam… ” dan sebutkan satu hal yang Anda lakukan dengan baik. Tuliskan juga apa yang dikataklan Alkitab tentang bidang kehidupan Anda tersebut. Misalnya Flp 4:13, ” Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. “Setiap kali Anda mulai berpikir negatif, berhentilah dan ucapkanlah pikiran yang positif bersamaan dengan ayat dari alkitab. Diperluka waktu tiga(3) minggu untuk mematahkan suatu kebiasaan buruk dan menggantinya dengan yang baik. Katakan terus kebenaran kepada diri sendiri sampai Anda menghancurkan pola berpikir yang negatif tersebut…

Jangan menyerah kepada kebohongan dan pikiran yang menghukum. Bertekunlah — dengan pertolongan-Nya Anda dapat melakukannya. Berserulah kepada-Nya setiap kali Anda gagal, dan mulailah lagi… Pernahkah Anda perhatikan did alam alkitab bagaimana Allah sering mengulang-ulang suatu kebenaran ketika Ia berusaha memberi semangat kepada seseorang ? Dalam Yosua 1, Tuhan berkata empat kali kepada Yosua supaya jangan takut… Mengapa? Karena Yosua perlu diingatkan untuk berpikir menurut pikiran Allah tentang dirinya. Ia siap untuk maju berperang dan ia perlu diberi semangat. Saya yakin ia pasti mengulang-ulang firman Tuhan ini kepada dirinya sendiri.

Penyebab depresi yang paling umum ialah memikirkan pikiran-pikiran yang merendahkan diri dan menghukum diri. Untuk mematahkan lingkaran depresi ini kita perlu mengikuti langkah-langkah yang telah saya ikhtisarkan diatas, lalu menjadi muak dan jenuh karena menjadi jenuhn dan muak. Kita harus mematahkan kebiasaan berpikir negatif dengan memikirkan pikiran Allah.

Prinsip ini juga berlaku bagi reaksi yang melampaui pikiran dan sampai pada tindakan. Jika Anda menyadari adanya “pola reaksi” tertentu dalam hidup Anda yang negatif, defensif atau egois, tuliskanlah semua itu. Lalu tulis disampingnya bagaimana Allah ingin Anda bereaksi dalam situasi yang menyebabkan Anda merasa terancam atau defensif. Jika Anda bertindak dengan cara yang negatif atau egois, berhentilah dan berdoalah; kemudian pilihlah cara berespons yang Allah kehendaki agar Anda lakukan.

Mintalah supaya Ia memberi Anda kesanggupan untuk mewujudkan pikiran dan pilihan ini. Jika Anda gagal, mintalah ampun kepada-Nya dan lanjutkan usaha Anda. Jika iblis mengatakan Anda telah gagal lagi, setujui hal itu, tetapi katakan kepada iblis bahwa Anda menolak untuk mengasihani diris endiri!. terimalah tanggung jawab atas kegagalan Anda, minta ampun kepada Allah atau minta bantuan-Nya, dan lanjutkan usaha Anda! Terus kerjakan sampai Anda membangun kebiasaan baru yang benar. Bertahun-tahun Anda mengembangkan kebiasaan buruk, jadi jangan menyerah karena memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuq menggantinyadengan pola Allah. Mulailah dengan satu atau dua kebiasan pada saat yang bersamaan, dan kemudian yang lainnya. Jika kita lakukan apa yang mungkin, Allah melakukan apa yang tidak mungkin bagi kita.

Langkah 7: Bertekun…

Sembilan puluh persen dari keberhasilan ialah menyelesaikan! Alkitab berkata, “Jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia”(2 Tim 2:12). Ketekunan mempunya dua aspek: di satu sisi ketekunan berarti komitmen di pihak kita untuk tidak menyerah, suatu tekad untuk mengerjakanya sampai tunt disis563i lain ketekunan berhubungan dengan kesanggupan yang diberikan Allah. Allah memberi kasih karunia kepada kita untuk dapat menyelesaikannya apa yang Ia perintahkan untuk kita lakukan. PerintahNya juga merupakan janji kemenangan-Nya.

Kadang-kadang, mungkin Anda merasa tidak sangggup untuk bertahans ampai akhir. Mungkin itu memang benar !. Tetapi jika kita mencapai akhir dari apa yang mungkinbagi kita, maka kita akan melihat Allah melakukan apa yang tidak mungkin. Iman tidak dimulai sebelkum kita percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah. KITA TIDAK MEMERLUKAN IMAN UNTUK MELAKUKAN APA YANG MUNGKIN BAGI KITA. Jadi, ketika kita menghadapi situasi yang tidak mungkin dalam hidup kita, pujilah Allah, sebab pada saat itulah Anda dapat mempraktekkan iman Anda.

Mengapa ketekunan itu merupakan salah satu langkah proses kesembuhan Allah dalam hidup kita? Menyerah membuat kita menjadi rentan terhadap perasaan jengkel, marah atau terluka, tertolak, nafsu, curiga atau apa saja yang memngganggu kita. Kadang-kadang kita ingin Allah melakukan mujizat dan mengangkat segala kesulitan kita sekarang juga. Akan tetapi, Bapa membawa kita melalui suatu proses yang menyiapkan kita untuk pada akhirnya memerintah bersama-Nya di surga. Karena Ia ingin membentuk dan menyempurnakan kita, Ia ijinkan kita mengalami pencobaan yang “memaksa kita” untuk membuat pilihan.

Sebagaimana dikatakan kawan saya, Joy Dawson, “Bagimana kita menyelesaikannya itulah yang penting!” Rasul Paulus mengatakan dalam surat pertamanya kepada jemaat di Korintus, “Tidak tahukah kmau, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah. Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasai seluruhNya, supaya sesudah aku memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak”(I Kor9:24-27)

Ada saatnya kita gagal, tetapi ketika kita mengakui dosa-dosa kita, berpaling darinya dan memilih untuk membenci dosa sebagai tindakan iman, kita akan menerima pengampunan Allah dan suatu permulaan yang baru. Dialah Allah dari segala permulaan yang baru. Bagian kita ialah merendahkan hati dan berpaling dari dosa atau kegagalan; bagianNya ialah mengampuni kita dan memberi kita suatu permulaan yang baru. Ia senang melakukan hal ini, sebab Ia adalah Bapa kita dan Ia adalah kasih.

Ia sedang bekerja dalam diri Anda. Pergumulan adalah bagian dari proses kesembuhan yang berkemenangan. Anda sedang belajar sesuatu yang tak ternilai kerendahan hati; pengampunan; belas kasihan dan ketekunan. Majulah terus! Kita sedang berperang, tetapi kita ada di pihak yang menang! Yesus adalah Sang Pemenang!. Akan hal ini aku yakin sepenuhnya yaitu Ia yang memulai pekerjaan yang baik diantara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus”(Flp 1-6)

Allah sedang mencari orang-orang yang dapat memenuhi maksud-Nya yang mula-mula ketika Ia menciptakan umat manusia. Ia menghendaki persahabatan dengan kita. Dan Ia tidak menghendaki persahabatan dengan sekelompok orang yang egois; tujuan-Nya ialah mempersatukan mereka semua yang mengasihiNya ke dalam satu keluarga. Begitulah, ketika orang mengasihi-Nya. Ia mengumpulkan mereka bersama untuk menikmati persahabatan yang mendalam, saling mempedulikan dan mendukung dan merayakan kasih, pengampunan dan kesempurnaan yang Ia berikan kepada mereka. “unit keluarga” inilah yang seharusnya menjadi gereja.

Keluarga Bapa

Disamping langkah-langkah yang dapat kita ambil sebagai perorangan, “keluarga Bapa” juga merupakan saluran kasih-Nya dan kesembuhan bagi orang-orang yang “terluka”. Ketika kita saling mengasihi, menerima dan mengampuni sebagai saudara dalam Kristus, maka kasih-Nya akan mengalir melalui kita untuk menyembuhkan satu sama lain.

Melalui saudara-saudara kita dalam keluarga Allah, Ia menyediakan kasih dan penerimaan yang memerdekakan kita dari ketakutan, dan mengijinkan kita untuk mengalami keutuhan yang lebih sempurna sebagai manusia. Kita dapat berkomitmen kepada orang lain tanpa merasa takut untuk ditolak. Kita dapat menerima orang lain meskipun mereka mempunyai kelemahan. Kita bahkan sanggup mengampuni orang-orang yang menyakiti. Kita dapat menjadi sebagaimana adanya kita tanpa takut ditolak. Semua itu adalah karena kasih karunia Allah. Kasih akrunia-Nya, kasih yang tidak layak kita terima inilah yang melakukan semua itu bagi kita. Dalam diri kita sendiri, kita tidak mempunyai kemampuan untuk mengasihi seperti itu, tetapi Allah memberi kesanggupan itu. Dari diri kita sendiri kita tidak mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan orang lain, tetapi melalui kita Ia menyembuhkan orang lain. SETIAP orang Kristen mempunyai pelayanan ini. Kita SEMUA dapat menjadi “penyalur kasih karunia”.

Sampai disini pentings ekali untuk memberi sedikit peringatan. Jika kita terluka, BERHATI-HATILAH supaya kita tidak berFOKUS kepada ORANG sebagai “sumber” kesembuhan dalam hidup kita. Manusia tidak dapat memberi apa yang hanya dapat diberi apa HANYA dapat diberi oleh-Nya. Jika Anda ingin disembuhkan orang, Anda akan mudah kecewa.

Pusatkanlah perhatian Anda pada Bapa Surgawi; Dialah satu-satunya yangs anggup menyembuhkan Anda secara total. Seringkali Ia melakukan-nya melalui orang, tetapi Dia-lah sumbernya dan manusia hanyalah saluran-Nya.

Kesembuhan emosional hampir senantiasa merupakan proses. Proses itu memerlukan waktu. Ada alasan yang sangat penting untuk itu:Bapa Surgawi kita tidak saja ingin membebaskan kita dari sakitnya luka-luka masa lalu. Ia juga rindu membawa kita ke dalam kedewasaan, baik secara rohani maupun secara emosional. Ini memerlukan waktu dan pilihan-pilihan yang benar. Ia cukup mengasihi kita untuk MEMAKAI WAKTU berbulan-bulan dan bertahun-tahun yang diperlukan, tidak saja untuk menyembuhkan luka-luka kita, tetapi juga untuk membangun karakter kita.

TANPA PERTUMBUHAN KARAKTER — kita akan terluka lagi. Kita akan melakukan hal-hal bodoh dan egois yang akan melukai kita atau memancing orang lain untuk menyakiti kita. Karena Allah mengasihi kita, ia menunggu sampai kita menginginkan pertumbuhan karakter semacam itu; Ia menunggu SAMPAI kita menginginkan pertumbuhan karakter semacam itu; Ia menunggu sampai kita siap untuk disembuhkan. Seringkali, tanggapan kita yang benar terhadap orang lain -akan melepaskan kesembuhan itu di dalam hidup kita sendiri.

NOTE:PEDOMAN UNTUK MEMILIH SEORANG PSIKOLOG ATAU PENASIHAT.

Sayang sekali, banyak orang Kristen yang tulus menjadi korban dari orang yang kurang cakap yang menyebut diri sebagai counselor/penasihat. Seorang counselor atau penasihat yang terlatih dapat sangat membantu, tetapi penting sekali untuk memastikan bahwa mereka adalah orang yang memenuhi syarat dan pendukung iman Kristen. Dibawah ini ada 3 pedoman dasar untuk diikuti ketika memilih seorang counselor atau psikolog

Cara terbaik untuk memilih seorang penasihat atau psikolog ialah dengan mengAndalkan referensi dari seorang pemimpin gereja yang dihormati, dokter keluarga, atau teman yang telah mempunyai kontak sebelumnya dengan ahli tersebut dan mengenalnya secara pribadi. Para ahli yang berkompeten tidak akan merasa terancam jika seorang calon pasien menelepon dan dengan bijaksana menanyakan kualifikasi mereka, orientasi teoritis mereka, pengalaman mereka dengan masalah yang sedang dihadapi, dan jenis lisensi yang mereka miliki. Bayaran sebaiknya dibicarakan sebelumnya.

Jangan harapkan para counselor/psikolog memenuhi peran para pemimpin rohani, tetapi para ahli tersebut dapat menjadi efektif dalam proses penyembuhan sesuai keahlian mereka

Apakah Anda Merasa Kesepian?

6
Bagikan
Penulis : Mang Ucup

Dunia itu pintu gerbang, Ke seribu gurun bisu dan dingin” Demikianlah bunyi kalimat bait ketiga dari sajak Friedrich Nietzsche berjudul “Kesepian” dan kalau direnungkan ini banyak benarnya oleh sebab itulah untuk menghibur diri yg sedang kesepian ini saya mendengarkan lagu “Pria Kesepian” dari Sheila On 7. Siapa tahu ada pembaca baik hati yang bersedia membantu untuk menghibur mang Ucup yg sedang lonely !

Problem utama dari kebanyakan orang di dunia ini ialah kesepian. Apakah Anda mengetahui kebanyakan orang yg dtg kepada para pembimbing agama mereka, karena mereka mempunyai problem kesepian atau tidak mendapatkan kasih sayang maupun penghargaan? Apakah Anda mengetahui bahwa lebih dari 70% orang bunuh diri, karena merasa kesepian? Rasa kesepian dapat membuat orang jadi depresif, sehingga akhirnya mereka terjerumus jadi pecandu alkohol, maupun drugs.

Kesepian (lonely) bukannya berarti seorang diri (alone), sebab di dlm dunia yg penuh hiruk pikuk dan hingar bingar sekalipun, ternyata banyak sekali orang yg merasa kesepian, padahal seharian penuh, kita menerima puluhan email, maupun SMS, tetapi kenyataannya ini semua tidak dapat mengusir rasa kesepian. Disamping itu kebanyakan dari kita sudah memiliki HP jadi sebenarnya rasa kesepian itu tidak harus ada, walaupun demikian banyak orang yg merasa kesepian, merasa ditinggal sendirian, haus akan rasa kasih, rasa kehilangan dsb-nya.

Menurut psikolog, rasa kesepian itu berasal dari dalam hati. Sehingga lingkungan kerja yg sibuk dan teman2 di sekelilingnya sekalipun, tidak akan mampu mengusir rasa sepi. Di kota2 besar, rasa kesepian ini banyak melanda para wanita karier dan profesional muda. Meskipun mereka memiliki aktivitas yg cukup padat dan setiap hari selalu bertemu dengan banyak orang, ada perasaan sunyi di sudut hatinya. Rasa kesepian tidak bisa dihilangkan dgn uang.

Rasa kesepian bisa saja timbul, walaupun kita sudah memiliki pasangan hidup, keluarga, pekerjaan maupun memiliki banyak sahabat. Bahkan Ratu Belanda – Beatrix sendiri pernah mengungkapkan bahwa ciri jabatan dari seorang Ratu adalah “Kesepian namun tidak pernah sendiri”. Kesepian itu bukannya, karena tidak ada orang disekitar kita, tetapi di dalam hati maupun perasaan kita merasa se-akan2 mereka tidak membutuhkan mau memperhatikan kita lagi. Tiap orang membutuhkan atensi maupun kasih sayang!

Tetapi yang paling mengerikan adalah saat kita justru kesepian ketika kita bersama orang yg kita cintai, tetapi sayangnya kita tak bisa `menyentuh�nya, karena ia sedang sibuk entah dgn acara TV maupun hobi/pekerjaannya.

Kesepian adalah salah satu bentuk kesedihan. Kata kesepian itu berasal dari akar kata “sepi” yg dlm kamus sering di definisikan sebagai “tanpa teman, tersisih … sendirian. Sedangkan kata sifat “sendirian” berarti “Merasa tersisih, karena tidak ada yg menemani”. Kesepian sering kali memanifestasikan diri dlm bentuk rasa sakit, rasa hampa, dan efek samping yg lebih gawat lagi ialah sering kali berbentuk depresi yg mendalam sampaikan menyebabkan bunuh diri.

Dan apakah Anda tahu bahwa kesepian itu bisa jadi pemicu potensial penyebab penyakit jantung koroner ataupun kanker. Suatu penelitian bahkan pernah mengatakan bahwa pada tahun pertama setelah ditinggal mati oleh orang yg kita kasihi, maka risiko faktor angka kematian akan meningkat tujuh kali lipat jauh lebih tinggi.

Sehingga banyak orang yg mengajukan pertanyaan: “Where is God, when I am lonely?” pasti jawabannya ialah “Right beside you!”, walaupun kita tidak merasakannya, Tuhan selalu hadir di dalam kesepian kita, karena kasih Nya, Ia tidak akan meninggalkan kita dalam keadaan apapun juga kita berada.

Tuhan menciptakan dunia dan alam semesta ini dlm keadaan sempurna, tetapi kenyataannya masih saja ada yg kurang dan yg “tidak baik” ialah “rasa kesepian”. Oleh sebab itulah problem kesepian itu adalah problem dunia dan problem manusia yg pertama yg diatasi oleh Allah

Kej 2:18, 21-22 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” …Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.

Filsuf Jerman, Nietzsche, melukiskannya begini “Kurangnya cinta terhadap diri sendiri menyebabkan kesepian sehingga menjadi penjara yg paling berat bagi manusia”. Dan kuncinya hanya bisa dibuka dari dalam ialah oleh diri kita sendiri.

Setiap orang yg merasa kesepian harus berani mengambil keputusan: “Apakah saya mau membayar harga untuk mengubah situasi kehidupan saya ini? Pertama dgn belajar mengasihi orang lain terlebih dahulu dan berhenti menaruh belas kasihan terhadap diri sendiri. Kasih itu seperti gema, pasti ia akan balik kembali !

Bahkan ini sebenarnya sudah merupakan hukum Allah dimana kita diwajibakan: “Kasihilah sesama manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.” (Roma 13:9), tetapi sayangnya banyak manusia mempunyai pandangan seperti yg dianut oleh punjangga besar Rusia Dostoyevsky, dimana ia mengutarakan: “Saya mengasihi umat manusia secara keseluruhan, hanya sayangnya saya membenci manusia secara perorangan”, dlm hal ini ia mempunyai pandangan yg sama seperti juga yg ditulis oleh Jean-Paul Sartre dlm bukunya “Neraka adalah orang lain.” (L’enfer, c’est les autres).

-

Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing. Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan.

Tidak terbayang sebelumnya kemana dan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan.

Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan buat keluarganya, tapi kadang makanan itu cuma cukup buat keluarganya, sementara ia harus “puasa”.

Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus “berpuasa”.

Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya “kantor” yang tetap, apalagi setelah lahannya banyak yang diserobot manusia, namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri.

Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas.

Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menenggelamkan diri ke sungai.

Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih meminum racun untuk mengakhiri penderitaannya.

Kita lihat burung tetap optimis akan makanan yang dijanjikan Tuhan.

Kita lihat, walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetap berkicau dengan merdunya.

Tampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada diatas dan dilain waktu terhempas ke bawah.

Suatu waktu kelebihan dan di lain waktu kekurangan.

Suatu waktu kekenyangan dan dilain waktu kelaparan.

Sekarang marilah kita lihat hewan yang lebih lemah dari burung, yaitu cacing. Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga. Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati.

Tapi kita lihat , dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk mencari makan. Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan epalanya ke batu.

Sekarang kita lihat manusia. Kalau kita bandingkan dengan burung atau cacing, maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih.

Tetapi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihan ini seringkali kalah dari burung atau cacing ?

Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh diri menghadapi kesulitan yang dihadapi?

Padahal rasa-rasanya belum pernah kita lihat cacing yang berusaha bunuh diri karena putus asa. Rupa-rupanya kita perlu banyak belajar banyak dari burung dan cacing.

Akibat Dosa dalam Berpacaran

5
Bagikan
Penulis : Pdt. Dr. Jonathan A. Trisna, M.Psi

Persetubuhan pertama yang disertai dengan perasaan berdosa ini biasanya sangat mengecewakan. Mungkin mereka melakukannya dengan tidak bebas, takut dilihat orang, dan disertai dengan rasa bersalah. Semestinya hubungan seks itu dilakukan dengan santai untuk dinikmati, karena seks adalah ciptaan Allah yang harus dilakukan dengan kesucian dan kemurnian hati.
Ada 2 akibat dari dosa tersebut, yaitu:

Akibat Langsung bagi si Gadis

Peristiwa pertama disertai dengan rasa sakit, bukan hanya takut, cemas, atau rasa berdosa. Bagi seorang istri yang ingin sungguh-sungguh menikmati seks, biasanya ada waktu untuk penyesuaian. Si Gadis yang kini sudah tidak perawan lagi itu pulang dengan rasa takut, cemas, mungkin menangis dan mulai membenci pacarnya. Sebelumnya, pacarnya dianggap sebagai pria idamannya, namun sekarang semua telah berubah. Gambaran di atas menggambarkan perubahan perasaannya. Sebelum dosa persetubuhan dilakukan, ia sangat mencintai pacarnya – meskipun sebagian besar dengan cinta eros. Setelah perbuatan dosa itu, cintanya berkurang – bahkan mulai membenci – atau menjadi lebih banyak bencinya daripada cinta yang semula.
Apa yang digambarkan di novel-novel murahan dan tidak realistis itu justru 2menceritakan cintanya pada pacarnya akan menjadi menggebu-gebu. Perubahan ini juga bisa dialami oleh pria. Alkitab sebagai buku yang realistis menggambarkan hal ini juga (tidak berarti si Pria meninggalkan si Gadis karena muak dan benci, karena hal itu mutlak akan terjadi). Ada di dalam kitab 2 Samuel 13:1-17.

Akibat Jangka Panjang

Ada dua kemungkinan kelanjutan dari perbuatan dosa itu, yaitu:

Hubungan mereka putus.
Karena kehilangan penghargaan dan timbul kebencian terhadap pacar, kemungkinan hubungan mereka akan putus. Kemungkinan ini lebih besar lagi apabila mereka masih remaja. Lalu, jika hubungan itu putus, siapa yang akan rugi besar? Tentunya si Gadis. Dan si Pria merasa untung, pergi tertawa dan bersiul-siul mencari teman baru. Kalaupun ia menyesal dan tidak tertawa-tawa, tidak ada ‘bekas’ padanya secara fisik yang merugikan hubungannya dengan teman wanitanya yang lain.
Hubungan yang dilanjutkan sampai menikah.
Perbuatan dosa pada masa lalu ini akan sangat merugikan si Gadis dan hubungannya dengan pria lain di masa nanti. Maka timbullah pertanyaan, “Apakah ia harus memberitahu kepada calon suaminya?” Memang pada abad ke-20 ini, pria-pria kita masih mengikuti standar ganda masyarakat. Harga diri pria memang rapuh, mudah retak. Ia perlu yang terbaik. Pikirannya kelak akan dihantui bahwa istrinya ‘bekas’ orang lain. Memang agak kekanak-kanakkan, tapi banyak pria yang tidak dapat melupakan hal itu.
Sungguh-sungguh memerlukan seorang yang benar-benar dewasa kepribadiannya untuk 2mengatasi shock dan kecewanya. Perlu juga pria yang rela mengampuni dan dapat melupakan masa lalu tunangannya. Jika sang Pria, tidak dengan kedewasaan Kristus, menerima si gadis ‘bekas’ namun tetap memaksakan diri untuk menikahinya (enta8h karena ia cantik, kaya, penting untuk karirnya, atau gengsi – ‘Bukankah saya orang Kristen, jadi harus menerimanya?’), akibatnya akan tampak setelah mereka menikah. Ia tidak akan menghargai dan memiliki respek terhadap istrinya. Ia akan menggunakan masa lampau istrinya sebagai senjata untuk ‘mengalahkan’ istrinya.

Lebih baik tidak usah menikah, daripada menikah tapi tidak dihargai. Pernikahan seperti ini kemungkinan besar akan diracuni oleh perbuatan dosa masa lalu itu. Akibatnya mereka tidak saling mempercayai secara penuh dan ada rasa cemburu. Apabila mereka bertengkar, dosa masa lampau itu juga akan mewarnai dan mempertajam perselisihan itu.

Dalam situasi pernikahan yang parah seperti ini, mereka sangat memerlukan konseling yang dalam. Mereka patut meminta ampun untuk dosa-dosa mereka kepada ALLAH dan pada partnernya. Mereka perlu saling mengampuni, melupakan dosa itu dan menerimanya partnernya sebagaimana adanya. Mereka membutuhkan kasih Ilahi yang dewasa. Tentunya tidak semua pernikahan yang dimulai dengan dosa persetubuhan sebelum menikah berakhir seperti ini, tapi sangat lebih baik mencegah hal-hal tersebut di atas, supaya muda-mudi itu memasuki pernikahan dengan hati yang cerah dan kasih yang tidak dicemari ketidakpercayaan dan perasaan suci.

-

8 Dusta Pornografi

Bagikan
Kebohongan adalah dasar utama dari godaan pornografi yang mengarah pada kecanduan. Iblis sendiri adalah “bapa segala pendusta”. Didalam Yohanes 8:44, Yesus mengatakan bahwa “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta”.

Pertama kali manusia dibohongi oleh iblis untuk berbuat dosa ialah di taman Eden terhadap Hawa. Iblis kemudian selalu menggunakan banyak hal yang menarik mata kita, padalah dibalik semuanya itu hanya ada dusta. Anak muda yang belum menikah dibohongi dengan pernyataan bahwa pornografi dan seks diluar nikah adalah hal biasa yang tidak menimbulkan konsekuensi apapun. Dari situlah anak-anak muda mulai jatuh dalam dosa ini dan terperangkap didalamnya.

Ada baiknya kita mengenal semua dusta dan kebohongan iblis serta menghancurkannya dengan kebenaran. Yohanes 8:31-32 menyatakan “Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu”. Karena itulah kita harus terbiasa dengan Firman Tuhan yang adalah kebenaran. Sering membaca alkitab akan menjadi pedang kita dalam perang melawan godaan. Dibawah ini adalah dusta-dusta iblis seputar seksualitas.

Mintalah Roh Kudus untuk menolong anda bebas jika ada diantara dusta-dusta itu yang anda percaya. Yohanes 16:13a berkata “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran”.

Dusta 1 : “Saya tidak akan pernah bebas dari kecanduan pornografi dan seks yang saya alami sekarang”

Kebenaran : Yesus telah mati diatas kayu salib untuk menebus dosa manusia, sehingga kita BISA bebas dari dosa apapun yang membelenggu kita. Yesus mampu memberikan kebebasan dan hidup baru dalam kekudusan (2 Korintus 5:17). Seburuk apapun dosa kita, Yesus memiliki pengampunan dan Dia mampu menyucikan kita. Darahnyalah yang telah membasuh dosa kita. Ada harapan dalam Yesus! (Ibrani 6:17-20)

Dusta 2 : “Pornografi dapat membantu kehidupan seksual dalam pernikahan saya”

Kebenaran : Pornografi memuat nafsu yang justru menghancurkan kehidupan seksual dalam penikahan. Nafsu dapat meracuni pernikahan dengan rasa kesenangan sementara yang ditawarkannya. Tinggal tunggu waktu saja sampai keadaan makin memburuk. Sifat alami nafsu yang tidak pernah puas akan membuat anda ‘mencari kepuasan lebih’ saat pasangan anda tidak bisa memenuhi nafsu anda.

Dusta 3 : “Saya tidak bisa hidup tanpa pornografi dan dosa seks”

Kebenaran : Iblis berusaha meyakinkan anda bahwa anda tidak bisa hidup tanpa dosa yang mengikat anda sekarang. Kebenarannya ialah dosa membuat hidup rohani anda mati. Hidup yang sesungguhnya dimulai justru ketika anda bebas dari dosa. Kita BISA hidup tanpa dosa! (Roma 13:14). Memulai kehidupan seksual yang murni dalam Tuhan akan membuat hidup kita indah. Seks adalah hadiah Tuhan bagi pasangan menikah, bukan untuk �siapa saja�. Tantangan bagi yang belum menikah ialah menunggu dalam kekudusan.

Dusta 4: “Tuhan tidak mau menerima saya karena saya jatuh terus dalam dosa”

Kebenaran: Spesialiasi iblis ialah pada penuduhan dan putus asa. Ketika dia menarik anda dalam dosa, dia akan menyatakan bahwa kita tidak akan pernah bebas. Dia juga mengatakan bahwa kita tidak akan mampu menyenangkan hati Tuhan. Yesus telah mati agar kita didamaikan dengan Tuhan dan Tuhan tidak akan pernah menolak kita jika kita mau bertobat. Justru saat kita bertobat dan dibebaskan, kita bisa menjadi kesaksian hidup yang bisa menolong orang lain dengan kejatuhan yang sama.

Dusta 5: “Pornografi tidak menyakiti siapapun”

Kebenaran: Pornografi merusak penikmatnya. Amsal 6:27 mengatakan “Dapatkah orang membawa api dalam gelumbung baju dengan tidak terbakar pakaiannya?”, jawabannya ialah tidak! Pornografi akan membuat kita terbakar oleh nafsu yang dapat membawa ke berbagai kehancuran dalam segi kehidupan kita. Bukan hanya diri sendiri yang akan hancur, tetapi orang lain yang mengasihi kita juga akan hancur hati karena ini. Seseorang yang pasangannya terlibat pornografi, akan kehilangan kepercayaan terhadap pasangannya itu. Dan sangat sulit untuk membangung kepercayaan itu kembali.

Dusta 6: “Menikah akan menghentikan kecanduan pornografi saya”

Kebenaran: Pernikahan dapat membuat kecanduan pornografi makin parah, serta bisa merusak kehidupan seksual dalam pernikahan. Alasan utamanya karena adanya keterikatan terhadap gambar porno dan masturbasi/onani. Kehidupan seksual dalam pernikahan yang sebenarnya dirancang Tuhan sebagai sesuatu yang indah dan berdasarkan cinta. Nafsu yang tercipta dalam pornografi dan cinta adalah 2 hal yang berbeda. Seorang pecandu pornografi harus berhenti total dari kecanduannya sebelum menikah.

Dusta 7: “Tuhan tidak perduli dengan apa yang saya lakukan terhadap tubuh saya”

Kebenaran: Tuhan sangat perduli dengan apapun yang anda buat terhadap tubuh anda karena tubuh anda ialah bait Allah. 1 Korintus 6:12-20 akan menjelaskan secara spesifik tentang fungsi tubuh dalam hubungannya dengan seksualitas. Seks akan menyatukan kita secara spiritual dengan orang yang berhubungan seks dengan kita. Melakukan dosa seks merupakan pencemaran terhadap kemuliaan Tuhan atas diri kita.

Dusta 8: “Tubuh saya tidak cukup baik untuk aktivitas seksual”

Kebenaran: Pornografi mempu membuat orang merasa bahwa dirinya tidak mampu memberi yang terbaik bagi pasangannya secara seksual. Pornografi juga menghilangkan ke-alamiah-an dari hubungan normal suami istri. Dalam pornografi ada pesan-pesan seperti “ukuran sangat penting” dan lainnya. Karena itulah orang-orang yang terpengaruh mulai melakukan operasi pembesaran alat vital atau payudara, penggunaan viagra atau pergi ke tempat-tempat tertentu yang menjanjikan kemampuan seksual yang lebih.

Padahal jika menyangkut kemampuan seksual, manusia dapat 100% mempercayai Tuhan yang telah memberi segala yang dibutuhkannya untuk bisa menikmati hubungan seksual dengan pasangannya. Tuhan juga mampu membuat kita mampu mengatasi semua ketakutan yang berhubungan dengan seksualitas, supaya seks yang kudus seperti rancanganNya atas manusia dapat dinikmati secara utuh dan benar (secara spiritual, emosional, dan fisik).

7 Kiat Bekerja Menurut Amsal Salomo

Bagikan
1. Andalkan Tuhan
Amsal 3:5-6 berkata, “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu”. Sertakan Tuhan di dalam segenap pekerjaanmu karena banyak yang harus kita kerjakan tetapi tidak diajarkan di bangku sekolah dan banyak yang terjadi yang tidak pernah kita duga sebelumnya.

2. Carilah Pengetahuan Ilmu pengetahuan
Cara bekerja yang benar & efisien perlu kita cari. Amsal 19:2 berkata, “Tanpa pengetahuan, keraji! nan pun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah”. Jangan sungkan belajar dan meminta petunjuk jika tidak mengerti. Amsal 19:20 berkata, “Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan”.

3. Rajin dan Cekatan
Hanya orang rajin dan cekatan yang akan diingat oleh pimpinannya, terutama waktu menetapkan promosi jabatan & kenaikan gaji. Amsal 10:4 berkata, “Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya”. Dan Amsal 14:23 berkata, “Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja.”

4. Berlakulah Jujur dan Benar
Amsal 16:8 berkata, “Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, daripada penghasilan banyak tanpa keadilan”. Dan Amsal 10:9 ! berkata, “Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui “. Renungkan juga Amsal 10:16, “Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa.”
5. Jaga Mulut
Mengerjakan tugas-tugas adalah suatu pekerjaan yang berat, jangan ditambahi lagi dengan masalah lain karena mulut kita yang bocor. Amsal 21:23 berkata, “Siapa yang memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri daripada kesukaran”. Dan Amsal 10:19 berkata, “Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal bud2i.”

6. Sabar dan Tenang
Amsal 16:32 berkata, “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang merebut kota”. Dan Amsal 14:30 menambahkan, “Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.”
7. Jangan Ingin Cepat Kaya
Menjadi kaya adalah impian kebanyakan orang dan sah-sah saja. Yang harus diperhatikan adalah : Menjadi kaya, bukanlah tujuan utama di dalam hidup ini. Ingin cepat kaya seringkali menjebak orang-orang ke dalam perbuatan yang berdosa. Menikmati hidup lebih penting dari menjadi kaya tetapi mempunyai banyak masalah. Renungkanlah Amsal 10:22, “Berkat Tuhan-lah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya,” dan Amsal 13:11, Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.”

-

6 Pilar Penyangga Perkawinan

Bagikan
Di masa pacaran, boleh jadi cinta memang sejuta rasanya. Namun ketika memasuki perkawinan, modal cinta saja tak cukup untuk mempertahankan kelangsungan sebuah keluarga. Dalam mencari pasangan hidup, budaya Jawa mengenal sejumlah kriteria yang dikenal dengan istilah bobot, bibit, bebet. Namun pada kenyataannya, banyak orang beranggapan salah satunya saja sudah cukup memenuhi kriteria pasangan hidup. “Cari pasangan ya lihat pribadinya dong! Punya mobil pribadi, rumah pribadi, dan kalau perlu vila pribadi!” ujar seorang perempuan tanpa maksud bergurau. “Kalau menurut saya sih, yang penting harus punya tanggung jawab,” sela seorang teman bicaranya. “Yang paling penting ya cinta dong!” yang lain menyergah tak kalah semangat.

Sebetulnya apa saja sih pilar penyangga yang kokoh bagi kelanggengan sebuah perkawinan? Benarkah cinta bisa diandalkan? Sepenuhnya ditentukan oleh kelimpahan materi? Bagaimana soal komitmen dan tanggung jawab? Seberapa penting aspek kepribadian kedua belah pihak? Bagaimana dengan hal-hal lain, bisakah diabaikan?

“Proses menimbang-nimbang memang seharusnya sudah dimulai sebelum suami-istri memasuki gerbang pernikahan,” kata Titi P. Natalia, M.Psi. Meski ia tak menyangkal banyak pasangan yang tidak “sempat” melewati proses seleksi. Meminjam istilah anak zaman sekarang, ada tahapan yang mesti dilalui, yakni koleksi, seleksi, baru resepsi. Akan tetapi Titi mengingatkan agar kita tidak perlu lagi menoleh ke belakang hanya untuk mempertanyakan apakah tahapan-tahapan tersebut sudah dilalui atau belum. “Sebaiknya lihat saja ke depan. Komitmen dan kesungguhan suami istrilah yang paling dibutuhkan begitu janur kuning sudah dipasang melengkung,” tandasnya.

6 Pilar Yang Dibutuhkan

Pilar-pilar yang dibutuhkan demi kokohnya sebuah pernikahan memang tidak sedikit.
Berikut di antaranya:

Latar belakang keluarga Tak bisa dipungkiri

latar belakang keluarga kedua belah pihak pastilah memegang peran penting. Yang termasuk di sini antara lain suku, bangsa, ras, agama, sosial, kondisi ekonomi, pola hidup dan sebagainya. Namun bukan berarti pasangan dengan latar belakang yang sangat berbeda dan bertolak belakang tidak mungkin bersatu. Hanya saja mereka mesti lebih siap dituntut berupaya lebih keras dalam proses penyesuaian diri.
Kesetaraan

Kesetaraan akan mempermudah suami istri dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Adanya kesetaraan dalam banyak hal dapat meminimalkan friksi yang mungkin timbul. Kesetaraan ini antara lain meliputi kesetaraan pendidikan, pola pikir dan keimanan.
Karakteristik individu

Setiap individu memiliki karakteristik yang unik dan ini menjadi salah satu pilar yang menentukan langgeng tidaknya sebuah rumah tangga. Individu dengan karakter sulit yang bertemu dengan individu yang juga berkarakter sulit, tentu lebih berat dalam mempertahankan pernikahannya. Sebaliknya, yang berkarakter sulit bila bertemu dengan pasangan yang berkarakter mudah, tentu proses penyesuaian yang harus dijalaninya bakal lebih mulus.
Cinta

Jangan anggap sepele kata yang satu ini. Walaupun tidak berwujud, cinta dapat dirasakan. Pernikahan tanpa cinta bisa dibilang ibarat sayur tanpa garam, serba hambar dan dingin. Cinta yang dimaksud adalah cinta yang mencakup makna melindungi, memiliki tanggung jawab, memberi rasa aman pada pasangan dan sebagainya.
Ada yang bilang, setelah sekian tahun menikah cinta biasanya akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Sementara yang tersisa tinggal tanggung jawab. Benarkah? “Tidak harus seperti itu karena cinta bisa dipupuk supaya terus subur. Apalagi menjalani tanggung jawab akan terasa lebih ringan kalau ada cinta di dalamnya,” ujar Titi. Meski tentu saja, mempertahankan rumah tangga tidak cukup bermodalkan cinta semata!

Kematangan dan motivasi

Kematangan suami/istri memang ditentukan oleh faktor usia ketika menikah. Mereka yang menikah terlalu muda secara psikologis belum matang dan ini akan berpengaruh pada motivasinya dalam mempertahankan biduk rumah tangga. Namun usia tidak identik dengan kematangan seseorang karena bisa saja orang yang sudah cukup umur tetap kurang memperlihatkan kematangan.
Partnership

Pilar rumah tangga berikutnya adalah partnership alias semangat bekerja sama di antara suami dan istri. Tanpa adanya partnership, umumnya rumah tangga mudah goyah. Selain itu perlu “persahabatan” yang bisa dirasakan keduanya. Coba bayangkan, alangkah nikmatnya bila masalah apa pun yang menghadang senantiasa dihadapi bersama dengan seorang sahabat.
Bila Terjadi Kepincangan

Idealnya, ucap Titi, semua pilar tersebut sama-sama ikut menyangga bangunan rumah tangga agar segala sesuatunya menjadi lebih kokoh dan kuat. Namun dalam realitas sering terdapat kepincangan di sana-sini, entah dalam hal motivasi, kesetaraan dan sebagainya. Kalau hal seperti ini yang terjadi, apa yang harus dilakukan?

“Semua terpulang pada tujuan pernikahan itu sendiri. Kalau memang tujuan mereka jelas dan motivasi suami maupun istri kuat, tentu akan ada �usaha� dari kedua belah pihak untuk menyelaraskan semuanya,” jawab psikolog yang antara lain berpraktik di Empati Development Center. Keduanya akan bersedia menerima pasangannya, apa pun adanya. “Tapi ingat, menerima di sini bukan berarti pasrah begitu saja lo, melainkan harus ada penyesuaian di sana-sini yang bisa diterima bersama.”

Mengarungi biduk perkawinan tanpa masalah memang mustahil karena friksi-friksi sangat mungkin muncul kapan saja dan mencakup aspek apa saja. “Namun sekali lagi kembali pada usaha suami dan istri untuk mempersepsikan perbedaan yang ada. Apakah perbedaan itu akan dibesar-besarkan atau dicarikan jalan keluarnya.”

Saat menentukan pilihan mungkin saja calon suami/istri adalah yang terbaik. Namun dalam perjalanan hidup perkawinan mereka, di mata istri atau suami, ternyata pasangannya bukan lagi yang terbaik. Lo, kok bisa begitu? “Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang dinamis. Selalu saja ada perubahan. Oleh karena itulah dibutuhkan kesadaran kedua belah pihak untuk terus-menerus menyesuaikan diri.”

Singkatnya, walaupun semua pilar yang disebutkan itu ada dalam rumah tangga, tidak ada jaminan bahwa pernikahan ini akan mulus tanpa batu sandungan. Namun setidaknya dengan adanya pilar-pilar kokoh tadi, suami dan istri akan dipermudah dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

6 Kiat Sukses versi Salomo

5
Bagikan

Andalkan Tuhan dalam segala hal

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3:5-6)

Sertakanlah Tuhan di dalam segala hal khususnya di dalam usaha dan pekerjaan kita untuk meraih kesuksesan. Ada banyak hal yang tidak kita dapat di bangku sekolah, tetapi bila kita mampu mengerjakannya dengan baik, akan ada sukacita tersendiri yang memenuhi hati kita.

Jangan Pernah Berhenti Belajar

“Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.” (Amsal 19:2)

“Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.” (Amsal 19:20)

Cara bekerja yang benar dan efisien perlu menjadi bagian di dalam kehidupan kita. Jangan pernah malu untuk belajar, meminta petunjuk dan menggali pengalaman dan pengetahuan yang belum Anda ketahui.

Rajin dan Selalu Giat

“Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.” (Amsal 10:4)

“Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja.” (Amsal 14:23)

Orang yang rajin dan giat akan selalu diingat oleh pemimpinnya, terutama ketika sang pemimpin mau menetapkan promosi jabatan dan kenaikan gaji.

Berlaku Jujur dan Benar

“Lebih baik penghasilan sedikit disertai dengan kebenaran, daripada penghasilan banyak tanpa keadian.” (Amsal 16:8)

“Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui.” (Amsal 10:9)

“Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa.” (Amsal 10:16)

Renungkanlah ayat-ayat ini sekali lagi dan temukanlah di mana Anda berada?

Sabar dan Tenang

“Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.” (Amsal 16:32)

“Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukan tulang.” (Amsal 14:30)

Jelas sekali perkataan penulis Amsal ini, pujian untuk orang yang sabar memang sulit dikatakan dan hati yang sabar sangat berguna bagi hidup seseorang.

Jaga Mulut

“Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri daripada kesukaran.” (Amsal 21:23)

“Di dalam banyak bicara pasti ada banyak pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.” (Amsal 10:19)

-
10 Tips Bekerja sebagai Karyawan!

Bagikan
Kamu adalah garam dunia, Kamu adalah terang dunia. Matius 5 : 13-14 Prinsip diatas adalah prinsip kerja yang sifatnya WAJIB ! yaitu sebagai TELADAN ! Entah kalian bekerja sebagai karyawan, buruh, atau apapun juga, simaklah beberapa tips dalam bekerja yang diajarkan konsultan & penasehat pribadi saya, Roh Kudus;

Cintai Tuhanmu

Jika ingin berhasil! jangan uang / penghasilan yang kau cintai !
Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Pengkotbah 5:10
Taat kepada pimpinan kita.

Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus. Efesus 6:5
Jangan munafik dan jangan jadi penjilat.

Jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah. Efesus 6:6
Setia pada perkara kecil

( ingat, promosi itu datangnya dari Tuhan ) jika ingin naik pangkat !
Engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.. Matius 25;21
Jangan punya mental tukang kas bon

yang suka berhutang!, ubah prinsip keuanganmu. Ingat satu hal, tidak ada bos yang suka terhadap karyawan yang selalu kas bon !
“Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.” Lukas 3:14
Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga. Roma 13:8
Bayarlah pajakmu!

entah itu pajak penghasilan, pajak bumi bangunan dll ( asal jangan memanipulasi pajak, supaya berkatmu tidak terhalang )
“Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” Matius 22;21
Gunakan fasilitas kantor sebaik mungkin

dengan penuh tanggung jawab ( contoh : menggunakan telepon tidak berlebihan )
Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?. Lukas 16:12
Sukacita!

Buat apa kalau uang banyak, posisi tinggi tapi tidak bisa menikmati hidup dengan sukacita? Ingatlah hanya orang mati yang tidak bisa tersenyum !
Hati yang gembira adalah obat yang manjur. Amsal 17:22
Bersyukur
,
apapun yang terjadi! baik itu dipecat, difitnah atau hal yang tidak enak, sekalipun menimpa kita! Dan bersyukurlah.. Kolose 3:15
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan… Roma 8:28
Setia pada perusahaan!

Jangan lakukan bisnis in bisnis yang merugikan perusahaan / melakukan pekerjaan yang membuat hatimu bercabang !
Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain.. Matius 6:24
Aktifitas kerjamu, mulailah dengan doa. Kuasa Roh Kudus akan memampukan engkau melakukannya, sehingga nama Tuhan akan ditinggikan

Bagikan
Oleh:Saumiman Saud

“dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat
berguna baik bagimu maupun bagiku” (Filemon 1 :11). Jikalau Filemon
bukan pengikut Kristus yang sejati, maka persoalan yang dialaminya
sangat gampang dibereskan. Ada seorang budaknya yang mencuri barang,
sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku maka si budak tersebut
harus dibunuh, maka sesudah itu habis perkara. Atau kalau Filemon
tidak mau melakukannya sendiri ia bisa membayar orang untuk
melakukannya.

Yang menjadi sulit karena Filemon ini adalah orang percaya, istilah
kita Filemon itu orang Kristen. Itu sebabnya Filemon tidak ada pilihan
lain. Ia telah belajar bagaimana mengasihi, maka ia harus
mempraktekkan kasih itu. Ia bahkan belajar juga tentang bagaimana
mengasihi musuh, maka ia harus melakukannya juga. Makanya kalau kita
ketemu ada orang yang mengaku percaya pada Tuhan Yesus pada hari ini,
namun ia masih melakukan tindakan “balas dendam”, “tidak ada kasih”
kita tentu harus pertanyakan kekeristenannya.

Pertanyaan sekarang, apa yang dilakukan Filemon terhadap budaknya ini? Jawabannya ia mengampuni budaknya. Atas dasar apa ia mengampuni budaknya itu?

Filemon harus mengampuni, karena Tuhan Yesus lebih dahulu telah mengampuni dirinya.
Firman Tuhan mengajarkan kita harus mengampuni musuh bahkan orang-orang yang menganiaya kamu. Hal ini sudah Tuhan Yesus praktekkan ketika Ia hidup sebagai manusia di dunia ini. Bahkan ketika suatu hari Petrus bertanya kepada Yesus harus berapa kali kita mengampuni orang lain. Yesus seakan-akan memberikan jawaban kepada Petrus bahwa kita selama-lamanya harus mengampuni orang lain. Perhatikan Matius 18 :22 “ Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali”.

Makanya Filemon sangat bergumul terhadap kasusnya. Apabila ia melakukan kesalahan di dalam mengambil tindakan, maksudnya bila ia memutuskan hal yang bertentangan dengan pengajaran Yesus, maka akan mempengaruhi orang-orang percaya pada waktu itu. Paling sedikit terhadap jemaat yang berada di dalam rumahnya.

Sebenarnya tradisi masyarakat Yunani Roma tidak ada kamus kalau harus ada perasaaan takut kepada “budak” yang berontak. Sang tuan sebebas-bebasnya melakukan apa saja terhadap si budak itu. Namun kalau Filemon tidak melakukannya, bukan berarti ia takut pada budak itu. Tetapi lebih dari itu ia takut pada Tuhan yang dilayaninya. Itu sebabnya maka kita lihat Onesimus berhasil menghindari hukuman yang semestinya .

Filemon bukan orang Kristen biasa atau istilah kita Kristen KTP, namun ia seorang yang aktif terlibat di dalam pelayanan di Kolose. Itulah sebabnya maka rasul Paulus menyebutnya sebagai “teman yang setia” dan “teman sekerja”. Panggilan ini juga sebagai suatu penghormatan kepada Filemon. Rupanya selain ia seorang Kristen, karakter hidupnya juga baik. Tidak semua orang Kristen yang memiliki karakter yang baik seperti Filemon. Kekristenan menjadi distorsi kadang bukan karena ulah orang-orang luar, namun sering kali karena ulah orang-orang Kristen sendiri yang tidak menjadi contoh.

Bukan itu saja, selain isterinya Apfia dan anaknya Arkhipus, juga ada kaum wanita dan jemaat lain yang aktif di dalam pelayanan bersama Filemon. Itu sebabnya jikalau Filemon mengalami pergumulan tentu hal semacam itu pernah di ceritakan juga pada rekan-rekan pelayanannya. Iman kepercayaan seseorang akan bertumbuh dan semakin teguh bila mendengar kesaksian dan menyaksikan peristiwa-peristiwa yang memuliakan nama Tuhan. Sebaliknya bila ada peristiwa-peristiwa yang tidak memuliakan nama Tuhan terjadi tentu sangat berdampak terhadap kehidupan rohani orang-orang Kristen lainnya. Sebagai salah seorang pelayan Tuhan dalam hal ini pasti banyak mata yang sedang menyoroti kehidupan Filemon. Oleh sebab itu masalah yang dihadapi Filemon sudah tentu perlu disingkapi dengan berbagai pertimbangan. Apabila ia salah mengambil keputusan, sangat mempengaruhi pelayanannya pada masa mendatang..

Sebagai budak Filemon, tentu Onesimus sangat beruntung. Sudah pasti ia diperlakukan sangat baik oleh sang tuan. Namun kita tidak tidak tahu pergumulan apa yang dialami oleh Onesimus sehingga ia kesalahan yakni mencuri barang milik Filemon, dan nampaknya Filemon masih menutup sebelah mata. Sehingga memungkinkan Onesimus melarikan diri. Untungnya tatkala Onesimus melarikan diri ia mencari orang yang tepat yakni rasul Paulus yang waktu itu masih di penjara tahanan rumah. Sebenarnya sesuai dengan hukum yang ada pada waktu, menyembunyikan seorang budak yang melarikan diri juga termasuk suatu kesalahan besar. Dan kalau hal ini dilakukan oleh Paulus, sangat memungkinkan di dalam hati Paulus tersisa suatu pengharapan yang pasti bahwa Onesimus itu masih dapat diselamatkan. Mengingat kembali dirinya sendiri yang diubah Tuhan begitu luar biasa, tentu tidak menutup kemungkinan hal ini berlaku bagi Onesimus.

Filemon harus mengampuni, karena kehidupan budaknya sudah diperbaharui.
Kalau kita ditanya bagaimana Onesimus dapat bertemu dengan Paulus, maka secara pasti caranya kurang jelas namun ada yang memperkirakan kemungkinan besar Epafras sang pendiri dan gembala sidang di Kolose (Kol 4 :12) yang memperkenalkannya kepada Paulus. Mereka bertemu di rumah “sewa” Paulus di Roma (Kis 28 :30). Dan di sanalah Paulus memimpin Onesimus percaya kepada Tuhan Yesus. Arti nama Onesimus itu sendiri adalah berguna, namun yang berguna ini telah menjadi tidak berguna karena mencuri barang tuannya (ay 18). Memang benar kata pribahasa, “gara gara nila setitik, rusak susu sebelanga”. Nama baik Onesimus telah rusak karena ia melakukan kesalahan yang mengakibatkan kerugian bagi sang tuan. Dalam kondisi yang demikian tentu ia telah kehilangan kepercayaan. Namun karena Onesimus sudah bertobat, maka saat ini dia bukan lagi Onesimus yang “tidak berguna” tetapi ia menjadi “sangat berguna”. Itu sebabnya, Filemon tidak punya alasan lagi untuk menghakimi Onesimus. Apalagi pengampunan
yang dialami Filemon dari Tuhan Yesus mendahului pertobatannya.

Dengan kesetiaannya bersama-sama dengan rasul Paulus dan juga keakrabannya dengan Paulus, bahkan Paulus telah menganggapnya sebagai anak rohani ( Fil 1 : 11-13). Paulus merasa sudah saatnya ia wajib mengembalikan Onesimus pulang, karena hukum Romawi menuntut agar semua budak pelarian itu harus kembali kepada tuan mereka. Bagi Paulus saat ini merupakan saat yang tepat, itu sebabnya bersamaan dengan Tithikus menuju ke Kolose digunakan Paulus untuk mengirim kembali Onesimus ini.

Paulus tidak pernah memaksa Filemon menerima Onesimus kembali, karena bagi Paulus apabila Filemon secara terpaksa menerima Onesimus tidak ada gunanya, akan menjadi bebannya saja. Padahal kalaupun Paulus mau memaksakan Filemon juga bisa, karena sesungguhnya Filemon sendiri juga hasil buah penginjilan rasul Paulus (1:19). Jadi secara rohani Filemon berhutang juga pada Paulus.

Kita harus mengerti perasaan Filemon. Tidak gampang baginya menerima orang yang pernah menyakiti hatinya, lalu kembali ke rumahnya. Bukan itu saja, Paulus mengatakan bahwa anggaplah ia sebagai saudara, bukan lagi sebagai hamba. Lihat Fil 1:16 “ bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan”. Jadi Onesimus yang pernah menyakiti Filemon ini bukan hanya akan tinggal kembali bersama-sama dengan Filemon dan statusnya juga berubah dari seorang budak menjadi saudara. Sekali lagi kalau bukan hanya karena mengingat Anugerah Tuhan yang juga pernah dialmi oleh Filemon, sudah tentu dia tidak sanggup.

Tanggal 10 September 2005 sebuah harian sore memuat kesaksian singkat saya yang berjudul Makna sebuah Pengampunan, isinya kira-kira demikian :
“ Kejadian Sabtu itu merupakan peristiwa yang tidak terlupakan, memang tanggal persisnya saya tidak ingat, namun saya ingat tahun 1982. Waktu itu kebetulan saya sebagai guru Agama kelas enam di sebuah sekolah Kristen. Suasana kelas tidak begitu menyenangkan, sehingga kalau kita yang sedang mengajar sering terpancing kemarahan. Waktu itu kebetulan saya baru saja memperingatkan anak-anak supaya tidak berisik, namun kemudian saya mendengar di bangku paling depan ada dua anak wanita tetap saja ngobrol dan tertawa-tawa. Saya tidak dapat menahan emosi, itu sebabnya anak itu mendapat hukuman.

Dasar anak Mami barangkali, sehingga baru dihukum begitu, langsung ia menangis. Ceritanya tidak sampai di sini, tetapi rupanya ketika ia pulang ke rumah melaporkan kejadian ini pada kakak lakinya. Kira-kira jam dua siang , kakaknya datang ke rumah saya, tanpa ba-bi-bu dia langsung melempari batu ke rumah, sesudah saya keluar dan tiba-tiba dia sempat meninju ke arah saya. Saya berusaha menjelaskan duduk perkaranya, namun orang itu tidak mau tahu, ia seperti “kesetanan’ seakan-akan ingin menghancurkan saya. Waktu itu saya sempat sempoyongan, namun tidak terbersit di dalam hati saya untuk membalas, walaupun adik-adik saya sudah siap menyongsong ke luar dari belakang untuk membalas. Saya hanya berkata “ Jangan lakukan itu!! ”.

Selesai itu, rumah saya dikerumuni banyak orang, sepertinya ada kejadian yang luar biasa, mereka pada umumnya pengin tahu apa yang sedang terjadi. Ada yang minta saya segera lapor pada polisi, ada pula yang mengatakan minta ganti rugi. Waktu itu saya hanya berpikir, apa yang harus saya lakukan? Perlukah saya menuntut ganti rugi? Bukankah saya sebagai guru Agama di sekolah, saya orang Kristen; rasanya tidak sesuai dengan iman kepercayaan saya untuk melakukan hal tuntut-menuntut. Itu sebabnya saya memutuskan untuk tidak menuntutnya dan minta ganti rugi.

Dua jam kemudian ayahnya datang ke sekolah, dan dipertemukan dengan saya. Waktu itu dia mewakili keluarga minta maaf atas kejadian ini. Saya terima dan memaafkannya, walaupun sesungguhnya saya tahu di dalam hati bergumul sekali. Sebagai guru Agama saya mengajarkan Firman Tuhan supya mengampuni orang lain, sementara saya diminta menuntut pembalasan, walaupun saya berhak. Saya tidak bisa bayangkan seandainya waktu itu kedua orang adik saya juga ikut-ikutan membalas, bagaimana mungkin saya melanjutkan profesi saya sebagai seorang guru Agama?

Saya bersyukur untuk kejadian ini yang melatih saya sabar dan menahan diri. Bagi saya kejadian ini merupakan suatu kemenangan, di hati saya tidak tidak tersimpan kebencian dan dendam termasuk terhadap anak itu, sebab saya tahu Tuhan Yesus telah terlebih dahulu mengampuni saya, dan Dia juga yang akan memberikan kesanggupan pada saya untuk mengampuni orang lain, seperti yang tertulis di dalam Kolose 3:13 “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

Filemon harus mengampuni, karena sebagai orang percaya ia mesti mempraktekkan Kasih Karunia Tuhan ini
Filemon menghadapi kasus pergumulan yang cukup berat. Sesuai suarat pengantar rasul Paulus, ia diminta menerima Onesimus di rumah, tinggal bersama dan hidup sebagai saudara, bukan sebagai budak lagi. Itu berarti Filemon harus melupakan semua kejadian pada masa-masa lalu. Itu berarti Filemon harus menerima kembali Onesimus apa adanya. Itu berarti Filemon harus dengan rendah hati menyambut Onesimus. Itu juga berarti Filemon harus berjuang keras melawan unsur manusia di dalam dirinya yang tidak menghendaki pengampunan uini terjadi. Sama seperti yang Tuhan Yesus laakukan terhadap kita, Ia membenci dosa yang kita lakukan, namaun Ia tidak pernah mebenci kita. Kalau hari itu Filemon berhasil melakukan semuanya hanya itu semata-mata karena Kasih Karunia dari Tuhan Yesus yang memberikan dia kekuatan.

Sering kali kita mendengar keluhan dari mereka yang pernah jatuh ke dalam dosa kemudian bertobat, Tuhan Yesus sudah mengampuni dosanya namun orang-orang di sekitar termasuk juga orang orang di gerja tidak dapat menerimanya. Contoh konkretnya sewaktu rasul Paulus baru bertobat ia juga merasakan demikian, jemaat di Yerusalem takut menerimanya. Namun Barnabas yang percaya akan pertobatan Paulus ia dapat menerimanya (Kis 9 :26-28). Begitu juga sewaktu ada sekelompok orang menyeret seorang perempuan yang berbuat dosa, maka Tuhan Yesus meminta kepada siapa yang tidak berdosa supaya melemparnya dengan batu terlebih dahulu. Namun satu-persatu mundur, tidak ada berani melakukannya, karena mereka sadar bahwa mereka juga adalah orang berdosa. (Yohanes 8 : 7)

Lewis B. Smedes di dalam bukunya yang berjudul Mengampuni & Melupakan (Forgive & Forget) menuliskan ada empat tahap Pemberian Maaf.

Tahap pertama adalah sakit hati; ketika seseorang menyebabkan Anda sakit hati begitu mendalam dan secara curang sehingga Anda tidak dapat melupakannya. Anda terdorong ke tahap pertama krisis pemberian maaf.

Tahap yang kedua adalah membenci ; Anda tidak bisa mengenyahkan ingatan tentang seberapa besar Anda sakit hati, dan Anda tidak bisa mengharapkan musuh Anda baik-baik saja. Anda kadang-kadang menginginkan orang yang menyakiti Anda juga menderita seperti Anda.
Tahap ketiga adalah menyembuhkan; Anda diberi sebuah “mata ajaib” untuk melihat orang yang menyakiti hati Anda dengan pandangan baru. Anda disembuhkan, Anda menolak kembali aliran rasa sakit dan Anda bebas kembali.

Tahap yang keempat adalah berjalan bersama; Anda mengundang orang yang
pernah menyakiti hati Anda memasuki kembali dalam kehidupan Anda. Kalau ia datang secar tulus amak Anda berdua akan menikmati hubungan yang dipulihkan kembali.

Filemon memasuki tahap keempat, hubungannya harus dipulihkan kembali dengan Onesimus. Ia mengundang kembali orang yang pernah menyakiti hatinya kembali ke dalam hidupnya. Sekali lagui, Sola Gracia, hanya Anugerah yang memungkinkan semua ini terjadi. Kalau hari ini Anda dan saya sadar bahwa kita adalah orang berdosa, sudah tentu kita tidak akan menganggap remeh orang-orang yang pernah jatuh ke dalam dosa. Beda antara kita dengan meraka hanya, “Dosa yang diperbuatnya sudah ketahuan, sedangkan dosa yang diperbuat kita belum ketahuan”. Tatkala Tuhan Yesus berada di atas kayu salib, salah satu ucapan Agung-Nya adalah “Ya Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” Permisi Tanya beranikan kita membuka hati kita menerima orang-orang yang pernah menyakiti kita kembali? Saya tidak tahu siapa mereka? Mungkin mereka itu adalah orang tua kita? Anak-anak kita? Keponakan kita? Pasangan kita? Amantan pacar kita? Sekali lagi sya tidak tahu siap mereka? Kalau Filemon
bisa mengampuni Onesimus maka kita juga semestinya harus bisa melakukannya. Mari teladanilah perbuatan Filemon ini. Mari teladi Tuhan Yesus juga. Sebelum kita datang memohon pengampunan kepada-Nya, sesungguhnya Ia telah mengampuni kita. Lalu, mengapa kita begitu sulit mengampuni orang lain? (Saud’S)

Seksualitas

Bagikan
Penulis : Herlianto

Hai anak manusia, ada dua orang perempuan, anak dari satu ibu. Mereka bersundal di Mesir, mereka bersundal pada masa mudanya; disana susunya dijamah-jamah dan dada keperawanannya di pegang-pegang. Nama yang tertua ialah Ohola dan nama adiknya ialah Oholiba. Mereka Aku punya dan mereka melahirkan anak-anak lelaki dan perempuan. Mengenai nama-nama mereka, Ohola ialah Samaria dan Oholiba ialah Yerusalem. Dan Ohola berzinah, sedang ia Aku punya. Ia sangat birahi kepada kekasih-kekasihnya, kepada orang Asyur pahlawan-pahlawan perang. . . . Walaupun hal itu dilihat oleh adiknya, Oholiba, ia lebih birahi lagi dan persundalannya melebihi lagi dari kakaknya. (LAI-TB, Yehezkiel 23:2-5,11)

Ada orang mengatakan bahwa Alkitab bukanlah kitab yang suci karena ia berbau porno seperti terbaca pada ayat di atas. Membaca konteks ayat itu, kita tahu bahwa gambaran itu adalah simbolisasi dari perilaku umat Tuhan di Samaria dan Yerusalem yang disalahkan Tuhan. Namun, yang menjadi masalah mengapa perilaku dosa umat itu digambarkan dengan perilaku dosa seks?

Dalam waktu sebulan terakhir ada tiga peristiwa dialami dalam kaitan dengan seksualitas, yaitu: pertama, dalam pencarian DVD untuk bahan ceramah, secara kebetulan ditemukan sebuah film antik berjudul KINSEY. Let s Talk About Sex ; kedua, diterima surat dari seorang yang dengan terus terang mengaku homo yang minta bimbingan karena ia rindu melepaskan perilaku itu; dan ketiga, ada undangan dari PMK FISIP-UNPAD yang mengundang untuk membahas masalah jender khususnya seksualitas pria.

Film tentang kehidupan Alfred Kinsey menarik karena menunjukkan bagaimana ia menghadapi tantangan dalam penelitiannya namun akhirnya mendapat dana dari Rockefeller Foundation. Sebagai seorang biolog yang gemar meneliti serangga, ia kemudian meneliti perilaku seksual orang Amerika dan bukunya yang terbit tahun 1948 berjudul Sexual Behaviour of Human Male (kemudian disusul Sexual Behaviour of Human Female ) mengegerkan masyarakat Amerika waktu itu karena ia mengungkap rahasia kamar tidur yang selama ini ditutup-tutupi dalam masyarakat konservatif. Ia mengadakan penelitian terutama melalui metoda wawancara secara langsung. Buku itu tebal sekali dan di awal tahun 1970-an hanya sempat dibaca sebagian saja.

Rekan pengidap Homo dalam suratnya menyadari bahwa kehidupan seksualitasnya tidak sesuai dengan firman Tuhan sehingga ia berkonsultasi dengan beberapa pendeta namun mengalami peristiwa pahit. Ada pendeta menyalahkannya sebagai berbuat terkutuk, tetapi pendeta lain malah mengajaknya main. Menghadapi ini ia makin bingung dan ingin mencari jawab Tuhan yang benar menghadapi masalah dorongan dalam dirinya itu yang sekarang disadarinya sebagai salah.

Camp mahasiswa Fisip itu cukup menantikan diskusi soal seksualitas yang terbuka mengingat begitu mewabahnya film-film porno yang beredar di kalangan mahasiswa. Ada mahasiswa yang melontarkan isu onani (masturbasi) agar dibahas karena di gereja mereka belum pernah mendengar dibicarakannya isu yang dihadapi semua mahasiswa itu. Seorang asisten dosen antropologi yang bergabung dalam tim studi seksualitas di fakultasnya yang ikut hadir, mengemukakan bahwa salah satu penyebab kurang dibicarakannya masalah seksualitas di gereja adalah karena umumnya seksualitas masih dianggap tabu untuk dibicarakan.

Memang dalam hal seksualitas, kita men2ghadapi dua kutub yang berseberangan, di satu kutup orang masih tabu membicarakannya bahkan menyalahkan ketidak-wajaran seksualitas sebagai dosa dan perbuatan terkutuk. Di kutub lain kita menyaksikan makin longgarnya permissivisme di masyarakat sehingga semua penyimpangan seksualitas dianggap hal lumrah dan halal kalau itu merupakan dorongan jiwa.

Harus diakui bahwa banyak gereja dengan pendetanya yang masih berfikir puritan yang menganggap membicarakan seksualitas sebagai tabu, menutup-nutupi masalah ini sebagai urusan pribadi, dan tidak perlu membicarakan masalah yang terkutuk ini. Sikap demikian jelas tidak membantu memecahkan pergumulan seksual generasi modern yang dengan mudah dan murah membeli DVD blue film . Akibatnya banyak muda-mudi gereja lebih banyak mendapat informasi berkelimpahan tetapi keliru dari pasar daripada kebenaran firman yang seharusnya mereka ketahui. Dalam konteks demikian penelitian Kinsey benar-benar mengejutkan betapa banyak orang melakukan hubungan seksualitas yang aneh-aneh dan itulah kenyataan masyarakat Amerika kala itu.

Di kutub lain keterbukaan seksualitas juga bukannya hal yang baik, karena apapun perilaku seksualitas yang dilakukan dianggap kewajaran karena dialami oleh masyarakat secara nyata. Kebebasan yang liberal memang tidak membawa jalan keluar karena kita love the sin & the sinner dan kurang mempertimbangkan konsekwensi sosial yang lebih luas, apalagi konsekwensinya dimata Allah. Bayangkan homoseksualitas adalah salah satu penyebab utama penyebaran Aids dan perilaku demikian biasanya dilakukan dengan banyak pasangan baik sesama jenis maupun tidak (promiskuitas), dan kita bisa melihat dampaknya secara sosial dan medis apa akibat yang ditimbulkan toleransi kebablasan yang beralaskan hak azasi kemanusiaan demi membela hubungan sesama jenis itu.

Kinsey sendiri sebagai anggota gereja Metodis (diakui secara jujur tidak pernah ke gereja sejak masa anak-anak) dalam penelitiannya juga menunjukkan liberalisme dalam pemikirannya. Ia menerima semua perilaku masyarakat sebagai apa adanya dan tidak berusaha untuk menunjukkan hal-hal baik dan buruk dalam seksualitas dan juga tidak menawarkan rem pengaman pada masyarakat. Ketika asistennya mempermasalahkan statistik homoseksualitas dimasyarakat dan mengajak Kinsey melakukan homo-coitus dengannya, ia terjerat sehingga membuat marah isterinya. Ketika liberalisme pemikiran itu meluas dalam keluarga Kinsey, asistennya kembali meminta agar boleh bersebadan dengan isteri Kinsey, ia tidak bisa menolak dan toleransi dengan hasil penelitiannya.

Di antara kedua kutub puritanisme dan liberalisme itulah kita membutuhkan bimbingan firman Tuhan agar bisa memberi rem pengaman dan tuntunan yang jelas akan dorongan seksualitas manusia dan bagaimana dorongan itu bisa tersalur secara bertanggung jawab kepada Tuhan dan masyarakat. Soal ini perlu dibicarakan di gereja-gereja dengan pembicara yang integritas iman dan etika seksual-nya setia kepada Alkitab. Kita tidak bisa menutup diri terhadap penyebaran informasi seksualitas melalui mass media yang begitu meluas dan lebih banyak menekankan nafsu dan kenikmatannya daripada seks sebagai saluran cinta-kasih dalam kerangka pernikahan dan pembentukan keluarga yang kudus dan bertanggung jawab di mata Tuhan.

Alkitab banyak berbicara mengenai seksualitas dan tidak mengutuknya tetapi juga tidak membebaskannya sesuai keinginan nafsu kedagingan, tetapi Alkitab banyak berbicara mengenai rambu-rambu yang perlu bagi mereka yang mengalami proses kematangan seksual dan pernikahan. Banyak anak remaja gereja terjatuh dalam perilaku seksualitas yang membuka luas ke dunia penyakit kelamin (VD) dan terutama HIV/AIDS, tanpa mereka tahu adanya rambu-rambu dalam urusan seks. Banyak pernikahan kristen kacau dan dialami rekaman hubungan seksualitas yang sadistik. Film-film porno dan majalah-majalah semacamnya lebih banyak menjadi guru pendidikan seksual daripada para gembala gereja yang seharusnya menjadi gembala yang baik yang menuntun domba-dombanya bukan saja dalam hal-hal imani tetapi juga dalam hal etika terutama etika seksual.

Sudah tiba saatnya umat Kristen sadar untuk menjadikan seksualitas sebagai bahan yang layak didiskusikan dalam terang firman Tuhan, agar gereja dapat menjadi benteng pertahanan yang baik yang bisa dijadikan panutan oleh para jemaatnya. Usaha preventif gereja lebih baik daripada menangani korban-korban ketidak sucian seksual, aborsi, kawin-cerai, promiskuitas, homoseksualitas, sexual sadism dan massochism, dan berbagai perilaku seksual lainnya, karena ingatlah bahwa:

… tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, – dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (LAI-TB, I Korintus 6:19-20)

Seksualitas yang Seharusnya

Bagikan
Penulis : Eka Darmaputera

COBA tolong Anda definisikan apa “merah” itu! “Merah? Ah, kalau cuma itu sih, semua juga tahu!”, begitu mungkin reaksi Anda. Ya, siapa yang tidak kenal warna “merah”? Tapi silakan mendefinisikannya, maka saya jamin, Anda pasti kebingungan. Saya duga, yang paling banter dapat Anda katakan adalah, bahwa merah itu bukan putih, bukan kuning, bukan biru, dan seterusnya.

Ini mirip dengan pengalaman saya, ketika di luar negeri saya diminta menjelaskan apa itu “demokrasi Pancasila” dan “ekonomi Pancasila”. Gelagapan saya dibuatnya.

Yang waktu itu spontan meluncur dari mulut saya adalah, bahwa “demokrasi Pancasila” itu bukan “demokrasi liberal” ala Amerika; tapi bukan pula “demokrasi rakyat” gaya Korea Utara. Dan “ekonomi Pancasila” adalah sistem ekonomi yang tidak kapitalis, namun sekaligus tidak pula sosialis”.

Yang ingin saya katakan adalah, bahwa kadang-kadang kita hanya bisa menjelaskan “what is” dari “what is not”. Apa yang “ya”, dari apa yang “tidak”. Dan apa yang “harus”, dari apa yang “tidak boleh”.

Hukum ketujuh Dasa Titah berbunyi, “JANGAN BERZINAH”. Apa persisnya yang dilarang oleh hukum tersebut? Ada dua cara yang dapat kita tempuh untuk menjawab pertanyaan tersebut. Pertama, kita bisa menjawabnya dengan membuat sebuah “daftar larangan”, yang boleh jadi tidak terbatas panjangnya, dan luar biasa banyaknya. Atau, kedua, kita dapat dengan ringkas mengatakan, bahwa “apa yang tidak boleh” adalah semua yang bertentangan dengan “apa yang harus”.

Tentu saja, saya memilih yang kedua. Yang berarti, kita akan membicarakan terlebih dahulu apa-apa yang “seharusnya”, baru apa-apa yang “dilarang”.

* * *

SALAH SATU konsep terpenting dan “khas” alkitab tentang “manusia”, adalah pemahamannya bahwa manusia adalah satu kesatuan yang utuh. Satu kesatuan tubuh-jiwa-roh yang tak terbagi-bagi. Tanpa dikhotomi. Tanpa dualisme.

Ini berlawanan dengan filsafat Yunani yang mengatakan, bahwa “tubuh” adalah penjara bagi “jiwa”. Atau dengan dengan filsafat Timur yang mengajarkan, bahwa yang “rohani” itu mulia, dan yang “jasmani” itu hina.

Dengan ringkas tapi tegas alkitab menyatakan, bahwa “manusia” adalah kesatuan “tubuh” dan “jiwa” yang tak terpisahkan. Kejadian 2:7 memberi kesaksian, “Ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah, dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi mahluk yang hidup”.

Artinya, baik tubuh maupun jiwa, kedua-duanya adalah dari Allah yang satu itu jua asalnya. Karena itu kedua-duanya baik, mulia, kudus. Manusia harus memuliakan Allah dengan segenap jiwanya, tapi juga dengan seluruh tubuhnya. Antropologi semacam ini tentu saja sangat menentukan bagi pemahaman mengenai “seksualitas”.

* * *

KONSEKUENSI yang pertama adalah, bahwa – menurut alkitab – “seksualitas” pada dirinya, dan pada hakikatnya, adalah baik. Baik, sama seperti semua ciptaan Allah yang lain, menurut penilaian Allah, “sungguh amat baik” (Kejadian 1:31). Tidak kotor, nista atau hina. Sebaliknya, ia suci, mulia, menyenangkan.

Pada satu pihak, kebutuhan maupun dorongan seksual diterima sebagai sesuatu yang alamiah. Sama seperti kebutuhan manusia akan makanan atau minuman. Sama seperti dorongan rasa lapar atau rasa haus. Karena itu alkitab tak pernah berusaha menutup-nutupinya. Tidak jarang malah terlalu eksplisit. Karena itu, bersyukurlah – jangan merasa bersalah — bila Anda masih dikaruniai selera makan atau . nafsu seks!

Namun, di lain pihak, toh ada sesuatu yang “lebih” atau “istimewa” pada seksualitas, yang tidak terdapat pada makan atau minum. Perkenankanlah saya memberi dua contoh sederhana.

Yang pertama adalah kemungkinan yang unik dan eksklusif , yang dIkaruniakan Tuhan melalui seksualitas. Apa itu? Yaitu, kemungkinan manusia untuk memperoleh keturunan atau ber”prokreasi”. Agar melaluinya, kelangsungan eksistensi manusia bisa terus berlanjut. Apa yang lebih mulia dan lebih istimewa dari pada ini? Kegiatannya barangkali memang cuma beberapa menit, tapi jangkauannya adalah ke”akan”an yang seolah-olah tanpa batas! Itulah seksualitas.

Kemudian, yang kedua, bukan cuma menyangkut potensialitasnya semata, tapi juga realitasnya. Maksud saya, kenikmatan serta kepuasan lahir-batin yang dimungkinkan Allah untuk dialami oleh manusia, melalui kegiatan seksualnya ini! Ini juga tak terbandingkan dengan kegiatan apa pun yang lain.

Seorang bapak gereja bahkan pernah mengatakan, bahwa satu-satunya pengalaman manusiawi yang dapat dipakai sebagai “pembanding”, sehingga orang bisa memperoleh sekelumit gambaran tentang kenikmatan sorga nanti, adalah orgasme. Walaupun, tentu saja, perbedaannya juga luar biasa. Orgasme cuma berlangsung beberapa detik. Sedang kenikmatan sorgawi – yaitu ketika manusia mengalami “kesatuan mistis” dengan Allah — berlangsung abadi.

* * *

DALAM ketegangan yang dinamis antara dua aspek itulah, kita menangkap pemahaman seksualitas yang khas alkitabiah. Aspek yang pertama adalah, ke”normal”an serta ke”natural”an-nya. Bahwa seksualitas itu normal! Dorongan-dorongannya natural! Sama seperti kebutuhan-kebutuhan fisik dan psikis Anda yang lain. Jadi, Anda tak perlu merasa malu atau merasa bersalah bila memiliknya. Sebaliknya, bersyukurlah!

Mengatakan bahwa seksualitas itu “normal” dan “natural” berarti mengatakan, bahwa seksualitas penting. Bahwa tanpa itu, hidup manusia menjadi tidak penuh, tidak utuh, tidak lengkap. Bahwa hidup yang a-seksual adalah a-natural. Abnormal. Boleh-boleh saja Anda memutuskan untuk tidak menikah. Tapi jangan katakan, bahwa itu Anda lakukan agar Anda bisa menjadi lebih suci dan lebih dekat kepada Tuhan!

Setelah mengatakan itu, toh kita harus segera menyatakan, bahwa seksualitas bukanlah satu-satunya yang penting. Bukan pula yang terpenting. Seksualitas bukan segala-galanya. Ia cuma “salah satu”. Tak boleh kita per”setan”kan, namun jangan pula kita per”tuhan”kan!

Seksualitas adalah salah satu aspek saja dari kehidupan manusia yang lebih luas dan lebih kompleks. Karena itu ia hendaknya juga dipahami dan diperlakukan dalam inter-relasi dengan komponen-komponen kehidupan yang lain. Tidak dalam “isolasi”, melainkan dalam “koordinasi” dengan yang lain-lain itu. Yang benar berkenaan dengan seksualitas adalah yang “proporsional”. Tidak “sex-maniac” tidak pula “sex-o-phobia”.

* * *

“JANGAN BERZINAH”. Pada satu pihak, larangan ini adalah salah satu saja dari sepuluh titah yang ada. Karena itu, jangan terlampau melebih-lebihkannya. Dosa seksual tidak lebih serius dibandingkan dengan dosa di bidang ajaran, atau dengan dosa dalam keluarga, atau dengan jenis dosa-dosa lainnya.

Sebab itu bagi saya, adalah tragis dan ironis, ketika sekelompok masyarakat ribut besar dan merasa amat terganggu oleh “goyang Inul”, tapi nyaris tidak bereaksi apa-apa ketika tindak korupsi semakin meluas, ketika tindak kekerasan meranggas, ketika perdagangan perempuan dan anak-anak dibiarkan semakin subur, ketika semakin banyak orang miskin yang tergusur, dan . ada orang yang malah sibuk menggagas “polygamy award”.

Namun toh benar juga, bahwa sekalipun “dosa seksual” hanya “salah satu” saja, tapi ia adalah “salah-satu” yang sama sekali tidak boleh dipandang remeh! Kita tidak boleh dengan enteng mengatakan, “Ah, biar saja! Habis, memang sudah zaman-nya sih!” . Atau, “Jangan usil ngurusin apa yang terjadi di bawah selimut orang , deh! Itu ´kan tanggungjawab masing-masing!”

Tidak! Kita tidak bermaksud “usil” atau “iseng”. Kita hanya mau peduli, sebab Tuhan pun sangat peduli. Dan Tuhan sangat peduli, karena dalam seksualitas ini terkait masalah “kekudusan”. Baik kekudusan individual, maupun kekudusan relasional.

* * *

DALAM seksualitas terkait masalah “kekudusan relasional” antar-manusia. Telah sejak awal proses penciptaan, dengan jelas Tuhan menyatakan, “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia” (Kejadian 2:18).

Kesendirian, menurut Allah, “tidak baik”. Sebab kesendirian akan menciptakan ketidak-berdayaan. Ketidak-berdayaan yang hanya dapat diatasi dengan kehadiran seorang “penolong yang sepadan”. Dan itulah antara lain hakikat serta fungsi seksualitas itu.

Seksualitas memungkinkan mutualitas atau hubungan timbal balik antarmanusia. Juga kesetaraan antar manusia. Dan, jangan lupa, kesatuannya! “Inilah dia tulang dari tulangku dan daging dari dagingku . sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging” (Kejadian 2:23-24).

Jadi “berzinah” itu apa? “Berzinah”, berarti tercemarnya kekudusan serta integritas moral individual orang-per-orang. Tapi “berzinah” juga berarti rusaknya relasi yang mutualistis antar manusia: keseteraannya, kesatuannya, tolong-menolongnya. Ketika “perzinahan” terjadi, kekudusan terinjak-injak dan relasi kemanusiaan retak. Dan ini, Saudara, sungguh, adalah bencana!

Self Discipline

Bagikan
Oleh: Michael Griffiths

Satu hal yang senantiasa mendapat tekanan dan mendorong orang-orang Kristen supaya memanfaatkan waktu mereka habis-habisan ialah ketidak-pastian hidup ini. Artinya, bukan saja ada kepelbagaian kesanggupan-kesanggupan atau jumlah bakat, melainkan juga kepelbagaian jangka waktu dari kesempatan-kesempatan yang diberikan kepada seseorang. Bagian nats yang kita kutip dari Efesus 5 dan Kolose 4, yang bunyi terjemahannya ialah ‘menggunakan waktu yang ada’ dapat juga diterjemahkan sebagai berikut: ‘menghabiskan kesempatan-kesempatan yang tersedia sampai sehabis-habisnya.’ Dan semua kita tahu, betapa banyak orang Kristen yang hidupnya pendek saja, namun telah mereka manfaatkan sepenuhnya.

“Jadi sekarang, hai kamu yang berkata, hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata, “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu dan semua kemegahan demikian adalah salah. Jadi jika seorang tahu bagaimana harus berbuat baik tapi tidak melakukannya, ia berdosa.” (Yak 4:13-17)

Kita bukan saja diingatkan bahwa segala sesuatu yang kita rencanakan untuk hari esok senantiasa tergantung dari perkenan ilahi, tapi juga hidup sendiri bagi embun, atau segumpal asap dan mungkin besok kita mati. Implikasinya adalah jangan kita ulur-ulur ke hari esok hal-hal baik yang dapat kita lakukan hari ini.

Dalam kitab Amsal yang dianggap teladan orang yang berusaha sungguh-sungguh adalah ibu rumah tangga. Ia adalah istri yang berbudi dalam bab 31, yang berbuat baik pada suaminya sepanjang umurnya, bangun sebelum fajar dan pelitanya tidak padam. Makanan kemalasan tidak dimakannya (ayat 27b), orang miskin dan kekurangan beroleh pertolongan (ayat 20), kesehatan dan kesejahteraan keluarga terjamin dan mereka ini bangkit memuji Tuhan. Rahasianya ialah ia takut akan Tuhan (ayat 30) dan sungguh-sungguh memanfaatkan waktunya.

Namun dalam amsal sebelumnya, kita melihat gambaran yang tegas tentang kelemahan si pemalas yang umumnya digambarkan sebagai kelakuan kaum laki-laki. Kita mencatat ciri-ciri berikut :

1) Ia tak dapat membuat rencana. Ia tak mau membajak sebab takut kedinginan maka ia meminta sedekah pada musim menuai (Amsal 20:4). Semut bekerja keras pada musim panas tapi si pemalas tidur-tiduran sepanjang hari (6:6-8). la terlalu ngantuk untuk melakukan pekerjaan yang harus dilakukan. la tidak mampu melihat ke depan dan tak memiliki akal sehat untuk melakukan persiapan masa datang. Dewasa ini ciri-ciri ini tercermin dalam ucapan seperti “Bagaimana ya rasanya kok baru kemarin hari Minggu, tau-tau sudah Minggu lagi!” atau “Kok heran, kita selalu kehabisan waktu tapi pekerjaan semakin bertumpuk.”

2) Ia tak mampu mengatasi keseganannya untuk bekerja (Amsal 13:4)

3) Perhatiaannya lebih tercurah pada masalah, bukan pada cara bagaimana mengatasi masalah (Amsal 15:19). Kesulitannya begitu bertumpuk hingga ia hanya bisa duduk dan menunggu (26:13). Orang-orang seperti ini menciptakan kesukaran bagi dirinya sendiri supaya ada alasan untuk tidak bekerja.

4) Ia penghalang bagi orang-orang lain dan pengaruhnya merusak. “Orang yang bermalas-malasan dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak (Amsal 18:9). Tak heran banyak terjadi perpecahan dalam kepemimpinan gereja maupun gerakan pemuda. Apakah mereka bekerja hanya seperlunya saja sesuai dengan program-program lama yang sudah usang, atau pemimpin hanya sekedar duduk di kursinya karena ingin disanjung dan dihormati? Pemalas itu tidak menggunakan waktunya bagi kemuliaan Allah. Tak sedikitpun terlintas dalam pikirannya bahwa memuliakan Tuhan melalui pemakaian waktu adalah harta yang amat tinggi nilainya. Marilah kita gunakan waktu kita selagi masih ada kesempatan.

Untuk didoakan dan direnungkan. Bagaimana sikap saya dalam memakai waktu yang ada, apakah saya sudah memanfaatkannya bagi Kristus? Apakah tahun-tahun berlalu tanpa ada sesuatu yang tercapai? Apa sasaran saya dalam memanfaatkan waktu sebagai orang Kristen?

Siapakah Jodohku?

42
Bagikan
Sulit menentukan resep jitu untuk menemukan jodoh yang tepat, meski tulisan ini akan menyajikan kriteria pemilihan, tetap harus dipahami bahwa tidak ada manusia yang sempurna, dan masih terbuka kemungkin pemikiran lain.

Kriteria Menentukan Jodoh:

Anda berdua harus memiliki minat yang banyak

Mampu tertawa bersama

Saling memiliki ketertarikan fisik yang kuat

Sependapat/setuju tentang ambisi dan sasaran hidup pasangan
Sepakat soal agama

Kehidupan yang menarik: (minat yang banyak)
Carilah orang yang memiliki kehidupan yang wajar, memiliki energi/semangat, imajinasi, dan percaya diri. Dengan demikian penting juga bagi seseorang untuk memiliki hidup yang normal sebelum Ia memutuskan mencari pasangan hidup. Pernikahan bukan untuk menambah beban/kesulitan hidup, dan orang tidak menikah hanya sekedar untuk menghilangkan kejenuhan. Harus ada saling pengertian/toleransi dalam hal minat, diperlukan antusiasme dan minat yang tulus terhadap minat pasangan.
Tertawa Bersama
Tertawa bersama penting dalam membentuk perkawinan yang kaya dan bahagia. Sifat humor diperlukan dalam situasi-situasi sulit yang sering timbul dalam rumahtangga. Kemampuan untuk tertawa menyatakan toleransi. Hindari orang yang tidak bisa tertawa.

Ketertarikan fisik yang kuat
Ketertarikan fisik mutlak perlu. Kalau pasangan Anda tidak menunjukan ketertarikan fisik, lebih baik cari yang lain saja. Dalam hal ketertarikan fisik pria cenderung lebih cepat dari wanita. Tanda-tanda ketertarikan bisa berupa lirikan disertai dengan senyuman khas atau memegang tangan… Kalau lebih dari itu.. yah harus berjaga-jaga sendiri.

Ambisi dan sasaran hidup
Ini vital, tidak terlalu penting calon pasangan Anda orang kaya atau bukan, yang lebih penting adalah apakah Ia mempunyai ambisi dan tujuan hidup yang jelas. Kalau calon Anda dari keluarga kaya sebaiknya dengarkan apa pendapatnya mengenai sasaran hidup yang ingin dicapai. Banyak rumahtangga kandas karena suami tidak memiliki ambisi untuk maju.

Kesepakatan Agama Apa arti agama bagi pasangan Anda?
Apakah dia peduli tentang apa arti agama bagi Anda?.

Akhir kata, kapan harus menikah/tidak?:

Jangan menikah:

Karena Anda merasa kasihan kepada seseorang.

Karena ingin melarikan diri dari rumahtangga Anda yang tidak bahagia.
Karena Anda bosan.

Supaya Anda diperhatikan oleh pasangan Anda

Karena setiap orang toh menikah

Jikalau Anda takut tentang seks atau tidak suka seorangpun meraba Anda
Karena Anda hamil

Kalau Anda masih punya keraguan yang besar.

Anda siap menikah:

Kalau Anda sudah bisa membuat keputusan

Ketika Anda sudah bisa menerima keputusan yang bertentangan dengan Anda

Ketika Anda sudah bisa mandiri

Ketika Anda sudah bekerja

Ketika Anda sudah bisa menabung

Ketika Anda menghendaki hidup bersama orang tertentu melebihi semua hal.

Siapakah Tulang Rusuk ku?

15
Bagikan
Oleh:Mang Ucup

Karena banyaknya pertanyaan yang masuk mengenai tulang rusuk maka saya tayangkan lagi artikel ini. “Kau anugerah terindah yang pernah kumiliki” begitulah yg diucapkan oleh Sheila-On-7 dan perkataan ini juga yg akan kita ucapkan apabila kita menemukan pasangan hidup yg cocok.

Aneh tapi nyata, kekhawatiran yg paling besar pada saat orang lagi pacaran ialah “Bagaimana kalau nantinya setelah kita menikah, ternyata tidak cocok, bahkan bertolak belakang?” Oleh sebab itulah pada saat kita memilih pasangan hidup, selalu kita mengajukan berbagai macam persyaratan2 yg dijadikan parameter kecocokan umpamanya sifat, hobby, pendidikan, agama yg harus sama dgn diri kita. Semakin banyak kecocokan semakin baiklah pasangan tsb.

Tetapi apakah Anda tahu, bahwa ini sebenarnya adalah persyaratan gendheng yg paling gombal dan lucu, sebab kalho mo nyari yg benar2 cocok 100% dgn diri Anda, kenapa kagak mo kawin dgn diri sendiri azah ato dgn kloningannya. Disatu pihak kita merasa sangat bangga, bahwa kita ini merupakan manusia yg paling unik, karena kagak ada keduanya dikolong langit, tetapi dilain pihak pada saat mencari pasangan hidup, kita mencari copy-annya dari diri kita. Aneh kan?

Tuhan telah menjanjikan akan memberikan pasangan yg “sepadan” untuk diri kita; Kejadian 2 : 18, “Tuhan Allah berfirman : Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja, Aku akan menjadikan penolong baginya “yang sepadan dengan dia.” (ézer kenegdo)

Walaupun demikian “Sepadan” bukannya berarti harus cocok identis 100% dgn diri kita, melainkan agar kita bisa saling menggenapi satu dgn yg lain, dimana kita bisa menerima dan mengasihi pasangan hidup kita dgn segala kelebihan maupun kekurangannya. Sebagai contoh warna Yin & Yang itu sepadan tetapi beda jauh satu dgn yg lain. 2:21. Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk (tséla) dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. 2:22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan (lé isysya), lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Perempuan disebut ´isysya – sebab dia diambil dari laik-laki (´isy) Kej 2:23.

Dari satu tulang rusuk Tuhan telah membentuk seorang perempuan. Tuhan memilih tulang rusuk, sebagai lambang, karena tulang rusuk tsb menyediakan perlindungan untuk organ yg paling lembut dari pria, ialah jantung/hatinya. Jantungnya adalah pusat dari kehidupannya, paru2nya menggenggam nafas kehidupannya. Tulang rusuk akan membiarkan dirinya sendiri menjadi patah, sebelum ia mengijinkan kerusakan terjadi pada jantung. Seperti juga sifatnya dari tulang rusuk, ia itu kuat tetapi lembut dan mudah patah. Oleh sebab itulah tulang rusuk inilah yg dipilih oleh Allah untuk menciptakan pasangan hidup bagi kita. Dan tulang rusuk inilah yg membuat dan mendukung kita bisa jadi berdiri dgn tegak

Saya percaya untuk tiap pria di dunia ini pasti sdh ada pasangannya yg telah disediakan oleh Allah atau tulang rusuknya. Tulang rusuk tsb tidak perlu seusia dgn kita, tidak perlu sebangsa dgn kita dan yg terpenting tidak perlu memiliki sifat & perangai yg sama seperti kita, karena fungsinya ialah menggenapi tubuh kita. Oleh sebab itulah dlm satu pernikahan, tunjukkanlah kepadanya, bahwa engkau adalah tulang rusuknya yg selalu melindungi tubuhnya. Dan tulang rusuk itu tidak pernah mengenal lelah, apakah Anda tahu bahwa tulang rusuk itu bergerak lebih dari lima juta kali setahun setiap kali bernafas.

Untuk pria yg tidak mau menikah seperti Romo atau Biksu pasti ada biarawati atau biksuni yg juga ditakdirkan untuk tidak menikah karenanya. Sedangkan untuk pria homo pasti ada seorang perempuan yg juga menjadi lesbis karenanya. Terkecuali Yesus mungkin yg tidak memiliki pasangan hidup-Nya di dunia ini, karena Ia bukanlah manusia biasa, melainkan Allah yg menjelma menjadi manusia.

Bagaimana kita bisa mengetahui apakah pasangan kita ini benar2 merupakan tulang rusuk kita? Yg sdh pasti pasangan tsb ingin selalu membahagiakan dan melindungi diri kita, ia selalu khawatir kalau kita jatuh sakit, ia turut bersedih hati apabila kita menderita, dan ia mau menangis dan tertawa bersama dgn pasangannya dan ia turut sakit atas penderitaan pasangannya.

Teori yg bagus sekali, tetapi bagaimana kita bisa mengetahui dan mengenalnya pada saat kita lagi pacaran? Dibawah ini ada 10 ciri yg mungkin bisa digunakan sebagai pertanda apakah pasangan dihadapan kita ini tulang rusuk kita ataukah bukan? Ciri2 tsb tidak harus semuanya digenapi, tetapi minimum sebagian besar dari ciri2 tsb bisa dijadikan sebagai parameter dlm pencarian tulang rusuk kita:

Pada pertemuan pertama langsung merasakan cocok dan tertarik olehnya, se-akan2 ia ini lain dari yg lain
Apabila berada dekat dgn dia, Anda merasakan kenyamanan dan aman, seperti juga menemukan air segar pada saat kita sedang kehausan
Ia mengasihi dan bisa menerima Anda apa adanya, dgn segala kelebihan maupun kekurangan2 diri Anda
Ia tidak membuat Anda jadi bosan dimanapun dan kapanpun ia berada, sehingga di lokasi atau tempat paling membosankan sekalipun, Anda merasa senang apabila didampingi oleh dia.
Ia adalah tempat dimana dan dgn siapa Anda bisa berbagi suka maupun duka, kepada siapa Anda bisa curhat dan mempercayai semua problem dan permasalahan Anda; tanpa harus takut ditertawakan ataupun dicemohkan olehnya, karena dgn dia Anda bisa bicara dari hati ke hati. Sehingga tanpa adanya perkataan yg diucapkan sekalipun ia bisa mengerti dan mengetahui perasaan isi hati kita.
Kedua belah pihak berusaha untuk saling menyenangkan satu dgn yg lain, sehingga dlm waktu singkat saja, Anda telah bisa mengetahui apa yg disukainya dan apa yg tidak disukainya
Anda ingin selalu berusaha untuk menyenangkan dia, entah melalui penampilan Anda, puisi, ataupun kado dsb-nya, begitupun juga kebalikannya
Tidak bertemu beberapa saat saja sdh merasakan kehilangan inginnya sih kalho bisa nempel terus seperti perangko begitu
Anda merasa bangga dgn kelebihan2 yg dimilikinya, sehingg kedua belah pihak bisa saling menghargai dan menghormatinya satu dgn yg lain
Bersedia berkorban atau melakukan apa saja untuknya.
Dan sebagai bahan renungan dalam mencari tulang rusuk Anda bacalah dan renungkanlah kalimat dibawah ini:

I love you not because of who you are, but because of who I am when I am with you.
To the world you may be one person, but to one person you may be the world

Tetapi bagaimana kalho perbedaan sifatnya itu besar sekali, apalagi kalho ia memiliki sifat2 buruk seperti, cemburuan, pemarah, kasar, tidak sabaran dsbnya atau perbedaan usia/status yg berbeda jauh, beda agama/warga negara, apakah mungkin ia itu masih tetap tulang rusuk saya? Terlebih lagi bisa saja pada saat ini ia juga sdh menikah dgn wanita/pria lainnya? Mo tahu jawabannya bacalah oret2nya mang Ucup esok.

Sindrom Patah Hati !

5
Bagikan
Oleh : Mang Ucup

Apakah Anda tahu bahwa orang yang barusan saja ditinggal oleh pasangan hidupnya, mengalami perasaaan gejala sakit seperti juga orang yang kena serangan jantung. Ini adalah hasil penelitian dari Kardiolog Ilan Wittstein dari John Hopkis University School of Medicine di Baltimore Amerika yang diungkapkan pada bulan Feb 2005, sehingga ia menamakan gejala penyakit ini sebagai „Broken Heart Syndrom“. Rasa nyeri di dada, nafas pendek, bahkan otot jantung pun tidak bisa memompa darah secara normal lagi.

Pada saat kita sedang sedih, kita menutup diri, karena tidak ada gairah lagi untuk melakukan kegiatan apapun juga, selainnya ingin mengucilkan diri terus di dalam kamar. Satu-satunya impian dan harapan yang paling besar adalah dimana mereka mengharapkan agar pasangannya bisa dan mau balik kembali. Oleh sebab itulah hari-hari pertama setelah ditinggal oleh pasangannya, yang di pelototin dan di dengar hanya bunyi telpon dan HP nya saja dengan harapan mogah-mogahan ia mo nelpon lagi, walaupun hanya sekedar „Just to say hello“, tetapi kenyataannya boro-boro ia mo nelpon, no HP nya azah udah dirubah agar tidak bisa dihubungi lagi !

Dan yang lebih menyakitkan lagi, pada saat Anda sedang sedih dan berduka karena ditinggal oleh pasangan Anda, ia sendiri menari diatas mayat Anda, dimana ia pamer dengan WIL (Wanita idaman lainnya) kemana-mana yang konon lebih cantik dan lebih muda. Teman dekat yang seharusnya membantu pada saat kita sedang sedih & sewot, bukannya berusaha untuk menghibur, bahkan kebalikannya dimana mereka menyindir atau mengejek dengan secara tidak langsung; dimana menceritakan tetang kelebihan-kelebihan dari pacar barunya.

Kehilangan pasangan hidup itu seperti juga kehilangan tempat dimana kita bernaung, sebab disitulah kita merasa aman dan bisa mendapatkan kasih sayang, dan perasaan inilah yang dahulunya selalu diberikan oleh ibu kita.

Menurut pakar psikologi, pada saat kita kehilangan pasangan hidup, kita akan menjalani tiga phase perasaan yang harus kita lalui:

pada saat musibah itu terjadi kita akan marah dan protest, karena tidak mau menerima kenyataan dan berusaha untuk mencari tahu maupun menganalisa dimana letak kesalahannya: Kenapa hal ini bisa terjadi ? Tahapan ini pada umumnya tidak lama, akhirnya akan menjadi reda dengan sendirinya dan digantikan oleh perasaan lain.
Hal ini terjadi pada saat kita sadar, bahwa hubungan tsb telah menjadi retak batu alias tidak dapat di lem lagi; kalho dalam bhs Sundanya „It´s over!“. Dari sinilah mulai berubah sifat marah, emosi tsb digantikan oleh perasasaan down, dan sedih yang berkepanjangan. Dan sekaranglah baru terasakan juga, bagaimana nyeri dan parahnya luka batin, ditinggal oleh pasangan hidup itu. Tahapan yang kedua ini adalah tahapan yang paling lama bisa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Tahapan yang terakhir adalah dimana akhirnya bisa menerima kenyataan pahit ini dan pikiranpun tidak terpusatkan lagi kepada masa lampau melainkan ke masa yang akan datang
Kenapa kebanyakan perempuan menderita begitu lama ? Karena mereka sendiri tidak mau lepas dari memory masa lampaunya, jadi secara tidak langsung luka batinnya itu dipelihara. Dengan membaca kembali berulang-ulang SMS yang pernah dikirimkan olehnya, ataupun surat-surat cinta dimasa lampau, begitu juga dengan foto kenang-kenangan, bahkan foto dia pun masih tetap dipajang disebelah tempat tidur ! Ini adalah satu kesalahan besar, Anda tidak akan bisa sembuh dari luka batin Anda selama Anda masih tetap ingin berpegang terus dan tidak mau melepaskan masa lampau Anda.

Anda harus menutup dan mengakhiri masa lampau tsb dengan mencantumkan kata „TAMAT“ segede mungkin, karena sudah tamat berarti tidak akan ada sambungannya lagi dan tidak perlu ada yang diharapkan lagi. Oleh sebab itulah juga sudah tiba saatnya dimana Anda harus, membersihkan hati, pikiran dari masa lampau tsb. Untuk ini Anda harus melakukan Action nyata, walaupun mungkin ini sukar dan berat, tapi kudu dilakukan.

Hapus no HP nya dia ! Bakar tuh, semua surat maupun foto-foto yang bisa dan dapat mengingatkan dia lagi. Ganti foto dia yang ada di sebelah tempat tidur dengan fotonya Ballack pemain sepak bola Jerman ato foto botaknya Mang Ucup. Semua hadiah-hadiah yang pernah diberikan olehnya di jual atau diberikan kepada orang lain. Pokoknya jangan sampai ada tertinggal satupun juga.

Disamping itu daripada menyiksa diri sendiri, mulai hari ini berusahalan untuk memanjakan diri sendiri, pergilah ke salon atau ketempat Spa. Shopping dan beli barang-barang yang sudah lama Anda dambakan. Gunting rambut Anda dan robah dengan cara style rambut baru, bukan untuk menyenangkan dia melainkan untuk menyenangkan diri sendiri.

Pergilah berlibur atau melakukan aktivitas baru, seperti les dansa ataupun les bahasa asing atau belajar main tenis ataupun ikut paduan suara. Usahakan minium seminggu tiga kali harus keluar rumah untuk bertemu dengan kawan-kawan ataupun makan diluar. Cobalah furniture dirumah Anda di tata ulang, bahkan kalau bisa di cat baru ataupun gati wall papernya. Apabila belum punya anak, carilah hewa peliharaan mulai dari kucing s/d anjing yang penting cocok dan bisa menyenangkan hati Anda. Rubah jenis perfume maupun lipstick dengan yang lebih greng dan hidup warna maupun wanginya.

Percayalah dengan melakukan berbagai macam aktivitas tsb, saya yakin Anda akan bisa lebih cepat keluar dari lingkaran setan tempat dimana Anda berpijak sekarang ini dan renungkanlah kenapa Anda dahulu bisa hidup bahagia tanpa dia sekarang tidak ? Orang lain mampu dan bisa hidup bahagia setelah kehilangan pasangan hidupnya, kenapa Anda tidak ? Dan janganlah berusaha untuk bertepuk sebelah tangan hingga mati pun ini tidak akan bisa terlaksana, begitu juga dengan cinta, cinta sepihak itu tidak ada dan hanya sekedar khayalan saja, maka dari itu lupakan untuk mencintai dia terus-menerus !

-

Sinetron Kehidupan Berdurasi 5 Menit

Bagikan
Oleh: Mundhi Sabda H. Lesminingtyas

Bulan Maret lalu, Pdt. Julianto Simanjuntak membawakan seminar “Seni Merayakan Hidup Yang Sulit”. Waktu 2,5 jam dimanfaatkan untuk mengajarkan 7 paradigma dari Seni Merayakan Hidup Yang Sulit, yang merupakan konseling praktis untuk diri sendiri. Ketujuh paradigma itu adalah sebagai berikut:
(1) Masalah tidak untuk disimpan, tetapi dibagikan,
(2) Masalah tidak untuk disesali, tetapi dirayakan,
(3) Masalah bukan tanda kelemahan, melainkan kekuatan,
(4) Masalah tidak menjauhkan, tetapi mendekatkan kita dengan Tuhan,
(5) Masalah tidak untuk dihindari, tetapi dihadapi,
(6) Masalah bukan kutuk, melainkan berkat,
(7) Masalah bukan cobaan, tetapi ujian untuk mendapatkan mahkota.
Dengan ke-7 paradigma tersebut peserta diharapkan mengerti pimpinan Tuhan dan senantiasa bersyukur saat menghadapi kesulitan.

Adalah hal yang biasa kalau Pdt. Julianto Simanjuntak meminta saya membagikan pengalaman bagaimana menjalani masa-masa sulit yang penuh penderitaan, baik dalam seminar, konseling kelompok maupun workshop/terapi “How To Forgive: Seni Mencinta Hingga Terluka”.

Dulu saya tidak pernah berpikir bahwa jalan hidup saya bisa menjadi pembelajaran bagi orang lain. Saya juga tidak berpikir kisah hidup saya ini cocok dengan seni yang keberapa dari Seni Merayakan Hidup Yang Sulit. Yang jelas, Pdt.Julianto Simanjuntak sering “mengorder” saya untuk memberi kesaksian selama 5 menit dan sayapun langsung mengiyakannya. Saya bersaksi bukan untuk mencari popularitas tetapi lebih untuk kesehatan jiwa saya sendiri. Saya sendiri mempercayai kata-kata yang menjadi moto LK3, yaitu: “Bagikanlah penderitaan Anda, maka penderitaan Anda akan berkurang. Bagikanlah kebahagian Anda, maka kebahagiaan Anda akan bertambah”.

Walau harus membagikan potret kehidupan yang begitu buruk, namun saya tidak pernah merasa malu karenanya. Yang ada hanya perasaan “plong” setelah membagikan beban kepada orang-orang yang tepat.

Memang ada sedikit kesulitan bagi saya untuk mengisahkan perjalanan hidup perkawinan yang saya jalani selama 11 tahun, dalam bentuk kesaksian selama 5 menit. Tragedi hidup penuh kepiluan yang telah saya tulis dalam kertas A4 lebih dari 70 halaman itu mau tidak mau harus saya paparkan secara verbal selama 5 menit saja. Mungkin memang ada baiknya kisah saya hanya disajikan selama 5 menit saja, karena kalau terlalu panjang dan detail, bisa-bisa peserta seminar menghabiskan tissue persediaan kami hanya untuk mengusap air matanya. Lebih jeleknya lagi, saya pasti akan ikut menangis kalau melihat orang-orang menangisi saya.

Sebelum seminar dimulai, saya bertanya kepada Pdt. Julianto Simanjuntak “Nanti saya bersaksi pada saat pembahasan seni yang keberapa?” “Seni ke 4″ jawab Pdt.Julianto singkat. Sambil mengangguk hati saya bertanya-tanya heran “Oh ya?! Betulkah masalah yang saya hadapi ini tidak menjauhkan, tetapi justru mendekatkan saya dengan Tuhan?”. Hati saya pun berbunga-bunga. Tak henti-hentinya saya mengucap syukur karena Pdt.Julianto Simanjuntak telah membantu saya untuk menarik benang merah dari apa yang saya alami.

Di hadapan kurang lebih 100 peserta seminar “Seni Merayakan Hidup Yang Sulit” saya berjalan tegap untuk memberi kesaksian. Dengan kepala tegak dan pandangan mata lurus ke depan, saya menceritakan kisah saya dengan nada datar, tanpa kepiluan ataupun kecengengan. “Nama saya Ning, saya adalah single parent bagi 3 anak, yaitu Dika, Vika dan Mika” begitulah saya mulai memperkenalkan diri. “Tujuh belas tahun yang lalu saya bertemu dengan seorang laki-laki yang sangat ganteng dan romantis, sebut saja namanya Arjuna. Arjuna memang sangat tampan dan diincar banyak perempuan. Waktu itu saya langsung jatuh cinta. Dua tahun kami berpacaran penuh romantisme. Karena saya melihat cinta Arjuna sangat besar, sayapun memutuskan untuk menikah. Dua tahun pertama, saya cukup bahagia sebagai istri yang dimanja” saya bersaksi sambil mengenang masa-masa manis dalam hidup saya.

Sejenak saya mengambil nafas dalam-dalam sekedar untuk menambah kekuatan sekaligus menyiapkan peserta untuk mendengarkan kelanjutan kisah hidup saya. Beberapa detik kemudian saya melanjutkan cerita “Pada tahun ketiga, ketika anak pertama kami lahir, mau tidak mau saya harus membagi perhatian untuk suami, anak dan mengurus diri sendiri. Suami saya mulai protes karena merasa kurang diperhatikan. Ia pun mulai melakukan tindak kekerasan, baik berupa kata-kata kasar, kekerasan fisik maupun psikis, pelecehan dan kekerasan seksual maupun kekerasan ekonomi. Suami saya juga sering berselingkuh, mabuk-mabukan dan main judi togel. Suami saya tidak pernah menafkahi keluarga karena gajinya habis untuk dugem dengan teman-temannya. Bahkan sebaliknya, saya harus menyerahkan sebagian gaji saya untuk membiayai gaya hidup, penampilan dan pergaulan suami saya”

Kira-kira 3 detik saya berhenti bicara sambil mengatur nafas, sebelum melanjutkan kisah saya “Pada tahun ke 5 perkawinan atau ketika anak kami berumur 3 tahun, hati saya sangat hancur karena harus menyaksikan buah hati saya; Dika yang hampir tiap hari disiksa oleh ayahnya. Saya sangat menderita karena harus hidup dalam penindasan selama 9 tahun. Namun penderitaan saya tidak sebanding dengan penderitaan Dika yang hanya menikmati 3 tahun hidup sebagai anak, sedangkan 6 tahun berikutnya harus hidup layaknya binatang. Malam-malam saya dan Dika hanya bisa mendekam di sudut kamar setiap kali mendengar suara kendaraan Arjuna datang. Hati kami dag-dig-dug, menahan rasa cemas yang begitu dalam, sambil menduga kira-kira siksaan apa lagi yang akan kami terima malam itu”

Begitu melihat beberapa peserta di bagian kanan mulai mengusap air mata, saya berhenti sejenak dan mengarahkan pandangan ke sebelah kiri, supaya saya tidak terpancing ikut menangis. Namun karena peserta di sebelah kiripun banyak yang menyeka air matanya, saya melempar pandangan ke arah Bapak Panda Nababan yang duduk di tengah ruangan.

“Pada tahun ke-11 atau tepatnya bulan Desember 2001, saat saya mengandung anak yang ketiga, suami saya meninggalkan kami. Suami saya murtad dan hidup bersama dengan perempuan lain tidak jauh dari tempat tinggal kami. Tiga bulan setelah kami ditelantarkan, tepatnya tanggal 9 Maret 2002 saya melahirkan anak yang ketiga, diantar dengan motor tetangga. Jadilah anak kami yang ketiga, yaitu Mika tidak pernah tahu siapa ayahnya” saya melanjutkan kesaksian tanpa air mata.

Sejenak saya memuji Tuhan dalam hati karena bagian yang paling sulit dari hidup saya, telah saya kisahkan dengan lancar. Sejenak kemudian saya melanjutkan “Enam bulan pertama sejak ditinggalkan suami, hidup saya hancur berantakan, tidak karuan dan tanpa tujuan. Perasaan kecewa, marah, cemburu, malu, merasa terhina, merasa dibanding-bandingkan, bercampur aduk menjadi satu. Sakit sekali rasanya. Tiap hari saya hanya menangis dan menyesali diri, sampai-sampai anak saya terlantar dan mengalami gangguan psikologis yang sangat berat” saya berhenti sejenak untuk menahan air mata. Entah mengapa, sampai saat ini saya tidak sanggup menceritakan penderitaan Dika tanpa menangis.

Sambil sedikit menengadah supaya air mata tidak menetes, saya pun melanjutkan kesaksian saya “Puji Tuhan, melalui keadaan Dika yang sangat terguncang, saya disadarkan untuk berhenti mengasihi diri sendiri. Saat itu saya tergerak untuk segera berdiri tegak, bangkit dan menata kembali hidup saya. Saya mulai mencari pertolongan Tuhan lewat para sahabat, rohaniwan dan konselor Kristen. Setelah kurang lebih 1½ tahun aktif mencari pertolongan, hati saya mulai pulih. Sampai saat ini, sudah 4 tahun lebih saya menjalani hidup dan berjuang membesarkan 3 anak hanya seorang diri” kata saya lega.

“Dua tahun terakhir ini saya aktif dalam pelayanan, terutama sebagai penulis dan sebagai pembicara seminar di gereja-gereja dan lembaga Kristen lainnya. Saya bersyukur karena sejak tidak ada suami yang harus dilayani, saya punya waktu lebih banyak untuk memperhatikan diri saya sendiri, melayani Tuhan, memperhatikan anak-anak dan melayani sesama, terutama anak-anak Tuhan yang sedang terluka. Hal yang seperti ini tidak pernah saya rasakan saat suami masih ada di rumah” kata saya tegar.

Setelah menyaksikan sinetron kehidupan saya yang memilukan namun “happy ending” di dalam Tuhan ini, peserta yang semula tegang atau meneteskan air mata, akhirnya kembali berseri wajahnya. Saya pun menggunakan sisa waktu untuk menutup kesaksian “Walaupun hati saya sudah berangsur pulih, namun saya masih terus belajar dan berupaya memulihkan hati lewat konseling, terapi kelompok dan pembelajaran How To Forgive di LK3, karena saya ingin menguasai ketrampilan mengampuni dan Seni Mencinta Hingga Terluka”.

Spiritual Dehydration

Bagikan
Pengikut-pengikut Yesus yang paling aktif kadang-kadang menemukan diri mereka merasa terkuras habis dan kering kerontang secara rohani. Pendeta-pendeta dan pekerja-pekerja gereja lainnya juga sering merasa demikian pada hari Minggu. Terutama jika seminggu sebelumnya mereka dipenuhi kesibukan dan kegiatan rohani yang luar biasa banyaknya, apalagi pada perayaan hari-hari besar Kristen. Setelah melalui satu minggu yang sibuk, saya sering berkata kepada istri saya, Angela, “Saya merasa seakan-akan seseorang telah menyeret kaki saya dan menguras habis energi saya!”

Pekerja-pekerja gereja bukanlah satu-satunya yang mengalami pengaruh-pengaruh berkepanjangan dari “kekeringan rohani”. Siapapun yang bekerja menghadapi publik secara terus-menerus pasti mengetahui perasaan ini. Pelayan dalam bidang jasa, guru, pekerja kesehatan dan para pekerja sosial adalah orang-orang yang rentan dan mudah mengalami “kekeringan rohani”.

Tak dapat dihindari, orang-orang yang tinggal atau bekerja dalam lingkungan yang amat menekan akan menemukan sumber energi mereka menjadi kering. Orangtua yang mengasuh anak-anak dan remaja juga sering mengalami persediaan spiritual/rohani mereka menjadi terkurang habis (kosong).

Ironisnya, orang Kristen yang paling aktif adalah kandidat/calon paling utama yang mengalami “kekeringan rohani”. Mengapa? Karena sangatlah mudah untuk menjadi begitu sibuk saat melakukan “pekerjaan Tuhan” sampai anda memiliki sedikit atau tidak ada waktu sisa untuk menikmati kehadiran Tuhan.

ANDA TIDAK BISA MEMBERIKAN APA YANG TIDAK ANDA MILIKI

“Kekeringan rohani” tidak hanya disebabkan karena kita terus-menerus memberi, tetapi juga karena kegagalan untuk mengisi kembali sumber- sumber daya rohani yang kita miliki.

Seringkali, merupakan keuntungan bagi saya untuk dapat berbicara dengan para pendeta dan pelayan Kristen. Yang saya perhatikan, persoalan serius yang mereka hadapi adalah “kekeringan rohani”. Saya katakan kepada mereka, “Anda tidak bisa memberikan sesuatu yang belum anda terima.” Anda berpikir bahwa persekutuan anda dengan Yesus sebanding dengan pelayanan yang anda lakukan untuk Dia. Namun justru kebalikannya. Pelayanan anda ada disebabkan karena adanya persekutuan dengan Dia. Tanpa memiliki persekutuan dengan Yesus, semua pelayanan anda hanya menjadi sebuah pertunjukan dan kepura- puraan.

Ilustrasi:

Hampir sepanjang hidup saya tinggal di Pennsylvania bagian barat dekat Pittsburgh, sebuah kota yang diidentikkan oleh sebagian besar orang dengan baja, batubara dan cerobong-cerobong asap yang memuntahkan kotoran ke udara. Beberapa waktu yang lalu, gambaran itu memang tepat untuk kota ini, tetapi sekarang tidak lagi. Saat ini Pittsburgh adalah salah satu pemandangan yang terindah di Amerika. Datang melalui terowongan Fort Pitt, salah satu dari terowongan- terowongan yang menjadi jalur lalu lintas menuju ke daerah pusat kota, saya menyaksikan saat kota ini berkembang dan memiliki pemandangan luas yang indah tepat di depan mata. Berapa kalipun saya melihatnya, hal itu masih merupakan pemandangan yang mengagumkan.

Suatu hari saat mendekati terowongan-terowongan tersebut pada jam sibuk, saya terjebak kemacetan lalu lintas yang luar biasa. Mobil- mobil dan truk berbaris bermil-mil, menunggu agar dapat melewati terowongan tersebut. Saat kendaraan-kendaraan merayap turun dari sebuah bukit menuju terowongan-terowongan tersebut, lebih banyak lagi kendaraan lain yang menyusul rangkaian itu, memperparah kebuntuan jaringan jalan bebas hambatan yang sudah kelebihan beban tersebut. Emosi memuncak dan radiator memanas makin menambah rumit keadaan. Perjalanan yang seharusnya hanya membutuhkan waktu 20 menit dari bandar udara menuju kota ternyata memakan waktu saya selama hampir dua jam.

Penyiar berita pada malam itu mengungkapkan penyebab terjadinya kemacetan tersebut. Ada sebuah mobil kehabisan bensin di tengah terowongan, pengemudi dan keluarganya duduk diam di dalam mobil itu karena ketakutan (ditambah lagi dengan mendengar umpatan-umpatan kasar dari para pengemudi lain saat mereka melintas). Karena takut untuk keluar dari mobil dan mencari bantuan, mereka tetap terhalang dan terhenti di tengah jalur cepat.

Tidak hanya si pengemudi telah membahayakan dirinya, tetapi dia juga telah membahayakan seluruh keluarganya dan hampir menyebabkan terjadinya bencana bagi ratusan orang lainnya. Bersyukur karena tidak terjadi malapetaka, namun pengemudi tersebut tentu saja telah membuntukan jaringan jalan bebas hambatan dan menyusahkan begitu banyak orang.

AKIBAT KEKERINGAN ROHANI

Hal yang sama terjadi saat anda mengalami “kekeringan rohani”. Kemungkinan anda adalah orang yang kehabisan bensin, namun dampak- dampak dari “kekeringan rohani” yang anda alami mempengaruhi orang- orang di sekitar anda. “Kekeringan rohani” yang dialami seorang pendeta menandakan kematian jemaatnya; tangki rohani seorang ayah yang kosong akan mengorbankan anggota-anggota keluarganya; seorang atasan yang persediaan spiritualnya kering akan memberikan kesan spiritual yang buruk pada para pekerjanya. Lusinan, kadang-kadang ratusan, bahkan mungkin ribuan orang lain terpengaruh secara negatif manakala seorang Kristen membiarkan dirinya kehabisan bahan bakar secara rohani.

BEBERAPA INDIKASI KEKERINGAN ROHANI

“Kekeringan rohani” akan jelas terlihat jika kita melakukan banyak aksi pelayanan tapi memiliki motivasi yang kurang benar. Jika kita sering menggunakan jargon-jargon Kristen tetapi dalam kehidupan nyata kita tidak memiliki kuasa rohani, maka kita sebenarnya sedang mengalami “kekeringan rohani”. Orang yang “kekeringan rohani” ditandai dengan banyaknya menekankan doktrin-doktrin tapi hidup tanpa kasih di dalamnya. Tanda lain dari “kekeringan rohani” adalah ketika kita menjadi pelayan Kristen yang bekerja paling keras tapi sekaligus juga menjadi pengkritik yang paling keras terhadap orang lain dan diri sendiri. Jika seorang pelayan Tuhan tiba-tiba berhenti melayani pekerjaan Tuhan yang biasanya paling ia sukai, karena sebab-sebab yang tidak jelas atau tidak penting, mungkin anda sedang mengalami “kekeringan rohani”.

SUMBER UNTUK MENYEMBUHKAN KEKERINGAN ROHANI

Jika anda mengalami tanda-tanda di atas, kembalilah kepada Tuhan yang menjadi sumber kekuatan kita, seperti yang dikatakan Yesaya,

“tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru:” (Yesaya 40:31)

Percayalah kepada kekuatan Allah dan jangan pada kekuatan diri sendiri. Allah berkuasa untuk menciptakan sumber kekuatan rohani untuk mengisi bejana anda yang kosong. Ia adalah “Yehova Jireh”, Allah yang menyediakan. Ia bukan Allah yang hanya menonton tapi Ia terlibat dalam detik demi detik hidup kita hingga saat ini. Ia tidak pernah terlalu sibuk dan terlalu capai untuk mendengarkan dan berkomunikasi dengan kita.

Ketika kita mengalami “kekeringan rohani”, jangan biarkan kesombongan kita menyebabkan kita semakin jauh dari Tuhan. Panggillah nama-Nya, ijinkan Dia untuk membangkitkan semangat anda lagi dan memulihkan kekuatan anda. Dengarlah suara-Nya, peganglah janji-Nya, karena Ia adalah setia.

Sukacita Modal Utama Awet Muda dan Hidup Sehat

Bagikan
Penulis : Manati I. Zega, S.Th

Kemelut dan krisis multidimensi yang melanda negeri ini, sangat berpengaruh dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam penampilannya. Ada sebagian orang yang tidak mampu lagi memelihara dan menjaga kesehatannya sehingga kelihatan tua lebih dini di usia yang masih muda. Hal ini memang dapat dipahami karena beban hidup yang semakin berat dan persoalan hidup yang semakin bergelombang. Kompleksitas problem kehidupan membuat penampilan seseorang tidak lagi awet muda, karena dibebani dengan stress yang tiada hentinya dari hari ke hari.

Sesungguhnya hidup sehat dan awet muda merupakan kerinduan setiap orang. Orang yang usianya telah lanjut, rindu agar penampilannya seperti di saat masih muda. Karena itu untuk memenuhi keinginan tersebut; ada usaha-usaha yang dilakukan ke arah itu, misalnya, menjalani operasi plastik. Wajah yang sudah keriput, dipercantik atau dibuat kelihatan lebih muda melalui beberapa usaha. Dewasa ini banyak usaha yang dilakukan dan terus dikembangkan.

Di masyarakat, kita sering menyaksikan orang yang sudah berusia 50 tahun, tetapi ketika orang lain menilai nampaknya baru berusia 25 tahun atau paling kuat 30 tahun. Lalu orang mulai berkomentar, wah dia sungguh awet muda. Sebaliknya, ada orang yang baru berusia 35 tahun atau 40 tahun; tetapi orang lain menduga telah berusia 60 tahun. Hal ini tentunya menarik untuk diselidiki. Mengapakah demikian ?

Melalui artikel ini, saya berusaha untuk membahasnya. Apakah yang dimaksud dengan awet muda dan bagaimana mendapatkannya ? Dalam “Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Modern” karangan Muhammad Ali terbitan Pustaka AMANI Jakarta mendefinisikan hal ini. Awet muda adalah “suatu keadaan yang tahan lama dan kelihatannya tetap muda, meskipun usia telah menjadi tua.

Sebagai contoh, Titiek Puspa, penyanyi kondang Indonesia serba bisa kelihatan masih muda walaupun usia sebenarnya sudah tua. Sekarang timbul pertanyaan, apakah itu yang dimaksud awet muda? Awet muda memang hal yang menarik untuk dibicarakan, karena semua orang pasti mengingininya. Oleh sebab itu banyak orang yang bergegas untuk dapat meraihnya. Ada orang yang memakan ramuan tradisional, misalnya jamu untuk mencapai keinginan agar tetap awet muda. Tujuannya adalah agar penampilan fisiknya tetap seperti ketika masih muda. Fisik yang menarik dan tubuh yang sehat merupakan keinginan dari setiap insan. Hal ini sesuai pula dengan semboyan olah raga “Mensana In Corporesano” yang berarti di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Hampir di setiap toko dijual krim yang mencegah kulit jadi keriput. Ada juga salon kecantikan yang menjadikan perawatan muka dengan masker. Bagi yang rambutnya telah beruban, semir yang menghitamkan rambut dijual di toko-toko. Tujuan final dari semuanya ini adalah agar awet muda dan kelihatan lebih muda beberapa tahun.

Pada umumnya persepsi orang tentang awet muda hanya sebatas penampilan fisik semata-mata. Wajah yang tidak keriput, bodi yang tetap tegar dan meyakinkaan; lalu disebut awet muda. Bahkan ada orang yang takut menjadi tua atau disebut tua. Saya pernah mempunyai pengalaman menarik dengan orang semacam itu. Walau fisiknya sudah tua dan bongkok, namun dia minta dipanggil nonik, suatu panggil untuk anak-anak atau remaja.

Dalam perkembangannya, ada sebagian wanita yang melahirkan anaknya tidak melalui “pintu alami” yang diciptakan oleh Tuhan, tetapi melalui perut dalam suatu proses operasi. Kalau ditanya mengapa berbuat demikian? Jawabnya agar tetap cantik, ayu, dan satu lagi agar tetap awet muda.

Ada juga orang yang berpendapat, kita harus tetap awet muda untuk menghindari kemungkinan suami atau istri berselingkuh dengan orang lain. Fakta membuktikan bahwa banyak pasangan suami istri yang bercerai melihat pasangannya tidak lagi seperti ketika masih muda dahulu. Karena itu, penampilan fisik tetap dipelihara agar menarik. Bahkan ada usaha yang dilakukan dengan memesan obat-obatan tertentu dengan harga yang sangat mahal, agar penampilan fisiknya tetap awet muda. Yang perlu diperhatikan disini adalah, apakah awet muda itu hanya sebatas penampilan fisik? Kalau definisinya demikian, maka cakupan pengertian awet muda itu sangatlah sempit.

Karena orang pada umumnya membatasi pengertian awet muda tersebut hanya sebatas penampilan fisik, akibatnya terlalu mengasihani diri dengan tujuan menjaga kesehatan. Tentang pokok ini, pakar kesehatan S.D Gunatilaka, LSM dan S. Winstedt, M.B; Ch. B mengatakan demikian : “We can be healthy and make the most of life by forming good habits and practising the law of health.”

Menurut pendapat dari pakar di atas, dengan membentuk kebiasaan yang baik dan mempraktekkan hukum-hukum kesehatan; maka orang tersebut sehat sehingga akibatnya tetap awet muda dalam penampilan fisik yang dapat dilihat oleh orang lain. Apakah pengertiannya demikian?

Menurut pemahaman saya, pengertian awet muda sebagaimana disebutkan di atas amatlah sempit. Tidak mungkin dikatakan awet muda kalau hanya meliputi penampilan lahiriah. Untuk lebih memperjelas pengertian ini, kita akan melihat melalui pengertian yang terdapat di dalam Alkitab sebab Alkitab adalah kebenaran sejati yang dapat diyakini seutuhnya. Alkitab adalah Firman Allah yang tidak mungkin salah sebab diilhami (theopneustos, bhs Yunani) oleh Allah.

Awet muda yang dimaksud oleh Alkitab bukanlah hanya sebatas penampilan fisik, melainkan dalam pengertian yang jauh lebih luas. Maksudnya, penampilan fisik dan juga semangat hidup, semangat melayani, loyalitas serta keadaan seperti ketika masih muda. Dalam hal ini, usia tidak bisa dijadikan standar penilaian bagi seseorang yang awet muda. Dalam kenyataan sehari-hari, kita bisa menyaksikan ada orang yang usianya sudah tua, tetapi semangat pelayanannya sangat tinggi. Ini juga dapat dikatakan sebagai awet muda. John Sung, sangat terkenal sebagai orang yang memiliki semangat pelayanan yang sangat tinggi dan berkobar-kobar bagi kemuliaan Tuhan Yesus Kristus. Dengan semangat pelayanannya yang membara; dedikasinya yang layak dicontoh oleh generasi berikutnya, John Sung digelari sebagai “Obor Allah di Asia”. Dia tidak kenal lelah dalam pelayanannya; meskipun dalam keadaan sakit, tetap melayani. Inilah yang disebut dengan awet muda. Rev. Dr. Billy Graham terkenal sebagai penginjil dunia yang berkualitas dan bergengsi dalam skala dunia internasional. Dalam usianya yang tua sekarang, beliau masih memiliki semangat seperti ketika masih muda. Api pelayanannya tidak pernah pudar ditelan usia yang semakin tua. Inilah contoh awet muda yang saya maksudkan. Awet muda bukanlah hanya penampilan lahiriah, itu namanya awet muda yang hanya separuh-separuh, tetapi yang dimaksud adalah secara menyeluruh.

Alkitab memberikan resep mujarab dan tidak dapat dibeli di toko atau supermarket manapun. Banyak sarjana sekuler yang non teologi menyetujui resep tersebut. Bahkan dunia kedokteran pun sangat mendukung kualitas resep dimaksud. Resep itu adalah SUKACITA. Di dalam Alkitab, Perjanjian Baru maupun Perjanjian Lama mencatat 150 kata tersebut. Kata tersebut adalah SUKACITA. Kata yang masih serumpun dengannya adalah SUKARIA dicatat sebanyak 24 kali. Tentunya merupakan hal yang serius dan patut mendapat perhatian dari kita semua. Dalam bahasa Ibrani, sukacita diterjemahkan “simkha”; berasal dari kata kerja “sameakh”. Pengertian dari kata ini adalah kegembiraan yang berlimpah yang bisa dilihat secara lahiriah oleh seorang yang berada di sekitar kita. Juga berarti, kegembiraan yang keluar dalam hati seseorang sebagaimana di saat-saat sukar dan tidak mungkin bergembira. Sedangkan dalam Perjanjian Baru sukacita menggunakan kata Yunani “khara”, berasal dari kata kerja “khara”. Kata lain yang masih mempunyai arti yang sama adalah “agalliasis” yang berarti sukacita yang besar, yang tak tertahankan lagi, sukacita yang meluap setiap saat dan tidak dipengaruhi oleh kondisi buruk yang ada di sekitarnya. Maksudnya, apapun yang terjadi tetap bersukacita, sekalipun pada saat yang tidak mendukung dan menguntungkan secara pribadi.

Rev. DR. Billy Graham dalam bukunya “Roh Kudus”, mengutip pendapat uskup “Stephen Neil” yang menyatakan demikian : “sebab orang-orang Kristen mula-mula adalah orang yang penuh SUKACITA, karena itu dapat menaklukkan dunia”. Mereka mampu untuk melalui masa-masa sukar, masa- masa krisis, masa-masa yang tidak menyenangkan sebab mereka tetap di dalam sukacita.

Dewasa ini, masyarakat Indonesia masih dalam krisis multidimensi. Krisis ekonomi, krisis moneter, krisis kepercayaan kepada pemerintah, krisis moral, krisis sosial, krisis etika dan bahkan yang lebih mengerikan lagi krisis iman di kalangan orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Sebagian orang sudah tidak meyakini kemahakuasaan Tuhan. Mereka berpikir Tuhan juga sedang mengalami “krisis” sehingga tidak mampu lagi menolong umatNya. Benarkah demikian? Tentunya pendapat ini salah, sebab Allah tidak terimbas oleh krisis. TanganNya telah berpengalaman untuk menolong dan memberkati umat-Nya. Sekalipun keadaan di luar mengerikan dan sepertinya tidak ada lagi yang mampu menolong, namun perhatikan hal ini baik-baik, bagi anak-anak Tuhan tersedia jalur khusus untuk menolong dan memberkati mereka yang berharap dan menantikan pertolonganNya. Bagaimana dengan Anda? Tetaplah bersukacita sekalipun kesukaran datang menghimpit dan menindih kehidupan Anda.

Mungkinkah Tetap Bersukacita?

Pertanyaan yang biasa dilontarkan adalah “bagaimana saya bisa bersukaciita, sementara saya sedang berada dalam keadaan krisis yang amat sukar?” Alkitab mengajarkan walaupun dalam keadaan sukar tetaplah bersukacita. Apa mungkin? Ya, mungkin. Sebab Allah itu sumber sukacita. Kalau kita meninjau dalam Alkitab, kita akan menemukan tokoh-tokoh yang tetap bersukacita sekalipun hidup di tengah situasi krisis yang sangat menekan kehidupan mereka. Sebagai contoh adalah Paulus. Paulus adalah tokoh yang tidak terimbas dengan krisis sekalipun dirinya hidup di tengah situasi yang sangat krisis. Dia terkenal sebagai pribadi yang tetap bersukacita dalam penderitaannya. Surat Filipi ditulisnya ketika sedang berada dalam penjara. Menurut logika manusia, penjara bukanlah tempat yang layak untuk bersukacita, tetapi dalam surat yang ditulisnya Paulus justru tetap bersukacita. Situasi penjara yang tidak menguntungkan bukanlah alasan baginya untuk tidak mengungkapkan sukacitanya. Surat Filipi sebagai bukti otentik dari pernyataan ini. Karena itu, surat Filipi sangat terkenal dengan tema sentral “sukacita”. Dengan demikian, kesukaran dan penderitaan hidup bukanlah hal yang asing baginya, ia tidak pernah mempersalahkan Allah tetapi Alkitab menyaksikan bahwa Paulus tetap bersukacita. Bahkan suatu kali bersama dengan rekannya Silas, di dalam penjara mereka tetap bersukacita, mereka bernyanyi dan memuliakan Allah yang mereka percayai.

Mengapa Aku Tidak Dapat Bersukacita?

Sukacita bersumber dari Allah. Allah adalah sumber sukacita sejati. Sukacita hanya didapatkan di dalamNya. Ini berarti, bahwa sukacita mampu diraih oleh seseorang apabila dia dekat dengan Tuhan. Pemazmur menyaksikan bahwa hanya dekat Allah saja ada ketenangan abadi yang tidak didapatkan di dunia ini (Mazmur 62-63). Seorang tokoh yang terkenal dalam dunia EXACTA bernama PASCAL, dia terkenal dengan teori gas yang pernah ditemukannya dengan formulasi F1 = F2. Pascal berkata : “Di dalam hati manusia ada titik yang kosong yang tidak bisa diisi oleh siapapun juga kecuali hanya oleh Penciptanya.” Pendapat ini dapat dikatakan Alkitabiah sebab manusia adalah ciptaan Allah, maka sebagai ciptaan dia harus berhubungan dengan Penciptanya; kalau tidak ada dia akan merasakan kehampaan dan kekosongan jiwa di dalam hidup ini. Hal tersebut sangat sesuai dengan yang dikatakan oleh Pemazmur di atas. Terjawablah pertanyaan di atas, bahwa seseorang tidak dapat bersukacita sebab tidak dekat dengan Allah. Dunia ini tidak dapat memberikan sukacita, sukacita hanya dapat diberikan oleh oknum illahi, yang dapat ditemukan dalam pribadi Tuhan kita Yesus Kristus.

Sukacita Analisis Kedokteran

“Sukacita adalah resep paling mujarab agar dapat awet muda” demikianlah tutur Dr. Ellyana Dewi yang pernah saya wawancarai beberapa tahun lalu. Menurutnya, sukacita melebihi obat semahal apapun dalam mencapai awet muda. Dengan bersukacita berarti mengurangi ketegangan-ketegangan psikologis yang dialami oleh seseorang. Dia masih mampu tersenyum ketika beban hidup menindih kehidupannya. Dia masih mampu memikirkan hal-hal positif di saat-saat yang negatif mengelilingi kehidupannya. Menurut Ilmu Kesehatan, ketegangan psikologis menyebabkan wajah seseorang kelihatan lebih tua, sekalipun usianya masih muda. Tidak ada keceriaan yang terpancar dari kehidupannya. Membiarkan diri terhanyut dalam suasana kemurungan sangat mempengaruhi penampilan seseorang. Wajah yang sebelumnya mulus sekarang mulai keriput, akibatnya kelihatan lebih tua di usia yang masih muda. Tetapi sebaliknya, orang yang selalu bersukacita, selalu riang, selalu tenang menghadapi kenyataan hidup ini sekalipun hal itu sukar baginya. Mengapa? Sebab dia tidak membiarkan tekanan-tekanan menguasai seluruh kehidupannya. Dengan sukacita yang melimpah-limpah, maka masalah yang berat sekalipun nampaknya kecil, sebab dia masih mampu memikirkan jalan keluarnya. Karena itu, di dalam ilmu Kedokteran seseorang yang menderita tekanan yang luar biasa; biasanya dokter menghadapinya dengan situasi santai sehingga menyebabkan pasien tidak tegang bahkan berusaha membuat si pasien tertawa. Tujuannya agar tidak terjadi ketegangan psikologis. Menurut Dr. Ellyana Dewi, sangat tepatlah kata Firman Allah yang tertulis dalam Alkitab. Lebih lanjut tuturnya, resep ini tidak dijual dimana-mana kecuali seseorang datang kepada Tuhan Yesus. Dalam situasi sukar pun tetaplah bersukacita. Diabad ini, ketegangan dan krisis yang semakin sukar akan melanda seluruh umat manusia. Mengapa? Karena memasuki abad XXI, tantangan dan beban kehidupan semakin berat. Hanya orang-orang yang tetap hidup dalam sukacita akan mengalami awet muda dalam pengertian yang luas. Memasuki abad yang menegangkan ini, penyair D. Zawawi Imron berpendapat, “orang tidak perlu banyak duit untuk merasakan betapa indahnya hidup ini. Kalau kita berpikir dengan sungguh-sungguh dan menghayati hidup ini secara mendalam, menyaksikan seekor katak yang meloncat ke dalam airpun sudah mendatangkan rasa sukacita yang luar biasa.”

Analisa Para Pakar Alkitab

Dr. Billy Graham dalam buku yang sama, menegaskan bahwa “sukacita adalah karakter illahi yang memampukan anak-anak Tuhan melewati masa- masa sukar.” Lebih lanjut dikatakannya, sukacita membuat kita tetap dalam keadaan sehat, baik jasmani maupun rohani sehingga serta merta awet muda pun mengikutinya. Ketika kesehatan seseorang mulai stabil; maka ia akan mampu melakukan apa saja yang dikehendakinya. Meskipun usia lanjut, tetapi mampu melakukan perkara-perkara kekal. Inilah yang dimaksud dengan awet muda dalam pengertian yang luas. Luis Palau, dalam majalah “Christianity Today” mengatakan bahwa sukacita yang membuatnya bersemangat di dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Beliau mampu melewati masa-masa yang mengerikan dalam penginjilan/Kebaktian Kebangunan Rohani karena tetap bersukacita di dalam Tuhan yang telah memanggilnya untuk melayani. Lebih lanjut dikatakannya, “sukacita resep mujarab supaya tetap awet muda.” Sukacita yang dari Allah keluar dari dalam hati seseorang dan hal tersebut merupakan obat yang paling efektif agar tetap awet muda. Ide ini sangat didukung oleh ayat-ayat Firman Tuhan. Salah satu ayat yang berbicara tentang ayat ini dicatat oleh kitab Amsal. “Hati yang gembira (sukacita) adalah obat.” Lalu dari ayat ini muncullah satu pujian yang sangat indah. “Hati yang gembira adalah obat, seperti obat hati yang senang, tapi semangat yang patah keringkan tulang, hati yang gembira Tuhan senang.” Bagaimana dengan Anda? Tetaplah bersukacita di dalam Tuhan.

Hubungan Awet Muda Dengan Umur Panjang.

Pada pembahasan di atas dikatakan bahwa awet muda di era krisis versi teologis didapatkan melalui sukacita. Sukacita memungkinkan seseorang tetap dalam kondisi tubuh yang sehat. Berarti, orang yang tetap sehat memiliki kemungkinan yang besar untuk memperoleh umur panjang. Tidak logis kalau seseorang yang sakit-sakitan beroleh umur panjang karena setiap saat maut siap menantinya. Kalaupun mendapatkan umur panjang itu hanya karena mukjizat Tuhan. Jika dipertimbangkan dengan seksama, sangat kecil kemungkinan bagi orang yang sakit-sakitan untuk mendapatkan umur panjang. Sebaliknya, seseorang yang awet muda selalu bergembira karena punya kesempatan emas meraih umur panjang. Dalam hal, kita tidak boleh melupakan bahwa umur manusia berada di tangan sang Pencipta, tetapi minimal orang yang awet muda berpeluang besar untuk mencapai umur panjang yang Allah berikan bagi anak-anakNya. Dari keseluruhan uraian di atas, secara psikologis, medis/kedokteran, ide teologis tentang awet muda diperoleh hanya melalui sukacita. Sangatlah tepat bagi kita sekarang untuk tetap bersukacita di zaman yang menegangkan dan multi krisis ini. Setuju? Tetaplah bersukacita di dalam Tuhan karena kita percaya dan berharap kepada Allah yang tidak terimbas dengan krisis apapun juga.

Untuk Apakah Aku Di Dunia Ini?

Bagikan
Sering kali kita merasakan hidup ini begitu kosong? Bayangkan saja teman yang dekat tidak mau mengerti kita. Orang tua jauh dari kita, teman-teman gereja pada sibuk semua, Paper setumpuk belum diselesaikan belum lagi ditambah ujian yang segera menyusul. Kita merasa begitu sibuk, sekaligus sepi dan bosan. Bagi mereka yang bekerja mempunyai kesibukan dan stress tersendiri. Pada saat seperti itu, kita mulai bertanya kepada Tuhan, untuk apa aku ditempatkan di dunia ini? Apakah Tuhan itu hanya iseng dan sedang menyengsarakan aku? Atau ada maksud lain yang terkandung di dalamnya? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini kita perlu kembali kepada “aku” nya, yakni Manusia? Sebenarnya apa maksud Allah sesungguhnya menciptakan kita? Apakah hanya sekadar mengisi dunia yang kosong ini? Atau ada hal yang lebih khusus yang harus kita kerjakan?

Aku Mempunyai Mandat
Melalui Mazmur 8 yang kita baca, muncul sebuah pertanyaan? SIapakah Manusia itu sebenarnya? Mazmur ini menceritakan bahwa manusia itu mempunyai kesadaran, akal dan pikiran, dia sedang melihat keadaan sekitarnya, melintasi diri dan menuju pada alam semesta. Pada akhirnya manusia itu akan melampaui alam semesta itu dan berbicara kepada Tuhan.

Ketika matanya menoleh ke atas. Ia melihat adanya bintang dan bulan yang Tuhan tempatkan, ia berpikir tentang siapakah sebenarnya manusia itu? Apa artinya ia ditempatkan oleh Tuhan di dunia ini? Kalau diobandingkan dengan dunia secara keseluruhan, manusia itu begitu kecil , ibarat debu di depan mata Tuhan, tidak artinya, namun mengapa IA masih mengingatnya? Pada saat itulah, kembali Manusia itu disadarkan, bahwa Tuhan menciptakannya dan menempatkan ke dunia ini merupakan suatu kehormatan dan kemuliaan. Tuhan mempunyai maksud tertentu memilih manusia. Karena Tuhan memberikan Mandat kepada manusia untuk memelihara dan mengusasai segala ciptaannya yang lain.

Diberikan hak untuk menguasai yang lain bukan berarti manusia boleh berbuat seenaknya. Ingat, di sini dikatakan bahwa manusia bukan menjadi Tuan, namun ia hanya sebagai Mandataris Tuhan, yang dipercayakan untuk mengelola ciptaan lainnya. Ketika Pemazmur katakan “JIka aku melihat lagit-MU”, maka pada saat itu sebenarnya ia sedang menengadah ke atas. Namun walaupun semua itu berada di atas, ternyata semua itu di bawah kekuasaan manusia. Itulah sebabnya, maka perlu di ingat, bahwa Tuhan memberikan manusia mandat untuk menguasai ciptaan yang lain, tidak termasuk menguasai sesama manusia. Dan apabila itu terjadi, maka telah melanggar kodrat Tuhan. Jika manusia diciptakan di bawah Allah dan di atas alam, maka tidak ada manusia yang berada di atas atau di bawah manusia lain? Tidak peduli kaya miskin, kulit putih maupun hitam, berpengalaman atau tidak. Berpengetahuan atau tidak, DIhadapan Tuhan semua manusia bernilai sama.

Itulah sebabnya kita tidak boleh merasa rendah diri. KaLau anda tidak bisa main piano, tidak masalah karena memang anda tidak pernah belajar piano. Kalau anda tidak menjadi dokter tidak masalah, karena anda bukan dokter tetap mungkin anda ada kelebihan di bagian yang lain. Jadilah anda sendiri, jangan berusaha menjadi orang lain. Masllahnya adalah , kadang kita tidak menghargai diri kita, tatkala kita diberi kesempatan untuk belajar, kita tidak mau belajar; dan kita ketinggalan dari orang lain. Pada waktu itulah kita merasa diri kita di bawah orang lain. Pada waktu itu kita mulai rendah diri, merasa tidak berguna, padahal Tuhan tidak pernah membuat kita menjadi orang yang tidak berguna.

Aku Mempunyai Nilai/Harga (Valuable)
Di dalam hidup ini ada dua hal yang menjadi dorongan untuk kita hidup dengan bergairah; tujuan dan Arah hidup kita dan Nilai hidup kita. Ketika kita mengejar sesuatu yang begitu bernilai, kita akan memiliki kegairahan hidup. Hidup kita ini sangat bernilai, Pemazmur mengatakan kita diciptakan hampir sama dengan Allah. Suatu penghormatan yang sdngat tinggi diberikan kepada manusia. Tuhan tidak membedakan antara kita satu dengan yang lain. Di dalam Filipi 3:7-14 rasul Paulus menyatakan bahwa Paulus dulu berpikir bila ia dapat mencapai pola pikir yang terbaik, ia berhasil. Paulus telah menjadi Farisi ketika baru berumur 30-an. Tetapi begitu ia mengenal Tuhan, ia mendapatkan value system yang jauh lebih mulia. Sebelum ia mengenal Kristus, ia tidak mengerti akan nilai yang tertinggi ini. Banyak diantara kita barang kali pernah mendengar kesaksian tentang betapa boboroknya seseorang sebelum bertobat, namun setelah bertobat ia menemukan bahwa dirinya berharga, bernilai, maka ia berusaha menegerjakan hidupnya dengan hal-haa yang yang berkenan kepada Tuhan.

Dalam salah satu kotbah Sutjipto Subeno hamba Tuhan GRII Surabaya, beliau membauat contoh yang cukup menarik. Ketika berbicara tentang nilai, kita perlu mengerti tentang Axiology. Axiologi adalah bagaimana kita menilai nilai. Nilai adalah nilai, tapi apakah ia bernilai. Bila kita salah menilai nilai, kita akan tertipu. Kita tertipu karena kegagalan kita menilai nilai. Ketika kita mengejar sesuatu, hidup kita pertaruhkan utk sesuatu, sadarkah kita kenapa kita melakukan itu. Paulus mengerti bahwa ketika kita hidup untuk Tuhan, itu adalah the highest value (Nilai Tertinggi) untuk hidup kita. Ketika mempelajari ttg Axiologi ini, mari kita pikirkan perumpamaan ini. Katakanlah kita punya 1 kg Emas dan 1 mangkok Soto Ayam. Ketika kita menunjukkan ini kepada seekor anjing, maka ia akan memilih Soto itu. Karena Anjing tidak dapat membandingkan antara Emas dan Soto.

Axiologi harus dilihat dari dua sudut:

Nilai intrinsic : nilai di dalam dirinya sendiri

Nilai Ekstrinsik : nilai yg diberikan subyek penilai kepada obyek nilai.

Buat anjing itu, ia menilai secara ekstrinsik. Secara intrinsik, Emas lebih bernilai dibanding satu mangkok Soto. Satu hal yang harus kita mengerti adalah nilai intrinsik tidak diganggu oleh subyek penilai.
Matius 16: 26 berbicara ttg nilai intrinsik suatu nyawa. Allah mengutus anakNya ke dunia, karena harga yang Dia mau bayar terlalu mahal. Harga sebuah nyawa terlalu mahal. Kalau bukan suatu nilai yang begitu mahal, Allah tidak akan menjadi manusia, meninggalkan takhta-Nya menjadi manusia, bahkan menjadi budak(Filipi 2). Hal ini merupakan suatu penderitaan yang luar biasa. Pencipta turun jadi ciptaan (penderitaan ini jauh lebih besar bila dibandingkan dengan seorang manusia diturunkan jadi seekor anjing). Di sini kita dapat melihat betapa begitu mahalnya nilai hidup kita. Betapa menyedihkannya kita, bila kita menyia-nyiakan hidup yg begitu bernilai ini. Paulus yang mengerti nilai hidupnya ini, ia mengarahkan seluruh hidupnya untuk Kristus.

Menjelang Hari Natal dan Tahun Baru, seorang ayah membeli beberapa gulung kertas kado. Putrinya yang masih kecil, meminta satu gulung. “Untuk apa ?” – tanya sang ayah. “Untuk kado, mau kasih hadiah.” – jawab si kecil. “Jangan dibuang-buang ya.” – pesan si ayah, sambil memberikan satu gulungan kecil. Persis pada Tahun Baru, pagi-pagi si cilik sudah bangun dan membangunkan ayahnya, “Pa, Pa – ada hadiah untuk Papa.” Sang ayah yang masih malas bangun, matanya pun belum melek, menjawab, “Sudahlah nanti saja.” Tetapi si kecil pantang menyerah, “Pa, Pa, bangun Pa – sudah siang.” “Ah, kamu gimana sih – pagi-pagi sudah bangunin Papa.” Ia mengenali kertas kado yang pernah ia berikan kepada anaknya. “Hadiah apa nih?” “Hadiah Tahun Baru untuk Papa. Buka dong Pa, buka sekarang.” Dan sang ayah pun membuka kado itu. Ternyata di dalamnya hanya sebuah kotak kosong. Tidak berisi apa pun juga. “Ah, kamu bisa saja. Bingkisannya koq kosong. Buang-buang kertas kado Papa. Kan mahal ?” Si kecil menjawab, “Nggak Pa, nggak kosong. Tadi, Putri masukin begitu buaanyaak ciuman untuk Papa.” Sang ayah terharu, ia mengangkat anaknya. Dipeluknya, diciumnya. “Putri, Papa belum pernah menerima hadiah seindah ini. Papa akan selalu menyimpan kotak ini. Papa akan bawa ke kantor dan sekali-sekali kalau perlu ciuman Putri, Papa akan mengambil satu. Nanti kalau kosong – diisi lagi ya!”

Kotak kosong yang sesaat sebelumnya dianggap tidak berisi, tidak memiliki nilai apa pun, tiba-tiba terisi, tiba-tiba memiliki nilai yang begitu tinggi. Apa yang terjadi ? Lalu, kendati kotak itu memiliki nilai yang sangat tinggi di mata sang ayah, di mata orang lain tetap juga tidak memiliki nilai apa pun. Orang lain akan tetap menganggapnya kotak kosong. Kosong bagi seseorang bisa dianggap penuh oleh orang lain. Sebaliknya, penuh bagi seseorang bisa dianggap kosong oleh orang lain. Kesimpulannya, Kosong dan penuh – dua-duanya merupakan produk dari “pikiran” anda sendiri. Sebagaimana anda memandangi hidup demikianlah kehidupan anda. Hidup menjadi berarti, bermakna, karena anda memberikan arti kepadanya, memberikan makna kepadanya. Bagi mereka yang tidak memberikan makna, tidak memberikan arti, hidup ini ibarat lembaran kertas yang kosong. Permisi tanya, anda sudah mengisinya dengan apa saja? Apakah anda isi dengan lukisan yang yang indah yang mebuat orang-orang tertarik, atau coret-coretan yang membuat orang tidak berkenan melihatnya.

Aku Mempunyai Tanggung Jawab (Responsible)
Setiap ciptaan dicipta oleh pencipta menurut tujuan/maksud pencipta, dirancang oleh pencipta, dijadikan oleh pencipta, hasil akhirnya untuk pencipta (Yesaya 43:7 “Semua orang yang disebutkan dengan namaKu yang Kuciptakan untuk kemulianKu, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!”). Hidup kita ada adalah untuk maksud Allah. Tujuan ini jelas. Kita perlu kembali seperti yang Tuhan tetapkan. Itu sebabnya kita tidak bisa hidup sesuka hati kita. Ada hal yang perlu kita kerjakan tatkala kita diberikan kehidupan. Ciptaan bisa mengalami disfungsi. Bila ciptaan sudah tidak berfungsi seperti seharusnya, ciptaan itu akan dibuang. Tuhan yang mengasihi kita adalah Tuhan yang juga menyediakan neraka. Bila manusia tidak dapat berfungsi sepert iseharusnya, tempat yang tepat utk kita adalah di neraka. Itulah alasan hidup ini bukan utk sembarangan.

Penilaian Tuhan bukan berdasarkan berapa lama kita hidup di dunia ini, tetapi berdasarkan berapa bobotnya tatkala kita menjalani kehidupan itu. Kualitasnya lebih dipentingkan dalam hal ini. Itu sebabnya ada satu nyanyian yang pernah kita nyanyikan dikatakan “Hidup bukan hanya hari, yang penting makna isinya”

Ayat yang terakhir di dalam Mazmur 8 ini berbunyi demikian ” Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya namaMu di seluruh bumi!” INti dari kalimat ini mau mengajakan kepada kita bahwa pada akhirnya di dalam seluruh kehidupan kita adalah untuk kemuliaan Tuhan. Kalimat ini mengandung konsekwensi yang sangat mendalam. Sebab semasa hidup kita cukup banyak kesempatan untuk kita berbuat hal yang tidak memuliakan Tuhan. “Orang bilang, panas setahun dapat dimusnahkan dengan hujan sehari.” Dan ketahuilah kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan hidup kita pada masa yang akan datang?

Nilai dan tujuan hidup kita yg sesungguhnya mengingatkan kita bahwa hidup kita dapat mejadi hidup yang sangat bermakna. Betapa sayangnya bila kita buang hidup kita untuk yang lain. Betapa rugi kalau kita sia-siakan hidup itu. Karena selain diri kita dicemooh, Tuhan yang kita percayai juga dicemooh. Kita ibarat representative dari dari Tuhan, benar keselamatan dari Tuhan itu diberikan kepada kita satu kali dan tak akan pernah hilang, namun di dalam menjalani hidup sebagai orang percaya ini; kita perlu isi dengan hal-hal yang berbobot dan bermakna. Percuma hidup kita panjang, kalau di sini dengan hal-hal yang tidak memuliakan nama Tuhan.

2 Raja- raja 20:6 Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur; Aku akan memagari kota ini oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku.” Tetapi apa yang dilakukan Hizkia, tadinya dia taat pada Tuhan, setelah itu ia melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan.

Saya kurang tahu sejauh mana kehidupan kita? Saya juga tidak tahu sejauh mana kita menyerongkan diri dari Tuhan.? Namun yang pasti kalau kita mulai merasa bahwa Mandat yang diberikan Tuhan pada kita sudah kurang powernya, Kemudian Nilai kehidupan kita sudah menjadi begitu Obral, dan Tanggung Jawab kita kepada Tuhan mulai terganggu; mari cepat-cepat ubah direction kita, sebab kita sedang menuju ke alamat yang keliru.

Di gereja kami, tepatnya tgl 18 Nopember yang lalu kami baru saja merasa sangat berduka, karena ada seorng anggota yang baru saja tiga bulan yang lalu pulang ke Indonesia meninggal dunia. Beliau meninggal dalam usia yang sangat muda, yaitu 31 tahun menderita poenyakit kanker, dengan meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih berumur kurang lebih 3 tahun. Walaupun almarhum meniuggal Indonesia, namun kami karena merasa sangat berduka, di dini juga kami ikut berkabung. Salah satu hal yang bisa mengakibatkan semua ini terjadi adalah, semasa hidupnya saudara kami ini ada satu teladan yang sangat baik yang terlihat bagi semua anggota geraja di sini. Hidupnya telah menjadi berkat bagi orang banyak. Kini orangnya sudah tiada, namun kebaikannya; kesetiaan dalam pelayanan dan sebagainya dapat diteladani. Saya yakin kita tentu rindu, hidup kita berarti di dunia ini, walaupun secara rohani kita mengerti jelas kita dititip Tuhan di dunia ini; namun kita tidak mau hidup sembarangan.


Mensyukuri Apa Pun yang Terjadi

Setelah menjalani libur panjang Lebaran, pulang kampung bertemu dengan keluarga besar, selayaknya kita kembali dengan semangat baru yang menggebu. Ibarat baru mandi, kita akan mendapatkan badan yang bersih, segar, dan semangat luar biasa.

Akan tetapi tak semua orang mengalami kebahagian sepenuhnya. Seperti kita baca di berbagai media, ada banyak kecelakaan yang menimpa sejumlah orang dengan korban jiwa sampai 600-an orang. Ada yang belum sempat sampai ke kampung halaman ketika menghadapi kejadian itu, ada pula yang dalam perjalanan kembali ke rumahnya.

Salah satunya adalah yang menimpa artis Saipul Jamil. Dalam kecelakaan lalu-lintas yang dialaminya, sang istri meninggal di tempat kejadian. Hampir seluruh televisi menayangkan berita duka itu. Namun sang artis, meski dalam suasana berduka, bisa menerima kejadian itu dan melepas sang istri dengan ikhlas.

Sahabat yang Luar Biasa!

Banyak orang yang tidak bisa terima dengan musibah yang dialaminya. Timbul rasa marah dan bahkan frustrasi sehingga semangat hidupnya turun. Tetapi di sisi lain, banyak yang bisa menerimanya bahkan bersyukur karena di balik semua itu ada manfaat dan peringatan pada diri kita yang bisa diambil sebagai bahan pembelajaran hidup.

Musibah seperti itu hanya satu kejadian yang tak diinginkan. Dalam kenyataannya kita sering menemukan berbagai hal mulai dari kegagalan, fitnahan, kekhilafan, penyakit, bencana alam, dan sebagainya. Bisakah kita bersyukur saat seperti itu?

Memang kita mudah mengucapkan kata syukur saat memperoleh kemajuan, memperoleh kebahagiaan. Namun sulit melakukannya saat menghadapi kesusahan. Tema inilah yang saya bawakan pada talkshow pagi tadi di jaringan Radio Sonora: “Apa pun yang Terjadi, Patut Disyukuri”. Intinya, kita patut bersyukur baik di kala suka maupun di saat suka.

Bagi saya, ilmu bersyukur adalah ilmu hidup yang sulit dan perlu belajar untuk melakukannya. Tanpa belajar, kita tak akan bisa. Karena itu, mari belajar bersyukur dalam keadaan apapun karena itu adalah kekayaan jiwa sejati.

“Mendobrak Diri Sendiri”

Batasan, kadang hanya kita sendiri yang menciptakan. Karena itu, butuh keberanian, tekad, dan kematangan diri untuk mendobrak dan menciptakan kesuksesan demi kesuksesan sejati!

Setiap kali menghadapi tantangan dan cobaan, sebenarnya kita sedang dipersiapkan untuk menjadi insan luar biasa yang mampu menjadi pemenang-pemenang sejati kehidupan.

Pepatah Tiongkok kuno mengatakan: zi wo tu po (mendobrak diri sendiri)! Maka sebenarnya setiap insan tercipta dengan segala macam potensi untuk mengatasi berbagai halangan & rintangan. Hanya saja, adalah pilihan bagi kita, untuk mau selalu “mendobrak”, atau sekadar menerima kondisi kenyamanan yang telah diterima.

Manusia pada dasarnya punya hawa nafsu yang membuatnya tak pernah puas. Jika dilihat dari sisi positif, sebenarnya sifat tak pernah puas ini justru akan mendorong orang menuju pada target yang selalu diperbarui. Sehingga, selalu ada kekuatan dan “daya dobrak” yang akan mengangkat derajat seseorang menuju pada level lebih tinggi yang terus diperbaiki. Namun sebaliknya, jika ia langsung berpuas diri saat menerima hasil yang telah diraih-kemudian bertahan di zona nyaman tersebut-bisa jadi ia hanya akan jadi “katak dalam tempurung” yang tak tahu dunianya sendiri.

Takut gagal sebelum memulai, takut ditolak sebelum presentasi, takut jatuh sebelum berusaha. Semua itu memang mungkin terjadi. Ketakutan itu memang bisa saja nyata. Tapi, tanpa mencoba, kita tak pernah tahu, ada hal apa di balik ketakutan itu jika berhasil kita terobos.

Karena itu, sebenarnya, keberanian untuk mendobrak diri sendiri harus kita miliki. Sebab, sebagai manusia, kita diberikan berjuta potensi oleh Yang Maha Kuasa. Adalah tanggung jawab kita untuk memilih, potensi apa yang patut kita kedepankan agar mampu meraih prestasi demi prestasi. Atau, kita hanya berhenti pada satu titik dan kemudian menunggu mati.

Mari, dengan sikap & semangat mendobrak diri, kita maksimalkan segala potensi untuk mencapai prestasi! Untuk itu, kita harus mau membayar lebih. Dengan berjuang lebih keras, bekerja lebih giat, berkarya lebih rajin pada titik di mana kita memiliki kemampuan. Berbekal kemauan kuat dan kekayaan mental, kita wujudkan rasa syukur atas karunia Tuhan, dengan memaksimalkan segala potensi yang telah diberikan-Nya. Sehingga, dengan semangat tersebut, saat sukses diraih, akan segera disusul sukses lain yang lebih tinggi. Begitu seterusnya hingga batasan itu berhenti pada titik ajal, sehingga kita bisa meninggalkan dunia ini dengan penuh arti.

“Penderitaan Orang Pelit”

Suatu ketika ia marah habis-habisan kepada istrinya, lantaran istrinya itu membeli seekor ikan untuk lauk mereka makan. “Kamu ini perempuan boros. Aku saja tidak pernah membeli ikan, kok kamu berani-beraninya beli ikan,” bentak lelaki itu uring-uringan.

Si istri yang sabar dan sangat hapal tabiat suaminya itu berusaha membela diri. “Bukan saya yang beli, tetapi tetangga sebelah yang memberikan ikan ini untuk kita,” dalihnya.

Kalau begitu, potong-potong ikan itu menjadi 7 bagian untuk jatah lauk makan kita selama 7 hari. Kalau mau menggoreng beri garam, tapi sedikit saja nanti garamnya cepat habis,” sahut lelaki itu memberi solusi sekaligus instruksi.

Beberapa hari kemudian, lelaki itu jatuh sakit, badannya demam dan tak mampu beraktifitas seperti biasa. Si istri kasihan melihat kondisi suaminya. Ia bergegas pergi ke sebuah toko obat untuk membeli obat penurun panas.

Ketika si istri menyodorkan obat tersebut, suaminya justru menutup mulut rapat-rapat karena menilai bahwa membeli obat adalah pemborosan besar. “Jangan khawatir, obat ini adalah obat paling murah. Lagipula, di dalam kotak obat ini ada kupon yang bisa ditukar dengan hadiah,” bujuk istrinya sembari memberikan obat. Tetapi suaminya itu tetap mengunci mulutnya.

Tak kurang akal, si istri langsung membisikkan sesuatu di telinga suaminya. “Ehmm, sebenarnya saya tadi bohong. Obat ini sudah kedaluarsa. Jadi toko obat itu memberikannya gratis kepada saya,” bisik istrinya. Barulah setelah itu si lelaki pelit tadi bersedia meminum obat. Setelah minum obat diapun tersenyum, kemudian memuji istrinya pintar.

Pesan :
Harta kekayaan dapat berfungsi sebagai sumber kebahagiaan apabila kita mempunyai kemampuan untuk mendapatkannya sekaligus menggunakannya dengan benar dan tepat. Bila kita kesulitan mencari sumber penghasilan jelas akan mengurangi kualitas kehidupan. Begitupun bila kita tak dapat mengelola keuangan dengan baik maka hal itu akan menjadi sumber petaka dalam kehidupan kita.

Hidup sederhana bukan berarti harus mengurangi kualitas kehidupan, melainkan hidup tidak berlebih-lebihan dan sedapat mungkin memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Sedangkan kisah di atas adalah sebuah fenomena tentang seseorang yang tidak dapat menggunakan kekayaannya dengan baik. Sikapnya tergolong terlalu pelit, sehingga merampas kenikmatan hidup yang seharusnya ia dapatkan.

Charles Spurgeon mengatakan, “Yang penting bukanlah berapa banyak yang kita miliki tetapi berapa banyak yang kita nikmati.” Sebab kekayaan akan mempunyai arti bila kita dapat menikmatinya. Sehingga kalaupun kita ingin mengumpulkan lebih banyak harta kekayaan seharusnya tidak dengan cara bersikap pelit, karena langkah tersebut hanya akan mengurangi kualitas hidupnya. Langkah yang seharusnya ia tempuh adalah menambah sumber penghasilan.

Selain menambah sumber penghasilan, langkah selanjutnya adalah hidup sederhana. Karena di dalam kesederhanaan ada kemuliaan dan ketentraman hati. Berbeda dengan hidup pelit, dimana di dalamnya hanya ada kesusahan karena kekhawatiran berlebih hartanya akan berkurang.

Oleh sebab itu, hindarilah sikap pelit. Upayakan untuk menambah kualitas kehidupan. Manfaatkan harta kekayaan yang kita miliki dengan baik dan tepat, sehingga menjadi sumber kebahagiaan tersendiri.

Oleh : Andrew Ho – Managing Director PT. KK. Indonesia, motivator, pengusaha, dan penulis buku-buku bestseller

Bank of England officials said they may need to buy more bonds to bolster a faltering recovery after holding off adding stimulus this month in a decision that was “finely balanced.”
Most policy makers said it was “increasingly probable that further asset purchases to loosen monetary conditions would become warranted at some point,” the minutes of the Monetary Policy Committee’s Sept. 8 decision said. “For some members, a continuation of the conditions seen over the past month would probably be sufficient to justify an expansion of the asset purchase program at a subsequent meeting.”
The nine-member MPC, led by Mervyn King, voted 8-1 to maintain the size of the bond plan at 200 billion pounds ($313 billion) and were unanimous in keeping the benchmark rate at a record low of 0.5 percent.
No-one joined Adam Posen, who kept up his vote for a 50 billion-pound increase in purchases. His solo run on expanding so-called quantitative easing comes as policy makers in the U.S. and elsewhere refocus their attention on faltering growth and threats from Europe’s debt crisis. The Federal Reserve may announce a third round of asset purchases today to stoke growth and reduce unemployment.
“There had been significant downside news on activity over the month, including in the U.S. and the core euro-area countries, which had pointed to a synchronized slowing in global growth,” the minutes said. Along with surveys in the U.K., growth in the second half of 2011 may be “materially weaker” than projected in the Inflation Report in August.
The central bank will publish new forecasts in November.
Pound Declines
The pound extended its decline against the dollar after the release of the minutes, falling to an eight-month low of $1.5614. It traded at $1.5670 as of 10:48 a.m. in London, down 0.4 percent on the day. Government bonds rose after the report before slipping back, leaving the 10-year gilt yield up 3 basis points at 2.42 percent. It fell to a record-low 2.18 percent on Sept. 12.
Officials considered ways of loosening policy at this month’s meeting, including “changing the maturity of the portfolio of assets held” and “revisiting the earlier decision” not to cut their key interest rate below 0.5 percent. They also discussed whether to provide “explicit guidance” on the future path of the benchmark.
“At the current juncture, none of these options appeared to be preferable to a policy of further asset purchases should further policy loosening be required,” the minutes said.
‘Dovish Direction’
“This is clearly a major swing in a dovish direction,” James Knightley, an economist at ING Group in London, said in an e-mailed note. “Should the Bank of England cut its growth and inflation forecasts, as pretty much everyone else has, then a November increase in asset purchases will look likely.”
The Bank of England said in its quarterly bulletin on Sept. 19 that the bond plan has so far had “economically significant” effects. The asset purchases that began in March 2009 and finished at the start of 2010 may have raised gross domestic product by 1.5 percent to 2 percent and equaled a cut in the key interest rate of 150 to 300 basis points, it said.
Chief Economist Spencer Dale said in the report there was “considerable uncertainty” around the effects of the asset purchases. He will speak at the South Tyneside Manufacturing Forum in South Shields, England at 12:35 p.m. today.
Fed’s Twist
In the U.S., the Federal Reserve policy makers will decide to replace short-term Treasuries in its $1.65 trillion portfolio with long-term bonds, according to 71 percent of 42 economists surveyed by Bloomberg News. “Operation Twist,” named for its goal to bend the yield curve, will probably fail to reduce the 9.1 percent unemployment rate, 61 percent of economists said. The Fed will issue a statement at 2:15 p.m. New York time.
In a separate report, the Bank of England said spending growth on goods and services had “weakened further,” employment intentions pointed to “only modest” job creation over the next year and manufacturing growth had slowed. Still, inflation remains “elevated” at more than twice the bank’s 2 percent goal.
“Justifying an explicit change in policy in favor of easing when inflation and expectations for it are so high is an extremely difficult communication challenge,” said Philip Rush, an economist at Nomura International Plc in London. “So the MPC has collectively started to prime the public and its policy cannons for the launch of QE2.”

Canada’s dollar pared its drop as a government report showed the annual rate of inflation was higher in August than economists forecast.
The loonie, as the Canadian currency is known for the image of the aquatic bird on the C$1 coin, depreciated 0.1 percent to 99.40 cents per U.S. dollar at 7:02 a.m. in Toronto, from 99.27 cents yesterday. The currency earlier slid 0.3 percent.
Consumer prices advanced 3.1 percent in August from a year earlier after a 2.7 percent gain in the previous month, Statistics Canada said today in Ottawa. The median forecast of 26 economists in a Bloomberg News survey was for a 2.9 percent annual pace.
Bank of Canada Governor Mark Carney said yesterday in Saint John, New Brunswick, that borrowing costs may stay low beyond when full output is restored. He said the domestic recovery will be hobbled by a weak U.S. economy.
Speculation that the Bank of Canada will raise its benchmark overnight target rate from 1 percent this year has faded on concern the global economy may be headed for a recession, crimping Canadian exports.
The central bank on Sept. 7 kept its main interest rate unchanged for an eighth meeting and said there is a “diminished” need for an increase as Europe’s fiscal crisis and a slow U.S. rebound hobble the global recovery.
Canada’s economy, the world’s 10th largest, shrank at a 0.4 percent annualized pace in the second quarter, the national statistics agency said Aug. 31. It was the first contraction since the recession two years ago.
The International Monetary Fund cut Canada’s economic growth forecast yesterday to 2.1 percent for this year from 2.9 percent, citing weaker demand from the U.S., the nation’s biggest trade partner, and slower government spending.

pound weakened to an eight- month low against the dollar after Bank of England officials said they may need to buy more bonds to keep borrowing costs low as the recovery falters.
Sterling fell for the first time in four days versus the euro as policy makers said in minutes of their Sept. 8 meeting that growth in the second half of 2011 may be “materially weaker” than projected in August. The pound also weakened after an industry report showed U.K. consumer confidence dropped to a four-month low in August.
“The Bank of England is making clear that further measures will be used if the situation worsens, and therefore the pound reacted negatively,” said You-Na Park, a foreign-exchange strategist at Commerzbank AG in Frankfurt. “What is quite clear is that the outlook for the U.K. and the global economy is very uncertain and there are a lot of downside risks.”
Sterling declined 0.4 percent to $1.5667 at 11:14 a.m. in London, after earlier falling to $1.5614, the weakest level since Jan. 12. The currency depreciated 0.2 percent to 87.27 pence per euro.
The minutes showed most of the nine-member Monetary Policy Committee said an expansion of the 200 billion-pound bond purchase program was “increasingly probable.” The committee voted 8-1 to maintain the current size of the plan and was unanimous in keeping the benchmark at a record low 0.5 percent.
Officials considered ways of loosening policy, including “changing the maturity of the portfolio of assets held” and “revisiting the earlier decision” not to cut the interest rate below 0.5 percent.
Sterling ‘Exposed’
“The shift in the discussion of the MPC has moved more than the market was anticipating,” said Ian Stannard, London- based head of European foreign-exchange strategy at Morgan Stanley. “Sterling is increasingly going to become exposed to the global slowdown.”
Sterling has depreciated 5.1 percent in the last 12 months, making it the second-worst performer among 10 developed-market currencies after the dollar, according to Bloomberg Correlation- Weighted Currency Indexes. Morgan Stanley predicts the pound will weaken to $1.53 by the year-end.
Short-sterling futures extended gains after the minutes were released. The implied yield on the June 2012 contract dropped three basis points to 0.86 percent, signaling traders added to bets for lower interest rates.
Investors are betting the Bank of England will refrain from raising interest rates until after July next year, data from Tullett Prebon Plc on forward contracts for the sterling overnight interbank average, or Sonia, show.
Nationwide Building Society said today its index of consumer sentiment slipped 1 point in August from the previous month to 48. A gauge of consumers’ future expectations for the economy in the next six months declined 1 point to 65.
U.K. government bonds fell, snapping a three-day gain. The 10-year yield climbed three basis points to 2.42 percent. Two- year yields were little changed at 0.53 percent.

Untuk Apa Melukai Harga Diri Orang Lain”

Peter Daniels adalah seseorang yang lain daripada yang lain, yang kehidupannya ibarat Horatio Alger. Dilahirkan di Australia, orang tuanya adalah generasi ketiga yang hidup dari tunjangan karena miskin. Peter sekolah dasar di Adelaide.Karena masalah pembelajaran, ia kesulitan memahami serta menggabungkan kata-kata. Konsekuensinya ia dicap bodoh oleh para guru yang entah terlalu sibuk atau kurang peduli untuk memahaminya.

Seorang guru, Miss Phillips, suka menyuruh Peter berdiri di depan kelas di mana ia akan merendahkan Peter dengan berkata, “Peter Daniels, kamu anak nakal yang tidak akan pernah menjadi apa-apa.” Tentu itu tidak ada manfaatnya bagi harga dirinya. Akibatnya, ia gagal dalam setiap mata pelajaran di sekolah. Salah satu pilihan karirnya yang pertama adalah menjadi tukang batu. Beberapa tahun kemudian, menikah dengan keluarga muda, ia putuskan untuk membuka usaha sendiri. Usaha pertamanya gagal total dan dalam waktu satu tahun ia sudah kehabisan uangnya. Tidak kapok, ia melihat peluang lainnya dan menyalurkan energinya untuk menjadikannya sukses. Nasib serupa menantinya, ia sudah kehabisan uang dalam waktu delapan bulan.

Dengan tekad baja untuk mengatasi kemunduran-kemunduran tersebut, Peter kembali menerjunkan dirinya ke dunia bisnis yang kompetitif, lagi-lagi kehabisan uang untuk ketiga kalinya. Sekarang ia mempunyai rekor yang sulit dipercaya: kehabisan uang tiga kali dalam waktu lima tahun. Kebanyakan orang akan menyerah pada titik ini. Tetapi Peter Daniels tidak. Sikapnya adalah, “saya sedang belajar dan saya tidak membuat kesalahan yang sama dua kali. Ini pengalaman yang sangat baik.” Meminta istrinya, Robena, untuk mendukungnya sekali lagi, ia putuskan untuk menjual real estat pemukiman maupun komersil.

Suatu keterampilan yang telah diasah Peter selama bertahun-tahun adalah kemampuannya meyakinkan orang. Ia seorang promotor yang alami. Sebagian besar karena terus harus berhadapan dengan para kreditor yang menagih.

Selama sepuluh tahun berikutnya nama Peter Daniels sudah diasosiasikan dengan ril estat pemukiman maupun komersil. Lewat seleksi yang hati-hati dan negosiasi yang cerdik ia akumulasikan portfolio yang bernilai beberapa juta dolar. Sekarang ini Peter sudah menjadi pengusaha yang diakui secara internasional, yang telah menciptakan usaha-usaha sukses di banyak negara di seluruh dunia.

Teman-temannya mencakup keluarga bangsawan, kepala negara, dan para penggerak serta pengguncang terkemuka di dunia komersil. Ia juga seorang pemerhati kesejahteraan sesama yang sangat bersemangat membantu sesamanya, dan yang kemurahannya telah banyak mendanai upaya Kristiani. Peter Daniels telah menjalani hidup dari seorang anak yang gagal di sekolah menjadi multijutawan.

Peter sekarang sudah menulis beberapa buku paling laris, salah satunya berjudul Miss Phillips, You Were Wrong!” Bagi Anda yang berprofesi apa pun, jangan pernah menghakimi atau melontarkan kata-kata atau kalimat yang mungkin tanpa disadari akan melukai harga diri orang lain. Apalagi yang profesinya sebagai guru atau dosen tidak lucu kan kalau suatu waktu ada murid atau mahasiswa Anda yang menulis buku dengan judul dimana kata pertamanya adalah nama Anda lalu diikuti dengan kata-kata Anda Salah! atau bahkan dituliskan nama Anda lalu diikuti dengan kata-kata Anda Salah Besar! Melukai harga diri orang lain tidak ada manfaatnya sama sekali baik bagi orang yang dilukai maupun bagi yang melukai. Akan lebih bijaksana dan bermanfaat jika orang diberikan penghargaan yang tulus.

Paul Harvey, dalam salah satu siaran radionya, “Kisah yang Tertinggal,” menceritakan bagaimana penghargaan yang tulus mampu mengubah kehidupan seseorang. Dia melaporkan bahwa beberapa tahun yang lalu seorang guru di Detroit meminta Stevie Morris untuk membantunya menemukan seekor tikus yang lolos di ruang kelas. Ia menghargai kenyataan Yang Maha Kuasa telah memberi Stevie sesuatu yang tak dimiliki teman sekelasnya. Yang Maha Kuasa telah memberi Stevie sepasang telinga yang tajam untuk mengimbangi matanya yang buta. Penghargaan yang tulus untuk kedua telinganya yang luar biasa itu merupakan hal yang pertama kalinya didapatkan Stevie. Kini, bertahun-tahun kemudian, dia berkata bahwa tindakan penghargaan ini adalah awal dari kehidupan barunya.

ejak saat itu dia mengembangkan anugerah pendengarannya yang menjadikannya seorang bintang yang terkenal dengan nama Stevie Wonder yang merupakan salah seorang penyanyi pop dan penulis lagu terbesar di tahun tujuh puluhan. I Just Call to Say I Love You adalah salah satu lagunya yang sangat terkenal. Jelaslah lebih bermanfaat memberikan penghargaan tulus kepada seseorang daripada melukai harga diri orang lain. Untuk apa melukai harga diri orang lain kalau sudah jelas itu tidak bermanfaat sama sekali. Dalam bukunya 12 Simple Secreet of Happniness (Finding Joy in everyday Relationships) Glenn Van Ekeren mengatakan, dalam hubungan antar manusia dapat ditingkatkan salah satunya dengan cara memperlakukan orang lain secara bermartabat. Less Giblin dalam bukunya Skill with People juga menegaskan bahwa setiap orang pada dasarnya ingin diperlakukan sebagai seseorang (diorangkan).

Perlakukanlah orang secara bermartabat dan sangat besar kemungkinannya Anda pun akan diperlakukan secara bermartabat. Penghargaan yang jujur membawa hasil sementara kritik dan cemoohan gagal mendapatkannya. Kalau pun kritik hendaknya disampaikan, sampaikanlah dengan cara yang elegan yaitu dengan cara menyampaikan kritik tersebut secara pribadi.
Tetapi jika Anda hendak memuji atau mau mengapresiasi orang lakukan kalau perlu didepan orang banyak. Seperti yang ditegaskan oleh Mary Kay Ash, Founder of Mary Kay Cosmetics, “Everyone wants to be appreciated, so if you appreciate someone, don’t keep it a secret.” Ingatlah bahwa semua orang pada umumnya sangat “lapar” akan penghargaan.

Berikan penghargaan yang jujur dan tulus. Kalau hal ini Anda lakukan, bahkan pengurus pemakaman pun akan menyesal tatkala Anda meninggal dunia.

Selamat Tahun Baru 2008. Salam sukses luar biasa buat Anda.

Besar Dahulu, Untung Belakangan (amazon.com)”

Banyak orang yang berpikiran bisnis harus cepat untung. Tidak ada yang salah dengan harapan tersebut, namun ada fakta menarik khususnya untuk bisnis dotcom. Anda pasti tahu Amazon.com, tapi tahukah anda kalau Amazon yang didirikan pada tahun 1995 baru mendapatkan keuntungan delapan tahun kemudian, yaitu pada tahun buku 2003?.Buku yang berjudul “Dari Garasi Jeff Bezos Mendirikan Amazon.com” dapat memberikan inspirasi kepada para pebisnis dan penggiat TI yang ingin eksis dalam bisnis dotcom.
Bahwa bisnis dotcom memiliki aturan main dan paradigmanya sendiri yang harus dipahami dan dicermati. Kini telah tumbuh apa yang disebut sebagai google economy, sebagai salah satu dari cabang bisnis dotcom. Amazon.com sendiri dapat merepresentasikan gambaran bisnis online yang sesungguhnya. Berbeda dengan, misalnya perusahaan yang memasarkan online sebagai alternatif outletnya yang telah dibuka sebelumnya.
Selama delapan tahun operasinya Amazon.com tidak berhasil mencetak keuntungan dari bisnisnya yang tumbuh pesat dan mendunia. Pada tahun 2000, kalimat “mendapatkan laba” bagi Amazon.com masih lah sebuah mimpi.

Pada suatu kesempatan di akhir tahun 2000 di depan seluruh karyawannya, Jeff Bezos, pendiri Amazon.com, mengumumkan bahwa bisnis mereka dapat menguntungkan. Karyawan hanya terdiam, karena pada waktu itu, karyawan tidak pernah mendengar bahwa perusahaan mendapatkan keuntungan. Tapi kemudian mereka bersorak, setelah si CEO meyakinkan bahwa dia serius denganucapannya.Bezos memang sepertinya santai dengan tingkat profitabilitas dan nilai pasar perusahaan. Ketika terjadi ledakan balon ekonomi dotcom pada Januari 2000, saat itu saham Amazon.com turun sebesar 40%nya dan harus memecat 1.300 karyawan, Bezos santai saja karena dia tahu Amazon.com telah melayani dua juta pelanggan pada tahun 2000, enam juta lebih besar dari tahun sebelumnya, dan terus tumbuh.
Dengan jumlah pelanggan di atas, Bezos tetap yakin bahwa pertumbuhan yang konstan di masa mendatang tetap menjanjikan masa depan gemilang.Apa yang dilakukan Amazon.com dalam perjalanan bisnisnya adalah seperti motto yang dianutnya: “Tumbuh Besar dengan Cepat”. Motto tersebut betul-betul dilakukan sampai-sampai mengabaikan kepentingan pemegang saham. Amazon.com tanpa henti melakukan ekspansi bisnis. Baik dengan memperbesar kapasitas gudang dan distribusi, mengakuisisi berbagai perusahaan dotcom lainnya, dan memperbanyak produk yang dijual secara online. Yang mencengangkan adalah kemampuan Amazon.com dalam menjual mimpinya sebagai sebuah bisnis.
Bisnis online yang merupakan hal baru dan tekor laba ternyata mampu meyakinkan investor untuk terus menggelontorkan dana untuk memperbesar skala bisnis. Lazimnya, walaupun skala bisnis terus tumbuh (karena investasi), kinerja laba rugi perusahaan seharusnya mendukung. Ini lah bukti kemampuan Bezos dan tim keuangannya yang gigih dan cerdas dalam meyakinkan para investor.Sebelum membaca buku ini, saya membaca buku Google Story yang ditulis secara sangat menarik dan lengkap. Terus terang membaca buku ini saya merasakan banyak sekali kekurangan. Terutama adalah masih banyak pertanyaan yang belum terjawab seputar bagaimanan Amazon.com beroperasi. Seperti misalnya bagaimana Amazon.com menjalin kerjasama dengan perusahaan kargo sehingga dapat memastikan pelayanan pelanggan dalam hal pengiriman. Atau kenapa untuk sebagian buku atau produk tidak dapat dikirimkan ke negara seperti Indonesia. Simpulan saya buku ini terlalu tipis untuk menuliskan bisnis sebesar Amazon.com. Mungkin saya harus memilih buku lain yang lebih lengkap untuk membedah Amazon.comTerakhir, saya suka dengan semboyan Bezos,”Bekerja keras, bersenang-senang, membuat sejarah”.

European stocks fell after officials said they plan to return to Greece next week to complete a review of the economy. U.S. index futures were little changed while the dollar gained before the Federal Reserve concludes a two-day meeting.
The Stoxx Europe 600 Index lost 0.8 percent at 7:15 a.m. in New York and Standard & Poor’s 500 Index futures slid less than 0.1 percent. The Dollar Index advanced 0.3 percent. The Swiss franc weakened against most of its 16 major peers, and the pound dropped 0.6 percent versus the dollar after the Bank of England said officials considered ways to add stimulus to the economy. The 30-year U.S. Treasury yield added two basis points, with the German two-year note yield falling three basis points.
A “full mission” will return to Athens next week after Greek Finance Minister Evangelos Venizelos made “good progress” in talks with the European Union and the International Monetary Fund yesterday, according to the EU. The Fed may say today it will replace short-term Treasuries in its $1.65 trillion portfolio with long-term bonds, a move that 61 percent of economists surveyed by Bloomberg said will probably fail to lower the U.S.’s 9.1 percent unemployment rate.
“We’re seeing some big slowdowns in Europe and the U.S.,” Mark Burgess, chief investment officer at Threadneedle Investments, said in a Bloomberg Television interview in Hong Kong. “A Greek default is a certainty, but in the grand scheme of things, Greece is not that relevant. The issue is really whether they can contain it.”
Peugeot, Daimler
About three shares declined for every one that gained in the Stoxx 600, which jumped 1.8 percent yesterday. Automakers were the biggest drag on the index, as PSA Peugeot Citroen and Daimler AG lost more than 2.5 percent. Deutsche Lufthansa AG sank 4.2 percent as Europe’s second-largest airline said it expects fuel expenses to climb and Deutsche Bank AG downgraded the shares.
S&P 500 futures pared an earlier gain of as much as 0.6 percent. Oracle Corp. rose 3.2 percent in German trading after the software maker reported profit that topped analysts’ estimates, boosted by increased spending on database programs and applications that help run businesses.
Sales of existing homes dropped in July to the lowest since November, and the median price slid 4.4 percent from a year earlier, according to a Bloomberg survey of economists. Rising foreclosures, tighter lending standards and unemployment stuck near 9 percent for more than two years are all weighing on the market. The Fed is scheduled to issue its policy statement at about 2:15 p.m. in Washington.
Dollar, Euro
The Dollar Index, which tracks the U.S. currency against those of six trading partners, climbed for the third time in the past four days, while the euro weakened 0.3 percent versus the greenback and slid 0.5 percent against the yen. The Swiss franc depreciated 0.5 percent against the euro and lost 0.8 percent versus the dollar, falling for the fourth consecutive day.
The yield on the Italian two-year note rose eight basis points to 4.38 percent, while the 10-year yield increased two basis points. That left the difference in yield with benchmark German bunds little changed at 392 basis points. The Greek two- year note yield jumped 125 basis points to 65.43 percent, rising for the third consecutive day.
The MSCI Emerging Markets Index fell 0.4 percent, heading for the lowest level since July 2010. Russia’s Micex Index retreated 0.3 percent as oil declined. Indonesia’s Jakarta Composite index (JCI) slid 1.5 percent as the nation’s domestic vehicle sales slowed in August.
The Shanghai Composite Index jumped 2.7 percent after the Conference Board said its leading indicator index rose in July. The Czech PX Index rose 2.2 percent, led by power utility CEZ AS after newspaper Lidove Noviny reported domestic energy companies will get some carbon-dioxide permits for free until 2020.
Oil slid 0.6 percent to $86.37 a barrel in New York. Gold advanced for a second day, rising 0.3 percent to $1,808.22 an ounce.

Memilih tempat menabur

Memilih Tempat Menabur (3)
MONDAY, 20 JUNE 2011
Total View : 1403 times

Menabur Dalam Iman dan Keyakinan

Langkah hidup orang Kristen adalah langkah iman, melangkah bahkan ketika kita tak yakin kita punya semua yang diperlukan untuk merampungkan pekerjaan. Semuanya terkait dengan iman bahkan menabur pun dilakukan dalam iman. Petani menabur karena ia melihat panen yang akan tiba di hari depan. Dia tak tahu bagaimana panen yang akan tiba di hari depan. Dia tak tahu bagaimana benih itu bertumbuh, yang ia tahu benih itu pasti bertumbuh. Tugasnya hanyalah mengolah tanah dan menanam benihnya di sana.

Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba. (Markus 4:26-29)

Saat memberi, kita mesti memberi dengan iman sambil membayangkan hasil panennya. Jika mengibaratkan iman adalah visi, memberi dengan iman akan memampukan kita memiliki visi dari hasil menabur itu. Visi itu adalah harapan dan kita akan menabur dengan penuh pengharapan. Panen yang kita lihat adalah orang-orang yang datang kepada Kerajaan Allah. Kita harus memiliki cara pandang Yesus dalam melihat jiwa-jiwa, saat menabur untuk pekerjaan Tuhan, dan bukan memberi hanya karena kebiasaan saja.

Kita mungkin sedang memberi untuk mengelabui atau membuat orang lain terkesan, tetapi Allah tak akan menanggapi dan melipatgandakan benih yang ditabur untuk tujuan kedagingan seperti itu. Allah akan melipatgandakan apa yang ditabur dalam kasih, ketaatan, dan keyakinan.

Menabur untuk kehidupan menuntut keyakinan yang radikal bahwa Allah sedang bekerja dan akan memenuhi apa yang kita butuhkan tepat ketika kita membutuhkannya. Sebagai contoh, jika kita memiliki hasrat untuk melakukan pekerjaan misi tetapi sedang tak cukup dana untuk melakukannya, kita sebaiknya menabur kepada mereka yang sedang melakukannya. Jika saatnya sudah tepat bagi kita untuk berangkat, kita bisa yakin bahwa seseorang akan menyediakan uang yang kita butuhkan.

Langkah menabur kembali kepada Allah dalam keyakinan menyatakan bahwa kita telah menerima dengan baik semua yang kita yakini. Kita berserah kepada Allah dengan apa yang sebelumnya telah Ia berikan dalam keyakinan kita. Kita harus setia mengurus apa yang Allah berikan kepada kita. Apapun yang kita miliki, datang dari Allah dan kembali kepadaNya. Itulah yang telah dilakukan oleh Bapa.

Yesus tahu, bahwa BapaNya telah menyerahkan segala sesuatu kepadaNya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. (Yohannes 13:3)

Bapa surgawi telah menabur kasih dan kemurahanNya ke dalam dunia. Ia menabur benih, anakNya yang tunggal, untuk menuai panen (gerejaNya, yaitu Anda dan saya). Ia menabur Benih yang harus mati untuk mendatangkan kehidupan dan hasil panen.

Benih kudus ini menghasilkan panen yang terus menerus berlipat ganda hingga keabadian. Kita punya sebuah pola dan contoh untuk diteladani. Bapa menabur sebuah Benih untuk kehidupan, kehidupanNya sendiri.

Alkitab mengatakan bahwa pada suatu hari segenap bumi akan dipenuhi kemuliaan Tuhan oleh para orang sucinya (Anda dan saya) yang karenanya Ia menabur Benih kepunyaanNya untuk panen besar itu.

Begitu juga dengan kita. Jika panen yang kita dapat belum memenuhi harapan, kita harus menabur lebih banyak benih untuk mencapai hasil akhir yang kita cari.

Mitra CBN, tetaplah menabur benih bagi pekerjaan Tuhan!

Pameran Kontroversial : Yesus Berkuping Mickey Mouse

Di Filipina ada sebuah pameran yang kontroversial sehingga terpaksa harus dibubarkan. Pameran ini telah dihentikan setelah presiden Filipina turun tangan langsung. Pasalnya, pameran seni ini menampilkan salib dengan menempelkan model penis. Tentu saja hal ini membuat umat Katolik marah. Apalagi Filipina memang bermayoritas penduduk Katolik.

Presiden Benigno Aquino sendiri mengatakan bahwa acara yang dimulai pada bulan Juni lalu ini merupakan hal yang menghina. Bahkan sehari sebelumnya, mantan ibu negara Imelda Marcos juga melayangkan protesnya terhadap penyelenggaraan acara. Seperti dilansir BBC, Rabu (10/8), acara yang bertema Politheisme ini, bahkan juga memajang patung Yesus dengan telinga Mickey Mouse. Terdapat juga sebuah dinding dengan gambar Yesus Kristus dan Bunda Maria disandingkan dengan Patung Liberty dan Presiden Barack Obama.

Menurut penyelenggara acara, tujuannya dalam menyelenggarakan pameran ini adalah untuk menunjukkan bahwa semua itu hanyalah ikon penyembahan. “Ini berbicara mengenai objek yang kita sembah, bagaimana kita menciptakan tuhan-tuhan dan idola ini, hingga pada akhirnya kita diciptakan oleh tuhan-tuhan dan idola ini,” ujarnya. Cruz memang mengatakannya sendiri bahwa dia mencoba memancing reaksi, namun tidak menyangka bahwa reaksi yang didapatkan ternyata sangat keras. Dia bahkan mendapatkan surat ancaman kematian dan beberapa karyanya dirusak.

Tidak ada satu orangpun yang suka jika Tuhannya seolah-olah dijadikan olokan. Hal ini tentu akan mendatangkan kemarahan. Namun, yang harus benar-benar kita perhatikan adalah jangan sampai simbol itu memiliki arti yang lebih penting dari yang seharusnya. Simbol bagaimanapun juga hanyalah sebuah simbol keagamaan.

-
Editorial Jawaban.com – Suara dari Tragedi Rawagede

64 tahun yang lalu tepatnya pada 9 Desember 1947 sebuah peristiwa yang tidak akan pernah dilupakan terjadi di Kampung Rawagede Karawang ketika serdadu Divisi 7 Desember kerajaan Belanda mengeksekusi 431 penduduk yang tidak mau bekerjasama memberitahu keberadaan tentara Indonesia.

Peristiwa yang dinamai dengan Tragedi Rawagede ini membawa pilu dan kesedihan berkepanjangan untuk para keluarga korban selama berpuluh tahun. Pada kurun waktu itu juga tidak ada perhatian yang memadai dari pemerintah Indonesia untuk keluarga korban. Hingga atas nama keadilan pulalah yang membuat beberapa janda yang suaminya ikut terbunuh pada peristiwa itu, berjuang bersama beberapa LSM HAM terkait untuk mendapatkan keadilan yang mereka cari sebagai peretas penyelesaian tragedi yang telah terkubur puluhan tahun lamanya.

Perjuangan yang dibawa hingga ke pengadilan tinggi Belanda, akhirnya membuahkan hasil yang diharapkan. Pada 14 September 2011, Pengadilan Den Haag Belanda menyatakan, Kerajaan Belanda bertanggung jawab atas eksekusi mati tersebut berikut kompensasi yang harus dipenuhi untuk para keluarga korban. Beberapa catatan penting pun terungkap ke permukaan pada proses pencarian keadilan ini.

Pertama, tidak ada langkah dan usaha dari pemerintah untuk setidaknya ikut membantu dan menjembatani pengungkapan kasus ini. Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha pun hanya mengatakan, pemerintah hanya menunggu sikap pemerintah Belanda dan mengikuti sekaligus menghormati tiap putusan yang dikeluarkan.

Kedua, Pengurus Yayasan Rawagede Sukarman menuturkan bahwa Pemerintah Belanda sempat mengklaim pernah memberikan hibah kepada para janda dan ahli waris korban peristiwa Rawagede sekitar 8.500 Euro yang setara lebih dari Rp10 miliar pada 2009 melalui pemerintah Indonesia. Namun hibah dari Pemerintah Belanda itu tidak pernah diperoleh. Lagi-lagi tidak ada penjelasan resmi dari pemerintah Indonesia terkait hal ini.

Ketiga, setiap kasus pelanggaran HAM yang terjadi dan dialami oleh masyarakat di negeri ini selalu menguap dan hilang dengan sendirinya tanpa pengungkapan yang tuntas dari pemerintah. Jikapun ada maka hanya seremonial peringatan semata tanpa adanya penelusuran sejarah lebih detail untuk mengungkap dan meluruskan masalah.

Berkaca pada putusan pengadilan Belanda ini sudah seharusnya para punggawa hukum di Indonesia termasuk pemerintah belajar bahwa, keadilan adalah diatas segalanya tanpa memihak pihak manapun. Pengadilan Belanda berani mengatakan dan membuktikan bahwa pemerintahnya sendiri bersalah dan harus bertanggungjawab. Terakhir, masih banyak deretan pengungkapan kasus pelanggaran HAM yang antri untuk diselesaikan dan ditelusuri, bukan hanya untuk dicatat dan diketahui.

-
EF English Proficiency Index berhasil menemukan beberapa kunci yang menarik selama data uji unik (metodologi khusus) pada lebih dari dua juta orang di 44 negara yang menggunakan tes gratis secara online selama kurun waktu tiga tahun yakni 2007-2009. Salah satunya adalah kemampuan berbahasa Inggris di Asia adalah rendah.

India sekarang tidak lebih cakap berbahasa Inggris dibanding Cina walaupun punya warisan sebagai kolonial Inggris dan reputasi sebagai negara berbahasa Inggris. Tentu sulit mengestimasi jumlah pasti pengguna bahasa Inggris di dua negara itu meski survey menunjukkan jumlah yang hampir sama. Cina diperkirakan melampaui India di beberapa tahun mendatang.

Temuan lainnya yakni Spanyol dan Italia tertinggal jauh dari negara Eropa Barat lainnya. Eropa Utara adalah pengguna bahasa Inggris tertinggi di dunia tentu bukan gambaran utama. Sekarang 90 persen siswa di Eropa wajib belajar bahasa Inggris di sekolah. Ditambah perusahaan dan pabrik di Eropa mengharuskan pekerjanya menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar.

Yang mengejutkan lagi adalah bahasa Spanyol mengalahkan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di Amerika Latin. Amerika Latin menjadi daerah terbawah dengan kemampuan berbahasa Inggris yang hampir tidak melampaui batas akhir kemahiran tes. Ini dapat menunjukkan berbahasa Spanyol lebih penting di karena digunakan untuk bisnis internasional, diplomasi dan perjalanan.

Terakhir, negara dengan kemampuan berbahasa Inggris baik mempunyai pendapatan per kapita tinggi. EF EPI menunjukkan hubungan antara kemampuan berbahasa Inggris dengan penghasilan tinggi. Kasus sebab dan akibat. Negara berpenghasilan tinggi punya tendensi berinvestasi lebih di bidang pendidikan termasuk bahasa Inggris, bahasa pengantar utama di ekonomi global.(JUM)

Bandung (ANTARA News) – 176 anak di Jawa Barat terinfeksi HIV/AIDS karena tertular dari sang ibu. Angka tersebut berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Barat.

“Itu belum diakumulasikan, jadi kemungkinan ada peningkatan jumlah dan data terbaru karena data itu masih terhitung Juni 2011,” kata Sekretaris Harian Komisi Penaggulangan AIDS Jawa Barat, Ari Lesmana, di Bandung, Senin.

55 di antaranya merupakan penderita yang terdapat di Kota Bandung, 49 lainnya merupakan anak terinfeksi HIV yang tersebar di empat kota dan kabupaten di Jawa Barat, yaitu Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, kota Tasikmalaya, dan kabupaten Tasikmalaya.

Ari menuturkan, 55 anak yang terinfeksi HIV di kota Bandung tersebut termasuk yang mendapatkan pelayanan dan kemudahan yang disediakan KPA. Sedangkan sisanya bisa dikatakan masih belum tersentuh.

“Anak yang terinfeksi HIV/AIDS rata-rata hanya sanggup bertahan selama 5 tahun. Namun, saat ini ada usia anak terinfeksi HIV yang paling lama sanggup bertahan, yaitu hingga 15 tahun,” ujar Ari.

Kematian dua warga Desa Saringkulit, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, yang diduga akibat keracunan susu cair akhirnya terkuak. Dua dari tiga warga yang keracunan tersebut ternyata bukan meminum susu, melainkan racun rumput yang jika diseduh warnanya sama seperti susu.

Dua warga yang tewas masing-masing Sri boru Barus (35), Satrio (7). Sementara satu korban lagi, Rizki (7) berhasil diselamatkan dan saat ini menjalani perawatan intensif di RSUP Adam Malik Medan.

Salah seorang warga desa, Segel Keliat, mengatakan, warga mengetahui para korban ternyata meminum racun setelah memeriksa sisa minuman yang ada di botol mineral tempat racun diseduh. Selain itu, juga dari sampah bungkus racun sachetan yang ada di rumah korban Sri.

“Racun rumput ini memang kalau dikasih air warnanya putih kayak susu,” kata Segel saat dihubungi okezone, Senin (19/9/2011)

Segel mengisahkan, saat itu Sri sedang sendirian di rumahnya. Karena tidak bisa membaca, Sri yang juga mengalami gangguan jiwa ini, menyedu racun rumput sachetan, yang dikiranya susu.

“Padahal biasanya kalau mau minum susu, dia beli dulu susu sachetan di kedai,” ujar Segel.

Mirisnya, tidak hanya Sri yang meminum racun tersebut. Dua bocah yang saat itu bersama dirinya usai bergotong-royong membersihkan jalan, juga ikut serta meminumnya. Dua bocah ini juga mengira kalau minuman tersebut adalah susu.

Akibatnya, ketiga korban kejang-kejang. Sri dan Satrio meninggal, sementara Rizki berhasil diselamatkan karena hanya meminum sedikit.

-

Pejabat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali mengatakan bahwa setiap tahunnya sekitar 300 bayi di Pulau Dewata tertular virus HIV dan dibutuhkan peran masyarakat untuk mencegah serta menanggulangi penyakit itu.

Hal itu disampaikan Koordinator Pokja Humas Informasi Pencegahan & Advokasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali, Prof Mangku Karmaya, disela kegiatan sosialisasi yang bertajuk “Bankers Go Surf, Stop AIDS!” pada Minggu.

“Namun angka yang cukup besar itu dapat ditekan, jika seluruh kalangan masyarakat mau bergerak untuk mencegah penularan kepada generasi penerus,” katanya.

Dia menjelaskan, cara mencegah dapat dilakukan dengan menggalakkan program prevention mother to child transmission (PMTCT) di kalangan ibu hamil.

Program itu bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada para ibu hamil yang memiliki pasangan dengan gaya hidup beresiko, maka disarankan untuk melakukan “voluntary counseling and testing” (VCT).

Mengenai pemeriksaan VCT, ucap Karmaya, dapat dilakukan di seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang ada di kabupaten/kota se-Bali. Pemeriksaan tersebut semuanya tanpa dikenai biaya.

“Apabila hasil tes tersebut positif, maka akan segera dilakukan pencegahan terhadap bayi dengan secara rutin mengkonsumsi obat antiretrovirus (ARV) supaya nantinya bayi tidak tertular,” ujarnya.

Selain itu, ucap Karmaya, dalam proses persalinan, sang ibu diwajibkan menjalani proses kelahiran dengan cara operasi caesar.

Menurut Karmaya, apabila program PMTCT itu dapat berjalan dengan baik maka dipercaya akan menekan angka penularan HIV kepada bayi.

“Jika program tersebut berjalan dengan baik maka diperkirakan dalam setahun hanya 14 bayi saja yang tertular,” katanya.

Oleh karena itu, tambah Karmaya, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi mengenai program pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayi ke seluruh kawasan Pulau Dewata.

EF English First, lembaga pendidikan terkemuka dunia mengumumkan laporan komprehensif pertama tentang indeks kemampuan berbahasa Inggris di 44 negara dimana bahasa Inggris bukan bahasa yang digunakan. Hasil EF English Proficiency Index menempatkan Indonesia di peringkat 34 dari 44 negara.

Indeks menggunakan data uji unik (metodologi khusus) pada lebih dari dua juta orang di 44 negara yang menggunakan tes gratis secara online selama 2007-2009. Dengan nilai ekonomis yang dihabiskan untuk belajar bahasa Inggris pada sektor swasta, kemampuan bahasa Inggris negara Asia di bawah perkiraan.

Selanjutnya, walaupun negara Eropa performanya lebih baik, Spanyol dan Italia tertinggal dari Eropa Barat lainnya. EF English Proficiency Index juga menunjukkan korelasi antara kemampuan berbahasa Inggris dengan pendapatan nasional per orang di negara itu. Korelasi terlihat antara tingginya tingkat pendidikan dan kemapanan bidang ekspor negara bersangkutan.

“Di era kompetisi dan ekonomi global, kemampuan berbahasa Inggris adalah mutlak diperlukan untuk bekerja,” kata Bill Fisher, Presiden divisi online EF Englishtown. Lebih lanjut katanya, “bagi negara berkembang untuk bisa berkompetisi di industri global dan memanfaatkan tren bisnis outsourcing, kemampuan berbahasa Inggris merupakan prioritas utama bagi masyarakatnya”.

Laporan perdana EF EPI di 44 negara memberikan ilustrasi perbedaan kemampuan berbahasa Inggris terkini. Perbandingan negara dengan tetangga, bisnis asosiasi dan sekutunya menunjukkan hasil studi berbeda tentang prioritas nasional dan kebijakan sistem pendidikan di Eropa, Asia, dan Amerika Latin.(JUM

-

Fernando Torres mencetak satu gol dan secara keseluruhan tampil oke di Old Trafford. Namun kegagalan dia menjebol gawang Manchester United yang sudah kosong jadi kisah baru El Nino.

Fernando Torres dipasang sebagai starter oleh pelatih Andre Villas-Boas saat Chelsea mendatangkan Old Trafford, Minggu (18/9/2011) malam. Dia jadi salah satu dari tiga pemain depan selain Daniel Sturridge dan Juan Mata.

Dia antara nama-nama tersebut, Torres sesungguhnya layak dianggap yang terbaik, bahkan jika dibandingkan dengan seluruh pemain The Blues yang dimainkan. Bukan semata karena golnya, tapi kontribusi besar yang dia berikat buat seluruh timnya.

Torres musim ini memang sudah jauh lebih rajin, lebih bersemangat dan mengurangi keindividualannya di muka gawang. Hal mana kembali dia buktikan malam tadi.

El Nino melepas umpan mendatar di dalam kotak penalti, yang sayangnya gagal diceploskan ke gawang oleh Ramires meski saat itu dia punya kesempatan sangat besar mencetak gol. Sementara di kesempatan lain, eks Atletico Madrid dan Liverpool itu menunjukkan aksi individu yang mengancam gawang David De Gea.

Namun yang paling akan diingat dalam pertandingan tersebut adalah kegagalan Torres menjebol gawang MU saat dia tinggal menghadapi gawang yang kosong, benar-benar kosong dan tak satupun ada penghalang antara dia dan gol keduanya.

Momen tersebut terjadi di menit 83. Torres ketika itu lolos dari jebakan offside saat menerima umpan terobosan. Dengan mudah dia memperdaya De Gea untuk punya peluang mengubah kedudukan menjadi 3-2.

Tingga beberapa langkah saja jarak Torres dengan garis gawang, yang sudah tanpa penghuni tentunya. Sementara fans ‘Setan Merah’ saat itu seperti sudah rela gawangnya akan kebobolan untuk kali kedua. Torres melepaskan tembakan…. dan meleset.

Dalam tayangan televisi terlihat beberapa fans MU tertawa dan bertepuk tangan melihat hal tersebut. Sebuah kondisi yang disebut Villas-Boas jamak terjadi di sepakbola, sebagaimana Wayne Ronney gagal mengeksekusi penalti lantaran terpeleset di pertandingan yang sama.

“Anda harus bersikap fair. Kita telah melihat dua striker terbaik dunia membuang mensia-siakan peluang yang sangat baik. Fernando dengan kegagalannya dan Wayne Rooney dengan penaltinya. Tak ada yang dramatis, tapi kadang itu bisa menjadi sesuatu,” ungkap Villas-Boas di BBC.

“Saya pikir semua pemain telah tampil fantastis dengan usaha yang mereka lakukan untuk bereaksi terhadap apa yang terjadi (setelah tertinggal 3-0),” tukas pria asal Portugal itu.

Terlepas dari kegagalan mengerikan tersebut, Torres menyudahi penantian mencetak gol. Gol malam tadi merupakan yang pertama dia buat musim ini, atau yang kedua sejak dia didatangkan dari Liverpool di musim dingin lalu.

Pertandingan Manchester United kontra Chelsea berlangsung seru dengan kedua tim gantian melancarkan serangan. Laga yang berkesudahan dengan skor 3-1 itu disebut Sir Alex Ferguson mirip pertandingan bola basket.

MU memetik kemenangan 3-1 atas Chelsea dalam lanjutan Liga Inggris pekan kelima. Meski unggul lebih dulu 3-0, The Red Devils dapat perlawana sengit dari tamunya terutama di babak kedua.

Statistik pertandinga menunjukkan kalau The Blues bahkan lebih unggul dalam hal membuat peluang. John Terry cs melepskan 20 tembakan, sementara kubu tuan rumah membuat 12 tembakan. Kondisi yang disebut Fergie seperti pertandingan basket.

“Sulit untuk menganalisa karena ada banyak sekali kesalahan. Itu membuat pertandingan berjalan menarik. Seperti pertandingan basket – mereka menyerang dan Anda menyerang. Sangat terbuka buat mereka,” sahut Fergie dalam wawancaranya dengan Skysport.

Diakui Fergie Chelsea tampil bagus dalam laga di Old Trafford tersebut. Anak didik Andre Villas-Boas sayangnya membuang beberapa peluang matang yang dimiliki baik di babak pertama maupun kedua.

“Mereka bisa saja mencetak tiga atau empat di babak pertama, namun kami menampilkan sepakbola yang hebat saat itu,” tuntas Fergie.

Punya lebih banyak peluang namun akhirnya Chelsea harus kalah dari Manchester United. Plus apa yang terjadi saat pertandingan, Andre Villas-Boas menyebut laga ini “gila”.

Bertandang di Old Trafford, Minggu (18/9/2011) malam WIB, Chelsea sudah tampil menyerang sejak awal.

Tapi sayangnya mereka kebobolan lebih dulu dari gol Chris Smalling di menit 7. Sesudahnya Chelsea masih menguasai jalannya laga tapi lagi-lagi ketidaktenangan di depan gawang membuat gol urung tercipta.

Sebaliknya MU yang bermain lebih efektif malah bisa mencetak dua gol tambahan lewat Luis Nani dan Wayne Rooney.

Masuk di babak kedua gol Fernando Torres memperkecil ketertinggalan. Chelsea nyaris kebobolan lagi andaikan Rooney sukses mengeksekusi penalti di pertengahan babak kedua.

Lagi-lagi peluang emas dibuang tim tamu saat Torres yang tinggal berhadapan dengan gawang kosong di menit ke-83 malah mengarahkan bola ke samping gawang.

Soccernet mencatat The Blues membuat 22 shot dengan delapan on goal. Sementara The Red Devils cuma punya 14 shot dengan enam on goal.

“Ini pertandingan yang gila. Skor akhir tidak menunjukkan apa yang terjadi di pertandingan. Kami punya banyak peluang yang sangat bagus namun kami membuang-buang peluang,” sesal Villas-Boas usai laga seperti dilansir BBC.

Ada kekecewaan besar dirasakan Sir Alex Ferguson menyusul kemenangan 3-1 Manchester United atas Chelsea. Manajer asal Skotlandia itu mengecam dengan keras tekel Ashley Cole pada Javier Hernandez.

Hernandez gagal bermain hingga laga MU vs Chelsea benar-benar tuntas. Dia ditarik keluar di menit 79 dan digantikan Demitar Berbatov setelah mendapat cedera di kaki kanannya.

Cedera tersebut didapat Hernandez akibat tekel keras yang dilancarkan Ashley Cole. Peristiwanya terjadi saat dia melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti dan Cole datang melakukan tekel sambil menjatuhkan diri berniat memblok.

Wasit kemudian memberi kartu kuning pada Cole. Namun itu tak memuaskan Fergie yang merasa aksi wing back timnas Inggris itu membahayakan kondisi pemainnya.

“Saya tidak tahu apa yang akan kami lakukan. Buat saya tekel itu mengejutkan, benar-benar tekel yang mengejutkan,” sahut Fergie di Skysport.

Hingga kini Fergie belum mengetahui secara pasti kondisi Chicharito. Apakah striker itu akan absen atau bisa langsung bermain di laga berikutnya Fergie juga tak bisa memastikan.

Dari kejadian tersebut Fergie juga mengkritik keputusan wasit yang tidak memberi timnya hadiah penalti menyusul kejadian tersebut. Padahal Cole dapat kartu kuning akibat aksinya itu.

“Wasit sudah mengkartu dia, tapi jika dia dikartu kuning saya tidak tahu kenapa itu tak berujung penalti. Saya harus bertanya padanya.”

“Kami akan menunggu hingga pagi. Saat ini kakinya mati rasa dan dia tak merasakan apapun. Jadi dia bisa absen beberapa pekan mungkin,” tuntas Fergie

Real Madrid menyerah kalah di kandang Levante. Menurut entrenador Madrid Jose Mourinho, hasil itu adalah cerminan dari sepakbola “kotor” yang dimainkan tuan rumah.

El Real pulang dari Ciutat de Valencia, Senin (19/9/2011) dinihari WIB, dengan kekalahan 0-1 atas tuan rumah. Madrid juga harus menuntaskan laga minus satu pemain menyusul kartu kuning kedua yang diterima Sami Khedira pada menit 40.

“Aku hanya perlu memberi selamat kepada mereka (Levante) yang cerdas karena mereka tahu bagaimana cara memprovokasi, mereka tahu bagaimana cara berpura-pura, mereka tahu bagaimana cara mengulur waktu, mereka tahu bagaimana cara menahan-nahan bola, mereka tahu ini adalah bagian dari sepakbola,” ujar Mourinho di AFP.

“Dan di sini aku setuju kalau pemain kami sama sekali tidak nyaman dalam permainan seperti itu. Kami punya para pemain yang sangat pandai tampil di level besar, dan mereka datang ke mari dan tidak bisa beradaptasi dengan situasi,” lanjutnya.

Dalam pertandingan itu sendiri, Madrid sebenarnya cukup mendominasi permainan. Terbukti dengan penguasaan bola Madrid yang dicatat Soccernet mencapai 70%. Madrid juga membuat 14 tembakan, sedangkan Levante 11. Namun, Mourinho menilai strategi negatif Levante terbukti lebih jitu.

“Aku tidak mau menggunakan kata-kata ini, aku tidak tahu apa kata-kata ini kasar, jika demikian itu bukanlah niatku, tapi aku tidak bisa menemukan kata-kata lain–inilah sisi kotor dari sepakbola, Anda tahu: berpura-pura, provokasi, mengulur waktu, menahan-nahan bola,” sindir Mourinho.

Selain menyindir lawan, pria Portugal tersebut sebelumnya juga tidak segan menyalahkan Khedira yang dinilainya sudah termakan provokasi lawan. Tapi selain itu Mourinho juga menilai kalau wasit pun pegang andil dalam kekalahan Madrid.

“Tapi seperti yang saya katakan, wasit juga memiliki kesalahan karena sebuah hukuman seperti kartu merah adalah hal besar, di dalam sebuah permainan yang berimbang pun itu hal besar, dan kesalahan dilakukan kami, diriku sendiri dan juga para pemain yang ada di lapangan,” paparnya.

Belanja musim panas Manchester City rupanya belum memuaskan Roberto Mancini. Buktinya si manajer City mengaku masih kekurangan pemain.

Laju menawan City di awal musim ini akhirnya teredam di Craven Cottage, Minggu (18/9/2011) malam WIB. Dijamu Fulham, The Citizens hanya bisa bermain seri.

City unggul lebih dulu lewat sepasang gol Sergio Aguero, yang diboyong musim panas ini, dan sepertinya akan memperpanjang rekor kemenangan 100% di awal musim Liga Primer.

Akan tetapi, dua gol City di paruh pertama itu bisa dibalas Fulham lewat gol Bobby Zamora dan Danny Murphy di babak kedua. Skor akhir 2-2.

Mancini jelas kecewa atas hasil imbang tersebut. Usai pertandingan, si Italiano lantas mengeluhkan kalau City masih kekurangan pemain.

“Saya hanya bisa mengganti para full-back dan penyerang. Saya cuma punya dua pemain tengah karena James Milner dan Nigel de Jong cedera,” keluhnya di Mirror.

“Saat ini kami kekurangan pemain,” simpul Mancini.

Selama tiga musim terakhir, City disebut-sebut sudah menghabiskan lebih dari 300 juta poundsterling, sekitar Rp 4,1 triliun, untuk belanja pemain.

Musim panas ini saja setidaknya ada lima pemain bernama besar yang sudah diboyong City, dengan nama Aguero dan Samir Nasri yang berturut-turut konon dibeli dengan harga 35 juta poundsterling dan 25 juta poundsterling, termasuk di antaranya.

Akan tetapi, melihat komentar Mancini tersebut, City niscaya akan kembali aktif berbelanja di bursa transfer musim dingin nanti.

Kekalahan Real Madrid atas Levante masih menyisakan rasa getir di kubu El Real. Levante pun disebut beruntung sedangkan Madrid dirugikan wasit.

Melawat ke markas Levante di Ciutat de Valencia, Senin (19/9/2011) dinihari WIB, Madrid pulang dengan kekalahan 0-1 setelah bermain minus satu pemain sejak akhir babak pertama.

Kartu merah itu sendiri diberikan wasit Javier Turienzo Álvarez kepada Sami Khedira pada menit 40, setelah kartu kuning pertama diacungkan di menit ke-25.

“Kartu merah itu mempengaruhi hasil. Permainan Levante membaik dan mereka bikin kami menderita. Kami harus lebih kompak lagi untuk menghindari hal seperti itu,” ujar Ricardo Carvalho di situs Madrid.

“Kami punya sedemikian banyak peluang bikin gol dan kami bermain bagus sampai dengan adanya kartu merah itu. Mereka kemudian beruntung dan bikin gol,” sesal bek Madrid tersebut.

Rekan Carvalho, Pepe, turut menyoroti keputusan-keputusan wasit di dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, pengadil lapangan saat itu cenderung berat sebelah.

“Wasit memainkan peranan penting. Ia menghukum kami dengan pelanggaran-pelanggaran yang tidak kami lakukan.”

“Wasit-wasit harus melakukan pekerjaannya dan mereka tidak melakukan itu malam ini. Sebelum kartu merah Khedira, ada pelanggaran terhadap (Angel) Di Maria yang tidak diberikan oleh hakim garis. Wasit harus adil kepada kedua kubu,” sergah Pepe.

ntastis Manchester United. Menyusul kemenangan atas Chelsea, The Red Devils menjalani start terbaiknya sejak musim 1985.

Kemenangan 3-1 MU atas Chelsea membuat The Red Devils meraih hasil 100% kemenangan dari lima pertandingan. Cuma ‘Setan Merah’ yang punya catatan sebagus itu, setelah Manchester City diimbangi Fulham 2-2, yang membuat mereka duduk sendiri di puncak klasemen.

Rentetan kemenangan yang didapat MU disebut Fergie mengejutkan dirinya. Apalagi Wayne Rooney cs tampil luar biasa dalam laga-laga tersebut dengan di antaranya menghancurkan Arsenal 8-2 dan mengungguli Tottenham Hotspur 3-0.

Total ada 21 gol dibuat pemain-pemain MU dalam lima pertandingan tersebut. Sementara gawang mereka cuma kemasukan empat kali.

“Tak pernah sebelumnya saya memiliki tim yang mengawali musim dengan performa luar biasa seperti ini dan banyak mencetak gol dengan banyak. Ini sebuah capaian baru buat saya — dan bisa mengatakan hal ini saat saya berada di tahap karir seperti sekarang ini, itu sungguh berarti,” sahut Fergie di TheSun.

Lima kemenangan di lima laga pertama merupakan start terbaik MU sejak tahun 1985. Ketika itu MU belum dibesut Alex Ferguson, yang baru datang setahun kemudian.

“Saya antusias dan kenapa tidak? Karena kami telah mencapai sesuatu yang spesial. Tentu saja, Anda tidak bisa berpikir ini akan bertahan terus menerus. Setelah seumur hidup menekuni permainan ini, sepakbola mengajari saya sering sekali ada peluang Anda tergelincir.”

“Kami mungkin akan kesulitan menpertahankan keberhasilan mencetak banyak gol di sepanjang Premier League musim ini. Tapi saya yakin kami akan bisa mengatasi lawan-lawan kami dan menjadi penantang serius titel juara lagi,” tuntas Fergie.

Duel Manchester City kontra Birmingham bisa menjadi ajang debut Owen Hargreaves. Meski masih menanti konfirmasi, Roberto Mancini mengaku sudah memplot Hargreaves untuk tampil.

Tengah pekan ini City akan menjamu Birmingham dalam ajang babak ketiga Piala Liga Inggris. Untuk laga tersebut, Mancini siap melakukan rotasi pemain, salah satunya dengan menurunkan Hargraves.

Mantan pemain Bayern Munich dan Manchester United itu nyaris sudah tidak memainkan partai kompetitif secara penuh dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Tetapi performa Hargreaves dalam sesi latihan sepertinya sudah cukup membuat Mancini menaruh kepercayaan untuknya.

“Saya harus bicara dengan Owen dan pada hari Selasa kami akan menentukan apa ia akan bermain, tapi kemungkinan besar ia bakal bermain,” jelas Mancini di ESPN Soccernet.

“Ia sudah berlatih secara penuh tapi ia belum 100%. Mungkin ia bisa bermain selama 30 atau 45 menit,” lanjutnya menganalisis si pemain yang diboyong City secara gratis pada musim panas ini.

Selain Hargreaves, Mancini juga sudah menyiapkan pemain-pemain pelapis lainnya untuk tampil. Pasalnya, ia butuh mengistirahatkan sejumlah pemain kuncinya, menyusul laga kontra Fulham yang berakhir 2-2 di Liga Primer akhir pekan lalu.

“Saya akan mengubah total tim karena saya mesti memberikan istirahat untuk lima atau pemain. Kami ingin terus maju di kompetisi ini tapi kami juga harus melakukan perubahan,” terangnya.

Besar kemungkinan Mancini akan mengandalkan Carlos Tevez di lini depan sedangkan Kolo Toure, yang sudah kembali pasca hukuman enam bulan, juga akan diturunkan demi memberinya waktu bermain.

Wise When You Speak

Posted: 18 Sep 2011 07:59 PM PDT
Amsal 10:19
Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.

Firman Tuhan ini selalu mengingatkan saya untuk bijak dalam berbicara. Beberapa kali saya menyesal telah mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak perlu dikatakan pada saat-saat tertentu. Beda kepentingan, beda status sosial, beda keyakinan, beda pendidikan dan beda pola pikir dapat menimbulkan salah paham.

Saya belajar banyak dari cara Yesus berbicara. Ia kadangkala menolak untuk mengungkapkan kebenaran tentang diri-Nya sendiri, bahkan di saat yang kelihatannya bagi kita merupakan ‘kesempatan untuk bersaksi’. Dia tidak selalu mengatakan siapa diriNya. Dia menyuruh beberapa orang yang disembuhkanNya untuk tidak menyebarkan mujizat yang terjadi. Ia tahu waktu yang tepat kapan Ia harus menutup dan membuka mulutNya. Ia tidak perlu menyesal untuk apa yang telah Ia katakan, karena sepanjang waktu Ia bijak dalam menggunakan mulut-Nya.

Sebagai manusia, seringkali kita tidak bijak dalam berkata-kata. Tapi hal tersebut bisa didapat dalam doa dan praktik sehari-hari. Minta kebijakan untuk berdiam diri ketika hal tersebut merupakan hal yang tepat untuk dilakukan. Minta untuk diingatkan bahwa kita tidak perlu mengatakan segala sesuatu dan hanya ada sedikit hal yang perlu dikatakan. Dan di sisi lain mintalah kata-kata yang tepat ketika harus berbicara.

Berhikmatlah dalam berkata-kata! Membangun atau menjatuhkan itu merupakan pilihan Anda.

Keajaiban Memberi (2)
TUESDAY, 05 APRIL 2011
Total View : 1675 times

Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau

meminjam dari padamu. (Matius 5:42)

Dua, memberi itu memperpanjang umur.

Ingin panjang umur dan awet muda? Rahasianya sangat sederhana, banyak-banyaklah memberi! James House di risetnya menyimpulkan, “Menolong orang lain secara sukarela meningkatkan kebugaran tubuh dan angka harapan hidup.” Barangkali Anda pernah membaca kisah hidup John D. Rockeffeler, seorang filantropi atau dermawan yang sangat terkenal. Sebelumnya Rockefeller adalah seorang yang tidak bahagia, sering sulit tidur, dan dokter memvonis hidupnya tinggal setahun lagi. Rockefeller mencoba menemukan arti hidupnya, lalu dia memutuskan untuk memberikan sebagian besar uangnya untuk amal, kaum papa dan orang-orang miskin. Luar biasa, justru hidupnya berbalik seratus delapan puluh derajat, kesehatannya membaik berlawanan dengan perkiraan dokter, ia bisa hidup sampai umur 98 tahun. Dengan memberi, Rockefeller mendapat “bonus” usia sampai 45 tahun. Tidak perlu heran ketika seseorang merasa hidupnya berarti dan merasa bahagia, maka secara otomatis itu akan berpengaruh pada kesehatan tubuhnya.

Tiga, memberi membuat kita berbahagia.

Elizabeth Dunn telah melakukan riset berkali-kali terhadap orang yang suka memberi. Dari hasil penelitian tersebut, Dunn menyimpulkan bahwa memberi sesuatu kepada orang ternyata mendatangkan kebahagiaan yang luar biasa. Bukankah kita sendiri mengalami hal tersebut di atas? Ketika kita mengulurkan tangan untuk menolong sesama dan berbagi hidup dengan mereka, maka kita merasakan kebahagiaan yang sangat dalam, kita merasakan bahwa hidup jauh lebih berarti ketika kita memberi dan menolong sesama.

Ketika kita menerima pemberian orang lain, pastilah kita merasa senang. Tapi jika ingin rasa senangnya dua kali lipat lebih banyak, kitalah yang harus memberi. Memberi itu ajaib. Sepertinya apa yang kita miliki berkurang, tapi sesungguhnya kebahagiaan kita akan bertambah. Dan tak lama setelah itu pasti ada pelipatgandaan dari apa yang telah kita tabur. Anda percaya?

Memilih Tempat Menabur (1)
MONDAY, 06 JUNE 2011
Total View : 1821 times

Menabur adalah sebuah keputusan antara hidup dan mati. Bila memilih menabur untuk diri sendiri, kita mengikat tangan Tuhan sehingga Ia tak bisa memberkati kita. Tak ubahnya seperti berdiri di tengah ladang dengan benih di genggaman, kita tidak menanamnya, tapi seraya mengharapkan hasil yang lebih banyak. Benih itu tentu tak bisa tumbuh di tangan kita.

Bagian Alkitab ini mengajar prinsip yang lain: Kita akan melayani dimana kita menabur. Bila menabur ke dalam daging, kita akan mengabdikan diri pada kedagingan; bila menabur untuk Tuhan, kita melayani Tuhan. Kita tak bisa melayani keduanya. Yesus berkata, “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon” (Matiu 6:24).

Menabur Pada Hal Kedagingan

Dalam logika sederhana, menabur dalam daging sama dengan menanam semua milik saya untuk memenuhi kebutuhan sesaat tanpa mengindahkan hal-hal yang sifatnya abadi. Dalam kasus ini, pendapatan saya dihabiskan untuk kenyamanan yang sebagaian besar tidak benar-benar saya perlukan. Saya memilih untuk merasa nyaman atau menyenangkan kedagingan dari pada menyimpan dan menginvestasikan benih yang Tuhan telah berikan bagi saya. Dengan begitu, saya mengabaikan Tuhan dan menyenangkan diri sendiri.

Paulus berkata di Galatia 6, “Allah tidak membiarkan diriNya dipermainkan.” Dengan kata lain, kita tak bisa membodohi Tuhan. Kita bisa mengangkat dagu di hadapan Allah seperti anak yang manja dan tak tahu terima kasih. Sama seperti anak muda yang mengambil uang ayahnya, menghabiskannya di bar dan berakhir di kandang babi mencari ampas makanan (baca Lukas 15:11-18). Kita menyombongkan diri pada Bapa surgawi dengan tidak mengakuinya sebagai sumber dari apa yang kita miliki.

Dengan begitu, kita memilih untuk hidup dengan kekuatan sendiri dan melupakan segala berkat yang telah diberikan Allah. Banyak orang bergumul dalam pertempuran hebat untuk mengatasi kesulitan keuangan. Apa pun yang mereka lakukan, mereka tak pernah bisa mengatasinya. Mereka bekerja keras mencari penghasilan yang tak pernah mencukupi. Masalahnya, mereka memakan benih itu sendiri dan bukan menaburnya kembali bagi Tuhan. Bila tidak ada yang ditaburkan, otomatis tak ada yang bisa dipanen.

Ketika kita menabur dalam kedagingan, dalam kebiasaan berkubang dalam dosa, kita hanya akan mendapatkan lebih banyak kedagingan. Hanya ada satu ujung bagi kedagingan-mengalami kerugian dan mati.

Cukup dengan berjalan dari rumah saja, Anda akan bisa melihat benih yang telah ditaburkan. Gaya hidup mereka menunjukkan bahwa mereka menggunakan benih mereka untuk kesenangan sesaat. Bukannya mereka tak mampu menyimpan dan menabur; mereka cuma tak melakukannya. Mereka menabur benih dengan cara yang tak menghasilkan. Lebih banyak lagi benih terbuang sia-sia pada akhir bulan ketika tagihan telepon datang. Karena semua benih telah habis terpakai, akhirnya mereka tidak bisa membayar tagihan, dan seperti orang bodoh berbicara dengan telpon yang tak aktif lagi.

Menyumbang uang untuk kegiatan yang positif atau pada pengkhotbah di televisi atau pada orang miskin juga tak cukup. Yesus tak pernah tergerak oleh kebutuhan, karena Ia hanya menjalankan perintah BapaNya. Benih kita harus ditabur dalam kerajaan Allah melalui gereja lokal.

Kepada orang miskin kita tak memberi benih, tetapi membagi hasil panen (roti). Alkitab berkata agar kita memberikan roti kepada orang miskin (lihat Yesaya 58:7). Roti adalah apa yang kita miliki di rumah kita, benih adalah milik Tuhan. Benih adalah apa yang kita tabur. Anda tidak bisa memberikan perpuluhan kepada orang miskin dan mengharap panen. Anda bisa memberikan roti hasil panen kepada orang miskin dan Tuhan akan melipatgandakannya. Tetapi bila Anda memberikan benih kepada orang miskin, mereka akan memakannya dan tidak ada lagi untuk ditanam.

Taburlah benih pada hal-hal yang bisa berlipat ganda dengan sendirinya. Hanya benih yang ditaburkan yang dapat dibuat bertambah banyak oleh Allah.
-

Menabur yahhh

Mengenai Penyelenggaraan Adikodrati
MONDAY, 19 SEPTEMBER 2011
Total View : 187 times

1 Raja-raja 17:15-16,

“Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman Tuhan yang diucapkanNya dengan perantaraan Elia.”

Penyelenggaraan adikodrati terjadi ketika yang alami tidak cukup. Jika kita tidak melakukannya sendiri, maka iman tidak diperlukan. Tidak perlu percaya kepada Allah. Dan berlaku, jika kita tidak memiliki iman dan tidak membutuhkan Allah, Dia tidak akan memasuki bidang-bidang yang kita simpan untuk kita kendalikan sendiri. Prinsip penyelenggaraan adikodrati adalah bahwa Dia kuat bila manusia tidak.

Filipi 4:9,

“Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus.”

Perhatikan bahwa Kitab Suci tidak mengatakan bahwa perusahaan yang mempekerjakan Anda akan memenuhi kebutuhan Anda. Kitab suci juga tidak berkata, pengusaha bank setempat atau petugas pemberi pinjaman akan memasok kebutuhan Anda. Kitab suci mengatakan bahwa Allah, dan bukan yang lain, akan memenuhi kebutuhan Anda. Allah adalah satu-satunya Sumber Anda! Bukan pekerjaan Anda yang memberi Anda penghasilan. Allahlah yang menyediakan kebutuhan-kebutuhan Anda.

Kisah ini sudah diceritakan kepada banyak generasi, yaitu kisah tentang keluarga Kristen yang mengalami masa-masa sulit. Mereka begitu kekurangannya sehingga mereka bahkan tidak lagi punya makanan. Sang ayah dan ibu berlutut dan berseru kepada Allah, mereka meminta makanan agar anak-anak mereka tidak kelaparan. Seorang laki-laki yang bukan orang Kristen sedang berjalan dekat rumah mereka dan mendengar doa mereka. Bukannya merasa kasihan, ia malah memutuskan untuk mempermainkan mereka.

Ia pergi ke toko bahan makanan dan membeli sekotak besar bahan makanan, menaruhnya di teras rumah mereka, dan membunyikan bel pintu. Ketika orang tua Kristen ini melihat bahan makanan di beranda, mereka dengan sengaja mulai berterima kasih kepada Allah. Lalu si orang yang tidak percaya itu muncul dan berkata,”Mengapa berterima kasih kepada Allah? Aku yang menaruh bahan makanan itu di sana.” Sang ayah Kristen menjawab, “Oh, bukan, Allah yang menjawab doa kami dan memberikan bahan makanan. Tetapi, aku mau berterima kasih padamu karena sudah menjadi pesuruhNya untuk membawakan bahan makanan ini kepada kami!”

Allah adalah sumber Anda satu-satunya, penyelenggara satu-satunya. Lewat Dia dan hanya Dia sajalah segala kebutuhan Anda terpenuhi. Pekerjaan yang merupakan profesi Anda hanyalah terbatas sebagai pekerjaan dan profesi, bukan segalanya. Bila perekonomian mencapai kapasitas terendah keuangan negara. Bila perusahaan jatuh, pekerjaan hilang. Bila sektor industri yang mempekerjakan Anda bangkrut, pekerjaan Anda lenyap bersamanya. Jangan bersandar pada pendidikan Anda, jangan bersandar pada pengalaman Anda, jangan bersandar pada pekerjaan Anda; bersandarlah pada Allah.

Memberi, Bukan Menerima (1)
MONDAY, 05 SEPTEMBER 2011
Total View : 994 times

2 Korintus 8:7,

“Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, — dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami – demikian juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini.”

Apakah mempunyai banyak uang merupakan kunci untuk segalanya? Apakah uang menyebabkan kebahagiaan? Apakah uang memberi Anda jalan keluar dari masalah-masalah dalam hidup ini? Kapan Anda akan berhenti membeli, mengumpulkan, meraup, dan mengambil keuntungan? Kekayaan kita tidak berasal dari apa yang kita akumulasikan dalam hidup, tetapi dari apa yang kita berikan dalam hidup ini.

Beberapa orang terkaya di dunia pada tahun 1923 berkumpul di Edgewater Beach Hotel di Chicago. Kelompok yang terdiri dari tujuh orang memiliki kekayaan yang nilainya melebihi seluruh harta negara Amerika pada zaman mereka. Inilah orang-orang yang besar di bidang keuangan dengan catatan sukses karena telah mencapai kekayaan yang luar biasa.

Tetapi, cerita ini belum selesai. Dalam 25 tahun, presiden perusahaan baja terbesar meninggal dunia tanpa uang sepeser pun. Seorang jutawan yang menjadi spekulator gandum juga jatuh miskin. Yang lain, yang adalah presiden New York Exchange, menghabiskan tahun-tahun di penjara. Yang lain lagi dari kelompok tujuh orang kaya itu, adalah anggota kabinet kepresidenan, dan ia masuk penjara, tetapi diampuni sehingga ia bisa meninggal dunia di rumah dan bukannya di penjara. Yang kelima dari ketujuh orang itu, ia bunuh diri. Yang keenam, yang pernah mengepalai salah satu perusahaan terbesar di dunia, juga bunuh diri. Yang ketujuh, dan yang terakhir dari manusia terkaya di dunia, juga mengakhiri hidupnya sendiri.

Kisah Para Rasul 20:35,

“… harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.”

Lukas 6:38,

“Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

“Ketika tiba saatnya untuk memberi sampai menyakitkan, kebanyakan orang mempunyai ambang batas yang rendah untuk sakit.” – Anonim.

Bunda Teresa adalah perempuan yang mengasihi Allah, ia tidak pernah berhenti memberikan dirinya. Ia berkata, “Jangan khawatir soal jumlah. Tolonglah satu orang pada satu waktu, dan selalu mulailah dengan orang yang paling dekat denganmu.”

Kemurahan Hati

Pemberi yang sejati tidak dimotivasi oleh kompetisi; mereka dimotivasi oleh kemurahan hati. Apakah kemurahan hati itu? Dalam 2 Korintus 8-9, kemurahan hati mengacu pada kemurahan ilahi yang ditunjukkan dalam sikap suka memberi. Itulah kuasa ilahi yang membuat kita mampu berpartisipasi sungguh-sungguh dalam memberi. Tindakan yang dilakukan karena kebaikan hati sebagaimana digunakan dalam kutipan berikut ini berarti suatu tindakan memberi. Kemurahan hati mendatangkan kesenangan dan sukacita. Kemurahan hati adalah orang yang membuat orang siap, cepat, rela dan tidak menunda-nunda dalam memberi dengan bebas. Kemurahan hati mengangkat martabat dan mengangkat orang dalam perbuatan baiknya. Ia menghormati dan menjadi berkat dan menyediakan segala yang dibutuhkan. Kemurahan hati adalah pemrakarsa untuk memberi. Hukum dari Alkitab, perangkat peraturan, ataupun rasa bersalah atau persaingan, itu semua tidak ada yang membuat Anda memberi. Kemurahan hatilah yang menciptakan keinginan untuk memberi, kemurahan hatilah yang membuat kita sanggup memberi dan kemurahan hatilah yang menyebabkan Anda memasuki dunia iman. 2 Korintus 8:6-7 berkata bahwa memberi adalah sesuatu yang harus kita lakukan dengan luar biasa baik dan berlimpah, tetapi harus dimotivasi oleh kemurahan hati.

“Jangan pernah mengukur kebaikan hati dengan apa yang engkau berikan, melainkan dengan apa yang telah engkau tinggalkan” – Fulton Sheen.

Source : Disadur dari: Buku Biblical Principles for Becoming Debt Free! (Frank Damazio&Rich; Brott)

Memberi, Bukan Menerima (2)
MONDAY, 12 SEPTEMBER 2011
Total View : 654 times

Memberi Dengan Sukacita

1 Tawarikh 29:9,

“Bangsa ini bersukacita dengan kerelaan mereka masing-masing, sebab dengan tulus hati mereka memberikan persembahan sukarela mereka kepada Tuhan; juga raja Daud sangat bersukacita.”

Memberi jangan pernah dirasakan sebagai beban. Jangan tidak boleh membuat tertekan. Pemberian kita jangan diberikan dengan perasaan ragu, enggan segan, atau tidak rela. Sesungguhnya, sebagaimana terlihat dalam kutipan ini, memberi haruslah menjadi kesempatan untuk bersukacita dengan luar biasa! Pemberian kita harus diberikan dengan iman; berikan pemberian Anda kepada Allah dengan keyakinan akan firmanNya. Jika kita memberi dengan mengeluh dan tidak rela, maka apakah hal itu akan membuat Allah menunda pemberian berkatNya yang sempurna kepada kita? Saya tidak tahu. Tetapi, saya tahu bahwa Allah sungguh-sungguh mengasihi orang yang memberi dengan gembira dan sepenuh hati.

2 Korintus 9:7,

“Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”

Dalam ayat ini, sangat jelas bahwa memberi (kita tidak bicara tentang mengembalikan sepersepuluh milik Allah kepadaNya) janganlah dengan terpaksa. Jangan ada yang merasa diintimidasi untuk memberi. Jangan ada yang merasa ditekan harus memberi. Memberi jangan dijadikan kewajiban atau dimotivasi oleh rasa bersalah. Memberi harus dilakukan menurut kehendak bebas dan kasih.

Memberi adalah keputusan pribadi untuk memberi berkat kepada orang lain sebagaimana kita diberkati oleh Allah. Kita melakukannya dengan memberikan dukungan pada berbagai pelayanan dalam gereja setempat kita. Ya, memberi bisa dilakukan di tempat-tempat lain, tetapi jagalah agar Anda terlebih dahulu memberi perhatian kepada tempat dimana Anda dibesarkan dari minggu ke minggu. Berilah dengan rela dan gembira.

Pemberian kita jangan disampaikan dengan perasaan ragu, enggan, atau tidak rela.

Bagaimana seharusnya saya memberi untuk karya Allah?

Banyak wadah pelayanan yang menawarkan kesempatan untuk memberi kepada Tuhan dengan bermacam-macam cara. Mulai dari orang miskin, kebutuhan anak-anak, melunasi utang gereja, gereja-gereja yang sedang dibangun, penginjilan yang strategis dan kreatif-seperti pelayanan media CBN atau bermacam jenis pelayanan lainnya.

Kita harus menyadari bahwa masing-masing kita memiliki bagian yang harus dikerjakan. Mungkin kita tidak berada di garis depan ladang pelayanan misi untuk langsung melayani jiwa-jiwa yang ada di pelosok tanah air, namun kita dapat turut memasok bahan bakar untuk mereka yang ada di garis depan. Karena saat kita melakukan bagian tersebut, bagian kita menjadi sama pentingnya seperti mereka yang langsung turun melayani jiwa-jiwa yang belum mengenal Tuhan. Maka, marilah kita bersama-sama menjadi mitra yang mendanai Kerajaan Allah.

Mencari Terlebih Dahulu (1)
MONDAY, 22 AUGUST 2011
Total View : 1143 times

Prinsip Alkitab untuk mencari terlebih dahulu pada dasarnya adalah perspektif yang benar dan motif yang benar. Jika satu-satunya tujuan hidup Anda adalah mencari uang dan menimbun harta untuk diri Anda, maka Anda telah menuju arah yang salah. Yesus berkata, carilah terlebih dahulu Kerajaan Allah. Hal ini tidak berarti mencari Kerajaan Allah terlebih dahulu, tetapi hanya sementara waktu, lalu beralih ke tujuan kedua, yakni menimbun harta. Yang sesungguhnya dimaksudkan adalah, fokus kita harus selalu pada hal Kerajaan Allah dan prioritasnya. Bila kita menempatkan prioritas kita pada tempatnya, hal-hal yang kita perlukan akan disediakan.

Yesus tahu bahwa laki-laki dan perempuan akan mengalami kesulitan dalam menjaga hati mereka tetap terfokus pada tujuan sesungguhnya dari keberadaan mereka. Itulah sebabnya, pada Khotbah di Bukit, Dia berkata,

Matius 6:19-21, “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”

Matius 6:33,

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Menempatkan Allah sebagai yang pertama dalam hidup kita akan meringankan diri kita dari tugas mengkhawatirkan segala sesuatu yang lain. Mencari kerajaanNya dan kebenaranNya terlebih dahulu adalah dengan sungguh-sungguh menjadikan Allah prioritas dalam hidup kita. Ayat 33 memberikan kepada kita pedoman suatu prioritas dalam hidup kita. Ayat 33 memberikan kepada kita pedoman suatu prioritas, suatu prinsip, dan suatu janji. Prioritas kita adalah terlebih dahulu mencari kehendak Allah dan kebenaranNya. Prinsipnya adalah fokus pada kegiatan Kerajaan tersebut. Janjinya adalah bahwa bila kita mencari Dia terlebih dahulu dan berfokus pada urusan Kerajaan Allah, Dia akan mencukupi segala kebutuhan kita.

Mencari Terlebih Dahulu (2)
MONDAY, 29 AUGUST 2011
Total View : 872 times

Selalu ada godaan untuk menempatkan uang sebagai yang nomor satu. Apakah Anda ingat pemuda kaya yang datang kepada Yesus dan berkata dia ingin mengikuti Kristus? Tanggapan Yesus tidaklah membuatnya senang. Yesus mengatakan kepadanya agar memberikan uangnya dan mengikutiNya. Anda lihat, bukan uangnya yang salah. Pemuda itu menempatkan uangnya sebagai yang pertama di atas semua yang lain.

“Saat kekayaan hilang, tidak ada yang hilang; saat kesehatan hilang, sesuatu hilang; saat karakter hilang, segalanya hilang” – Billy Graham.

Jika kita memiliki terlalu banyak uang, selalu ada bahaya bahwa pada akhirnya kita akan tergantung padanya. Apakah hidup Anda mengungkapkan hasrat Anda untuk menjadikan Allah sebagai yang pertama? Tuhan memperingatkan kita agar kita mencari kerajaannNya terlebih dahulu, caraNya dalam melakukan berbagai hal, dan agar kita jangan khawatir akan harta. Menimbun harta tidak akan pernah membuat puas. Kita hanya akan menginginkan lebih dan lebih. Itulah sebabnya kita harus berfokus pada kebutuhan, bukan keinginan.

Apakah yang kita butuhkan? Biasanya kebutuhan itu meliputi makanan dan air, matahari dan udara, hujan dan tempat berteduh. Selain kebutuhan-kebutuhan dasar untuk hidup ini mungkin ada kebutuhan untuk mempunyai teman, keluarga, hubungan, kepercayaan diri, dan lain-lain. Yang tidak kita butuhkan adalah lebih merupakan barang-barang. Materialisme adalah fokus pada barang-barang yang dianggap penting daripada fokus pada hal-hal mengenai Allah. Sebelum kita mencurahkan waktu, tenaga, minat, dan hidup kita ke dalam apa yang kita anggap berharga, Yesus benar-benar meminta kita untuk berhenti dan memfokuskan diri kita pada hal-hal yang bernilai abadi.

Musa menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar daripada segala harta di Mesir.

Jika kita memiliki terlalu banyak uang, selalu ada bahaya bahwa pada akhirnya kita akan tergantung padanya.

Ibrani 11:26, “Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar daripada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.”

Amanat Allah adalah agar kita mencari terlebih dahulu kebenaran kerajaan Allah. Hidup orang-orang percaya akan rusak jika mereka sepenuhnya terserap oleh harta dan usaha penumpukan materi. Kita harus meminta kepada Allah agar Dia menolong kita membangun sikap yang melayaniNya dengan setia dan membangun kehidupan yang terbebas dari jerat utang sehingga kita bisa melaksanakan prioritas Kerajaan Allah daripada mengejar keinginan-keinginan manusia. Bagaimanapun, keseluruhan tujuan kita dalam hidup ini adalah untuk memberi kepada orang lain, berbagi dengan orang lain, dan menjadi berkat bagi orang lain sebagaimana kita telah diberi berkat. Memiliki hobi memberi akan menjauhkan kita dari ketamakan.

Pengakuan Bahwa Allah Memiliki Segalanya (1)
MONDAY, 08 AUGUST 2011
Total View : 1382 times

Mazmur 50:10, “ Sebab punyaKulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung.”

1 Tawarikh 29:10-12, “… Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allahnya bapa kami Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. Ya Tuhan, punyaMulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya Tuhan, punyaMulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala. Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari padaMu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tanganMulah kekuatan dan kejayaan; dalam tanganMulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya.”

Jangan salah sangka bahwa pekerjaan atau bisnis Anda adalah yang memberi Anda pendapatan. Allah adalah sumber pemberian yang berlimpah. Pekerjaan akan lenyap; konsumen bisnis Anda datang dan pergi. Allahlah yang menjaga agar kebutuhan-kebutuhan Anda terpenuhi. Orang lain, kondisi dan situasi itu hanyalah merupakan alatNya untuk membuatnya terpenuhi. Allah menggunakan banyak cara untuk menjadikan pekerjaan itu selesai, tetapi pada akhirnya, bukan oleh kita, melainkan berkat Allah atas hidup kita.

Hagai 2:9,

“KepunyaanKulah perak dan kepunyaanKulah emas, demikianlah firman Tuhan semesta alam.”

Billy Graham berkata, “Jika seseorang bersikap lurus terhadap uang, maka hal itu akan membantu meluruskan hampir semua bidang kehidupannya. Katakanlah pendapat Anda tentang uang, dan saya bisa mengatakan pendapat Anda tentang Allah, karena kedua hal itu sangat berkaitan. Hati seseorang lebih dekat kepada dompetnya daripada kepada dompetnya daripada hal yang lain.”

Yesus mengajarkan bahwa kita harus bertanggung jawab dalam keuangan kita. Allah adalah sumber segala kekayaan. Dialah pemilik sesungguhnya segala hal, karena Dia yang menjadikan segala hal. Seperti kata Kitab Suci, Dia memiliki beribu-ribu hewan di gunung. Selain kemampuan yang supranatural, Allah juga memberi kita kemampuan untuk mencari nafkah (lihat Ulangan 8:18).

Bila dalam bisnis Anda bermitra dengan Allah, Dia tidak hanya akan memberkatinya, tetapi Dia juga akan membuat Anda menikmati kekayaan. Tetapi, berhati-hatilah jangan sampai Anda menahan segalanya untuk Anda sendiri. Daripada mencoba mencari cara dengan memberikan sedikit saja kepada Allah, cobalah memberikan segalanya untuk Dia dan tanyakan kepadaNya, sebaiknya Anda menyimpan berapa banyak. Bila Anda bermitra dengan Allah, Dia akan membuat Anda menghasilkan uang! Bila Allah menjadi sumber Anda, maka sumur Anda tidak akan pernah kekeringan. Bila kita menjadi orang Kristen, kita menjadi anak-anak Allah, dan Alkitab berkata bahwa kita mempunyai hak untuk menikmati segala kepunyaan Bapa kita.

Ada seorang pengusaha sukses bernama R. G. LeTourneau. Bisnisnya adalah membuat peralatan untuk memindahkan tanah. Karena bisnisnya bertumbuh dan menghasilkan uang, ia memutuskan untuk menambah persepuluhannya melebihi sepuluh persen. Akhirnya, ia malah meningkatkan pemberiannya hingga 90% dari pendapatannya, dan sisanya untuk dirinya. Bukannya memberikann sepersepuluh, ia malah hidup dari yang sepersepuluh. Allah memberkati LeTourneau dengan berlimpah dan menggunakan kejeniusan dan kreativitas Injil. Alkitab membersembahkan banyak kisah yang berisi pemberian luar biasa, tetapi tampaknya tidak ada yang lebih spesifik dari petunjuk bahwa semua orang harus memberi menurut kerelaan hatinya, bukan dengan segan atau karena terpaksa. LeTourneau jelas mengenal nilai 2 Korintus 9:7 dan mengakui bahwa Allahlah yang memberi dirinya kekuatan untuk memperoleh kekayaan.

Pengakuan Bahwa Allah Memiliki Segalanya (2)
MONDAY, 15 AUGUST 2011
Total View : 983 times

Ada yang pernah berkata bahwa ukuran kekayaan Anda yang sesungguhnya adalah seberapa berhargakah Anda jika Anda kehilangan semua uang Anda.

Dalam abad ke-16, Izaak Walton berkata, “Perhatikan kesehatan Anda; dan jika Anda memilikinya, pujilah Allah dan hargailah kesehatan Anda sama dengan Anda menghargai nurani Anda; karena kesehatan adalah karunia kedua yang dapat kita terima sebagai manusia, suatu karunia yang tidak bisa dibeli dengan uang.”

Apakah yang sesungguhnya merupakan milik Allah, yang sedang Anda coba tempatkan secara mutlak dalam kekuasaan Anda sehingga Anda menolak mengakui kepemilikan Allah? Apakah bisnis atau rumah Anda? Ataukah sarana transportasi Anda, sarana rekreasi Anda, pakaian, mainan, dan barang-barang Anda lainnya?

Apakah tubuh Anda? Menurut Roma 12:1, tubuh Anda adalah milik Tuhan. Apakah waktu Anda itu milik Anda atau Allah? Bagaimana dengan pendapatan Anda, tabungan Anda, investasi Anda, dan harta Anda lainnya? Apakah hal-hal ini milik Anda atau Allah? Apakah Anda sudah dengan hati-hati mengurus semua hal itu untuk menjadi bendahara yang baik, ataukah Anda sudah mengambil alih semua itu, menganggap semua itu milik Anda sendiri? Segala yang Anda ucapkan, setiap keputusan yang Anda buat, segala tindakan yang Anda lakukan,semua itu harus dapat dipertanggungjawabkan menurut prinsip-prinsip Allah.

Bagaimana dengan seluruh hidup Anda? Cita-cita Anda, tujuan Anda, visi Anda – apakah semua itu berasal dari Allah atau apakah Anda sudah membiarkan kesenangan jasmaniah yang merupakan karakter manusia menguasai Anda sepenuhnya? Apakah Anda seorang pencuri atau seorang bendahara? Apakah Allah dapat mempercayai Anda untuk menjadi pengurus sepenuhnya atau apakah Anda lalai sebagai bendahara?

Tidak hanya emas dan perak yang menjadi milik Allah, tetapi juga segala hal lainnya. Segalanya adalah milik Allah. Jadi, mengapa kita tidak memberikan segalanya kepada Allah? Dalam 1 Korintus 4:2, Paulus bahwa mereka yang diberikan kepercayaan harus terbukti dapat dipercayai. Dengan kata lain, kita semua adalah bendahara dan jadilah bendahara yang dapat dipercaya. Seorang bendahara sesungguhnya adalah seorang pengelola atas uang dan harta orang lain. Kita harus mengakui kepemilikan Allah dan mengelola atau menggunakan milik Allah itu menurut kehendakNya. Dengan memberi, kita menerima; dengan menahan, kita kehilangan.

Get One Lose One?
MONDAY, 01 AUGUST 2011
Total View : 1211 times

Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. (2 Korintus 9:6)

“Buy one get one”. Beli satu gratis satu. Kalau ada iklan seperti itu di sebuah toko, bisa dipastikan akan ada banyak orang tertarik. Tentu karena hal seperti itu tidaklah wajar. Dalam sebuah transaksi, yang biasa terjadi adalah “get one lose one”. Berikan uang Anda, maka Anda akan mendapat sesuatu. Jika ingin mendapatkan satu hal berharga, kita harus kehilangan satu hal berharga lainnya. Itulah prinsip yang berlaku di transaksi perdagangan. Namun, dalam kehidupan pun, sering kali juga orang melakukan hal yang sama. Sebuah survey misalnya mendapati bahwa dari 10 orang manajer puncak di Amerika, 6 orang di antaranya mengaku kehilangan sahabat di tempat kerja mereka yang tidak dipromosikan secepat diri mereka. Dalam hidup keseharian kita, mungkin kita juga sering kali menemui hal yang sama. Ada orang yang demi meraih prestasi dalam karier maka ia melupakan urusan keluarga. Ada yang demi meraih laba, maka ia lantas mengabaikan etika dan nama baik. Demikian pula sebaliknya.

Alkitab memang juga mengajarkan prinsip tabur tuai atau bayar harga. Namun, prinsip bayar harga di Alkitab ternyata bukanlah seperti sebuah transaksi jual beli. Salah satu buktinya adalah bahwa Tuhan pun tidak menyuruh pemuda kaya dalam Markus 10:17-27, untuk membuang hartanya, melainkan Ia meminta dia membagikannya kepada orang miskin sehingga ia mengumpulkan harta di surga. Ya, yang lebih tepat, prinsip tabur tuai adalah seperti prinsip bercocok tanam atau investasi. Dalam investasi, yang kita lakukan bukan membuang begitu saja untuk kemudian mendapatkan, tapi lebih dari itu adalah kita menyimpan untuk kemudian mendapatkan.

Mencapai kesuksesan pun, demikian. Sukses sejati bukan membuang keluarga demi mendapat bisnis yang maju, atau mendapat prestasi tinggi tapi kehilangan kesehatan dan persahabatan, dll. Taburkan benih yang baik di tanah yang baik. Berikan waktu berkulitas untuk keluarga, berikan penghormatan kepada sahabat, berikan usaha terbaik dalam karier, dan berikan semua yang Anda lakukan bagi kemuliaan Tuhan.

Power of Giving
MONDAY, 25 JULY 2011
Total View : 1368 times

Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan suka cita. (2 Korintus 9:7)

Pada suatu kali, salah seorang pemimpin perusahaan mengeluh. Ia mengatakan karyawannya suka malas-malasan bekerja. Mereka tidak mau bekerja keras. Tak maksimal menjalankan tugas-tugas yang dipercayakan. Para karyawan itu bekerja sesuka hatinya. Hingga kemudian, seseorang menanyakan kepada para karyawan itu alasan mereka tak mau bekerja keras. Mereka pun menjawab, “Habis, bos kami sendiri pelit. Maka dari itu, kami bekerja ala kadarnya.”

Rupanya, baik karyawan maupun bos saling mengharapkan diberi. Sang bos berharap anak buah memberi kerja keras, pengorbanan, ide cemerlang, dll. Jadi, kedua belah pihak sebenarnya hanya saling menantikan pemberian dan bukannya memberi.” Memang, secara naluri menerima adalah kesukaan semua orang. Namun, pemahaman itu kurang tepat. Dengan memberi seseorang akan meraih hasil lebih baik. Seorang yang memberi tenaga maksimal dalam bekerja, pada waktunya akan menuai hasil lebih banyak. Seorang atasan yang mau memberi perhatian dan menghormati karyawannya akan dicintai dan mendapat karyawan yang loyal. Intinya, dengan memberi seseorang justru akan melimpah.

Firman Tuhan mengatakan hendaklah masing-masing orang memberi dengan kerelaan hati. Bukan karena paksaan. Mengapa harus rela? Rasul Paulus memberi alasan, “Sebab Allah mengasihi orang-orang yang memberi dengan sukacita.” Pemberian yang dimaksudkan di bagian tertentu ini tentu saja bukan hanya pemberian materi. Sebaliknya, pemberian dalam arti luas. Termasuk di dalamnya memberikan tenaga dan pikiran atau memberikan penghormatan/apresiasi, perhatian, toleransi, dll. Firman Tuhan berkata, berilah dengan sukacita. Lebih baik memberi daripada menerima. Sebagai pekerja Kristen, bekerja adalah ladang pelayanan kepada Tuhan. Melalui pekerjaan pun, kita dapat memuliakan dan memberikan kesaksian mengenai Tuhan yang kita ikuti.

Giving is Freedom
MONDAY, 18 JULY 2011
Total View : 1464 times

Lukas 6:38

Berilah dan kamu akan diberi suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

Suatu ketika seorang pendaki yang kebetulan sedang kehausan menemui sebuah pompa air tua. Pada cangkir yang tergantung di pompa air itu, tertulis catatan seperti ini: “Air dari sumur ini tidak beracun dan aman untuk diminum. Namun, ring penyedotnya kering dan perlu dibasahi terlebih dahulu. Di bawah batu besar di sebelah selatan sumur ini ada sebotol air. Air itu hanya cukup untuk membasahi penyedot yang kering, jadi jangan meminumnya setetes pun. Tuangkan sedikit air ke dalam pompa untuk merendam ring penyedotnya agar basah. Setelah itu, tuangkan sisa air yang ada, lalu pompalah dengan cepat, maka Anda akan mendapatkan air berlimpah. Sumur ini tidak akan kering. Setelah Anda mendapatkan air yang Anda butuhkan, isi botol itu dengan air lagi dan kembalikan ke tempat semula. Kembalikan catatan ini ke pegangan cangkir, dan ikat cangkirnya di tuas pompa. Pendaki lain yang kehausan mungkin akan segera lewat.”

Dalam hidup kita, sesungguhnya Tuhan pun memberi pesan yang sama. Apa ciri orang yang sudah mengalami kemerdekaan finansial? Salah satunya adalah saat ia bisa memberi. Memang, kita mungkin tidak tahu kapan waktunya kita akan menuai, karena hanya Tuhan saja yang bisa memberi pertumbuhan. Tapi, kenyataannya prinsip ini memang bekerja. Saat Anda menabur, maka Anda akan menuai, dan tak jarang tuaian Anda itu jauh lebih banyak daripada yang Anda tuai. Sebuah tanaman tomat, yang tumbuh dari satu benih biji tomat, bisa menghasilkan 10kg tomat. Dan setiap tomat dari 10kg itu tentunya mengandung puluhan dan bahkan ratusan biji tomat, yang mungkin setiap bijinya akan tumbuh menjadi tanaman yang bisa menghasilkan 10kg tomat lainnya.

Memberi adalah masalah mentalitas, bukan masalah kemampuan. Faktanya, orang selalu bisa punya berbagai macam alasan untuk tidak memberi, meskipun ia sudah sangat kaya raya. Tidak salah rasanya jika kita sebut mereka masih belum mengalami kemerdekaan dalam finansialnya. Namun, orang yang mau memberi, bahkan tanpa memikirkan apa yang akan bisa didapatnya kembali, jelas adalah orang yang layak disebut merdeka. Bagaimana dengan Anda?

Lubang Keuangan (1)
MONDAY, 04 JULY 2011
Total View : 1540 times

“Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: “Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat dimana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.” (Matius 25:24-25)”

Aturan pertama soal lubang adalah . . . ketika Anda berada dalam lubang, berhentilah menggali. Banyak orang menggali lubang dan menjatuhkan diri ke dalamnya, dalam hal keuangan atau dalam hal lainnya. Bagi mata orang banyak, mereka ini terlihat hidup sukses dengan tumpukan uang yang mengalir ke tangan mereka.

Kekayaan bisa dilihat sama dengan gundukan kotor yang bertumpuk di sekeliling lubang yang digali. Setiap orang bisa melihat tumpukan harta, namun orang yang menggali lubang sudah tak terlihat – mereka ada di dasar lubang!

Namun, mereka terus menggali lebih dalam dan lebih dalam lagi bukan saja untuk mereka tetapi juga untuk anak-anak mereka. Mereka hidup di dalam sebuah lubang, dan membesarkan anak di dalam lubang itu, satu-satunya yang mereka bisa wariskan hanya sebuah sekop.

Menggali Lubang

Kok bisa ya sebagian dari kita menggali lubang dan terjebak di dalamnya? Tak heran. Hal itu karena kita hidup di dunia dengan sistem keuangan dan moneter yang dibangun pada hal-hal yang tak berharga. Uang yang berpindah tangan sebenarnya tak lebih dari sekedar kertas. Sama juga dengan bursa saham dan, khususnya, saham elektronik yang tak ubahnya berdagang angin. Kita melakukan jual beli saham seperti sebuah permainan yang tak pernah punya pemenang.

Sebenarnya yang kita beli dan jual tidak memiliki substansi yang nyata. Dengan semua itu, kita menggali lebih dalam di lubang yang dasarnya tak juga kelihatan. Ketamakan dan kecemasan yang mengendalikan kita. Dengan putus asa, kita mencoba memperoleh sebanyak mungkin, dan kita hidup dalam ketakutan bahwa gundukan di tepi lubang orang lain jauh lebih besar daripada gundukan kita.

Sebagai milik Allah kita harus mempercayai Allah dalam hidup kita, namun kita malah kerap hidup dalam ketidakpercayaan rohani sebagai orang yang memonopoli atau mengontrol semua uangnya sendiri. Dalam kasus ini, kita mengendalikan uang dengan bergantung pada diri sendiri, bermain dengan uang permainan monopoli, tinggal di rumah yang kita tak benar-benar dimiliki, dan menghabiskan uang yang tak pernah kita miliki.

Mitra CBN, marilah kita menyikapi dengan baik setiap hal yang Tuhan percayakan dalam kehidupan kita. Kita harus menggunakan kacamata dan paradigma sebagai pengelola atas setiap kekayaan yang Tuhan percayakan bukan kacamata pemilik yang merasa berhak untuk menggunakan setiap sen yang kita terima. Percayalah, saat kita setia dalam perkara kecil yang dipercayakan dengan mengembalikan apa yang menjadi milik Tuhan, maka Dia yang setia dan adil akan membalaskannya kepada kita sesuai perbuatan kita.

-

Lubang Keuangan (2)
MONDAY, 11 JULY 2011
Total View : 1590 times

Jika kita mengingat apa yang pernah tertulis dalam Matius 25:14-30 mengenai perumpaan seorang Tuan yang mempercayakan ketiga hambanya utuk menjalankan lima talenta, dua talenta dan satu talenta, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat ke luar negeri. Hamba yang tidak disukai tuannya, itulah yang menerima satu talenta dan menggali lubang di tanah untuk menyembunyikannya.

Bacaan ini adalah mengenai “Kerajaan Surga” – kekuasaan Allah atas bumi. Allah menginginkan surga datang ke dunia dengan menanamkan surga di hati manusia. Mereka yang hidup di dalam lubang sebenarnya sudah menerima pemberian dari surga namun melemparkannya ke dalam lubang di tanah. Alih-alih menabur benih, mereka malah menguburnya.

Hamba ini tidak beriman dan tidak juga bijaksana menggunakan benih uang dari tuannya. Dia tidak menggunakan dalam iman, malah cemas menerimanya. Dia berkata, “…aku takut, dan pergi menyembunyikan talenta tuan di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! (Matius 25:25). Ketakutan adalah akibat dari kerenggangan hubungan dengan Allah dan merupakan bentuk emosi tertua yang ada dalam Alkitab (Kejadian 3:10). Ketakutan hanya akan membuat kita bersembunyi dari apa pun atau siapapun yang kita takuti. Sepertinya yang telah membuat orang ini tak bisa melayani adalah karena ia tak mengenal kehendak tuannya. Ia takut dan memusatkan perhatian pada dirinya sendiri dan tidak mempertimbangkan siapa pemilik uang yang ia kelola atau sedang menyenangkan hati siapakah ia.

Hamba dengan satu talenta menerima apa yang diberikan di tangannya dan menaruhnya dalam lubang di tanah. Alkitab beberapa kali menyebutkan bumi menyimbolkan tubuh dan kedagingan kita. Hamba ini, seperti yang lainnya yang tinggal dalam lubang, menabur benih tuannya ke dalam daging-untuk kenyamanan dirinya sendiri. Dia menjadi “konsumtif”.

Alkitab berkata, “Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah” (Lukas 12:21). Mereka yang menghabiskan semua yang mereka dapat, hidup dalam fatamorgana kekayaan yang semu tetapi mereka miskin secara rohani.

Orang mudah menyalahpahami kemiskinan sebagai kerendahan hati. Tetapi kenyataannya, tidak memiliki uang bukan berarti kita telah berkorban dan melakukan segala-galanya untuk Allah. Dengan cara yang sama, kita bisa memiliki tumpukan barang namun tetap miskin rohani, dan bisa juga kita miskin materi namun kaya secara rohani. Keduanya berkaitan.

Mereka yang tidak “kaya di hadapan Allah” cenderung memandang Allah sebagai Bos Besar yang gemar menebar uang, bukan sebagai Ayah yang mengasihi dan mencukupi kebutuhan anakNya. Mereka menengadahkan telapak tangan menunggu pemberian kecil dari Allah daripada mengangkat tangan dengan rasa percaya dan memuji Allah.

Beberapa orang mungkin memberi kesaksian mengenai berkat materi yang Allah telah berikan, namun jarang mengembalikan berkat itu bagi Allah. Mereka mungkin membayar persepuluhan, tetapi hanya untuk berusaha mendapatkan berkat tambahan. Kasih akan Allah belum menyentuh hati mereka, dan mereka hidup dalam kecemasan bahwa mereka akan kekurangan atau orang lain akan berkelimpahan. Mereka tidak bisa menolong orang yang membutuhkan karena mereka hanya memperhatikan diri mereka sendiri.

“Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah tetap di dalam dirinya?” (1 Yohannes 3:17). Jawaban sederhana bagi pertanyaan Yohanes adalah “Ia tak punya kasih Allah!”.

Banyak pengajaran mengenai “iman” beberapa tahun terakhir ini. Tetapi sebagian besar bicara soal iman yang kita pakai untuk memaksa Allah memberkati kita dengan cara menerapkan “formula iman”. Jenis iman ini tidak memberi baju bagi orang lain, tidak juga membangun gereja. Orang dengan iman seperti ini tidak mengirim misionaris. Iman seperti ini berharap hanya pada dirinya sendiri dan tidak menyumbang apapun untuk memperluas Kerajaan Surga. Iman kita harus menerima apa yang ada di tangan Allah, bukan apa yang keluar dari tangan Allah.

“Talenta” dalam perumpamaan Yesus bisa menjadi apapun yang Allah telah berikan bagi kita. Bisa berupa uang, karunia roh, atau bahkan pelayanan. Apapun talenta itu, ia tidak diberikan dengan maksud untuk kita kuburkan, melainkan kita jalankan dengan cara yang bisa membuatnya bertambah bagi orang yang memberikannya kepada kita. Talenta ini bisa disamakan dengan apa yang disebut Alkitab sebagai “kekayaan”.

Jangan Lelah
MONDAY, 27 JUNE 2011
Total View : 1461 times

Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. (Galatia 6:9)

Butuh waktu hingga tiba saatnya panen. Kita tak bisa menanam dan berharap melihat tanaman tiba-tiba muncul dari permukaan tanah dalam hitungan menit atau jam. Tanah akan memberikan kita hasil panen, tetapi itu akan memakan waktu. Pada masa itulah kita mesti mencabut gulma ambisi kedagingan dan segera mengusir hama sebelum mewabah dan melahap habis benih yang ada.

Setelah menabur, kita perlu melangkah dalam iman dan penuh antisipasi. Tuhan, Allah kita, akan membawa panen “pada saatnya” – Ia akan setia. Kita sudah melihat ladang kecil kita bertumbuh dan menghasilkan panen demi panen.

Kita juga sudah melihat panen benih lainnya yang sudah ditaburkan, tetapi kita percaya bahwa apa yang mata belum pernah lihat atau telinga belum pernah dengar, panen agung yang Tuhan tengah siapkan untuk semua yang telah menabur pada apa yang Ia berikan di tangan mereka untuk kehidupan KerajaanNya.

Tetaplah setia bermitra dengan CBN karena pasti akan tiba waktunya bagi Anda untuk menuai setiap taburan yang Anda berikan bagi pekerjaan tangan Tuhan.

Memilih Tempat Menabur (2)
MONDAY, 13 JUNE 2011
Total View : 1425 times

Menabur Pada Kehidupan Kekal

Kita harus “memilih kehidupan” dengan menabur apa pun benih yang diberikan Allah kepada kita. Ini yang diperintahkan Allah kepada bangsa Israel ketika mereka masuk ke tanah yang dijanjikanNya: “Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu ku perhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi Tuhan, Allahmu, mendengarkan suaraNya dan berpaut padaNya, sebab hal ini berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka” (Ulangan 30:19-20).

Ketika kita menabur untuk Allah dan KerajaanNya, kita mengakuiNya sebagai sumber dan satu-satunya yang bisa memberkati kita. Bila kita memilih untuk menabur demi hasrat sendiri, sebagaimana yang dilakukan dahulu oleh Adam, kita menempatkan diri kita di bawah kutuk yang sama (lihat Kejadian 3:17-19). Kutuk itu adalah kita akan berjerih lelah ketimbang menikmati membanjirnya berkat dan hubungan yang erat dengan Allah.

Musa menjelaskan hidup untuk menabur kembali kepada Sang Sumber dengan “mengasihi Tuhan Allahmu, dengan mendengarkan suaraNya dan berpaut padaNya” – kasih, dengar-dengaran dan mempercayai Allah.

Mengasihi Tuhan berarti hubungan akrab kita denganNya menjadi yang terutama di atas segala sesuatu. Kita menabur adalah tindakan mengasihi dan memuji Allah. Ketika kita menabur kasih, kita menjadi dekat dengan Tuhan. Kita memberkati hati kita yang terdalam bagi Allah, bukan dunia. Kita menabur pujian untuk menyentuh hatiNya dan mengatakan, “Allah, aku mengasihi Engkau lebih dari segala yang saya cintai.” Kita harus menabur dengan kasih.

Kita mulai menabur dalam ketaatan akan kehendak Allah. Kisah bagaimana Abraham mempersembahkan anaknya, Ishak, menunjukkan kepada kita bahwa kepatuhanlah yang terutama. Ingat bahwa kita bukan menabur karena kewajiban hukum, melainkan karena ketaatan. Kepatuhan kita adalah bukti bahwa kita mendengar dan mengakui Allah sebagai sumber. Kita menabur untuk menyenangkan Allah, bukan untuk menghindari hukuman. Kepatuhan kita, seperti kasih kita, berasal dari hati.

Kita menabur dengan percaya Allah akan menambahkan dan berpegang erat pada Allah, bukan menggenggam erat benih. Allah ingin mengaruniakan kehidupan yang berkelimpahan. Ketika kita menabur pada Kerajaan Allah dan apa yang dikerjakan Allah di gereja lokal kita, kita tahu bahwa kita akan menuai panen jiwa dan banyak orang akan datang kepada Allah karena visi dari gereja setempat itu. Itulah kehidupan! Itu bukan hidup Anda; melainkan kehidupan dari Allah. Kehidupan di dalam daging tak bisa menyelamatkan siapapun.

Menabur dalam kehidupan Allah adalah menginvestasikan berkat Allah dengan visi yang jelas. Kita melihat keluar diri kepada kita dan menangkap kehendak surgawi – menyelamatkan dan memulihkan jiwa-jiwa. Menabur tanpa visi yang jelas adalah menghabiskan gaji demi sebuah kapal yang tak mampu kita bayar dan hanya akan dipakai beberapa bulan saja dalam setahun. Menabur tanpa visi adalah membeli mobil baru dengan cicilan tinggi yang akhirnya memaksa kita tak sia pada tagihan-tagihan lain dimana kita sudah harus melunasinya. Ketika kita menabur kehidupan, kita menabur pada iman.

Benih yang dikumpulkan petani untuk dirinya sendiri pada akhirnya akan membusuk karena tidak ada kehidupan di sana. Benih hanya akan hidup bila diletakkan di tanah. Bila tidak ditabur kembali, tidak akan ada panen tahun depan. Ketika petani menabur benih ke tanah yang gembur, dia memimpikan hasil yang akan didapatkan di masa depan. Memerlukan visi untuk menabur dalam Roh – membiarkan angin dari Allah menerbangkan benih dari tangan dan menanamnya di tempat yang bisa memberikan hasil terbaik.

-

Merubah Masalah Menjadi Mukjizat

Posted: 17 Sep 2011 02:09 AM PDT

Sermon by Bpk. Soewandi

Ibadah Raya,11 September 2011

Lukas 18:27 “Kata Yesus: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.”

Kita sebagai anak-anak Tuhan dalam dunia ini taklah luput dari masalah-masalah namun demikian kita dimampukan untuk menghadapi setiap masalah karena Tuhan kita memberikan kuasa kepada umatNya yang percaya kepadaNya untuk merubah masalah menjadi suatu mukjizat sehingga namaNya dimuliakan lewat kesaksian setiap anak-anakNya. Masalah-masalah sebesar apapun dapatlah ditanggani karena kita berjalan bersama Tuhan. Mukjizat Tuhan dapat dinyatakan lewat hal-hal yang dikatakan oleh manusia sebagai suatu masalah-masalah yang tak dapat ditanggani menurut kekuatan manusia saja namun dapat ditangani oleh kuasaNya.

Manusia pada dasarnya hidupnya tidak bisa dipisahkan dari Tuhan, sejak awal penciptaan manusia diciptakan untuk menjadi rekan sekerja Tuhan. Manusia terbatas adanya tanpa Tuhan tetapi manusia akan disempurnkan hidupnya bila tetap melibatkan Tuhan.

Masalah-masalah yang ada sebenarnya melatih kekebalan dari manusia rohani setiap kita untuk semakin kuat. Masalah-masalah ini juga bisa timbul akibat dari perilaku kita juga seperti :

· Adanya kepahitan yang tidak cepat diselesaikan/ kepahitan yang berkepanjangan

· Tidak adanya rasa ucapan syukur karena selalu melihat kelebihan orang lain dengan iri hati, cemburu, angkuh, suka bergossip,dll.

Ibrani 12:5,6

“Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”

Berdasarkan nats diatas juga dapat dijelaskan bahwa masalah-masalah/ujian-ujian diijinkan terjadi dalam hidup kita untuk supaya kita dapat meresponi semuanya ini dengan caraNya dan tentu saja kita harus melalui masalah-masalah ini bersama dengan Dia. Kita diajar atau dididik olehNya, Tuhan Yesus telah memberikan teladanNya bagi kita semua dan sekarang maukah kita menjadi pelaku FirmanNya! Tuhan melatih anak-anakNya untuk menjadi lebih baik dari waktu-waktu yang lalu.

Wahyu 3:19

“Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!”

Dia mau kita tak menjadi anak-anak yang tidak manja tetapi menjadi anak-anak yang akil baliq, yang siap bertanggung jawab akan hal-hal besar lainnya lagi yang Ia telah sediakan bagi setiap kita. Tuhan akan mendidik kita karena Dia mengasihi kita. Masalah-masalah itu diijinkanNya untuk kita hadapi supaya melatih manusia rohani kita terlebih lagi sehingga kita menjadi kuat dan karakterNya tercipta dalam hidup setiap kita.

Seperti burung rajawali yang mempunyai anak-anaknya pada sarang burung yang dibuat oleh induk rajawali ini. Dibuatnya sarang burung untuk anak-anaknya ini ditempat yang sangat tinggi sekali sehingga takada mangsa yang dapat memakan anak-anaknya ini karena masih kecil-kecil. Dibuatnya sarang burung ini dari beberapa lapis, lapisan paling bawah dibuat dari ranting-ranting yang besar-besar,lalu lapisan berikutnya adalah ranting-ranting yang kecil, lapisan berikutnya lagi adalah daun-daun dan lapisan paling atas adalah bulu-bulu yang halus yang dimiliki oleh induk rajawali itu yang dicabutnya untuk menjadi alas tidur anak-anaknya.

Lapisan-lapisan yang dibuatnya ini mempunyai tujuan, karena semakin besar anak-anaknya maka lapis demi lapis akan diambil oleh induknya untuk mendidik anak-anaknya untuk belajar terbang dari tempat yang tinggi. Induk rajawali tak akan membiarkan anak-anaknya jatuh terluka karena induknya selalu mengawasi setiap saat.

Perumpamaan diatas yang diambil dari kehidupan rajawali mendidik anak-anaknya setidaknya sedikit dapat menggambarkan bagaimana Tuhan kita melatih kita juga. Dia tahu kemampuan setiap kita sebagai anak-anakNya melebihi diri kita sendiri. Tuhan mengukur setiap kerohanian kita!

Roma 8:28

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Bersandar kepadaNya, percaya kepadaNya dan mengikuti teladanNya supaya kita keluar lebih daripada pemenang itulah yang Tuhan harapkan setiap kita lakukan.

Masalah-masalah dapat menjadi sumber menyatakan mukjizat juga! Sharing firman tentang mukjizat telah dibawakan oleh Bapak Soewandi di tanggal 27 di bulan februari 2011.

Masalah-masalah/ujian-ujian yang kita hadapi terkadang dari sudut pandang kita terlalu besar/kuat untuk dapat kita lalui tetapi tidaklah demikian dimata Tuhan.

Masalah-masalah yang akan dibahas disini dibagi dalam empat kategori yaitu pada 4MKK :

· Masalah Krisis Kesehatan

· Masalah Krisis Keuangan

· Masalah Krisis Keluarga

· Masalah Krisis Kerohanian

Healing movement yang dilakukan oleh Ps. DR Niko Njotorahardjo adalah merupakan visi dan misi yang Tuhan berikan kepada beliau. Kita mendengar bahwa banyak terjadi banyak mukjizat ketika healing movement ini dilakukan. Jika Tuhan yang berfirman maka semuanya jadi!

1 Petrus 2:24

“Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”

Tuhan telah menebus kita dari dosa/pelanggaran yang kita lakukan. Dengan iman yang Dia berikan kepada kita, iman itu harus bertumbuh semakin kuat dan kita semua sudah tahu bahwa iman itu timbul dari pendengaran akan firman Tuhan dan dari setiap ujian yang kita hadapi.

4MKK, hal pertama yang akan dibahas adalah tentang:

· Masalah Krisis Kesehatan

Markus 2:5 “Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”

Markus 2:11 “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”

FirmanNya berkata bahwa kita harus percaya dan dengan iman itu kita harus bertindak sesuai dengan yang telah dipercayakanNya kepada kita.

Saat kita mengalami krisis kesehatan, hal yang harus kita lakukan adalah intropeksi diri dan mau meresponi dengan benar menurut kebenaranNya bukan kebenaran kita.

Matius 7:7,8 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.”

Masalah krisis kesehatan akan dapat kita atasi bersama Dia, mukjizat masih ada jika kita memiliki Dia. Tetaplah miliki iman yang bertumbuh kuat dan lihatlah bahwa masih ada mukjizat bagi setiap yang berharap padaNya!!!

· Masalah Krisis Keuangan

Masalah krisis keuangan juga dapatlah dipulihkan! Hal yang Tuhan ajarkan kepada setiap kita adalah miliki hikmat dan hikmat timbul dari takut akan Tuhan. Kita berhikmat akan segala aspek yang Dia percayakan kepada kita. Dalam hal keuangan hendaknya kitapun mengatur dengan baik dan benar. Janganlah lebih besar pasak daripada tiang, ini perumpamaan yang sering kita dengar. Maksudnya jangan kita boros! 2 Raja-raja 4:1-7 dalam nats ini kalau ditelaah ada yang cukup tak masuk akal, dimana seorang janda dari seorang nabi yang telah meninggal memiliki utang sehingga akhirnya dia harus memberikan kedua anaknya untuk menjadi hamba dari orang yang memberi utangan kepada mereka. Bukankah seharusnya keluarga nabi harusnya memiliki hikmat yang datangnya dari Tuhan? Mengapa ini terjadi?

Lalu kisah janda di Sarfat, 1 Raja-raja 17:9 “”Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan.”

Nabi Elia dan Janda yang di Sarfat keduanya mendapatkan perintah dari Tuhan dan mereka melakukannya lalu keduanya mendapatkan perkenanan Tuhan lebih lagi!

Intropeksi diri senantiasa! Jangan kita terlalu percaya diri dan bukan percaya kepada Tuhan sehingga kita akhirnya kehilangan berkat-berkatNya/ kesempatan dariNya. Hendaknya kita selalu berkomunikasi (bangun mezbah/keintiman) dengan Tuhan. Hendaknya kita juga menjaga kehidupan keluarga yang Tuhan percayakan pada setiap kita, harus ada keseimbangan!

Tuhan katakan untuk setiap umatNya menjadi saksi dan itu dimulai dari Yerusalem (keluarga) kita, Yehuda, Samaria dan ujung-ujung bumi ( Kisah Para Rasul 1:8). Tidak ada yang mustahil selama kita tetap berjalan bersama Tuhan. Berjalanlah senantiasa bersamaNya dan jangan pernah lepaskan. Kita akan dimampukan dan melihat mukjizat demi mukjizat mengalahkan masalah-masalah kita. Masalah krisis keuangan, dari utang menjadi berkat! Jika kita hidup seturut firmanNya!

· Masalah Krisis Keluarga

Perhatikanlah Yerusalem! Keluarga itu penting adanya. Ada banyak anak-anak dari hamba-hamba Tuhan yang kehidupannya taklah sesuai dengan yang Tuhan harapkan. Mengapa? Seperti di kitab 1 Samuel 2:22-25 “Eli telah sangat tua. Apabila didengarnya segala sesuatu yang dilakukan anak-anaknya terhadap semua orang Israel dan bahwa mereka itu tidur dengan perempuan-perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan, berkatalah ia kepada mereka: “Mengapa kamu melakukan hal-hal yang begitu, sehingga kudengar dari segenap bangsa ini tentang perbuatan-perbuatanmu yang jahat itu? Janganlah begitu, anak-anakku. Bukan kabar baik yang kudengar itu bahwa kamu menyebabkan umat TUHAN melakukan pelanggaran. Jika seseorang berdosa terhadap seorang yang lain, maka Allah yang akan mengadili; tetapi jika seseorang berdosa terhadap TUHAN, siapakah yang menjadi perantara baginya?” Tetapi tidaklah didengarkan mereka perkataan ayahnya itu, sebab TUHAN hendak mematikan mereka.”

Tongkat dididikan itu diperlukan! Bukan untuk melampiaskan kemarahan kita tetapi untuk mendidik anak-anak kita jika itu terpaksa perlu dilakukan karena melihat perilaku yang akhirnya mendatangkan kehancuran dalam keluarga. Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk hidup sesuai firman Tuhan. Menjadi saksiNya dimulai dari keluarga, sehingga pasangan hidup, anak-anak dan orang-orang yang hidup dilikungan sekitar kita melihat bahwa kita menghidupi firmanNya bukan sekedar omong belaka tapi menjadi pelaku firmanNya. Masalah krisis keluarga akan dapat kita lalui jika mau meresponi firmanNya dengan kebenaranNya bukan kebenaran kita! Akan ada pemulihan demi pemulihan, mukjizat demi mukjizat jika kita tetap berjalan bersama-sama dengan Dia.

· Masalah Krisis Kerohanian

Raja Salomo diijinkan alami krisis rohani karena pilihan yang dia lakukan. Cinta akan kekuasaan adalah menjadi kesenangan Raja Salomo melebihi daripada menyenangkan Tuhan diusianya yang semakin tua. Ketika Tuhan memberkati Raja Salomo dengan berlimpah-limpah sehingga menjadi terkenal dan diakui di seluruh jagat, Raja Salomo menjadi lupa akan apa yang harus dia utamakan dalam hidupnya ini. 1 Raja-raja 11:1-4!

Berjaga-jagalah! Janganlah kita lupa diri dengan apa yang telah kita miliki atau capai! Jangan sampai melupakan visi yang dari Tuhan dalam hidup setiap kita ini! Jagalah perkenan Tuhan dalam hidup setiap kita.

Iman kita harus bertumbuh dalam segala situasi. Harus ada persekutuan dan jaga persekutan kita dengan Tuhan lebih dari yang lainnya. Selalu jujur dan taat kepada Tuhan (sejuta) dan selalu rajin dan tulus kepada Tuhan (seratus) maka masalah krisis kerohanian dapat kita lalui.

Kita alami Mukjizat dan Promosi dari Tuhan karena kehidupan kita berkenan dihadapanNya, merubah masalah-masalah menjadi mukjizat demi mukjizat hanya dengan hidup erat dan berkenan kepadaNya. Jangan patah semangat, mukjizat masih tetap ada bagi kita semua yang berharap kepadaNya dan mau diubah hidupny. Hendaknya kita semua tidak saja menjadi pendengar firmanNya tetapi menjadi pelaku FirmanNya!

Tuhan Yesus Memberkati.

Menjaga Api Tuhan yang Tetap Menyala di Atas Mezbah

Posted: 11 Sep 2011 08:10 AM PDT

Sermon by Ps. Djohan Handojo

Family Altar Gabungan, 5 September 2011

Imamat 6:12,13 “Api yang di atas mezbah itu harus dijaga supaya terus menyala, jangan dibiarkan padam. Tiap-tiap pagi imam harus menaruh kayu di atas mezbah, mengatur korban bakaran di atasnya dan membakar segala lemak korban keselamatan di sana. Harus dijaga supaya api tetap menyala di atas mezbah, janganlah dibiarkan padam.”

Ada tugas bagi imam yaitu untuk menjaga api yang diatas mezbah untuk tetap menyala.

kita menabur sesuai dengan yang Tuhan inginkan kita lakukan seperti doa, pujian, penyembahan dan lainnya maka kita pasti menuai perkenan Tuhan lebih lagi dalam hidup kita ini. Gereja yang memiliki dan menjaga api Tuhan untuk tetap menyala akan membawa pemulihan-pemulihan/terobosan-terobosan.

Setiap langkah dari orang-orang benarNya/ imamatNya harus selalu mendapatkan konfirmasi dariNya. Itu hanya didapati lewat keintiman denganNya. Keintiman dihasilkan lewat hubungan/ persekutuan yang hidup dan yang bukan biasa-biasa saja. Sebuah persekutuan/pelayanan yang hidup akan menghasilkan Api Tuhan/Api Roh Kudus dan Api Roh Kudus itu akan meluapkan kasihNya sehingga membawa gairah dalam persekutuan/ pelayanan kita dalam tubuh Kristus/GerejaNya. Kita akan dikuatkan terus dalam melakukan pelayanan yang Tuhan percayakan pada setiap kita.

Jaga Api Tuhan dalam hidup kita dalam pelayanan kita karena itu sumber kekuatan kita sebagai umat pilihanNya.

Dalam imamat 6:12,13 dikatakan bahwa tiap-tiap pagi/every day bukan sekali-kali imam harus menaruh kayu, mengatur korban bakaran diatas mezbah sehingga api tetap menyala. Jadi dapat diambil tiga kesimpun dari nats diatas ini yaitu:

· Imam

· Api

· Korban bakaran

Imam dapat diartikan sebagai pelaku orang yang berhak melakukan tugas sacramen! Dalam perjanjian lama imam adalah orang-orang yang ditunjuk berdasarkan garis keturunan (keturunan suku Lewi) jadi pelaku sacramen/ ritus agama. Dan tugas imam di perjanjian lama adalah mewakili umatnya untuk membakar koran bakaran untuk mendapatkan perkenanan Tuhan karena umatnya tak berhak melakukan korban bakaran itu sendiri. Dalam perjanjian baru imam lebih ditekankan kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Imam Besar dari umat percayaNya. Kematian/pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib membuat kita menjadi umat tebusanNya yaitu imamatNya, imamat yang rajani. Sehingga kitapun bisa dikatakan sebagai imam. Imam adalah orang yang diberikan wewenang untuk menyelenggarakan upacara keagamaan. Jabatan atau kedudukan mereka disebut imamat, istilah yang juga dapat digunakan secara kolektif (info dari Wikipedia). Jangan remehkan kepercayaan yang Tuhan berikan kepada kita semua! 1 Petrus 2:9 “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.”

Api melambangkan Kehidupan! Persembahan itu terdiri dari dua pihak dimana imam harus memberikan korban yang tak bercacat cela sehingga ada perkenanan Tuhan dimana Dia akan memberikan apiNya pada korban bakaran tersebut. Imamat pasal 4,5 dan 6 menjabarkan tentang korban bakaran untuk penghapusan dosa dan dari nats ini yang dapat diambil pengertiannya adalah korban itu tak boleh bercacat cela sehingga korbannya dapat diterima oleh Tuhan!

Diingatkan tentang nabi Elia dengan 450 para nabi Baal dan 400 para nabi Asyera di gunun Karmel (1 Raja-raja 18:18-..), “Sebab itu, suruhlah mengumpulkan seluruh Israel ke gunung Karmel, juga nabi-nabi Baal yang empat ratus lima puluh orang itu dan nabi-nabi Asyera yang empat ratus itu, yang mendapat makan dari meja istana Izebel….”bukankah Tuhan menyatakan kehadiranNya/mendemontrasikan keberadaanNya dengan Api dan membakar korban bakaran nabi Elia (orang yang hidupnya berkenan kepada Tuhan) dihadapan bangsa Israel yang dikumpulkan saat itu.

Didalam kehidupan kekeristenan kita hendaknya kita harus ada api Tuhan! Mintalah Tuhan sentuh kehidupan kita dengan api kasihNya senantiasa dan biarlah api itu terus menyala-nyala. Jagalah api Tuhan terus tetap menyala dalam kehidupan kita. Kita sebagai gerejaNya, hidup janganlah berkompromi dengan dunia, manusia roh kita harus peka. Kepekaan ini hanya didapat lewat kehidupan yang intim denganNya, yaitu setiap saat! Setiap kita ada tugas dan bertanggung jawab untuk tetap menjagalah apiNya untuk tetap menyala dalam hidup setiap kita.

Roma 12:1 “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”

Jagalah pola kehidupan kita supaya yang berkenan dimata Tuhan kita! Kekudusan didapati lewat perkenan Tuhan dalam hidup kita dan itu ada lewat hubungan kita yang telah dipulihkan dan terus dijaga lewat keintiman denganNya.

Roma 8:2,6,11 “Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.– Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.– Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.”

Berharap dan terus minta kepadaNya supaya hidup kita terus berkenan bagiNya sebagaimana yang Dia kehendaki kita lakukan! Roma 8:14 “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.” Kita adalah umat pilihanNya! Umat yang dipercayakan olehNya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Dia telah sediakan bagi setiap kita didunia ini.

Korban berarti “Persembahan yang harus mati kepada Tuhan atau pemberian untuk menyatakan kesetiaan/ketaatan/ritus keagamaan.” Tuhan Yesus adalah korban penebusan dosa kita, Dia telah mati dikayu salib untuk mengenapi Firman Tuhan, sebagai korban yang sempurna yaitu yang kudus dan yang tak bercacat cela, tak serupa dengan dunia ini. Setiap kita yang mengaku bahwa Tuhan Yesus telah menebus dosa-dosa kita melalui pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib ini sudah masuk dalam perjanjianNya.

Tuhan Yesus mau kitapun belajar mematikan keinginan daging kita supaya manusia roh kita diperkuat! Tuhan mau teladan yang Dia ajarkan kepada kita hendaknya kita lakukan, menjadi pelaksana FirmanNya lebih dari sekedar pendengar FirmanNya.

Dalam Mengikuti Tuhan pasti ada harga yang harus dibayar tetapi kita tak mengalami kerugian melainkan berkat yang luar biasa. Devoted to God because He loves us! Sangkal diri berbicara tentang penyaliban daging (seperti kita bisa diasingkan, dibuang bahkan mungkin dibunuh dalam mengikuti teladan/kehendakNya dalam hidup kita di dunia ini). Dia makin bertambah dan kita makin berkurang. Maksudnya adalah karena rencana-rencanaNya membawa pada kehidupan yang kekal bukan pada kematian kekal karena rencana-rencana/rancangan-rancanganNya lebih baik dan sempurna dari yang kita miliki –Yeremia 29:11.

Korban apakah yang berkenan bagi Tuhan? Mazmur 100:2,4 “Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!”

· Sukacita

· Sorak-sorai

· Hati yang penuh ucapan syukur

Filipi 4:4 “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”

Yesaya 56:5-7 “kepada mereka akan Kuberikan dalam rumah-Ku dan di lingkungan tembok-tembok kediaman-Ku suatu tanda peringatan dan nama–itu lebih baik dari pada anak-anak lelaki dan perempuan–,suatu nama abadi yang tidak akan lenyap akan Kuberikan kepada mereka. Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama TUHAN dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku, mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.”

Tuhan yang kita kenal dan kita sembah adalah Tuhan yang bisa memberikan sukacita/rejoice bagi mereka yang mencari dan berharap kepadaNya. Sukacita melebihi dari happy/bahagia karena sukacita tak berdasarkan pada keadaan tetapi pada iman/percaya kepada Tuhan. Cerita Paulus dan Silas yang sedang melakukan salah satu tugas yang Tuhan berikan seperti yang ditulis pada Kitab Kisah pasal 16:24-.. “Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua…”

Ketika kita menghargai pengorbanan Tuhan Yesus dan mengikuti teladanNya, maka pasti kita terus menjaganya. Pasti kita tidak meremehkan apa yang telah Dia ajarkan atau perintahkan kepada kita. Percaya adalah salah satu bentuk juga untuk menghargai pengorbananNya, percaya dan lakukan perintahNya. “Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!”

From inside out terlihat dari karakter umat pilihanNya dan itupun berbicara tentang iman! Naiklah kegunungNya ini berbicara juga tentang Mezbah (penyembahan/ keintiman dengan Tuhan). Abraham mencari Tuhan ke gunung kudus (Abraham-pun mengerti bahwa ia harus menjaga untuk hidup kudus dan minta kekudusan/perkenanan dari Tuhan). Kitab Kejadian 22, Ibrani 11 menyatakan Iman yang luar biasa yang dimiliki oleh Abraham kepada Tuhan. Iman yang Abraham miliki bukanlah ke-nekat-an tetapi karena hasil dari pengenalan dan keintiman yang dimiliki oleh Abraham dengan Tuhan yang disembahnya maka itu yang menjadi kekuatan baginya. Abraham melakukan bukan menurut kedagingannya tetapi apa yang Tuhan inginkan dia lakukan.

Jagalah hidup kita ini, jagalah Api Tuhan untuk tetap menyala di atas mezbah/dalam hidup kita. Hargailah kekudusan yang Dia limpahkan kepada setiap kita yang berharap kepadaNya. Jaga kekudusan ini dengan takut dan gentar (Mazmur 51). Jangan remehkan kekudusanNya karena yang rugi sebenarnya adalah kita! Semua kita berharga dimataNYA sebab itu ABBA BAPA rela memberikan AnakNya yang tuggal YESUS KRISTUS untuk disalib supaya menebus kita dari maut. Dengan harga yang sangat mahal Dia tebus kita semua. Jagalah ApiNya untuk tetap terus menyala dalam mezbah hidup kita. Janganlah kita meremehkan bukti kasihNya ini. Hendaklah orang-orang yang telah dikuduskanNya tidak kembali lagi ke cara-cara dunia/serupa dengan dunia ini tetapi hendaknya hiduplah menurut yang Tuhan Yesus telah teladani dan perintahkan. Hargai pengorbananNya dan tetap menjaga Api Tuhan Menyala di Atas Mezbah kehidupan setiap orang percayaNya.

Tuhan Yesus Memberkati.

Sudah lama Andy Carroll tak mencetak gol bagi Liverpool di laga resmi. Setelah semalam sukses mengakhiri puasa golnya, Carroll pun senang.

Laga kontra Manchester City 11 April lalu adalah pertama kali Carroll membuat gol untuk Liverpoo. Dua gol dia cetak dalam kemenangan 3-0 dan sesudahnya penyerang 22 tahun itu seperti kesulitan menemukan sentuhannya di kotak penalti.

Maka banyak kritikan berdatangan kepada Carroll yang dinilai belum membayar tuntas banderol 35 juta poundsterling saat ia didatangkan dari Newcastle United. Di awal musim ini, dari dua laga yang sudah dilalui Liverpool, Carroll masih juga mandul.

Barulah pada laga babak kedua Piala Liga Inggris kontra Exeter City semalam, Carroll akhirnya bisa mengakhir paceklik golnya. Golnya di menit ke-58 lewat sebuah sepakan dari jarak 20 yard.

Inilah gol pertama Carroll setelah empat bulan puasa mencetak gol untuk klubnya dan juga yang perdana untuk di musim ini. Jelas raut kegembiraan terpancar di wajah penyerang bertinggi badan 192 cm itu.

“Senang rasanya bisa mencetak gol. Kami semua bermain baik malam ini dan semua pemain yang mencetak gol bermain sangat baik. Aku pikir Exeter juga tampil bagu jadi ini adalah hari yang baik untuk semuanya,” seru Carroll di situs resmi tim.

“Penting rasanya datang ke sini dan mendapatkana kemenananga. Kami selalu tahu jika ini akan berjalan ketat,” lanjutnya.

Secara khusus Carroll memberi pujian kepada penampilan rekannya di lini depan, Luis Suarez, yang mencetak satu gol dan memberi dua assist, salah satunya kepada dirinya.

“Dia sangat hebat. Jelas semua orang tahu siapa dia dan dia telah menunjukkannya lagi malam ini,” tuntas Carroll.


Pelayanan Injil di Balik Bar

Pelayanan Injil di Balik Bar Menginspirasi Gereja Ini

Pendeta Mike Teeter dan jemaatnya dari Gereja New Destiny Community (AG) di Denver, Carolina Selatan, menghabiskan malam Jumat dimana sangat sedikit dilakukan oleh para jemaat, yaitu berada di balik bar. Apa yang mereka lakukan di sana? Mereka di sana adalah karena itulah pilihan mereka, menyediakan makanan pesta untuk para napi yang baru saja bebas dari program Prison to Society (PTS), demikian seperti yang dirilis oleh Assemblies of God News.

Teeter, sudah terlibat dalam pelayanan penjara ini selama lebih dari 20 tahun dan secara teratur dalam lima tahun terakhir ini, telah melihat karya Tuhan yang bekerja di dalam cara yang ajaib, mengubahkan kehidupan. Dia terlibat di dalam program PTS ini dan membantu menyiapkan para mantan napi untuk beradaptasi lingkungan dari kehidupan penjara kepada kehidupan sosial, dan melihat bahwa pelayanan ini adalah pelayanan yang ideal untuk bibit gerejanya, menolong napi agar hidup dengan sukses.

Program PTS dua tahun yang dipelopori oleh Kershaw Chaplain JoAnn Cook ini, menawarkan kesempatan untuk belajar, hubungan, dan juga kegiatan spiritual. Setelah mereka keluar dari penjara, napi ini tetap dapat mengikuti program tersebut untuk mendapatkan akses tambahan seperti mendapatkan pakaian, pekerjaan, dan berhubungan dengan orang-orang yang benar dan membangun suatu hubungan yang sehat.

Setelah para mantan napi ini selesai mengikuti program tersebut, maka akan ada acara pesta dan makanan. Di sanalah peran Teeter dan Gereja New Destiny Community meminta Chaplain Cook. Karena tidak mudah menyediakan makanan untuk 100 orang, maka mereka meminta jemaat mereka untuk turut berperan serta. Di sana, mereka berani membicarakan Yesus kepada para mantan napi tersebut. ”Penjara tidaklah seburuk yang Anda bayangkan, apalagi ketika Anda datang di dalam kasih Tuhan,” kata Teeter.

Tentu suatu hal yang menyenangkan hati Tuhan bahwa ada orang-orang yang melakukan bagiannya. Kita semua adalah satu tubuh dengan anggota tubuh yang berbeda, dengan fungsi yang berbeda. Namun, kita semuanya mempunyai satu tujuan, yaitu memuliakan nama Tuhan.

-

Manchester United punya dendam tersendiri terhadap Leeds United. Peluang balas dendam kini tersaji, kendati bukan tidak mungkin justru Leeds yang kembali bisa memukul MU.

Selama dua dekade terakhir, nama MU identik dengan kesuksesan. Bukan cuma di Inggris, ‘Setan Merah’ juga ditakuti di Eropa.

Akan tetapi, pada bulan Januari tahun 2010 lalu secara mengejutkan MU bertekuk lutut 0-1 dari Leeds di Old Trafford dalam partai ketiga Piala FA.

Ini adalah sebuah noktah hitam untuk MU. Terlebih saat itu Leeds tengah bermain di League One–level ketiga Inggris. Sejak disingkirkan Bournemouth pada tahun 1984, baru kali ini MU kandas di babak ketiga oleh tim dari liga lebih rendah.

Leeds sendiri sebenarnya adalah seteru lama MU, di mana rivalitas tersebut mulai lahir pada dekade 1970-an silam tatkala Leeds muncul menjadi salah satu kekuatan utama Inggris di bawah arahan Don Revie.

Kini Leeds dan MU akan berhadapan lagi di Elland Road pada babak ketiga Piala Liga Inggris, Rabu (21/9/2011) dinihari WIB. MU boleh jadi takkan bermain dengan kekuatan penuh, tetapi Sir Alex Ferguson niscaya akan menurunkan beberapa pemain andalan demi menghindari luka 2010 terulang lagi.

Sementara itu Leeds, yang kini bermain di divisi Championship, sudah bertekad untuk kembali memberikan kegetiran untuk MU, yang saat ini tengah mengawali musim di Liga Primer dengan luar biasa.

“Ini merupakan peluang menggandakan keunggulan (atas MU), kan? Hasil pengundian membuat para pemain cukup antusias,” ujar Manajer Leeds Simon Grayson di AFP.

“Ini adalah hasil pengundian yang bagus untuk kedua klub dan kami pernah mendapat hasil bagus di kandang mereka. Kami ingin berusaha mengulanginya di kandang kami sendiri,” tegasnya.

Pertandingan lain antara tim divisi Championship kontra tim Liga Primer tersaji di Amex Stadium saat Brighton menjamu Liverpool. Sejak menghuni stadion baru tersebut, Brighton yang satu divisi dengan Leeeds tampil cukup mengesankan sedangkan Liverpool akan berusaha bangkit pasca kekalahan 0-4 dari Tottenham Hotspur di partai Liga Primer akhir pekan lalu.

Sementara itu Arsenal akan menjamu Shrewsbury Town yang merupakan tim League Two. Mengingat perbedaan kekuatan antara kedua tim maka ‘Gudang Peluru’, yang akhir pekan lalu kalah 3-4 dari Blackburn di Liga Primer, jelas bukan cuma dituntut menang tapi juga tampil meyakinkan.

Di Stamford Bridge, Chelsea akan terlibat derby London Barat saat kedatangan Fulham. Akhir pekan lalu kedua tim Liga Primer itu sama-sama menghadapi klub kota Manchester: Chelsea kalah 1-3 dari MU sedangkan Fulham sukses menahan Manchester City 2-2.

Babak Ketiga Piala Carling:

Rabu (21/9/2011) dinihari WIB:
Aldershot v Rochdale, Arsenal v Shrewsbury, Aston Villa v Bolton, Burnley v Milton Keynes Dons, Leeds v Manchester United, Nottingham Forest v Newcastle United, Stoke v Tottenham, Wolves v Millwall, Blackburn v Leyton Orient, Crystal Palace v Middlesbrough

Kamis (22/9/2011) dinihari WIB:
Brighton v Liverpool, Cardiff v Leicester City, Chelsea v Fulham, Manchester City v Birmingham, Southampton v Preston, Everton v West Brom

Duel tim se-kota akan tersaji di babak ketiga Piala Liga Inggris antara Chelsea melawan Fulham. Sementara itu, Manchester United akan menghadapi lawan yang cukup tricky, Leeds United.

Demikian hasil undian yang dilakukan Sabtu (27/8/2011) malam WIB. Sebanyak 32 tim akan saling beradu yang dijadwalkan pada 19 September.

The Blues cukup superior dibanding Fulham dengan tidak pernah kalah dalam 10 perjumpaan terakhirnya dan memenangi enam di antaranya. Sedangkan pertemuan teraktual di Craven Cottage, Februari silam, kedua tim bermain imbang tanpa gol.

MU bakal bertandang ke Elland Road, markas dari Leeds. Kendati lawannya hanya tim Championship namun pasukan Sir Alex Ferguson diharapkan tetap waspada jika tidak ingin kejadian serupa pada dua tahun lalu terulang.

Ketika itu, “Setan Merah” sukses dipermalukan oleh Leeds di ajang Piala FA dengan menyerah dengan skor tipis 0-1 di Old Trafford.

Klub tetangga MU, Manchester City akan menantang juara bertahan Birmingham yang kini berlaga di divisi Championship. Sedangkan Arsenal akan melawan tim League Two, Shrewsbury.

Liverpool yang beberapa hari silam berhasil lolos mengalahkan Exeter City di babak kedua akan melawan Brighton. Tim tangguh lain, Tottenham Hotspur ditantang Stoke City. Demikian diwartakan Yahoosports.

Hasil Undian Piala Liga Inggris babak ketiga:

Cardiff v Leicester
Wolves v Millwall
Chelsea v Fulham
Aldershot or Carlisle v Rochdale
Arsenal v Shrewsbury
Burnley v Milton Keynes Dons
Leeds v Manchester United
Brighton v Liverpool
Nottingham Forest v Newcastle
Manchester City v Birmingham
Blackburn v Leyton Orient atau Bristol Rovers
Swindon atau Southampton v Charlton atau Preston
Everton v West Brom
Crystal Palace or Wigan v Middlesbrough
Aston Villa v Bolton
Stoke v Tottenham

Manchester United kini seperti “sendirian” memimpin klasemen di saat rival terhambat. Tapi karena Liga Inggris tak bisa diprediksi, Andre Villas-Boas menilai persaingan menuju titel juara masihlah terbuka untuk tim lain.

MU masih jadi satu-satunya tim hingga pekan kelima ini yang masih sempurna nilainya. Lima kemenangan selalu mereka raih termasuk yang terakhir atas rival utamanya Chelsea.

Sementara pesaing terdekatnya di klasemen, Manchester City malah tertahan imbang 2-2 oleh Fulham dan Liverpool yang berusaha merangkak naik malah kalah 0-4 dari Tottenham Hotspur.

Kini mereka unggul dua poin atas City dan dengan penampilannya yang masih stabil, boleh jadi The Red Devils akan lama berada di puncak. Apakah ini pertanda pasukan Sir Alex Ferguson bakal mudah meraih titel ke-20?

Tidak begitu menurut Villas-Boas yang sebelum laga ini menilai jika hasil akhir liga nantinya bukan ditentukan pada laga di Old Trafford ini. Baginya Premiership sulit diprediksi dan sebelum benar-benar berakhir, siapa juaranya belum bisa ditentukan.

Tentu semua ingat bagaimana performa Chelsea di awal musim lalu yang begitu garang. Tapi sejak bulan November penampilan mereka menurun dan malah harus kehilangan titelnya.

“Seperti yang saya bilang sebelumnya, apapun hasil dari sini (Old Trafford) tidak berarti apapun untuk klasemen Liga Primer,” ungkap Villas-Boas kepada Sportinglife.

“Liga ini sulit diprediksi. Manchester City pun tidak menang meski mereka punya skuad yang luar biasa. Arsenal dan Liverpool kalah. Lima klub penantang gelar juara ada di sini semua. Segalanya bisa terjadi,” sambungnya.

“Saat ini United sedalam dalam momennya naun kami menunjukkan jika kami punya level juara. Laga ini tidak berjalan baik untuk kami. Namun kami akan tetap berkompetisi untuk gelar juara,” tandas pria asal Portugal itu.

Tottenham Hotspur memetik kemenangan 4-0 atas Liverpool. Terlepas dari dua kartu merah yang diterima pemain lawan, Harry Redknapp menyanjung performa anak didiknya yang dianggap telah tampil fantastis.

Menjamu Liverpool di White Hart Lane, Minggu (18/9/2011) malam WIB, Spurs unggul cepat melalui tendangan melengkung Luka Modric. Dua gol Emmanuel Adebayor dan Jermaine Defoe memberi The Lilywhites kemenangan meyakinkan dengan skor 4-0.

Keunggulan tuan rumah tersebut banyak terbantu dengan kartu merah yang didapat Charlie Adam dan Martin Skrtel. Namun dalam pandangan Redknapp, skuadnya tetap tampil fantastis terlepas dari kartu merah yang didapat lawannya.

“Saya pikir kami mempraktekkan sepakbola yang fantastis,” sahut Redknapp di BBC. “Kami jelas sekali mendominasi. Jika Anda tidak bisa menikmati sepakbola yang kami mainkan di sini hari ini, maka jelas ada yang salah dengan Anda.”

Bahkan sebelum Liverpool kehilangan pemainnya, Spurs memang sudah mendominasi laga. Tekanan yang mereka lancarkan sejak wasit meniup peluit awal membuahkan hasil dengan gol cepat di menit ketujuh.

“25 menit pertama adalah sepakbola dalam bentuk terbaik. Kami tim yang jauh lebih baik. Di 25 menit pertama kami seharusnya memimpin dua atau tiga gol,” tuntas Redknapp.

Newcastle United lolos dari hadangan Scunthorpe United di babak kedua Piala Carling. Newcastle menang tipis 2-1 lewat babak perpanjangan waktu.

Bertanding di Glanford Park, kandang Scunthorpe, tampil tanpa Joey Barton yang belakangan dikabarkan tengah merapat ke QPR. Manajer Alan Pardew kemudian menurunkan tiga gelandang; Sylvain Marveaux, Yohan Cabaye, dan Dan Gosling.

Alhasil, Newcastle seperti bermain tanpa pegangan, kendati relatif lebih menguasai laga. Mereka pun tertinggal lebih dulu di menit 15 lewat gol Chris Dagnall. Sepakannya dari jarak dekat sukses menaklukkan Tim Krul.

Serangan pertama Newcastle baru hadir di menit 22 ketika Ryan Taylor mengeksekusi sebuah tendangan bebas. Sial baginya, tendangannya melenceng.

Newcastle yang melepaskan 26 tembakan (12 on target) baru bisa menyamakan kedudukan di menit 80 melalui Taylor. Kali ini tendangan bebasnya berhasil membobol gawang Scunthorpe dan membuat kedudukan sama kuat 1-1.

Laga kemudian dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Penyerang pengganti, Sammy Ameobi, yang masuk di menit 65 menggantikan Demba Ba, tampil sebagai pahlawan.

Tendangan jarak jauhnya dari jarak sekitar 18 meter gagal dibendung kiper Scunthorpe, Josh Lilis. Gol di menit 112 itu pun membuat Newcastle berbalik unggul.

Di sisa pertandingan, Krul berjuang mengamankan gawangnya dari serbuan Scunthorpe. Tercatat, ia satu kali menyelamatkan gawangnya dari sepakan jarak jauh James Ryan.

Hingga laga berakhir, skor 2-1 untuk kemenangan Newcastle tetap bertahan.

Aktris Milla Jovovich telah memberikan rincian mengenai film sci-fi thriller terbarunya, ‘Resident Evil: Retribution’. Beberapa hal yang diungkap antara lain mengenai karakter dan plot film tersebut.

Jovovich yang menjadi aktor utama wanita di film itu mengumumkan, Wentworth Miller dan Ali Larter tidak akan muncul. “Chris, Claire dan K-Mart diculik oleh Umbrella dalam film ini, sehingga mereka tidak akan ada di film ini,” ujarnya seperti dilansir Aceshowbiz, Senin (19/9/2011).

Aktor Jensen Ackles juga tidak jadi memerankan karakter Leon Kennedy seperti yang telah dikabarkan sebelumnya. Meski demikian, dia menegaskan bahwa Leon dan karakter favorit lainnya seperti Ada Wong dan Barry Burton akan muncul di film berikutnya.

“Shawn Roberts kembali sebagai (Albert) Wesker dan lebih hebat dari sebelumnya! Tentu saja tidak mudah untuk membunuh dia,” jelas aktris berdarah Ukraina itu.

Sementara untuk plot, Jovovich menjanjikan lebih banyak adegan aksi di ‘Resident Evil 5′. Selain itu akan ada karakter baru parasit Las Plagas.

“Aku melakukan pertarungan yang menakjubkan dengan zombie, dan perjuangan epik bersama Jill Valentine (Sienna Guillory),” ungkapnya.

‘Resident Evil: Retribution’ mulai diproduksi pada 16 Oktober mendatang. Rencananya, film tersebut akan dirilis di bioskop Amerika Serikat pada 14 September 2012.

Juventus punya awal yang baik di kompetisi Seri A musim ini, dengan memenangi dua pertandingannya. Namun menurut Mirko Vucinic, yang penting adalah di posisi mana mereka finish.

Bersama Napoli, Udinese dan Cagliari, Juventus adalah tim-tim yang berhasil mencapai hasil maksimal dari dua pekan kompetisi. Setelah memulai dengan merontokkan Parma 4-1, di laga keduanya pasukan “Zebra” menang 1-0 atas Siena.

Hasil itu membangkitkan optimisme tinggi terutama di kalangan suporter, mengingat Juve tak kunjung membaik sejak kembali ke Seri A pasca skandal Calciopoli. Di musim lalu mereka bahkan cuma menempati peringkat ketujuh di klasemen.

Di bawah kendali pelatih baru yang juga mantan punggawa Bianconeri, Antonio Conte, Juve kini mulai kembali diperhitungkan. Namun menurut Vucinic, tidak perlu ada ketergesa-gesaan untuk menilai.

“Juventus selalu hebat. Kami telah memenangi dua pertandingan, tapi kami harus tetap membumi dan melanjutkan pekerjaan,” tutur penyerang asal Montenegro itu dikutip Football Italia.

“Ada di atas di daftar klasemen memang penting. Tapi kita pun tak boleh lupa bahwa satu kekalahan saja bisa merintangi usaha-usaha kita itu. Maka dari itu, kita harus fokus di setiap pertandingan.

“Tak peduli seperti apa Anda memulainya, tapi yang penting adalah akhirnya. Kita ini masih di awal-awal, dan kita mesti menyadari nilai kita itu,” tambah Vucinic.

Juventus akan berusaha melanjutkan tren positifnya di awal musim dengan menjamu Bologna hari Rabu (21/9) lusa.

Dua klub kota Milan, AC Milan dan Inter Milan, akan diuji lagi dalam lanjutan Liga Italia tengah pekan ini. Dibandingkan Rossoneri, beban harus menang Nerazzurri jauh lebih besar.

Inter akan menghadapi Novara di Stadio Comunale Silvio Piola Selasa (20/9/2011) malam atau Rabu dinihari WIB. Entah apa yang terjadi di kalangan Interisti jika Javier Zanetti dkk tidak mampu mengalahkan tim promosi tersebut.

Bagi Inter, kemenangan sudah menjadi kewajiban, khususnya lagi untuk allenatore Gian Piero Gasperini. Jika sampai kalah, sang pelatih hampir dipastikan bakal diterpa badai isu pemecatan.

Kekalahan dari Palermo di partai pertamanya di liga musim ini, dan juga dari Trabzonspor di Liga Champions, serta hasil seri 0-0 kala bermain dengan AS Roma hari Sabtu lalu membuat Gasperini sedang “hidup tak tenang”.

Tidak hanya bagi Gasperini, laga ini juga menjadi kesempatan pembuktian bagi Diego Forlan. Walaupun sudah mencetak satu gol saat Inter kalah 3-4 dari Palermo, tapi keberadaan striker Uruguay itu seperti belum “disadari” banyak orang — karena mereka lebih sibuk mengurusi hasil buruk tim, ketimbang menyoroti performa perorangan.

Di masa genting seperti ini, Forlan justru punya kesempatan untuk menunjukkan eksistensinya, syukur-syukur bisa memberi kontribusi signifikan untuk membawa kebaikan bagi La Beneamata.

Mirip dengan Inter, AC Milan juga tidak menang dalam dua partai lokal pertamanya. Setelah ditahan 2-2 di San Siro oleh Lazio, mereka malah kalah 1-3 dari tuan rumah Napoli akhir pekan kemarin. Hanya saja, pelatih Massimiliano Allegri mendapat kredit karena bisa menahan Barcelona 2-2 di Nou Camp.

Hari Rabu lusa Milan harus menghadapi sebuah tantangan berat dari Udinese, yang selalu menang dalam dua pertandingan pertamanya. Barisan pertahanan yang masih rapuh harus bersiap menghadapi ketajaman lini depan Udinese yang dipimpin oleh Antonio Di Natale.

Pada agenda pertandingan tengah minggu ini, Napoli dan Juventus memiliki kesempatan untuk menjaga performa baiknya. Napoli, yang memuncaki klasemen sementara, akan berhadapan dengan Chievo, sedangkan Juventus dijajal Bologna di Turin.

AS Roma akan menjamu Siena di Olimpico, dengan target mencari kemenangan pertamanya di musim ini, di bawah kendali pelatih asal Spanyol, Luis Enrique. Sebelum bermain imbang 0-0 melawan Inter, Giallorossi kalah 1-2 dari Cagliari.

Jadwal pertandingan tengah pekan ini:

Selasa (20/9) malam:
Novara vs Inter Milan

Rabu (21/9) malam:
AC Milan vs Udinese
Cesena vs Lazio
Chievo vs Napoli
Fiorentina vs Parma
Genoa vs Catania
Juventus vs Bologna
Lecce vs Atalanta
Palermo vs Cagliari

Kamis (22/9)
AS Roma vs Siena

Edinson Cavani tampaknya telah menemukan ketajamannya lagi. Empat gol yang berhasil diciptakan dalam dua laga terakhir menjadi bukti yang paling gress kembali tajamnya penyerang Napoli itu.

Catatan ini sekaligus menghapus kekhawatiran bahwa kemampuan penyerang berusaia 24 tahun itu sedang menurun. Soalnya, dalam gelaran Coppa America Juni-Juli lalu, Cavani gagal menunjukan sinarnya bersama Uruguay.

Ia bahkan hanya menjadi penghangat bangku cadangan karena gagal bersaing dengan Diego Forlan, Luiz Suarez dan juga Christian Rodriguez. Faktanya, walaupun Uruguay tampil sebagai juara, peran Cavani tidaklah banyak kala itu.

Sosok Cavani seperti “menghilang”selama musim panas, walaupun di akhir musim lalu ia membuat performa yang sangat apik, yaitu mendulang 33 gol dari 47 pertandingan di semua kompetisi, termasuk 26 gol di Seri A.

Akan tetapi, Cavani “ditemukan” lagi dalam dua pertandingan terakhir. Ia mencetak gol pertamanya di musim ini ke gawang Manchester City di kandang lawan, di laga comeback Napoli di Liga Champions sejak era Diego Maradona. Timnya pulang membawa hasil seri 1-1.

Lalu tadi malam, atau Senin (19/9/2011) dinihari WIB, pria gondrong berusia 24 tahun itu tampil luar biasa saat Napoli menjamu AC Milan. Ia membalas gol pembuka dari Alberto Aquilani di menit 13, lalu menambahkan dua lagi di menit 36 dan 51. Cavani bikin hat-trick, Napoli pun memimpin klasemen sementara.

“Sewaktu kecil, aku selalu disuruh bermimpi,” ungkapnya kepada La Domenica Sportiva. “Aku ingin sekali memenangi Scudetto, tapi kami tahu jalannya akan sangat sulit. Aku mendedikasikan kemenangan ini untuk fans. Mereka pantas mendapatkannya.

“Kami memiliki semua yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan di musim ini. Mustahil jika kami tidak mencapainya karena kami memiliki pendukung yang sungguh luar biasa. Kami sangat optimistis,” tukas Cavani kepada Il Corriere dello Sport.

Salah satu pemain baru Liga Spanyol yang diharapkan menjadi bintang, Radamel Falcao, mulai unjuk kemampuan. Ia mencetak hat-trick di pertandingan keduanya di La Liga bersama Atletico Madrid.

Falcao, yang dibeli dari FC Porto seharga 40 juta euro, tampil impresif saat timnya menjamu Racing Santander Minggu (18/9/2011) malam. Ia membuka skor di menit 23, lalu menggandakannya 13 menit kemudian lewat eksekusi penalti.

Sepuluh menit setelah restart, striker internasional Kolombia itu menciptakan hat-trick-nya, sebelum Adrian menggenapkan kemenangan tuan rumah menjadi 4-0 di menit 78.

Tiga hari sebelumnya Falcao membuka rekening golnya untuk Atletico di pertandingan Liga Europa, saat mengalahkan Celtic 2-0. Itu berarti ia mencetak empat gol dalam dua laga berturut-turut.

“Aku sangat berterima kasih pada rekan-rekan tim karena tanpa bantuan mereka aku mungkin tidak bisa membuat tiga gol ini,” cetus pemain 25 tahun itu seusai pertandingan, dikutip Marca.

Falcao datang ke Negeri Matador dengan reputasi yang cukup bagus. Mantan pemain River Plate itu merintis kariernya di Eropa bersama Porto sejak 2009, dan mendapatkan satu titel liga, dua Piala Super, dan titel Liga Europa.

Total, dari 85 pertandingan di semua kompetisi, ia mengemas 72 gol, termasuk 17 gol di Liga Europa musim lalu, saat ia menjadi top skorer turnamen dan memecahkan rekor jumlah gol dalam satu musim — mematahkan rekor sebelumnya yang dipegang Juergen Klinsmenn, yang membukukan 15 gol di musim 1995/1996 bersama Bayern Munich.

Kehadiran Falcao sangat penting buat Atletico karena musim ini ditinggal dua penyerang terbaiknya, yaitu Sergio Aguero (ke Manchester City) dan Diego Forlan (Inter Milan).

“Aku punya harapan untuk bisa memberi kenikmatan lebih banyak untuk fans dan membantu tim ini meraih tujuan-tujuannya. Aku bekerja setiap hari supaya kemampuanku terus meningkat,” sahut Falcao.

Akhir musim lalu Andrea Pirlo membuat keputusan penting dengan meninggalkan AC Milan untuk mencari tantangan anyar bersama Juventus. Bersama klub barunya, Pirlo memulai dengan mengesankan.

Sederet gelar sudah diraih Pirlo selama 10 tahun membela Milan. Sebut saja dua titel Seri A (2004, 2011) dan sepasang trofi Liga Champions (2003, 2007).

Akan tetapi, pemain tengah Italia berusia 32 tahun itu rupanya belum puas. Musim panas ini Pirlo memilih hijrah dari San Siro dan memulai petualangan baru bersama ‘Nyonya Tua’.

Partai kontra Parma, Minggu (11/9/2011) malam WIB, menandai debut Pirlo untuk Juve di kancah Seri A. Ia menandainya dengan istimewa setelah membuat dua asssist dalam kemenangan 4-1 Bianconeri.

“Aku senang mengenakan seragam Juve. Aku memilih meninggalkan Milan karena menginginkan tantangan baru ini dalam karirku. Aku merasa butuh perubahan,” ujar Pirlo kepada Sky Sport Italia.

Di Juve, Pirlo harus tampil dalam formasi 4-2-4 racikan Antonio Conte. Artinya, ia bukan hanya mesti tampil sebagai kreator serangan ke lini depan tetapi juga salah satu sosok peredam serangan lawan.

“Bukanlah masalah buatku untuk bertanggung jawab di tengah karena situasinya sama di Milan. Aku dengan cepat cocok beradaptasi dengan Claudio Marchisio tapi aku pikir takkan ada masalah untuk bermain bersama Arturo Vidal atau Michele Pazienza.”

“Kami ingin menunjukkan penampilan bagus untuk para fans dan kami berhasil melakukannya. Kami tak bisa tidak merasa puas dengan kemenangan ini,” simpul Pirlo.

Mungkin belum banyak yang tahu siapa itu Nils Petersen meskipun pemiliknya adalah klub sebesar Bayern Munich. Ia sedang memperlihatkan kapasitasnya sebagai “deputi” Mario Gomez.

Memasuki pekan keenam Bundesliga, untuk pertama kalinya Petersen dimainkan sebagai starter oleh pelatih Juup Heynckes, menghadapi klub kuat Schalke di Veltins Arena, Minggu (18/9/2011) malam WIB.

Mengisi tempat Gomez yang sedang cedera, ia dipasangkan dengan Toni Kroos, ditopang oleh gelandang serang Thomas Mueller dan Franck Ribery. Hasilnya, Petersen-lah orang pertama yang mencetak gol di pertandingan tersebut.

Di menit 21, menerima umpan matang dari Ribery, ia melepaskan tembakan ke arah gawang Schalke, tapi masih bisa diblok kiper Ralf Fahrmann. Ia beruntung bisa mendapatkan rebound dan kali itu menuntaskannya menjadi gol.

Di akhir pertandingan Bayern tampil sebagai pemenang dengan skor 2-0. Gol kedua Hollywood FC diukir Mueller di pertengahan babak kedua.

Petersen adalah satu dari dua penyerang murni yang dimiliki Bayern saat ini, selain Gomez. Karakter mereka berbeda dengan Mueller, Kroos atau Ivica Olic, (juga Ribery), yang cenderung lebih sebagai gelandang serang.

Petersen dipilih Bayern setelah tampil gemilang bersama Energie Cottbus, yang dalam dua musim terakhir bermain di divisi dua Liga Jerman. Di musim lalu, pemain 22 tahun itu sangat subur dengan mengemas 25 gol dari 33 pertandingan, dan menjadi top skorer.

Oleh Bayern, pria setinggi 188 cm itu dikontrak tiga tahun dan diberi kostum bernomor sembilan, seperti yang pernah dikenakan Gerd Mueller, Giovani Elber, dan Luca Toni. Namun, statusnya memang baru sebagai pelapis Gomez.

Sebelum menjadi starter melawan Schalke, Petersen terlibat dalam empat partai liga, dan semuanya bermula dari bangku cadangan, hampir selalu sebagai pengganti Gomez.

Juga, sebelum mencetak gol ke gawang Schalke, Petersen membuka rekening golnya untuk Bayern di partai minggu lalu. Menjamu Freiburg di Allianz Arena, Bayern menang telak 7-0, dan Petersen membuat gol pamungkas di penghujung laga, setelah menjejak lapangan selama kurang lebih 17 menit sebagai pengganti Gomez.

Sejauh ini Manchester City sudah tampil memukau dengan para pemain bintangnya. Tapi Roberto Mancini meminta The Citizens bisa bermain layaknya Manchester United.

City dan MU kini bersamaan memimpin klasemen Liga Inggris setelah meraih hasil sempurna di empat laganya. Bedanya ‘Setan Merah’ ada di puncak dengan keunggulan selisih gol.

Kemenangan-kemenangan besar selalu diraih keduanya, khususnya MU yang pernah menang 8-2 atas Arsenal serta 5-0 dari Bolton Wanderers.

Maka melihat performa stabil rival sekotanya tersebut sejauh ini, Mancini ingin agar anak asuhnya bisa meniru apa yang MU sudah tampilkan. Menurut manajer asal Italia itu, The Citizens harus bisa lebih “membunuh” di depan gawang.

“Man United adalah tim top, mereka sudah terbiasa sejak lama untuk menang. Mereka punya pemain-pemain yang bagus,” sahut Mancini di Sportinglife.

“Ketika mereka melawan Arsenal, ketika mereka mencetak dua atau tiga gol, mereka terus mencoba untuk mencetak gol,” sambungnya.

“Kami harus punya mentalitas seperti ini. Jika kmai tampil seperti saat melawan Tottenham ketika kami bisa mencetak gol, maka kami harus terus untuk bermain,” simpulnya.

Carlos Tevez masih dalam rencana masa depan Roberto Mancini di Manchester City. Namun Tevez diminta menunggu gilirannya tampil karena penampilan duet Edin Dzeko-Sergio Aguero dianggap lebih oke.

Sejauh musim ini, Tevez sudah tampil sebanyak tiga kali buat City. Tapi ia baru dimainkan sekali sebagai starter saat timnya mengalahkan Wigan Athletic sepekan lalu.

Duet Dzeko dan Aguero menjadi pilihan utama Mancini. Hasilnya memuaskan dengan keberhasilan City meraup kemenangan dalam empat laga pertama Premier League.

Lantas bagaimana dengan masa depan Tevez? Kendati penyerang Argentina itu sempat ngotot ingin hengkang, tapi dia masih diinginkan Mancini di skuad City.

Hanya saja, karena duet Dzeko-Aguero menunjukkan hasil yang memuaskan maka Tevez diminta untuk menunggu gilirannya bermain.

“Di saat seperti ini adalah pemain-pemain yang bermain lebih baik daripada dia dan Carlos disini berlatih. Ketika Carlos tengah bagus, mungkin dia akan memiliki kesempatan untuk bermain,” ucap Mancini dikutip Sky Sports.

“Saya tidak tahu jika dia telah bahaiga tapi setiap pemain ketika mereka tidak dapat bermain tidak bahagia. Ini normal. Tapi kami punya pemain lain yang pantas mendapat sebuah posisi.”

Mancini senang dengan banyaknya opsi striker yang dimiliki City saat ini. Tevez diharapkan bisa menambah daya gedor The Citizens.

“Bagi saya, ini hal baguk karena kami tahu Carlos bisa mencetak 20 gol dalam semusim dan jika kami bisa mencetak banyak gol dengan para penyerang yang kami punya maka itu akan bagus,” tuntasnya.

Winger Manchester United, Nani, menilai timnya memang layak meraih kemenangan atas Chelsea. Dia juga memuji timnya yang kompak dan memainkan sepakbola fantastis.

Dalam laga yang di Old Trafford, Minggu (18/9/2011), MU menaklukkan Chelsea dengan skor 3-1. Dari tiga gol ‘Setan Merah’, Nani jadi orang kedua yang menjebol gawang Petr Cech.

Di babak kedua, Chelsea sebenarnya punya banyak peluang bagus untuk mencetak gol. The Blues bahkan bisa saja menyamakan kedudukan kalau mereka lebih tajam di depan gawang.

Meski demikian, Nani merasa timnya tetap layak mengakhiri laga dengan tiga poin di tangan.

“Saya pikir semua orang melihat pertandingan dengan banyak peluang di kedua kubu,” ujar Nani kepada Sky Sports 1.

“Chelsea membuat banyak peluang, tapi saya pikir penampilan kami lebih baik daripada mereka dan itulah mengapa kami mencetak tiga gol. Kami layak menang,” tegas pemain internasional Portugal ini.

Dengan kemenangan atas Chelsea, MU masih sempurna pada lima partai awal Liga Primer Inggris musim ini. Mereka pun berhak bertakhta di puncak klasemen.

“Saya pikir ini adalah kerje semua elemen tim, kami sudah bekerja sangat keras secara bersama-sama,” ungkap Nani.

“Kami adalah tim yang kompak, memainkan sepakbola yang fantastis, satu-dua sentuhan dan kami mencetak banyak gol. Saya pikir sangat penting kami terus bersama dan punya kepercayaan diri dalam pertandingan-pertandingan kami,” tandasnya.

Tentang Kekalahan Indonesia dari Bahrain
Andi Abdullah Sururi – detiksport

(REUTERS/Supri)

Jakarta – Harapan itu kembali tak terpuaskan, bukan di Teheran melainkan di Senayan. Indonesia kalah dari Bahrain dalam pertandingan yang sempat dihentikan wasit gara-gara ulah sebagian suporter yang bandel.

Faktanya, sepakbola Indonesia masih belum banyak berubah. Tak apa-apa. Kita memang masih dalam periode transisi. Perubahan yang sudah terjadi baru di level pergantian pengurus PSSI — dan ekspektasi masyarakat yang kian hari kian meninggi, terutama ketika yang akan bertanding adalah tim nasional.

Ekspektasi itu bagus, bahkan perlu untuk sebuah motivasi. Tapi jika tidak dibarengi dengan sikap obyektif dan realistis, apalagi sampai menjadi ekspektasi yang membabi-buta, tanpa melihat permasalahan secara komprehensif, jangan-jangan ekspektasi itu akan terus membuat kita “lemas” dan ujung-ujungnya kembali menggerutu dan mengeluh: “Ah, kalah lagi, kalah lagi.”

Mungkin itulah potret sebagian masyarakat sepakbola kita. Kita mudah mabuk oleh sebuah keberhasilan “kecil”, tapi tak segera memperbaiki hal-hal yang lebih fundamental karena sudah (sempat) berhasil, dan jika begitu, kegagalan melulu dikait-kaitkan dengan nostalgia.

Pelatih

Setelah Indonesia bermain buruk dan kalah 0-2 dari Bahrain kemarin malam di Gelora Bung Karno, Wim Rijsbergen, yang belum seumur jagung menukangi skuad ‘Garuda’, dicap sudah gagal karena sebelumnya juga kalah 0-3 dari Iran. Berdengung pula suara-suara yang menginginkan Alfred Riedl kembali direkrut sebagai pelatih.

Menurut hemat penulis, ini “basi”. Kita terlalu memanjakan keinginan, selalu ingin cepat jadi. Kalah dua-tiga kali, pelatih harus dipecat, seolah-olah Indonesia adalah Inggris, Brasil, Chelsea atau Real Madrid, seakan-akan faktor besar yang menentukan mutu tim itu cuma pelatih.

Riedl — katakanlah — memang pelatih yang bagus. Gayanya yang keras, disiplin, bahkan jarang tertawa, cepat disukai. “Pemain kita memang harus dikerasi,” begitu kesimpulan sederhananya. Ia memang membuat masyarakat Indonesia mengalami euforia di Piala AFF, membangun fondasi tim yang sangat baik. Bahwa dia sesungguhnya tidak memberi piala di turnamen di level Asia Tenggara itu, seperti pelatih-pelatih sebelumnya, oleh sebagian orang dianggap bukanlah sebuah kegagalan.

Penulis bukannya anti Riedl, tapi mencoba bersikap realistis, dan itu pun lebih ke faktor “nonteknis”. Sulit membayangkan PSSI memanggil kembali Riedl setelah mereka mendepaknya begitu saja “tanpa perasaan”. Sebaliknya, apa iya Riedl dengan mudah balik ke Indonesia setelah merasa “sakit hati” diperlakukan dengan tidak menyenangkan oleh PSSI.

Soal Rijsbergen, kita belum tahu sebaik apa dia — atau seburuk apa dia. Tapi dia baru dua bulan bekerja untuk timnas, dan dia sudah membantu Indonesia mengalahkan Turkmenistan sehingga bisa masuk ke babak ketiga Pra Piala Dunia 2014.

Bahwa kemudian Indonesia kalah 0-3 dari Iran, pertanyaannya adalah, apakah sekarang kita sudah sedemikian yakin bisa mengalahkan Iran, yang notabene pernah tiga kali tampil di Piala Dunia dan tiga kali menjuarai Piala Asia? Bukannya merendahkan tim sendiri, bukannya tak berharap juga, tapi faktanya level kita masih di bawah mereka. Sekali lagi, saat ini tingkatan kita masih di Asia Tenggara. Menanjak ke Asia butuh proses lain lagi.

Bahrain di atas kertas lebih lemah daripada Iran. Kita pernah pula mengalahkan mereka di Piala Asia 2007 di Jakarta, walaupun juga kalah 1-3 di Piala Asia 2004. Wajar memang apabila ekspektasi itu membuncah lagi. Sepertinya sebagian besar masyarakat Indonesia sangat yakin Bambang Pamungkas dkk bisa merebut poin penuh kemarin malam.

Yang terjadi kemudian, permainan tim sangat buruk. Apakah itu salah pelatih? Pasti ada. Tapi apakah semata-mata salah pelatih? Tidak mungkin.

“Kita tidak bermain simple football. Kita terlalu bermain individual. Ketika satu pemain berhadapan dengan dua lawan, seharusnya kita mengoper bolanya. Tapi, kita malah menggocek dan akhirnya malah kehilangan bola. Itu kesalahan elementer. Bermain simple football belum ada dalam mind-set kita. Kita tidak bisa menang tanpa possession football. Tanpa possession football, kita tidak akan bisa mencetak gol. Tim-tim terbaik di dunia telah membuktikan hal itu,” papar Rijsbergen seusai pertandingan.

Penulis tidak melihat ada yang salah dengan analisis itu. Di lapangan, memang itulah yang terjadi. Artinya, Rijsbergen tahu di mana letak kesalahan permainan malam itu. Artinya, dia tidak bodoh.

Tapi tentu kita juga ingin tahu, seberapa mampu dia mengarahkan pemain-pemainnya supaya melaksanakan instruksi-instruksinya. Satu hal yang terlihat jelas adalah: pelatih Bahrain Peter Taylor nyaris sepanjang pertandingan berada di pinggir lapangan, kerap teriak-teriak pada pemainnya. Rijsbergen tidak begitu, lebih anteng di bangku cadangan. Bagaimana sistem komunikasinya? Ini harus ditanyakan pada orang Belanda itu.

(Intelejensia) Pemain

Bagaimanapun, sepakbola terjadi di lapangan. Pelatih itu semacam sutradara, tukang mengarahkan. Aktor sesungguhnya adalah pemain, karena mereka-lah yang berada di atas rumput, yang menendang-nendang bola, yang memutuskan ke arah mana bola ditendang, diumpan, dibuang, dan seterusnya.

Kepiawaian dan kejelian pelatih memang faktor sangat penting, tapi intelejensia pemain untuk menerjemahkan taktik pelatih, atau juga kemampuan mereka menjaga konsentrasi dalam keadaan keadaan lelah dan buntu, juga amat vital.

Terkait pertandingan melawan Bahrain, yang membuat penonton pun frustrasi, penulis melihat pemain-pemain Indonesia tak memiliki kecerdasan untuk mencari “rencana B” ketika “rencana A” mandeg. Mereka tak bisa menguasai bola di lapangan tengah dan kemudian kebingungan untuk mendapatkan cara buat masuk ke pertahanan lawan.

Celakanya, ada kesan, yang penting bola masuk ke wilayah Bahrain, tak peduli jika itu harus dilakukan dengan cara mengirim umpan lambung jauh, atau mengandalkan crossing dari sayap, padahal kita jelas-jelas tak pernah sekali pun memenangi duel di udara dengan pemain-pemain jangkung Bahrain.

Kecepatan dan kelincahan Boaz pun terlalu diharapkan. Setiap serangan terus saja dialirkan melalui dia. Apa boleh buat, pada akhirnya pemain lawan bisa menemukan cara untuk mengantisipasi gerakan Boaz. Entah kenapa baru di 15 menit terakhir saja permainan “insting” itu bisa dihentikan, dan para pemain mulai berani melakukan tusukan dari tengah, seraya mengurangi bola-bola atas. Tapi ya terlambat.

Apakah itu semua instruksi pelatih? Kalau ya, berarti si pelatih bahkan tak lebih pintar dari penonton. Kalau tidak? Maka pemain memang harus terus belajar mengasah kemampuannya untuk semakin baik.

Intelenjensia pemain sangatlah penting untuk diasah — seperti juga mentalitas bertanding, yang sering dianggap pula sebagai sebuah kelemahan tim kita selama ini. Pernah ada pertanyaan begini: “Apakah Indonesia akan langsung hebat jika pelatihnya Jose Mourinho atau Pep Guardiola?” Silakan jawab sendiri.

Salah satu cara belajar adalah memperbanyak frekuensi bertanding melawan tim-tim yang berkualitas di level internasional, tidak melulu berkutat di lokal atau ASEAN, biar mereka terbiasa menghadapi berbagai situasi di tengah lapangan.

(Kedewasaan) Suporter

Bahwa suporter Indonesia itu hebat, penuh gelora dan gegap gempita, dunia bahkan sudah mengetahuinya. Jika fanatisme fansnya tidak sebegitu rupa, mungkin akan lebih sulit lagi mencari berita sepakbola Indonesia di media massa asing. Gelora Bung Karno kini sudah dikenal sebagai salah satu stadion dengan suporter paling “gila” di dunia.

Sayangnya, kedewasaan bersikap belum terpupuk merata. Insiden kembang api dan mercon, yang membuat wasit menghentikan pertandingan selama sekitar 15 menit, memperlihatkan penyakit lama yang kambuhan itu. Belum lagi “kebiasaan” menghujani pemain lawan dengan botol air mineral.

Ini pemandangan yang menyebalkan, mencemari sebuah tontonan yang semestinya bisa dinikmati tanpa perasaan was-was dan cemas, khususnya untuk kalangan penonton anak-anak dan wanita, juga karena perilaku norak seperti itu bisa membuat Indonesia merugi. Kita pernah bersedia menerima sanksi FIFA jika hal itu harus dilakukan supaya bisa menurunkan pengurus PSSI yang busuk. Tapi alangkah lucu dan ironisnya jia sanksi itu pada akhirnya dijatuhkan FIFA gara-gara ulah suporter.

Begitu pula dengan sportivitas kepada tim tamu. Alih-alih memberi apresiasi dengan memberi sedikit tepuk tangan, lagu kebangsaan tim lawan malah disoraki, diteriaki “huu..”. Memberi dukungan sebesar-besarnya pada tim kesayangan itu “sesuatu banget”, tapi tidak menghormati lagu kebangsaan lawan adalah memalukan.

(Keseriusan) Polisi/petugas keamanan

Berharap semua penonton berlaku baik, cuma duduk manis di kursi, tidaklah mungkin. Berharap tidak pernah terjadi keributan suporter dalam sebuah pertandingan sepakbola pun agak utopia. Ini soal ratusan ribu orang tumpah ruah di tempat yang sama, dengan segala atribut pribadi dan motif masing-masing. Itu sudah jadi bagian dalam sepakbola itu sendiri.

Tapi untuk mencegah ekses yang lebih buruk, tetap harus ada safety measure. Di stadion, ranah itu ada di petugas keamanan, polisi. Kenapa kita tak pernah belajar dari negara lain, di mana pemeriksaan bawaan penonton sebelum masuk ke dalam stadion dilakukan dengan serius dan ketat, tanpa terkecuali, tanpa kompromi, tanpa pandang bulu, tanpa toleransi apapun.

Tapi di Indonesia selalu begitu: sweeping cuma ada di mulut pejabat kepolisian, ancaman bagi yang membandel cuma sebatas ancaman. Selalu ada celah buat suporter bandel untuk menyusupkan macam-macam benda terlarang ke dalam stadion.

Petugas pun lebih banyak yang ikut “numpang” nonton dengan menghadap ke lapangan ketimbang mengawasi gerak-gerik suporter yang nakal. Jika ada suporter yang melempar, mereka hanya menunjuk-nunjuk, menggertak dari jauh, karena petugas di tengah penonton memang tak ada atau minim (atau takut dengan massa?)

Bagaimana kesadaran untuk menjadi suporter yang baik akan terpupuk secara merata jika reward and punishment dari petugas tidak dijalankan. Kalau you punya tiket, tidak bawa benda macam-macam, silakan masuk ke stadion. Kalau tidak, silakan Anda tunggu di luar — dan jangan berulah yang macam-macam juga.

(Profesionalitas) Panpel

Tekad PSSI untuk membenahi berbagai sistem buruk yang pernah dijalani rezim Nurdin Halid masih menunggu pengejawantahannya. Transparansi pemasukan tiket pertandingan timnas, sejauh ini belum dilakukan juga. Sistem pembelian tiket pertandingan pun belum berubah. Soal ini, semestinya sudah ada cara yang lebih menyenangkan konsumen (baca: suporter) ketimbang harus antre sampai dua kali untuk mendapatkan tiket. Apalagi cara ini pun jelas-jelas tidak juga menghilangkan calo, jika itu salah satu tujuannya.

Ketegasan Panpel juga harus diperlihatkan atas nama keadilan. Mereka yang sudah berkorban berjam-jam antre untuk membeli, bahkan datang jauh-jauh dari luar Jakarta, semestinya punya hak lebih dibanding mereka yang tak punya tiket. Apa boleh buat, seringkali mereka yang sudah dilarang masuk pun ujung-ujungnya bisa menerobos juga. Di laga Indonesia-Bahrain, meski panitia dari awal menyatakan cuma akan mencetak 77 ribu tiket, tapi bagaimana mungkin stadion pada akhirnya terisi penuh atas-bawah, dan itu artinya ada 100 ribu orang di sana!

(Komitmen dan kerja keras) PSSI

Pada akhirnya, kunci pembenahan sepakbola Indonesia termasuk tim nasional saat ini ada di PSSI. Semua orang sudah tahu, selama ini sistem persepakbolaan kita tidak berjalan karena tidak ada mesin yang bekerja untuk menggerakkannya, yang disebabkan oleh bobroknya pengurus PSSI periode sebelumnya yang korup.

Semua orang tahu, tanpa perubahan yang signifikan oleh PSSI, jangan harap sepakbola Indonesia tiba-tiba akan membaik — atau tim nasional tiba-tiba lolos ke putaran Piala Dunia.

Mungkin sebagian fans sudah tidak sabar untuk segera melihat timnas yang terbiasa menang, bagaimanapun situasinya. Tapi sebagian fans lain boleh jadi lebih berharap supaya permasalahan mendasar yang selama ini menghambat perkembangan sepakbola Indonesia, bisa mulai dibenahi dengan baik dan serius oleh pengurus PSSI saat ini. Banyak lah contohnya, dan itu sudah dikampanyekan semua oleh pengurus ketika Kongres lalu, tentang pembinaan usia dini, perbaikan kompetisi sebagai muara pembentukan timnas yang handal, dan lain-lain.

Semoga pengurus PSSI yang sekarang tidak mengulangi kesalahan-kesalahan rezim sebelumnya. Mereka tentu tidak mau membayangkan, pengurus terdahulu yang mereka singkirkan, dan sampai sekarang adem-ayem saja karena semua kejahatan mereka sudah “dipetieskan”, akan tertawa dan berkata, “Emang enak ngurus bola!”

Tapi yang lebih penting lagi adalah, jika melakukan kesalahan yang sama dan gagal membuat perbaikan itu, pengurus PSSI sekarang akan lebih mudah berhadapan dengan masyarakat, karena mereka tak cuma punya andil sangat besar dalam menumbangkan Nurdin cs, tapi kecintaan mereka pada sepakbola tidaklah terukur besarnya.

Mengembalikan Olahraga ke Jalurnya
Narayana Mahendra Prastya – detiksport

Jakarta – Kongres PSSI memang bukanlah sebuah pertandingan olahraga. Namun kongres ini digelar oleh induk organisasi olahraga, dan maka dari itu kita layak berharap agar hajatan ini berjalan dengan semangat olahraga.

Dalam kurun waktu hampir satu dekade terakhir, polemik menjadi sesuatu yang kerap terjadi di tubuh PSSI. Di waktu lalu, ada musuh bersama bernama Nurdin Halid.

Semua mengecam, menuntut, dan mendesak “Sang Puang” untuk mundur. Mulai dari rakyat yang dicerminkan oleh suporter hingga pemerintah, seluruhnya kompak menginginkan Nurdin dan kroni-kroninya mundur.

Kini Nurdin sudah mundur, begitu pula dengan sejumlah konco-konconya. Situasi membaik? Tidak juga. Status quo masih tidak rela kehilangan kekuasaannya, sementara kubu yang mengklaim dirinya reformis tampak sangat ngebet untuk segera mengambil kendali otoritas.

Semua memiliki dasar yang cukup kuat untuk mengklaim tindakannya. Ada yang menggunakan statuta, peraturan, dan sebagainya. Ada yang memakai alasan soal ancaman sanksi dari FIFA.

Dua hari lagi, PSSI akan berkongres untuk menentukan kepengurusan: memilih ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota komite eksekutif. Tak sekadar memilih kepengurusan, namun ini juga sebagai penentu masa depan PSSI dan juga persepakbolaan Indonesia pada umumnya.

Kongres kali ini merupakan perintah dari FIFA, setelah kongres yang digelar di Pekanbaru, Riau, akhir Maret silam berakhir juga dengan kekacauan.

Menjelang kongres 20 Mei, suasana masih belum kondusif. Ada indikasi bahwa badan-badan resmi seperti Komite Normalisasi dan Komite Banding Pemilihan, tengah mengusung kepentingan kelompok tertentu. Tentu saja, tudingan ini dijawab oleh masing-masing pihak. Satu mengatakan melaksanakan perintah FIFA, yang lain mengatakan menegakkan peraturan.

Tak pelak spekulasi adanya kemungkinan deadlock pun mengemuka menjelang kongres kali ini.

Semua itu sebenarnya tak perlu terjadi, bila para peserta kongres bersedia sedikit meredam ambisi pribadi mereka, apapun motifnya.

Mereka, para peserta kongres dan pemegang hak suara, seharusnya ingat bahwa mereka menjadi bagian dari sebuah organisasi olahraga. Sportivitas dan kebesaran hati menjadi salah satu dari esensi olahraga.

Memang olahraga sangat menghalalkan strategi, trik, dan sejumlah cara lainnya guna mencari kemenangan. Namun ketika semua itu berjalan dengan cara kotor, maka itu jelas sangat diharamkan bila terjadi di dunia olahraga.

Meski tak terjadi di lapangan pertandingan, semangat olahraga seperti tadi seyogyanya diusung oleh seluruh peserta dan juga penyelenggara kongres.

Indonesia menunggu seperti apa PSSI nantinya. Ada harapan masyarakat di sana. Semoga, harapan untuk melihat sepakbola Indonesia menjadi lebih baik kali ini terjawab. Semoga

Striker Tottenham Hotspur, Emmanuel Adebayor, kini merasa sudah diterima dan dicintai suporter timnya, meski dia pernah membela Arsenal yang notabene lawan bebuyutan “Spurs”. Dua gol yang ia cetak ke gawang Liverpool, Minggu (18/9/2011), makin membuatnya diterima suporter.

Hubungan Tottenham dengan Arsenal memang sangat panas. Ketika Sol Campbell memutuskan meninggalkan Tottenham untuk pindah ke Arsenal, dia tak habis-habisnya dikecam, bahkan diancam.

Adebayor sendiri pernah membela Arsenal dan menjadi musuh fans Tottenham. Namun, dia kemudian dibeli Manchester City. Musim lalu, dia dipinjamkan ke Real Madrid dan musim ini dipinjam Tottenham.

Dua gol Adebayor ke gawang Liverpool membuat timnya menang 4-0. Dua gol lagi disumbangkan Luca Modric dan Jermain Defoe.

Berikut petikan-petikan Adebayor saat diwawancara Sky Sports.

Bagaimana perasaanmu mencetak dua gol ke gawang Liverpool? “Aku sangat bahagia bisa mencetak gol. Selalu menjadi hal penting bisa mencetak gol pertama di kandang, dan aku melakukannya dengan baik.”

Apakah kamu sudah diterima suporter Tottenham, mengingat kamu mantan pemain Arsenal? “Aku juga sudah mencetak gol di kandang lawan. Makanya ketika mencetak gol, aku rasa suporter otomatis langsung mencintaiku. Sebab, itu yang mereka harapkan dari seorang penyerang. Aku bahagia dengan segala yang terjadi di klub dan siap kembali bekerja keras.”

Bagaimana bisa menang besar atas Liverpool? “Kami tahu melawan Liverpool akan menjadi pertandingan berat. Sebab, kami tahu kualitas Liverpool. Kami meyakinkan diri juga memiliki skuad yang baik. Kami hanya butuh kepercayaan diri dan bermain dengan cara kami. Kami mencoba mengarahkan bola di tengah dan memanfaatkan pergerakan kami. Kami tahu, jika bisa menempatkan bola di belakang (Jamie) Carragher dan (Daniel) Agger, maka kami bisa membuat mereka kesulitan dan saya kira kami melakukannya dengan baik.”

Ada rahasia lain? “Kami hanya mencoba permainan kami sendiri karena tahu kami memiliki banyak pemain bagus di depan. Ini makanya, kami juga harus menguasai bola. Aku kira kami telah melakukannya dengan baik. Kami tak membiarkan lawan berkembang dan kami berusaha merebut bola secepatnya.”

Apa kelebihan Tottenham? “Kami bagus dalam menyerang balik dengan (Luca) Modric dan Niko (Kranjcar) serta Gareth Bale. Kami bisa memberi banyak masalah kepada lawan. Pada akhirnya, kami bisa memenangkan pertandingan.”

Kamu sempat menyia-nyiakan peluang. “Sebagai striker, rata-rata per pertandingan hanya mendapat tiga peluang. Kadang Anda bisa mencetak satu atau dua gol. Ketika aku gagal memanfaatkan peluang, itu tak menggangguku. Sebab, aku tahu, sebagai striker akan ada peluang lain. Terkadang Anda juga mendapat lima peluang atau bahkan hanya satu.”

Bagaimana kamu menyikapi pertandingan? “Sebagai pemain sepak bola, aku harus tetap fokus. Aku telah melakukannya dengan baik sepanjang pertandingan dan aku sangat bahagia bisa mencetak dua gol. Adalah hal yang biasa jika sebagai striker, kadang aku melewatkan peluang, kadang mencetak gol.”

Bagaimana menurutmu soal Tottenham? “Semua klub sekarang akan berhati-hati kepada kami karena punya skuad yang baik, termasuk individu berbakat. Apakah kami main kandang atau tandang, mulai sekarang hal itu akan tetap berat. Sebab, setiap orang sekarang tahu apa yang bisa kami lakukan di lapangan. Itu tantangan berat yang baik. Ini faktor yang memotivasi, dan kami harus mencari solusi.”

http://tourworldinfo.blogspot.com/2011/09/wanita-tercantik-di-indonesia-foto.html

Keadilan Bagi Masa Depan Sepakbola Indonesia

(Ilustrasi: detiksport)

Jakarta – Anton Sanjoyo mengakhiri artikelnya tentang perkembangan terbaru di tubuh PSSI, “Rekonsiliasi Tanpa Dendam” (Kompas, 14 April 2011), dengan kutipan Nelson Mandela: “Rekonsiliasi itu memaafkan. Tidak boleh ada dendam. Kita memasuki era baru.”

Sebuah penutup artikel yang terdiri atas tiga kalimat, tiga pernyataan, tiga keyakinan dan — untuk saya — juga tiga biji “salah paham”. Saya menyebutnya “salah paham”, mula-mula bukan untuk pernyataan Mandela itu sendiri, melainkan cara Joy meletakkan kutipan itu tanpa memperhatikan bagaimana rekonsiliasi dibangun di Afrika Selatan.

Pertama, rekonsiliasi itu memaafkan atau dalam kata-kata Joy di bagian yang lain, “…sifat dasar dari rekonsiliasi adalah memaafkan”.

Untuk saya, sifat dasar rekonsiliasi bukanlah “memaafkan”, tapi “keadilan”, juga “kebenaran”.

Dengan “keadilan”, siapa saja pemimpin atau pribadi yang melakukan kesalahan, kekeliruan, dusta, suap sampai manipulasi (sebagaimana yang dilakukan rezim Nurdin Halid) harus dimintai pertanggungjawabannya. Kesalahan organisasional harus dipertanggungjawabkan di depan kongres dan dusta-manipulasi-suap yang menjadi domain hukum harus pula dipertanggungjawabkan di depan hukum.

Dengan “kebenaran”, para pelaku kesalahan dan kejahatan tidak semata-mata dipaksa untuk mempertanggungjawabkan tindakannya, tapi yang tidak kalah penting –- menyitir kata-kata Asmara Nababan — “diperolehnya pengetahuan yang benar tentang pola pelanggaran di masa lampau”, sehingga dapat dilakukan perubahan kebijakan dan institusional. Dengan perubahan ini dicegah terulangnya pelanggaran yang sama di masa depan.

Itu sebabnya di Afrika Selatan (juga di negara-negara yang ingin menyelesaikan konflik laten di masa silam) dibikin Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi, bukan hanya Komisi Rekonsiliasi. Kutipan Joy tentang Mandela itu “salah paham” karena bisa menimbulkan pengertian bahwa permaafan Mandela adalah sesuatu yang tak diikuti/dilengkapi proses yang lain.

Yang dikatakan Joy dalam artikelnya melulu dan melulu rekonsiliasi, mengulang pentingnya permaafan. Tak ada separagraf pun Joy bicara perihal kelakukan manipulatif nan sistemik dari Rezim Nurdin, apalagi bicara tentang upaya pengungkapannya. Joy langsung melompat pada gagasan rekonsiliasi, dan memberikan permaafan begitu saja.

Kedua, tidak boleh ada dendam. Joy menampilkan kutipan Mandela itu dengan sebelumnya menyusun framming berparagraf-paragraf ihwal kengototan Kelompok Pemilik Suara (KP) 78 sebagai manifestasi haus kekuasaan dan — dalam kata-kata Joy sendiri — “masih membawa dendam masa lalu”.

Saya tidak tahu apa agenda KP 78. Yang saya tahu: upaya serius menuntut pertanggungjawaban dan mengungkap pola-pola manipulasi di masa silam tidak serta merta membuat upaya itu patut dicap “proyek balas dendam”. Itu adalah bagian inheren dari gagasan rekonsiliasi yang diusung oleh Anton Sanjoyo, Yudi Oktav, Andi Bachtiar Yusuf, dll.

Memaafkan itu gampang, apalagi kalau mentok cuma sebatas bibir. Yang harus diupayakan adalah bagaimana proses permaafan dan rekonsiliasi itu didahului oleh suatu ikhtiar serius yang akan mencoba memastikan bahwa praktik kesalahan, dusta, manipulasi, dan suap-menyuap itu tidak terulang lagi. Dan itu bisa dimungkinkan dengan menuntut pertanggungjawaban kepemimpinan Nurdin Halid yang dari sana pola-pola kesalahan dan manipulasi itu pun bisa diketahui oleh publik sehingga siapa pun bisa sama-sama mencegahnya di kemudian hari.

Ini bukan upaya mengabadikan (luka-konflik) masa silam, tapi justru untuk menyiapkan masa depan. Risiko implisit dari tulisan dan judul tulisan Joy itu adalah: bahkan orang yang menuntut keadilan dan pengungkapan kebenaran tentang kebusukan PSSI pun harus siap dicap sebagai “para pendendam”.

Ketiga, kita memasuki era baru. Lagi-lagi itu (masih) kutipan Mandela yang dicuplik begitu saja oleh Joy dalam artikelnya. “Politik kutipan” itu menyiapkan framming: era baru itu hanya mungkin terjadi dengan permaafan.

Tapi tak jelas rekonsiliasi dan permaafan macam apa. Yang terungkap dari tulisan itu adalah rekonsiliasi cuma-cuma dan permaafan gratis begitu saja. Imbauan itu terasa santun, elegan, bernuansa budaya timur dan moralis, padahal di sana tercium upaya pembiaran atas manipulasi, kebusukan dan laku kriminil (suap menyuap, misal: kasus Persisam).

Era baru macam apakah yang akan lahir dari rekonsiliasi dan permaafan cuma-cuma yang membiarkan dusta dan manipulasi lenggang kangung begitu saja?

Tak ada, sebagaimana Indonesia. Laku dan praktif KKN nan manipulatif dari Soeharto dan kroni-kroninya dibiarkan tanpa proses pertanggungjawaban dan pengadilan terbukti membuat praktik manipulatif KKN sampai sekarang tak pernah bisa dibikin tuntas. Sebagaimana Nurdin-Besoes yang mungkin berpikir: “Ah, santai sajalah, Soeharto saja yang kesalahannya jelas gak diapa-apain, kok.”

Rekonsiliasi dan permaafan gratis dan cuma-cuma hanya membikin Indonesia (juga sepakbola kita) menjadi permisif atas kejahatan dan manipulasi. Lantas apa bedanya dengan Nurdin yang membiarkan Komdis menghukum pemain-pelatih-manajer karena kesalahan tapi lantas dia sendiri yang memberikan amnesti dan pengampunan gratis dan cuma-cuma? Jangan kita tanpa sadar menjadi Nurdin dengan cara yang lain, me-Nurdin, mem-Besoes.

Untuk itulah, Komite Normalisasi dan kepengurusan PSSI mendatang harus berani membikin tim yang secara khusus meneliti dan mengkaji praktik-praktik busuk di masa lalu (pengampunan yang sering diberikan Nurdin, bagaimana Togar Manahan Nero bisa aktif lagi di kepengurusan setelah kasus suap di Penajam, dll). Audit secara keseluruhan dan total keuangan PSSI sebelumanya, cari tahu bagaimana dan kenapa hadiah juara liga selalu terlambat berbulan-bulan, dll.

Lalu, hasil dari investigasi dan audit menyeluruh itu harus diumumkan kepada publik. Beri hukuman yang keras pada para pelakunya (larang mereka berkecimpung dalam sepakbola untuk durasi panjang) dan bawa ke meja hijau untuk pelanggaran-pelanggaran yang memang seharusnya diselesaikan di pengadilan.

Hanya dengan itulah ucapan Mandela yang dikutip Anton Sanjoyo menjadi lebih berdaya dan terasa, bukan sekadar laku “politik kutipan” untuk membunga-bungai sebuah tulisan. Hanya dengan itu pula kalimat terakhir Anton Sanjoyo di tulisannya (yang juga mengutip Mandela) terealisasi dengan sepenuhnya: “Kita memasuki era baru!”

Kekalahan 1-3 Chelsea dari Manchester United turut menyelipkan kisah Fernando Torres yang membuang sebuah peluang emas. Manajer MU Sir Alex Ferguson sampai mengaku tidak habis pikir Torres bisa gagal.

Sebelum ‘Si Biru’ melawat ke Old Trafford, Minggu (18/9/2011), perihal produktivitas Torres sudah jadi sorotan. Pasalnya sejak diboyong ke Stamford Bridge Januari lalu, ia baru bisa bikin satu gol.

Mengingat tingginya ekspektasi terhadap bomber Spanyol tersebut, apalagi Chelsea merekrutnya dengan harga mahal yang kabarnya mencapai 50 juta poundsterling atau sekitar Rp 687 miliar, sebiji gol itu tentu membuatnya dapat sorotan negatif.

Di markas MU, Torres sempat memberikan sinyal positif setelah menjebol gawang ‘Setan Merah’ di awal babak kedua. Gol yang membuat Chelsea menipiskan ketinggalan jadi 1-3 tersebut bukan hanya menerbitkan optimisme timnya, tetapi juga bak menyiratkan kalau nalurinya di depan gawang mulai kembali.

Akan tetapi, insiden lain justru membuat sejumlah kalangan percaya kalau Torres masih butuh waktu untuk kembali ke permainan terbaiknya.

Setelah menerima bola dari Ramires, Torres dengan apik menggiring bola melewati David De Gea dan tinggal menghadapi gawang kosong. Tapi bola sontekannya luput dari sasaran dan ekspresi kekecewaaan Torres, yang langsung jatuh berlutut di lapangan, menunjukkan betapa buruknya kegagalan tersebut. Diiringi tepuk tangan ceria dari para fans MU di belakang gawang, Torres pun beranjak seraya menengadah tidak percaya.

Sir Alex Ferguson dari MU, boleh jadi dengan kelegaan tersendiri, juga setuju kalau Torres sudah membuang peluang emas. Terlebih kemudian tak ada gol lagi yang lahir dan Chelsea pun kalah 1-3.

“Saya pikir Torres akan bikin gol (kedua). Itu adalah sebuah kegagalan yang buruk,” komentar Fergie di Mirror.